Pinginnya buat tulisan untuk diposting disini tapi bingung gak ada ide mau nulis apa, akhirnya aku melakukan blogwalking sekedar berkunjung untuk say hello juga membaca-baca, mencari-cari siapa tau dapat ilmu-ilmu baru dan juga ide! Setelah berkunjung kesana kemari nyasar ke Youtube balik lagi menyusuri blog-blog yang berderet akhirnya sampailah ke blognya M Yamin Panca Setia. Membaca artikelnya dengan judul Rubuhnya Mesjid Kami ternyata isinya tentang Ahmadiyah dan problematikanya di Indonesia.
mulanya biasa saja tapi saat sampai pada kalimat :
Ancaman itu memang bukan mengada-ada. Saat memasuki gerbang Desa Manis Lor, nampak beberapa spanduk yang nadanya bernuasa provaktif. “Darah Ahmadiyah Halal,” begitu bunyi kalimat yang terpampang di salah satu spanduk.
Tiba-tiba byyar sebuah ide ngeres nakal muncul dipikiran. Bukan apa-apa, karena sebelum sampai disini kan baru saja lihat tayangan-tayangan video di Youtube! Lagian kalimat ini belakangan memang menjadi lebih familiar ditelinga kita. Bunyi spanduk itu bukan yang pertama didengar baca karena pernah juga ini keluar ditayangan media dari mulut Habib Abdurrahman Asegaf –yang konon nama aslinya Abdul Haris Umarella– atau mulut yang lainnya!
Salah satu video di Youtube yang sempet ditonton adalah tayangan yang di-upload oleh Bung Danial Anwar, tentang kegiatan warga Ahmadiyah didesa Manislor yang melakukan kegiatan rutin mereka; donor darah dimana nampak ratusan ibu-ibu yang dulu berbaris bergandengan tangan menghadapi satpol pp kabupaten Kuningan yang hendak menyegel Mesjid mereka, ibu-ibu ini pula yang paska peristiwa itu berbaris mengantri dalam kegiatan rutin mereka; donor darah. Amazing!
Yang muncul dipikiran adalah membayangkan seandainya orang-orang yang “Ahmadiyah phobia” itu sekali peristiwa diri atau keluarganya mengalami kecelakaan atau terkena penyakit kronis yang membutuhkan transfusi darah lalu dalam kekalutan, tiba-tiba saat sampai di PMI dikatakan bahwa stok darah yang tersedia tinggal darah-darah yang diambil dari pendonor Ahmadiyah saja, kira-kira bagaimana ya responnya? Akankah mereka bilang “gak usahlah, lebih baik mati saja dari pada tubuh ane atau keluarga ane dialiri darah orang-orang sesat, salah-salah nanti hati ane jadi kebawa sesat juga!” atau jangan-jangan jawaban mereka seperti ini ”oh, gak apa-apa malah lebih istimewa, kan hanya darah orang-orang Ahmadiyahlah yang halal bagi ane!
Gimana menurut anda?
videonya sendiri adalah seperti ini:
(note: bila ternyata tayangan video ini tidak muncul dimonitor anda, silahkan klik disini untuk install free software nya terlebih dahulu!)

elus-elus dada… kafan kita bisa rukun dan saling menghormati… Yang demen ngehalalin darah orang laen, beraarti sudah menghalalkan darahnya sendiri…
Ane sedih Bang…
Kang Deden,
daku pasang link ke blog sini yak!
thanks telah membaca blog saya….!
makin anarki aja indonesia ini…
potret bangsaku..
Tidak mungkin mereka menolaknya, mereka akan menerima mana yang menguntungkan dong. Hari ini mereka diajak merusak hayooo aja, besok2 mereka butuh darah, walaupun donornya dari kalangan Ahmadiyah, dengan senang hati menerimanya. Masalahnya mereka punya malu gak sih? – Mungkin juga mereka tidak bisa membedakan mana yang haram dan halal.
massayAlloh duh jadi greget dech