Ahmadiyah Menurut Kata Orang; Dulu dan Sekarang..

Ahmadiyah

Muhammadiyah (dulu)
Dalam uraiannya tentang gerakan Ahmadiyah, Almanak Muhammadiyah yang dikeluarkan oleh Muhammadiyah Bagian Taman Pustaka di Yogyakarta tahun 1346 H (1926 M) menyebutkan antara lain:

Baru saja Mujadid buat abad yang ke-14 itu berdiri, maka yang pertama-tama sekali memanggil dia, ialah propaganda Islam adanya. Semenjak waktu itu, benar-benar ini, ia pun menjunjung tinggi akan bendera Islam itu. Dia punya hati ada menyala dengan pengharapan, bahwa pada suatu hari benderanya Islam akan berkibarkibar baik di Negeri Timur maupun di Negeri Barat … (hIm. 141).

“Kalau kiranya Hazrat Mirza bukannya Mujadid bagi abad yang ke-14, siapakah lagi orang yang harus melakukan jabatan ini? Apakah kamu mengira bahwa janjinya Nabi yang Suci yang sungguh benar itu bakal tidak kepenuhan selamalamanya?” (hlm. 143).

Muhamadiyah (sekarang)
“Ahmadiyah adalah saudara kita yang berada diberanda Islam, kita tidak boleh mengusirnya tetapi harus mengajaknya kedalam, dengan cara yang damai.”

Ulama (dulu)
“diatas nama Islam dan kaum Muslimin sedunia kita memuji sungguh kepada pergerakannya Ghulam Ahmad tentang mereka banyak menarik kaum Nasrani (Kristen) masuk agama Islam di tanah Hindustan dan lain-lain tempat …. “ (Dr. J.A. Karim Amarullah alias Haji Rasul, ayahanda dari Dr. HAMKA dalam Al Qaulus-Shahih; hIm. 149, Bukittinggi, 1926).

“Tentang kaum Ahmadiyah pintar mengembangkan Islam dan pintar menarik orang-orang Kristen ke dalam Islam. Maka lebih dahulu kita pujikan setinggi-tingginya karena mereka itu sangat berjasa di dalam Islam …. “ (Zainuddin Labbai dalam majalah “Al-Munir”, 23 Desember 1923)

sebagian ulama (sekarang)
“Ahmadiyah adalah sesat dan menyesatkan serta berada di luar Islam”

ulama (dulu)
Haji Agus Salim dan Tjokroaminoto dalam pandangannya mengenai tafsir Alquran terbitan Ahmadiyah:
“Kongres Serikat Islam 26/26 Januari 1928 di Yogyakarta memperingati hari SI. 15 tahun. Sebagai dimaksudkan dahulu itu, diadakanlah juga Majelis Ulama itu, tetapi Muhammadiyah tidak mau turut duduk di Majelis itu sebenarnya Majelis SI. adanya, jadi di luar organisasi itu, tidak mempunyai kekuasaan apa-apa. Di Kongres itu dibicarakan juga tafsir Qur’an yang sedang dikerjakan oleh Tjokroaminoto. Dari penerbitanpenerbitan yang pertama, ternyatalah bahwa tafsir itu didasarkan atas tafsir Ahmadiyah. Lantaran itu timbullah dalam kalangan sendiri perlawanan yang keras. Salim menerangkan, bahwa dari segala jenis tafsir Qur’an, yaitu dari kaum kuno, kaum Muktazilah, ahli sufi dan golongan moderen (antaranya Ahmadiyah, Wahabi Baru dan kaum theosofi), tafsir Ahmadiyahlah yang paling baik untuk memberi kepuasan kepada pemuda-pemuda Indonesia yang terpelajar.” (Mr. A.K. Pringgodigdo: Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia; cetakan kelima, hlm. 47, Pustaka Rakyat).

Sebagian ulama (sekarang)
“kitab suci Ahmadiyah adalah Tadzkirah bukan Al-Qur’an!”

Pers dulu:
Pedoman, 30 Juni 1960
Haji Rosihan Anwar, wartawan senior dan budayawan terkemuka di Indonesia, sepulang mengikuti seminar pers di Universitas Dakkar, Afrika Barat, dalam laporannya menyinggung tentang Ahmadiyah menulis sebagai berikut:
“…Ketika saya tanyakan apa agama rakyat Gambia, maka dijawabnya, bagian terbesar Islam. Dan “tanpa ditanya, Jones meneruskan, bahwa Islam di negerinya sangat ortodox, tidak membantu kepada kemajuan negeri. Rakyat membutuhkan amat sekolah-sekolah dan pendidikan. Tetapi kepala-kepala kabilah lebih suka melihat rakyat tetap bodoh daripada disuruh bersekolah. “Coba kalau Ahmadiyah boleh masuk dan bergerak di Gambia seperti halnya di Afrika Timur’, ‘kan pendidikan bisa dimajukan oleh Ahmadiyah,” ujar Jones pula. Ia sendiri beragama Kristen …. “

Suratkabar “AI-Fatah”, Kairo 20 Jumadil Akhir 1351 H.:
“Gerakan Qadiani (maksudnya Ahmadiyah) adalah gerakan yang menakjubkan. Orang-orang Qadiani mengumandangkan suaranya melalui lisan dan tulisan. Di Asia, Eropa, Amerika dan Afrika telah berdiri pusat-pusat pertablighan mereka. Dari segala segi baik dari segi ilmiah dan amal perbuatan sama kuatnya dengan missimissi Kristen. Akan tetapi, dari segi pengaruh dan keberhasilan tidaklah sama dengan Kristen. Karena Qadiani menampilkan kebenaran dan ungkapan-ungkapan ilmiah dari Islam yang jauh lebih berhasil daripada orang-orang Kristen.”

Dalam bulan Juni 1952, sebuah suratkabar Mesir, Al-Jarida, memuat fatwa seorang mufti bernama Mufti Husnain Mohammad Mekhloof, yang telah menyerang Ahmadiyah dan pribadi Ch. Muhammad Zafrullah Khan (siapa Zafrullah Khan? Saya akan buat posting sendiri mengenai beliau,Insya Allah). Sekretaris Liga Arab, Abdur Rahman Azzam Pasha, atas fatwa itu menyiarkan pernyataan yang mengungkapkan rasa bencinya terhadap fatwa tersebut. Oleh surat kabar yang sama pernyataan itu dimuat dalam edisinya tanggal 22 Juni 1952 yang berbunyi antara lain sebagai berikut:

“Saya merasa amat heran bahwa Anda (redaktur surat kabar) telah menerima pendapat yang dikemukakan oleh Tuan Mufti mengenai orang-orang Qadiani atau Chaudhri Muhammad Zafrullah Khan, sebagai fatwa yang jitu.
Jika prinsip ini maka akidah-akidah manusia, kehormatan serta nama baik dan masa depan mereka akan berada di bawah naungan kasih,_ pandangan dan pendapat beberapa gelintir ulama “Kami mengetahui dengan yakin bahwa Zafrullah Khan adalah seorang muslim menurut pengakuan dan peri lakunya. Ia telah berhasil membela kepentingan Islam di seantero dunia. “

DR. Ahmad Zaki Bek, seorang pujangga terkenal dari Mesir menyatakan kejengkelannya mengenai fatwa Mufti Husnain tersebut dalam harian yang terbit di Qairo, Al-Ayan, pada edisinya tanggal 28 Juni 1952 sebagai berikut:
“Terhadap pribadi besar yang manakah dia menyatakan fatwanya? Ya, terhadap orang besar itu yang telah berbuat begitu banyak untuk kebaikan Islam dan orang-orang Islam sedangkan Mufti tidak pernah berbuat sejauh itu, begitu pula tidak mungkin berbuat demikian di masa mendatang di sepanjang hidupnya.”

Pers sekarang?
Silahkan anda cari sendiri…

12 thoughts on “Ahmadiyah Menurut Kata Orang; Dulu dan Sekarang..

  1. Itulah apabila segala pendapat disandarkan pada rasio dan pandangan individu, menjadi tidak jelas, tidak konsisten dan membingungkan.
    Akan lebih baik permasalahan tersebut disandarkan kepada Al Quran dan Hadist, Insya Allah akan tetap konsisten di sepanjang masa.
    Wallahu a’lam bishawab.

  2. Untuk Wiwi, saya setuju dengan pendapat anda. “pandangan individu yg menjadi tidak jelas, tidak konsisten dan membingungkan”, itu namanya perbedaan. Dalam satu keluarga kecil saja sering terjadi perbedaan pendapat. Sayangnya mereka2 yg merasa paling benar dan paling tahu jadi bertindak anarchi, tentunya membingungkan. Mereka2 yg merasa paling benar, bertindak tidak konsisten. Jelas ada hukum, mereka gak perduli, jelas kalau tidak dibenarkan merusak tempat ibadah, mereka gak perduli, apalagi membunuh, tp koq bisa2nya mereka bilang darah Ahmadi halal.

  3. Yang keterlaluan juga saya nggak setuju…
    Sebenarnya ada orang yang mau nunjukkin kebenarannya di sini tapi kena cekal, saya nggak tahu apa alasannya.

  4. Agama islam adalah agama dakwah yang ajarannya terbuka, ternyata ajaran Ahmadiyah ada yang ditutup-tutupi dan sekarang baru diketahui yaitu kitab sucinya bukan Al Qur’an, padalah dalam sabda nabi jelas bila berpegang pada Al Hadis dan Al Kitab tidak akan sesat selamanya. Maka beriman kepada selain 4 kitab suci ( Zabur, Taurat, Injil dan Al Qur’an) adalah sesat.

    komen:
    Islam mengatakan: FITNAH LEBIH KEJAM DARI PEMBUNUHAN.
    mengatakan pengikut Ahmadiyah memiliki kitab suci Tazkirah adalah suatu fitnah yang sangat besar.
    Bila anda mempercayai itu karena yang mengatakan ulama, maka alangkah kejinya perilaku ulama itu…
    ulama seperti itu tentulah bukan ulama yang harus diikuti, karena Rasulullah saw pun telah mengingatkan kita 14 abad lampau bahwa “akan tiba saatnya bila dikolong langit ini, tidak ada seburuk-buruknya manusia, melainkan ulama yang menghambur-hamburkan fitnah….dst…”
    saudaraku, berhentilah dari menebar fitnah, takutlah hukum ALLAH yang mengkatagorikan fitnah sebagai dosa yang lebih keji dari membunuh…

  5. DAK USAH SALING MENGHUJAT
    TUNGGU AJA NANTI DI AHIRAT
    SUDAH SIAP LO LO PADA KE AHIRAT
    KALO LOM SIAP SIAPIN AJA BEKAL KEAHIRAT DAK USAH TRIAK2

  6. Dear all, sebelum nyawa sampai di tenggorokan (alias menyesal),
    Bisa baca dan resapi mengapa mereka keluar dari Ahmadiyah.
    “http://www.ahmedi.org/eart/ThoseWhoQuit?from=index”
    Salam,

  7. yg penting sholat,zikir dan puasa.rakyat tahu ahmadiyah lebih dekat pada Mirza Gulam Ahmad,ya biarkan itu urusan mereka.memangnya Mirza mengajarkan suatu DOSA ?? tidak.jangan sok sucilah.KALU QURAN BEGITU MUDAH DITAFSIRKAN ,TDK AKAN ADA 72 SEKTE ISLAM.—> debatkontroversi.blogspot.com

  8. jangan sampailah indonesia, seperti negara2 Islam yg ada di timur tengah contoh saja afganistan,irak,bosnia,pakistan,palestina dll.
    Negara2 islam tersebut yg konon memang benar2 membeci dan selalu mengganggu keberadaan ahmadiyah.
    Dan kita sebagai manusia tidak dapat memutar balikan fakta ini semua apa yg terjadi sudah kehendak Allah swt.
    saya sebagai seorang muslim ikut bersedih, yg seharusnya negara2 muslim ini damai tapi mereka tidak menemukan kedamaian di dalam hidup mereka.
    dan faktor utama dari itu sendiri yaitu karena konflik agama.jadi jauhkan negara kita dari konflik agama.

  9. http://www.ahmedi.org dijadikan referensi? hehehehe kacian deh, sumber-sumber rujukan ahmedi.org itu cuma khayalan-khayalan. Sepertinya mereka itu hanya membuat anekdot dan joke dan bukannya serius membahas akidah ahmadiyah. Buat ahmadiyah sendiri ahmedi.org bagus untuk introspeksi jangan sampe kelakuannya nanti kalau sudah besar dan mencapai keberhasilan kayak umat islam lainnya yang semena-mena. hehehehehe. Hati-hati dengan referensi ahmedi.org, kebanyakan cuma imajinasi dan joke-joke bukan referensi yang authentic, jangan mempermalukan diri sendiri dengan memforward ahmedi.org di sini hehehehehe……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s