oleh: M Dawam Rahardjo
Sukarno, yang disebut juga Putera Fajar itu, bukan dilahirkan di kalangan Muslim santri, melainkan abangan, bahkan ibunya berasal dari Bali yang Hindu. Ia mulai berkenalan dengan Islam dari induk semangnya, seorang kader gerakan Islam modernis awal, Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan di Solo pada tahun 1011 oleh Haji Samanhudi. Omar Said sendiri, walaupun keturunan dari Yogyakarta Hadiningrat, Kyai Kasan Besari, bukan hasil didikan pesantren maupun madrasah, melainkan pendidikan umum. Bahkan pendidikan agama tidak ia peroleh melalui pengajian keluarga. Dengan demikian, Sukarno muda, langsung berkenalan dengan high Islam yang rasional sistematis dan bukannya dengan low Islam, pendidikan Islam tradisional. Lanjutkan membaca ‘SUKARNO, PELOPOR PEMIKIRAN ISLAM LIBERAL’

Komentar anda: