Arsip untuk Juli, 2009

Hampir 1/2 Juta Orang Bergabung dengan Jamaah Muslim Ahmadiyah

UKJalsaSalana0724200926Bertempat di Hadeeqatul Mahdi, Alton, Jamaah Muslim Ahmadiyah UK telah sukses menyelenggarakan acara pertemuan ruhani tahunan –dikenal sebagai Jalsa Salana– yang berlangsung selama tiga hari, mulai hari Jumat s/d Minggu, 24-26 Juli 2009. Keseluruhan dari acaranya disiarkan secara langsung keseluruh dunia melalui siaran Muslim Television Ahmadiyya (MTA), dengan audio yang langsung di translate kedalam berbagai bahasa, sehingga pemirsanya dapat memilih bahasa yang dikuasainya, diantara bahasa-bahasa; Arab, Urdu, Inggris, Jerman, Prancis, Bangla dll. Lanjutkan membaca ‘Hampir 1/2 Juta Orang Bergabung dengan Jamaah Muslim Ahmadiyah’

Fatwa Ulama Pakistan: Bom Bunuh diri Bukan Islam

RAWALPINDI: Dalam sebuah pertemuan yg diadakan di Kompleks Hassan Raza, dihadiri oleh sekitar 150 Ulama dari Deuband dan para rektor dari berbagai institusi berbasis Deuband yg tersebar di propinsi Rawalpindi, termasuk di dalamnya kota-kota seperti Rawalpindi, Jhelum, Attock dan Chakwal.

Pejabat Polisi Regional, RPO Nasir Khan Durrani, meminpin pertemuan tersebut. Para Ulama sepakat dengan suara bulat menyatakan bahwa Islam menolak segala bentuk aksi terorisme dan tidak memperbolehkan pengikutnya untuk menyakiti “siapapun”, serta menyatakan bahwa tidak ada “tempat” bagi para “pelaku aksi teror bunuh diri” dalam Islam. Lanjutkan membaca ‘Fatwa Ulama Pakistan: Bom Bunuh diri Bukan Islam’

ADAB MENGHORMATI TAMU

Intisari Khutbah Jum’ah Khalifah tanggal 17 Juli 2009

Menghormati tamu adalah satu adab, kesopan-satunan yang ada disebut di dalam Kitab Suci Alqur-aan. Dengan merujuk pada riwayat Hadhrat Ibrahim a.s. tentang penghormatan kepada tamu ini ada dua kali disebutkan dalam Alqur-aan. Pertama, dalam Surah Adz Dzaariyaat ketika para tamunya berkata kepada Hadhrat Ibrahim a.s. dengan ucapan ‘Salaam’ Hadhrat Ibrahim menjawab dengan ucapan serupa.
اِذْ دَخَلُوْا عَلَيْهِ فَقَالُوْا سَلٰمًا‌ؕ قَالَ سَلٰمٌ ۚ قَوْمٌ مُّنْكَرُوْنَ‌‏ ‘Idz dakhaluu ‘alaihi fa qaaluu salaaman qaala salaamun qaumum munkaruun’ – “Ketika mereka datang kepadanya, mereka berkata, ‘Selamat Sejahtera!’ Ia berkata, ‘Selamat Sejahtera!’ Ia mengira mereka itu adalah orang-orang asing”. (51:26). Arti pentingnya yang jelas dari ini adalah bahwa mereka kedua pihakannya berharap akan kesejahteraan pada satu sama yang lainnya. Namun, menurut kamus kosa-kata ada terjadi satu perbedaan di sana; para tamu itu mengucapkan kata ‘Salaaman’, namun Hadhrat Ibrahim a.s. menjawabnya dengan ‘Salaamun’, yang memiliki arti yang lebih luas dan lebih eloquent. Di sini kesopan-santunan yang disebut di dalam ayat Alqur-aan,

وَاِذَا حُيِّيْتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوْا بِاَحْسَنَ مِنْهَاۤ اَوْ رُدُّوْهَا‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ حَسِيْبًا‏ ‘Wa idzaa huyyiitum bi tahiyyatin fa hayyuu bi ahsana minhaa au rudduuhaa …..’ – “Dan, apabila kamu diberi ucapan Salaam, maka ucapkanlah Salaam yang lebih baik dari itu, atau paling tidak, balasan yang sama ”(An Nisaa’, 4:87) yang harus dipakai. Lanjutkan membaca ‘ADAB MENGHORMATI TAMU’

Usia Siti Aisyah saat Menikah dengan Rasulullah Saw

Latar  belakang;  Persoalan yang dimunculkan:

Tentang Pernikahan Nabi Muhammad dengan Siti Aisyah, seorang teman Kristen suatu kali bertanya ke saya, ”Apakah Anda akan menikahkan saudara perempuan-mu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?” Saya terdiam. Dia melanjutkan,” Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?” Saya katakan padanya,” Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini.” Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. Kebanyakan Muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu bisa diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.
Lanjutkan membaca ‘Usia Siti Aisyah saat Menikah dengan Rasulullah Saw’

“Green Dam” Software Sensor Internet dari China

Mulai 1 Juli semua komputer yang dibeli di Cina akan dilengkapi dengan program filter dari pemerintah, yang dinamakan ‘Green Dam’ atau ‘Bendungan Hijau’ . Dengan ini komputer dapat disetir dari jauh.

Tujuannya hanya untuk melindungi anak muda dari pornografi dan dari konten merugikan lainnya di internet. Demikian pernyataan pejabat pemerintahan Cina. Tetapi tetap saja muncul banyak protes. Contohnya komisi Uni Eropa yang tidak dapat menerima paksaan instalasi perangkat lunak filter ini. “Lain dari yang dikatakan pemerintah Cina, tujuan dari program ini adalah untuk menyensor internet dan membatasi kebebasan,“ demikian pernyataan sikap Uni Eropa minggu lalu. Lanjutkan membaca ‘“Green Dam” Software Sensor Internet dari China’


Blog Stats:

  • 38,982 total pengunjung di blog ini

Klik ikon MTA dibawah untuk menyaksikan siaran TV nonstop tanpa tayangan iklan, menyiarkan keindahan Islam.

 

Juli 2009
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Pengunjung Mulai Jam 15.15, 27 Oktober 2008

free counters
Enhanced with Snapshots