RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

KHUTBAH JUM’AH

HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.

Tanggal 31Juli 2009

………..Berapa pun banyaknya kita menyatakan rasa syukur kepada Allah swt atas melimpah-ruahnya barkat-barkat yang telah Dia curahkan di dalam Jalsah Salanah itu, tidak akan memadainya. Sehingga melalui siaran MTA yang mengumandang keseluruh pelosok dunia mampu menghimpun orang-orang Ahmadi di seluruh pelosok dunia menjadi ummatan wahidah……….

………..Dengan karunia Allah swt kita menyaksikan permandangan perlindungan Allah swt terhadap Jamaah ini sejak seratus dua puluh tahun yang lalu. Jika Jamaah  ini bukan sebuah Jamaah Ilahi semenjak dahulu sudah musnah dihancurkan oleh mereka yang memusuhi Jamaah, yang selalu berusaha untuk membinasakan Jamaah  ini dengan berbagai macam kekerasan dan kezaliman sekuat tenaga mereka………..

(((000)))

1Dengan karunia Allah swt Jalsah Salanah UK telah berakhir pada hari Minggu yang lalu tanggal 27 Juli 2009 dengan penuh barkat dan rahmat dari Allah swt. Barkat dan rahmat Jalsah Salanah itu bukan hanya diraih oleh mereka yang hadir di dalam Jalsah itu, melainkan orang-orang Ahmadi di setiap tempat di seluruh dunia juga telah meraih banyak berkat dari Jalsah itu melalui tayangan MTA. Berapa pun banyaknya kita menyatakan rasa syukur kepada Allah swt atas melimpah-ruahnya barkat-barkat yang telah Dia curahkan di dalam Jalsah Salanah itu, tidak akan memadainya. Sehingga melalui siaran MTA yang mengumandang keseluruh pelosok dunia mampu menghimpun orang-orang Ahmadi di seluruh pelosok dunia menjadi ummatan wahidah. Dan untuk itulah maksud dan tujuan dibangkitkannya Hazrat Masih Mau’ud a.s. ke dunia. Jika orang-orang Muslim di seluruh dunia pada zaman sekarang ini memahami kenyataan ini dan menyaksikan karunia-karunia Allah swt yang turun kepada Jamaah Ahmadiyah kemudian mereka bai’at kepada Masih Muhammadi a.s., maka mereka pasti akan menjadi hamba-hamba hakiki dari Rasulullah saw. Dan setiap mata yang dikedipkan untuk menyerang dan tangan-tangan diayunkan untuk maksud-maksud jahat terhadap mereka bisa dipatahkan dengan kecintaan dan kedamaian yang murni sehingga tidak akan mendatangkan sebarang bahaya terhadap mereka bahkan sebaliknya penyerang itu akan menjadi mangsa kemurkaan dan hukuman Allah swt. Dengan karunia Allah swt kita menyaksikan permandangan perlindungan Allah swt terhadap Jamaah ini sejak seratus dua puluh tahun yang lalu. Jika Jamaah ini bukan sebuah Jamaah Ilahi semenjak dahulu sudah musnah dihancurkan oleh mereka yang memusuhi Jamaah, yang selalu berusaha untuk membinasakan Jamaah  ini dengan berbagai macam kekerasan dan kezaliman sekuat tenaga mereka.

Sekarang saya akan menceritakan sebagian dari berbagai jenis peristiwa mengesankan berupa karunia dan barakat Allah swt yang telah dilimpahkan-Nya selama acara-acara Jalsah Salanah berlangsung. Memang berkat-berkat dan karunia yang Allah swt limpahkan dari waktu ke waktu dalam bentuk peristiwa-peristiwa sepanjang tahun setelah Jalsah Salanah ini akan kita saksikan terus-menerus. Maksud menceritakan beberapa jenis karunia dan rahmat Allah swt di dalam Jalsah ini tiada lain hanyalah untuk menyatakan rasa kagum dan syukur kepada Allah swt. Sebagaimana telah saya katakan bahwa berapa pun banyaknya kita dengan ikhlas menyatakan rasa syukur kepada Allah swt atas melimpah-ruahnya barkat-barkat yang telah Dia curahkan di dalam Jalsah Salanah itu, tidak akan memadainya. Akan tetapi rasa syukur ini bisa kita nyatakan tentang yang zahir yang dapat kita saksikan dan yang kebanyakan manusia pun merasakannya. Selama Jalsah berlangsung banyak sekali karunia Ilahi turun yang kita sendiri pun tidak dapat menghitungnya atau kebanyakan manusia pun tidak bisa mengetahuinya dengan pasti. Allah swt berfirman di dalam surah An Nahal ayat 19     وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لاَ تُحْصُوْهَاؕ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ‏ Dan jika kamu ingin menghitung nikmat-nikmat Allah, kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang secara berulang-ulang.

Maka hal ini harus menjadi bahan penggerak bagi kita, supaya lidah kita selalu menyatakan rasa syukur kepada Allah swt. Menyatakan rasa syukur atas nikmat-nikmat yang secara zahir bisa kita lihat dengan mata kepala sendiri. Dan kita juga harus bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya yang kita sendiri tidak mampu melihatnya. Pada hari Jalsah terutama hari pertama, Allah swt telah menurunkan hujan yang sangat lebat. Sesungguhnya hujan  itu juga telah turun untuk faedah kita semua. Setelah hujan itu berhenti maka dengan karunia-Nya kita telah selamat dari setiap keburukan hujan itu yang kita sendiri tidak menyadarinya. Pada sa’at sekarang ini sejenis penyakit disebut Swine Flu atau Flu babi tengah merebak ke seluruh dunia yang sangat mengkhawatirkan sekali dan kita pikir, selama Jalsah berlangsung di waktu manusia sedang berkumpul datang dari berbagai tempat di dunia, kita tidak tahu pasti oleh siapa dan jenis bakteri apa yang mungkin dibawa ke sini. Dan pada situasi normal juga apabila wabah penyakit sedang berjangkit, penyakit itu menular dari seorang kepada yang lain di waktu manusia sedang ramai berkumpul. Dan kita khawatir oleh karena wabah Flu ini sedang berjangkit ke mana-mana, jangan-jangan penyakit ini akan menular kepada sebagian yang hadir pada Jalsah Salanah ini. Namun Allah swt dengan karunia-Nya telah menyelamatkan kita semua tidak ada yang terjangkit, kecuali ada dua tiga orang yang terjangkit seperti yang telah saya ketahui sendiri. Hal ini merupakan salah satu karunia Allah swt yang sangat besar bagi kita semua.

Jadi, pertama-tama kita menyatakan rasa syukur yang sangat dalam kepada Allah swt dan kita memohon barkat dan karunia-Nya yang lebih besar lagi dari itu sambil bersujud di hadapan-Nya, supaya barkat dan karunia-Nya selalu turun secara terus-menerus kepada kita semua. Sebagaimana Allah swt berfirman : فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْم Sesunguhnya Allah Maha Menghargai amal-amal baik, Maha Mengetahui. (Al Baqarah : 159) Apabila perkataan  شَاكِرٌ dipergunakan untuk Allah swt artinya menghargai atau menghormati. Jika rasa syukur kita keluar dari lubuk hati yang dalam maka Allah swt sangat menghargai dan menghormatinya. Dan Dia berfirman :

لَئِنْ شَكَرْتُمْ َلاَزِيْدَنَّـكُمْ‌ وَلئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِىْ لَشَدِيْد Jika kamu berterimakasih tentulah akan Ku-limpahkan lebih banyak lagi karunia kepada kamu. ( Ibrahim : 8 ). Jadi ucapan syukur dan terimakasih yang sejati akan timbul apabila kita menjadi hamba Allah swt yang selalu bersyukur dan berterima kasih atas karunia yang Dia turunkan kepada kita walau pun sekecil apa pun.. Allah swt berfirman : فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْم Sesunguhnya Allah Maha Menghargai amal-amal baik, Maha Mengetahui. Dia Maha mengetahui siapa yang sedang menyatakan rasa syukur dengan sebenarnya. Dia tidak bisa ditipu, Dia Maha mengetahui keadaan lubuk hati manusia. Jadi, kita semua harus berusaha untuk menjadi hamba-hamba yang selalu bersyukur kepada Allah swt atas nikmat-nikmat dan karunia-Nya yang telah turun diatas kita.

Sekarang saya ingin menyatakan rasa syukur dan terimakasih kepada para petugas baik laki-laki maupun perempuan, bahkan semua yang turut bersama-sama menyaksikan bahkan di belahan mana pun di dunia yang menyaksikan dan mendengarkan pelaksanaan Jalsah Salanah ini harus menyatakan rasa syukur dan terimakasih mereka terhadap semua petugas Jalsah Salanah baik lelaki maupun perempuan, mereka yang duduk disini bersama-sama dan semua yang mendengar dan menyaksikan tayangan MTA di mana pun berada, mereka juga harus menyatakan rasa syukur dan terimakasih kepada semua petugas Jalsah tersebut. Sebab sebagian dari pengkhidmatan mereka yang sangat penting secara sukarela itu adalah merelay tayangan MTA yang menjangkau ke seluruh pelosok dunia. Dan oleh karena kita juga diperintah untuk menyatakan rasa syukur maka pernyataan syukur kita ini hakikatnya tertuju kepada Allah swt. Sebagaimana Hazrat Rasulullah saw telah bersabda :   مَنْ لَّمْ يَشْكُرِ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللهَ Barangsiapa yang tidak bersyukur kepada manusia ia tidak akan bisa bersyukur kepada Allah swt. Setelah Jalsah ini berakhir setiap orang yang datang berjumpa dengan saya, mereka mengatakan bahwa dengan karunia Allah swt semua persiapan dan perlengkapan serta pelaksanaan tahun ini jauh lebih baik dari pada yang telah dilakukan di tahun yang sudah-sudah. Keterampilan para petugas pun baik lelaki maupun perempuan jauh lebih baik dibanding dengan tahun yang sudah-sudah. Mereka sangat giat dan selalu stand by menolong disertai dengan penampilan akhlaq mereka yang sangat baik dan ramah. Dalam mengkhidmati para tetamu setiap kelompok pengkhidmat telah menjalankan tugas pengkhidmatan sangat baik sekali sesuai dengan kemampuan dan keterampilan mereka dan dalam melayani para tetamu mereka telah berusaha mencurahkan semua pikiran dan tenaga mereka dengan semangat dedikasi yang penuh ikhlas. Atas hal itu semua para tetamu juga harus bersyukur kepada Allah swt.

Dalam perjalanan pergi atau balik dari Jalsah Gah saya sering melihat anak-anak muda kita sangat ceria dalam menjalankan tugas-tugas mereka. Namun wajah mereka nampak sangat pucat disebabkan kekurangan tidur dan perasaan sangat letih, namun mereka tetap semangat berdiri di tempat menjalankan tugas mereka masing-masing. Bahkan saya mengetahui salah satu kepala bagian di tempat lelaki dan di tempat perempuan, keduanya sebagai saudara kandung. Disebabkan kurangnya istirahat dan disebabkan sibuknya menjalankan tugas-tugas atau disebabkan di waktu pagi mereka tidak sempat sarapan pagi atau di waktu malam mereka hanya makan sedikit saja, akhirnya mereka jatuh pingsan. Memang kedua kakak-beradik ini telah datang dengan niyat yang baik, hendak melaksanakan pengkhidmatan di dalam Jalsah ini sampai di mana kemampuan mereka, supaya sekejap-pun waktu jangan sampai terbuang sia-sia. Akan tetapi tindakan seperti itu ternyata salah, dan disebabkan kelalaian dalam menghadapi kesulitan itu mereka telah jatuh pingsan. Akhirnya sesuai dengan perintah  dokter mereka tidak boleh melaksanakan tugas lagi sehingga mereka luput dari kesempatan berkhidmat dan pada hari terakhir pun mereka tidak bisa menjalankan tugas lagi. Dari peristiwa ini harus diambil pelajaran, setiap orang harus memperhatikan keadaan dan kekuatan diri sendiri demikian juga para kepala bagian harus memantau keadaan bawahan mereka, waktu untuk istirahat dan waktu untuk makan para petugas harus diperhatikan dengan baik.

Jadi pendeknya, di sepanjang Jalsah sedang berlangsung nampak contoh-contoh semangat dan dedikasi para sukarelawan yang tengah menjalankan pengkhidmatan itu. Berbagai macam peringkat ruhani manusia yang mengherankan telah dianugerahkan Allah swt kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Dari antara para petugas sukarelawan itu ada orang-orang Asia dan juga orang-orang Inggris setempat ada juga orang-orang Afrika yang tinggal di negeri ini, sehingga para hadirin Jalsah terdiri dari Multi National, para petugas sukarelawan juga terdiri dari bangsa-bangsa yang berlainan. Para pendengar Jalsah juga multi nasional. Dan para petugas Jalsah juga terdiri dari berbagai bangsa. Itulah karunia Allah swt yang turun kepada Jamaah Hazrat Masih Mau’ud a.s. Anak-anak juga menunaikan tugas-tugas mereka sebagai pelayan memberi makanan dan minuman kepada para tetamu sangat baik sekali. Para pemuda dan para pemudi dan semua orang-orang sudah tua juga melaksanakan pengkhidmatan mereka dengan sangat baik sekali.

Dari pihak Kerajaan (Pemerintah) juga telah ditegaskan kepada Penyelenggara Jalsah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan dengan cermat dan penuh perhatian. Untuk itu telah dibentuk juga sebuah seksi (departemen) khas oleh pihak penyelenggara Jalsah itu. Dan dari pihak kerajaan (pemerintah) bidang kesehatan dan keamanan itu telah berulang kali mengecek dan memeriksa jalannya departemen itu. Sebab departemen health & safety (kesehatan & keselamatan) erat kaitannya dengan setiap departemen atau bagian panitya Jalsah itu. Bahkan dengan jalsah gah juga erat sekali kaitannya, dengan para tetamu juga dan dengan  para petugas Jalsah juga erat sekali kaitannya. Oleh sebab itu sebelumnya sangat memperihatinkan sekali, takut kalau-kalau ada saja yang bisa dijadikan alasan untuk mengambil sebarang tindakan dari pihak Kerajaan (Pemerintah). Namun dengan karunia Allah swt semua pelaksanaan dan pengaturan telah sesuai dengan standard yang telah mereka tetapkan sebelumnya.

Pada hari pertama Jalsah telah saya tegaskan mengenai kebersihan untuk dijaga dengan sebaik-baiknya. Maka saya telah menerima beberapa pucuk surat dari beberapa orang tamu yang mengatakan bahwa sebagaimana Huzur telah menegaskan kepada para petugas untuk meletakkan beberapa buah kesed atau footmate dihadapan setiap pintu bilik air atau tandas supaya orang-orang membersihkan kasut (sepatu) mereka sebelum masuk bilik air atau toilet. Dan juga telah ditegaskan agar setiap pengguna bilik air ataupun tandas harus dibersihkan oleh masing-masing pengguna. Dengan karunia Allah swt semua perintah ini telah dilaksanakan oleh semua pihak dengan baik dan cermat sekali. Alhamdulillah, semoga Allah swt memberi pembalasan yang sebaik-baiknya kepada mereka. Amin !! Hal ini juga merupakan satu karunia Allah swt bahwa para peserta Jalsah telah mendapat taufiq untuk menta’ati seruan Khalifah mereka, dan mereka dengan segera mengamalkan seruan itu.

Selain itu sebagaimana telah saya singgung masalah Swine Flu yang telah merebak kemana-mana. Untuk pencegahannya saya telah menyerukan untuk menggunakan obat Homoeopathy. Dengan karunia Allah swt seruan inipun tengah dilaksanakan dengan penuh perhatian. Para petugas yang bekerja di bawah seksi Homeopathy, mereka telah berusaha keras untuk menyediakan obat yang diperlukan itu dan obat itu telah dipergunakan sebanyak 15 sampai 20 KG setiap hari. Meng–oplos (meramu) obat sedemikian banyak bukanlah pekerjaan mudah. Obat itu atau cairan obat itu dicampur dan dimasukkan kedalam botol berisi butiran-butiran kecil (globul) lalu digoyang atau dikocok supaya cairan obat itu bersenyawa secara merata dengan butiran globul yang rasanya manis itu. Bagaimanapun Allah swt dengan karunia-Nya telah menanamkan obat penyembuh di dalam butiran-butiran manis itu. Diterima laporan dari pihak Lajnah Imaillah katanya, mula-mula banyak perempuan-perempuan yang menolak tidak mau memakan obat yang telah ditentukan itu. Mereka menolak sebabnya mereka tidak mendengar penjelasan di dalam khutbah  tentang pentingnya menggunakan obat-obatan Homeopathy yang telah ditetapkan itu. Maka para petugas mengatakan kepada mereka, jika kalian tidak mau mendengar nasihat Huzur untuk menggunakan obat ini tidak apa-apa, namun kalian harus bertanggung jawab sendiri. Setelah mendengar penjelasan demikian mereka pun segera meminta obat itu kepada para petugas. Demikianlah nampak permandangan keta’atan terhadap Jamaah di mana pun di dalam Jamaah ini. Hal itu semua merupakan nikmat-nikmat dari Allah swt walaupun  nampaknya kecil sekali.

Pada tahun ini telah diterima laporan-laporan dari pihak Markee, Tenda perempuan bahwa kaum perempuan dengan tekun dan penuh perhatian mendengarkan semua acara-acara Jalsah dengan baik dan tertib sekali. Para petugas tidak perlu banyak berdiri memberi teguran supaya para hadiraat senyap (diam) di waktu acara pidato tengah berjalan. Namun demikian seorang perempuan dari Amerika mengatakan bahwa perempuan-perempuan tidak mau diam dan kurang memberikan perhatian kepada acara Jalsah. Mungkin hal itu terjadi pada waktu tertentu hanya untuk waktu sebentar saja. Akan tetapi pada umumnya saya terima laporan bahwa kaum ibu mendengarkan ceramah dengan tekun dan mereka tidak bising. Dan kebanyakan saya lihat bahwa ada juga yang meninggalkan tempat setelah mendapat izin dari panitya untuk mencari sesuatu atau meminta obat yang diperlukan. Dan mungkin perempuan itu salah satu dari pada yang dilaporkan itu.

Namun secara tiba-tiba saya menerima laporan yang menenteramkan hati saya bahwa seorang mahasiswi dari Amerika yang baru pertama kali menghadiri Jalsah telah datang untuk berjumpa saya dan saya bertanya kepadanya, bagaimana kesan anda menyaksikan Jalsah ini, saya dengar di tempat kaum Ibu banyak sekali bising? Ia mengatakan kepada saya: “ Saya duduk berpindah-pindah di beberapa tempat dan menyaksikan semua kaum ibu dan anak-anak perempuan muda juga mendengarkan acara Jalsah dengan tekun dan penuh perhatian. Khasnya mendengar Khutbah dan pidato Huzur semua mendengarkan dengan penuh semangat dan tekun serta senyap tidak ada yang bercakap-cakap. Saya sendiri sangat terkesan mendengar khutbah dan ceramah-ceramah sehingga tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Jadi orang yang telah datang mengemukakan keberatan itu di depan saya sekarang telah dibantah oleh seorang pemudi dari Amerika yang telah menjelaskannya kepada saya.

Bagaimana pun lelaki mau pun perempuan harus selalu ingat bahwa barkat-barkat Jalsah akan diperoleh apabila kita mendengarkan semua acara-acara Jalsah dengan tekun dan penuh perhatian. Kelemahan yang terdapat di dalam penyelenggaraan perlu juga dijelaskan supaya menjadi perhatian untuk masa yang akan datang. Kelemahan mereka yang saya pantau kebanyakan disebabkan oleh kesalahan para tetamu juga. Jalsah Jamaah German juga hampir tiba masanya, yang keadaannya serupa dengan keadaan Jalsah di UK. Di mana pun Jalsah Salanah yang diadakan oleh Jamaah diseluruh dunia saya ingin memberi petunjuk kepada mereka juga supaya dilaksanakan sesuai dengan petunjuk-petunjuk itu.

Selama Jalsah berlangsung saya menerima laporan terutama para peserta yang tinggal di Islamabad, ketika mereka semua sudah pergi ke Jalsah Gah di sana telah terjadi kasus pencurian. Para tetamu yang tinggal di sana harus waspada, jangan pergi meninggalkan barang-barang berharga di tempat itu dan jangan membuat susah para petugas dan terhadap diri sendiri juga. Sungguh kesalahan para tetamu, sekali pun telah berulang kali diumumkan supaya barang-barang berharga itu dititipkan kepada panitya Amanat Jalsah. Barang-barang yang ditinggalkan begitu saja tanpa pengawalan atau penjagaan sewajarnya, merupakan keteledoran yang patut disesalkan. Bahkan bukan hanya keteledoran melainkan kebodohan. Tanpa peduli barang-barang berharga telah ditinggalkan begitu saja. Sebaiknya barang-barang berharga itu dibawa atau dititipkan  kepada panitya bagian penitipan barang-barang. Disetiap tempat di mana terdapat ijtima atau pertemuan orang baik-baik, di sana terdapat orang-orang yang tidak baik juga. Akan tetapi panitya juga harus mengatur perkara ini dengan sebaik-baiknya. Hal itu tugas officer Jalsah Salanah untuk mengumumkan berulang-ulang kepada seksi bersangkutan dan kepada yang tinggal di kemah-kemah juga.

Dan yang kedua ialah di mana banyak kemah-kemah didirikan sehingga merupakan sebuah perkampungan, di sana banyak orang tinggal, maka sekeliling kemah-kemah itu harus dibuat pagar kemudian buatlah satu atau dua buah gate atau pintu gerbang. Kemudian tugaskanlah seseorang penjaga gate (pintu gerbang) itu. Di German juga harus diadakan persiapan seperti itu karena di sana juga akan segera dilangsungkan Jalsah Salanah. Perlu diambil pelajaran dari peristiwa yang telah terjadi disini. Dan di sana juga perlu diadakan security untuk itu. Oleh karena banyak laporan diterima mengenai hal tersebut, maka saya menganggap sangat perlu sekali untuk memberi ingat kepada Jamaah tentang penjagaan keamanan terhadap harta para tetamu.

Pelaksanaan dan pengurusan security (keamanan) dan traffic (lalu lintas) pada umumnya sangat baik sekali, alhamdulillah!! Sesuai dengan keadaan dan situasi zaman sekarang setiap negara harus memperhatikannya dengan  waspada dan cermat. Sejak dua tahun lepas Police selalu mengajukan keluhan-keluhan, namun dengan karunia Allah swt pada tahun ini sudah tidak ada sebarang keluhan lagi. Inspector police telah mengirimkan pernyataan dengan mengatakan bahwa peraturan traffic telah dita’ati sepenuhnya dan sangat baik sekali dan disiplin juga telah diimplimentasikan (diterapkan) dengan ketat dan sangat baik sekali, keadaan seperti ini di mana pun kami tidak pernah menyaksikannya. Dan beliau mengatakan, jika dikehendaki berita ini boleh dikirimkan kepada Surat Kabar untuk diketahui oleh masyarakat. Seorang tetamu telah mengatakan kepada saya, katanya: Sekali pun banyak police berdiri di tepi jalan utama namun saya lihat kehadiran mereka tidak perlu, sebab para petugas melaksanakan pengawasan dan penertiban traffic sangat baik sekali. Bagaimana pun pengurusan segala jenis kegiatan para petugas setiap bagian telah melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab disertai rasa pengurbanan yang dalam. Para petugas bagian tetamu sangat membantu dan menolong setiap keperluan mereka, khasnya untuk transportasi pada tahun ini telah dipersiapkan sarana angkutan dengan Kereta Api yang sangat nyaman dan rapih sekali dan banyak sekali tetamu yang menggunakannya dengan hati sangat senang sekali. Hampir semua mengatakan bahwa datang dan kembali dari Baitul Mahdi ke stasiun Kereta Api serta sampai ke tempat di mana meletakkan kendaraan sangat mudah dan nyaman sekali.

Seorang mengatakan kepada saya bahwa semua peserta Jalsah harus mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuan Amir Jamaah UK yang selalu datang ke tempat penginapan menanyakan apa yang kiranya bisa dibantu dan ada kekurangan apa yang perlu dipenuhi. Contoh seperti itulah yang harus selalu ditegakkan dan Jamaah disetiap negara di dunia harus menunjukkannya seperti kepada para petugas di sini. Orang-orang Jamaah yang sakit yang tidak bisa hadir atau para anggauta Jamaah di berbagai negara di dunia yang telah menyaksikan siaran MTA yang telah meng-cover semua acara Jalsah, harus menyatakan rasa syukur dan terima kasih kepada Crew MTA yang telah mengatur semua siaran dengan baik itu. Dari negara-negara Arab tidak terhitung banyaknya surat-surat pernyataan dan ucapan-ucapan tahniah atas berlangsungnya Jalsah ini dengan baik sekali, sehingga di dalam hati mereka terasa timbul penyegaran iman dengan menyaksikan dan mendengar acara-acara Jalsah tersebut. Mereka menyatakan rasa syukur dan terimakasih terhadap semua petugas MTA lelaki maupun perempuan. Saya juga menyatakan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya terhadap para petugas MTA baik lelaki maupun perempuan yang telah berkerja keras dan juga terhadap para tetamu yang telah melupakan kekurangan dan kelemahan-kelemahan Crew MTA dalam menjalankan tugas mereka itu.

Terdapat sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda bahwa Malaikat Jibril telah datang dan berkata : Pada hari Qiyamat Allah swt akan membangkitkan semua makhluq-Nya dan akan berfirman kepada seorang hamba: “Hamba-Ku telah berbuat ihsan kepadamu, apakah engkau telah mengucapkan terimakasih kepadanya?” Hamba itu menjawab: “ Wahai Tuhan-ku saya tahu bahwa itu semua adalah ihsan dari Engkau. Oleh sebab itu saya telah menyatakan syukur kepada Engkau. ”Tuhan akan berfirman: “Engkau belum bersyukur kepada-Ku, sebab engkau belum menyatakan terimakasih kepada orang yang dengan perantaraannya Aku telah berbuat ihsan kepada kamu. ”Begitulah pandangan orang mukmin yang harus dikenakan terhadap mukmin lainnya. Dan perbuatan demikian harus dijadikan contoh bagi semua.

Sekarang saya akan mengemukakan beberapa kesan-kesan yang dikemukakan oleh beberapa orang tetamu yang belum masuk ke dalam Jama’at, namun mereka ikut serta di dalam Jalsah kita ini karena mereka mempunyai hubungan erat dengan Jama’at,  mereka telah mendapat kesempatan untuk menghadiri Jalsah ini. Mereka terkesan oleh keterampilan dan dedikasi para petugas Jalsah dan juga sangat terkesan oleh suasana Jalsah yang mengagumkan. Demikian juga orang-orang Ahmadi yang baru pertama kali menghadiri Jalsah di sini sehingga menimbulkan perubahan dan kesan baru dan segar di dalam kehidupan mereka.

Pertama-tama seorang President of Carel Marck Party di Swedia bernama Roger Caliph, beliau berpidato di dalam Jalsah mengatakan; Di Swedia sering saya menghadiri berbagai macam pertemuan selain pertemuan yang diselenggarakan oleh partai saya sendiri juga, saya sering menghadiri jalsah-jalsah atau convention juga, banyak orang-orang asing yang hadir di dalamnya, namun suasana kecintaan dan persahabatan diantara berbagai bangsa yang hadir dan bermacam ragam pakaian para peserta, tidak pernah saya lihat seperti disini, dan khasnya setelah mereka mengikuti acara begitu panjang dan lama, ketika mereka keluar dari markee tidak nampak seorang pun yang merasa letih atau lelah, saya lihat mereka bertemu satu-sama lain disetiap kesempatan dengan rasa cinta dan persahabatan yang sangat mengesankan sehingga perasaan lelah dan letih sama sekali tidak mempengaruhi mereka. Orang Swedia ini seorang politisi berumur 75 tahun mengatakan bahwa selama tiga hari saya menyaksikan suasana pergaulan yang sangat akrab dan saling mencintai sesama yang lain dan saya lihat di Jalsah Gah, satu waktu mereka berdiri bersama-sama dan satu waktu mereka duduk kemudian pergi dari sana bersama-sama pula. Selama 75 tahun saya tidak pernah menyaksikan dan menikmati pertemuan seperti ini, begitu akrab dan terasa hangatnya saling hormat-menghormati satu-sama lain.”

Sesudah itu seorang Professor dari Kazakistan, telah menulis bahwa pertemuan Jamaah Ahmadiyah ini telah berjaya, sukses menampilkan keindahan dan ketinggian ajaran Islam dan mengajarkan saling menghormati terhadap sesama pandangan dan ajaran agama atau mazhab lain. Dan usaha semacam ini tidak diragukan lagi akan memperoleh kejayaan. Semoga Allah swt memberi kemajuan dan kejayaan kepada Jamaah Ahmadiyah. Kami pertama kali datang kesini dan tidak terbayangkan sedikit pun bahwa kami akan disambut dan dihormati seperti ini, dan kami alami selama tiga hari disini.

Seorang proffessor lagi dari Kazakistan juga yang menulis katanya, “Saya sangat terkesan oleh ajaran Ahmadiyah dan ini merupakan langkah pertama bagi saya. Dan saya sudah ketahui ajaran-ajaran Ahmadiyyah ini yang betul-betul menanamkan simpati insaniyyat, aman-damai, dan saling hormat-menghormati satu sama lain dan menaruh rasa hormat terhadap semua para Anbiya. Mereka siap mengemban tugas untuk menyampaikan amanat itu ke segenap penjuru dunia. Dengan menghadiri Jalsah Salanah ini nampaklah bahwa dalam pandangan Jamaah Ahmadiyah menghargai semua makhluq dan menaruh simpaty kepada mereka adalah perkara yang penting sekali. Dari pembicaraan dengan para delegasi dari berbagai negara, saya mengetahui bahwa Jamaah Ahmadiyah banyak membantu negara-negara miskin di dunia yang sangat memerlukan bantuan dalam pembangunan sekolah, hospital, perpustakaan dan sarana-sarana umum lainnya. Dan bantuan seperti itu semua sangat penting sekali. Saya menyaksikan keindahan akhlaq mereka merupakan hal yang sangat istimewa sekali. Orang-orang Ahmadi yang datang dari berbagai negara untuk menghadiri Jalsah Salanah ini sangat memahmi ajaran Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dan aktif mengamalkannya. Dan kami menyadari bahwa melayani dan mengkhidmati ribuan (puluhan ribu) orang tetamu adalah pekerjaan yang sangat susah sekali. Sedangkan mereka yang melaksanakan tugas di dalam Jalsah Salanah ini hanya mengharapkan keridhaan dari Tuhan mereka.”

Demikianlah pandangan seorang tetamu ini yang harus selalu diingat, bahwa semua para petugas Jalsah Salanah mengkhidmati para tetamu semata-mata demi meraih keridhaan Allah swt. Selain itu seorang perempuan dari Kazakistan menyampaikan pernyataannya, “Perangai dan perilaku orang-orang yang melayani kami sebagai tetamu demikian baiknya seakan-akan kami ini tamu-tamu yang telah lama mereka tunggu-tunggu kedatangan kami. Keadaan dan keperluan-keperluan kami sangat diperhatikan oleh mereka. Kami dengan hati ikhlas mendo’akan untuk kemajuan Jamaah Ahmadiyah ini dan semoga ajaran hakikinya berkembang dengan pesat hingga menembus kota-kota dan kampung-kampung di seluruh pelosok dunia.”

Seorang Menteri Luar Negeri dari Benin (Afrika) Dr H. Alexander (seorang Kristen), di waktu saya mengunjungi negaranya beliau ini sengaja datang menyambut saya, dan sejak itulah terjadi persahabatan yang akrab dengan beliau. Beliau menulis: “Ahmadiyyat adalah Islam sejati dan Islam yang hakiki ini hanya bisa berkembang melalui Ahmadiyyat ini. Saya baru melihat Islam yang sebenarnya melalui Ahmadiyyah, dan sebelum ini saya tidak pernah melihat ajaran seperti ini ditampilkan oleh kelompok-kelompok Islam lainnya. Dan apa yang mereka tampilkan adalah persaudaraan sejati, keikhlasan dan pengkhidmatan insaniyyat. Semuanya merupakan asas kehidupan bermasyarakat yang paling penting sekali. Orang-orang Ahmadiyyah adalah gambar atau photo dari slogan Love for all hatred for none. Semua mazhab atau agama harus mengambil teladan dari mereka ini. Mula-mula saya tidak yaqin bahwa jumlah peserta Jalsah mencapai tigapuluh ribu atau lebih, tetapi setelah saya menyaksikan sendiri, keadaannya betul-betul sangat mengagumkan. Melayani puluhan ribu tetamu, makan-minumnya, akomodasinya, dan segala jenis keperluan mereka bukan pekerjaan yang mudah. Mereka telah menunjukkan pengkhidmatan yang sangat luar biasa dengan air muka ceria, ramah-tamah dan sangat sopan-santun terhadap sesama seakan-akan mereka ini bukan makhluq biasa melainkan para malaikat telah turun dari langit dan tinggal di atas bumi ini. Dalam pengaturan pelayanan diikut sertakan anak-anak kecil juga yang nampaknya sudah dilatih dengan cermat sehingga mereka sangat lucu dan manis dalam mengkidmati dan melayani para tetamu. Alangkah baiknya jika keadaan anak-anak seperti ini juga terdapat di negara kami Benin, sehingga manusia akan mengenang mereka sepanjang hayat. Saya menyaksikan suatu kelompok para pemuda Ahmadiyah yang sangat bersahabat dan giat  menciptakan suasana aman damai, keadaan seperti ini tidak terdapat dinegara kami Benin. ”Beliau menulis lagi: “ Pada detik-detik bai’at Internasional dan mendengar pidato penutupan dari Huzur, saya menyaksikan dunia telah berubah (padahal beliau seorang Kristen) dan saya berharap semoga Islam ditaqdirkan menjadi agama kami semua dan menjadi sarana hidayah bagi kami. Di waktu bai’at Internasional saya menyaksikan orang-orang menangis sambil menyapu air mata yang bercucuran membasahi muka mereka. Saya merasakan ada sesuatu sedang turun dari langit kepada mereka dan kami pun termasuk di antara mereka. Saya ingin cepat kembali ke negeri saya Benin dan memberi tahu kepada orang-orang di negeri saya bahwa hanya Ahmadiyyah-lah yang bisa menjadi tempat bernaung bagi manusia untuk menjalani kehidupan aman damai didunia. Kehidupan yang aman tenteram tidak ada rasa takut di dalamnya dan dari segi lain Jamaah inilah yang bisa menjalin kita dengan Tuhan. Hamba Allah yang benar apabila berjalan menyampaikan amanat kebenaran kepada manusia pasti banyak manusia yang menentang dan merintanginya. Akan tetapi apabila saya sudah sampai kembali kenegeri saya Benin maka tidak akan ada masalah bagi Jamaah di sana. Akhirnya beliau berkata kepada saya: “Di Benin juga sudah ada anak Tuan.”

Dari Siera Leone (Afrika Timur) Chief Justice Abdullah Shiekh Fuhana menulis: “ Jalsah Salanah yang sangat luar biasa ini akan selalu menjadi kenangan bagi kami. Banyak tetamu datang dari berbagai negara yang berlaku seperti saudara kandung sendiri, sama-sama menunaikan sembahyang dan sama-sama berdo’a untuk kemajuan Islam.”

Seorang Gubernur dari Burkina Faso telah menulis: “ Saya yang lemah ini telah datang menghadiri Jalsah ini sebagai wakil dari negeri saya dan saya menyatakan rasa penuh simpaty kepada Pemimpin Jamaah Ahmadiyah. Di dalam Jalsah ini tidak ragu lagi saya telah menyaksikan berbagai macam bangsa di dunia dan telah duduk bersama-sama di dalam Jalsah ini. Semua sangat menghormati hak sesama insan. Di dalam Jalsah yang sedang berlangsung ini tidak ada sebarang perbedaan ras atau keturunan dan bangsa, semua menjadi satu. Motto Ahmadiyah “ Love for all hatred for none” sangat jelas sekali tengah mereka amalkan. Hendaknya bangsa-bangsa di seluruh dunia mengambil faedah dan mengambil contoh dari motto tersebut. Jamaah Ahmadiyyah yang dipandang dengan hormat dan kebesaran diseluruh negeri kami, dalam tempo hanya dua puluh tahun saja Jamaah Ahmadiyyah telah menawan hati rakyat Burkina Faso sampai ke pelosok-pelosok negeri. Kami telah mengenal betul Ahmadiyyah ini mengkhidmati insaniyat tanpa pilih keturunan, kepercayaan, dan warna kulit. Jamaah Ahmadiyah bukan hanya menyediakan santapan ruhani belaka bahkan setiap keperluan jasmani manusia juga, dan dalam menyediakannya senantiasa berdiri dibaris paling depan. Karena Ahmadiyah telah banyak membantu menyediakan sarana pendidikan, sarana air minum, sarana kesehatan yang sangat baik sekali maka pada kesempatan Hari Kebangsaan Kepala Negara Burkina Faso telah menganugerahkan medali mas sebagai penghargaan kepada Jamaah Ahmadiyah.”

Sesungguhnya kita berkhidmat kepada siapa pun dan di mana pun bukan untuk memperoleh suatu penghargaan melainkan demi kepentingan kemanusiaan. Demikianlah perasaan hati para pengkhidmat dan para petugas Jalsah Salanah juga.

Setelah itu Mrs Ibrahim Jama Garba seorang Niger dari Miami mengatakan: “Saya sangat terkesan oleh motto “Love for all hatred for none” saya menyaksikan semua orang Ahmadi tua-muda besar-kecil mempunyai perilaku yang sama terhadap semua pendatang dari berbagai tempat di dunia yang terdiri dari berbagai jenis bangsa, agama dan warna kulit mereka. Mereka memperlihatkan kecintaan kepada semua. Kami merasa sangat terkesan oleh perhatian dan pelayanan mereka yang sangat baik kepada kami yang tidak mungkin bisa kami lupakan sepanjang hidup kami.

Seorang Ahmadi dari Amerika bernama Nuruddin Sahib mengatakan; Saya pertama kali datang menghadiri Jalsah disini, melihat perilaku sangat baik dan menyenangkan dari para petugas tidak kuasa menahan air mata bercucuran. Dan saya pun mulai menangis karena sangat terharu mengenang  kepada kebaikan Tuhan yang luar biasa ini. Saya berjanji tidak lama lagi akan menulis sebuah buku tentang pengalaman yang saya saksikan dan peroleh di sini. Lidah saya tidak kuasa untuk menguraikan apa yang terkandung di dalam perasaan hati saya. Sebab mengungkapkan kemurahan, kasih sayang dan rahmat Tuhan merupakan pekerjaan yang sungguh sulit sekali. Saya ingin kembali ke Amerika setelah banyak meminum air ruhani, saya akan bertobat dari semua dosa dan akan saya tinggalkan semua keburukan saya, dan saya akan berusaha sekuat tenaga untuk menyampaikan amanat Hazrat Rasulullah saw dan Guhlam Sadiq beliau, Hazrat Masih Mau’ud a.s. kepada orang lain.”

Honorable Mrs Soad Rujuk, Muslimah Member of Parlement Belgium dan beliau berasal dari keturunan Arab Moroko, beliau telah memberi sambutan juga di dalam Jalsah ini, mengatakan; “Menghadiri Jalsah ini merupakan pengalaman pertama yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya, saya duduk berdampingan dengan Hazrat Begum Sahibah dan beliau menjelaskan kepada saya tentang wafat Nabi Isa a.s., mengenai kemuliaan dan keagungan Hazrat Rasulullah saw dan mengenai kedatangan Hazrat Imam Mahdi Masih Mau’ud a.s dan tentang Jamaah Ahmadiyah, lebih kurang setengah jam saya mendengar penjelasan dari beliau. Sesudah itu saya dipertemukan dengan seorang muballigh dan saya duduk dekat beliau. Beliau memberi penjelasan demikian meresapnya di dalam pikiran saya sehingga hati dan pikiran saya sudah berobah total. Karena saya ingin mendapat penjelasan lebih lanjut tentang Imam Mahdi a.s. saya duduk sampai tengah malam mendengarkan penjelasan dari beliau. Setelah mengenal Ahmadiyah adalah Islam hakiki, saya telah mendapatkan kehidupan baru dari Allah swt. Melihat masa depan Ahmadiyah demikian cerah dan gamblang saya ingin terus mendapat penjelasan tentang Imam Mahdi dan Jamaah Ahmadiyah. Dan jika Tuhan menghendaki saya akan masuk ke dalam Jamaah Ahmadiyah. Dan bukan hanya saya saja yang akan masuk kedalam Jamaah Ahmadiyah melainkan semua saudara saya, Ibu bapak saya dan semua teman dan kerabat yang dekat dengan saya akan saya bawa sama-sama masuk ke dalam Jamaah Ahmadiyah ini. Ketika saya mendengar pidato penutupan Huzur yang berkaitan dengan orang-orang Ahmadi Bangsa Arab, Huzur mengatakan: “Kalian bangunlah!! Ini kewajiban kalian semua untuk menyampaikan amanat Hazrat Imam Mahdi a.s. dan pergilah ke Mekkah dan panjatkanlah banyak-banyak do’a di sana!” Pada waktu itu saya sangat terharu dan menangis sambil mencucurkan air mata yang tak tertahankan, sebab saya juga seorang perempuan asal bangsa Arab dan sehari sebelumnya Hazrat Begum Sahibah telah menjelaskan kepada saya tentang kebenaran Hazrat Imam Mahdi a.s. dan perlunya seorang Imam Zaman yang sangat mengesankan hati saya. Sekali pun di banyak negara orang-orang Ahmadiyah sedang diperlakukan dengan zalim dan biadab, namun saya berjanji pada Jalsah tahun depan saya akan datang kembali ke sini dan tidak akan sendirian melainkan dengan membawa para anggauta parlemen juga.”

Jadi hal itu semua merupakan karunia Allah swt  dan merupakan buah dari tabligh secara diam-diam atau secara perorangan yang tidak nampak kepada orang lain. Banyak orang terkesan dengan menyaksikan suasana Jalsah disini merupakan tabligh juga, ada juga khuddam yang bertabligh secara perorangan terhadap driver (supir) bis bangsa Iran menjelaskan tentang wafat Nabi Isa a.s. dan tentang kedatangan Hazrat Masih Mau’ud a.s. semua ini merupakan kesempatan tabligh yang sangat baik sebagai karunia Allah swt dan natijahnya akan timbul setelah beberapa waktu kemudian.

Seorang perempuan Ahmadi mengatakan saya pertama kali menghadiri Jalsah disini dan perasaan serta kesan yang menguasai pikiran saya tidak bisa dizahirkan dengan kata-kata. Menyaksikan keagungan Jalsah ini, keindahannya, pengaturannya dan menyaksikan perangai serta perilaku para petugas yang menjalankan duty mereka dengan semangat dedikasi, serentak timbul pertanyaan di dalam hati saya : “Siapakah di dunia ini yang bisa melakukan pekerjaan seperti ini, siapa yang bisa melayani tetamu yang jumlahnya begitu banyak, siapa yang bisa menghimpun puluhan ribu hati manusia menjadi satu, jawabannya hanya satu adalah Tangan Tuhan dan Tangan Dialah Yang kuasa untuk menanamkan kecintaan di dalam hati manusia. Dan Dialah Yang memberi kemudahan di dalam semua pekerjaan. Duduk di tengah-tengah para peserta Jalsah keadaan diri terasa berobah secara total dan timbul kesan yang sangat dalam dan kuat di dalam hati saya yang membangkitkan semangat iman. Badan saya terasa gemetar dan air mata pun tak tertahan mengalir membasahi muka saya. Rahmat Tuhan nampak turun di semua ufuk (penjuru), hati runduk merebah dan sujud di haribaan Tuhan Maha Kuasa, sambil memohon ampun dari segala dosa yang pernah saya lakukan, sehingga saya merasa bahwa jarak perjalanan menuju akhirat sudah terasa sangat dekat sekali.”

Seorang perempuan Ahmadi bernama Riza Begum Sahibah, menulis: “Pada acara akhir Jalsah Salanah, perasaan hati saya mengatakan, apabila saya sudah kembali ke Mesir, saya akan berkata sambil berteriak kepada orang-orang di sana: Hai ummat Rasulullah (saw) bangunlah dari tidur kalian, sekarang Imam Mahdi kalian sudah datang dan tanda-tanda akhir zaman sudah zahir semuanya dan cepatlah bangkit untuk menyelidiki kebenarannya.”

Seorang perempuan bernama Azizah Amano Ode Sahibah mengatakan, saya baru pertama kali menghadiri Jalsah ini, saya sangat terkesan dan sangat merasa heran menyaksikan bagaimana mengatur tetamu begitu banyak dalam satu waktu dilayani dan dikhidmati dengan baik dan teratur sekali.”

Muflih Audah berkata: “Liputan Jalsah Salanah sangat baik sekali dan saya sangat terkesan oleh pelayanan dan kebaikan dari para petugas Jalsah, sungguh menakjubkan. Semua pertanyaan yang timbul di dalam benak saya sepanjang tahun telah terjawab semua setelah saya mengikuti semua acara Jalsah Salanah ini.”

Ibrahim Kazak Sahib berkata: “Saya merasa Jalsah ini telah berlangsung sangat istimewa sekali bagi Bangsa-bangsa Arab, sehingga semua kebohongan dan tipu daya mereka akan zahir dan akhirnya insya Allah orang-orang Arab secara berbondong-bondong akan menggabungkan diri dengan Jamaah Ahmadiyah laksana sebuah bendungan telah terbongkar dan runtuh. Kecongkakan dan kesombongan para penentang akan dipatahkan. Dan tidak lama lagi masanya bendera Imam Mahdi akan berkibar dengan megah di seluruh dataran negeri Arab. Dan ilham dari Allah swt kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini :   يُصَلُّوْنَ عَلَيْهاَ اْلعَرَبُ وَ اَبْدَالُ الشَّامِ Yusolluna ‘alaihal arab wa abdalusy syam Mereka akan menyampaikan selawat kepadanya dan juga para tokoh agama negeri Syam. akan segera sempurna dengan cemerlang dan semarak.

Banyak sekali surat-surat khasnya dari negara-negara Arab telah diterima yang isinya menyampaikan ucapan tahniyah atau selamat dan mubarak atas berlangsungnya Jalsah Salanah dengan penuh suksess, sehingga zahir sekali bahwa karunia Allah swt telah turun secara khas di atas Jalsah Salanah ini. Disini telah berhimpun berbagai jenis bangsa dan para hamba sahaya Hazrat Masih dan Mahdi a.s. sibuk berusaha demi meningkatkan keruhanian mereka. Dan mereka sedang berderap maju dengan  semangat keruhanian baru. Pesan dan kesan serta ucapan selamat dan mubarak berdatangan dari setiap penjuru dunia sangat banyak sekali jumlahnya, sangat menggugah perasaan dan mengharukan sehingga tidak mungkin bisa dizahirkan secara lisan. Sesuai dengan janji Allah swt kecintaan dan cinta kasih terhadap Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah ditanamkan di dalam hati para pengikut beliau a.s. yang pada zaman sekarang ini tidak ada duanya di seluruh dunia. Dan selain kepada beliau mereka sangat mencintai Khilafat juga. Semoga Allah swt meningkatkan terus keikhlasan dan kecintaan ini di dalam hati kita semua. Dan semoga rasa syukur terhadap nikmat-nikmt Allah swt lebih nampak dari masa sebelumnya. Dan semoga pusat kecintaan kita semua terletak pada Zat Allah swt. Untuk itu semua semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita, Amin !!

Alihbahasa dari Urdu Audio oleh Hasan Basri, Singapore

3 Responses to “RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT”


  1. 1 ny August 18, 2009 at 5:47 am

    Melalui kedamaianlah orang2 non muslim akan tertarik pada Islam,bukan melalui peperangan. Dan aqidahnyalah yg kita bunuh/patahkan, bukan manusianya.
    Karena inilah Islam yg merupakan rahmatan lilalamin ( rahmat untuk sekalian alam )yg harus disampaikan dr seorang muslim kepada yg bukan muslim,dan inilah satu satunya agama yg paling sempurna yg masih hidup hingga hari kiamat.

  2. 2 wasono March 21, 2010 at 12:42 am

    saya berterimakasih atas yang saya baca ini sebagai tambhan iman


  1. 1 2010 in review « Which, then, of the favours of your Lord will ye twain, deny? Trackback on January 3, 2011 at 1:56 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO MAMPIR DAN BERBELANJA DITOKO ONLINE KAMI:

Blog Stats:

  • 151,464 total pengunjung di blog ini

Klik ikon MTA dibawah untuk menyaksikan siaran TV nonstop tanpa tayangan iklan, menyiarkan keindahan Islam.

August 2009
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Salurkan bantuan kemanusian anda melalui: Humanity First Indonesia (Yayasan Kemanusiaan Indonesia) di Bank Mandiri-
Jakarta Plaza Mandiri
Rek No.: 070.000.4366.618

Pengunjung Mulai Jam 15.15, 27 Oktober 2008

free counters
Enhanced with Snapshots

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 176 other followers

%d bloggers like this: