Sumber:Times of India
New Delhi: Sebuah konferensi internasional yang dihadiri oleh para tokoh Muslim terkemuka dari seluruh dunia pada hari Selasa mengeluarkan kecaman terhadap teror dan mengatakannya sebagai perbuatan yang tidak Islami dan telah sepakat untuk mengeluarkan fatwa terhadap para pelaku bom bunuh diri, menunjukkan bahwa Islam tidak menyetujui tindakan apapun yang berupa tindakan bunuh diri atau membunuh orang yang tidak bersalah.
“Semua pemimpin agama yang hadir di sini dan lebih khusus lagi para ulama Islam akan mengeluarkan keputusan bahwa kegiatan teroris sebagai kegiatan anti Islam. Islam tidak membenarkan adanya tindakan kekerasan sebagai alat untuk mencapai tujuan sosial maupun tujuan politik”.
Wakil presiden Hamid Ansari saat membuka konferensi menyerukan untuk “mengisolasi teroris yang tanpa malu-malu terus menteror dan membunuh orang yang tidak bersalah atas nama agama dan lebih khusus lagi atas nama Islam”.
Wapres juga mengatakan bahwa para ulama harus mengutuk teroris sebagai orang yang “tidak layak untuk dikenal sebagai Muslim”. Anshari mengatakan, pejuang jihad di Jammu & Kashmir dan Taliban di Afghanistan belum melakukan tindakan berani dengan “menarik pemicu senjata mereka dari perempuan dan anak-anak tak berdosa”.
Menyoal tentang cara-cara yang digunakan teroris, wapres mengatakan bahwa para ekstrimis itu “bukan hanya tidak Islami bahkan mereka juga tidak memiliki pengetahuan dasar tentang Islam”.
Ini merupakan perkembangan terbaru dalam serangkaian pertemuan ulama-ulama Islam, pertemuan telah dihadiri oleh wakil-wakil dari India, Bangladesh, Pakistan, Indonesia, Iran, Lebanon, Maroko, Malaysia dan Ukraina.
Menteri Union Farooq Abdullah mengatakan umat Islam sudah menjadi target terorisme. Dia memperingatkan terhadap penggunaan agama untuk alasan politik. “Allah tidak membutuhkan suara, demikian juga Tuhan Ram, tapi saya membutuhkan, Advani juga membutuhkan,” katanya.
(Times of India edisi 28 Oct 2009 halaman 7)

0 Tanggapan ke “Islam Mencela Terorisme”