Golongan-golongan Dalam Islam

Sejumlah daftar terlihat dalam literatur yang menerangkan nama-nama golongan. Dua yang digunakan adalah ensiklopedia Islam yang diterbitkan oleh Munsyi Mahbub ‘Alim dan Abu Mansur al-Baghdadi. Daftar Abu-Mansur al-Baghdadi dikeluarkan sekitar abad ke 10 M dan beliau telah memasukkan sejumlah gerakan politik sebagai golongan-golongan yang terpisah.

Gerakan-gerakan semacam itu berbeda satu sama lain dalam masalah kepemimpinan dan tak mempunyai perbedaan teologi (keyakinan/kepercayaan) dan dengan demikian saya percaya bahwa itu tidak dapat dianggap sebagai golongan yang berdiri sendiri, maka dalam daftar ini saya tidak memasukkan gerakan-gerakan politik semacam itu sebagai golongan-golongan yang berdiri sendiri.

Sebaliknya Munsyi Mahbub ‘Alim telah memasukkan dalam daftar beliau, golongan-golongan yang menolak beberapa keyakinan Islam yang mendasar sedangkan Abu-Mansur al-Baghdadi tidak menganggap mereka sebagai bagian dari Islam. Misalnya golongan Ghullat dan semua pecahannya percaya pada ketuhanan Ali, Zanadiqiyah dan beberapa golongan lain tidak percaya pada hari kiamat dan lain-lain.

Ketika menyiapkan daftar berikut ini saya setuju dengan Baghdadi dan tidak memasukkan golongan-golongan semacam itu. Akhirnya, Munsyi Mahbub ‘Alim telah memasukkan dua golongan yaitu ‘Aliwiyah and Ajariyah dengan membedakan mereka atas dasar kepercayaan bahwa yang satu percaya pada kenabian dari Ali sedangkan yang lain percaya bahwa Ali merupakan sekutu dalam kenabian. Saya menilai dua golongan ini sebagai satu golongan. Selain dari pada perbedaan-perbedaan tersebut di atas yang saya gunakan adalah identik kecuali kenyataan bahwa Munsyi Mahbub ‘Alim membagi keseluruhan Ummah ke dalam enam cabang besar yakni 1.Rafidiyah, 2.Kharijiyah, 3.Jabariyah, 4.Qadriyah, 5.Jahmiyah and 6. Marjiyah. Sedangkan Abu-Mansur memasukkan golongan-golongan Jahmiyah di bawah golongan utama Marjiyah dan Jabariyah di bawah golongan Qadriyah, maka pembagian Ummah hanya menjadi empat golongan besar, yakni 1.Rafidiyah, 2.Kharijiyah, 3.Qadriyah dan 4. Marjiyah.

Satu-satunya perbedaan lain yang ditemukan adalah bahwa kedua penulis kadang-kadang menggunakan nama-nama berbeda untuk golongan yang sama yang menjadi jelas ketika melihat kepercayaan-kepercayaan yang berhubungan dengan mereka. Ini saya percaya karena kedua penulis itu bermukim di dua kawasan yang berbeda (satu di Arabia yang lain di anak benua Indo-Pak) dalam masa-masa yang berbeda mungkin juga golongan-golongan yang sama telah dikenal dengan nama-nama berbeda di daerah-daerah yang berbeda.

Saya telah berupaya untuk memasukkan berbagai nama yang diberikan bagi golongan yang sama oleh kedua penulis itu di mana memungkinkan.

Nama Golongan Dasar Kepercayaan Yang Membedakan Dengan Yang Lain
1.      Jarudiyah Para pengikut dari Abul-Jarud, mereka mempercayai nabi (s.a.w.) mencalonkan Ali (ra) sebagai Imam dengan ciri-ciri khas beliau tapi bukan dengan nama.
2.      Sulaimaniah/

Jaririyah

Para pengikut dari Sulaiman ibnu-Jarir az-Zaidi, mereka mempercayai Imamah merupakan masalah pertemuan (musyawarah) dan dapat dikuatkan oleh dua orang Muslim terbaik.
3.      Butriyah/

Hurariyah

Mereka tidak memperselisihkan Khilafat of Utsman(r.a.), tidak pula mereka menyerang beliau atau pun memuji beliau.
4.      Yaqubiyyah Mereka menerima Khilafat dari Abu Bakar(r.a.) dan Umar(r.a.), tapi tidak menolak (menentang) orang-orang yang menolak para Khulafa ini. Mereka juga percaya bahwa orang Muslim pelaku dosa-dosa besar akan berada di neraka selamanya.
5.      Hanafiyah Para pengikut dari Imam Muhammad ibnu al-Hanifah. Mereka percaya bahwa Allah mungkin mempunyai permulaan.
6.      Karibiyah Mereka percaya bahwa Imam Muhammad ibnu al-Hanifah tidak meninggal dan adalah Imam Ghaib (menghilang) dan Mahdi yang diharapkan.
7.      Kamiliyah Para pengikut dari Abu-Kamil. Mereka mempercayai para sahabat sebagai murtad karena mereka meninggalkan bai’at kepada Ali(r.a.) dan mengutuk Ali karena berhenti memerangi mereka. Mereka mempercayai kembalinya orang mati sebelum hari kiamat dan bahwa setan adalah benar dalam kelebihan api dari pada tanah.
8.      Muhammadiyyah / Mughairiyah Para pengikut dari Muhammad ibnu-’Abdullah ibnu al-Hassan. Mereka tidak percaya bahwa Imam Muhammad ibnu ‘Abdullah meninggal dunia dan bahwa beliau adalah Imam Ghaib dan Mahdi yang dinantikan.
9.      Baqiriyah Para pengikut dari Muhammad ibnu ‘Ali al-Baqir. Mereka mempercayai beliau sebagai Imam Ghaib dan Mahdi yang diharapkan.
10.  Nadisiyah Mereka mempercayai bahwa orang-orang yang menganggap diri mereka lebih baik dari pada orang lain adalah kafir (tak beriman).
11.  Sya’iyah Mereka percaya bahwa orang yang telah mengucapkan La Ilaha Illa-Llah (Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah), apa pun yang dia lakukan, tak akan pernah dihukum.
12.  Ammaliyah Mereka percaya bahwa keimanan bagi seseorang adalah apa yang dia amalkan secara ikhlas.
13.  Ismailiyah Mereka mempercayai keberlangsungan Imamah di kalangan keturunan Ismail ibnu Ja’far.
14.  Musawiyah / Mamturah Mereka mempercayai Musa ibnu Ja’far sebagi Imam Ghaib dan Mahdi yang diharapkan.
15.  Mubarikiyah Mereka mempercayai keberlangsungan Imamah di kalangan keturunan dari Muhammad ibnu Ismail ibnu Ja’far.
16.  Katsiyah / Itsna ‘Asyariyah (Imam dua belas) Mereka percaya bahwa Mahdi yang diharapkan akan merupakan Imam kedua belas di antara keturunan dari ‘Ali ibnu Abi-Talib.
17.  Hasyimiyah / Taraqibiyah Mereka menisbahkan tubuh jasmani kepada Allah dan juga menuduh Nabi (s.a.w.) tidak taat kepada Allah.
18.  Zarariyah Mereka mempercayai bahwa Allah tidak hidup tidak pula mempunyai sifat-sifat hingga Dia menciptakan kehidupan bagi-Nya Sendiri dan sifat-sifat-Nya.
19.  Yunusiyah Para pengikut dari Yunus ibnu ‘Abdurl-Rahman al-Kummi. Mereka percaya bahwa Allah dipikul oleh para pembawa singasana-Nya, walaupun Dia lebih kuat dari pada mereka.
20.  Syaitaniyah / Syirikiyah Mereka mempercayai pandangan bahwa amal perbuatan hamba-hamba Allah adalah hakikat; dan seorang hamba Allah dapat benar-benar menghasilkan satu hakikat.
21.  Azraqiah Para pengikut dari Nafi ibnu al-Azraq. Mereka tidak mempercayai mimpi dan kasyaf yang benar (baik) dan mendakwakan bahwa segala bentuk wahyu telah berakhir.
22.  Najadat Para pengikut dari Najdah ibn-’Amir al-Hanafi. Mereka membatalkan hukuman bagi peminum arak juga mereka mempercayai bahwa para pendosa dari golongan ini tidak akan dimasukkan di neraka tapi pada suatu tempat lain sebelum diizinkan ke surga.
23.  Sufriyah Para pengikut dari Ziyad ibnu al-Asfar. Mereka mempercayai bahwa para pendosa itu sebenarnya adalah musyrik.
24.  Ajaridah Para pengikut dari Abdul Karim ibnu-Ajrad. Mereka mempercayai bahwa seorang anak seharusnya diseru kepada Islam sesudah ia mencapai kedewasaannya. Juga mereka mempercayai rampasan perang itu haram hingga pemiliknya dibunuh.
25.  Khazimiyah Mereka mempercayai Allah mencintai manusia dari semua agama bahkan jika orang telah menjadi kafir pada sebagian besar kehidupannya.
26.  Shuaibiyah / Hujjatiyah Mereka mempercayai bahwa apa yang Allah kehendaki sungguh terjadi tak peduli apa pun itu dan apa yang tidak terjadi artinya itu tidak dikehendaki Allah.
27.  Khalafiyah Para pengikut dari Khalaf. Mereka tidak mempercayai perjuangan kecuali di bawah kepemimpinan seorang Imam.
28.  Ma’lumiyah / Majhuliyah Mereka percaya bahwa barang siapa yang tidak mengenal Allah dengan seluruh nama-Nya adalah jahil terhadap Dia dan orang yang jahil terhadap Dia adalah orang kafir.
29.   Saltiyah Para pengikut dari Salt ibnu Utsman. Mereka percaya pada keimanan dewasa saja dan jika bapak telah masuk Islam anak-anak dianggap kafir hingga mereka mencapai kedewasaan.
30.  Hamziyah Para pengikut dari Hamzah ibnu Akrak. Mereka percaya bahwa anak-anak orang musyrik dilaknat dengan neraka.
31.  Tsa’libiyah Para pengikut dari Tsa’labah ibnu Masykan. Mereka percaya bahwa para orang tua tetap menjadi penjaga atas anak-anak mereka hingga anak-anak itu menjelaskan kepada orang tua mereka bahwa mereka berpaling dari kebenaran.
32.  Ma’badiyah Mereka tidak percaya dalam mengambil dan memberikan sedekah dari atau untuk para hamba sahaya.
33.  Akhnasiyah Mereka tidak mempercayai peperangan dikobarkan kecuali dalam pertahanan atau ketika lawan dikenali secara pribadi.
34.  Syaibaniyah / Masybiyah Para pengikut dari Syaiban ibnu Salamah al-Khariji. Mereka mempercayai Allah menyerupai makhluk-makhluk-Nya.
35.  Rasyidiyah Mereka percaya bahwa tanah yang diairi dengan mata air, terusan atau sungai yang mengalir harus dibayarkan zakatnya setengah bagian, sedangkan tanah yang diairi hanya dengan hujan harus dibayarkan zakat seluruhnya.
36.  Mukarramiyah / Tehmiyah Para pengikut dari Abu-Mukarram. Mereka percaya bahwa kejahilan merupakan kekafiran. Juga bahwa permusuhan atau persahabatan dari Allah tergantung pada keadaan keimanan seseorang pada kematiannya.
37.  Ibadiyah / Af’aliyah Menganggap Abdullah ibnu Ibad sebagai Imam mereka. Mereka mempercayai amal-amal baik yang dilakukan tanpa niat membuat Allah ridha.
38.  Hafsiyah Menganggap Hafs ibnu abil Mikdam sebagai Imam mereka. Mereka percaya bahwa hanya Allah yang mengetahui seseorang bebas dari kemusyrikan.
39.  Haritsiyah Para pengikut dari Harits ibnu Mazid al-Ibadi. Mereka percaya bahwa kemampuan mendahului perbuatan-perbuatan.
40.  Ashab Ta’ah Mereka percaya bahwa Allah dapat mengutus seorang nabi tanpa memberinya suatu tanda untuk membuktikan kebenarannya.
41.  Syabibiyah / Salihiyah Para pengikut dari Syabib ibnu Yazid as-Syaibani. Mereka mempercayai Imamah dari seorang wanita bernama Ghazalah.
42.  Wasiliyah Para pengikut dari Wasil ibnu-’Ata al-Ghazza. Mereka mempercayai bahwa orang-orang yang melakukan dosa-dosa besar akan dihukum di neraka tapi masih tetap sebagai orang-orang yang beriman.
43.  ‘Amriyah Para pengikut dari ‘Amr ibnu Ubaid ibn-Bab. Mereka menolak kesaksian yang sah dari khalayak umum demi mendukung pihak mereka dalam perang Jamal (unta).
44.  Hudhailiyah / Faniyah Para pengikut dari Abu-al-Hudhail Muhammad ibnu al-Hudhail. Mereka percaya bahwa neraka dan surga kedua-duanya akan binasa dan bahwa ketetapan Allah dapat berhenti, yang pada waktu itu Allah tidak akan lagi menjadi penguasa.
45.  Nazzamiyah Para pengikut dari Abu-Ishaq Ibrahim ibn-Saiyar. Mereka tidak percaya pada mukjizat alami Al-Qur-an Suci tidak pula mereka mempercayai mukijzat Nabi Suci(s.a.w.) seperti pembelahan bulan.
46.  Mu’ammariyah Mereka mempercayai bahwa Allah tidak menjadikan kehidupan tidak pula kematian tapi itu merupakan tindakan alami dari tubuh yang hidup.
47.  Basyriyah Para pengikut dari Basyr ibnu al-Mu’tamir. Mereka percaya bahwa Allah mungkin mengampuni dosa-dosa manusia dan mungkin mengubah keputusan tentang pengampunan-Nya dan menghukumnya jika dia membangkang lagi.
48.  Hisyamiyah Para pengikut dari Hisyam ibnu ‘Amr al-Futi. Mereka percaya bahwa jika satu masyarakat Muslim bersepakat perlunya Imam dan jika ia memberontak dan membunuh Imam, hendaknya tak seorang pun yang dipilih sebagai Imam selama pemberontakan.
49.  Murdariyah Para pengikut dari Isa ibnu Sabih. Mereka percaya bahwa berhubungan dekat dengan Sultan (penguasa) membuat orang jadi kafir.
50.  Ja’friyah Para pengikut dari Ja’far ibnu Harb dan Ja’far ibnu Mubasysyir. Mereka percaya bahwa minum arak tak dapat dihukum dan bahwa hukuman neraka dapat diduga dengan proses mental.
51.  Iskafiyah Para pengikut dari Muhammad ibnu Abdallah al-Iskafi. Mereka percaya bahwa Allah mempunyai kekuasaan untuk memaksa anak-anak dan orang-orang gila tapi tidak kepada orang-orang yang mempunyai akal sempurna.
52.  Tsamamiyah Para pengikut dari Tsamamah ibnu Asyras al-Numairi. Mereka percaya bahwa dia yang Allah tidak paksa untuk mengenal-Nya, tidak dipaksa untuk mengenal dan digolongkan dengan hewan-hewan yang tidak bertanggung jawab.
53.  Jahiziayh Para pengikut dari ‘Amr ibnu Bahr al-Jahiz. Mereka percaya bahwa Allah dapat menciptakan sesuatu tapi tak dapat melenyapkannya.
54.  Syahhamiyah / Sifatiyah Para pengikut dari Abu-Yaqub al-Syahham. Mereka percaya setiap sesuatu ditakdirkan dengan dua takdir, satu Pencipta dan yang lain penerima.
55.  Khaiyatiyah / Makhluqiyah Para pengikut dari Abu-al-Husain al-Khaiyat. Mereka percaya bahwa setiap sesuatu yang tidak ada merupakan satu tubuh sebelum ia muncul, seperti manusia sebelum kelahiranya adalah tubuh dalam ketiadaan. Juga setiap sifat menjadi ada ketika ia mengadakan kemunculannya.
56.  Ka’biyah Para pengikut dari Abu-Qasim Abdullah ibnu Ahmad ibnu Mahmud al-Banahi dikenal sebagai al-Ka’bi. Mereka percaya bahwa Allah tidak melihat Diri-Nya Sendiri tidak pula orang lain kecuali dalam perasaan bahwa Dia mengetahui Diri-Nya Sendiri dan yang lain.
57.  Jubbaiyah Para pengikut dari Abu-’Ali al-Jubbai. Mereka percaya bahwa Allah mengikuti hamba-hamba-Nya ketika Dia memenuhi keinginan mereka.
58.  Bahsyamiyah Para pengikut dari Abu-Hasyim. Mereka percaya bahwa orang yang berniat untuk berbuat buruk, walau dia mungkin tidak melakukannya, dianggap berbuat jahat dan menerima hukuman.
59.  Ibriyah. Mereka percaya bahwa Nabi Suci Muhammad (s.a.w.) adalah seorang bijak tapi bukan seorang nabi.
60.  Muhkamiyah Mereka percaya bahwa Tuhan tak punya kendali atas makhluk-makhluk-Nya.
61.  Qabariyyah Mereka tidak percaya azab kubur.
62.  Hujjatiyah Mereka tidak percaya pada hukuman (balasan) bagi perbuatan atas dasar bahwa karena setiap sesuatu ditakdirkan maka apa pun yang orang lakukan dia tidak bertanggung jawab untuk itu.
63.  Fikriyyah Mereka percaya bahwa amal Dzikr and Fikr (ingat dan berpikir tentang Allah) adalah lebih baik dari pada ibadah.
64.  ‘Aliwiyah / Ajariyah Mereka percaya bahwa Hadhrat Ali(ra.) berbagi kenabian dengan Muhammad (s.a.w.).
65.  Tanasikhiya Mereka percaya pada penitisan ruh.
66.  Raji’yah Mereka percaya bahwa Hadhrat Ali ibnu Abi-Talib akan kembali ke dunia ini.
67.  Ahadiyah Mereka percaya pada Fardhu (wajib) dalam agama tapi menolak sunnah.
68.  Radidiyah Mereka percaya bahwa dunia ini akan hidup (ada) selamanya.
69.  Satbiriyah Mereka tidak percaya pada penerimaan taubat.
70.  Lafziyah Mereka percaya bahwa Al-Qur-an adalah bukan kalam Tuhan tapi hanya artinya dan inti sarinya adalah kalam Tuhan. Kata-kata dari Al-Qur-an adalah hanya perkataan orang yang menuturkan.
71.  Asyariyah Percaya bahwa Qiyas (mengambil misal) adalah salah dan mengandung kekafiran.
72.  Bada’iyah Mereka percaya bahwa taat kepada Amir adalah wajib tak peduli apa pun yang dia perintahkan.

ditulis oleh: Dr. Ijaz A. Rauf
sumber:alislam.org
alihbahasa:M Awaluddin

1 Response to “Golongan-golongan Dalam Islam”


  1. 1 Judhianto May 6, 2011 at 6:12 pm

    ada hadis yg mengatakan hanya 1 golongan yang akan masuk surga.

    Saya coba melakukan kalkulasi berdasarkan populasi umat beragama di dunia.
    Ternyata kurang dari 1% populasi dunia dewasa ini yang akan masuk surga.
    Bisa lihat kalkulasi saya di:

    http://nontondunia.wordpress.com/2011/05/01/kelompok-pilihan-sebuah-kalkulasi/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Salurkan bantuan kemanusian anda melalui: Humanity First Indonesia (Yayasan Kemanusiaan Indonesia) di Bank Mandiri-
Jakarta Plaza Mandiri
Rek No.: 070.000.4366.618

Blog Stats:

  • 139,050 total pengunjung di blog ini

Klik ikon MTA dibawah untuk menyaksikan siaran TV nonstop tanpa tayangan iklan, menyiarkan keindahan Islam.

January 2011
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Pengunjung Mulai Jam 15.15, 27 Oktober 2008

free counters
Enhanced with Snapshots

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 130 other followers

%d bloggers like this: