Tanggal 24 Januari 2012, Menteri Luar Negeri Kanada, John Baird MP, telah mengadakan kunjungan kepada Pimpinan Tertinggi Komunitas Muslim Ahmadiyah se-Dunia, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad di Masjid Fazl di London. Yang Mulia, Gordon Campbell, Komisaris Tinggi Kanada untuk Inggris dan anggota staf lainnya juga hadir pada pertemuan yang berlangsung sekitar empat puluh menit itu.
Dalam pertemuan ini, Menteri Luar Negeri menyampaikan bahwa Pemerintah Kanada sedang dalam proses mendirikan sebuah ‘Kantor Kebebasan Beragama’ dan ingin mendapatkan pandangan2 dari Hudhur mengenai bagaimana sebaiknya kantor itu berfungsi. Sebagai tanggapannya, Hudhur menjelaskan bahwa Islam mengajarkan bahwa setiap orang harus bebas untuk mempraktekkan agamanya secara terbuka dan tanpa takut diskriminasi. Beliau mengatakan bahwa terlepas dari perbedaan agama, semua anggota masyarakat harus hidup bersama dengan semangat persatuan, perdamaian dan toleransi dan bahwa upaya seperti inilah yang harus Kantor Kebebasan Beragama upayakan sehingga nilai tersebut dapat mencapai seluruh dunia.

Hudhur berbicara tentang penganiayaan yang dihadapi oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah di berbagai negara, terutama di Pakistan. Berbicara tentang situasi di sana, beliau katakan, bahwa selain dari mengalami penganiayaan beragama, warga Ahmadi disana juga dimahrumkan dari hak-hak dasar sipil mereka sebagai warga negara. Beliau mengatakan:
”Di Pakistan semua Muslim Ahmadi diabaikan hak-hak dasar hidup mereka. Kami tidak dapat menyebut diri Muslim atau menggunakan istilah Islam. Nama saya Masroor, tetapi di Pakistan jika seseorang memanggil saya dengan nama ini, maka orang tersebut dapat ditangkap dan dihukum. Hukum yang menganiaya dan membatasi hak-hak dasar harus diubah. Sangat penting bahwa pandangan agama seharusnya tidak berdampak atau bersinggungan dengan kebijakan Pemerintah. “
Pak Menlu menyampaikan bahwasanya beliau sangat prihatin setiap kali mendengan hal-hal seperti itu dan menentang semacam penganiayaan yang sistematis dimana Kanada membayangkan Kantor Kebebasan Agama untuk bertindak. Beliau mengatakan bahwa beliau percaya bahwa di mana ada kebebasan beragama, maka disana hak-hak lain akan berkembang secara alami.
Dalam pertemuan ini Hudhur juga menyampaikan pujian kepada Barat atas upayanya memperomosikan kebebasan beragama dan beliau mengatakan khususnya kepada Kanada atas upaya ini. Beliau mengatakan bahwa upaya pemerintah Kanada yang mempromosikan integrasi dan toleransi beragama telah membawa satu pernyataan dari Khalifa Keempat dari Jamaah Muslim Ahmadiyah bahwa beliau berharap seluruh dunia akan menjadi seperti Kanada. Sebagai tanggapan Menteri Luar Negeri mengatakan bahwa Kanada benar-benar merasakan manfaat dari memiliki sistem imigrasi yang relatif terbuka.
Hudhur menyebutkan bahwa ketika beliau terakhir mengunjungi Kanada pada 2008, beliau sangat berterimakasih bahwa Perdana Menteri Stephen Harper menghadiri pembukaan masjid baru Jamaah Muslim Ahmadiyah di Calgary bahkan untuk bisa mengambil bagian dalam acara itu Perdana Menteri sampai harus menunda keberangkatannya ke pertemuan puncak internasional di Jepang.

Kepada Pak Menlu, Hudhur juga menyampaikan bahwasanya Al-Qur’an mengajarkan rasa hormat terhadap semua agama sedemikian rupa, bahwa umat Islam telah diperintahkan untuk tidak hanya melindungi masjid-masjid mereka sendiri, tetapi juga untuk melindungi semua tempat ibadah, apakah itu gereja-gereja, sinagog-sinagog ataupun kuil-kuil.
sumber:alislam.org

0 Responses to “Kunjungan Menlu Kanada Kepada Khalifatul Masih V aba”