Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuhu.

Saudara-saudaraku sekalian,
sebagaimana anda maklum bahwa topik2 yang sering mendapat tanggapan didalam blog ini adalah topik2 yang ada kaitannya dengan Ahmadiyah.
Satu fakta yang tidak bisa dibantah adalah bahwa siapapun itu, apakah yang bukan pengikut Ahmadiyah maupun pengikut Ahmadiyah tentunya masing2 pihak merasa bahwa dirinya benar dengan pemahaman keagamaannya dan tidak ada masalah dengan keyakinannya itu. Namun tidak bagi yang lain.

Untuk mencari titik temu memang bukanlah perkara yang mudah. Namun demikian bila ada upaya2 seperti itu, adalah selayaknya dilakukan kedua belah pihak dengan cara-cara yang santun dan kepala dingin.

Seperti yang telah lama berjalan diblog ini dimana posting saya yang dikomentari tidak jarang komentar berlanjut menjadi semacam arena diskusi dan bahkan perdebatan dari sesama tamu pengunjung.
Hanya saja dalam perkembangannya kemudian ada beberapa hal yang menurut saya nampaknya menjadi kurang baik dengan adanya saling mengometari dengan bahasa yang kurang pada tempatnya, sehingga kemudian terpikir oleh saya untuk membuat sedikit rambu2 bagi para pemberi komentar, agar diskusi bisa berjalan dengan dingin tanpa ada kata-kata ataupun tulisan2 yang melecehkan satu sama lain.

Menurut hemat saya seyogyanya apapun yang kita perbincangkan, kita diskusikan atau bahkan kita perdebatkan tetap dilakukan dengan kepala dingin dan dengan tanpa ada tulisan2 yang gak etis dan kurang enak dibaca. Marilah kita lakukan suatu diskusi sehat yang dilandasi oleh misi untuk berdakwah yang bersifat merangkul dan mempersatukan, bukan sebaliknya.

FirmanNya:
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ‌ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِىْ هِىَ اَحْسَنُ‌ؕ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ‌ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ‏
Panggillah kepada jalan Tuhan engkau dengan kebijaksanaan dan nasihat yang baik, dan hendaknya bertukar fikiran dengan mereka dengan cara yang se- baik2nya. Sesungguhnya Tuhan engkau lebih mengetahui siapa yang telah sesat dari jalanNya; dan Dia Maha Mengetahui pula siapa yang telah mendapat petunjuk“(An-Nahl:126)

Jadi, meskipun seumpamanya pada akhirnya masing2 pihak tetap dengan keyakinan pada pemahaman agamanya masing-masing, tidak kemudian menjadikan sebuah rasa yang kurang enak satu sama lain, apalagi kebencian dan permusuhan.

Bukankah apabila kita bisa saling menghargai perbedaanpun, itu akan menjadi suatu hal yang indah dalam hidup kita?

Mengingat itu, mulai saat ini dengan terpaksa saya akan membuat semacam aturan bagi anda yang hendak berkomentar diblog ini. Bahwa untuk dapat dimoderasi harap komentar anda memperhatikan hal-hal berikut:

1. Komentar harus berhubungan dengan isi dari posting yang anda komentari itu, bukan yang lain-lain.
2. Apabila dalam perkembangannya terjadi komentar atas komentar, agar isi komentar tidak jauh melebar dari topik awal.
3. komentar dibuat tidak terlalu panjang sehingga lebih panjang dari posting awalnya.
4. Satu komentar untuk satu topik dan baru berkomentar lagi setelah komentarnya ada yang menanggapi.
5. Komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tidak ada caci maki, tidak ada hujatan juga tidak merendahkan orang lain.
6. Bila komentar anda tidak memenuhi kriteria2 diatas, mohon maaf jika saya tidak memoderasinya dan atau bahkan system langsung mengelompokkan komentar anda tersebut sebagai spam, sehingga tidak akan muncul diruang moderasi.
7. Terima kasih atas pengertian anda.

Wassalam,

Love for all, hatred for none.
Indonesia, 3 November 2008

7 Tanggapan ke “Ingin komentar? baca dulu ini!”


  1. 1 tokohkita Januari 19, 2009 pukul 11:56 am

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Mahmud Marwan
    Syabab HDI (Hizb Dakwah Islam)
    Berjuang bersama Umat membubarkan Ahmadiyah
    hdipasuruan.blogspot.com

    http://khilafahislamiyyah50.blogspot.com/2008/11/hdi-demo-depag-untuk-membubarkan.html
    http://khilafahislamiyyah50.blogspot.com/2008/

    @d3n
    Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu
    Trims atas kunjungannya, selamat berjuang.
    Kalau berhasil maka tentulah firman Allah berikut telah menjadi sempurna:“Dan pastilah Allah akan menolong siapa saja yang mau menolong (Dien)-Nya” (QS Al-Hajj : 40)
    namun bila tidak juga berhasil, maka mungkin juga firmanNya berikut perlu anda pertimbangkan “…boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal….. dst (Al-Baqarah:216)

  2. 2 ny Februari 4, 2009 pukul 5:50 am

    Quote:
    Mahmud Marwan
    Syabab HDI (Hizb Dakwah Islam)
    Berjuang bersama Umat membubarkan Ahmadiyah

    jawab: tapi ko gk bubar bubar ya dari zaman doeloe,.
    malah semakin maju pesat. dan factanya justru yg mau bubar adalah yg ingin membubarkan ahmadiyah.

  3. 3 roney22 Februari 16, 2009 pukul 11:11 am

    aturan itu ngak penting, yang penting tulisannya harus berimbang tidak ada unsur memeihah kepada golongan apapun! toh kenyatannya adakalanya tulisan yang dipacang di media ini (wordpress) terlalu memihak!! selamat bekerja bung…………….
    saya nngak tahu ini yang nulis di redaksi ini orang yang ahmadiyah atau yang pro dan bahkan yang kontra, atau hanya iseng iseng doank!!

  4. 4 Arta Februari 17, 2009 pukul 3:41 am

    Saya setuju dengan NY & untuk sdr Mahmud Marwan tolong bantu mikir ya….
    Mau di bubarkan ko aneh ya sudah 100 tahun tapi masih hidup & terus berkembang pesat, walaupun banyak dilarang beredar tapi malah ngetop :
    - malah jadi jemaat terbesar ada cabang di 200 negara (barat & eropa)
    - malah punya Media Dakwah yg canggih Muslim Televisi Ahmadiah (MTA).
    - Malah Terus menyebarkan Alquran dalam berbagai bahasa ke berbagai negara
    - malah punya khalifah yg terus menerus (seperti kalifah Rasidin)
    - Malah punya Mesjid di berbagai Negara
    - Malah punya Lembaga kemanusiaan & bencana Alam yg bernama Humanity Fisrt termasuk penyumbang terbesar ketika bencana alam di Aceh/sunami
    - Malah paling berani & menang debat dengan agama Kriten/katolik
    - Malah santun motonya “love for all and hatred for none”
    - Malah bisa bangun mesjid tanpa harus minta2 sumbangan di jalan

    gimana cara berantasnya Ya … Cepe deh…,
    malah kita jadi pecah belah saling ngeributin ahmadiah ehh yg di ributin malah maju,
    cape lagi dehhh … jadi siapa yg sesat ya ???
    Pikir sendiri Pake Logika ( kalo males mikir … cape benget deh…)

  5. 5 dildaar80 April 13, 2009 pukul 9:00 am

    assalamu ‘alaikum

    Pa kabar?
    linkkan juga dildaar80.wordpress.com dan dildaarahmad80.blogspot.com punya sy ya pak.
    Selamat berjuang
    ‘innallooha ma’ash shobiriin’
    arti sabar: a. tekun b. teguh c. tahan uji d. tabah

    Wassalam,

    DAD

    @d3n
    Wa’alaikumsalam wr.wb.
    link telah saya buat, silahkan cek ulang.

  6. 6 wiwit r fatkhurrahman Agustus 13, 2009 pukul 8:15 am

    Kang Deden, berbeda itu memang tak mudah. namun ketidakmudahan itulah yang akan membentuk keindahan bagi kita semua. saling menghargai, dan menghormati keyakinan satu sama lain.

    salut untuk blog ini.

    salam

    @d3n
    terimakasih atas komentarnya..

  7. 7 lutfia Oktober 14, 2009 pukul 5:08 am

    asslm”berknaan dengan hal di atas ,SBG MANUSIA YG DI BERI AKAL oleh allah SWT hendaknya bisa menyadari bagaimana seharusnya manusia menyikapi fenomena2 yg terjadi akhir2 ini d negara kita yang penuh dgn belenggu permasalahan yang tak kunjung reda…tentunya bukan saatnya bagi kita mendebatkan masalah perbedaan yang saya pikir tak kan ada habisnya untuk di kupas …….langkah riil yang di butuhkan kali ini adalah bagaimana menata kembali negri ini dan hendaknya tidak sekedar teory namun BUKTI


Tinggalkan Balasan




Blog Stats:

  • 37,355 total pengunjung di blog ini

Klik ikon MTA dibawah untuk menyaksikan siaran TV nonstop tanpa tayangan iklan, menyiarkan keindahan Islam.

 

November 2009
S S R K J S M
« Okt    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Pengunjung Mulai Jam 15.15, 27 Oktober 2008

free counters
Enhanced with Snapshots