Sepeda Motor

Selain pergi kerja rutinitas harianku adalah mengantar jemput anak2 sekolah(kecuali lagi ada tugas keluar daerah). Ketiga anakku bersekolah disekolah yang sama, sebuah SD Islam full day school. Mereka masuk jam 7.30 dan pulang jam 14.30 dari Senin sampai Jum’at.
Seperti juga kami orang tuanya, dalam seminggu mereka mempunyai 2 hari libur yaitu Sabtu dan Minggu.

Sekolahnya lumayan jauh dari rumah (±10 Km) dibanding tempat kerja yang tidak lebih dari 1 km saja. Untuk sampai disekolah kami harus melewati satu perempatan yang tidak ada traffic lightnya, jarang pula polisi mau mengatur (padahal pos polisi tidak jauh dari lokasi!)yang mengatur adalah ‘pak ogah’ yang justru lebih berkepentingan untuk membuat jalanan tetap macet, ‘Pak ogah’ ini sering kali berkolaborasi dengan para sopir angkot yang dengan sengaja berhenti untuk mencari penumpang diperempatan. Ditambah lagi ulah sebagian para pengendara sepeda motor yang memenuhi semua badan jalan, sehingga kendaraan dari arah berlawanan terhalangi, mengakibatkan kemacetan bertambah parah. Omong-omong soal sepeda motor, pagi ini aku telah menabrak sebuah sepeda motor. Kejadiannya adalah disatu perempatan; saat aku melintas tiba-tiba saja motor tersebut memotong jalanku, walau sempat mengerem namun tetap saja kena dan brukk motor tersebut jatuh, untunglah pengendaranya hanya sedikit tergores kakinya (dia memakai celana pendek), motornya sendiri sekalipun terjatuh tidak ada yang rusak, tapi salah satu anakku menangis histeris karena kaget!

Memang belakangan ini penggunaan sepeda motor di Indonesia meningkat sangat pesat. Ini dimungkinkan karena untuk memperolehnya begitu mudah yaitu dengan memanfaatkan fasilitas kredit. Dengan uang Rp 300,000 ditangan atau bahkan mungkin kurang dari itu sudah bisa bawa pulang motor baru kreditan. Penjual2 sepeda motor yang jaman dulu paling banter hanya ada dikota2 kabupaten, saat ini kita dapat menemukannya dimana2 bahkan sampai kekampung2, ke gang2. Kadang-kadang kepikiran juga untuk punya, biar urusan lebih mudah karena sepeda motor dikemacetanpun masih bisa bermanuver, tapi selalu ku urungkan, karena aku fikir kalau saja 10% penduduk Jabotabek berfikiran seperti aku, maka berapa jumlah pertambahan populasi sepeda motor dijalanan, padahal saat ini saja keberadaan sepeda motor yang jumlahnya lebih dari 5 juta unit di DKI sudah menjadi hal yang sangat ‘mengerikan’ bagi para pengendara roda empat. Dari satu segi penggunaan sepeda motor itu memang lebih simple. Tapi di segi lain, kalau berseliweran terlalu banyak di perkotaan yang padat kendaraan jalanan menjadi kurang nyaman dan sangat membahayakan tidak hanya bagi pemakai jalan lain tapi bagi pengendara sepeda motor itu sendiri. Apalagi kalau mengingat prilaku dari sebagian pengendaranya yang sangat tidak tertib berlalu lintas. Bukan sekali dua kali dalam perjalanan melihat kecelakaan yang terjadi pada pengendara sepeda motor yang berakibat kematian. Dan kejadian pagi ini adalah kejadian ku yang ke-tiga dengan sepeda motor. Dua kejadian sebelumnya adalah seperti ini: (1) mobilku yang tengah berhenti dikemacetan ditabrak sepeda motor dari belakang. Pengendaranya terjatuh, motor barunya rusak dan bemper belakang mobilku penyok berat dan aku nggak bisa menuntut apa2 sama sang pengendara konyol yang hanya dapat meringis-ringis minta maaf sambil memandangi motor barunya yang rusak itu. Kejadian kedua adalah saat jalan lambat dijalan yang berlubang, mobilku ditabrak dari samping pengendara motor yang gak jelas problemnya apa kok bisa-bisanya dia tabrakkan motornya tepat dipintu mobil, padahal bukan di-perempatan, tidak juga ada kendaraan lain yang perlu ia hindari!

Pertanyaannya adalah kenapa orang lebih memilih mengendarai sepeda motor atau kenapa sebagian lain rela bermacet-macetan menggunakan kendaraan pribadi ketempat beraktifitas?Adakah hal ini cermin dari tidak adanya sarana transfortasi massal di Indonesia yang memadai dari segi keamanan dan kenyamannanya?

0 Responses to “Sepeda Motor”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 219,913 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: