Ahmadiyah dan MUI

Tadi malam saya sempat menyaksikan tayangan Kupas Tuntas di Trans 7 dimana tampil KH Ma’ruf Amin mewakili MUI dan Zafrullah Ahmad Pontoh mewakili Ahmadiyah. Diawali dengan penayangan ulang penyerbuan masa ke desa Manislor dimana sebagian besar dari penduduk desa ini adalah pengikut Ahmadiyah lalu wawancara terhadap Amidhan dari MUI dan Hidayat dari Ahmadiyah. Salah satu hal yang disampaikan Amidhan adalah bahwa syahadat Ahmadiyah itu lain bukan “Asyhadu alla ilaha ilallah wa ashadu anna Muhammadar rasulullah” melainkan “Asyhadu alla ilaha ilallahu wa ashadu anna mirza ghulam ahmad rasulullah” Dari perbincangan singkat Kupas Tuntas tersebut ada beberapa hal menarik bahwa menurut Ma’ruf, fatwa MUI tentang sesatnya Ahmadiyah sama sekali tidak membenarkan masa untuk bisa berbuat anarkis terhadap Ahmadiyah, bila fakta dilapangan menunjukan bahwa orang yang berlaku anarkis terhadap Ahmadiyah selalu berdalih bahwa mereka merujuk kepada fatwa MUI bahwa Ahmadiyah sesat— jadi syah2 saja berbuat anarkis terhadap mereka– menurut Ma’ruf hal itu terjadi mungkin saja karena masa merasa gerah karena tidak ada ketegasan dari pemerintah membubarkan Ahmadiyah.

Sementara menurut Zafrullah bahwa sejak 1925 s/d 1980 keberadaan Ahmadiyah di Indonesia aman2 saja justru setelah adanya fatwa MUI itulah terjadi pengrusakan terhadap mesjid2 Ahmadiyah bahkan juga pengrusakan dan penjarahan terhadap rumah tinggal warga Ahmadiyah, harta milik, kendaraaan dlsb. “Ada ko-relasi dan benang merah yang bisa ditarik kesana” kata Zafrullah. Tangkisan Ma’ruf bahwa MUI tidak tahu menahu dengan tindak anarkisme masa terhadap Ahmadiyah mengingatkan saya pada pernyataan serupa dari Amidhan di ANTEVE dimana waktu itu Amidhan menuding bahwa yang menjadi pemicu anarkisme masa di Manislor adalah SKB yang dikeluarkan Pemda Kuningan dan bukan fatwa MUI. Timbul pertanyaan dalam benak saya bahwa bila demikian bukankah dalam SKB itu MUI Kuningan pun ikut membubuhkan tanda tangannya??? Lalu sejauh manakah koordinasi antara MUI pusat dan daerah berjalan?

Ma’ruf menegaskan bahwa dengan fatwa itu MUI tidak berdiri sendiri karena ulama2 di Arab dan bahkan diseluruh dunia melalui OKI juga telah memutuskan bahwa Ahmadiyah adalah sesat dan diluar Islam, karena Ahmadiyah mempercayai ada lagi nabi setelah nabi Muhammad SAW. Menurut Zafrullah –dengan menyitir sebuah ayat dari AL-Qur’an –yang berhak menentukan seseorang sesat atau tidak sesat itu hanya Allah saja, Allah tidak memberikan mandat ini terhadap manusia! Dalam kehidupan beragama memang ada hal2 yang keputusannya Allah serahkan kepada manusia tapi ada wilayah yang sama sekali manusia tidak diberi wewenang seperti dalam menentukan sesat atau tidaknya seseorang atau suatu golongan.

Ma’ruf tetap dengan pendapatnya bahwa “Seluruh ulama diseluruh dunia sepakat tentang kesesatan Ahmadiyah, apakah itu ulama di Indonesia, Arab bahkan di Pakistan dimana Ahmadiyah awalnya berkembang. Tapi menurut Zafrullah justru saat ini masyarakat Arab sedang tertarik kepada Ahmadiyah, melalui siaran TV Ahmadiyah yang dipancarkan keseluruh dunia, diantaranya berbahasa Arab di tonton permirsa disana, dan menarik mereka bergabung. Zafrullah juga menyebut bahwa pengikut Ahmadiyah saat ini diseluruh dunia adalah 200 juta!

Mengenai adanya nabi setelah nabi Muhammad SAW, Zafrullah menyitir Al-Qur’an surat Annisa, bahwa “barangsiapa taat kepada Allah dan rasulNya (SAW) maka mereka akan termasuk orang2 yang diberi nikmat oleh Allah berupa; nabi, shidiq, syuhada dan sholihin” jadi bila seseorang karena kepatuhannya terhadap Rasulullah SAW maka ia akan memperoleh salah satu dari empat kriteria diatas! Lalu ditampik Ma’ruf bahwa betul orang Islam bisa mencapai derajat; shidiq, syuhada dan sholihin tapi tidak untuk nabi, karena Muhammad SAW lah nabi terakhir. Muhammad itu adalah khataman nabiyyin yang artinya nabi terakhir dan dibantah Zafrullah bahwa makna kata khatam bila digandengkan dengan bentuk jamak– dan nabiyyin itu adalah bentuk jamak– maka tidak ada arti lain selain ‘yang paling sempurna’ lalu Zafrullah mencontohkan Rasulullah SAW pernah menyatakan kepada Sayyidina Ali bahwa Ali adalah ‘khatamul aulia’ atau khatamnya para wali, nah kalau khatam disitu artinya terakhir kenapa pula setelah Ali kita masih mengakui wali2 yang datang kemudian bahkan sampai ke wali songo? Diakhir acara Zafrullah mengklarifikasi pernyataan Amidhan tentang syahadat Ahmadiyah bahwa menurutnya itu adalah syahadat ciptaaan Amidhan, karena tidak ada syahadat selain “Asyhadu alla ilaha ilallahu wa ashadu anna Muhammadar rasulullah” ketika pewawancara bertanya kepada Ma’ruf dari mana Amidhan mendapatkan informasi itu, dijawab Ma’ruf “tidak tahu”

47 Responses to “Ahmadiyah dan MUI”


  1. 1 Rahmat Ali December 26, 2007 at 4:08 am

    Busyet, hurufnya gede-gede amat. He he he…

  2. 2 kurtubi December 26, 2007 at 11:10 am

    Saya punya tetangga kos di Jakarta orang Ahmadiyah. Dia penduduk setempat yang bertetangga dengan orang2 Betawi. Sejak saya di situ aman2 saja..
    Bahkan tempat masjidnya yang khusus untuk komunitas itu di Kebayoran Lama aman2 saja.. jadi saya kira tergantung siapa kompor dan siapa sumbunya mudah disulutkah atau tidak?

  3. 3 Ram-Ram Muhammad December 26, 2007 at 3:19 pm

    Yak, sepakat sama Rahmat Ali, hurufnya gede banget… malah komen hurufnya, bukan isi postingannya…:mrgreen:

  4. 4 kang aden December 27, 2007 at 1:23 am

    note untuk Rahmat Ali n Ram-Ram Muhammad:
    OK deh kali ini kukecilkan ya hurufnya…

  5. 5 danalingga December 27, 2007 at 3:33 am

    Makasih ata infonya, cukup menarik nih.😀

  6. 6 dobelden December 27, 2007 at 3:38 am

    kurangnya pola cek dan ricek…😦

  7. 7 hadi arr December 27, 2007 at 3:51 am

    salah satu kelemahan MUI / pemerintah tidak selalu mengawal keputusan yang diambil.
    Saat memutuskan Ahmadiyah TERLARANG pada saat itu saja pemerintah bertepuk dada, seandainya setiap gerakan kecil dari Ahmadiyah terdeteksi dan langsung diambil tindakan maka kejadian anarkis dari massa takan pernah ada.

  8. 8 Det_caT December 27, 2007 at 4:51 am

    waduh, yang dibahas kok hurufnya sih? kenapa gak bahas isinya?

    kalo saya baca isinya, nampaknya masalah ini memang perlu penanganan serius. MUI ibarat pembuat software yang selalu menyertakan disclaimer bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas dampak yang timbul.. dan menurut saya ini sah-sah saja..

    alangkah beratnya kalo semua menyalahkan fatwa MUI? tapi memang harus ada upaya untuk meluruskan pemahaman masyarakat, jangan asal lempar bola salju yang menggelinding dan makin membesar..

  9. 9 Muhammad Rachmat December 27, 2007 at 7:38 am

    yang jelas setelah saya meneliti.Bahwasannya mereka yang mengatakan ada nabi setelah muhammad saw adalah mereka telah terpengaruh dan terkecoh oleh Seorang filusuf Yahudi yang hidup sezaman dengan Ibnu Sinna dan Imam Gozali…saya nanti ingin membahas masah ini di blog saya.
    saya sendiri dulu pernah berdiskusi dan dapat buku kiriman dari pengikut Ahmadiyyah !

    salamun alaik !
    saya tunggu kunjungannya ke :
    http://www.bancakan.wordpress.com dan
    http://www.pesantrend.wordpress.com

    deden:
    @kalo menyimak apa yang disampaikan Pak Zafrullah diatas, sepertinya saya tidak sependapat dengan anda. Yang beliau sampaikan tentang kemungkinan adanya nabi dikalangan ummat Islam yang tidak membawa syariat dan tugasnya hanya mengembalikan Islam kepada ‘rel’ sebenarnya seperti apa yang ‘dikemudikan’ Rasulullah SAW dahulu, itu make sense bagi saya. Apa yang beliau kemukakan itu ayat AL-Qur’an lho, Mas!

  10. 10 kresna December 27, 2007 at 7:42 am

    “Dari perbincangan singkat Kupas Tuntas tersebut ada beberapa hal menarik bahwa menurut Ma’ruf, fatwa MUI tentang sesatnya Ahmadiyah sama sekali tidak membenarkan masa untuk bisa berbuat anarkis terhadap Ahmadiyah, bila fakta dilapangan menunjukan bahwa orang yang berlaku anarkis terhadap Ahmadiyah selalu berdalih bahwa mereka merujuk kepada fatwa MUI bahwa Ahmadiyah sesat— jadi syah2 saja berbuat anarkis terhadap mereka– menurut Ma’ruf hal itu terjadi mungkin saja karena masa merasa gerah karena tidak ada ketegasan dari pemerintah membubarkan Ahmadiyah. ”

    Tidak perlu ada ketegasan apa – apa dari pemerintah, kecuali komitmennya untuk melindungi seluruh umat beragama, tanpa pandang bulu, sesuai konstitusi

    deden:
    @bicara masalah ketegasan, kalau kita perhatikan memang kedua2 belah pihak baik itu MUI maupun Ahmadiyah sama2 menunggu ketegasan pemerintah, hanya saja ketegasan yang diharapkan satu sama lain berbeda 180 derajat! kalo ketegasan yang di maksud MUI adalah:pemerintah melarang keberadaan Ahmadiyah, sementara ketegasan yang diminta Ahmadiyah: pemerintah menjalankan UUD 45 secara murni dan konsekwen, dalam hal ini persis seperti apa yang anda katakan!

    Btw,100% saya setuju dengan anda. Gak lucu juga kan kita punya pemerintahan yang justru menjadi contoh bagi pelanggaran konstitusi. Lalu pada siapa konstitusi itu berlaku?

  11. 11 kurtubi December 27, 2007 at 3:15 pm

    Maklum MUI itu orang2 yang sudah sepuh.. yang perlu dihormati dan dimulyakan🙂

    Sementara kita masih muda dan belum banyak pengalaman..🙂

    Jadi mungkin wajar kali kalau bahasanya: “kuperintahkan kamu untuk bla bla bla… ”

    deden:
    @ mungkin juga, yaa..!

  12. 12 Ru December 27, 2007 at 3:59 pm

    Hmmmm…
    Zaman sudah mulai bergejolak…
    Bagi pemuda yang belum ngerti apa2 kayak saya ini sangat berbahaya muncul aliran2 yang ndak jelas kayak gitu tu…
    Bagaimana ini,…?
    Tapi saya jadi teringat pesen Guru saya waktu SMA..
    “Pokoknya kamu pegang terus apa yang di ajarkan orang tuamu di rumah……”
    Kata2 itu beliau ucapkan ketika saya mau berangkat ke SBY untuk menuntut ilmu….

    @deden
    sorry comment nya nyasar ke spam, jadi terlambat di moderasi!
    Comment anda ini mengingatkan saya pada sebuah kisah.

    Kisah mengenai seorang pemuda seperti anda, yang untuk keperluan mencari ilmu dia pergi ke kota. Sampai dikota ia-pun bingung menemukan berbagai macam pemahaman tentang Islam yang berbeda-beda dari apa yang telah dipelajarinya selama ini terlebih lagi dengan adanya kelompok yang dianggap sesat oleh sebagian yang lain. Dalam kebingungannya kemudian ia kirim sms pada orangtuanya yang adalah seorang ulama dikampungnya meminta nasihat, sikap apa yang semestinya ia ambil dalam menyikapi semua ini.
    Kemudian ia mendapat jawaban dari ayahnya:”nak, pulanglah kekampung barang sebentar, maka kau akan mendapatkan jawabannya!”
    Lalu iapun pulang kampung. Jalan menuju kedesanya dalam kondisi rusak parah, lubang disana sini sehingga kendaraanpun tidak bisa melaju dengan cepat, padahal setahun lalu ketika ia meninggalkan desa jalan itu masih sangat mulus karena baru saja selesai diaspal. Iapun berjumpa sahabat lamanya yang tengah memikul hasil dari kebunnya. Begitu kokoh kekarnya kawannya itu, tidak sekekar ketika ia meninggalkannya dulu.
    Ketika sampai dirumah ia sampaikan lagi pertanyaan itu pada ayahnya. Baik ’sebelumnya saya memberi nasihat, tolong kamu ceritakan dulu apa yang kamu temui diperjalanan ketika tadi kamu memasuki desa kita ini’. Dalam ketidak mengertian kenapa ayahnya menanyakan itu, iapun menceritakan mengenai jalan yang kini rusak parah dan pertemuan dengan sahabatnya yang semakin kekar karena setiap hari selalu memikul hasil pertaniannya.
    Jawaban untuk pertanyaanmu itu sangat sederhana, nak! Kamu hanya perlu tahu apakah Tuhan ada beserta mereka ataukah kepercayaan mereka itu hanya sekedar rekayasa manusia? Dan jawaban untuk itu telah kamu dapatkan dalam perjalanan tadi! ’lihat jalan itu dulu ketika kamu meninggalkan desa ini kondisinya bagus karena baru diaspal, tapi kini sudah tidak ada aspalnya lagi dan telah berubah bentuk jadi kubangan kerbau, karena terlalu banyaknya memikul beban. Itulah buatan manusia. Tapi lihat itu sahabatmu yang kerjanya tiap hari memikul sayuran untuk dijual, alih-alih bahunya berlubang malah semakin kokoh dan berotot! Itulah ciptaan Tuhan.” Demikian pula dengan kepercayaan manusia, bila itu berasal dari manipulasi manusia maka gak perlu repot2 juga mereka akan hilang dengan sendirinya. Sebaliknya bila itu dari Tuhan ditindas seperti apapun alih2 hilang malah justru akan hal seperti itu akan semakin kuat dan berkembang.

    Wallahu’alam

  13. 13 adipati kademangan December 27, 2007 at 10:21 pm

    gak usah pake rusak – rusakan segala
    kalo memang salah mari kita luruskan, kalo memang masih belum mengerti mari kita ajari, kalo memang keliru ya kita benarkan, kalo memang keras kepala ya kita doakan saja …

    deden:
    @hal yang sangat bijaksana, yang mestinya ditempuh MUI…

  14. 14 Muhammad Rachmat December 28, 2007 at 4:14 am

    Mas deden, justru itu menurut teori yang di ungkap oleh filusuf yahudi itu mengatakan bahwa puncak kenabian dalam yahudi adalah musa as. dan nabi-2 setelahnya adalah kenabian minor. tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan mubaligh ahmadiyyah tersebut. Akhirnya para filusuf islam sendiri terpengaruh oleh filusuf yahudi ini. tahun 1980 fazhul rohman gurunya nur cholis pernah membahas masalah ini.
    Ahmad hariadi 10 tahun pernah jadi mubalig ahmadiyyah. kemudian keluar. dan beliau menulis buku ” Kenapa saya keluar dari ahmadiyyah” nanti mas deden bisa baca buku tersebut !
    terima kasih
    saya undang di :

    http://www.bancakan.wordpress.com dan
    http://www.pesantrend.wordpress.com

    deden:
    @baik, saya akan mampir di blog anda. Trims ya..
    mengenai Ahmad Hariadi sepanjang yang saya tahu menurut versi Ahmadiyah:bukan keluar dari Ahmadiyah, melainkan dikeluarkan dan diberhentikan dengan tidak hormat dari jabatannya dikarenakan melakukan pelanggaran a-susila.

  15. 15 alif January 4, 2008 at 6:43 am

    Assalamualaikum wr wb,
    Buat sdr. Muhammad Rachmat,
    Justru dlm qur’an yang menganiaya, yang memusuhi dan berusaha membunuh nabi yang di anggap palsu dan menganiaya pengikutnya adalah kebiasaan orang-orang Yahudi..
    Karena mereka menganggap tidak ada lagi nabi setelah Musa as

    @deden
    komen anda ini mengingatkan saya pada suatu fakta sejarah bahwa tidak ada satupun Nabi yang diturunkan Allah SWT yang tidak dikatakan sebagai nabi terakhir oleh sebagian besar para pengikutnya!

  16. 16 Marie January 10, 2008 at 8:18 am

    Apakah MUI berpikir, bahwa apapun yg akan dilakukan oleh penentang Jemaat Ahmadiyah ini, tidak akan merobah keimanan mereka? Justru ini menambah keyakinan bahwa mereka dijalan yg benar…

    Dilain cerita, apakah tidak malu dinilai oleh umat kristen, Budha atau Hindu, atau negara lain telah terjadi perpecahan dikalangan umat Muslim sendiri?

    Saya sekarang menjadi yakin bahwa musuh terbesar muslim adalah adalah kaum muslim sendiri…

  17. 17 Gunawan January 10, 2008 at 5:11 pm

    Kita tidak bisa mengubah dunia menurut kehendak kita sendiri tetapi untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala kita harus mengubah cara pandang kita, hati kita dan diri kita sendiri, dan bukan dengan jalan mengubah dunia itu, karena jalan di dunia itu tidak selamanya mulus banyak kerikil tajam yang akan terinjak, apakah kita akan melapisi semua jalan di dunia dengan karpet yang indah & tebal agar kita nyaman berjalan atau cukup kita mengenakan sepatu untuk kaki kita sendiri saja agar kita dapat berjalan tanpa rasa sakit.
    Agama diciptakan oleh ALLAH SWT memang akan selalu menjadi perdebatan sampai akhir kiamat nanti, ketika kita mempelajari agama hendaknya terlebih dahulu memerdekakan pikiran kita dari ilmu ilmu dunia yang telah kita pelajari, jujur terhadap diri kita sendiri bila kita mempunyai kekurangan dalam mempelajari ilmu agama, dan lapang dada bahwa yang kita cari adalah kebenaran yang hakiki yaitu ALLAH SWT bukan dalil dalil pembenaran teori yang kita ciptakan.
    Seseorang tidak akan pernah tahu ketika disuruh membedakan air kopi susu dengan susu coklat yg ada di dalam gelas hanya dengan menggunakan jari telunjuknya saja, tapi dia harus menggunakan lidahnya sebagai indera perasa, tetapi dia akan tahu melalui jari telunjuknya mana yang masih panas mana yang sudah dingin, artinya ketika kita mempelajari suatu ilmu entah itu adalah ilmu pasti atau agama kita harus tepat memilih alat yang akan kita pakai yaitu akal kita sendiri bukan akal orang lain, karena agama itu adalah akal, tidak ada agama untuk suatu kaum yang tidak berakal, jangan seperti orang buta yang berdebat tentang gajah, gajah itu buntut seru si buta yg memegang buntut, gajah itu seperti ular seru si buta yg memegang belalai, gajah itu seperti batang pohon seru si buta yg memegang kakinya, gajah itu seperti daun yg lebar seru si buta yg memegang kuping, tidak semua salah ! gajah itu seperti tembok yang besar seru si buta yg memegang badannya, padahal mereka semua memegang gajah yang sama.
    Bila ingin tahu racikan bumbu kacang siomay jangan bertanya kepada tukang gado-gado jangan pula kepada tukang ketoprak walaupun mereka semua sama-sama meracik bumbu kacang, bila ingin tahu ajaran yang dibawa oleh ahmadiyah bertanyalah kepada ahmadiyah jangan kepada orang anti ahmadiyah agar kita mendapatkan jawaban yang benar dari sumber yang benar.
    1 muharram bersama-sama kenapa iedul fitrinya beda, iedul adha beda padahal bulan yang kita lihat cuma 1, itulah Indonesia.

  18. 18 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi. January 29, 2008 at 8:06 am

    Untuk menjelaskan perselisihan persepsi agama antara Majelis Ulama Indonesia dan Ahmadiyah, kami telah menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOESOEMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  19. 19 uvi January 31, 2008 at 5:43 am

    he..he..he.. Bagaimana MUI bisa menjawab seperti pertanyaan yg di ajukan presenter kpd KH. Ma’ruf,dr mana amidhan mendapat informasi tentang syahadat itu,ya mereka gk bisa jawab karena toh mereka ngarang sendiri tentang tuduhan yg mereka buat.Orang muslim ahmadiyah maju pun bkn karena sokongan dr inggris atau negara2x maju.karena mereka(muslim ahmadiyah) punya iuran sendiri diluar zakat yg dinamai chandah 1/16 1/3 penghasilan mereka disumbangkan tiap bulannya,semua keuangan itu masuk ke kas pusat muslim ahmadiyah international yg ada di london.sarana ini di gunakan untuk pembangunan mesjid2x,sarana dakwah,tabligh dlsb.ya makannya muslim ahmadiyah punya stasiun tv muslim untuk siaran dakwah/tabligh kesuluruh dunia 24 jam tanpa iklan sedetik pun.jadi jangan heran melihat muslim ini maju,itupun berkat pertolongan Allah SWT.jadi bagi yg tidak tau jngn so tau lebih mencari tau dan itu lebih baik.

  20. 20 marie January 31, 2008 at 7:30 am

    emang biasa kalau sudah terpojok tapi gak mau kalah, akhirnya akan ada tambahan “pokoknya” – Jadi biar pemerintah atau Bakem bilang JAI tidak dilarang, yah MUI tetap dengan keras kepala menganggap JAI sesat… Jadi POKOKNYA Ahmadiyah tetap sesat. MUI merasa punya dukungan, tp tidak punya power utk membatalkan…POKOKNYA, POKOKNYA….

  21. 21 Hery Kosalovich April 21, 2008 at 1:34 pm

    Menurut saya, persoalan ahmadiyyah harus dipisahkan dulu dari masalah konstitusi dan agama supaya jelas.

    Pemerintah manapun di dunia juga akan bingung, kalau dilarang melanggar UUD dan hak asasi manusia, kalau dibiarkan sesat. Maka harus dipisahkan dulu duduk permaslahannya.

    Bahwa persoalan ahmadiyyah ini adalah urusan intern umat muslim, jika sudah begitu maka mudah penyelesaiannya.

    Saya setuju dengan pendapat adipati kedemangan, kalau keliru yang kita benarkan atau kita ingatkan dengan dialog, dengan pengertian yang sebenar-benarnya, tapi kalau tetap keras kepala yang kita doakan saja.

    Kalau orang jawa ” bejo cikolo bener luput urusen dewe”.

    OK dab! From Jogja With Love

  22. 22 Mas Arief May 12, 2008 at 4:52 pm

    Menurut Rabita al-Alam al-Islami (Liga Muslim Dunia) Majelis Ulama Se-Timur Tengah Ahmadiyah dilarang karena intinya Mirza Ghulam Ahmad telah menyimpang dari prinsip ajaran Islam dengan demikian SELURUH pengikut Ahmadiyah baik itu
    Ahmadiyah Qadiani = yang menyakini semua pengakuan si Mirza termasuk kenabian, Al-Masih, Imam Mahdi, Maryam dan seluruh nabi terhimpun ke dalam dirinya.

    Maupun

    Ahmadiyah Lahore = yang TIDAK MEYAKINI kenabian Mirza Ghulam Ahmad namun mengakui pengakuan si Mirza yang lainnya…

    yang mengakui PENDUSTA AGAMA yang bernama Mirza Ghulam Ahmad keluar dari Islam (MURTAD) dan tidak diizinkan untuk menginjak tanah suci Mekah Al-Mukaramah…

    Kepada pihak Ahmadiyah yang keberatan dengan tulisan ini dan ingin menanggapi saya Undang (untuk tidak mengatakan menantang) untuk berdialog dan kami akan sediakan ruangan untuk berdialog….

    Ditunggu
    Anti Ahmadiyah Indonesia
    email = poinmas@gmail.com

    NB: Apabila ada pihak Ahmadiyah yg mengatakan bahwa mereka pernah mengajak berdialog tapi selalu ditolak (atau mereka mengatakan bahwa para ulama tidak tahu tentang mereka).

    Kami bersedia berdialog dengan Ahmadiyah….

    deden:
    trims atas komen dan kunjungannya😀
    Al-Qur’an mengatakan bahwa:”maka siapakah yang lebih aniaya daripada orang-orang yang mengada adakan dusta terhadap Allah atau mendustakan tanda2Nya. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa itu tidak akan memperoleh sukses” (Yunus ayat 18 )

    menurut pemahaman kami ayat ini menjelaskan dua kebenaran yang kekal
    a. orang2 yang mengada-adakan dusta mengenai Allah dan orang2 yang menolak dan menentang utusan2 Allah sekali kali tidak akan luput dari hukuman Allah;
    b. pendusta2 dan nabi2 palsu tidak dapat berhasil dalam tujuannya

    jadi bila pengakuan pendiri Ahmadiyah adalah dusta semestinyalah sekalipun tanpa upaya manusia harusnya misinya tidak berkembang dan telah dihancurkan Allah SWT sejak dulu.

    bahwa perkara yang benar tidak membutuhkan bantuan dan cara2 yang tidak benar untuk menyiarkannya. “Tujuan menghalalkan cara” tidak pernah menjadi semboyan para nabi Allah dan para pengikutnya yang sejati. Kebenaran itu menjadi tersebar dan mendapat keunggulan oleh kekuatannya sendiri yang ada di dalammnya dan bukan karena kepalsuan, sesuai firmanNya (10:83)
    “dan Allah akan menegakan yang hak itu dengan firman2Nya, walaupun orang2 yang berdosa tidak menyukainya”

    Mengenai fatwa Rabitah al-Alam al-Islami bahwa Ahmadiyah adalah sesat, untuk menjawabnya izinkan saya mengutip ucapan dari pendiri Ahmadiyah sendiri seperti ini: “bila karena kecintaan kami kepada Allah dan Rasulullah suciNya Muhammad saw dianggap sebagai suatu kesesatan, maka biarlah kami menjadi sesesat-sesatnya manusia.”
    salam

  23. 23 Zaki May 14, 2008 at 5:53 pm

    Tdk ad yng susah dlm Islam, slma kt brpegang dgn kitabullah & sunah rasulNy. Ane stju, klo yng ga paham, sma dgn anak2x, ya kt hrus didk dgn bner. Klo dia lupa, kt ingatin. Klo dia slh fham, ya diluruskn. Klo Presiden dibilng mlnggar UUD, ya engga lg,krn kaum Muslim jg punya hak untk slmt aqidahny.
    Entr ane krim lg slh fhm Ahmadiah dgn ayat suci al Qur’an…Tunggu?

  24. 24 Zaki May 14, 2008 at 7:26 pm

    Ko bisa ayat suci alQur’an menunjukn klo akn ada nabi, ssudah Nabi Muhammad. Pdhl ayat 69 surat an Nisa tsb, mnjlaskn “bhwa: mrka yng taat kpd Allah & rasulNy, akn diberi karunia brsama org yng tlh diberi nikmat oleh Allah, mrka adalh para nabi & siddiqin…”. Lafal “min” dlm ayat suci mnrangkn: siapa yng diberi nikmat oleh Allah; krn lafalny “al ladzina”. Inilah yng djlskn dlm buku2x tafsir & mnurut lugat Arab, bukn yng kaya mrka fham.
    Klo arti khatam an nabiýin akn ane trangin dlm sesi brkutny…Tunggu?

    deden:
    Al-Qur’an: “dan barang siapa taat kepada Allah dan rasulNya maka mereka akan termasuk orang-orang yang diberi nikmat berupa: kenabian, shidiq, syahid, soleh..”
    kalau anda tidak percaya pengikut Rasulullah saw tidak ada yang bisa mencapai peringkat nabi, lalu dikemanakan ayat Al-Qur’an diatas?

    bila anda mengartikan ayat diatas bahwa pengikut Rasulullah saw hanya bisa bersama-sama saja tanpa menjadi; bersama dengan para nabi (tanpa menjadi nabi) maka demikian pula dong dengan yang lainnya berarti tidak ada seorangpun orang Islam yang dapat mencapai peringkat shiddiq (hanya bersama-sama saja), gak ada dong yang mati sahid sekalipun mati dalam memperjuangkan agama (karena hanya bersama-sama saja) dan gak ada seorangpun ummat Islam yang soleh (hanya bersama-sama saja dengan orang yang soleh)
    Bila demikian pemahamannya, bukankah berarti Abu Bakar ra pun tidak mencapai peringkat shiddiq, , bahwa tidak seorangpun ummat Islam yang mati syahid dan tidak ada seorangpun dari orang Islam yang soleh.
    bila demikian lalu bukankah menjadi hal yang sia-sia bila anda selalu berdoa siang malam agar diberi keturunan yang soleh?
    Wallahu’alam

  25. 25 Ibrahimovic May 15, 2008 at 6:50 am

    Quote deden:
    Al-Qur’an: “dan barang siapa taat kepada Allah dan rasulNya maka mereka akan termasuk orang-orang yang diberi nikmat berupa: kenabian, shidiq, syahid, soleh..”

    jawab:
    Kalau tdk salah surat Annisa ayat 69 den…(belum sempat Al-Qur\’an)
    apa benar ma\’a diartikan termasuk den?
    lalu bagaimana dgn ayat ini \”Allah bersama(Ma\’a) orang-orang yang sabar\”
    Kalau anda artikan ma\’a dengan arti \”termasuk\”, mungkinkah Allah adalah orang yang sabar? mungkinkah Allah seorang manusia?
    Bagaimana dengan para sahabat yang begitu taat kepada Allah dan Rasulullah tapi kenapa mereka tidak menjadi nabi? apakah itu mereka mereka tidak taat?

  26. 26 Ibrahimovic May 15, 2008 at 6:58 am

    quote deden:
    mengenai Ahmad Hariadi sepanjang yang saya tahu menurut versi Ahmadiyah:bukan keluar dari Ahmadiyah, melainkan dikeluarkan dan diberhentikan dengan tidak hormat dari jabatannya dikarenakan melakukan pelanggaran a-susila.

    jwb:
    Cerita ttg Ahmad hariadi pernah saya baca di salah satu milis tapi saya lupa nama milisnya. Nanti saya carikan alamatnya.
    Seingat saya dalam milis tersebut disebutkan bahwa tuduhan thd Ahmad Hariadi adalah fitnah yang disebarkan ahmadiyah. Ahmad Hariadi pernah mengirim surat kepada Ahmadiyah untuk mengklarifikasi tuduhan ahmadiyah tsb. Surat yang dikirimkan oleh Ahmad Hariadi tsb yg ditujukan ke ahmadiyah tsb tidak satupun Ahmadi yang berani menandatangani surat tsb. Karena dlm surat tsb tertulis bahwa pihak yang berdusta akan menerima adzab Allah

    deden:
    anda gak pernah bergaul dengan Ahmad Hariadi seh…

  27. 27 Ibrahimovic May 15, 2008 at 7:06 am

    Quote deden:
    Bila demikian pemahamannya, bukankah berarti Abu Bakar ra pun tidak mencapai peringkat shiddiq, , bahwa tidak seorangpun ummat Islam yang mati syahid dan tidak ada seorangpun dari orang Islam yang soleh.
    bila demikian lalu bukankah menjadi hal yang sia-sia bila anda selalu berdoa siang malam agar diberi keturunan yang soleh?
    Wallahu’alam

    jawab:
    Anda mungkin belum membaca ayat-ayat lainnya.

    “Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul- Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak. Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang Shiddiqien dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka (syuhada’)….”(Al-Hadid:18-19)

    Juga dalam firman Allah,
    “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh benar-benar akan Kami masukkan mereka ke dalam (golongan) orang-orang yang saleh”. (Al-Ankabut: 9)

    Dalam ayat itu Allah tidak menyebutkan “para nabi” karena kenabian adalah sesuatu yang tidak bisa diusahakan atau diupayakan. Jika tidak, maka tidak hanya Ghulam Ahmad saja yang menjadi nabi, tetapi masing-masing orang yang mengikuti Allah dan Rasul-Nya akan menjadi nabi tanpa pengkhususan.

    Apabila setiap orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi/termasuk seorang nabi, tentunya para sahabat Rasulullah Muhammad SAW yang akan menjadi nabi karena belum dan tidak akan ada seorang lebih taat kepada Allah dan Rasul-Nya yang mulia dari mereka. Urutan setelah mereka dalam ketinggian ketaatan adalah para Tabi’in lalu para pengikut mereka. Namun demikian tak seorangpun dari mereka yang mengklaim bahwa diri mereka adalah telah menjadi Nabi. Sebagaimana tak seorangpun dari para imam bahwa mereka telah menjadi nabi. Dengan demikian Allah menyebutkan orang-orang mukmin yang hakiki dengan gelar ash-shiddiqin, Asy-syuhada dan Ash-shalihin dalam firmannya,

    Apakah ketaatan para sahabat Rasulullah SAW masih kalah jauh dibandingkan dengan Ghulam Ahmad hanya karena mereka tidak menjadi nabi?

    deden:
    nabi itu ada masanya; kapan masanya terserah Allah donk, karena hanya Dia yang punya kewenangan, bukan sahabat bukan pula kita. Seorang manusia yang mengaku nabi hanya punya dua kemungkinan: dusta dan benar. Bila pengakuannya dusta maka tak ada yang perlu kita khawatirkan karena Allah telah menjamin tidak akan pernah memberi kesuksesan kepada nabi semacam ini bahkan Allah SWT berjanji “akan memutuskan leher”nya as soon as possable. 😀

  28. 28 kasep May 15, 2008 at 8:50 am

    Halah… ngapain sih berdebat soal ahmadiyah buang-buang waktu sajah… CUMA SATU KATA UNTUK AHMADIYAH “SESAT” TITIK.

    Saya tidak setuju dengan sebutan “MUSLIM AHMADIYAH” sebab orang yang sudah meyakini nabi selain Muhammad SAW berarti sudah MURTAD, sebaiknya dicoret sajah kata MUSLIM tsb!!

    deden:
    tak masalah…😀

  29. 29 nabi lama May 15, 2008 at 9:51 pm

    Quore deden:
    kalau anda tidak percaya pengikut Rasulullah saw tidak ada yang bisa mencapai peringkat nabi, lalu dikemanakan ayat Al-Qur’an diatas?

    Jawab:
    Ini yang nyeleneh dari Ahmadi. Maunya ayat itu membenarkan MGA sebagai nabi bukan begitu Akang?
    Maksud bersama, ya khan bisa sama-sama kelompok tapi beda level (derajat/tingkatan) ketakwaannya pada Allah, bukan lantas artinya dia juga (se-level) ama nabi.

    deden:
    lho kok jadi kayak bunyi slogan kampanye SBY dulu “bersama kita bisa” :mrgreen:

  30. 30 none May 16, 2008 at 6:21 am

    deden:
    nabi itu ada masanya; kapan masanya terserah Allah donk, karena hanya Dia yang punya kewenangan, bukan sahabat bukan pula kita. Seorang manusia yang mengaku nabi hanya punya dua kemungkinan: dusta dan benar. Bila pengakuannya dusta maka tak ada yang perlu kita khawatirkan karena Allah telah menjamin tidak akan pernah memberi kesuksesan kepada nabi semacam ini bahkan Allah SWT berjanji “akan memutuskan leher”nya as soon as possable.

    Jawab :
    Bagaimana dengan para dajjal-dajjal pendusta? Bukankah Allah juga memberikan kebebasan kepada dajjal pendusta tersebut untuk menebarkan fitnahnya

    deden:
    yang saya tulis itu janji Allah didalam AL-Qur’an lho!
    Nabi yang dijanjikan Rasulullah saw akan datang diakhir jaman ini justru seorang nabi yang merupakan reflector dari beliau saw (ingat hanya seorang nabi yang berfungsi sebagai cermin yang memantulkan kembali cahaya kebenaran agung yang dibawa Rasulullah saw, dan bukan nabi yang membawa syariat) yang salah satu tugasnya adalah memang untuk mengalahkan kaum dajjal. bukan mengalahkan dengan pedang ataupun kekerasan dan pemaksaan melainkan justru mengalahkannya dengan pesona Islam yang penuh kedamaian dan cinta kasih bagi seluruh alam. Sehingga para dajjal yang adalah jagonya dalam bidang itupun menjadi “tertawan” hatinya oleh pesona Islam. Hanya dengan cara inilah kemudian apa yang dinubuwatkan Rasulullah saw sebagai “matahari (Islam) akan terbit dari barat (pusat2nya kaum dajjal)” itu menjadi kenyataan.,
    wallahu’alam

  31. 31 nabi lama May 16, 2008 at 6:47 am

    Quote:
    tak masalah…
    Jawab:
    Jadi setuju juga dong ama nggak pake nama Islam?

    deden:
    tak masalah..
    kami tidak butuh pengakuan keIslaman kami dari manusia,kok.
    apanya yang bisa dibanggakan mendapat pengakuan dari manusia yang memaksakan diri harus memiliki penafsiran tunggal. lah gimana bisa, wong nentuin hari raya idul fitri/idul adha aja kagak pernah seragam kok😀

    Quote:
    anda gak pernah bergaul dengan Ahmad Hariadi seh…
    Jawab:
    Lha Akang sendiri pernah kenal langsung atau cuman cerita doang? Jujur lho Kang!

    deden:
    saat AH masih ahmadiyah akang masih cilik dan tahu AH. akang masih dapat mengingat bagaimana AH yang semenjak mengawali karirnya sebagai mubaligh Ahmadiyah jabatannya makin lama makin turun karena pelanggaran2 yang ia lakukan, dan ujung2nya dia diberhentikan dengan tidak hormat dari jabatannya karena melakukan pelanggaran a susila.

  32. 32 ibrahimovic May 18, 2008 at 3:23 am

    Quote deden:
    anda gak pernah bergaul dengan Ahmad Hariadi seh…

    jawab:
    Bergaul saja tidak cukup den. Andapun mendapat cerita dari orang-orang ahmadiyah bukan hasil bertanya langsung dari Ahmad Hariadi. Deden, sampai sekarang surat tersebut tidak ada satupun ahmadi yang berani menandatanganinya. Kalau itu bukan fitnah kenapa tidak ada yg berani menandatanganinya?

    Quote Deden:
    nabi itu ada masanya; kapan masanya terserah Allah donk, karena hanya Dia yang punya kewenangan, bukan sahabat bukan pula kita.

    jawab:
    Cukup menggelikan jawaban anda. Anda mengatakan \”masanya terserah Allah\” tetapi anda mengatakan lagi \”nabi itu ada masanya\”. Kok jadi ngatur Allah gitu kalau ada masanya. Dalam ayat tsb tdk ditentukan masanya den. Berarti siapapun dan pada masa apapun seharusnya cukup dengan taat kepada Allah dan rasul bisa menjadi nabi. Jadi kenapa para sahabat tidak bisa menjadi nabi? Dalam ayat tersebut tidak ada hubungannya dengan turunnya nabi den. Anda salah dlm menafsirkan kata ma\’a tsb.
    Saya kasih tahu asbaabun nuzuul ayat tsb den.
    Dalam riwayat dijelaskan bahwa kedua ayat ini (QS:An Nisa 69-70) turun ketika salah seorang Anshar (Penduduk asli kota Madinah) datang menemui Nabi SAW dengan amat sedih?” Dia menjawab,”Ada sesuatu yang kupikirkan. Kami melihat wajahmu dan duduk bersamamu setiap pagi dan petang, tetapi di hari kiamat esok, engkau akan bersama para Nabi sehingga kami tidak akan lagi bersamamu”. Mendegar keluhan itu, Nabi terdiam. Tak lama kemudian, malaikat Jibril datang membawa kedua ayat itu diatas, maka Nabi mengutus seorang menyampaikan kepada sahabatnya yang sedih itu bahwa Allah telah menurunkan ayat yang menyatakan “Dan barang siapa yang mentaati Allah” yakni mengikuti perintahNya, menjauhi laranganNya, merasakan kebesaran dan keagunganNya secara kesinambungan, dan taat juga kepada Rasul, yakni menghormati dan melaksanakan perintah-perintahnya, maka mereka yang keadaannya seperti itu “akan bersama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah”, nikmat yang tidak sedikit dapat dilukiskan dengan kata-kata,”yaitu dengan nabi-nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah yang sungguh jauh dan tinggi kedudukannnya, merupakan “teman yang sebaik-baiknya” karena memiliki sifat lemah lembut dan penuh kasih.”
    Begitulah, meskipun kita bukanlah Nabi dan bisa jadi kita juga bukan orang-orang shiddiqin, sholihin maupun syuhada, tetapi kalau kita bersama dengan mereka, tentulah ini kan menjadikan kenikmatan yang sangat tinggi bagi kita,’Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”.

    Jadi dari Asabaabun Nuzuul ayat tsb tidak ada satupun yang menjelaskan hanya dengan taat bisa menjadi nabi.

    coba kata ma\’a pada ayat dibawah ini, anda artikan dengan kata \”termasuk\”
    QS.2:194,\”Allah beserta/ma\’a orang-orang yang bertakwa\”
    QS 2:249,\”Dan Allah bersama/ma\’a orang-orang yang sabar.\”

    Quote deden:
    Seorang manusia yang mengaku nabi hanya punya dua kemungkinan: dusta dan benar. Bila pengakuannya dusta maka tak ada yang perlu kita khawatirkan karena Allah telah menjamin tidak akan pernah memberi kesuksesan kepada nabi semacam ini bahkan Allah SWT berjanji “akan memutuskan urat leher”nya as soon as possable.

    jawab:
    Urusan dusta dan kesukesan tidak ada kaitannya dengan kebenaran sama halnya seperti agama kristen yang telah melakukan pendustaan dan kita lihat sekarang begitu sukses bukan berarti mereka adalah agama yang benar den. Banyak cara mengukur kedustaan seseorang den salah satunya menggunakan Al-Qur\’an dan menyelidiki kebenaran wahyu yang diterima orang tersebut.
    Apa anda pernah mendengar orang-orang yang mengaku sebagai nabi Allah memutuskan lehernya? ataukah hanya kiasan saja den?
    Buka saja buku-buku ahmadiyah bahwa Ahmadiyah mengukur kenabian seseorang salah satunya kenabiannya tidak bisa berlangsung lama? Kenabiannya hrs sampai 23 tahun. cari buku \”kami orang Islam\”

    komen deden:
    ibrahim:Kalau itu bukan fitnah kenapa tidak ada yg berani menandatanganinya?

    deden:AH bisa mengklaim apa saja, yang jelas Ahmadiyah hanya meladeninya selama cara2 yang ia tempuh sesuai ketetapan Islam.

    ibrahim:Cukup menggelikan jawaban anda. Anda mengatakan \”masanya terserah Allah\” tetapi anda mengatakan lagi \”nabi itu ada masanya\”.

    deden:menggelikan ya..? opo iya? opo bukan komennya yang….😀

    ibrahim:Dalam ayat tersebut tidak ada hubungannya dengan turunnya nabi den

    deden: betul, tapi hubungannya adalah dengan fakta bahwa kenabian itu tidak tertutup.

    ibrahim:
    coba kata ma\’a pada ayat dibawah ini, anda artikan dengan kata \”termasuk\”
    QS.2:194,\”Allah beserta/ma\’a orang-orang yang bertakwa\”
    QS 2:249,\”Dan Allah bersama/ma\’a orang-orang yang sabar.\”

    deden:
    bandingkan pula dengan ayat-ayat ini
    وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَار (Al-Imron 194)dan wafatkanlah kami beserta orang2 yang abror, apakah beserta disini ini hanya minta mati bareng2 dengan orang abror tanpa menjadi abror?
    قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلاَّ تَكُونَ (al-Hijr 33) wahai iblis kenapa engkau tidak mau beserta orang-orang yang sujud? bukankah teguran Allah kepada iblis ini karena memang iblis tidak mau menjadi bagian dari orang2 yang bersujud?

    ibrahim:Urusan dusta dan kesukesan tidak ada kaitannya dengan kebenaran sama halnya seperti agama kristen yang telah melakukan pendustaan dan kita lihat sekarang begitu sukses bukan berarti mereka adalah agama yang benar den.

    deden:yang sedang kita bicarakan adalah mengenai perbedaan antara nabi palsu dan nabi yang datang dari Allah. Bila umat kristen sekarang telah melantur jauh dari ajaran Isa yang sebenarnya itu bukan berarti nabi Isanya pendusta, kan?

    ibrahim:Apa anda pernah mendengar orang-orang yang mengaku sebagai nabi Allah memutuskan lehernya? ataukah hanya kiasan saja den?

    deden: ‘memutuskan urat lehernya’ berarti seorang nabi palsu tidak akan diberi umur panjang. Dan kiasannya adalah sesuai janji Allah SWT ajaran nabi semacam itu sama sekali tidak akan berkembang.

  33. 33 ibrahimovic May 18, 2008 at 3:29 am

    Quote:
    Jawab:
    Lha Akang sendiri pernah kenal langsung atau cuman cerita doang? Jujur lho Kang!
    deden:
    saat AH masih ahmadiyah akang masih cilik dan tahu AH. akang masih dapat mengingat bagaimana AH yang semenjak mengawali karirnya sebagai mubaligh Ahmadiyah jabatannya makin lama makin turun karena pelanggaran2 yang ia lakukan, dan ujung2nya dia diberhentikan dengan tidak hormat dari jabatannya karena melakukan pelanggaran a susila.

    jawab:
    biar saja nabi lama dia memfitnah Ahmad Hariadi. Setiap memfitnah seseorang pasti ada balasannya.

    deden:
    memfitnah AH atau AH memfitnah?? :mrgreen:
    Tentu saja yg memfitnah dan yang difitnah dua2nya akan mendapat balasan, balasan buruk dan balasan baik bukan?
    selama AH diluar Ahmadiyah dan mencari penghidupan dalam upaya2 penghentian gerak langkah Ahmadiyah adakah ia merasa bahagia karena alih2 ia berhasil membuat pengikut Ahmadiyah menghilang sesuai harapannya, malah ia melihat justru semakin berlipat-lipat? Kalau diawal karir ia sebagai penentang Ahmadiyah adalah hal yang impossable pendakwah Ahmadiyah bisa dikirim ke Arab saudi misalnya, tapi saat ini tidak sedikit orang Arab yang bergabung kedalam Ahmadiyah karena mereka dapat mendengarkan dakwah2 Ahmadiyah dari rumah masing2 melalui siaran2 TV Ahmadiyah dalam bahasa Arab.
    Tak ada satu daerahpun dimuka bumi yang saat ini tidak bisa mendengarkan dakwah2 Ahmadiyah melalui siaran Muslim Television Ahmadiyya yang disiarkan 24 jam dalam sehari, nostop.
    Dan AH kian hari akan semakin kecewa karena upayanya sama sekali tidak membuahkan hasil.
    Bukankah ini suatu balasan seperti yang anda maksud?

  34. 34 none May 19, 2008 at 9:55 am

    “Thus, the coming person was named Mahdi, and there is this hint in it that that coming person will get religious knowledge from God, and will not be a student of any teacher in Quran and Hadith. Thus I say it on OATH that this state is my state. No one can prove that I have studied even a chapter of Quran or Hadith or Tafseer from any human or have been a student of any Mufassir (Commentator of Quran) or Muhaddith (Expert of Hadith). Thus this the Mahdi-hood which I have attained on the pattern of Muhammadi prophethood.” (Ayam-us-Sulh, Roohani Khazain vol.14 p.394)

    But on the other hand, he said:
    “In childhood, my education was done in this manner that when I was 6,7 years old, a persian-speaking teacher was appointed for me who taught me Holy Quran and some persian books and the name of this teacher was Fazal Ilahi. And when my age was about 10 years, then an Arabic teacher was appointed for my education whose name was Fazal Ahmad … when I reached 17 or 18 years of age, I had the opportunity of recieving education from another Molvi Sahib, his name was Gul Ali Shah.” (Kitab ul Bariyah, Roohani Khazain vol.13 p.180-181)
    ——————
    Kok Bisa gitu yah… Menelan ludah sendiri

    deden:
    Bandingkan dengan ini:
    Misal anda telah berhasil menciptakan sebuah program baru dalam dunia komputer yang belum pernah orang ciptakan sebelumnya.
    Lalu bila anda mengatakan “ program ini telah saya ciptakan dan merupakan hasil rekayasa sendiri tanpa bantuan orang lain”

    Sementara sebelum itu anda pernah mengatakan kepada orang-orang bahwa back ground pendidikan anda IT

    lalu, bisakah anda dikatakan sebagai telah menelan ludah sendiri?

  35. 35 alif May 21, 2008 at 1:52 am

    None tidak mengerti maksud perkataan HMGA..
    harap dibedakan antara tafsir dan bahasa dalam qur’an..
    HMGA memang tidak pernah diajarkan oleh siapapun mengenai tafsir Qur’an dan hadist karena beliau diajarkan langsung oleh Allah melalui wahyu,sehingga beliau mengatakan bahwa beliau tidak mempunyai seorang gurupun atau mufassir dalam menafsirkan qur’an dan hadist.
    AKAN TETAPI mengenai pelajaran Bahasa PERSIA dan ARAB beliau memang mempunyai guru..

  36. 36 none May 22, 2008 at 3:48 am

    To kang Deden : ;> perbandingan anda kayaknya nggak nyambung deh, jawabannya lebih baik kang alif dibanding anda…

    To kang alif :
    Memangnya kalau kita ngaji/iqro bukan disebut belajar alquran atau belajar agama? apakah belajar iqro bukan termasuk “religious knowledge”?

  37. 37 alif May 22, 2008 at 9:13 am

    Apakah dengan hanya mempelajari bahasa Arab atau Persia maka anda bisa disebut sedang belajar agama?
    Apakah dengan belajar Iqro saja anda sudah dapat mengetahui semua rahasia-rahasia yang terkandung dalam qur’an (tafsir)?

  38. 38 none May 23, 2008 at 2:34 am

    belajar tafsir adalah “religious knowledge”. Belajar iqro termasuk “religious knowledge” apa bukan?

    deden:
    weleh weleh kenapa ini si akang no 1 jadi lieur begini? masa iya sih kang belajar baca tulis (mentang2 huruf arab) disebut “religious knowledge”:mrgreen:

  39. 39 none May 24, 2008 at 3:46 am

    Ya sudah gak apa2 sih kalo menurut para mirzaiyah belajar baca Al-quran dan tajwidnya bukan termasuk “religious knowledge” Berarti guru2 TPA bukan termasuk guru agama kali yah… atau belajar baca Al-Quran hukumnya hanya sunnah atau fardu kifayah saja sehingga sama dengan pelajaran biasa ya kang…

    deden:
    kumaha akang wae lah…😀

  40. 40 ibrahimovicc May 24, 2008 at 11:51 am

    Quote deden:
    AH bisa mengklaim apa saja, yang jelas Ahmadiyah hanya meladeninya selama cara2 yang ia tempuh sesuai ketetapan Islam.

    jawab:
    Apakah memfitnah sesuai ketetapan Islam den?

    deden:
    kalo merasa difitnah, lalu dulu dipecat dari mubaligh Ahmadiyah itu lantaran apa ya?😀

    Quote deden:
    menggelikan ya..? opo iya? opo bukan komennya yang….

    jawab:
    Cuma sebegitu saja jawaban anda den. Apa karena anda tidak menemukan kata fi’il mudhari pada ayat tsb sehingga mengalihkan jawaban yang nggak ada hubungannya.

    Quote deden:
    betul, tapi hubungannya adalah dengan fakta bahwa kenabian itu tidak tertutup.

    jawab:
    Pada kalimat mana kenabian tidak tertutup tolong sebutkan saja. (nanti anda jawab saja beberapa pertanyaan yang saya tanyakan kepada anda diakhir jawaban saya). Terbukti tidak kenabian tidak tertutup. Apa sudah terjawab semua jawaban saya den sampai anda mengatakan dlm QS.4.69 adalah bukti kenabian tidak tertutup.

    Quote deden:
    bandingkan pula dengan ayat-ayat ini
    وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَار (Al-Imron 194)dan wafatkanlah kami beserta orang2 yang abror, apakah beserta disini ini hanya minta mati bareng2 dengan orang abror tanpa menjadi abror?
    قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلاَّ تَكُونَ (al-Hijr 33) wahai iblis kenapa engkau tidak mau beserta orang-orang yang sujud? bukankah teguran Allah kepada iblis ini karena memang iblis tidak mau menjadi bagian dari orang2 yang bersujud?

    jawab:
    Deden, kelihatan begitu tersudut thd jawabannya saya. Sampai-sampai jawaban saya tidak terbantahkan olehnya. Baik itu berupa Al-Qur’an, Asbaabun Nuzuul dan jawaban lainnya. Karena kebingungannya dia mengutip ayat yang justru mematahkan jawabannya sendiri. Bahkan dirinya tidak tahu ayat yg dikutipnya didalam tafsir resmi ahmadiyah kata ma’a diartikan dengan bersama-sama (Al-Hijr 33).
    Berhubung anda tidak menjawab pertanyaan saya nanti apa yang saya jawab akan saya tanyakan lagi kepada anda.
    Sekarang akan saya jawab ayat-ayat anda kutip tsb.
    Dalam Surat Ali ‘Imran 193 memang artinya “….wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti”.
    Apa ada dalam kalimat tersebut meminta menjadi orang-orang yang berbakti den?
    Mari kita coba uji pernyataan anda tsb. Coba kita masukkan kata “Ma’a” dalam ayat tersebut pengertiannya dengan kata “termasuk”
    “….wafatkanlah kami termasuk orang-orang yang banyak berbakti”.
    Coba anda pikir dengan akal anda, apakah ada artinya kalimat tsb meminta menjadi orang yang berbakti?
    Justru jika anda mengartikan kalimatnya seperti itu berarti mengklaim diri sendiri sebagai orang-orang yang berbakti padahal Allah sendiri tidak pernah mengatakan dia adalah orang yang berbakti. Sama saja orang ini adalah orang bersikap yang sombong.
    Kalau menurut anda meminta menjadi orang yang berbakti, seharusnya dalam kalimat tersebut harus ada “kata tugas” yaitu AGAR. Jadi kalimatnya semestinya seperti ini : “”….wafatkanlah kami agar termasuk orang-orang yang banyak berbakti”.
    Tapi fakta yang tertulis dalam ayat tersebut tidak ada satupun tertulis kata tugas “AGAR”. Tidak usahlah kita mendustakan ayat-ayat Allah den meskipun hanya sedikit saja. Adzab yg kita terima sangatlah pedih jika mendustakan ayat-ayat Allah.

    Untuk Surat Al-Hijr anda lihat tafsir resmi ahmadiyah ini
    Tafsir anda saja arti ma’a dalam Al-Hijr 32 tsb adalah bersama-sama

    deden:

    ibrahimovic:
    Sekarang akan saya jawab ayat-ayat anda kutip tsb.
    Dalam Surat Ali ‘Imran 193 memang artinya “….wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti”.
    Apa ada dalam kalimat tersebut meminta menjadi orang-orang yang berbakti den?

    deden:
    ok kalau memang anda hanya mau wafat bersama-sama dengan orang yang berbakti( wafatnya doang yang bareng2), tanpa anda menjadi manusia berbakti, ya monggo. Aku sih ogah😀

    btw, ternyata susah juga berdiskusi dgn orang yang IQ-nya terlalu tinggi, ya…😀

  41. 41 none May 26, 2008 at 3:41 am

    Ternyata memang benar semua aqidah ahlul bid’ah dibangun diatas pondasi dalil yang lemah dan persangkaan belaka dan mudah sekali dipatahkan bagi orang-orang yang mendalam ilmunya, dan salah satunya adalah aliran mirzaiyah ini. Para pembaca dapat menilainya sendiri kok. Kamipun masih memiliki bukti2 tentang keanehan2/penyimpangan aliran kalian ini yang mungkin disembunyikan oleh pihak mirzaiyah ini.

    Kalau anda masih mau tersesat ya monggo… aku sih ogah

    deden:
    tentu saja pembaca yang memang datang untuk mencari kebenaran akan menemukan kebenaran itu dengan sendirinya, tak masalah bilapun anda yang merasa memiliki ilmu setinggi gunung merasa telah dapat mematahkan semua dalil2.. toh dimasa awalpun yang berbaiat ditangan Rasulullah saw bukanlah kaum agamawan yang merasa ilmunya hebat2 seperti anda, melainkan para budak yang tidak memiliki kehebatan apa2, tapi punya kepekaan nurani….😀
    Kalau kami tersesat versi mui, tapi tidak versi Allah ya mau dong…😀

  42. 42 none May 26, 2008 at 9:16 am

    Aqidah Ahlus Sunnah bersumber dari sumber fitrah yang suci dan akal yang sehat serta pedoman yang lurus karena berdiri di atas prinsip ittiba’ (mengikuti), iqtidha’ (meneladani) dan berpedoman kepada petunjuk Allah, bimbingan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ‘aqidah generasi terdahulu (Salaful Ummah).

    Aqidah Ahlus Sunnah mempunyai ciri khas yaitu gamblang dan jelas, bebas dari kontradiksi dan ketidakjelasan, jauh dari filsafat dan kerumitan kata dan maknanya, karena ‘aqidah Ahlus Sunnah bersumber dari firman Allah yang sangat jelas. Sedangkan ‘aqidah dan keyakinan yang lainnya berasal dari ramuan yang dibuat oleh manusia atau ta’wil dan tahrif mereka terhadap teks-teks syar’i.

    Kita buktikan saja kepekaan nuraninya para mirzaiyah ini selanjutnya…

    deden:
    kok gak menyebut ahlus sunnah wal jamaah, menghindar ditanya “imam”nya mana, yaa? 😀
    btw numpang tanya, kalau bakar mesjid, merusak properti orang itu sunah yang sebelah mana, yaa?😀

  43. 43 "ibrahimovics May 26, 2008 at 9:48 pm

    Quote Deden:
    kalo merasa difitnah, lalu dulu dipecat dari mubaligh Ahmadiyah
    itu lantaran apa ya?
    jawab:
    Silahkan ente tanya sama AH. Khan sudah dikasih no Telpnya.
    Sekalian cari bukunya AH “Mengapa saya keluar dari Ahmadiyah”,
    jawabannya ada disana.

    Quote Deden:
    ok kalau memang anda hanya mau wafat bersama-sama dengan orang
    yang berbakti( wafatnya doang yang bareng2), tanpa anda menjadi
    manusia berbakti, ya monggo. Aku sih ogah
    jawab:
    Dalam ayat tsb itu hanya permintaan den. Kalau Allah tidak
    mengabulkan itu urusan Allah.

    Quote deden:
    yang sedang kita bicarakan adalah mengenai perbedaan antara nabi
    palsu dan nabi yang datang dari Allah. Bila umat kristen sekarang
    telah melantur jauh dari ajaran Isa yang sebenarnya itu bukan
    berarti nabi Isanya pendusta, kan?
    jawab:
    Apa ada dalam Al-Qur’an Allah mengatakan Nabi palsu tidak akan
    suses den. Tunjukkan buktinya dong

    Quote Deden:
    ˜memutuskan urat lehernya” berarti seorang nabi palsu tidak
    akan diberi umur panjang. Dan kiasannya adalah sesuai janji Allah
    SWT ajaran nabi semacam itu sama sekali tidak akan berkembang.
    jawab:
    saya setuju pendapat anda bahwa maksudnya kenabiannya tidak
    berumur panjang. Sekarang coba anda baca apa yang telah ditulis
    shadow.
    “http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=74&st=0
    Posted: Nov 11 2007, 04:56 PM”

    Setelah menjawab seluruh pertanyaan anda sekarang saya ada
    pertanyaan untuk anda berhubung apa yang saya jawab ada yang anda
    tidak anda jawab, maka dari itu ada diantaranya yang saya tanyakan
    kembali.Saya ulangi pertanyaan kepada anda den.
    1. Kenapa para sahabat tidak menjadi nabi sedangkan mereka adalah
    orang yang taat? kalau anda mengatakan ada masanya, coba tunjukkan
    kalimatnya? berarti ada fi’il mudhari den.
    2. Coba anda sebutkan Asbaabun Nuzuulnya Surat An-Nisa 69 tersebut
    sehingga anda mengartikan kata ma’a dalam QS.4:69 tsb dengan kata
    “termasuk”
    3. Dalam ayat tersebut disebutkan “..
    4. Dalam tata bahasa arab kata “termasuk” itu disebut apa? dan
    “bersama disebut apa?
    5. Ada sebuah hadits “Seorang yang jujur dan terpercaya akan
    bersama para nabi, orang-orang shiddiq dan para
    syuhada”(HR.Tirmidzi, Ad-Darimi, Ad-Daruquthni dan At-Tibrizi).
    Pertanyaannya, apakah arti hadits ini pedagang yang jujur dan
    terpercaya menjadi nabi? Berapa banyak orang dari kalangan para
    pedagang yang telah menjadi nabi dengan cara jujur dan amanah?
    Silahkan anda jawab 5 pertanyaan saya tsb den.

    NB: Terima buat Shadow atas penjelasan tata bahasa arabnya ttg
    Ma’a dan Fotocopy Tafsir resmi AhmadiyahQuote deden:
    kok kang ibrahim ini berharap banget sih disebut kafir oleh orang
    Ahmadiyah? jawab:
    Saya mau dituduh kafirpun tidak jadi masalah bagi saya den. Saya
    cuek saja karena yang menuduh juga manusia bukan Allah maupun
    Rasulullah SAW.
    Anda berusaha memalingkan masalah tidak tahu kemana arahnya.
    Berusaha memalingkan bukti berupa perkataan Ghulam Ahmad dan
    perkataan JAI. Anda tidak siap untuk menerima kenyataan pahit tsb,
    Anda mengatakan Ahmadiyah tidak pernah mencap kafir non ahmadi
    namun faktanya justru sebaliknya. Jadi itu bukan rekayasa non
    ahmadi. Buku Ahmadiyah sendirilah yg akhirnya mematahkan perkataan
    anda tsb.
    Quote deden:
    bukankah ngga perlu susah2 kalo emang pingin begitu mah, cukup
    mengikuti pesan Rasulullah saw saja bahwa “cukup dengan memanggil
    saudaramu yang mengucapkan dua kalimah syahadat sebagai kafir,
    karena kekafiran itu akan berbalik padamu” simple kan? dan
    bukannya itu sudah dilakukan? hehe
    jawab:Mengucapkan hal tsb pake diperintah segala. Lucu anda ini.
    Anda ternyata tidak memahami makna dari hadits tsb? anda
    mengutipnya sepotong-sepotong.
    Sekarang saya tanya kepada anda, apakah orang yang mengafirkan
    seseorang pasti kekafiran itu kembali kepadanya?
    Anda baca baik hadits-haditsnya sbb:
    “Seseorang apabila mengkafirkan saudaranya, maka kembalilah
    kekufuran itu kepada SALAH SEORANG DARIPADA KEDUANYA”.(HR.Muslim)
    “Siapa yang berkata kepada saudaranya: “Hai kafir”, maka
    kembalilah kekufuran itu kepada SALAH SEORANG DARIPADA KEDUANYA.
    Kalau memang saudaranya itu sebagaimana ia kata (benarlah ia),
    tetapi kalau tidak, niscaya kembalilah itu kepadanya (sendiri)”
    (HR.Muslim)
    Dari hadits tsb, adakah Rasulullah mengatakan yang bahwa kekafiran
    itu langsung kembali kepada yang mengafirkan? adakah rasulullah
    mengatakan tsb den?
    Justru Rasulullah mengatakan apabila tuduhan kafir itu benar maka
    benarlah dia. Itu artinya kekafiran tidak akan kembali padanya.
    Apabila tuduhan kafir itu tidak terbukti baru kalimat kafir itu
    berbalik kepada orang berkata kafir tsb den. Memahami hadits saja
    anda tidak mampu bagaimana anda menafsirkan Al-Qur’an den.
    Quote deden:
    mengenai orang Ahmadiyah tidak mau solat diimami oleh sesama
    Muslim yang bukan Ahmadiyah, bila penjelasan saya yang tidak
    jelas, bila sabda pendiri Ahmadiyah juga masih kurang jelas
    mungkin saya akan menyampaikan ˜jurus pamungkas” sabda dari
    Rasulullah saw yang menjadi acuan terhadap hal tersebut.
    Demikian bunyinya:
    Kaifa antum idzā nazala Isabnu Maryam fÄkum wa imāmukum minkum”
    Bagaimana sikap kalian apabila Isa ibn Maryam turun pada kalian
    sedang ia menjadi imam kalian dan berasal dari kalian
    Isa ibn Maryam disitu dalam pemahaman kami adalah Isa ibn Maryam
    nya Muhammad saw bukan Isa ibn Maryam nya Musa as, dan itu adalah
    pendiri jemaah kami.
    Wallahualam.
    jawab:
    Berarti menurut pemahaman kamu pula Isa yg turun adalah Ghulam
    Ahmad, begitu khan maksudmu den. Maka dari itu pula Ahmadiyah
    melarang shalat dibelakang non ahmadi.
    Kalau begitu kalau ada orang yang tidak mengakui Ghulam Ahmad
    sebagai nabi, bagaimana hukumnya kafir ataukah tidak den?
    Simple khan jawaban saya menhadapi jawaban pamungkas anda. Saya
    yakin anda pasti akan berkelit lagi. Jadi silahkan anda jawab
    pertanyaan saya tersebut.

    @den
    quote;
    ok kalau memang anda hanya mau wafat bersama-sama dengan orang
    yang berbakti( wafatnya doang yang bareng2), tanpa anda menjadi
    manusia berbakti, ya monggo. Aku sih ogah
    jawab:
    Dalam ayat tsb itu hanya permintaan den. Kalau Allah tidak
    mengabulkan itu urusan Allah.

    jawab:
    betapa “biadab”nya Allah dimata anda, kita disuruh berdo’a tapi tidak akan pernah dikabulkan!

    quote:
    Kalau begitu kalau ada orang yang tidak mengakui Ghulam Ahmad
    sebagai nabi, bagaimana hukumnya kafir ataukah tidak den?
    Simple khan jawaban saya menhadapi jawaban pamungkas anda. Saya
    yakin anda pasti akan berkelit lagi. Jadi silahkan anda jawab
    pertanyaan saya tersebut.

    Jawab:
    Tentu saja ia kafir dari kenabian beliau. sebagaimana halnya orang yang tidak melaksanakan shalat juga dikatakan Rasulullah SAW sebagai kafir, tentulah kedua hal tersebut tidak membuat yang bersangkutan kafir dari Islam secara keseluruhan..
    satu hal yang mesti diingat bahwa faham Ahmadiyah tentang kenabian beliau, bukanlah kenabian yang di fahamkan sebagian orang bahwa nabi itu harus selalu membawa ajaran baru. Kenabian beliau hanyalah kenabian yang sifatnya bayangan saja.Tugas dan fungsi beliau hanyalah mengembalikan Islam kebentuknya semula seperti yang dibawa dan diajarkan Rasulullah SAW.
    begitu kang! 😀

  44. 44 none May 28, 2008 at 3:20 am

    Silahkan anda melanjutkan diskusi terlebih dahulu dengan kang ibrahimovic agar lebih fokus. Kalau tidak kang ibrahimovic bikin kesimpulan saja hasil diskusi dengan kang deden ini agar orang lebih mudah membacanya

    deden:
    ibrahimovic=none atau none=ibrahimovic? hehe 😀

  45. 45 Nabi Lama June 28, 2008 at 11:56 pm

    Quote:
    Tugas dan fungsi beliau hanyalah mengembalikan Islam kebentuknya semula seperti yang dibawa dan diajarkan Rasulullah SAW.
    begitu kang!
    Jawab:
    Yang mana Kang? Bentuk semula seperti apa Kang? Mengembalikan arti khataman nabiyin? Kalo khataman nabiyyin yang Ahmadiyah percaya sama dengan yang dulu, maka nabi2 baru tidak dibasmi dong ama para Khalifah?

    @den:
    kalo gak salah saya pernah menjawab pertanyaan yang kurang lebih sama dengan ini untuk Cabe Rawit, silahkan lihat di posting saya :tanggapan untuk kang cabe rawit

  46. 46 Soegana Gandakoesoema January 25, 2013 at 6:03 am

    Mengenai Ahmadiyah, miliki, baca Buku Panduan
    “Bhinneka Catur Sila Tunggal Ika’
    Bonus
    “Skema Tunggal Ilmu Laduni Tempat Acuan Ayat Kitab Suci RTentang Kesatuan Agama”
    Penulis Soegana Gandakoesoema
    Tersedia di
    Perumahan Puri BSI Permai Blok A3
    Keluarah Rangakapan Jaya
    Kecamatan Pancoran Mas
    Depok 16435
    Telp./Fax. 02177884755
    HP. 085881409050


  1. 1 Sebuah Kisah: Menyikapi Perbedaan dalam Keyakinan | A Traveler's Notes Trackback on February 17, 2011 at 5:10 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 216,092 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: