Akhir dari Seorang Benazir

Pemimpin Oposisi dari Pakistan People Party, Benazir Bhutto tanggal 27 Desember kemarin tewas setelah tertembak di leher dan dadanya. Pihak kepolisian Pakistan menyatakan Benazir baru saja meninggalkan area kampanye sejauh 50 meter dengan mobilnya ketika tertembak. Pelakunya kemudian meledakkan diri dengan bom. Sebelumnya, Bhutto berkampanye di Rawalpindi, Pakistan, di depan ribuan pendukungnya.

Benazir Bhutto memang menjadi target bom bunuh diri dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya pada 18 Oktober silam, ledakan bom juga mengguncang parade kepulangan Bhutto ke Karachi. Ini setelah dia diasingkan selama delapan tahun. Insiden itu menewaskan lebih dari 140 warga.

Wasif Ali Khan, anggota Pakistan People`s Party mengatakan Benazir Bhutto meninggal di Rumah Sakit Umum Rawalpindi, Kamis (27/12) pukul 18.16 waktu setempat. Adapun massa pendukung Bhutto yang marah berkumpul di depan rumah sakit. Mereka melampiaskan kemarahan dengan memecahkan pintu kaca unit gawat darurat rumah sakit tersebut. Sejumlah pendukung setia lainnya menangis sambil meneriakkan slogan-slogan mengecam Presiden Pervez Musharraf.
Tak lama kemudian, Nawaz Sharif, pemimpin oposisi Pakistan selain Bhutto, tiba di RS Rawalpindi. Di depan pendukung Bhutto, dia berjanji akan melanjutkan perjuangan wanita mantan Perdana Menteri Pakistan itu.

Benazir Bhutto meninggalkan tiga anak, yakni Bilawal, Bakhtwar, dan Aseefa. Mereka adalah buah pernikahannya dengan Asif Ali Zardari.

Ayah Benazir yaitu almarhum Zulfikar Ali Bhuto adalah juga mantan Perdana Menteri Pakistan sebelum Ziaul Haq dan tewas ditiang gantungan pada masa Ziaul Haq berkuasa dengan tuduhan melakukan kejahatan terhadap lawan politiknya.

Sedikit menyinggung mengenai ZulfikarAli Bhuto, beliau adalah orang yang telah berhasil di-provokasi pihak2 yang tidak menyukai keberadaan Ahmadiyah di Pakistan dengan meng-amandemen undang-undang negara tersebut, dimana didalam undang-undang barunya Ahmadiyah dinyatakan sebagai golongan minoritas non Muslim. Zulfikar juga menyatakan bahwa apa yang orang selama ini tidak berhasil yaitu untuk membungkam Ahmadiyah, kini dirinya telah berhasil mendentangkan lonceng kematian bagi Ahmadiyah!

(mengenai hal ini insya Allah saya akan menulisnya dalam topik lain, insya Allah)

–dari berbagai sumber–

0 Responses to “Akhir dari Seorang Benazir”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 241,992 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: