Demo yuuk…

demo neh???Semenjak runtuhnya rezim orde baru hal yang paling menonjol dan mengalami kemajuan yang sangat signifikan di republik ini adalah demo. Demo buruh, demo pilkada, demo mahasiswa, demo menolak penggusuran, demo kelangkaan bbm, demo ini, demo itu pokoknya segala jenis demo ada deh.

Demo sendiri memang sesuatu yang wajar-wajar saja dan bisa dibilang sehat. Tapi entah sedang kejangkitan penyakit apa dengan bangsa ini yang dulu dikenal sebagai bangsa yang berbudaya, ramah, santun, tepo seliro dan penyabar kini kok berubah jadi bangsa yang beringas, pemarah dan merasa benar sendiri! Paling tidak itu yang tergambar dari aksi-aksi demo yang hampir selalu berakhir dengan kericuhan, kekerasan dan pengrusakan. Ataukah jangan-jangan memang sebenarnya seperti itulah watak asli bangsa kita, dan dulu karena diera orde baru yang refresif menjadikan yang muncul kepermukaan adalah semu semata?

Apabila kita memperhatikan suatu demo, saya fikir tentulah Anda sependapat dengan saya dalam hal bahwa saat ini kita tidak lagi bisa membedakan apakah yang demo itu preman pasar yang tidak mengerti apa-apa selain bahasa otot, ataukah kaum intelek bahkan agamawan, sikapnya sama saja! Seperti kemarin sore saya ter “kagum-kagum” menyaksikan tayangan berita yang memberitakan bermacam-macam kegiatan demo dari demo mahasiswa sampai demo anggota partai, dimana demo mahasiswa berakhir dengan pengrusakan kampusnya sendiri oleh kaum intelek yang namanya mahasiswa demikian pula demo anggota partai itupun berakhir dengan pengrusakan kantor partainya sendiri. Dan dalam posting saya sebelum ini (Ini Jihad, Bung!) terbukti kaum agamawan pun bahkan dengan bangganya merusak rumah ibadat!

Weleh-weleh ono opo toh iki???

2 Responses to “Demo yuuk…”


  1. 1 Cabe Rawit February 1, 2008 at 3:35 am

    Yah… demo sekarang sudah kaya komoditas ekonomi. Yang ikutan demo banyak yang gak ngerti apa-apa, yang penting selembar duit 20.000 perak.

  2. 2 marie February 1, 2008 at 3:55 am

    Kg Aden, email saya udah ganti yeh..
    Kalau menurut saya mah, sudah terlalu lama bangsa Indonesia tertekan banget, begitu negara sudah kearah demokrasi, langsung pada blingsatan pengen “BICARA”, tapi sayang cara BICARA nya teriak2 dan merusak. Saya setuju pendapat Cabe Rawit, semua demo2 hanya karena selembar duit. Terus negara kita jadinya mau kemana? – Pertanyaan kita justru apakah begitu parah kemarahan yg gak jelas itu? Atau karena kelaparan sampai mau menerima duit utk ikut2an demo. Dulu kita mengenal musyawarah & mufakat. Sekarang kemana yah si musyawarah & si mufakat itu?


    @den

    nah itu dia, mereka rupanya telah raib ditelan selembar duit, bahkan hanya dengan sebungkus rokokpun orang mau kok diajak demo tanpa perlu mengerti dulu apa motif dan tujuannya!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 258,667 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: