Bahasa Tubuh

Anda tentu sering mendengar mengenai bahasa tubuh dan bahkan menggunakannya. Bahasa tubuh memang sangat membantu bahkan sangat efektif bila digunakan dalam sebuah komunikasi dimana orang yang sedang berkomunikasi dengan kita itu tidak mengerti bahasa yang kita gunakan.

Ada pepatah mengatakan bahwa; lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Demikian pula halnya dengan bahasa tubuh ini ternyata dari daerah ke daerah atau bahkan negara ke negara tidak sepenuhnya sama, dalam artian bahwa suatu bahasa tubuh yang sama itu bisa bermakna lain dan berbeda maknanya dilain tempat.
Sebagai contoh beberapa diantaranya saya sampaikan disini.

Untuk mengatakan “ya” atau menyetujui sesuatu hal biasanya kita akan menganggukan kepala dan bahasa tubuh ini hampir umum berlaku dimuka bumi tapi ternyata bila hal serupa dilakukan oleh seseorang di Yunani justru anggukan kepalanya itu bermakna sebaliknya yaitu ”tidak!”

Sementara untuk menunjukkan tidak setuju yang berlaku umum adalah dengan menggelengkan kepala tapi awas bila anda menjadi ”guide” seorang berkebangsaan Pakistan, India dan Bangladesh bila anda menanyakan sesuatu padanya, misalnya anda mengajaknya makan dan mereka menggelengkan kepala jangan diartikan kalau dia tidak mau justru sebaliknya, karena bagi mereka gelengan kepala itu adalah untuk menunjukkan ”ya” atau ”setuju” atau ”ok”.

Lain lagi, bila kemudian anda berada di Itali dan seseorang tiba-tiba menjentikkan dagunya didepan anda itu artinya anda disuruh pergi dari nya “go a way!” tapi bila sedang berjalan-jalan di Brazil dan anda menanyakan sesuatu kepada orang sana dan orang itupun menjentikkan dagunya maka itu artinya lain lagi yaitu “ saya tidak tahu!”

Balik lagi ke Indonesia, bila dalam pembicaraan kita ingin memberi penekanan pada kata ”saya!” atau ”saya?” maka biasanya kita sambil menunjukkan telunjuk kita ke arah dada, tapi orang Jepang dan juga China untuk hal serupa mereka tidak menunjuk dada tapi hidung! Ya mereka menunjuk hidung (hidungnya sendiri tentunya…)

Untuk menunjukan bahwa segala sesuatunya berjalan dengan baik, ok atau jempolan umumnya orang dimanapun menunjukkannya dengan mengepalkan tangan dan ibu jari ke atas, sebaliknya bila ibu jari kebawah itu untuk menunjukkan hal yang sebaliknya, tapi jangan salah bila seseorang di Nigeria memberikan tanda jempolan kepada anda justru maksud mereka adalah bahwa anda tidak ok.

Nah kalau kita mengernyitkan alis biasanya itu merupakan respon tubuh untuk menunjukkan sikap kita akan sesuatu hal yang tidakbisa  kita terima atau membuat kita berfikir lebih serius, tapi bila anda sedang berada di Tonga dan lawan bicara andapun mengernyitkan alisnya janganlah hal itu membuat khawatir karena orang itu bukan sedang memikirkan apa yang anda katakan tapi justru ia sedang mengatakan ”ya” kepada anda. Lain lagi tapi bila kemudian anda berjalan-jalan ke Peru dan orang yang menyertai anda menyernyitkan alis itu artinya bukan salah satu dari dua hal tadi melainkan ia sedang menyoal tentang “uang”.

0 Responses to “Bahasa Tubuh”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 215,909 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: