Berebut Kavling Sorga!

KeSorgaYukPada tanggal 10 Februari 2008 sekelompok masa dari FUI, FPI dan Hizbut Tahrir didepan balai kota Bogor telah melakukan aksi menuntut pembubaran Ahmadiyah dan Penolakan pembangunan 2 gereja yaitu GKI di Taman Yasmin dan HKBP di Tanah Sareal. Aksi bertajuk “Selamatkan Aqidah Ummat” ini bertujuan untuk menekan pihak yang berwenang agar bisa mengambil sikap tegas terhadap keberadaan Ahmadiyah serta pembangunan 2 gereja di Kota Bogor.

Ho ho rupanya perbedaan pendapat yang berujung pada peng”sesatan” Ahmadiyah ini belum kelar juga toh urusannya?

Entahlah, apakah mungkin karena setuju sepenuhnya dengan pendapat Prof.DR.Komarudin Hidayat seperti yang ditulis dalam bukunya “PSIKOLOGI BERAGAMA” sehingga upaya-upaya seperti ini terasa aneh bagi saya???, coba saja simak:

* * *
Suatu hari, saya datang pada seorang kiai untuk konsultasi agama. Saya bertanya, “Mengapa sesama muslim, bahkan di antaranya adalah tokoh agama, suka mencemooh muslim lain yang berbeda pendapat? Bahkan, ada kalanya mengafirkan serta menuduhnya sebagai ahli neraka?”
Kiai kampung tadi menjawab dengan datar, “Saya kurang tahu dalil apa yang mereka pakai. Kalau seseorang telah menyatakan dan menerima rukun iman dan rukun Islam, dia tidak berhak disebut kafir. Jadi, saya tidak bisa menjawab mengapa kita mesti mengafirkan sesama muslim serta sibuk mau mengukur kedalaman imannya. Saya sendiri tidak berani menjamin diri saya masuk syurga, terlebih menuduh orang lain. Jadi, maaf, coba saja tanyakan pada mereka yang suka mengukur-ukur ketakwaan orang”.
* * *

Dalam orasinya Ust Anwar Iman dari HTI-membahas tentang keberadaan Ahmadiyah — yang seperti biasa dilakukan oleh penentang Ahmadiyah– bahwa Ahmadiyah ini adalah bentukan dan didanai oleh Inggris, didirikan dengan tujuan untuk mengacak-acak aqidah dan memecah belah dunia Islam demi kepentingan imperialis, katanya. Hanya sayangnya kapanpun saya mendengar tentang tuduhan ini tidak pernah ada satupun data otentik ditampilkan untuk mendukungnya. Sebaliknya pihak Ahmadiyah justru mengklaim bahwa hanya pendiri Ahmadiyah saja satu-satunya di India saat itu yang berulang kali menyerukan kepada penguasa kerajaan Inggris agar mereka memeluk Islam bila ingin selamat!

Mengenai pendanaan, Ahmadiyah mengaku steril dari dana-dana sponsor dan dikatakan bahwa untuk menjalankan organisasi ini semuanya murni diperoleh dari hasil iuran anggota dan tidak terselipi satu sen pun dana dari sponsor. Jangankan mau menerima dana bantuan dari pihak luar, bahkan iuran dari anggotanya yang sedang melakukan pelanggaran nizam organisasipun tidaklah diterima. Satu contoh kasus yang layak disampaikan disini yaitu yang terjadi di Denmark. Disana sampai saat ini rencana Ahmadiyah untuk membangun mesjid-mesjid dan pusat-pusat kegiatan barunya terkendala oleh peraturan pemerintah disana sehingga belum bisa terealisir, yang menjadi kendala bukanlah tidak ada izin atau tidak ada dana tapi yang jadi problem adalah belakangan ini ada aturan dinegara tersebut yang mengharuskan tempat-tempat ibadah yang didirikan sebagian dananya harus dari pemerintah!

Tentu menjadi sesuatu yang aneh bila dilihat dari kacamata organisasi lain yang biasa menerima dana sponsor “dikasih kok gak mau!” tapi apa boleh buat itulah kebijakan global kelompok ini yang hanya dan hanya mau membiayai semua kegiatannya dari hasil keringat para anggotanya saja! Tujuannya sudah pasti, karena sebagaimana pepatah mengatakan bahwa “tidak ada makan siang gratis” sudah pasti pula bila badan pemberi dana itu ingin mempunyai andil kontrol juga terhadap badan/lembaga yang didanainya. Dan kelompok ini tidak mau hal seperti itu terjadi.

Bila Hizbut Tahrir tampaknya makin semangat dengan tuntutan pembubaran Ahmadiyah. Mungkinkah karena Ahmadiyah dianggap rival dalam perkara khalifah?
Karena sebagai mana kita tahu bahwa antara Ahmadiyah dan Hizbut Tahrir itu sebenarnya mempunyai concern yang sama dalam hal yang menyangkut pentingnya kekhilafahan dalam Islam. Bedanya kalau Ahmadiyah memang telah memiliki lembaga tersebut sementara Hizbut Tahrir masih dalam tarap cita-cita untuk dapat mendirikannya. Konsepnya memang berbeda dimana dalam Ahmadiyah wilayah khilafat itu tidak masuk ke wilayah politik kenegaraan melainkan hanya pure dalam urusan keagamaan saja, artinya dalam hal yang menyangkut keagamaan warga Ahmadiyah ada dalam satu komando khalifah Internasional tapi sebagai warga dari sebuah negara warga Ahmadiyah adalah warga dari bangsa tersebut dimana ia wajib patuh dan taat sepenuhnya kepada hukum dan aturan main dari negara dimana kelompok ini tinggal sehingga seumpamanya terjadi peperangan antara negara A dan negara B maka warga Ahmadiyah dari masing-masing negara itu akan membela masing-masing negaranya sekalipun mereka harus berhadapan dalam peperangan, jadi adalah wajar bila kemudian tidak ada satu pemerintahan pun yang merasa terancam oleh keberadaan Ahmadiyah dinegaranya. Sementara Hizbut Tahrir adalah sebuah partai Islam transnasional yang akidah politiknya bertentangan dengan ideologi negara karena sistem negara yang diingkan oleh Hizbut Tahrir bukan republik (jumhuriyah), atau federasi(ittihadiyah) namun negara khilafah yang bertentangan dengan sistem negara kita yang republik. Hizbut Tahrir juga akan menghapus teritori wilayah Idonesia dengan memasukkannya dalam wilayah khilafah Islam.
Hizbut Tahrir juga memiliki keyakinan bahwa demokrasi adalah sistem kafir (nidzamul kufr) ) Kyai Hasyim Muzadi telah meminta pemerintah melarang organisasi ini karena dianggap dapat membahayakan eksistensi NKRI.

“Belum menjadi negara Islam atau khilafah Islamiyah, mereka sudah memaksa orang untuk membenarkan pendapat mereka. Apalagi kalau sudah menjadi khilafah Islamiyah.” Demikian komentar Pengasuh Pesantren Tebuireng ,Salahuddin Wahid tentang HTI ini.

Selanjutnya mengenai tuntutan lain dari aksi ini yaitu penolakan pembangunan 2 gereja yaitu GKI di Taman Yasmin dan HKBP di Tanah Sareal dalam pemikiran bodoh saya (kali ini saya bersyukur menjadi orang bodoh, karena bisa berfikir lebih simple) itu adalah hal yang sangat tidak perlu! Betul menyelamatkah akidah ummat itu sangat perlu tapi caranya itu lho nggak boleh kebolak-bolak.

Karena kalau caranya seperti itu, yakni menuntut pihak lain harus selalu mau mengerti apa yang kita mau, sementara kita tidak mau mengerti bahwa mereka juga mempunyai kepentingan justru kesannya kita ini seperti sedang menunjukkan ketidak berdayaan dan ketidak percayaan diri menghadapi tantangan propaganda mereka. Dalam pemikiran bodoh saya kalau kita mau menyelematkan akidah yang harus berupaya dan berjuang adalah kita sendiri bukan lalu menuntut pihak lain untuk tidak (katakanlah) melakukan rivalitas terhadap kita. Itu sangat tidak masuk akal.

Concern kita mestinya adalah upaya-upaya untuk pembinaan kedalam. Dalam pengertian bagaimana para ulama dan pakar-pakar agama itu memberikan tarbiyat secara kontinyu kepada seluruh lapisan masyarakat apakah itu masyarakat disekitarnya, dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat lalu kemudian kepada masyarakat seumumnya terutama warga Muslim dari lapisan masyarakat bawah yang dari segi pengetahuan keagamaan maupun tingkat kehidupan sosial ekonomi mereka serba kekurangan. Kita mestinya berbuat banyak untuk masyarakat Muslim dikantong-kantong kemiskinan. Disamping tarbiyat kita juga berdayakan mereka sehingga menjadi masyarakat yang paling tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Bila sudah seperti ini masa iya sih kemudian mereka tergoda untuk menggadaikan akidahnya? Karena bilapun benar ada iming-iming materi dari suatu kelompok dalam upaya penyebaran akidah mereka tidak lagi membuat kaum ini tergoda.

Bila dianalogikan pedagang supaya tidak kehilangan pelanggan hal yang paling tepat saya rasa bukanlah dengan jalan berupaya supaya toko-toko saingan kita ditutup karena ada cara lain yang lebih elegan dan terhormat yakni dengan melakukan persaingan yang sehat dengan mereka. Biarkan saja mereka berjualan lalu untuk membentengi supaya pelanggan kita tidak berpindah ke toko mereka ya kita tingkatkan dong kwalitas barang yang kita jual, upayakan supaya bisa menekan harga jual sehingga tidak semahal di toko-toko lain, upayakan pelayanan kepada konsumen menjadi semakin baik dan ramah sekalipun kepada pengunjung yang datang hanya untuk melihat-lihat dan tidak berbelanja. Bila itu yang dilakukan saya yakin hukum pasar manapun yang digunakan akan membuktikan bahwa eksistensi toko tersebut akan tetap terjaga, pelanggan-pelanggannya tidak akan kabur ke toko saingannya, justru pelanggan-pelanggan toko lainlah yang akan berpindah menjadi pelanggan tokonya. Lalu kalau sudah seperti ini ya toko saingan akan tutup sendiri dong! So simple, right?

Dalam hal agamapun saya rasa seperti itu, kalau agama itu dibikin semakin menarik, semakin indah, semakin sejuk ya gak bakalan lah orang-orangnya ngacir dan tidak menutup kemungkinan sebagai mana analogi toko tadi justru pengikut-pengikut agama atau kepercayaan lainlah yang malah tertarik untuk menjadi bagian darinya.

Jadi, marilah kita berebut kapling sorga dengan cara ini.

19 Responses to “Berebut Kavling Sorga!”


  1. 1 lahapasi February 12, 2008 at 1:56 pm

    wah,makin mantep aja tulisannya kang.
    saya sih intinya setuju apa yang di sampaikan kang aden.agar “jualan” kita laku memang harus mempercantik diri bukan menggusur pedagang lain hehe..

  2. 2 Cabe Rawit February 13, 2008 at 12:54 am

    Bang Aden, mantaps tulisan-na. Ane ngeti sengerti-ngertinya….
    Kayak-na masih ada segelintir orang yang beranggapan sorga itu kecil, maka-na pada berebutan kavling. :mrgreen:

    Salam kenal dari ane, pendatang baru di jagad blogsper 🙂

  3. 3 olangbiaca February 13, 2008 at 2:42 am

    Asl…ehe..Kang Deden piye kabare ? oke deh kang, moga kita bisa menampilkan Islam itu Indah, Sejuk, Damai, Santun, Rahmatin lil ‘alamin, seperti yg di contohkan oleh Rasulullah yg mulia dan Generasi awal islam ini, dan para ulama Salafussalih / ulama yg terdahulu yg sholeh2. moga. amin.

    @den
    wa’alaikum salam. Alhamdulillah baek… itu dia Islam itu Rahmatan lil’alamin dan meneladani tanpa reserve Rasulullah SAW,kata kuncinya! gak mungkin kan kalo semua itu diterapkan dan diteladani sepenuhnya dalam sendi2 kehidupan kita sehari-hari lalu Islam itu menjadi sesuatu yang menakutkan orang…

  4. 4 Danial February 13, 2008 at 5:02 am

    Aww.Tulisannya oke banget nih. Salam ..

  5. 5 bsw February 13, 2008 at 7:31 am

    Masih banyak nggak sih yg jalan pikirannya spt Pak Deden ini?
    Kalo iya saya bersyukur karena berarti saya nggak sendirian. Mungkin memang masih banyak ya? Tapi mungkin golongan ini lebih cinta damai, sehingga nggak terlalu muncul dipermukaan atau demo dengan teriak2 “Allahu Akbar”.
    Mungkin juga karena belum2 sudah dituduh sesatlah, JIL-lah, komunislah, barat-lah dsb.
    Sayang saya sendiri cuma bisa komen disini, kalah sama golongan pemilik surga itu……. 🙂

    @den
    yg fikirannya sejalan dg kita? insya Allah masih lebih banyak kok!

  6. 6 danalingga February 13, 2008 at 11:25 am

    Kiai kampung tadi menjawab dengan datar, “Saya kurang tahu dalil apa yang mereka pakai. Kalau seseorang telah menyatakan dan menerima rukun iman dan rukun Islam, dia tidak berhak disebut kafir. Jadi, saya tidak bisa menjawab mengapa kita mesti mengafirkan sesama muslim serta sibuk mau mengukur kedalaman imannya. Saya sendiri tidak berani menjamin diri saya masuk syurga, terlebih menuduh orang lain. Jadi, maaf, coba saja tanyakan pada mereka yang suka mengukur-ukur ketakwaan orang”.

    Top banget nih, bener itu, daripada sibuk mengkafirkan orang lain, kenapa kita tidak memeriksa saja kekafiran diri sendiri. 😀

    @den
    setuju, Mas!

  7. 7 rdt February 14, 2008 at 1:33 am

    Konon dalam sebuah kegelapan, adalah lebih baik meninggikan lilin agar mampu memberikan terang yang lebih luas, daripada harus meniup padam lilin yang lain.

    Maju terus Kang Deden…

  8. 8 dina February 14, 2008 at 7:36 am

    Kang, sebenernya na gak ngerti-ngerti banget tentang perdebatan “ahmadiyah”. Tapi na setuju kalo sesama muslim tuh jangan saling menjatuhkan apalagi mencap kafir. Jangan mengusik orang kalo memang gak mau diusik atau gak tau dengan jelas apanya yang akan dia usik sebagai permasalahannya. Jadi…….. masing-masinglah cari ‘pelanggannya’!:p

  9. 9 tantan tea February 15, 2008 at 12:55 pm

    Subhanallah. Bagus banget Kang.

  10. 10 J&W February 17, 2008 at 9:55 am

    Kalau Hizbut Tahrir (HT) menuntut membubarkan Ahmadiyah dengan 1001 macam alasan, apa mereka tidak sadar bahwa HT sendiri masih dilarang dibanyak negara, karena link nya dengan kegiatan terorism? – Untuk orang yang berpikiran simple seperti saya ini, mereka menganggap Ahmadiyah “rival” dalam masalah Khalifah, kenapa mereka tidak membentuk Khalifah sendiri? Anggota Ahmadiyah diseluruh dunia kl 200 jutaan. Apa artinya 200 juta dibandingkan dengan sisa umat muslim didunia ini? Kenapa mereka begitu gigihnya menuntut pembubaran Ahmadiyah? Apakah HT kurang anggota?

    Penentang Ahmadiyah menuduh bahwa Ahmadiyah didanai oleh pemerintah Inggris. Seandainya benarpun tuduhan itu, lantas kerugian apa yang diterima oleh HT? – Apakah HTI bersih dari pendanaan negara lain? I don’t blody think so.

    Masalah HTI meyakini demokrasi adalah sistim kafir, lantas mereka itu menganggap dirinya siapa dan apa? tersuci kah? Apakah mereka yakin bahwa mereka akan mendapat surga diakhirat nanti? Surga atau neraka sih urusan pribadi masing2, cuma Allah yang tahu siapa yang kafir siapa yang bukan, bukan HT. Jaman orba semua rakyat Indonesia memimpikan demokrasi, bukan negara Islam. Kalau HTI menginginkan negara Islam, kenapa mereka tidak ber-bondong2 pindah ke Arab atau Yaman?

    Kang Deden, good work mate! – keep it up

    @den
    Thanks.

  11. 11 Kabul February 25, 2008 at 6:34 am

    bung! MUI telah memutuskan amadiyah itu aliran sesat. masa iya sih ngaku Islam tapi kitab sucinya tazkirah dan punya nabi baru padahal nbi Muhammad itulah nabi terakhir. kalo amadiyah itu benar tentulah para ulama yang paling mengetahui soal agama akan membenarkannya. anda ini buang2 waktu saja! anda harusnya banyak membaca tulisan Ustaz Amin Jamaluddin yang membahas sampai ke akar2nya tentang ahmadiyah.

  12. 12 raisha March 1, 2009 at 3:44 am

    seandainya Indonesia dipenuhi oleh orang yang berfikiran sehat seperti pak deden, alangkah indahnya hidup di indonesia tercinta ini.

  13. 13 jhon December 8, 2009 at 2:47 am

    solusi yang indah, bung!

  14. 14 maman February 2, 2010 at 12:14 am

    mantaff pisan euy tulisan kang deden.
    saya mah satuju pisan dengan pendapat akang.
    sok atuh bikin lagi tulisan lain yang lebih oke

  15. 15 orang awam November 7, 2011 at 9:43 am

    tulisan ini msih fundamental,….
    sebenarnya penulis ini harus banyak2 belajar islam dlu baru berkomentar,… maaf sebelumnya….

  16. 16 orang awam November 7, 2011 at 9:56 am

    tidak semua kenyamanan bisa terwujud tanpa aturan,… islam itu luas jangan mentok ke titik yang bersifat akhlak individu ajh… al-quran dan al-hadist yg menjelaskan bagaimana orang berhak disebutkan kafir atau tidak,.. jangan sedikit sdikit kita serahin pada allah semata,… kita telah dibekali pemikiran, utusan dan pedoman hidup,.. bukan orang HT sjh yg menggugat ahmadiah, tapi ormas2 lain yang mereka sudah insya allah memahami al-quran dan hadist tentang aqidah islam khususnya pastilah mensesatkan ahmadiah… hanya orang-orang yang tak percaya al-quran dan as-sunnahlah yang menganggap ahmadiah belum tentu dikatakan menyesatkan…!!!!!!!!

  17. 17 ADM BURHAN December 5, 2011 at 6:43 am

    Kalau yang jadi patokan adalah pandangan suatu organisasi atau golongan terhadap golongan lain maupun gugatan suatu golongan terhadap golongan lain, maka tidak akan ada habisnya. kalau Ahmadiyah digugat yang lain, HT juga digugat kok. Bahkan di sebagian negara-negara Timur Tengah keberadaannya juga dilarang penguasa setempat. Jadi saya rasa gugatan suatu kelompok terhadap kelompok lain bukan menjadi patokan sesat atau tidaknya suatu kelompok tersebut. Maka yang harus dijadikan patokan adalah berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad (s.a.w.). namun apakah orang-orang yang menggugat itu sudah menampilkan dasar-dasar Qur’an maupun Hadits atau belum??? Saya rasa kita seharisnya berpikir netral dan tidak berat sebelah.


  1. 1 Lagi: Soal Ahmadiyah! « wujudkan impian menjadi kenyataan Trackback on March 1, 2008 at 10:23 am
  2. 2 Tn Kabul Continued « wujudkan impian menjadi kenyataan Trackback on March 9, 2008 at 9:53 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 219,752 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: