Lagi: Soal Ahmadiyah!

bila listrik dirumah anda sering padam, mungkin ini salah satu penyebabnya!Seorang pengunjung blog ini menulis komentar pada posting saya yang berjudul Berebut Kavling Sorga seperti ini: 
"bung! MUI telah memutuskan ahmadiyah itu aliran sesat. masa iya sih ngaku Islam tapi kitab sucinya tazkirah dan punya nabi baru padahal nabi Muhammad itulah nabi terakhir. kalo ahmadiyah itu benar tentulah para ulama yang paling mengetahui soal agama akan membenarkannya. anda ini buang2 waktu saja! anda harusnya banyak membaca tulisan Ustaz Amin Jamaluddin yang membahas sampai ke akar2nya tentang ahmadiyah.

Untuk itu dalam posting kali ini saya akan mencoba mengomentari  komentar dari pembaca tersebut.

”bung! MUI telah memutuskan amadiyah itu aliran sesat.”

Berbicara mengenai masalah MUI yang telah memvonis sesat pada Ahmadiyah itu sudah tidak diragukan lagi dan semua orang tahu. Tapi apakah apa yang di fatwakan MUI selalu pasti mutlak benar dan tidak tertutup adanya kemungkinan keliru? nanti dulu. Dari apa yang saya tulis dibawah inipun anda akan dapat menyimpulkannya sendiri!

”….masa iya sih ngaku Islam tapi kitab sucinya tazkirah….”

Bila anda mengenal secara pribadi orang-orang Ahmadiyah mungkin anda tidak akan pernah mengatakan seperti itu bahwa kitab suci kelompok ini adalah Tadzkirah karena kemanapun anda pergi dan berinteraksi dengan orang Ahmadiyah maka anda akan selalu tahu bahwa kitab suci mereka hanyalah Al-Qur’an dan justru kelompok ini yang mempunyai concern dan serius untuk menyebarluaskan ajaran Al-Qur’an ke seluruh penjuru bumi dan kelompok ini pula yang telah menterjemahkannya Al-Qur’an kedalam hampir 100 bahasa dunia! Tentang Tadzkirah bila anda belum tahu maka harus saya katakan disini bahwa dalam kepustakaan kelompok ini yang namanya Tadzirah tidak kurang dan tidak lebih hanyalah sekedar sebuah buku saja. Yang mencitrakan bahwa kelompok ini kitab sucinya Tadzkirah faktanya bukan orang Ahmadiyah tapi justru kalangan yang memusuhi dan mendiskreditkannya semacam Amin Jamaluddin yang dari dulu gencar mempropagandakan hal ini. Sehingga ada pomeo saat ini bahwa apabila anda ingin memiliki buku Tadzkirah maka anda jangan pergi ke orang Ahmadiyah karena kemungkinan besar mereka tidak memiliki, tapi datanglah pada Amin Jamaluddin karena dia memiliki stok yang cukup banyak!

Amin Jamaluddin menulis seperti ini: Dalam kitab Tadzkirah yang asli tertulis di lembar awalnya kata-kata berikut ini: “TADZKIRAH YA’NI WAHYU MUQODDAS”, artinya TADZKIRAH adalah WAHYU SUCI. Jadi, kaum Ahmadiyah jelas menganggap bahwa kitab Tadzkirah adalah “wahyu yang disucikan”. Karena itu, sangat tidak benar jika mereka tidak mengakuinya sebagai Kitab Suci. Sangat jelas, mereka memiliki kitab suci lain, selain al-Quran, yaitu kitab Tadzkirah. Tentu saja, umat Islam seluruh dunia menolak dengan tegas, bahwa setelah Nabi Muhammad saw, ada nabi lagi, atau ada orang yang menerima wahyu dari Allah SWT.

Nah, kalau anda mau mengikuti jalan fikiran Amin Jamaluddin bahwa WAHYU SUCI=KITAB SUCI maka tidak ada kata lain bahwa seluruh ummat Islam harus mengakui bahwa kitab sucinya lebih dari satu!!! Karena selain menerima wahyu-wahyu yang adalah bagian dari Al-Qur’an Rasululah saw juga menerima wahyu-wahyu suci yang bukan bagian dari Al-Qur’an yang dikenal sebagai Hadits Qudsi? Maukah anda dan Amin Jamaluddin men declare bahwa kitab suci ummat Islam itu sebenarnya ada dua yakni: al-Qur’an dan Hadits Qudsi???

”……dan punya nabi baru padahal nabi Muhammad itulah nabi terakhir.—-”

Benarkah nabi Muhammad saw sebagai nabi terakhir? Menurut saya jawabannya adalah tergantung kepada siapa kita bertanya; Bila bertanya kepada orang Islam jelas jawabannya akan seperti itu –bahwa Muhammad SAW adalah Rasul terakhir– bahkan apabila pertanyaan serupa anda tanyakan pada orang Ahmadiyah jawabannya akan serupa, hanya saja terakhir bagi kelompok ini adalah dalam pengertian terakhir yang membawa syariat. 

Nah, kalau pertanyaan itu anda tujukan pada orang Kristen tentulah mereka akan mengatakan Nabi terakhir itu Yesus Kristus. Atau bila ditanyakan kepada orang Yahudi mereka tentu akan menjawab Musa as lah nabi terakhir itu! Para pengikut Yusuf as pun bersikukuh bahwa “Allah sekali-kali tidak akan mengutus sesudah dia seorang rasul.” (Al Mu’min : 34)

Orang Ahmadiyah percaya sepenuhnya tentang Muhammad saw yang Khatamannabiyyin, juga percaya tentang hadist laa nabiyya badi tapi orang Ahmadiyah percaya bahwa pendirinya adalah seorang nabi. Bila yang anda baca hanya tulisan Amin Jamaluddin mungkin anda akan menganggap ini hal yang absurd. Jadi alangkah baiknya bila andapun mau membaca apa yang menjadi dasar pemikiran mereka dari sumber aslinya bukan hanya dari apa yang dikatakan orang! Karena logis aja kalau diumpamakan anda mengatakan bahwa martabak buatan si A itu rasanya gak karu-karuan bukannya manis tapi asem, dan anda menyebarluaskan info itu kepada kepada orang lain padahal anda sendiri sebenarnya belum pernah mencoba mencicipi itu martabak buatan si A dan anda  cuma katanya aja dari apa yang tukang martabak saingannya katakan.
Ini menyangkut keyakinan orang bung! Sangat bijaksana bila sebelum kita mengatakan begini atau begitu kita pelajari dulu dari sumber aslinya dan tidak hanya latah dengan apa yang dikatakan orang saja. Bukankah kata-kata “dan janganlah kebencian kepada suatu kaum membuat kamu berlaku tidak adil, padahal boleh jadi…….dst.” itu adalah salah satu firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang wajib kita amalkan?

Mengenai dasar pemikiran bahwa bisa saja ada pengikut nabi Muhammad saw mencapai peringkat nabi kaum Ahmadiyah mengemukan banyak ayat Al-Qur’an yang mendukung argumentasinya tersebut, salah satu diantaranya adalah surah An-Nisa ayat 69 (atau ayat 70 dalam Al-Qur’an terbitan Ahmadiyah, karena bismillah dihitung sebagai ayat 1)
 annisa
Dan barangsiapa taat kepada perintah Allah dan RasulNya saw mereka akan termasuk golongan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, orang-orang siddiq, orang-orang syahid dan orang-orang shaleh.

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa umat Islam, sebagai umat yang terbaik dan patuh serta setia kepada Allah dan RasulNya, Muhammads aw, mereka akan diberi empat macam nikmat, yaitu menjadi nabi, menjadi siddiq, menjadi syahid dan menjadi orang saleh. Mereka sebagai umat, selaras dengan keimanan, kesetiaan dan keikhlasan masing-masing, dan taufik Illahi menyertai mereka pula, dapat menerima salah satu atau dua atau tiga atau keempat kedudukan tersebut diatas.

Apabila kita renungkan bunyi ayat Al-Qur’an diatas dengan seksama maka adalah logis apabila kemudian timbul suatu konsekwensi, apapun pemahaman kita apakah percaya bahwa pengikut Muhammad saw yang memenuhi kriteria bisa mencapai derajat nabi ataupun tidak (konsekwensi yang bertolak belakang tentunya). Perhatikan kata-kata yang saya beri stabilo ini

yaitu nabi-nabi, orang-orang siddiq, orang-orang syahid dan orang-orang shaleh. dalam tata bahasa apapun akan menjadi aneh bila setelah kata yaitu lalu kata2 yang diuraikannya mempunyai tingkat pengertian yang berbeda
bukankah disana tidak ada pemisahan antara minannabiyyina dengan 3 kata berikutnya? Nah kalau kita percaya bahwa tidak akan pernah ada seorangpun yang mencapai peringkat nabi karena Muhammad saw lah yang terakhir maka konsekwensi logisnya adalah kitapun harus mempercayai bahwa tidak akan pernah ada walau hanya seorang dari pengikut beliau saw yang akan mencapai tingkatan shiddiq, tidak ada satu orangpun ummat Islam yang gugur untuk membela agama memperoleh derajat syahid bahkan tidak seorangpun dari antara kita ummat Islam yang bisa mencapai peringkat sholeh. Jadi untuk apa pula kita tiap saat berdoa meminta dikaruniai anak yang sholeh???
Kalau kita tetap percaya bahwa telah banyak yang gugur menjadi syuhada dan betapa banyaknya orang-orang sholeh dikalangan umat Islam, ya itu tadi konsekwensinya tidak bisa tidak bahwa seorang nabipun bisa ada dikalangan ummat Muhamad saw!

“—- kalo amadiyah itu benar tentulah para ulama yang paling mengetahui soal agama akan membenarkannya—-“

Tuan Kabul Yth,

Dalam kehidupan para nabi itu terdiri dari dua fase kehidupan, yaitu fase sebelum menjadi nabi dan fase setelah diangkat nabi. Dalam fase pertama manusia disekililingnya selalu menjadi saksi akan kehidupan calon nabi yang penuh kebajikan, semua masyarakt disekeliling termasuk para pembesar, para tokoh agama respect dan semua tidak meragukan betapa baik, terpuji dan terhormatnya orang ini. Namun saat kemudian orang ini menyampaikan bahwa beliau itu telah diangkat Allah swt sebagai seorang nabi, maka semua sikap menjadi berbalik. Hanya sedikit yang menerima selebihnya adalah menjadi kaum yang kemudian menjadi penghalang utama pada misi kenabian. Dan tidak seperti kata anda bahwa orang-orang berilmu akan serta merta menerima kedatangan seorang nabi justru sebaliknya mereka lah bagian yang paling keras menentang dan menjadi bagian terkuat dari elemen masyarakat yang menimbulkan kesulitan pada setiap nabi.

Ingatlah pada awal-awal Rasulullah saw mendakwakan diri sebagai seorang nabi, orang-orang yang awalnya begitu memuja beliau, mengagungkan beliau dan memberi gelar Al-Amin padanya, justru merekalah yang kemudian berupaya dengan segala cara untuk membungkam Rasulullah saw! Justru kalangan jelata termasuk budak belian yang dari segi ilmu jauh dari apa yang dimiliki kaum intelektual itulah yang menerima dan menjadi sahabat-sahabat sejati Rasulullah saw.

Bila saat seorang nabi hidup seperti itu keadaannya, lain halnya ketika ratusan bahkan ribuan tahun setelah masa hidup seorang nabi berlalu dan pengikut para nabi itu telah menjadi banyak disaat itu para nabi begitu disanjung, dipuja dan dimuliakan para pengikutnya dan selalu dianggap bahwa nabinya adalah nabi terakhir yang tidak akan pernah ada nabi lain setelahnya bahkan ada yang memujanya berlebihan sampai kesasar menganggap nabinya sebagai anak tuhan! Namun ada fakta lain lagi yaitu para pengikut dari setiap nabi yang menganggap nabinya sebagai nabi terakhir justru menantikan kedatangan yang kedua kalinya dari nabinya (Kristen) atau nabi yang datang sebelum masa nabinya.(Islam, Yahudi) dan lebih menarik lagi adalah fakta bila saat ini semua agama –termasuk Hindu dan Budha—sedang menunggu kedatangan sosok seperti itu.

Jadi ketika saya membaca bahwa seorang tokoh FPI Surabaya “bertobat” dengan cara berpindah agama ke Kristen, saya rasa wajar aja karena mungkin ia fikir toh sebagai ummat Islam saat ini iapun sedang menanti kedatangan Isa yang kedua kali, dan Isa atau Yesus itu kan nabinya orang Kristen, jadi dari pada nunggu-nunggu ya dari sekarang aja gue bergabung.

Kembali ke pembahasan awal tentang Ahmadiyah dimana kelompok ini meyakini kenabian pendirinya sebagai perwujudan dari kedatangan Isa yang kedua kalinya, karena Isa Israili adalah hanya khusus untuk bani Israil bukan untuk dunia dan Isa as telah wafat, maka sebagaimana Isa as dulu itu sebenarnya datang tidak membawa agama baru melainkan datang untuk meluruskan kembali ajaran Musa as yang telah banyak diselewengkan pengikutnya maka pendiri Ahmadiyah dianggap sebagai “Isa” nya nabi Muhammad saw yang juga datang bukan untuk membawa agama baru melainkan datang semata-mata untuk menjalankan fungsinya sebagaimana fungsi kedatangan Isa as terhadap Musa as. Halnya Isa as tugasnya terbatas pada bani Israil saja karena Musa as pun demikian maka “Isa”nya Muhammad saw tentulah diperuntukkan bagi seluruh dunia sebagaimana halnya “tupoksi” kenabian Muhammad saw yang berlaku universal.

Dengan mengingat dan mempertimbangkan hal-hal diatas adalah wajar bila kemudian para “kaum berilmu” lah yang justru selalu menjadi bagian dari kelompok yang berusaha sekuat tenaga untuk membungkam dan menghentikan gerak langkahnya, bukan membenarkan dan menerima sebagaimana anda katakan. Karena memang itulah hukum alamnya dari semenjak dulu!

Wallahu’alam.

19 Responses to “Lagi: Soal Ahmadiyah!”


  1. 1 J&W March 2, 2008 at 1:26 am

    Kang Den,
    you smart cookie. Very good answer.

    Buat Tuan Kabul, kalau anda mau membuka hati & pikiran dengan jernih, cobalah cari tahu lebih jelas sebelumnya. Bacalah buku dari berbagai macam sumber, kalau perlu dari 1001 sumber, sehingga anda bisa membandingkan dan mendapat kesimpulan yang lebih nyata, terutama untuk diri anda sendiri.

  2. 2 noctilucent March 3, 2008 at 11:24 am

    Two THUMBS UP buat kang aden tea, mudah – mudahan tulisannya bisa membawa pencerahan buat orang – orang yang senang mengumbar kebencian.

  3. 4 Kabul March 9, 2008 at 7:19 am

    suatu kehormatan komentar saya pada tulisan anda sebelumnya ditanggapi panjang lebar disini. tapi walau bagaimanapun bagi saya apa yang telah dikatakan ulama itu sudah final karena ulama itu kan warasatul anbiyya. saya yakin anda sendiri bingung bagaimana menjelaskan kenabian setelah Muhammad saw yang jelas2 adalah khatam nya para nabi

  4. 5 caknun March 10, 2008 at 12:08 pm

    Mau tahu, bagaimana caranya supaya Ahmadiyah tidak dimusuhi ? Gampang saja kok. Ahmadiyah tidak usah mengklaim diri sebagai Islam. La wong sudah jelas gitu, kitab dan nabinya jelas bertentangan dengan Islam, jadi jelas bukan Islam. Bikin aja agama sendiri, beres kan. Kong Hu Cu udah diakui pemerintah, apalagi Ahmadiyah. Kalau itu dilakukan, tidak akan ada lagi kekerasan, tidak ada lagi perusakan tempat ibadah, tidak ada lagi pengusiran.

  5. 6 caknun March 10, 2008 at 1:14 pm

    Kalau Ahmadiyah tidak ingin dimusuhi, gampang saja kok ; gak usah menyebut dirinya Islam. Beres kan. Kalau masih menyebut dirinya Islam kemudian nabinya beda dan kitabnya juga beda, ya jelas tak bisa diterima umat Islam. Saya juga tidak setuju ada perusakan tempat ibadah, ada penyiksaan, ada pengusiran. Saya juga risi setiap hari terima email soal Ahmadiyah. Tapi kenapa tidak dilihat kenapa tindakan itu dilakukan. Sudahlah, Ahmadiyah itu didaftarkan di Depkumham untuk jadi agama. Kong Hu Cu aja setelah berjuang sekian tahun sekarang diakui jadi agama kok. Gampang kan. Menurut Gus Dur yang membela Ahmadiyah, Gitu aja kok repot

  6. 7 Anna March 11, 2008 at 2:04 am

    untuk caknun: anda orang hebat bisa menentukan kriteria ke Islaman seseoarang diluar dari kriteria yang telah ditetapkan oleh nabi Muhammad sendiri!!!

  7. 8 ucok March 11, 2008 at 10:42 am

    apakah orang ahmadiyah memerlukan pengakuan orang bahwa mereka islam? rasanya tidak. toh agama urusannya dengan Tuhan.biar kata kita mereka Islam tapi kalau kata Tuhan bukan ya tetap aja bukan! demikian pula sebaliknya biar seluruh dunia mengatakan mereka sesat dan bukan Islam kalau dimata Tuhan mereka Islam ya Islamlah mereka. jadi kenapa kita mesti repot2 mempersoalkan keimanan orang lain? mau ahmadiyah kek mau islam ktp kek gak ada hak bagi kita mengatakan you bukan Islam sepanjang itu yang mereka akui. dari pada sibuk saling berbantahan dan menyesatkan orang marilah kita berfikir produktif dan berlomba-lomba didalam melaksanakan kebaikan!

  8. 9 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi. March 14, 2008 at 11:58 am

    1. Yang benar mengenai adanya agama-agama Buddha Hinayana-Mahayana, Hindu Brahma samaj-Aryasamad, Yahudi-Nasrani, Islam Muahammad saw.-Islam Ahmadiyah dan Konghuchu, Sinto dan lain sebagainya adalah mereka umatnya masing-masing masih belum mengetahui dirinya sendiri didalam agama-agama itu dalam arti konteks RISALAH TUHAN / ALLAH sejak Adam 8000 tahun yang lalu sampai kiamat awal millennium ke-3 masehi (habis gelap terbitlah terang berderang ilmu pengetahuan agama), sesuai Al Maidah (5) ayat 67, Al An Aam (6) ayat 124,125, Al A’raaf (7) ayat 62,68,79,93,144, Al Ahzaab (33) ayat 38,39,40, Al Jinn (72) ayat 23,26,27,28, YANG JAUH DARI SIFAT ARBABAN.
    2. Yang ada pada mereka itu hanya menyampaikan RISALAH NABI / RASUL-nya masing-masing yang mengakibatkan mempyunyai sifat ARBABAN, artinya MEMBERHALAKAN, yang artinya MENUHANKAN NABI-NYA MASING-MASING sesuai Ali Imran (3) ayat 80, dan ARBABAN kepada PEMUKA-AGAMA selain Allah sesuai At Taubah (9) ayat 31.
    3. Untuk menyadari masing-masing agama DARI DIRINYA SENDIRI dalam konteks keseluruhan RISALAH ALLAH AGAR DAMAI DISEBUT AGAMA ALLAH SESUAI AN NASHR (110) AYAT 1,2,3, kami telah menerbitkan buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama untuk tujuan itu berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    berikut 4 macam lampiran acuan:
    “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)”
    hasil karya tulis ilmiah otodidak penelitian terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama selama 25 tahun oleh:
    “SOEGANA GANDAKOSEOAMA”
    dengan penerbit:
    “GOD-A CENTRE”
    dan mendapat sambutan hangat tertulis dari:
    “DEPARTEMEN AGAMA REPUBLIK INDONESIA” DitJen Bimas Buddha, umat Kristiani dan tokoh Islam Pakistan.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  9. 10 Cabe Rawit March 14, 2008 at 4:23 pm

    Woh… bang Aden, penafsiran surat an-nisa ayat 69-nya kok malah seperti itu?😯 Coba ditarjim secara kalimat per kalimat dengan ilmu nahwu dulu deh kang Aden… kang Aden pasti sangat faham arti dan fungsi dari kata harfu al-jar-nya MIN?🙄 Saya sangat yakin kang Aden dan para ulama Ahmadiyyah lainnya sangat menguasai ilmu nahwu shorof, balaghah dan mantiq. lalu kenapa bisa sampai berkesimpulan bahwa maksud huruf jar MIN pada ayat tersebut berarti “menjadi”? sehingga ditafsirkan bahwa seorang mukmin (yang mengikuti risalah Rasulullah SAW) dapat diberikan nikmat oleh Allah untuk “menjadi nabi dan seterusnya”?
    :mrgreen:

    @den
    Mungkin maksud kang Cabe Rawit adalah kata MA’A (beserta) yang memang dalam faham Ahmadiyah justeru dianggap mempunyai arti MIN (dari)
    Bila MA’A dalam ayat ini diartikan dengan beserta maka ayat seluruhnya akan berarti, bahwa orang2 yang mengikuti Allah dan RasulNya akan beserta para nabi (bukan jadi nabi), akan beserta para shiddiq (bukan menjadi shiddiq), akan beserta para syahid (bukan menjadi syahid), akan beserta orang2 shaleh (bukan menjadi orang shaleh).

    Bila penafsirannya seperti demikian maka rasanya menjadi aneh bagi saya karena sangat kontradiktif dengan kenyataannya dimana dikalangan ummat Islam bukan hanya terdapat orang 2 yang beserta shidiq ( tanpa menjadi shidiq), orang2 yang beserta syahid (tanpa menjadi syahid), beserta orang2 sholeh (tanpa menjadi sholeh) melainkan juga ada yang menjadi shidiq (sebagaimana halnya Abu Bakar), banyak yang menjadi syahid dan juga tidak sedikit ummat yang sholeh…..🙄

    Saya ambilkan perkataan ‘Allamah Abu Hayyan dalam Bahrul Muhith, Jilid III, hal 247:(text arabnya klik disini)

    “dan jika perkataan minannabiyyin (dari nabi2) dihubungkan dengan perkataan wa man yuthi’illahi warrasulla (dan barangsiapa mengikuti Allah dan Rasul), maka perkataan minannabiyyin itu adalah tafsir(penjelasan) dari kalimat wa man yuthi’illaha (barangsiapa mengikuti Allah). Maka dengan susunan seperti ini sudah pasti akan dan nabi2 pada masa Rasul atau sesudah beliau yang akan mengikuti beliau”

    Sekali lagi saya mohon maaf karena saya tidak ahli dalam tata-bahasa arab… 🙄

  10. 11 Silvi March 17, 2008 at 5:30 am

    Saya merasa sedih dengan komentar anda yang satu ini tanpa bukti yang jelas dngn sekedar hanya ikut2xan apa yang orang katakan anda menilai suatu golongan sesat,Padahal yang hanya menentukan sesat tidak nya suatu kaum/orang itu hanyalah Allah SWT.Dan bisa saja golongan yg ada tuduh sesat itu benar atas izin Allah SWT.
    Beginilah jeleknya watak orang indonesia tidak mau bertanya..
    Kalau memang nuduh ahmadiyya sesat tanyakan kepada orangnya sampai dimana kesesatan mereka,jangan bertanya kepada orang lain yg bkn ahmadiyya.
    Inget loh Nabi SAW mengatakan bahwa umatnya di akhir zaman akan terpecah kedalam 73 golongan,semua golongan masuk neraka kecuali satu,Nah apa Kang deden termasuk kedalam golongan satu tsb.

    @den
    neng Silvi terburu-buru kale bacanya❓ coba ulangi bacanya dengan pelan, ya neng ! atau mungkin maksud neng Silvi kasih komen ke mas Kobul❓ ❓

  11. 12 anang March 20, 2008 at 2:00 pm

    ikutin diiskusi disini deh http://islamic.us.to

  12. 13 anang March 20, 2008 at 2:03 pm

    Annisa ayat 69 bisa anda lihat penjelasannya disini…
    http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=48&st=30

  13. 14 anang March 24, 2008 at 2:52 am

    Quote:
    Saya merasa sedih dengan komentar anda yang satu ini tanpa bukti yang jelas dngn sekedar hanya ikut2xan apa yang orang katakan anda menilai suatu golongan sesat,Padahal yang hanya menentukan sesat tidak nya suatu kaum/orang itu hanyalah Allah SWT.Dan bisa saja golongan yg ada tuduh sesat itu benar atas izin Allah SWT.

    JAWAB:😀 persis pemikirannya JIL. Neng mengadopsinya ya dari JIL. Jadi untuk apa Al-Qur’an diturunkan kalau tidak untuk mengetahui kesesatan seseorang😀

    Quote:
    Beginilah jeleknya watak orang indonesia tidak mau bertanya..
    Kalau memang nuduh ahmadiyya sesat tanyakan kepada orangnya sampai dimana kesesatan mereka,jangan bertanya kepada orang lain yg bkn ahmadiyya.
    Inget loh Nabi SAW mengatakan bahwa umatnya di akhir zaman akan terpecah kedalam 73 golongan,semua golongan masuk neraka kecuali satu,Nah apa Kang deden termasuk kedalam golongan satu tsb.

    JAWAB:
    Banyak aja baca Al-Qur’an. Jangan dipakai bobok itu Al-Qur’an atau sebagai pajangan aja di rumah😀

  14. 15 urang bogor March 24, 2008 at 5:42 pm

    Setuju dengan daeng limpo!
    Masih ada jalan untuk bertukar komentar daripada merusak tanpa ada tujuan yang jelas.
    Kapan ya kita berdiskusi terbuka, barangkali dari non-ahmadiyah juga ahmadiyah masing mau memfasilitasi.
    Apa cukup dengan komen di blog ini aja?

  15. 16 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi July 7, 2008 at 6:29 am

    Buku panduan terhadap kitab-kitab suci agama-agama berjudul:

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema

    Tersedia ditoko buku K A L A M
    Jl. Raya Utan Kayu 68-H, Jakarta 13120
    Telp. 8573388

  16. 17 Nabi lama July 9, 2008 at 7:19 am

    Di Gramedia atau Gunung Agung ada nggak Pak?

  17. 18 Soegana Gandakoesoema January 24, 2013 at 8:51 am

    Kalau ingin mengetahui Ahmadiyah dengan sangat Jelas Sekalai
    Baca Buku “Bhinneka Catur Sila Tunggal Ika”
    bonus “Skema Tunggal Ilmu Laduni Tempat Acuan Ayat Kitab Suci Tentang Kesatuan Agama”
    Tersedia di
    Perumahan Puri BSI Permai Blok A3
    Jl. Samudera Jaya
    Kelurahan Rangakapan Jaya
    Kecamatan Pancoran Mas
    Depok 16435
    Telp. 02177884755
    HP. 085881409050


  1. 1 Tn Kabul Continued « wujudkan impian menjadi kenyataan Trackback on March 9, 2008 at 9:45 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 216,092 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: