Maulid Nabi

Muhammad sawHari ini bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal pada perhitungan tahun Hijriyah sebagian ummat Islam merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad saw, suatu tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat ini pertama kali diperkenalkan pada zaman dinasti Fatimiyah pada abad 10 masehi. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Rasulullah Muhammad saw, namun tidak sedikit pro kontra didalamnya karena tidak semua dari orang Islam sepakat akan tradisi ini.

Di Indonesia perayaan maulid dilakukan di berbagai daerah dengan cara yang berbeda-beda yang bahkan kadang tidak ada relevansinya sama sekali dengan makna dari kelahiran Rasulullah Saw itu sendiri. Bahkan tidak sedikit yang dinilai sebagai telah jauh melenceng dan berubah menjadi suatu bentuk syirik.

Di Banten, misalnya, ribuan orang mendatangi kompleks Masjid Agung Banten yang terletak 10 km arah utara pusat Kota Serang. Mereka berziarah ke makam para sultan, antara lain Sultan Hasanuddin, secara bergiliran. Sebagian di antaranya berendam di kolam masjid itu, konon katanya, untuk mendapat berkah. Ada di antara mereka yang sengaja mengambil air kolam tersebut untuk dibawa pulang sebagai obat.

Di Cirebon, pada tanggal 11-12 Rabiul Awal banyak orang Islam datang ke makam Sunan Gunung Jati, salah seorang dari wali sanga, penyebar agama Islam di kawasan Jawa Barat dan Banten. Biasanya di Keraton Kasepuhan diselenggarakan upacara Panjang Jimat, yakni memandikan pusaka-pusaka keraton peninggalan Sunan Gunung Jati. Banyak orang berebut untuk memperoleh air bekas cucian tersebut, karena dipercaya akan membawa keberuntungan.

Di Cirebon, Yogyakarta, dan Surakarta, perayaan maulid dikenal dengan istilah sekaten. Istilah ini berasal dari kata syahadatain, yaitu dua kalimat syahadat.
Pada tanggal 5 bulan Maulud, kedua perangkat gamelan, Kyai Nogowilogo dan Kyai Gunturmadu, dikeluarkan dari tempat penyimpanannya di bangsal Sri Manganti, ke Bangsal Ponconiti yang terletak di Kemandungan Utara (Keben) dan pada sore harinya mulai dibunyikan di tempat ini. Antara pukul 23.00 hingga pukul 24.00 kedua perangkat gamelan tersebut dipindahkan ke halaman Masjid Agung Yogyakarta, iring-iringan abdi dalem jajar, disertai pengawal prajurit Kraton berseragam lengkap.

Terlepas dari pro-kontra tentang perayaannya itu sendiri apakah perlu atau tidak dan atau apakah telah berubah menjadi sebuah bentuk syirik atau tidak, saya hanya ingin mengingatkan kita semua bil khusus diri dan keluarga saya sendiri bahwa hal yang paling perlu dan mendasar adalah sebuah perenungan diri tentang sejauh mana sebenarnya sirat dari perjalanan kehidupan agung Rasulullah saw telah menjadi acuan, panduan dan realita dalam kehidupan kita sehari-hari. Tentang bagaimana beliau selalu menjaga kesucian pikiran, tentang bagaiman beliau yang selalu menjaga kebersihan badan, tentang bagaimana kehidupan sederhana beliau saw didalam semua hal, tentang bagaimana ketinggian ahlak, tentang bagaimana perhatian beliau saw kepada orang-orang yang fakir miskin dan tidak mampu, tentang bagaimana beliau menjaga kepercayaan orang, tentang pergaulan baik, tentang toleransi, tentang keberanian, tentang menyempurnakan perjanjian, tentang perilaku terhadap tetangga, tentang perlakuan terhadap wanita, dan masih banyak lagi teladan-teladan dari kehidupan beliau saw yang harus kita copy-paste kedalam prilaku dan kehidupan keseharian kita. Saya kira bila hal itu dilakukan maka Maulid Nabi ini menjadi bermakna dan tidak sia-sia.

Wallahu’alam

2 Responses to “Maulid Nabi”


  1. 1 Cabe Rawit March 20, 2008 at 7:50 am

    Semoga, Maulid Nabi SAW menjadi momentum bagi kita semua, agar bisa lebih mengenal beliau SAW, sunnah-sunnahnya dan mencotoh akhlaknya yang mulia…

    Kang Aden… theme-na diganti terus yak??? :mrgreen:

    @den
    he he.. theme-nya masih cari yang pas neh, habis semua pada oke2 jadi ya dicobain aja atu-atu, itung-itung kalau kita abis mandi mah ganti baju gitu… :mrgreen:

  2. 2 Rozy March 21, 2008 at 12:15 am

    Salam dan sholawat semoga senantiasa tercurah keharibaan baginda Rasulullah, Muhammad SAW, atas keluarganya, para sahabatnya, juga seluruh pengikutnya hingga hari akhir kelak…

    @den
    Amiin Allahumma amiin…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 234,696 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: