Moderasi; Catatan Kecil Untuk Rasyid Wong Ardi

MTASetelah beberapa hari ngaso dari bersentuhan dengan keyboard pc (dari Jum’at siang sampe dengan selasa siang) akhirnya ditengah lunch break sempet juga tadi nongkrong didepan pc kantor mengecek barangkali ada order job yang biasa masuk melalui e-mail. My God betapa suprise-nya saya karena selain mendapatkan beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan juga begitu banyaknya email dari support@ wordpress.com (39) yang memberitahukan bahwa ada sejumlah komentar yang menunggu moderasi. Saya baca2 sebagian e-mail itu –dan tidak langsung login ke account wordpress karena waktunya gak akan mencukupi—

Malam ini saya kembali nongkrong didepan PC menyelesaikan beberapa pekerjaan yang datang melalui e-mail dan setelah itu lalu melanjutkan pembacaan komen-komen pada wordpress yang ternyata penulisnya tidak banyak2 amat hanya beberapa orang saja namun 3 orang memberikan komentar cukup banyak, mereka adalah yang menamakan dirinya sebagai Wong, Rasyid dan Ardi. Terlepas dari isi komentarnya, pertama tentu saya harus mengucapkan terima kasih pada mereka yang telah menyempatkan diri berkunjung dan membaca2 apa yang saya tulis. Kedua, saya harus meminta maaf pada mereka terutama Wong dan Ardi yang karena merasa komen mereka tidak muncul-muncul, lalu mempunyai prasangka seolah-olah saya dengan sengaja tidak mem-publish komen2 mereka karena saya merasa ketakutan (itu kata Ardi) dan juga beberapa dari Wong yang bernada kecewa dan menganggap saya tidak fair. Ketiga, saya baru memoderasi komentar teman-teman hanya kerena sebagaimana saya sebut diawal, memang selama hari-hari itu saya tidak berinteraksi dengan dunia internet jadi tidak ada hubungannya dengan tidak fair apalagi takut.

Pada prinsipnya siapapun boleh berkomentar apapun mengenai isi dari blog ini  sekalipun isi komentarnya merupakan pendapat yang bertentangan dengan apa yang saya tulis, fine-fine aja dan insya Allah akan saya tampilkan, sepanjang didalam komentar itu tidak ada unsur2 yang menghujat ataupun menghina pihak2 tertentu.

Pada teman-teman yang mengomentari tentang dalil-dalil yang saya copy paste dari tulisan orang mungkin sebaiknya komentar2 itu tidak dialamatkan ke saya melainkan langsung aja pada mereka yang menulis dan mempunyai ilmunya supaya relevan. Rasanya disetiap tulisan yang diambil dari kutipan saya selalu sertakan juga link-nya, kok!

Tentang kebodohan saya yang tidak mengerti ilmu tata bahasa arab ataupun ilmu agama atau apalah itu tentulah bukan suatu alasan bagi saya atau siapapun dari kalangan yang ’kurang berilmu’ untuk percaya atau tidak percaya sesuatu hanya karena tidak memiliki ilmu yang cukup. tidak salah pula rasanya apabila rasio dan nalar seseorang digunakan untuk mencari suatu kebenaran. Saat para sahabat yang berasal dari kalangan budak yang selalu dianggap rendah, tidak berpendidikan dan tidak memiliki pengetahuan apa-apa toh mereka dapat menangkap sinyal Ilahi tentang kenabian Muhammad SAW dan tanpa keraguan sedikitpun mereka mengimani Nabi SAW hanya dengan bermodalkan pengetahuan lugu mereka bahwa Muhammad itu adalah orang yang bisa dipercaya. Itu saja tidak ada lain-lainnya! Sementara orang-orang Arab kala itu yang berasal dari kalangan cerdik pandai atau well educated seperti anda-anda justru menjadi orang-orang yang sangat memusuhi kebenaran yang dibawa Muhammad Rasulullah SAW.

Tentu saja saya sepenuhnya setuju bahwa kita perlu menjadi orang yang berilmu dan selalu berupaya meningkatkan ilmu pengetahuan kita dalam segala hal, namun dengan tanpa melupakan kodrat alam dimana hasil akhir yang akan kita peroleh adalah sesuai dengan apa yang kita niatkan diawal. Bila kita meniatkan saat awal mempelajari sesuatu hal adalah untuk suatu kebaikan maka kebaikan itulah yang akan kita dapat, demikian pula sebaliknya.

Fakta dari masa kinipun nampak dengan jelas pada kita bahwa dari hari kehari kita hanya mendengar cemoohan, celaan ataupun bahkan penghinaan terhadap Islam dan pribadi Rasulullah SAW dari para orientalis barat yang padahal mereka itu secara khusus telah mempelajari tentang Islam begitu mendalam sehingga tidak menutup kemungkinan kalau pengetahuan mereka tentang Islam jauh diatas rata-rata kebanyakan pemeluk Islam itu sendiri, tentang Al-Qur’an-pun mereka ketahui sampai ke hal-hal detail sejarahnya kenapa suatu ayat ataupun surat turun dlsb. Lalu kenapa mereka tidak menangkap kebenaran Islam?
Tidak bukan dan tidak lain adalah karena memang motivasi awal mereka mempelajari Islam itu sendiri adalah bukan untuk menemukan kebenaran melainkan justru untuk untuk mencari-cari titik kelemahannya saja sebagai bahan bagi upaya-upaya mereka didalam men-diskreditkan Islam.

Jadi ternyata ilmu saja tidak cukup untuk dapat menemukan kebenaran, karena masih ada poin tambahan yang diperlukan untuk itu yakni niat yang baik untuk ‘mencari kebenaran’ bukan niat jelek untuk ‘mencari celah-celah kelemahan’ sebagaimana yang dilakukan para orientalis itu…

Wallahu’alam

4 Responses to “Moderasi; Catatan Kecil Untuk Rasyid Wong Ardi”


  1. 1 jaim March 27, 2008 at 2:58 am

    kok gak ada komentar dari trio wong ardi rasyid disini??? atau mereka bagian dari para orientaliis juga ya…
    hehe

  2. 2 Cabe Rawit March 27, 2008 at 2:56 pm

    Assalaamu ‘alaikum… Kang Aden, damang?
    Mau numfang nyamfah saja…:mrgreen:
    Ane lagi gak mood nih… sebetulnya ane juga kepengen ngomen soal Ahmadiyah… tafi entar aja dah…:mrgreen:
    *lari secefatnya*

    @den
    Wa’alaikumsalam. Alhamdulillah sae…
    ihh ulah lulumfatan atuh bilih titaj hong 😀

  3. 3 wong March 29, 2008 at 9:55 am

    Quote jaim:
    kok gak ada komentar dari trio wong ardi rasyid disini??? atau mereka bagian dari para orientaliis juga ya…
    hehe

    JAWAB:
    gw kasih definisi dari oriantalisme kang….
    Orientalisme adalah suatu gerakan yang timbul di zaman modern, pada bentuk lahirnya bersifat ilmiyah, yang meneliti dan memperdalam masalah ketimuran. Tetapi di balik penelitian masalah ketimuran itu mereka berusaha memalingkan masyarakat Timur dari Kebudayaan Timurnya, berpindah mengikuti keinginan aliran Kebudayaan Barat yang sesat dan menyesatkan.

    kalau mau lengkap apa itu orientalisme ente baca buku “Orientaslime” dikarang oleh Doktor Abdul Mun’im Moh.Hasanain. Kalau ente sudah baca bukunya. coba ente tarik kesimpulan apakah ane ini seorang orientalis atau bukan😀
    Sebelum ente ngomong coba ente koreksi diri ente sendiri, apakah aliran ente orientaslisme ataukah tidak?😀 makanya ente cari bukunya kang😀

  4. 4 wong March 29, 2008 at 9:57 am

    Baguslah Kang Deden memberikan klarifikasinya ttg postingan ane kadang muncul kadang menghilang😀 gini khan jadi clear.

    @den
    ok trims😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 216,092 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: