Sesat atau Tidak Sesat?

Diluar dugaan, pertukaran pandangan saya dengan Cabe Rawit telah mengundang banyak komentar yang mana saya sangat setuju dengan penilaian Kang Cabe Rawit sendiri bahwa arah diskusinya menjadi semakin kabur dari tema awal dan menjadi seolah-olah ajangnya Shadow menumpah-ruahkan segala unek-uneknya terhadap Alif. Dimana kelihatan sekali bahwa diantara mereka sebenarnya telah terjadi diskusi yang cukup panjang ditempat lain kemudian berpindah kesini.

Menurut faham saya, tidak ada alasan untuk melanjutkan diskusi diantara mereka karena mau dilanjutkan sepanjang apapun hasil yang diperolah hanyalah saling mencemoohkan satu sama lain saja dan tidak akan pernah ada titik temu.
Saya sendiri terus terang merasa terganggu dengan komentar-komentar Shadow yang selalu berprasangka burung buruk bila komen yang dia tulis tidak serta merta saya moderasi, saya selalu dijadikan tertuduh sebagai telah men-delate komen beliau padahal memang selama hari-hari itu saya tidak mengopeni blog ini dikarenakan kesibukan. Baginya mungkin saya harus standby terus menerus didepan PC untuk memoderasi komen yang ia buat seketika itu juga! Cappe dech…..

Kesimpulan dari diskusi ini adalah sangat sederhana yaitu bahwa dalam pandangan Shadow cs mau apapun dalil dan logika yang Alif sampaikan tetap saja baginya Ahmadiyah itu adalah mahluk sesat yang mengaku Islam, sebaliknya dalam pemahaman Alif cs justru faham Ahmadiyah itulah faham Islam yang sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Allah SWT dan RasulNya Muhammad SAW.

Nah, dari pada berlanjut menjadi sebuah “debat kusir” mungkin kita lebih baik mencari solusi lain karena kalau difikir secara jernih, pihak-pihak yang merasa benar dengan pemahamannya itu mestinya merasa kasihan dan bukan benci pada saudara-saudaranya yang dianggap “sesat”. Karena mana ada manusia yang dengan sengaja “men-sesatkan diri”
Seperti halnya Shadow dan Alif, siapapun mahluk beragama dibumi ini tentulah merasa yakin atas kebenaran faham agama yang dipercayainya, merasa yakin bahwa tidak ada yang keliru sama sekali dengan pemahamannya. Bahkan seorang atheis sekalipun saya fikir ia mempunyai alasan yang mententramkan jiwanya bahwa keyakinannya itu benar.

Sebagai Muslim yang menganggap Ahmadiyah itu sesat saya rasa Shadow cs bisa meminta petunjuk yang diatas mengenai cara yang tepat untuk membuat sadar saudara atau teman2 nya yang Ahmadi. Dalam shalat-shalat malam anda, dalam istikharoh anda tanyakanlah hal itu dengan kerendahan diri dihadapanNya. Saya yakin 100% dengan cara seperti itu anda akan mendapat petunjuk yang jitu yang tidak terkesan wasting time seperti sekarang…. Memang cara seperti itu ada resikonya karena tidak pula menutup kemungkinan bahwa justu Allah SWT memberikan jawaban kepada anda bahwa apa yang diyakini Alif cs itu adalah kebenaran yang sesungguhnya…..
Tapi sepanjang yang anda cari adalah kebenaran tentulah hal seperti itu bukan masalah.

Sebagai manusia yang sama-sama mencari kebenaran dan rido Ilahi marilah kita samakan langkah dan presepsi kita untuk tidak menjadikan perbedaan keyakinan sebagai pemutus tali silaturahmi. Keyakinan boleh berbeda, permusuhan harus tidak ada, persaudaraan adalah wajib sekalipun diantara orang-rang dengan pemahaman yang berbeda.

Yakinilah, cepat atau lambat kita akan sama-sama mengetahui keyakinan siapa sebenarnya yang benar dalam pandanganNya. Dari pada berdebat kusir toh suatu saat setelah kita sama-sama menjadi penghuni ”Tanah Kusir”, semuanya tentang itu akan terbuka secara gamblang dihadapan kita.

Jadi setuju atau tidak setuju, sesat atau tidak sesat, sebagai moderator saya nyatakan bahwa diskusi tentang Ahmadiyah versi Shadow and Alif di blog ini telah berakhir dan mari kita berjabat tangan melupakan kata ataupun bahasa yang kurang ”merenah” yang telah ikut terlontar dalam diskusi kita.
Peace men.

2 Responses to “Sesat atau Tidak Sesat?”


  1. 1 olangbiaca April 10, 2008 at 4:39 am

    Aslkm..kang..gimana khbar ? sehat2 ? udah lama nggak maen kesini…kangen juga….

  2. 2 Cabe Rawit April 26, 2008 at 12:25 pm

    Dalam pemahaman ane, i’tikad mengenai adanya Nabi atau Rasul setelah Nabi SAW adalah keliru dan menyimpang. Dan masih dalam pemahaman ane, penistaan dan penganiayaan serta tindak kekerasan terhadap orang yang memiliki pemahaman atau keyakinan yang berbeda adalah perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama.

    Prinsip ane…
    Ahmadiyah, No!
    Penaniayaan kepada Jemaat Ahmadiyah, No!
    🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 234,699 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: