Pemerintah Larang Ahmadiyah? (2)

DILARANG SALING MELARANG!Sebagai orang yang dianggap tinggal di pinggiran  “ibukota”  saya banyak dihubungi dan ditanya oleh saudara-saudara Ahmadi yang tinggal nun jauh disana; dipedesaan-pedesaan yang jauh dari hingar bingar intrik-intrik politik dan intrik-intrik kekuasaan. Tidak hanya dari “orang gunung” saja, bahkan dari luar negeri juga –termasuk salah satunya Ahmadi asal Indonesia yang adalah seorang professional muda di kota Washington DC. Semua menanyakan tentang hal-hal yang berhubungan dengan rekomendasi Bakor Pakem yang meminta warga Ahmadiyah menghentikan segala aktifitasnya.

“kang apakah yang dimaksud menghentikan aktifitas itu maksudnya warga Ahmadiyah tidak diijinkan lagi untuk mendonorkan darahnya?” Tanya yang Satu.

“apakah kalau suatu saat negara yang penuh bencana ini ditimpa lagi bencana semacam gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor dll, warga Ahmadiyah dilarang dari memberikan bantuan lagi terhadap para korban dan disuruh menjadi penonton?” itu pertanyaan dari yang lain.

Ini pertanyaannya lain lagi:
“apakah kini warga Ahmadiyah dilarang dari melaksanakan peribadatan? Dilarang solat, dilarang baca Al-Qur’an, dilarang bayar Zakat, dilarang puasa sebagaimana halnya dilarang haji?”

Masih banyak lagi bermacam pertanyaan yang tidak bisa saya jawab, lha wong saya juga sama-sama kagak ngarti. Jadi terhadap pertanyaan mereka itu saya cuma jawab sekenanya saja.
Saya bilang; “saya juga sama seperti kamu orang bodoh jadi gak bisa jawab. Pokoknya jangan menafsirkan sendiri-sendirilah. Kasihan MUI nanti repot lagi harus ngeluarin fatwa baru. Kita tunggu saja orang-orang pinter yang merasa pemilik negara ini memberi penjelasan. Sejelek-jeleknya paling kita tidak diijinkan lagi numpang hidup di negeri milik mereka ini.”

Eee saya asal ngomong gitu, gak tau nya seorang kawan nyamber “wah kalau begitu malah bagus kang!”
“Hus! bagus gimana?” saya sewot.
Doi jawab; “berarti dengan begitu kita bisa mencari penghidupan yang lebih baik, kang. Kita jadi gak punya hambatan lagi untuk minta suaka ke negara lain, aku yakin ditempat baru, kita gak perlu ngantri lagi berhari hari hanya sekedar untuk membeli seliter minyak tanah, kang”

Wah tambah pusing saya… :mrgreen:

Jadi bila diantara temen-temen ada yang bisa memberikan jawaban kongkrit terhadap pertanyaan-pertanyaan saudara-saudara saya diatas, mohon saya dibantu!

70 Responses to “Pemerintah Larang Ahmadiyah? (2)”


  1. 1 Anwar Saleh Mutaqi April 20, 2008 at 8:05 am

    Kang Deden, salam kenal.
    Ini saya punya referensi, mungkin bisa bermanfaat.

    MASAIL DINIYAH, KEPUTUSAN MUKTAMAR NU KE 3
    Surabaya, 28 September 1928M / 12 Rabiul Tsani 1347H:
    SOAL:
    Bagaimana pendapat Muktamar tentang Nabi Isa a.s. setelah turun kembali ke dunia. Apakah tetap sebagai Nabi dan Rasul? Padahal Nabi Muhammad s.a.w. adalah Nabi Terakhir. Apakah mahzab empat itu akan tetap ada?
    JAWAB:
    Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isa a.s. itu akan diturunkan kembali pada akhir jaman nanti sebagai Nabi dan Rasul yang melaksanakan syariat Nabi Muhammad s.a.w. Hal itu tidak berarti menghalangi Nabi Muhammad s.a.w. sebagai Nabi yang terakhir sebab Nabi Isa a.s. hanya akan melaksanakan syariat Nabi Muhammad s.a.w. sedang mahzab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku).

    Dari referensi di atas kan teman2 Muktamirin waktu itu 80 tahun yang lalu, tetap meyakini ada nabi lagi (Nabi Isa a.s.) yang datang setelah Nabi Besar Muhammad s.a.w. kok gak apa2 ya. Pertanyaannya lha lalu Nabi Isa a.s. itu siapa, yang dulu jaman Masehi atau ada orang lain dimasa kini? Nah yang jadi masalah kan pendirinya Ahmadiyah mengaku sebagai Nabi Isa a.s. lalu teman2 mainstream tersinggung. Apa perlu tersinggung sih, kan Nabi Muhammad s.a.w. yang banyak berpesan bahwa pada akhir jaman nanti akan datang Nabi Isa a.s. Mestinya mereka yang benar2 cinta kepada Nabi Muhammad s.a.w. patuh dan taat atas semua kabar yang beliau Rasulullah s.a.w. sampaikan tha, seperti teman2 Muktamirin.
    Terima kasih, Anwar Shaleh.

  2. 2 shadow April 22, 2008 at 1:41 am

    Quote Anwar saleh Muttaqi:
    Pertanyaannya lha lalu Nabi Isa a.s. itu siapa, yang dulu jaman Masehi atau ada orang lain dimasa kini? Nah yang jadi masalah kan pendirinya Ahmadiyah mengaku sebagai Nabi Isa a.s. lalu teman2 mainstream tersinggung. Apa perlu tersinggung sih, kan Nabi Muhammad s.a.w. yang banyak berpesan bahwa pada akhir jaman nanti akan datang Nabi Isa a.s. Mestinya mereka yang benar2 cinta kepada Nabi Muhammad s.a.w. patuh dan taat atas semua kabar yang beliau Rasulullah s.a.w. sampaikan tha, seperti teman2 Muktamirin.
    Terima kasih, Anwar Shaleh.

    JAWAB:
    Bisa dibuktikan dgn Al-Qur’an Isa BIN MARYAM akan turun pd akhir zaman nanti?
    buat Kang deden juga, tolong anda buktikan dengan Al-Qur’an ttg kedatangan manusia seperti Isa, Muhammad, budha, Krishna, dll pada akhir zaman nanti?
    nih lucu ya aliran ahmadiyah…Menurut mereka Nabi Isa telah wafat tetapi Isa akan turun lagi nanti 😀 Hadits yang dijadikan pegangan mereka adalah hadits-hadits ttg turunnya Isa bani Israil…begitu konyol 😀
    jadi tidak ada satupun yang bisa dijadikan bukti ataupun pegangan para ahmadi baik di Al-Qur’an maupun hadits ttg kedatangan Manusia seperti isa, Muhammad, Budha, Krishna 😀
    Tadzkirah saja yg dijadikan dasar mereka 😀

  3. 3 Deden April 22, 2008 at 4:47 am

    untuk yang kadang2 mengaku bernama: “shadow, ardi, wong, mila” whoever you are jawaban saya adalah:

    Kalau Isa almasih as itu hanya untuk bani Israil saja dan Al_Qur’anpun dibanyak ayat dengan tegas menyatakan bahwa beliau telah wafat sebagaimana halnya manusia biasa, salah satunya dari ayat al-qur’an adalah: “Dan aku sementara menjadi penjaga atas mereka selama aku diantara mereka, akan tetapi setelah Engkau mewafatkan aku, maka Engkaulah yang menjadi Pengawas mereka dan Engkaulah Saksi atas segala sesuatu.”(Al-Maidah ayat 119) Dalam ayat tersebut Nabi Isa as menjawab kepada Allah swt. bahwa beliau selalu berusaha agar pengikut-pengikutnya jangan sampai menyembah tuhan lain kecuali Allah swt. Seterusnya – dengan jelas – beliau bersabda: “Tetapi setelah Engkau mewafatkan aku, aku tidak tahu apa-apa yang mereka kerjakan.” lha kalau memang sekarang masih hidup dan nanti akan datang tentunya jawaban beliau dihadapan Allah swt ini bohong dong?? masalahnya nabi Isa yang tega berbohong atau kita yang salah kaprah mengganggapnya beliau masih hidup beribu-ribu tahun entah dimana……????

    lalu bila demikian lalu “Isa”mana sih yang dimaksud oleh hadits2?
    Menurut pemahaman kami yang dimaksud adalah “Isa”nya Muhammad bukan “Isa” nya Musa. Kalau Isa as yang dulu itu memang berasal dari ummat Musa dan dikirim Tuhan untuk meluruskan kembali pemahaman kaum Israil ummatnya nabi Musa yang telah melenceng, maka kedatangan “Isa” dikalangan Islam adalah juga “Isa” dari ummat Muhammad yang ditugaskan untuk meluruskan kembali pemahaman ummat Islam yang telah terkooptasi oleh pemahaman2 dari luar Islam.

    Tapi tentu saja adalah benar firman Allah swt didalam Al-Qur’an bahwa “ketika Isa ibnu Maryam disebut sebagai misal, maka kaum engkau ingar bingar mengajukan sanggahan……, terbukti kan saat ini ketika kaum Ahmadiyah mengklaim bahwa “Isa” yang dimaksud hadits itu bukanlah Isa as dulu melainkan hanya yang “semisal Isa” maka begitu ingar bingarnya fatwa sesat dialamatkan kepada kaum ini…

  4. 4 nabi lama April 22, 2008 at 10:04 pm

    Quote:
    “Tetapi setelah Engkau mewafatkan aku, aku tidak tahu apa-apa yang mereka kerjakan.” lha kalau memang sekarang masih hidup dan nanti akan datang tentunya jawaban beliau dihadapan Allah swt ini bohong dong?? masalahnya nabi Isa yang tega berbohong atau kita yang salah kaprah mengganggapnya beliau masih hidup beribu-ribu tahun entah dimana……????

    Jawab:
    Kita liat aja mana yang bohong, Isa-nya saya atau Isa-nya Akang. Gitu aja kok repot.

    Quote:
    maka begitu ingar bingarnya fatwa sesat dialamatkan kepada kaum ini…

    Jawab:
    Kang Deden,
    Justru Isa Akang adalah MGA, yang membawa wahyu. Nah wahyu itu, apa Akang pernah baca semua atau tidak (kayak AA Gym aja)? Padahal doktrin2 Ahmadi mengacu ke wahyu2 MGA khan? Walau terus disangkut pautkan dengan Al Quran, pada intinya terjemahan Al Quran pun di’sesuai’kan dengan wahyu MGA.

  5. 5 shadow April 23, 2008 at 3:34 am

    Quote Deden:
    untuk yang kadang2 mengaku bernama: “shadow, ardi, wong, mila” whoever you are jawaban saya adalah:

    Kalau Isa almasih as itu hanya untuk bani Israil saja dan Al_Qur’anpun dibanyak ayat dengan tegas menyatakan bahwa beliau telah wafat sebagaimana halnya manusia biasa, salah satunya dari ayat al-qur’an adalah: “Dan aku sementara menjadi penjaga atas mereka selama aku diantara mereka, akan tetapi setelah Engkau mewafatkan aku, maka Engkaulah yang menjadi Pengawas mereka dan Engkaulah Saksi atas segala sesuatu.”(Al-Maidah ayat 119) Dalam ayat tersebut Nabi Isa as menjawab kepada Allah swt. bahwa beliau selalu berusaha agar pengikut-pengikutnya jangan sampai menyembah tuhan lain kecuali Allah swt. Seterusnya – dengan jelas – beliau bersabda: “Tetapi setelah Engkau mewafatkan aku, aku tidak tahu apa-apa yang mereka kerjakan.” lha kalau memang sekarang masih hidup dan nanti akan datang tentunya jawaban beliau dihadapan Allah swt ini bohong dong?? masalahnya nabi Isa yang tega berbohong atau kita yang salah kaprah mengganggapnya beliau masih hidup beribu-ribu tahun entah dimana……????

    JAWAB:
    Ente baca di http://islamic.us.to keyakinan saya Isa telah wafat atau masih hidup 😀
    jadi jawaban ente yg ditujukan kepada ane nggak nyambung gitu 😀

    Quote deden:
    lalu bila demikian lalu “Isa”mana sih yang dimaksud oleh hadits2?
    Menurut pemahaman kami yang dimaksud adalah “Isa”nya Muhammad bukan “Isa” nya Musa. Kalau Isa as yang dulu itu memang berasal dari ummat Musa dan dikirim Tuhan untuk meluruskan kembali pemahaman kaum Israil ummatnya nabi Musa yang telah melenceng, maka kedatangan “Isa” dikalangan Islam adalah juga “Isa” dari ummat Muhammad yang ditugaskan untuk meluruskan kembali pemahaman ummat Islam yang telah terkooptasi oleh pemahaman2 dari luar Islam.

    JAWAB:
    huaa…haaa. haaa..kok menurut pemahaman “kami” 😀
    Ya dibuktikan kang alasan ente tsb dengan Al-Qur’an. jawaban ente kelihatan nggak fokus begitu 😀
    Pendakwaan Ghulam Ahmad berbagai macam baik itu Isa, Muhammad, Budha, Krishna, dll tsb tidak ada dlm Al-Qur’an maupun hadits 😀
    Jadi pake “PEMAHAMAN KAMI”…lucu juga ente 😀

    Quote Deden:
    Tapi tentu saja adalah benar firman Allah swt didalam Al-Qur’an bahwa “ketika Isa ibnu Maryam disebut sebagai misal, maka kaum engkau ingar bingar mengajukan sanggahan……, terbukti kan saat ini ketika kaum Ahmadiyah mengklaim bahwa “Isa” yang dimaksud hadits itu bukanlah Isa as dulu melainkan hanya yang “semisal Isa” maka begitu ingar bingarnya fatwa sesat dialamatkan kepada kaum ini…

    JAWAB:
    Kalau memgutip Al-Qur’an itu jangan sepotong-sepotong. ente khan mengutip QS.43.57 😀
    Ente baca lanjutannya pada ayat 58….disitu Isa diumpamakan sebagai “Tuhan” kang 😀 baca Al-Qur’an itu yang teliti. Jangan doktrin langsung dilahap saja.
    ente baca ayat ke 57…Isa dijadikan perumpamaan. Isa disitu adalah Isa bani Israil. Nah perumpamaannya ada pada ayat berikutnya yaitu “perumpamannya sebagai tuhan”. Ente cari deh Asbaabun Nuzuulnya…disitu Isa diumpamakan sebagai tuhan.
    Saran saya janganlah anda mendustakan ayat-ayat Allah. bert kang adzab yang akan anda terima.

  6. 6 shadow April 23, 2008 at 3:35 am

    katanya Ahmadiyah menggunakan Al-Qur’an dan hadits. Tapi faktanya menggunakan “PEMAHAMAN KAMI” 😀

  7. 7 Deden April 23, 2008 at 7:06 am

    “menurut pemahaman kami” itu tentulah pemahaman kami terhadap ayat2 Al-Qur’an, Hadists tersebut, Mas…

    jadi inget komentarnya Syamsul Arifin, kandidat gubernur SUMUT di Today Dialog-nya Metro TV..
    doi bilang (more or less)”terserah apa yang kau suka, kalau kau suka aku jelek pun kau katakan bagus, sebaliknya kalau kau tidak suka, macam mana bagusnyapun kau akan tetap tidak suka” :mrgreen:

  8. 8 wiwi April 23, 2008 at 10:12 am

    Kang Deden mudah2an dapat hidayah ya…
    Jelas2 pendiri Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang plagiat. Yang seenaknya meniru hadis/perkataan Nabi Muhammad saw. Salah satunya nabi berkata kepada sayyidina Ali, “Engkau adalah dariku dan aku darimu” yang maksudnya adalah perbandingan setara (sama2 manusia). Karena sayyidina ali adalah saudara beliau masih satu darah keturunan.
    Sementara Mirza Ghulam Ahmad mengaku mendapat firman Allah yang berbunyi, “Engkau adalah dari Ku dan Aku adalah darimu” ????????????????????????
    Perbandingan yang tidak setara, menyamakan diri dengan Tuhan?????????????????
    Islam kan mengesakan tuhan, berarti sebaiknya jangan memakai nama Islam pakai saja agama Ahmadiyah, beres.
    Untuk Ahmadiyah yang masih melakukan shalat 5 waktu, zakat dan puasa saya yakin mereka hanya keliru dalam menafsirkan agama.
    Cepatlah kembali ke jalan yang lurus. Pelajari Ahmadiyah sampai detail dari mulai sejarah keberadaannya sampai buku2 yang ditulis oleh MGA. Jangan hanya menerima Ahmadiyah sebagai warisan dari leluhur, sehingga yang didapat hanya fatwa “katanya harus begini atau harus begitu”, “karena dari dulu ya sudah seperti itu”.
    Wallahu a’lam bishawab.

  9. 9 Deden April 23, 2008 at 11:56 am

    wiwi:
    “Engkau adalah dari Ku dan Aku adalah darimu”

    deden:
    wi,saya termasuk yg agak rajin membaca tapi baru kali menemukan kalimat itu dari anda. Saya fikir itu bisa salah satu dari dua kemungkinan: Kemungkinan-1 kalimat itu benar ada tapi yg dibicarakan adalah bahasa mimpi, saya fikir dalam mimpi kita bisa jadi apa aja kok..lah namanya juga mimpi…kemungkinan 2,kalimat itu adalah sebagaimana biasa sering terjadi adalah hasil interpolasi dan rekayasa dari para penentang Ahmadiyah..

    wiwi:
    Untuk Ahmadiyah yang masih melakukan shalat 5 waktu, zakat dan puasa saya yakin mereka hanya keliru dalam menafsirkan agama.

    deden:
    kalimatmu ini mengesankan seolah-olah sebagian Ahmadiyah tidak melakukan semua itu,wi..
    coba tolong Wiwi baca Sepuluh syarat Bai’at masuk kedalam Jamaah Ahmadiyah dibawah ini:

    1.Orang yang bai’at, berjanji dengan hati jujur bahwa dimasa yang akan datang hingga masuk ke dalam kubur, senantiasa akan menjauhi syirik.
    2.Akan senantiasa menghindarkan diri dari segala corak bohong, zina, pandangan birahi terhadap bukan muhrim, perbuatan fasik, kejahatan, aniaya, khianat, huru-hara, pemberontakan; serta tidak akan dikalahkan oleh gejolak-gejolak hawa nafsunya meskipun bagaimana juga dorongan terhadapnya.
    3.Akan senantiasa mendirikan shalat lima waktu tanpa putus-putusnya, semata-mata karena mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya, Muhammad SAW. Dan dengan sekuat tenaga akan senantiasa mengerjakan shalat tahajjud, dan mengirimkan shalawat kepada Yang Mulia Rasulullah SAW, dan memohon ampun dari kesalahan dan memohon perlindungan dari dosa; akan ingat setiap saat kepada nikmat-nikmat Allah, lalu mensyukuri dengan hati tulus, serta memuji dan menjunjung-Nya dengan hati yang penuh kecintaan.
    4.Tidak akan memberi kesusahan apapun yang tidak pada tempatnya terhadap makhluk Allah umumnya dan kaum Muslimin khususnya karena dorongan hawa nafsunya, baik dengan lisan atau dengan tangan atau dengan cara apapun juga.
    5.Akan tetap setia terhadap Allah Taala baik dalam segala keadaan susah ataupun senang, dalam duka atau suka, nikmat dan musibah; pendeknya, akan rela atas putusan Allah. Dan senatiasa akan bersedia menerima segala kehinaan dan kesusahan di dalam jalan Allah. Tidak akan memalingkan mukanya dari Allah Taala ketika ditimpa suatu musibah, bahkan akan terus melangkah ke muka.
    6.Akan berhenti dari adat yang buruk dan dari menuruti hawa nafsu. Dan benar-benar akan menjunjung tinggi perintah al Quran Suci atas dirinya. Firman Allah dan sabda Rasul-Nya Muhammad SAW itu akan menjadi pedoman baginya dalam setiap langkahnya.
    7.Meninggalkan takabur dan sombong; akan hidup dengan merendahkan diri, beradat lemah lembut, berbudi pekerti halus, dan sopan santun.
    8.Akan menghargai agama, kehormatan agama dan mencintai Islam lebih dari pada jiwanya, hartanya, anak-anaknya, dan dari segala yang dicintainya.
    9.Akan selamanya menaruh belas kasihan terhadap makhluk Allah umumnya, dan akan sejauh mungkin mendatangkan faedah kepada umat manusia dengan kekuatan dan nikmat yang dianugerahkan Allah Taala kepadanya.
    10.Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba ini “Imam Mahdi dan al Masih Mau’ud”, semata-mata karena Allah dengan pengakuan taat dalam hal ma’ruf dan akan berdiri di atas perjanjian ini hingga mautnya, dan menjunjung tinggi ikatan perjanjian ini melebihi ikatan duniawi, baik ikatan keluarga, ikatan persahabatan, ataupun ikatan kerja.

  10. 10 nabi lama April 23, 2008 at 10:45 pm

    Quote:
    Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba ini “Imam Mahdi dan al Masih Mau’ud”, semata-mata karena Allah dengan pengakuan taat dalam hal ma’ruf dan akan berdiri di atas perjanjian ini hingga mautnya, dan menjunjung tinggi ikatan perjanjian ini melebihi ikatan duniawi, baik ikatan keluarga, ikatan persahabatan, ataupun ikatan kerja.

    Jawab:
    Selain pernyataan baiat yang ke10, itu memang ada di Islam, tapi arti baiat yang ke10 ini kurang lebih: ”
    Taat dan tunduk pada apa yang disampaikan / diajarkan oleh MGA”.
    Bukan begitu Akang?
    Wassalam

  11. 11 J&W April 24, 2008 at 12:51 am

    They are who against Ahmadiyah are playing god. Just remember what it goes around it comes around. Pay backs are bitch.

  12. 12 Deden April 24, 2008 at 2:02 am

    untuk nabi lama : 100% asumsi anda benar, karena yang diajarkan MGA adalah 9 poin diatasnya itu! 😀

  13. 13 Deden April 24, 2008 at 2:32 am

    untuk shadow: anda benar bahwa ayat yg saya ambil adalah dari Al-Qur’an surah Az-Zukhruf ayat 58 (karena bismillah saya hitung sebagai ayat 1)
    Al-Qur’an itu diturunkan kepada Rasulullah SAW, apabila didalamnya terkandung cerita2 mengenai umat terdahulu itu bukan semata-mata agar supaya kita tahu sejarah melainkan ada juga tersirat bahwa apa yang telah dilakukan umat lampau juga akan dilakukan umatnya nabi Muhammad SAW, apabila umat nabi lampau melakukan kecurangan didalam berniaga dg memanipulasi alat timbang, demikian pula dilakukan oleh sebagian umat Islam sekarang, apabila umat nabi dahulu melakukan kejahatan seksual demikian pula dilakukan sebagian pengikut nabi Muhammad SAW kini, apabila umat nabi lampau selalu menolak kedatangan rasul dan menganggap nabinya sebagai nabi terakhir demikian pula dilakukan pengikut Rasulullah kini..

    kedatangan Almasih as adalah tanda bahwa orang2 Yahudi akan dihinakan dan direndahkan serta akan kehilangan kenabian untuk selama-lamanya. Karena matsal berarti sesuatu yang semacam dengan atau sejenis dg yg lain, ayat ini disamping arti yg diberikan dalam ayat ini dapat pula berarti bahwa bila umat Rasulullah SAW –kaum muslimin– diberitahu bahwa orang lain seperti dan merupakan sesama nabi Isa as akan dibangkitkan diantara mereka untuk memperbaharui mereka dan mengembalikan kejayaan rohani mereka yg telah hilang maka dari pada bergembira atas khabar suka itu malah mereka ingar bingar mengajukan protes. jadi ayat ini dapat pula dianggap mengisyaratkan kepada kedatangan Isanya Muhammad SAW…

    Allahlah yang lebih tahu 😀

  14. 14 boyke April 24, 2008 at 7:32 am

    lama2 gw jadi curiga jngn2 dibelakang layar justru sebenarnya mui dan ahmadiyah itu main mata. bagaimana tidak, dengan andanya kondisi seperti ini ahmadiyah justru sangat diuntungkan.gw membayangkan seandainya ditempuh dg cara normal, hanya untuk membuat orang di indonesia tahu tentang ahmadiyah saja tentulah diperlukan waktu yang lama dan dana yang tidak sedikit. tapi dengan adanya seperti sekarang dimana semua media meliput ahmadiyah, ahmadiyah justru mendapkan promosi gratis secara besar2an.. dan seluruh warga indonesia pun kini jadi tahu bahwa disekitar mereka ada aliran yg namanya ahmadiyah. tidak hanya di indonesia saja karena keluar negeripun, paling tidak kenegera dimana gw tinggal beritanya sampai.apalagi bila mengingat keadaan masyarakat diindonesia saat ini yg begitu mudahnya bentrok, tidak melawannya kaum ahmadiyah saat kampungnya diserang pfi itupun menjadi nilai plus yg membuat orang simpati dan tertarik pada ahmadiyah..
    memang mui gencar menyuarakan agar pemerintah membubarkan ahmadiyah, tapi gak mungkinlah pemerintah membubarkan ahmadiyah mengingat kontribusi ahmadiyah yg tidak sedikit didalam proses kemerdekaan ri dulu, kecuali pemerintahnya tidak takut kualat. dan gw yakin kalo mui tahu tentang itu semua.

  15. 15 nabi lama April 24, 2008 at 1:13 pm

    Quote:
    They are who against Ahmadiyah are playing god. Just remember what it goes around it comes around. Pay backs are bitch.

    Answer:
    Arrogance is not come from Muhammad PBUH teaching. It’s form the Satan.
    Guarantee.

  16. 16 Deden April 25, 2008 at 4:05 am

    untuk Boyke:
    bahwa Ahmadiyah mendapatkan “blessing in disguese” dari situasi ini, saya sependapat dengan anda, tapi bila anda curiga MUI dan Ahmadiyah “main mata” saya jamin 100% itu hal yang sangat impossable.

  17. 17 shadow April 26, 2008 at 7:23 am

    haaa…haaa…haaa…deden masih saja berbuat curang dengan mendelete postingan saya. Sumpah palsu lagi dan tidak bertindak jujur….apakah ini ajaran jemaat ahmadiyah untuk selalu berbuat curang, tidak fair dan bersumpah palsu 😀
    mana jawaban anda den….silahkan anda jawab arsip saya disini http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=87
    Silahkan anda jawab….anda mendelete postingan saya seolah-olah para pembaca menilai saya tidak bisa menjawab pertanyaan anda 😀
    licik bener ente…berguru ama nabi palsu itu ya si Ghulam Ahmad 😀

  18. 18 Deden April 26, 2008 at 9:42 am

    shadow yth:
    dari awal anda memberikan komen diblog saya, anda selalu menunjukkan gejala manusia yang tidak sabaran, kapanpun anda kasih komen harus serta merta tampil saat itu juga. Kapan sedikit telat memoderasi, sumpah serapah andapun muncul.. Sekarang terlanjur dicap sebagai tukang delete maka sekalian saja komen2 anda yg belum dimoderasi saya betul2 delete sesuai tuduhan anda ….. :mrgreen:

    Mengatakan apapun tentang diri saya,tentu tidak akan berpengaruh apa-apa pada diri anda namun sebaiknnya anda tidak mengalamatkan nada penghinaan anda pada seorang utusan Allah seperti halnya pendiri Ahmadiyah…

  19. 19 anto April 26, 2008 at 10:06 am

    Mereka para pejabat yg memutuskan bahwa suatu aliran adalah sesat berarti telah menjadi penghianat bangsa. Karena mereka telah membuat keputusan yg melanggar hukum dasar NKRI yaitu UNDANG-UNDANG DASAR. Dg secara tegas dlm UUD dinyatakan adalahd kewajiban negara melidnungi rakayatnya
    untuk memeluk agama/kepercayaan masing2. Betapa aibnya para pejabat yg mencoreng muka sendiri dg kotoran. Alangkah malunya para founding fathers bangsa Indonesia melihat ketololan anak turunnya. Pemimpin yg diangkat oleh rakyat tdk mampu melindungi dan mengayomi karena hanya takut tdk populer serta takut tdk terpilih lagi. Alangkah menyedihkan mereka yg menyatakan bhw aliran Ahmadiyah sesat krn desakan kelompok tertentu. suatu keputusan yg hanya didasari takut kehilangan kekuasaan bknlah org yg menyembah ALLAH. Mereka penyembah berhala kekuasaan. Keberadaan Ahmadiyah di Indonesia bknlah baru. Mereka sdh lama ada. Dan selama ini tdk satupun yg menyatakan sesat. Alangkah tololnya mereka yg menyatakan sesat. Apa pula hak mereka. Mereka bukanlah yg menjamin kehidupan ini. Secara sadar sesungguhnya mereka juga tlh menghina agama dan kitab suci. Bkn dlm Al Quran dinyatakan bhw Islam adalah berkah bagi sekalian alam. Tindakan mereka tdk lagi sejalan dg kitab suci yg mereka junjung tinggi. Silahkan sendiri memberi sebutan apa pd mereka yg telah mengingkari ajaran sucinya. Melawan hukum yg
    dibuat manusia, UUD dan juga mengingkari perintah/ajaran kitab suci yg diturunkan oleh nabi Muhammad SAW yg selalu mereka junjung tinggi (katanya).
    Saya sdh tdk bisa berkata lagi. Jenis atau mahkluk apa yg kita hadapisekarang ini. Kalau manusia yg katanya beragama tentu bisa diajak bicara tentang aturan. Tapi kok nggak ngerti juga. Landasan apa yg mereka pakai. Pastilah landasan sok pintar sendiri. Alangkah menyedihkan bangsa
    ini di bawah para penguasa yg tdk mau mengerti. SALAM INDONESIAINDONESIA JAYA. Yakinilah bahwa kita dlm proses kejayaan.

  20. 20 nabi lama April 28, 2008 at 5:33 am

    Quote:
    Mereka para pejabat yg memutuskan bahwa suatu aliran adalah sesat berarti telah menjadi penghianat bangsa. Karena mereka telah membuat keputusan yg melanggar hukum dasar NKRI yaitu UNDANG-UNDANG DASAR. Dg secara tegas dlm UUD dinyatakan adalahd kewajiban negara melidnungi rakayatnya
    untuk memeluk agama/kepercayaan masing2.

    Jawab:
    Negara melindungi agama2 resmi yang ada di Indonesia, Kristen Hindu, Buddha, Islam, Kong Hu Chu, dsb. Nah, kalo ada yang ngaku2 Islam tapi orang Islam sendiri bilang bukan Islam. Kenapa mesti namain sendiri Islam? Nggak pilih nama Ahmadiyah kek atau Ghulamiyah kek. Ini namanya bikin kacau agama yang sudah lama ada di Indonesia (bahkan sebelum MGA lahir!).

  21. 21 wiwi April 29, 2008 at 10:50 am

    Kang Deden,
    Itu bukan bahasa mimpi tapi pengakuan MGA ketika mendapat wahyu. Ditulis olehnya dalam salah satu buku karangannya.
    Poin 4 ttg tidak akan menyebabkan kesusahan…. dengan lisan atau…dst.
    Setahu saya kaum Ahmadiyah sendiri mengkafirkan muslimin/ah yang tidak mengimami MGA????????????
    Btw, thanks for the info. Saya akan sedapat mungkin menjauhi debat yang sengit. Karena dalam debat yang sengit ada syaitan yang menunggangi. Dan orang yang berdebat sengit apalagi dengan sesama muslim (selama Allahnya sama, Qurannya sama dan Nabinya sama) tidak akan mencium bau surga. Wallahu a’lam bishawab.

  22. 22 Deden April 30, 2008 at 2:15 am

    coba deh Wi tolong disebutkan nama bukunya itu biar akang bisa meng-kroscek-nya, ya..! mengenai Ahmadiyah mengkafirkan muslimin/ah yang lain dst…itu tidak benar, Wi dan akang rasa Wiwi mendapatkan pengetahuan itu dari sumber yang menentang Ahmadiyah, bukan dari Ahmadiyah.. Itu tidak mengherankan karena didalam menghadapi Ahmadiyah banyak pihak yg terkesan menghalalkan segala cara..
    seperti dalam masalah buku misalnya, walaupun samar2 akang masih bisa mengingat sekitar 20 tahun lalu beredar buku yg dicetak dan disebarkan diIndonesia oleh suatu kedubes asing di Jakarta, buku tersebut berjudul “Inilah Qodiyani”, dimana isinya diklaim sebagai kutipan2 dari buku2 pendiri Ahmadiyah namun setelah di kroscek dengan buku aslinya ternyata bohong besar..
    (insya Allah kalo pulang kampung nanti buku tersebut akan akang cari, mudah2an ortu masih menyimpannya…)
    Jadi saran akang, bila Wiwi ingin mengetahui segala sesuatu dg benar carilah dari sumber aslinya jangan dari ‘kompetitor’nya apalagi dalam hal yang menyangkut keyakinan. bila pingin tahu Ahmadiyah cari tahulah dari pihak Ahmadiyah. Silahkan mampir disitus resmi Ahmadiyah Indonesia: http://www.ahmadiyya.or.id/ atau Ahmadiyah International: http://alislam.org/

  23. 23 J&W May 1, 2008 at 5:58 am

    Quote:
    Negara melindungi agama2 resmi yang ada di Indonesia, Kristen Hindu, Buddha, Islam, Kong Hu Chu, dsb. Nah, kalo ada yang ngaku2 Islam tapi orang Islam sendiri bilang bukan Islam. Kenapa mesti namain sendiri Islam? Nggak pilih nama Ahmadiyah kek atau Ghulamiyah kek. Ini namanya bikin kacau agama yang sudah lama ada di Indonesia (bahkan sebelum MGA lahir!).

    Jawab:
    Kalau Ahmadiyah tidak resmi keberadaannya di Indonesia, kenapa baru sekarang2 ini diributin, kan Ahmadiyah sudah berdiri sebelum RI berdiri dan syah sebagai organisasi keagamaan, bahkan sudah ada sebelum anda lahir. Jangankan masalah Ahmadiyah, kenapa sekarang2 ini jadi serba beringas mengatasi masalah yg ada dinegara kita ini?.

    Quote:
    Saya sdh tdk bisa berkata lagi. Jenis atau mahkluk apa yg kita hadapisekarang ini. Kalau manusia yg katanya beragama tentu bisa diajak bicara tentang aturan. Tapi kok nggak ngerti juga. Landasan apa yg mereka pakai. Pastilah landasan sok pintar sendiri. Alangkah menyedihkan bangsa.

    Jawab:
    Setuju pak, mereka gak pake otak sama sekali.

  24. 24 nabi lama May 2, 2008 at 8:42 pm

    Quote:
    Kalau Ahmadiyah tidak resmi keberadaannya di Indonesia, kenapa baru sekarang2 ini diributin, kan Ahmadiyah sudah berdiri sebelum RI berdiri dan syah sebagai organisasi keagamaan, bahkan sudah ada sebelum anda lahir. Jangankan masalah Ahmadiyah, kenapa sekarang2 ini jadi serba beringas mengatasi masalah yg ada dinegara kita ini?.

    Jawab:
    Pendapat orang zaman sebelum RI merdeka kan bermacam2. Nah setelah merdeka, secara formal kan jelas tuh yang mana Islam dan bukan Islam. Kalo namain yang selain Islam apa repotnya ya? Karena yang duluan mengaku Islam (ajaran Muhammad SAW yang murni) itu keberatan (sedangkan Anda kan ngaku Islamnya setelah ada ajaran MGA).

    Masalah beringas itu memang demokrasi yang kebablasan. Orang sudah tidak pikir yang mana hak dan kewajiban. Kewajiban kita untuk mendewasakan mereka.

  25. 25 ibrahimovic May 3, 2008 at 10:04 am

    Quote Deden:
    mengenai Ahmadiyah mengkafirkan muslimin/ah yang lain dst…itu tidak benar, Wi dan akang rasa Wiwi mendapatkan pengetahuan itu dari sumber yang menentang Ahmadiyah, bukan dari Ahmadiyah

    JAWAB:
    Kata siapa kang deden…coba anda cari buku Ahmadiyah “bukan sekedar hitam putih” karangan M.A.Suryawan…disitu Ghulam Ahmad dan JAI menyebutkan bahwa yang tidak percaya kepada Ghulam Ahmad adalah “KAFIR” 😀
    cari deh bukunya 😀

    bisa juga klik disini http://www.mujahidislam.com/file/bshp.pdf

    deden:
    Tuan Ibrahim Yth,
    saya telah memeriksa apa yang tuan sebutkan dan betul saya menemukan pembahasan “Masalah Kafir” dihalaman 121 s/d 126 buku “BUKAN SEKEDAR HITAM PUTIH”. Aneh sekali kesimpulan anda itu karena yang saya baca adalah sebagai berikut:

    saya kutip pernyataan pendiri Ahmadiyah dari buku tersebut dihalaman 123 seperti ini:

    “Cobalah perhatikan kebohongan para alim ulama, betapa mereka menuduh kami telah mengkafirkan dua ratus juta kaum muslimin, padahal bukanlah kami yang memulai hal ini, bahkan para ulamalah yang pertama-tama mengkafirkan kami dan mereka pulalah yang telah menimbulkan kiamat dengan menghamburkan fatwa-fatwa mengkafirkan kami, dan dengan fatwa-fatwa itu mereka telah menimbulkan kegemparan diseluruh India….”(Haqiqatul Wahyi hal 120-121)

    dan dihalaman 126, sebagai berikut:

    “point ini perlu diingat bahwa menyatakan orang-orang yang mengingkari pendakwaannya sebagai kafir hanyalah cirri-ciri nabi yang membawa syariat serta hukum-hukum baru dari Allah Taala. Akan tetapi selain dari pada pembawa syariat, segenap mulham (penerima ilham) dan muhaddats (orang yang bercakap-cakap dengan Allah Taala) – tidak peduli betapa kemulianya disisi Allah Taala dan memperoleh anugrah bercakap-cakap langsung dengan Allah- dengan mengingkari mereka tidak ada yang menjadi kafir.” (Taryaqul Qulub, catatan kaki hal 130, Ruhani Kazain jilid 15. catatan kaki hal 432)

    silahkan tuan Ibrahim dan siapapun dari anda yang terlanjur ikut-ikutan menuduh bahwa Ahmadiyah mengkafirkan umat Islam diluar Ahmadiyah, untuk membaca pembahasan dibuku BUKAN SEKEDAR HITAM PUTIH dihalaman 121 s/d 126 yang linknya telah diberikan oleh tuan Ibrahim diatas. Bacalah dengan kepala dingin dan tanpa prasangka sehingga hal yang begitu jelasnya itu tidak malah dipahami secara ngawur dan kebolak bolak :mrgreen:

  26. 26 ibrahimovic May 5, 2008 at 5:30 am

    Deden baca dengan teliti Buku BSHP hal.138 tertulis sbb:

    \”Pada tanggal 14 Desember 1905 ada dua orang yang bai\’at. Salah satu diantaranya bertanya: \”Apakah boleh shalat di belakang orang non-Ahmadi?\” Hz.Masih Mau\’ud menjelaskan: Orang-orang itu menyebut saya kafir. Jika saya ini bukan kafir, tentu kekufuran itu berbalik ke arah mereka. Orang yang menyebut seorang Muslim sebagai kafir berarti orang yang berkata itu sendiri kafir. Oleh karena itu shalat dibelakang mereka tidak dibenarkan. Lalu, orang-orang yang diam-diam saja diantara mereka merekapun sebenarnya termasuk diantara orang-orang itu. Dibelakang merekapun shalat tidak dibenarkan. Sebab mereka didalam kalbu menganut suatu keyakinan yang bertentang, yang secara zahir [lahiriah] tidak sama dengan kita\”.

    lihat http://www.mujahidislam.com/file/bshp.pdf Hal.126

    Didalam halaman ini Ghulam Ahmad berkata : orang-orang yang diam-diam saja diantara merekapun sebenarnya termasuk diantara orang-orang itu. Maksud orang-orang itu dalam perkataan Ghulam Ahmad ini adalah orang kafir. berarti orang-orang yang diam pun yang tidak mengafirkan Ghulam Ahmad tetap saja dianggap kafir oleh Ghulam Ahmad.

    Deden baca lagi hal 122 dari buku BSHP

    \”….Karena Masih Mau\’ud adalah nabi ummati, maka mengingkari beliau berarti membuat seseorang menjadi KAFIR (ingkar) thd nabi ummati. Sebagai anggota didalam umat Rasulullah SAW, orang itu dapat disebut muslim, akan tetapi dia menjadi KAFIR dalam hal mengingkari Masih Mau\’ud

    Sudah jelas bahwa baik Ghulam Ahmad maupun JAI mengafirkan orang yang mengingkari kenabian Ghulam Ahmad

    Saya harap Deden mencari buku aslinya karena penomoran halaman antara buku dengan file bshp.pdf sdh berbeda

    deden
    lagi-lagi kesimpulan anda keliru…kunci dari semua itu ada dipembahasan yang dibahas dibuku itu secara khusus di halaman 121-126 pada subjudul “MASALAH KAFIR”

  27. 27 ibrahimovic May 5, 2008 at 10:37 am

    Saya tidak keliru. Saya sudah membaca semua buku tsb.

    Coba anda berikan penjelasan, apa maksud dari \”orang-orang yang diam-diam saja diantara merekapun sebenarnya termasuk diantara orang-orang itu\” dan \”Karena Masih Mau’ud adalah nabi ummati, maka mengingkari beliau berarti membuat seseorang menjadi KAFIR (ingkar) thd nabi ummati. Sebagai anggota didalam umat Rasulullah SAW, orang itu dapat disebut muslim, akan tetapi dia menjadi KAFIR dalam hal mengingkari Masih Mau’ud\”.

    Anda tidak bisa begitu saja menghindar dengan mengatakan \”lagi-lagi kesimpulan anda keliru\”
    Bukti yang saya berikan itu adalah fakta bahwa baik Ghulam ahmad maupun JAI mengafirkan non ahmadi.
    Jangan jadikan alasan ulama india mengafirkan Ghulam Ahmad sehingga kalimat kafir berbalik kepada ulama india tsb sesuai hadits yang dikutip Ahmadiyah. Kita disini tidak pernah mengafirkan ahmadiyah. Berarti tidak ada alasan bagi para ahmadi shalat dibelakang kami. Apa kita menerima dosa warisan dari ulama tsb deden? adakah dosa warisan?
    Coba anda sebutkan syarat-syarat Shalat sehingga Ahmadiyah melarang para ahamdi shalat dibelakang non ahmadi.

    deden
    baiklah bila anda telah membaca buku tersebut tapi tidak juga bisa mencerna, saya harap beberapa hadits dibawah yang saya kutip dari sumber yg sama bisa mencerahkan anda:

    “Janganlah kamu menjadi kafir dibelakangku, sehingga sebagian dari kamu memancung leher yang lain” ( Misykat jilid 1 hal, hal 37)

    “Siapa diantara budak-budak yang lari meninggalkan tuannya, maka sesungguhnya maka ia telah menjadi kafir sebelum ia kembali kepada tuan mereka” (HR Muslim Jilid 1 hal 37)

    “ada dua sifat yang masih terdapat dikalangan umatku, mereka masih kafir dalam dua sifat itu, yakni mencela kebangsaan orang lain dan meratapi mayit (HR Muslim Jilid 1 hal 37)

    “perjanjian teguh yang membedakan kita dengan mereka (orang2 kafir dan musyrik) adalah sembahyang, maka barang siapa meninggalkan sembahyang niscaya kafirlah dia” (Misykat, hal 58)

    tentulah maksud Rasulullah saw kafir diatas bukanlah kafir yang telah membuat orang2 itu menjadi bukan lagi orang Islam melainkan kafir dalam pengertian kafir terhadap prilaku2 yang semestinya tidak dilakukan mereka sementara mereka tetap diakui sebagai orang Islam..
    demikian pula apabila pendiri Ahmadiyah mengatakan orang Islam diluar Ahmadiyah telah kafir terhadap pengakuan beliau adalah semakna dengan bunyi2 hadits diatas….
    Mas, kafir itu maknanya adalah menolak: emangnya anda mau dikatakan sebagai tidak menolak terhadap pendakwaan beliau? :mrgreen:

    mengenai Ahmadiyah yang tidak mau solat dibelakang imam yang juga bukan orang Ahmadiyah itu lantaran kami mengikuti fatwa pendiri Ahmadiyah, dimana fatwa itu dilatar belakangi oleh sikap tidak bersahabat ulama2 Islam dimasa beliau hidup dimana kapanpun seorang Ahmadi berdiri solat dibelakang mereka sebagai makmum, maka orang Ahmadiyah ini akan diusir, mereka tidak mau ada orang Ahmadiyah yang menjadi makmumnya. Nah atas dasar inilah lalu fatwa dikeluarkan sehingga para Ahmadi waktu itu dapat mengambil sikap..

  28. 28 ibrahimovic May 8, 2008 at 11:10 am

    Quote deden:
    baiklah bila anda telah membaca buku tersebut tapi tidak juga bisa mencerna, saya harap beberapa hadits dibawah yang saya kutip dari sumber yg sama bisa mencerahkan anda:
    “Janganlah kamu menjadi kafir dibelakangku, sehingga sebagian dari kamu memancung leher yang lain” ( Misykat jilid 1 hal, hal 37)
    “Siapa diantara budak-budak yang lari meninggalkan tuannya, maka sesungguhnya maka ia telah menjadi kafir sebelum ia kembali kepada tuan mereka” (HR Muslim Jilid 1 hal 37)
    “ada dua sifat yang masih terdapat dikalangan umatku, mereka masih kafir dalam dua sifat itu, yakni mencela kebangsaan orang lain dan meratapi mayit (HR Muslim Jilid 1 hal 37)
    “perjanjian teguh yang membedakan kita dengan mereka (orang2 kafir dan musyrik) adalah sembahyang, maka barang siapa meninggalkan sembahyang niscaya kafirlah dia” (Misykat, hal 5

    jwb:
    baik yang anda kuti itu macam-macam dari kriteia dari kafir, apakah yang anda kutip nyambung dengan perkataan Ghulam Ahmad dan fatwa JAI dibawah ini:
    ”orang-orang yang diam-diam saja diantara merekapun sebenarnya termasuk diantara orang-orang itu” dan ”Karena Masih Mau’ud adalah nabi ummati, maka mengingkari beliau berarti membuat seseorang menjadi KAFIR (ingkar) thd nabi ummati. Sebagai anggota didalam umat Rasulullah SAW, orang itu dapat disebut muslim, akan tetapi dia menjadi KAFIR dalam hal mengingkari Masih Mau’ud”.

    Kalau anda mau jujur jawaban anda dengan mengutip itu semua tidak nyambung dengan perkataan Ghulam Ahmad dan fatwa JAI. Untuk membantah ucapan Ghulam Ahmad dan fatwa JAI Anda harus mencari Ayat-ayat di Al-Qur\’an dan hadits yang mengatakan \”Orang yang diam saja yang tidak mengafirkan orang lain tetap difatwa kafir\” dan \”Orang yang mengingkari Masih Mau\’ud adalah kafir\”. Bisa anda menunjukkannya den?
    Anda tahu arti dari \”DIAM\”? Diam itu adalah tidak berbuat apa-apa
    Hadits yang anda kutip semuanya orang yang sedang melakukan perbuatan. Maka dari itu saya bilang tidak nyambung.
    Mengulang pertanyaan saya sebelumnya apa maksudnya \”orang-orang yang diam-diam saja diantara merekapun sebenarnya termasuk diantara orang-orang itu\\” dan ”Karena Masih Mau’ud adalah nabi ummati, maka mengingkari beliau berarti membuat seseorang menjadi KAFIR (ingkar) thd nabi ummati. Sebagai anggota didalam umat Rasulullah SAW, orang itu dapat disebut muslim, akan tetapi dia menjadi KAFIR dalam hal mengingkari Masih Mau’ud”. Tolong dijelaskan!

    Quote:
    tentulah maksud Rasulullah saw kafir diatas bukanlah kafir yang telah membuat orang2 itu menjadi bukan lagi orang Islam melainkan kafir dalam pengertian kafir terhadap prilaku2 yang semestinya tidak dilakukan mereka sementara mereka tetap diakui sebagai orang Islam..

    jwb:
    Ini tidak ada hubungannya dengan keluar dari islam. Kita jangan keluar dari masalah yang kita bahas. Masalah yang kita bahas adalah anda mengatakan Ahmadiyah tidak pernah mengatakan non ahmadi sebagai orang kafir namun kenyatannya saya bisa membuktikan Ghulam Ahmad dan JAI telah mengafirkan non ahmadi. Apa yang tertulis dalam buku tsb berupa pembelaan mengenai kafir baik dari hadits dan ulama jadi tidak berarti apappun karena adanya perkataan Ghulam Ahmad dan fatwa JAI yang mengafirkan non ahamdi.

    Quote:
    demikian pula apabila pendiri Ahmadiyah mengatakan orang Islam diluar Ahmadiyah telah kafir terhadap pengakuan beliau adalah semakna dengan bunyi2 hadits diatas….
    Mas, kafir itu maknanya adalah menolak: emangnya anda mau dikatakan sebagai tidak menolak terhadap pendakwaan beliau?

    jwb:
    Bagus berarti anda mulai setuju bahwa non ahmadi dianggap kafir karena menolak pendakwaan Ghulam Ahmad meskipun masih sedikit malu-malu. Berarti anda sudah mulai plin-plan dengan jawaban anda sebelumnya bahwa Ahmdiyah tidak pernah mengafirkan non ahmadi.
    Den dalam Al-Qur\’an orang yang tidak mengakui Nabi dan Rasulullah disebut kafir.
    QS.Annisa ayat 150: \”Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: \”Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)\”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),

    Berdasarkan firman Allah tsb kenapa anda tidak mengafirkan non ahmadi? kenapa anda tidak taat atas perkataan Allah tsb? Apakah anda ragu atas kenabian Ghulam Ahmad? Seorang nabi tidak akan pernah ragu untuk mengafirkan orang yang tidak mengakui dirinya sebagai nabi. Coba anda baca lagi bukti yang pernah saya berikan.
    \”Pada tanggal 14 Desember 1905 ada dua orang yang bai\’at. Salah satu diantaranya bertanya: \”Apakah boleh shalat di belakang orang non-Ahmadi?\” Hz.Masih Mau\’ud menjelaskan: Orang-orang itu menyebut saya kafir. JIKA saya ini bukan kafir, tentu kekufuran itu berbalik ke arah mereka. Orang yang menyebut seorang Muslim sebagai kafir berarti orang yang berkata itu sendiri kafir. Oleh karena itu shalat dibelakang mereka tidak dibenarkan. Lalu, orang-orang yang diam-diam saja diantara mereka merekapun sebenarnya termasuk diantara orang-orang itu. Dibelakang merekapun shalat tidak dibenarkan. Sebab mereka didalam kalbu menganut suatu keyakinan yang bertentang, yang secara zahir [lahiriah] tidak sama dengan kita\”.

    Seorang yang betul-betul sbg nabi dan memang diutus oleh Allah tidak akan bersikap ragu-ragu mengatakan kafir kepada siapapun yang menolak pendakwaannya. Dan Tidak akan menggunakan kata \”JIKA\” dikarenakan kata \”jika\” kemungkinan bisa juga benar dan juga bisa tidak. Kenapa Ghulam bisa ragu-ragu mengatakan kafir kepada orang mengafirkan dirinya?

    Quote:
    mengenai Ahmadiyah yang tidak mau solat dibelakang imam yang juga bukan orang Ahmadiyah itu lantaran kami mengikuti fatwa pendiri Ahmadiyah, dimana fatwa itu dilatar belakangi oleh sikap tidak bersahabat ulama2 Islam dimasa beliau hidup dimana kapanpun seorang Ahmadi berdiri solat dibelakang mereka sebagai makmum, maka orang Ahmadiyah ini akan diusir, mereka tidak mau ada orang Ahmadiyah yang menjadi makmumnya. Nah atas dasar inilah lalu fatwa dikeluarkan sehingga para Ahmadi waktu itu dapat mengambil sikap..

    jwb:
    Kenapa anda mengikuti fatwa? kenapa anda tidak mengikuti Al-Qur\’an yg dijamin kebenarannya? kenapa anda mengikuti perkataan manusia apabila apa yang dikatakannya bertentangan dengan Al-Qur\’an?
    Apa gunanya Allah memberikan akal kepada anda kalau bukan untuk berfikir!
    Kenapa hanya dilatar belakangi oleh sikap tidak bersahabat ulama2 Islam dimasa beliau hidup lantas Ahmadiyah bersikap yang sama seperti halnya ulama tsb! Apakah pernah Allah pernah mengajarkan kepada kita apabila kita disakiti kita harus membalas perlakuan orang tsb? pernahkah Allah memerintah seperti itu? Seorang muslim yang baik apabila kita merasa dizalimi sebaiknya kita berdo\’a kepada Allah untuk meminta kepada-Nya agar orang yang berbuat dzalim tsb dibukakan pintu hatinya agar berbuat baik kepada diri kita. Dengan membalas perlakuan ulama tsb anda dan ahmadiyah sama buruknya seperti ulama tsb. Ditambah lagi Ahmadiyah membalas pula terhadap orang-orang yang tidak pernah sama sekali melakukan perbuatan yang pernah dilakukan ulama tsb. Jadi menurut Al-Qur\’an dan menurut anda, Apakah perbuatan Ahmadiyah tsb dibenarkan oleh Allah?
    Kenapa Ahmadiyah juga tidak mengikuti apa yang pernah ditulisnya dalam buku tsb dengan mengutip perkataan Rasulullah sbb:
    \”Perjanjian teguh yang membedakan kita dengan (orang-orang kafir dan musyrik) adalah sembahyang, maka barangsiapa meninggalkan sembahyang niscaya kafirlah dia\” (Misykat, hlm 58)
    Ahmadiyah sendiri menjelaskan kriteria kafir adalah dari sembahyangnya. Kalau dasarnya seperti itu kenapa Ahmadiyah menolak shalat dibelakang non ahmadi? kenapa den?
    Kenapa kesalahan yg dilakukan ulama pada masa Ghulam Ahmad ditimpakan pula kesalahan tersebut kepada orang-orang sesudahnya? Akal anda menerimakah hal ini? sama aja ini dengan dosa warisan. Mirip scfeperti halnya kepercayaan kaum kristiani karena adam telah melakukan dosa maka dosa tersebut ditanggung oleh seluruh manusia.

    deden
    wah kayaknya tak perlu dijelaskan lagi deh, Mas! Toh semuanya sudah sangat2 jelas dan dijelaskan lagipun hanya bolak-balik disitu-situ juga.., kale nanti ada pengunjung blog ini yang tidak sebodoh saya bisa menerangkannya sesuai tingkat pemahaman anda…

    soal tidak solat dibelakang orang Ahmadi mungkin bisa saya ilustrasikan seperti ini:
    umpamanya anda bekerja disebuah perusahaan lalu suatu ketika pemilik perusahaan itu mengganti bos anda dengan yang baru. Dalam penggantian pimpinan tersebut sebagian karyawan menerima namun sebagian ada yang menolaknya dan tidak mengakui kepemimpinannya. Nah, suatu ketika anda dan kawan2 memutuskan untuk menghadap kepada pemilik perusahaan untuk menyampaikan suatu usulan. Ketika anda menghadap pemilik perusahaan itu kira2 mau nggak anda menunjuk orang yang jelas2 tidak menerima kepemimpinan baru yang dibentuk pemilik perusahaan tadi untuk memimpin anda didalam menyampaikan aspirasi anda itu?
    Saya pikir itu tidak mungkin anda lakukan, pastilah anda akan takut disangka atau didiskerditkan pemilik perusahaan anda sebagai orang dari kelompok pembangkang..
    Nah, apalagi solat ini urusannya dengan Tuhan, bung!
    Jadi tak ada hubungannya dengan dosa warisan sepeti yang anda bahas!

  29. 29 J&W May 8, 2008 at 12:23 pm

    quote nabi lama:
    Pendapat orang zaman sebelum RI merdeka kan bermacam2. Nah setelah merdeka, secara formal kan jelas tuh yang mana Islam dan bukan Islam. Kalo namain yang selain Islam apa repotnya ya? Karena yang duluan mengaku Islam (ajaran Muhammad SAW yang murni) itu keberatan (sedangkan Anda kan ngaku Islamnya setelah ada ajaran MGA).

    jawab:
    oooh jadi sebelum RI belum jelas mana Islam & bukan Islam, emang orang2 dulu bodoh kah? Lagian kalau Ahmadiyah ngaku Islam, kerugian apa yang anda terima dari Ahmadiyah? Emangnya anda mengaku Islam lebih dulu dari MGA? Ahmadiyah ada di Indonesia sebelum anda lahir.

  30. 30 nabi lama May 9, 2008 at 6:23 am

    J&W, silakan baca Tempo yang terakhir, yang memuat Ahmadiyah. Bisa dilihat kronologis Ahmadiyah masuk ke tanah air.

  31. 31 nabi lama May 9, 2008 at 6:29 am

    Quote:
    kerugian apa yang anda terima dari Ahmadiyah

    Jawab:
    Lha, apa yang Anda bayangkan kalo Ahmadiyah Lahore mengaku adalah ajaran yang sebenarnya dari ajaran MGA.

    Quote:
    Emangnya anda mengaku Islam lebih dulu dari MGA? Ahmadiyah ada di Indonesia sebelum anda lahir

    Jawab:
    Yang jelas, Islam kami adalah Islam yang diajarkan Rasulullah, para sahabat dan ulama hingga akhir zaman.(titik)

  32. 32 alif May 9, 2008 at 7:08 am

    nabi Lama,
    ahmadiyah diakui secara resmi dan formal oleh pemerintah RI thn.1953 setelah kemerdekaan.
    mengikuti pendapat anda diatas yang mengatakan:
    “Nah setelah merdeka, secara formal kan jelas tuh yang mana Islam dan bukan Islam. ”

    kalau begitu karena Ahmadiyah secara formal diakui oleh pemerintah RI setelah kemerdekaan maka ahmadiyah sudah jelas Islam
    nah gimana dgn NU, Persis dan Muhammadiyah yang didirikan sebelum kemerdekaan?? apakah belum jelas?
    nabi lama-nabi lama…
    Asal ngejeplak aja sampeyan dari dulu…

  33. 33 anto May 9, 2008 at 10:55 am

    membaca komentar2 disini anto jadi mesem2 karena mengingatkan anto pada seorang teman.suatu kali anto dengan teman ini membaca sebuah buku yang sama tentang ahmadiyah. anto dan teman ini memang sama-sama bukan pengikut ahmadiyah tapi anto beruntung dilahirkan dikeluarga yang tidak gampang memvonis terhadap keyakinan orang sementara temen anto ini justru sebaliknya. ketika buku itu selesai dibaca, maka anto dapat menangkap sisi-sisi kebenaran dari buku tersebut namun bagi temen semuanya dianggap sama saja sebagai suatu kesesatan…
    jadi menurut anto segala sesuatu akan didapat sesuai dengan niat awal kita, kalau niat awalnya untuk mencari tahu tanpa didasari kebencian maka kita akan dapat melihat sisi mana yang benar dan sisi mana yang menurut kita dirasa kurang benar sebaliknya apabila niat awal kita adalah hanya terfokus pada upaya mencari kesesatan maka semuanya akan nampak sesat. anto pernah membaca komentar prof qurais shihab bahwa kita tidak boleh sembarangan mencap sesat seseorang, karena didalam aliran2 yang dinyatakan sesat itu selalu ada nilai2 kebenaran..

  34. 34 nabi lama May 10, 2008 at 1:17 am

    Bung Alif,
    sibuk amat sih ama formalitas? takut ya kalo nggak dianggap Islam?
    yah… begitulah kalo yang namanya aliran sempalan yang di negara asalnya saja sudah terusir. negara penampungnya adalah negara yang oleh MGA dianggap sebagai pelindung.
    bisa ditebak dengan jelas kemana arah ajaran ini, yaitu memecah belah Islam.

  35. 35 ibrahimovic May 10, 2008 at 10:15 am

    Quote:
    wah kayaknya tak perlu dijelaskan lagi deh, Mas! Toh semuanya sudah sangat2 jelas dan dijelaskan lagipun hanya bolak-balik disitu-situ juga.., kale nanti ada pengunjung blog ini yang tidak sebodoh saya bisa menerangkannya sesuai tingkat pemahaman anda…

    Jawab:
    Saya bolak-balik kesitu karena jawaban anda tidak menemui sasaran. Berhubung jawaban anda kurang memuaskan dan tidak nyambung makanya saya tanyakan kembali. Lagipula saya memberikan jawaban sesuai dengan penalaran yang sehat dan tidak berdasarkan fatwa ditambah lagi perkataan Ghulam Ahmad dan JAI yang sampai pada hari ini belum pernah anda jawab sama sekali maksudnya. Bahkan dengan perkataan anda bahwa Ahmadiyah tidak pernah mengafirkan non ahmadi dengan sendirinya terbantah dengan perkataan Ghulam Ahmad dan JAI yang mengafirkan non ahmadi.
    Saya menganggap anda tidaklah bodoh, hanya saja (Maaf) anda tidak menggunakan nalar anda sendiri. Anda hanya menggunakan penalaran orang lain yang begitu bertentangan dgn penalaran yang sehat. Ketaatan anda terhadap ahmadiyah membuat nalar anda yg sehat terbelenggu dan tidak memiliki kebebasan untuk berpikir. Sehingga kenyataan yang begitu pahit didepan mata tidak siap anda terima.

    Quote:
    soal tidak solat dibelakang orang Ahmadi mungkin bisa saya ilustrasikan seperti ini:
    umpamanya anda bekerja disebuah perusahaan lalu suatu ketika pemilik perusahaan itu mengganti bos anda dengan yang baru. Dalam penggantian pimpinan tersebut sebagian karyawan menerima namun sebagian ada yang menolaknya dan tidak mengakui kepemimpinannya. Nah, suatu ketika anda dan kawan2 memutuskan untuk menghadap kepada pemilik perusahaan untuk menyampaikan suatu usulan. Ketika anda menghadap pemilik perusahaan itu kira2 mau nggak anda menunjuk orang yang jelas2 tidak menerima kepemimpinan baru yang dibentuk pemilik perusahaan tadi untuk memimpin anda didalam menyampaikan aspirasi anda itu?
    Saya pikir itu tidak mungkin anda lakukan, pastilah anda akan takut disangka atau didiskerditkan pemilik perusahaan anda sebagai orang dari kelompok pembangkang..
    Nah, apalagi solat ini urusannya dengan Tuhan, bung!

    Jawab:
    Anda salah dlm memberikan ilustrasi karena contoh yang anda berikan bukanlah seorang nabi tetapi seorang pimpinan yang tidak berpangkat nabi. Apabila seseorang membangkang terhadap kepemimpinan seseorang tidaklah menjadi kafir karena dia bukanlah seorang nabi. Bahkan seorang pimpinan yang tidak berpangkat nabi tidak ada hak untuk melarang seseorang shalat dibelakang orang yang telah membangkang terhadap kepemimpinannya. Perbuatan ini jelas bertentangan dengan Al-Qur\’an maupun hadits.
    Ditambah Ilustrasi anda hanya terbatas antara Pimpinan dan karyawan sehingga tidak ada alasannya untuk memberikan fatwa kepada orang lain untuk melarang shalat dibelakang orang yang bukan sebagai karyawan.
    Saya tahu arah tujuan ilustrasi yang anda berikan. Sebenarnya arah ilustrasi ini bagi yang tidak taat pd Ghulam Ahmad. Ilustrasi anda semakin menguatkan bahwa Ahmadiyah mengafirkan non ahmadi. Pada akhirnya karena tidak taat kepada Ghulam Ahmad berarti kita dianggap \”kafir\” sehingga ahmadi dilarang untuk shalat dibelakang non ahmadi. Kalau kami tidak kafir berarti tidak alasan bagi ahmadiyah untuk tidak memperbolehkan shalat dibelakang non ahmadi. Saya yakin anda tahu syarat menjadi Imam, rukun shalat, dsb perihal shalat. Ilustrasi yang anda berikan ini semakin bertentangan dengan jawaban anda sebelumnya bahwa Ahmadiyah tidak pernah mengafirkan non ahmadi. (Maaf) anda ini semakin plin-plan.
    Saya melihat anda terlewat dalam membaca buku BSHP. Dibawah ini adalah alasan ahmadiyah yang sebenarnya kenapa ahmadiyah melarang ahmadi shalat dibelakang non ahmadi:
    \”Tidak selamanya sebutan \”KAFIR\” ditujukan kepada orang yang mengingkari Tuhan, NABI, RASUL, kitab dan sebagainya (Hal.117)
    Versi bshp.pdf hal.103

    Itulah Alasan sebenarnya den kenapa Ahmadiyah melarang shalat dibelakang non ahmadi dikarenakan non ahmadi adalah kafir dengan mengingkari Ghulam Ahmad sebagai nabi.
    Dengan sendirinya alasan anda bahwa Ahmadiyah tidak pernah mengafirkan non ahmadi terbantahkan sendiri oleh ucapan Ghulam Ahmad dan JAI yang tertulis dibuk BSHP dan juga terbantahkan sendiri oleh perkataan anda sendiri.

    Ilustrasi yang anda berikanpun akan bertentangan pula dengan buku BSHP yang tertulis demikian:
    \”Perjanjian teguh yang membedakan kita dengan (orang-orang kafir dan musyrik) adalah sembahyang, maka barangsiapa meninggalkan sembahyang niscaya kafirlah dia\” (Misykat, hlm 58)

    Kenapa yang tertulis dalam buku tersebut tidak diterapkan oleh Ahmadiyah den?
    Kalau ahmadiyah menyandarkan alasan mengenai shalat kepada hadits tsb maka tidak ada alasan bagi ahmadi menolak shalat dibelakang non ahmadi.

    Quote:
    Jadi tak ada hubungannya dengan dosa warisan sepeti yang anda bahas!

    jawab:
    Ada hubungannya den karena salah satu alasan ahmadiyah maupun anda sendiri melarang shalat dibelakang non ahmadi dasarnya adalah ulama pada masa dahulu melakukan tindakan yang kurang bersahabat.
    Anda sendiri mengatakan demikian \”mengenai Ahmadiyah yang tidak mau solat dibelakang imam yang juga bukan orang Ahmadiyah itu lantaran kami mengikuti fatwa pendiri Ahmadiyah, dimana fatwa itu dilatar belakangi oleh sikap tidak bersahabat ulama2 Islam dimasa beliau hidup dimana kapanpun seorang Ahmadi berdiri solat dibelakang mereka sebagai makmum, maka orang Ahmadiyah ini akan diusir, mereka tidak mau ada orang Ahmadiyah yang menjadi makmumnya. NAH ATAS DASAR INILAH LALU FATWA DIKELUARKAN SEHINGGA PARA AHMADI WAKTU ITU DAPAT MENGAMBIL SIKAP..\”

    apa anda lupa dengan perkataan anda tersebut? Alasan tersebut ada tertulis pula di buku BSHP.
    Jadi tidak salah kalau saya mengatakan itu sbg dosa warisan karena anda mengukurnya seperti yang anda ucapkan.
    Kenapa kesalahan ulama pada masa Ghulam Ahmad ditimpakan pula kepada generasi seterusnya sampai sekarang ini termasuk kami ini. Padahal kami tidak melakukan perbuatan seperti halnya ulama-ulama pada masa Ghulam Ahmad.
    Wajar saja toh kalau saya menyebut \”dosa warisan\” karena kami mewarisi dosa ulama-ulama pada masa Ghulam Ahmad yang menyebabkan sampai sekarang ahmadiyah melarang shalat dibelakang non ahmadi.

    deden:
    insya Allah nanti kalaw waktu saya sudah agak luang, akan saya coba lagi membuat kupasan mengenai topik ini.
    salam

  36. 36 ibrahimovic May 10, 2008 at 10:19 am

    Quote anto:
    membaca komentar2 disini anto jadi mesem2 karena mengingatkan anto pada seorang teman.suatu kali anto dengan teman ini membaca sebuah buku yang sama tentang ahmadiyah. anto dan teman ini memang sama-sama bukan pengikut ahmadiyah tapi anto beruntung dilahirkan dikeluarga yang tidak gampang memvonis terhadap keyakinan orang sementara temen anto ini justru sebaliknya. ketika buku itu selesai dibaca, maka anto dapat menangkap sisi-sisi kebenaran dari buku tersebut namun bagi temen semuanya dianggap sama saja sebagai suatu kesesatan…
    jadi menurut anto segala sesuatu akan didapat sesuai dengan niat awal kita, kalau niat awalnya untuk mencari tahu tanpa didasari kebencian maka kita akan dapat melihat sisi mana yang benar dan sisi mana yang menurut kita dirasa kurang benar sebaliknya apabila niat awal kita adalah hanya terfokus pada upaya mencari kesesatan maka semuanya akan nampak sesat. anto pernah membaca komentar prof qurais shihab bahwa kita tidak boleh sembarangan mencap sesat seseorang, karena didalam aliran2 yang dinyatakan sesat itu selalu ada nilai2 kebenaran..

    jawab:
    Boleh tahu judul buku apa yang dibaca anto sehingga anto menangkap sisi-sisi kebenaran dari buku tsb. Kali aja temen saya ada yang punya buku yang pernah anda baca dan nanti saya akan meminjam buku tsb dari teman saya. Sekalian kita bahas pada bagian mana anda menangkap kebenaran tsb.

    deden:
    jangan2 buku yang dibaca anto=buku yang dibaca kang Ibrahim, ya.. :mrgreen:

  37. 37 nabi lama May 10, 2008 at 7:57 pm

    Aku ketik deh:

    1889 MGA mendirikan Ahmadiyah
    1908 MGA meninggal
    1914 Ahmadiyah pecah jadi dua
    1924 Mubalig Ahmadiyah tiba di Yogya
    1925 Mubalig Ahmadiyah tiba di Aceh
    1929 Muhammadiyah menyatakan Ahmadiyah sesat
    1933 Debat Ahmadiyah dengan Persis, tidak ada kesepakatan
    1953 JAI mendapat status badan hukum di Indonesia
    1965 terbit UU No 1/PNPS/1965 ttg Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama
    1980 MUI menyatakan Ahmadiyah sesat
    1981 Cucu MGA datang ke Indonesia
    1990 Ahmadiyah menang di pengadilan, masalah foto MGA
    2000 Khalifah Mirza Thahir datang ke Indonesia, ketemu Gus Dur (Presiden RI)
    2002 Ahmadiyah Lombok diserang
    2005 Mei, Bakorpakem menyatakan Ahmadiyah menyimpang
    2005 Des, Ahmadiyah mengadu ke Komnas HAM
    2007 Menag menyuruh bawahannya dialog dengan JAI
    2008 15 Jan, Pengurus JAI menyatakan 12 butir klarifikasi ttg Ahmadiyah
    2008 24 Jan, Menag membuat tim pemantau
    2008 16 Apr, Bakorpakem menyatakan Ahmadiyah masih tetap menyimpang

    Puass… puas….?????
    Kayak Tukul aje he….he…

    deden:
    waahh ahli sejarah rupanya. Boleh juga tuh saya usulkan ke depdikbud agar kang nabi lama menjadi anggota tim penulisan sejarah Republik Mimpi… :mrgreen:

  38. 38 Dono May 11, 2008 at 12:42 pm

    Ass.wr.wb,
    Menurut pendapat saya perkataan Turun ada dua kemungkinan yakni turun sebagai rasul atau turun benar2 dari langit.
    Soal Isa sbb,
    1.Isa a.s telah turun sebagai rasul dimuka bumi palestina/israel pada masa kerasulannya.
    2.Isa bin Maryam akan turun dari langit setelah diangkat oleh Allah S.W.T.
    Mengapa saya kata demikian?
    Karena Isa adalah Isa bin maryam,beliau tidak akan dilahirkan lagi dimuka bumi ini dari rahim wanita yang lain.(beliau dan ibunya adalah suci disisi Allah S.W.T).
    Isa bin Maryam adalah manusia yang suci bersih dari dosa dan beliau akan turun dari langit dengan cahaya yang sangat terang benderang. Ini adalah HAK yang diberikan oleh Allah S.W.T kepadanya.
    Memang benar Isa bin Maryam akan turun dari langit di akhir zaman. orang-orang kristen bertepuk tangan setelah mengetahui kedatangan Isa bin Maryam di akhir zaman pada hadits nabi dan rasul kita yang mulia muhamad S.A.W ini, padahal kedatangan beliau untuk menerangkan yang sejelas-jelasnya bahwa beliau bukanlah tuhan yang disembah melainkan Allah S.W.T, berbahagilah kaum kristen yang hadir pada akhir zaman karena mereka masih bisa tertolong untuk merubah haluan.Sebagai contoh yang mutlak bagi kaum kristen, Isa akan sholat bersama kaum muslim.
    Allah S.W.T mempunyai sembilanpuluhsembilan sifat-sifat yang maha Mulia dan dapat berkehendak apa saja yang dikehendakiNYA baik dengan sukarela maupun dengan paksaan.
    Tahukah kalian kenapa pada waktu sholat dalam rakaat kedua atau terakhir kita menunjukkan jari telunjuk kedepan dan memutarkannya kekanan?kenapa tidak kekiri?
    InsyaAllah jawabnya :
    1.menunjukkan dengan jari telunjuk mengatakan bahwa tiada tuhan melainkan Allah S.W.T bahwa Allah S.W.T adalah SATU(tunggal).
    2.Menunjukkan kedepan yaitu arah Ka’bah.
    3.Memutarkan jari telunjuk kekanan mengartikan waktu, yaitu waktu kehidupan hingga kematian berada ditangan Allah S.W.T.(lihat surah Al-ashr).
    Tahukah kalian kenapa kita tunduk dan sujud ke arah Ka’bah?
    Menyembah Ka’bah? sama sekali tidak tetapi itulah fikiran orang-orang kafir.
    Sebenarnya tunduk dan sujud ke arah Ka’bah adalah tunduk dan sujud kepada Allah S.W.T, apakah Allah S.W.T ada di situ? jawabnya tidak.
    Sesungguhnya Arsy Allah S.W.T berada di atas Ka’bah.
    Jadi kaum muslimin dan muslimat peganglah tali islam dengan erat karena banyak perselisihan di akhir zaman.
    Wassalam.

    deden:
    wa’alaykum salam wr.wb.
    trims atas komennya, salam kenal 😀
    berikut saya sampaikan pendapat saya tentang nabi Isa as:
    1.Nabi Isa as yang dulu itu hanya diperuntukkan untuk bani Israil, tidak untuk seluruh dunia sebagaimana halnya Rasulullah saw.
    2.Bila benar nanti Isa as Israili itu turun kedunia lantas apakah beliau akan mengajarkan kepada kita kitab Injil? kalau mengajarkan Al-Qur’an lalu kapan beliau belajar Al-Qur’an? Kalau di katakan Allah swt sendiri yang telah mengajarkan beliau, berarti Al-Qur’an diturunkan 2 kali kepada 2 nabi?
    3.Bahwa suatu kitab suci yang sama tidak pernah diturunkan kepada lebih dari satu nabi berarti nanti ketika beliau turun kedunia beliau akan berhukum pada kitab yang sesuai beliau bawa dong, lalu mestikah saat kedatangan beliau kita bergabung dengan saudara2 kristen kita yang saat ini juga sama seperti anda sedang menanti kedatangan Isa kedua kali dari langit???
    4.Ada banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menjelaskan kepada kita bahwa Nabi Isa as itu sudah wafat, tapi saya akan mengemukan sebagai contoh 2 saja….
    “Dan aku sementara menjadi penjaga atas mereka selama aku diantara mereka, akan tetapi setelah Engkau mewafatkan aku, maka Engkaulah yang menjadi Pengawas mereka dan Engkaulah Saksi atas segala sesuatu.”(Al-Maidah ayat 119) Dalam ayat tersebut Nabi Isa as menjawab kepada Allah swt. bahwa beliau selalu berusaha agar pengikut-pengikutnya jangan sampai menyembah tuhan lain kecuali Allah swt. Seterusnya – dengan jelas – beliau bersabda: “Tetapi setelah Engkau mewafatkan aku, aku tidak tahu apa-apa yang mereka kerjakan.”kalau memang sekarang beliau as masih hidup dan nanti akan datang tentunya jawaban beliau dihadapan Allah swt ini bohong dong?? masalahnya nabi Isa yang tega berbohong atau kita yang salah persepsi?

    ”Dan Dia menjadikan aku (Isa as) seorang yang diberkati dimana saja aku berada dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) sholat dan menunaikan zakat selama aku hidup”(Maryam ayat 32). Kalau sekarang beliau masih hidup yang katanya dilangit, lalu siapa pula yang telah menerima zakatnya?

    Kepercayaan tentang nabi Isa as yang masih hidup hingga kini dilangit dilatar belakangi peristiwa penyaliban terhadap beliau as yang dipercayai oleh sebagian kaum Muslimin bahwa saat peristiwa itu berlangsung orang2 yg menangkapnya telah salah tangkap dengan menangkap dan menyalib Yudas yang “disamarkan” sehingga nampak kepada pasukan Rowawi yang menangkapnya itu sebagai Isa as.
    Namun Ahmadiyah menafsirkan kata “disamarkan” pada ayat Al-Qur’an itu adalah bukan disamarkan dengan cara Allah SWT menggantinya dengan orang lain, melainkan “menyamarkan” antara hidup dan mati. menurut versi Ahmadiyah mereka tidak salah tangkap dan adalah benar yg disalib adalah Isa as sendiri namun peristiwa penyaliban itu sendiri dilakukan pada Jum’at sore dan beliau hanya menjalani penyaliban beberapa jam saja dan sore hari itupun seluruh orang yg menjalani hukuman salib termasuk beliau dilepaskan dari paku salib dikarenakan sore hari menjelang Sabbat seluruh pesakitan dikayu salib selalu dilepaskan.

    Saat diturunkan dari salib menurut kepercayaan kristen Yesus telah wafat dan lalu dikubur, tiga hari kemudian hidup lagi lalu diangkat Allah ke langit untuk kelak kembali kedunia.s

    Menurut Ahmadiyah saat diturunkan dari tiang salib Isa as masih hidup tetapi “disamarkan” sehingga nampak sebagai telah wafat padahal hanya pingsan saja. Orang yg menurunkannyapun merasa ragu apakah beliau benar telah tewas padahal baru beberapa jam saja disalib dan ia menusuk dada Isa as namun tusukannya itupun tidak menimbulkan kematian karena yg dituju adalah menusuk jantung namun meleset kebagian pleura. Isa as pun dibawa kepekuburan oleh para muridnya dan dirawat disana. Setelah dirawat beberapa hari, kesehatannya beliau as sedikit membaik lalu diam2 beliau pergi mengembara kearah timur untuk kembali menyampaikan misinya yang belum selesai; mencari dan menyusuri 12 suku Israil yg telah ber-migrasi, sehingga sampailah beliau di daerah yang sekarang dikenal sebagai Kashmir.

    Dan sebagaimana yang pernah diberitahukan Rasulullah saw dalam sebuah hadits— beliaupun meninggal secara biasa pada usia 120 tahun. Kuburannya sampai sekarang masih ada dan bisa kita kunjungi di: Kanyar street, Srinagar, Kashmir.

    Kalau Isa almasih as itu hanya untuk bani Israil saja dan Al_Qur’anpun tegas2 menyatakan beliau telah wafat sebagaimana halnya manusia biasa lalu “Isa”mana sih yang dimaksud Rasulullah saw sebagai akan datang diakhir zaman?
    Menurut pemahaman kami yang dimaksud dengan Isa yang diberitahukan Rasulullah saw sebagai akan datang diakhir zaman itu adalah “Isa”nya Muhammad bukan “Isa” nya Musa. Kalau Isa as yang dulu itu memang berasal dari ummat Musa dan dikirim Tuhan untuk meluruskan kembali pemahaman kaum Israil ummatnya nabi Musa yang telah melenceng, maka kedatangan “Isa” dikalangan Islam adalah juga “Isa” dari ummat Muhammad yang ditugaskan untuk meluruskan kembali pemahaman ummat Islam yang telah terkooptasi oleh pemahaman2 dari luar Islam.

    Turun tidak selalu berarti datang dari atas, sebagai contoh didalam surah Al-Hadid Allah SWT berfirman bahwa “Allah menurunkan besi”. Toh besi tidak datang dari langit, melainkan kita tambang dari dasar bumi.
    Wallahu’alam

    Saya sangat setuju dengan ajakan anda bahwa kaum muslimin dan muslimat harus memegang tali Islam dengan erat dan jangan bercerai berai..
    salam

  39. 39 ibrahimovic May 14, 2008 at 3:10 am

    Quote deden;
    insya Allah nanti kalaw waktu saya sudah agak luang, akan saya coba lagi membuat kupasan mengenai topik ini.
    salam

    jwb:
    Tidak apa-apa den, hitung-hitung sebagai latihan. Kapan-kapan dilanjutkan lagi. Sementara ini biar pembaca yang menilai sendiri.

    deden: setuju

    Quote Deden:
    jangan2 buku yang dibaca anto=buku yang dibaca kang Ibrahim, ya..

    jwb:
    Itu bisa saja terjadi. Saya penasaran saja buku apa yang dibaca anto sehingga dia berkesimpulan seperti itu.

    deden:
    mudah2an anto datang lagi ke blog ini dan memberi tahu buku apa yang dibacanya.

  40. 40 anto May 21, 2008 at 6:46 am

    untuk pak ibrahimovic, buku yang anto baca kalo gak salah berjudul; tiga masalah penting dan buku filsafat ajaran islam. anto membaca kedua buku tersebut karena pada saat meminjam buku anto minta agar dipinjami dua jenis buku. jenis pertama buku yang anto minta adalah yang membahas kepercayaan ahmadiyah, dan jenis buku kedua adalah buku yang ditulis oleh pendiri ahmadiyah.adapun tujuan anto dengan buku pertama tentu saja karena anto pingin tahu apa saja yang mereka percayai sedangkan buku kedua karena anto punya anggapan bahwa salah satu cara untuk melihat kewalitas seorang adalah melalui bahasa tulisanya. dari buku pertama anto bisa memahami apa yang mereka yakini semua bersumber dari keterangan2 didalam al-qur’an dan hadis, terlepas dari masalah perbedaan penafsiran anto rasa syah2 saja. sedangkan dari buku kedua anto mendapat kesan bahwa penulis buku ini adalah seorang yang sangat mencintai islam, isi bukunya sangat luar biasa.

  41. 41 none May 22, 2008 at 2:52 am

    Saya salut kepada anto untuk mau membaca buku2 tentang ahmadiyah. Tetapi ada satu hal yang perlu ditekankan, untuk membaca sumber asli ajaran ahmadiyah jangan setengah-setengah, karena bisa jadi ada tulisan/buku ahmadiyah yang tidak dipublikasikan. Coba anda baca Tadhkirah,rohani kazain,dll. Karena banyak para mantan ahmadiyah yang melihat propaganda kebohongan dari ajaran ahmadiyah.

    Satu lagi… secara logika saja kalau masalah kenabian mirza ini adalah masalah aqidah yang dapat memasukkan seseorang kedalam neraka, kenapa rasulullah tidak memberitahukan secara jelas dan terang ? kenapa harus melalui penawilan, penafsiran yang berbelit2 ? adalah suatu hal yang mustahil rasulullah melewatkan hal ini, jangankan masalah aqidah yang merupakan hal yang mendasar dan besar, masalah ibadah dan buang air saja rasulullah menjelaskan secara detil. Benarlah apa yang dikatakan Imam Asy-Syathibi bahwa salah satu cara argumentasi para ahlul bid’ah :
    1. Mereka menyeleweng dari prinsip-prinsip agama yang telah jelas dan mengikuti perkara-perkara yang samar (Mutasyabihat) yang mungkin diperselisihkan oleh akal masing-masing orang
    2. Mereka Menerka-Nerka Maksud Perkataan Yang Ada Dalam Al-Qur’an Dan Sunnah Yang Berbahasa Arab
    3. Mereka Bersandar Kepada Hadist-Hadist Lemah

    Coba saja kita uji apakah Ahmadiyah berargumentasi dengan cara ini ?

  42. 42 alif May 22, 2008 at 8:45 am

    Jika anda bisa menjawab pertanyaan dibawah ini, maka pertanyaan anda diatas pun bisa anda jawab sendiri dengan mudah..

    Kenapa ya dlm Qur’an terdapat ayat Muhkamat dan mustasyabihat? kenapa Allah tidak membuat jelas semua saja agar tidak timbul bermacam-macam aliran..

    kenapa ya timbul bermacam-macam tafsir qur’an setelah Muhammad saw wafat padahal semua bersumber dari qur’an yang satu dan tidak ada perubahan dlm satu huruf pun?

    Itulah gunanya akal mas, ayat-ayat qur’an memang untuk orang yang mau berfikir dan berakal koq…

    Jika segala sesuatunya HARUS diartikan secara tertulis (letter lijk) bagaimana anda mengartikan ayat qur’an dibawah ini:

    Dan barangsiapa yang buta di dunia ini, niscaya di akhirat ia akan lebih buta dan lebih tersesat dari jalan .

    Apakah kepada semua orang yang sekarang matanya buta didunia (benar-benar buta) nanti dia akan lebih buta dan tersesat jalannya dan masuk neraka?

    Lalu bagaimana anda mengartikan hadist2 tentang turunnya nabi Isa yang akan mematahkan salib dan membunuh babi dan dajjal?
    apakah semua pesan tersebut anda akan artikan sebenarnya?
    Lalu siapakah dajjal, koq sampai sekarang makhluk tsb tidak pernah diketemukan padahal dalamnya lautan sedalam mata kakinya lho? mestinya makhluk sebesar itu kelihatan oleh kita sekarang..? bagaimana nanti nabi Isa yang tua renta akan membunuh dajjal yang super sakti itu?
    Gimana bisa anda jelaskan ??

  43. 43 none May 23, 2008 at 2:23 pm

    Orang-orang yang condong kepada kesesatan menjadikan ayat-ayat mutasyabih sebagai sarana untuk menghujat Al-Qur’an, menebarkan fitnah dikalangan manusia dan mentakwilkannya dengan yang tidak dikehendaki Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga menjadi sesat dan menyesatkan. Kalau Allah mau, sangat mudah bagi Allah untuk menjadikan umat ini shalih semua atau sesat semua. Terkadang suatu ayat terlihat mutasyabihat bagi orang awam, tetapi tidak bagi para ulama yang mendalam ilmunya. Dan ada ayat yang muhkam bagi orang awam sekalipun.

    Ikhtilaf itu merupakan sunatullah. Dijaman shahabat pun terjadi ikhtilaf. Contohnya adalah dalam masalah talak, faroidh,dll. Perbedaan itu disebabkan bisa jadi seorang sahabat belum mengetahui hadist mengenai kekhususan suatu masalah, sedangkan sahabat lain mengetahui. Namun kesalahan seperti itu tidaklah terjadi pada mereka dalam persoalan-persoalan yang besar dan gamblang. Tidak pernah kita mendengar perselisihan diantara para sahabat mengenai siapa yang
    akan datang nanti diakhir jaman, apakah Nabi Isa as atau seseorang yang seperti Nabi Isa as. Apakah mungkin para sahabat tidak mengetahui makna sesungguhnya dari ayat Al-Quran dan Hadis nabi mengenai masalah ini ? Apakah kita lebih “berakal” atau lebih “berfikir” dalam masalah agama dibanding mereka atau semua para sahabat tidak ada yang mengetahui makna sesungguhnya ?

    Mengenai masalah Dajjal darimana anda tahu bahwa nanti nabi Isa as yang turun mejadi tua renta dan tidak bisa melawan Dajjal ? mana dalilnya ?… sangat mudah bagi Allah untuk menjadikan seseorang menjadi muda dan kuat untuk membunuh Dajjal. Lihatlah bagaimana cara ahmadi berargumentasi, mirip sekali dengan orang JIL dan ahlul kalam yang terlalu menggunakan logika dan meremehkan kekuasaan Allah. Saya yakin ketika Alquran menjelaskan tentang Nabi Musa yang membelah lautpun anda takwilkan bermacam2 karena tidak masuk logika, benar apa benar ?

    Dan yang terakhir, maaf darimana anda tahu bahwa mata kakinya Dajjal sedalam lautan? tolong sebutkan hadisnya, perawinya dan derajat hadisnya? karena saya belum tahu mengenai hadis itu.

  44. 44 amirmubarak May 23, 2008 at 6:55 pm

    daripada Anda memberikan pertanyaan yang yang belum tentu semua orang dapat menjawabnya. Alangkah baiknya Anda sendiri saja yang memberikan jawaban, itu juga jika Anda berminat dan mengetahui JAWABANnya. terimakasih.

  45. 45 none May 26, 2008 at 4:51 am

    Saya tidak mengerti maksud anda… justru saya menanyakan kepada para mirzaiyah (maaf saya tidak menyebut anda ahmadiyah tetapi mirzaiyah karena memang anda pengikut mirza) karena saya tidak tahu darimana dalil tentang bantahan dan logika yang saudara alif sebutkan. Saya rasa pertanyaan dan penjelasan saya cukup jelas dan tidak berbelit-belit.

    quote:
    saya tidak menyebut anda ahmadiyah tetapi mirzaiyah karena memang anda pengikut mirza

    deden
    sekedar tambahan ilmu buat anda:
    Pendiri Ahmadiyah bernama lengkap Mirza Ghulam Ahmad, dimana kata “Mirza” melambangkan bahwa beliau adalah keturunan bangsawan dari Moghul, Ghulam adalah nama keluarga, sedangkan nama yang digunakan sehari-hari adalah Ahmad.

    quote:
    para mirzaiyah
    deden: kata tersebut terkesan sebuah pelecehan yang sebenarnya bagi kami tidak berarti apa2 hanya saja sebagai sesama saya harus mengingatkan anda bahwa salah satu ilham yang diterima oleh pendiri Ahmadiyah adalah “Aku (Allah) akan menghinakan siapapun yang menghinakan engkau….”
    syah2 saja anda berbeda pendapat dengan siapapun, tapi jauhilah hal2 yang melecehkan.. 😀

  46. 46 none May 26, 2008 at 7:06 am

    Kenapa ketika anda disebut ahmadiyah anda tidak merasa dilecehkan? tetapi ketika disebut mirzaiyah merasa dilecehkan? sensitif sekali anda ya… anda salah menempatkan rasa sensitif itu kang.

    deden:
    wallahh.. kok gak pernah nyambung sih, kang? kumaha atuh? hehe 😀

  47. 47 nabi lama May 26, 2008 at 9:02 am

    Quote:
    daripada Anda memberikan pertanyaan yang yang belum tentu semua orang dapat menjawabnya. Alangkah baiknya Anda sendiri saja yang memberikan jawaban, itu juga jika Anda berminat dan mengetahui JAWABANnya. terimakasih.

    Jawab:
    Bagusnya juga None jelaskan juga, karena Ahmadi disini masih buta agama Islam, tahunya yang diajarkan dari Imamnya saja.

    deden
    none=nabilama=….=…
    kok jadi diskusi sendiri, yaa? 😀

  48. 48 ALIF May 26, 2008 at 9:37 am

    None:
    ” Tidak pernah kita mendengar perselisihan diantara para sahabat mengenai siapa yang
    akan datang nanti diakhir jaman, apakah Nabi Isa as atau seseorang yang seperti Nabi Isa as. Apakah mungkin para sahabat tidak mengetahui makna sesungguhnya dari ayat Al-Quran dan Hadis nabi mengenai masalah ini ? ”

    None ini makin lama makin menunjukan tabiat aslinya
    yaitu tidak mau mencari kebenaran tapi Cuma pembenaran atas pendapatnya…
    dan itu sudah kebiasaan para penentang ketika ditanya malah balik bertanya..bukan mengemukakan dalil..
    None, para sahabat memang tidak pernah berselisih ttg nabi Isa as, karena mereka mengetahui dengan pasti bahwa Nabi Isa israeli sudah wafat dan orang wafat tidak akan datang lagi kedunia ini
    Hal ini bisa dibuktikan dengan riwayat yang menyebutkan bahwa Abu Bakar ra membacakan ayat 3:144 ketika kaum muslimin termasuk Umar ra tidak mempercayai tentang kewafatan Nabi Muhammad saw…(cari sendiri riwayatnya)
    Mengenai hadist dajjal lautan sebatas mata kakinya coba baca ini;

    Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimanakah cepatnya perjalanan Dajjal di muka bumi? Beliau menjawab: seperti cepatnya awan ditiup angin (Misykat bab Dajjal).

    Bumi akan digulung untuknya; ia menggenggam awan di tangan kanannya, dan mendahului matahari di tempat terbenamnya; lautan hanya sedalam mata-kakinya; di depannya adalah gunung yang penuh asap (Kanzul-‘Ummal, jilid VII, halaman 2998

    none, memang qur’an itu buat orang-orang yang mau berpikir koq dan berakal…

    Saran saya belajarlah lebih tekun untuk menambah wawasan anda lebih luas agar anda tidak mudah mengatakan kepada orang lain sesat…

  49. 49 none May 28, 2008 at 3:16 am

    alif wrote :
    Saran saya belajarlah lebih tekun untuk menambah wawasan anda lebih luas agar anda tidak mudah mengatakan kepada orang lain sesat…

    jawab :
    Sebelum berdiskusi lebih lanjut, kalau kami bisa membuktikan bahwa ajaran anda menyimpang/sesat berdasarkan Al-Quran, Assunnah dan ijma sahabat maukah anda kembali kepada aqidah islam yang benar dan lurus?

  50. 50 Nabi lama May 28, 2008 at 6:24 am

    None bukan saya Kang.

    Saya mau tanya aja Kang, apa Akang dibolehkan ama Imam Akang untuk belajar agama di luar jemaat Akang?
    Salam,

    deden:
    sangat boleh, kalau bukan harus.
    Bagaimana mungkin kita bisa berdakwah kepada orang lain, kalau kita hanya tahu dan menguasai apa yang kita yakini semata. Misalnya;Bagaimana mungkin kita bisa berdakwah kepada saudara2 ummat Nasrani dengan menggunakan dalil2 Al-Qur’an lah wong mereka mempercayai Al-Qur’an-pun nggak. Tentulah untuk berdakwah kepada mereka kita harus mempelajari dan menguasai dalil dalil dari kitab suci mereka sendiri…
    salam juga 😀

  51. 51 ALIF May 29, 2008 at 1:57 am

    NONE:
    “Sebelum berdiskusi lebih lanjut, kalau kami bisa membuktikan bahwa ajaran anda menyimpang/sesat berdasarkan Al-Quran, Assunnah dan ijma sahabat maukah anda kembali kepada aqidah islam yang benar dan lurus?”

    Lho dari kemarin-kemarin kemana aja none..???
    dari kemarin2 saya minta bukti bahwa ahmadiyah sesat menurut Qur’an, Assunnah dan Ijma sahabat..
    Tapi tidak satupun yang bisa memberikan bukti bahwa ahmadiyah sesat..
    kecuali cuma berputar-puatar terus..
    tuh contohnya kayak si Nabi lama, tanyakan sama dia sudah berapa taun dia tidak bisa membuktikan nya..
    tapi sampe sekarang masih aja bilang sesat, bukan islam, tanpa bisa membuktikan…
    Ngomong sesat kepada orang lain itu gampang koq tapi membuktikan nya itu yang susah..
    None, anda ingin saya masuk kedalam aqidah Islam yang benar dan lurus? Islam yang benar dan lurus itu Islam yang seperti apa? soalnya banyak sekali aliran dalam islam sekarang dan semuanya mengaku merasa paling benar dan lurus..
    coba anda tunjukan kepada saya ! Islam yang mana?
    bisa??
    Oh ya tidak satupun anda membantah tulisan-tulisan saya diatas..kalo diskusi yang benar tuh bantah dulu argumen2 lawan bukannya loncat-loncat ke yang lain apalagi sampe langsung tunjuk hidung sesat tanpa bisa membuktikan..
    saya tunggu..!

  52. 52 none May 29, 2008 at 9:14 am

    Baiklah para pembaca dapat menjadi saksi apa yang telah ditulis oleh saudara alif ini, dan meminta bukti atas kesesatan ajaran mirzaiyah ini.

    deden
    ehem 😀

  53. 53 Dono June 1, 2008 at 7:25 pm

    Ass.wr.wb,
    Saya menghargai pendapat pak deden cuma agak sedikit aneh bagi saya bahwa Isa a.s telah dikebumikan di kashmir.
    Sesungguhnya yang jelas bagi saya adalah bahwa Alquran telah terjaga kesuciannya selama 1400th lamanya dan kitab Alquran ini tetap suci sampai akhir zaman.
    Sebenarnya Alquran telah mengakui Isa a.s sebagai rasul Allah dan sangat dihormati oleh kita yang beragama islam.
    mengenai Al-quran surat An-Nisaa ayat 4:159 yang bunyinya sbb, Bismillahhirohmanhirohim.
    Tidak seorangpun dari Ahli Kitab,kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematianya.Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.
    Ayat ini InsyaAllah menerangkan bahwa:
    Begitu banyaknya mujizat-mujizat yang telah diberikan oleh Allah S.W.T kepada rasulNYA yang mulia Isa A.S untuk diperlihatkan kepada bangsa Israel.Beribu-ribu manusia melihat kesaksian tersebut pada zaman itu,namun hanya beberapa orang sahaja yang benar-benar mengakui bahwa Isa adalah benar dan sungguh seorang rasul Allah.Setelah Isa A.S diangkat dan disucikan oleh Allah S.W.T, Injil tahap demi tahap tersebar ke seluruh pelosok dunia dengan membawa ajaran yang menyimpang dari ajaran Isa yang semula.
    Apakah perlu diketahui kaum Kristen, bahwa Isa tidak disalib sebagaimana diterangkan sebaliknya dalam kitab Injil mereka?
    Saya rasa perlu, merekapun mengetahui bahwa Isa A.S telah diangkat dan disucikan,tetapi setelah beliau disalib dan dikebumikan.Surat An-Nisaa ayat 4:159 dengan jelas menerangkan bahwa Isa akan turun di akhir zaman nanti untuk menerangkan jelas tentang beliau dan kedudukan beliau, karena selama ini kaum Kristen telah menghujat Allah S.W.T dan meremehkan Isa .Inilah yang dikatakan HAK Allah S.W.T,karena Allah berkuasa didunia dan di hari pembalasan setelah semuanya Sirna termasuk Isa bin Maryam.
    Ayat yang diatas cukup menerangkan bahwa ajaran Isa a.s khusus untuk bani Israel.Kok bisa beliau di kebumikan di Kashmir?

    Jadi untuk apa isanya muhammad yang akan datang sedangkan Alquran adalah kitab yang lurus sampai akhir zaman?
    Apakah banyak yang sesat di kalangan islam? apakah ini maksud bapak deden.
    MasyaAllah.
    Saya hanya manusia dan mempunyai sangat sedikit ilmu dan selalu memohon tambahan dari Allah S.W.T.

    Wassalam.

    deden:
    wa’alaykum salam wr.wb.
    terimakasih telah berkenan untuk berkunjung kembali ke blog ini.
    Mengenai kuburan nabi Isa yang berada di Kashmir, memang demikianlah adanya… 😀
    Berbagai penelitian oleh para ilmuwan telah banyak dilakukan untuk hal ini, dan suka atau tidak suka hasil dari para peneliti itupun pada akhirnya tidak dapat membuktikan kalau hal ini salah….

    betul bahwa isi Al-Qur’an akan tetap abadi sepanjang masa tanpa ada pengurangan ataupun penambahan walau hanya satu huruf, namun tidak menjamin bahwa pemahaman Ummat Islam akan tetap konsisten dan sesuai dengan isi Al-Qur’an itu sendiri, maka kedatangan “Isa” yang akan mencerahkan kembali Islam-pun telah diisyaratkan sebelumnya oleh Rasulullah saw.
    Wallahu’alam

  54. 54 none June 4, 2008 at 2:31 am

    Saya akan menjelaskan terlebih dahulu Islam yang benar dan lurus itu Islam yang seperti apa ?

    Rasulullah SAW telah menjelaskan segala sesuatunya kepada kita dengan jelas dan gamblang agar kita tidak tersesat. Hanya orang-orang yang tersesat sajalah yang menyelewengkan segala sesuatu yang telah jelas dan gamblang.

    Rasulullah SAW bersabda mengenai golongan yang lurus dan selamat :
    – “Sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi menjadi 72 golongan, dan umatku terpecah menjadi 73 golongan; semuanya di neraka, kecuali satu”. Para sahabat bertanya: “Siapa yang (selamat) itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab:”Yang mengikuti aku dan para sahabatku” (HR. Tirmidzi,Hasan)

    – “Berpegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah para Khulafaur-Rasyidin; pegang eratlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian” (HR. Abu Dawud,Sahih)

    Hal ini diperkuat dan diperjelas oleh perkataan Abdullah bin Mas’ud :
    “Barangsiapa diantara kalian ingin mengikuti sunnah, maka ikutilah sunnah orang-orang yang sudah wafat. Karena orang yang masih hidup, tidak ada jaminan selamat dari fitnah (kesesatan). Mereka ialah sahabat-sahabat Muhammad SAW. Mereka merupakan generasi terbaik umat ini, generasi yang PALING BAIK HATINYA,yang PALING DALAM ILMUNYA,yang TIDAK BANYAK MENGADA-ADA, kaum yang telah dipilih Allah menjadi sahabat Nabi-Nya dalam menegakkan agama-Nya. Kenalilah keutamaan mereka, berpegang teguhlan dengan akhlak dan agama mereka semampu kalian, karena mereka mereka merupakan generasi yang berada diatas Shiratal Mustaqim”

    Bahkan Allah sendiri telah menjamin mereka dengan keridhaan-Nya dan Surga-Nya.

    Dapat disimpulkan bahwa aqidah yang lurus dan selamat adalah aqidah Rasulullah dan para sahabatnya serta orang-orang yang mengikutinya yang tidak banyak mengada-ada dalam masalah agama yang tidak ada penjelasannya dari Allah dan Rasulnya. Inilah jalan yang lurus, barangsiapa yang menyelisihi aqidah dan cara beragama mereka maka dia telah tersesat.

    deden:
    kali ini kelihatannya pendapat kita sama 100%, kang!
    salam 😀

  55. 55 Nabi lama June 5, 2008 at 1:46 am

    Kang Deden,
    Apa bukti-bukti tentang Tadzkirah yang ada (banyak kami berikan) buat Ahmadi itu palsu atau memang benar adanya? Kalo palsu, yang aslinya dimana dan kalo asli apa penafsirannya versi Ahmadi seperti apa?

    deden:
    Tazkirah memang betul ada dalam kepustakaan Ahmadiyah, saya sendiri punya copy-an dari yang pernah dimuat di majalah Sinar Islam. Kalo ingin copy-an nya insya Allah nanti saya copy-kan, kasih tau alamat pengirimannya aja ke e-mail saya ini :adente08@yahoo.com

  56. 56 ALIF June 5, 2008 at 2:21 am

    None, saya setuju dengan keterangan anda diatas mengenai Islam yang lurus dan selamat..
    berarti menurut anda kriteria yang paling utama adalah mengikuti sunnahnya Nabi dan khulafaur Rasyidin
    namun pertanyaan saya belum anda jawab: diantara berbagai aliran islam yang ada di dunia ini berarti Cuma satu yang selamat padahal kita tahu masing-masing mempunyai tafsir sendiri-sendiri dalam menafsirkan sunnah nabi., contohnya ada yang mengatakan tahlil itu sunnah tapi ada juga yang mengatakan bid’ah, dalam melafazkan niat sholat saja sudah berbeda-beda pendapat, dalam menentukan hari raya i’d saja berbeda-beda dan masih banyak lagi contoh lainnya padahal semua sudah merasa mengikuti sunnah nabi, nah bisa anda tunjukan aliran mana yang sebenarnya telah mengikuti sunnah nabi? (sebutkan nama bukan kriterianya)
    dan menurut kesimpulan anda sendiri seperti diatas bahwa tidak mungkin semua benar karena cuma satu yang selamat..

    logikanya kalau anda bisa mengatakan sesat kepada aliran ahmadiyah maka bisa dipastikan anda sudah tahu aliran yang lurus dan selamat tsb..
    Oh ya satu lagi pertanyaan saya: Sunnahnya para khulafaur rasyidin dan sahabat adalah berada dalam naungan khilafat, nah sudahkah anda menjalankan sunnahnya tsb?
    jawabannya jangan keluar jalur ya…
    salam,

  57. 57 none June 6, 2008 at 4:03 am

    Diantara 73 golongan yang selamat yaitu adalah Ahlussunnah wal jama’ah. Siapapun dia yang mengikuti cara beragamanya generasi terbaik ummat ini, maka ia termasuk didalam ahlussunnah wal jama’ah,
    bukan partai maupun kelompok organisasi. Saya sudah jelaskan diatas masalah ikhtilaf itu dikalangan sahabat pun terjadi tetapi didalam masalah aqidah yang jelas dan gamblang tidaklah terjadi. Mengenai masalah khilafat tidak semudah yang anda pikirkan, mengangkat orang yang tidak jelas aqidahnya. Kekhilafahan itu konsep yang ideal dan juga memiliki konsekuensi yang besar dan tidak mudah pula salah satunya adalah penerapan syariat islam, apakah kekhilafahan anda sudah sanggup menerapkan itu ?

    Anda mengatakan bahwa sahabat memang tidak pernah berselisih ttg Nabi Isa israeli sudah wafat dan orang wafat tidak akan datang lagi kedunia ini berdasarkan dalil QS.3:144. Apakah ayat itu menjelaskan seluruh rasul telah wafat dan nabi isa tidak turun kembali? apakah maksud abu bakar seperti itu? coba anda baca asbabun nuzulnya perlahan-lahan. Berarti argumen andapun belum terbukti dengan sendirinya bahwa sahabat sepakat ttg Nabi Isa israeli tidak akan datang lagi kedunia ini.

    Masalah hadis dajjalpun anda belum memberikan kepada saya hadis tersebut riwayat siapa dan derajatnya apa, karena di hadis-hadis sahih seputar Dajjal saya belum pernah membaca hadis tersebut, mungkin anda lebih tahu dari saya. Siapa yang mengeluarkan dalil, harus bisa membuktikannya.

    deden:
    Ahlussunnah wal jama’ah = sekumpulan orang yang mengikuti sunnah dan berjamaah.
    -kalau berjamaah pasti ada imamnya, jadi ada pimpinannya.
    -Islam adalah agama yang universal berarti imamnya juga berlaku universal.
    -Ahmadiyah telah berdiri 117 tahun dan selalu dipimpin seorang imam yang universal
    -berarti ahli sunnah waljamaah itu Ahmadiyah, ya kang? 😀

  58. 58 silvie June 6, 2008 at 12:00 pm

    Nah anda anda semua kan tau tentang sabda Nabi Muhammad SAW bahwa umatnya akan pecah kedalam 73 golongan,berarti umat Islam tidak perlu ribut2x merasa dirinya paling benar dan tidak perlu takut dengan munculnya golongan/kelompok2x dalam Islam,misalnya seperti jama’ah ahmadiyya,jama’ah islamiyah,fpi,muhammadiyah,suni,si’ah,alqiyadah alislamiyah dlsb.toh dengan munculnya golongan2x dalam Islam itu kan sudah di sabdakan oleh nabi Muhammad SAW dan sabda nabi Muhammad SAW itu sudah pasti dan harus terjadi, ini menandakan bahwa perkataan/sabda nabi Muhammad SAW adalah benar.Nah kewajiban kita umat Islam adalah mencari tau satu golongan yg diterima oleh Allah SWT.

  59. 59 ALIF June 7, 2008 at 3:22 am

    NONE:
    “Diantara 73 golongan yang selamat yaitu adalah Ahlussunnah wal jama’ah. ”
    —-

    Apa itu arti ahli sunnah wal jamaah none?
    Apakah umat Islam sekarang ini ada dalam satu jamaah?
    Apakah mereka sudah merasa menjalankan sunnahnya nabi dan para sahabat?
    None, anda semula mengatakan bahwa kriteria yang selamat adalah orang yang mengikuti sunnahnya nabi dan khulafaur rasyidin dan tidak mengada-ngadakan suatu urusan tapi ketika ditanyakan perbedaan umat Islam dalam menjalankan sunnahnya anda katakan sebagai ikhtilaf.
    Mana yang benar none?

    Menurut hadist yang anda kutip berarti cuma satu yang selamat dan 72 golongan tidak selamat
    Logikanya yang 72 golongan ini berpemahaman sama sedangkan yang satu berbeda..
    Menurut anda Ahmadiyah sesat karena berbeda dgn kebanyakan umat Islam lainnya
    mari kita buktikan pendapat tsb, diantara sunnahnya Nabi dan sahabat tsb adalah:
    Dahulu para sahabat dipimpin oleh seorang Khalifah
    satu-satunya aliran yang dipimpin oleh Kekhalifahan sekarang hanyalah ahmadiyah..
    Dahulu Nabi dan para sahabat di anggap sesat oleh kaum quraisy, diperangi, dilempari batu, menjalankan ibadah dgn rasa tidak aman dan mereka juga dilarang berdakwah, dilarang menyembah Allah, sampai harus hijrah ke Yatrib
    Para sahabat dahulu dilarang menyebut diri sebagai orang Islam..
    sekarang bandingkan dgn Ahmadiyah yang dianggap sesat oleh semua umat Islam, diperangi, dilempari batu, dilarang berdakwah, menjalankan ibadah sholat dgn rasa tidak aman, mengalami penganiayaan di Pakistan sampai harus hijrah ke London, dilarang beribadah oleh penguasa…
    Adakah umat Islam yang lain yang sudah menjalankan sunnahnya Nabi dan sahabat tsb kecuali Ahmadiyah ?

    Jadi sekalipun sekarang anda menyebut kami sesat, bukan Islam, dilarang berdakwah, dilarang menjalankan kegiatan seperti sholat di mesjid, mesjid2 kami dihancurkan, dilempari batu, dianiaya dsb..
    disisi lain kami bersyukur none, karena kami berada di jalur sunahnya nabi dan sahabat..

    Oh ya..pertanyaan saya belum anda jawab.
    Kalo ahmadiyah sesat, berarti masih ada 71 golongan lain yang sesat.. siapa itu mereka itu none? apa sebab mereka juga sesat?
    dan apakah anda merasa bahwa anda berada di golongan yg satu-satunya yang akan selamat?
    jawab ya.. (jangan pertanyaan di jawab pertanyaan)

  60. 60 silvie June 7, 2008 at 10:43 am

    Melihat jauh sekali perbandingan antara golongan satu yg di terima Allah dgn 72 golongan yg masuk neraka,satu berbanding 72 berarti satu golongan yg di terima ini adalah golongan/kelompok minoritas dan biasanya golongan ini dikucilkan dari kelompok mayoritas.Terus siapa ya kelompok/golongan yg di terima oleh Allah ini??mudah2xam sih golongan/kelompok saya InsyaAllah.Amin!karena apa yg saya rasakan sekarang sih begitu golongan muslim kami di anggap minoritas oleh golongan Islam mayoritas,kami di tuduh macam2x,di tuduh sesatlah,kafirlah bahkan darah muslim kami halal katanya kata salah satu golongan muslim mayoritas dan kami harus di bunuh begitu kata mereka.Tapi enggak apa2x dech,sepertinya apa yg di alami Rasulullah SAW dan para sahabatnya sekarang dialami juga oleh kelompok ahmadiyya.

  61. 61 Dono June 7, 2008 at 7:01 pm

    Ass.wr.wb,
    Golongan yang satu itu adalah mereka yang mencintai Allah dan rasulNya.

    Allah S.W.T akan mengadili seadil-adilnya dan tidak ada satupun yang akan dirugikan.

    Siapakah yang mencampurkan yang hak dan yang bathil? jelas manusia.
    Siapakah yang merusak dunia? jelas manusia.
    Siapakah yang merusak agama? juga manusia.

    Tahukah saudara2 bahwa hak anak adam hanya sehelai kain untuk menutupi auratnya.Segala HAK adalah kepunyaan Allah S.W.T.
    Segala urusan berada di tangan Allah.
    Segala puji dan puja hanya untuk Allah, Tuhan sekalian alam.

    Wassalam.

  62. 62 none June 10, 2008 at 2:42 am

    Dari jawaban anda dan kang deden sepertinya aliran mirzaiyah merasa lebih mementingkan kekhalifahan dibandingkan aqidah itu sendiri. Apakah apabila telah membentuk kekhalifahan dengan sendirinya telah menjadi ahlussunnah wal jama’ah dan diatas kebenaran tanpa melihat sisi aqidah Rasul dan para sahabatnya?

    Mari kita dengar pendapat Abdullah bin Mas’ud mengenai Al-Jama’ah :
    Wahai ‘Amr bin Maimun, Saya mengira kamu orang yang terpandai tentang fiqh dari penduduk negeri ini. Kamu mengerti, apa jama’ah itu?’ Saya berkata, ‘Tidak.’ Ia berkata, ‘Sesungguhnya mayoritas masyarakat adalah orang-orang yang berpaling dari jama’ah. Jama’ah adalah sesuatu YANG SESUAI KEBENARAN, MESKIPUN KAMU HANYA SENDIRIAN.’

    Jadi pada dasarnya seorang ahlussunnah adalah merupakan bagian dari jama’ah pendahulunya yang mengikuti Rasul & para sahabatnya. Sekarang saya bertanya kepada anda (cukup anda jawab sendiri saja karena sepertinya anda tidak mau menjawab pertanyaan saya), mana yang lebih penting aqidah atau kekhalifahan? apakah kekhalifahan anda sesuai dengan kebenaran ataukah ahlulbid’ah wal jama’ah. Anda mengambil sebagian sunnah tetapi melupakan sunnah lainnya yang lebih
    penting. Untuk itulah kenapa membentuk kekhalifahan yang dipimpin
    seorang imam itu tidaklah mudah, karena diantara ummat islam pun belum diatas aqidah yang satu dan lurus. Islam sendiri telah terpecah menjadi bermacam-macam firqah seperti syiah, ahlussunnah, murjiah, khawarij dan lain-lain. Itu merupakan sunatullah. Dan anda salah kalau mengatakan bahwa diantara 72 golongan yang tersesat tersebut memiliki pemahaman yang sama. Apabila perbedaan umat islam itu dalam masalah ikhtilaf yang memang telah terjadi di zaman sahabat atau masalah2 baru yang belum pernah ada di zaman generasi terbaik umat ini, maka itu ikhtilaf yang dimaafkan selama didasarkan atas kaidah2 syar’i. Tetapi apabila para sahabat, tabi’in dan tabiut tabi’in tidak pernah berselisih terhadap suatu masalah, lalu ada suatu kelompok yang MENGADA-ADA dalam hal yang telah disepakati, maka itulah yg tersesat. Silahkan anda baca buku mengapa syiah,murjiah,khawarij,dll dinyatakan sesat dan para ulama maupun imam2 mahdzab telah memperingati kita dari kesesatan mereka, sangat panjang kalau harus dijelaskan satu-persatu diforum ini. Kalau anda memahami aqidah mereka, maka anda akan melihat kebanyakan ummat islam sekarang telah tertular dengan aqidah2 mereka walaupun mereka tidak menyebut diri mereka dengan firqah2 tersebut.

    Yang menjadi fokus masalah adalah kita harus buktikan apakah kekhalifahan anda diatas aqidah rasul dan para sahabatnya. Salah satunya adalah tentang masalah Nabi Isa ini. Sekarang pembaca dapat menilai sendiri siapa yang pertanyaan dijawab dengan pertanyaan, siapakah para penentang itu ketika ditanya malah balik bertanya..bukan mengemukakan dalil..(itu perkataan anda sendiri loh). Pertanyaan saya yang paling awalpun banyak yang belum anda jawab, sedangkan pertanyaan anda sebagian besar insya Allah telah saya jawab sesuai dengan kemampuan saya.

    To Silvie:
    Untuk menilai suatu kebenaran janganlah ditimbang dengan perasaan ataupun mayoritas/minoritas. Kita lihat bagaimana agama kristen,budha dan hindhu tersesat dikarenakan menggunakan perasaan. Timbanglah kebenaran itu dengan Al Quran, Hadis dan Ijma generasi terbaik ummat ini.

    deden:

    sorry gak bisa komen, kang! soale kalo komen ntar ane ditangkep jakgung pula… :mrgreen:

  63. 63 Silvie June 10, 2008 at 3:15 am

    Betul apa yg dikatakan mas Dono Allah akan mengadili seadil adilnya,beruntung kita kalau ada di jalan yg benar bagaimana kalau kita ada di jalan salah bukan rahmat yang kita dapat melainkan laknat dan murka Allah yg kita dapat.
    Maka dari itu kita sebagai mahluk Allah wajib mencari tau golongan satu yg di terima oleh Allah,karena Islam sesuai sabda nabi Muhammad SAW akan terpecah kedalam 73 golongan,semua golongan masuk neraka kecuali satu yg diterima Allah. Nah tentunya yg satu ini adalah ahlu sunnah waljama’ah yakni sekelompok islam yg memiliki jama’ah dan di dalam jama’ah sendiri harus ada Imam penerus Rasulullah SAW. dan ahlu sunnah waljama’ah ini tentunya yg mengikuti amal perbuatan Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya.
    Dan sekarang kita bisa lihat dengan nyata Islam tidak bersatu malah berkelompok kelompok dan sibuk membanggakan kelompoknya masing2x bukan bersatu mensiarkan Islam kepada yg bukan Islam.

  64. 64 silvie June 10, 2008 at 1:10 pm

    To None: umat kristen,hindu,budha kata anda tersesat menggunakan perasaan, perasaan apa ya???????

    Agama Kristen,Budha,Hindu dan para nabi yg membawa ajaran ini pada awalnya adalah mengajak umatnya untuk meyembah Allah,tapi setelah sepeninggal nabi mereka dan perkembangan zaman, agama yg di bawa para nabi ini menjadi menyimpang,oleh umatnya bukanlah Allah yg mereka sembah melainkan Nabinya yg mereka sembah dan menjadikan nabinya menjadi Tuhan.seperti contohnya Nabi Isa yg di utus untuk kaum bani Israil pada dasarnya adalah mengajak kaumnya untuk menyembah Allah,begitu juga dengan Khresna seorang nabi yg di utus Allah utk orang india, bukannya Allah yg mereka sembah malah nabinya yg mereka sembah.
    Jadi mereka tersesat bukan karena perasaan,mereka tersesat karena syirik yaitu menyekutukan Allah. kita tau di Alqur’an kita sering baca orang yg bukan Islam adalah kafir,sesat.Nah yg mengatakan itu Allah sendiri yg berbicara dalam Alqur’an.Alqur’an merupakan wujud perkataan Allah.

  65. 65 Dono June 10, 2008 at 7:58 pm

    Ass.wr.wb,
    Setiap kaum akan menerima masa kejayaannya dan juga kehancurannya.Allah membiarkan kaum yang sesat dengan kesesatannya hingga datanglah murka Allah dengan tiba-tiba menimpa kaum yang zholim.
    Seperti firman Allah S.W.T pada surat At-Taubah ayat 66.
    Tidak usah kamu minta maaf,karena kamu kafir sesudah beriman. Jika kami memaafkan segolongan daripada kamu(lantaran kamu bertaubat),niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.

    Jadi hati-hatilah muslimin dan muslimat jangan kalian kafir sesudah beriman.
    Tunduk dan sujudlah kehadirat Allah dan ikutilah rasul yang mulia Muhammad S.A.W.karena ini adalah jalan yang lurus.

    Tunggulah, yang bathil akan lenyap, sesungguhnya HAK berada di sisi Allah semata.

    Jangan kalian tergoda oleh tipu muslihat syeitan, musuh Allah dan musuh kita.
    Alquran sudah menjelaskan bahwa tiada tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah dan Muhammad itu adalah benar-benar rasul Allah.Barang siapa yang mengurangi atau melebihkan ayat ini adalah kaum yang Zholim.

    Wassalam.

    deden
    setuju 100% 😀

  66. 66 none June 13, 2008 at 3:31 am

    Apakah menurut anda mempersatukan firqah2 didalam islam itu mudah, sedangkan setiap firqah2 itu memiliki aqidah yang sangat jelas berbeda. Saya ambil contoh mudah, syiah menyatakan bahwa beberapa sahabat rasulullah telah murtad dan kafir, sedangkan Ahlussunnah meyakini bahwa seluruh sahabat rasulullah dijamin masuk surga dan merupakan dosa besar bagi orang yang mencela sahabat rasulullah. Apakah hal ini bisa diabaikan demi persatuan islam ? Aliran mirzaiyah mengatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad merupakan nabi dan rasul sedangkan ahlussunnah meyakini bahwa tidak ada nabi dan rasul baru setelah Nabi Muhammad SAW. Apakah hal ini bisa diabaikan demi persatuan islam atau apakah anda siap dipimpin/diimami oleh kelompok lain ? Jika telah bersatu dan mensiarkan islam, islam yang aqidahnya seperti apa yang disiarkan ?

    * Umat Kristen MERASA bahwa menyanjung Nabi Isa dengan cara bernyanyi dan menyembahnya merupakan kebaikan/ibadah.
    * Umat Budha MERASA bahwa menyanjung panutannya dengan cara menyembahnya adalah merupakan kebaikan/ibadah.
    * Orang2 arab jahiliyah MERASA bahwa dengan bertawaf tanpa busana sambil bersiul2 merupakan kebenaran/ibadah, begitu juga yang lainnya.

    Apakah kebenaran mereka itu ditimbang dengan Ilmu yaitu berdasarkan penjelasan Allah dan Rasulnya ataukah PERASAAN saja bahwa yang mereka lakukan adalah baik? Perasaan bahwa yang mereka lakukan baik tanpa ilmu itulah yang menyebabkan mereka berbuat syirik kepada Allah.

    Oleh sebab itu kita sebagai ummat Rasulullah dalam melihat kebenaran itu harus ditimbang dengan Al Quran, Hadis dan Ijma para sahabat bukan dengan perasaan. Kang Deden dan Alif sependapat bahwa barangsiapa yang menyelisihi aqidah dan cara beragama Rasul dan para sahabatnya maka dia telah TERSESAT, silahkan anda baca lagi tulisan kang Deden & Alif diatas. Untuk itulah kita buktikan aqidah aliran Mirzaiyah dengan aqidah Rasulullah dan para sahabatnya.

  67. 67 Dono June 15, 2008 at 8:29 am

    Ass.wr.wb,
    Lakukanlah kebenaran dimuka bumi Allah ini.
    Sebenarnya pemegang Alquran tau bahwa kebenaran itu berada disisi Allah S.W.T, tetapi kenapa tidak dilaksanakan?
    Jawabnya Murtad, memegang Alquran tetapi tidak melaksanakannya.
    Bukankah sudah jelas bahwa kebanyakan manusia itu adalah penghuni neraka jahanam.
    Cintailah dunia ini, aku katakan kepada kalian bahwa dunia akan sirna.
    Aku insyaAllah akan datang dan membela agama Allah, akan ku buktikan kepada kalian semua bahwa Allah berkuasa atas segala galanya, tunduk dan sujudlah kehadirat Allah, yang sesat biarlah sesat.Jibril a.s akan membentangkan sayapnya dan melindungi kaum yang beriman dan yang tidak akan mengalami kebinasaan.Carilah tuhanmu selain Allah S.W.T dan ikutilah yang sesat, kamu akan binasa.

    Wassalam.

  68. 68 brico July 12, 2008 at 12:29 pm

    Om deden bilang:
    Tapi tentu saja adalah benar firman Allah swt didalam Al-Qur’an bahwa “ketika Isa ibnu Maryam disebut sebagai misal, maka kaum engkau ingar bingar mengajukan sanggahan……”

    Om shadow bilang:
    Ente baca lanjutannya pada ayat 58….disitu Isa diumpamakan sebagai “Tuhan” kang baca Al-Qur’an itu yang teliti. Jangan doktrin langsung dilahap saja.
    ente baca ayat ke 57…Isa dijadikan perumpamaan. Isa disitu adalah Isa bani Israil.

    brico:
    yang dimaksud engkau dalam firman Allah bahwa “ketika Isa ibnu Maryam disebut sebagai misal, maka kaum engkau ingar bingar mengajukan sanggahan……” itu siapa seh? Kalau kita percaya yang terima al-Qur’an itu adalah Muhammad Rasulullah saw bukankah kalimat engkau disitu kenanya kepada Muhammad Rasulullah saw? Dan yang dimaksud kaum engkau itupun adalah kaumnya Muhammad Rasulullah saw, bukan yang lain?
    Gimana om?

  69. 69 Dono. August 1, 2008 at 9:37 am

    Ass.wr.wb.
    Sebelum saya menceritakan pengalaman saya yang berikut ini, saya memohon agar kita sebagai muslim agak sedikit melapangkan dada untuk menerima atau tidak menerima cerita saya berikut ini.Apakah ini suatu kenyataan ataukah tidak terserahlah kepada yg mendengarnya, kalau seandainya bapak keberatan untuk menerimanya dan menghapusnnya, untuk pribadi saya, juga saya tidak ada masalah,karena menurut hakikat saya,mendengar atau melihat cerita ini akan menimbulkan kebencian, penghasutan, pencacian dll,jadi saya serahkan saja kepada akal manusia yg sehat untuk menimbang baik atau buruknya.

    Beginilah ceritanya:
    Pada tanggal 3 bulan juli th 2008 masuk bulan rajab malam jumaat lalu setelah maghrib muncul makhluk bersayap yg sayapnya seperti mutiara-mutiara yg bertebaran di muka bumi ,begitu besarnya beliau dari pandangan saya,yg berjarak kira-kira 5 meter dari hadapan saya,keindahaan beliau tidak terlukiskan.
    Perkataan beliau yg pertama adalah: Tuliskan!lantas sekali lagi Tuliskan!
    Saya cepat mengambil kertas dan pena kemudian duduk kira-kira satu meter dari hadapan beliau.
    Perkataan beliau yg kedua:Assalamualaikum.
    Saya jawab wallaikumsalam.
    Perkataan beliau yg ketiga:saya Jibril,Tuliskan!
    Saya akan datang bersama Isa almasih kedunia bersama sembilan wali-wali dan bersama 200 lebih malaikat-malaikat.
    Waktu sudah sangat singkat, mulai tahun 2010 banyak kejadian yg akan merampas jiwa manusia.
    Perkataan beliau yg keempat:apa yg engkau inginkan? menyebarkan firman-firman Allah S.W.T, jawab saya.
    Perkataan beliau yg kelima:ada lagi?InsyaAllah, Allah S.W.T akan memberikan petunjuk kepada kami,jawab saya.
    Perkataan beliau yg keenam:baiklah! lantas beliau mengambil kedua belah tangan saya,beliau menyuruh saya berzikir.
    -Allahhuakhbar33x
    -Subhanallah33x
    -Alhamdulillah33x
    -Allah S.W.T33x
    -Laillahhailallah33x
    -Laillahhailallahmuhammadarasulallah33x
    Perkataan beliau yg kesepuluh:ingat!
    1.jangan engkau sombong
    2.bersabarlah
    3.sayang kepada kedua orang tua
    4.jangan engkau membuat kesalahan
    Beliau tunduk sejenak, lantas beliau berkata,saya musti kembali dan menyapa saya assalamualaikum, saya jawab wallaikumsalam Jibril a.s, dia membuka sayapnya lantas terbang begitu cepatnya.

    Saya beranggapan bahwa ini hanyalah sebagai amanah.
    Marilah kita menyimak cerita ini bersama dengan akal yg sehat menurut Alquran dan hadits-hadits rasulallah Muhammad S.A.W.

    Apakah kita sudah bersiap untu kedatangan tanda-tanda akhir zaman?

    Wassalam.

  70. 70 Basri August 10, 2008 at 8:50 am

    Ass.wr.wb,sdr Dono.

    Kalau menurut saya ini adalah perbuatan jin murtad.
    sebabnya:nasehat terakhir agak sedikit aneh yaitu jangan engkau membuat kesalahan.
    Berarti jin murtad ini lempar batu sembunyi tangan.
    Jika anda membuat kesalahan,jin murtad ini tidak mau tanggung jawab.
    Dasar jin gendeng.

    Memang bener akhir zaman telah mendekat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 234,699 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: