Mengkapling Surga

Gus Dur menyatakan, banyaknya ajaran kepercayaan tidak perlu diributkan atau dipermasalahkan. Soal ritual mereka berbeda dengan umat Islam pada umumnya, itu urusan lain lagi.

“Kenapa mereka kita paksa supaya sama dengan kita?,” tanya Gus Dur heran.

Pada kesempatan ini, Gus Dur juga menyatakan, hanya orang goblog yang menganggap dirinya saja yang benar dan masuk surga, sementara orang lain yang berbeda salah dan masuk neraka.

“Kalau kita sudah tahu mereka goblog, ya sudah. Kenapa pusing-pusing amat sih?,” kata Gus Dur santai. (//mbs)

courtesy okezone.com

26 Responses to “Mengkapling Surga”


  1. 1 hakimi April 29, 2008 at 2:01 am

    saya juga heran, kok ada orang yang menerakakan orang lain dan menyurgakan dirinya,coba tanya diri sendiri, mengapa ayat alquran disebut berjumlah 6666 sedangkan kenyataannya hanya 6236, tahukan anda di mana yang 430, kalau sudah ketemu pasti akan berkata ” ya allah, biarlah aku di neraka sendiri, masukkanlah mereka semmmmmmmmua, siapa saja, agama apa saja…………..ke dalam surgamu.”

  2. 2 J&W April 29, 2008 at 2:45 am

    Mungkin mereka2 berpikir kapling di surga hampir habis, makanya mereka berebut tempat, siapa cepat dia dapat. Mana mau mereka berkata “ya Allah biarlah aku dineraka sendiri”? Mereka sudah menetapkan dan memutuskan bahwa merekalah yang bakal masuk surga, dan gak perlu lagi minta ke Allah.

  3. 3 untung April 29, 2008 at 4:46 am

    Quote:
    ” ya allah, biarlah aku di neraka sendiri, masukkanlah mereka semmmmmmmmua, siapa saja, agama apa saja…………..ke dalam surgamu.”

    Jawab:
    Masak ia sih😀 Apa mungkin semua agama masuk surga, apakah ada ayatnya😀

    Quote:
    Mereka sudah menetapkan dan memutuskan bahwa merekalah yang bakal masuk surga, dan gak perlu lagi minta ke Allah.

    Jawab:
    kapan mereka berucap seperti itu. Main fitnah segala. Pekuburan Ahli surga (Bahisti Maqbarah) itu apa maksudnya? tidak perlu minta kepada Allah asal membayar candah wasiat dan kemudian dikuburkan ditempat tersebut (Bahisti Maqbarah) sudah bisa masuk surga😀

  4. 4 J&W April 29, 2008 at 5:47 am

    Bukan fitnah pak Untung…. mereka bisa mengatakan sesat kepada orang lain, yg bukan urusannya, mereka yang merasa benar dan lurus memaksakan kehendaknya. Benar atau tidak itu sih urusan masing2, pada akhirnya hanya Allah yg tahu.

    “asal bayar candah wasiat dan kemudian dikuburkan ditempat tersebut (Bahisti Maqbarah) sudah bisa masuk surga”.

    Emangnya pergi ke bioskop, bayar ticket, dapat tempat duduk enak deh.

  5. 5 nabi lama May 2, 2008 at 8:52 pm

    Quote:
    mereka bisa mengatakan sesat kepada orang lain, yg bukan urusannya, mereka yang merasa benar dan lurus memaksakan kehendaknya.

    Jawab:
    Sesat, karena pake nama Islam. Coba deh pake nama Ahmadiyah sendiri, dijamin aman. Kalian juga pake nama Qadyan untuk bedain ama Lahore khan.

    Quote:
    Emangnya pergi ke bioskop, bayar ticket, dapat tempat duduk enak deh.

    Jawab:
    Baru tahu ya? Tanya deh ama Ahmadi yang laen.

  6. 6 J&W May 3, 2008 at 9:21 am

    Emangya orang yg menentang Ahmadi dan mengatakan sesat ke Ahmadi yakin bisa masuk surga? ngerusak tempat ibadah, ngajak ngebunuh segala apa itu ajaran Islam yg benar?

    Kenapa gak sholat Istikarah aja? pasti Allah akan kasih jawaban.

  7. 7 nabi lama May 4, 2008 at 9:20 am

    Quote:
    Kenapa gak sholat Istikarah aja? pasti Allah akan kasih jawaban.

    Jawab:
    Insya Allah kalo shalatnya tulus jawabannya pasti jelas.

    Wassalam,

    deden
    sebagian –besar– orang2 yang kemudian bergabung dengan Ahmadiyah mereka biasa “memfinalisasi” penyelidikannya terhdp benar tidaknya Ahmadiyah dengan salat istikharoh…baru setelah mendapat “jawaban” yang jelas merekapun bergabung..

  8. 8 J&W May 5, 2008 at 4:13 am

    Quote:

    Insya Allah kalo shalatnya tulus jawabannya pasti jelas.

    Jawab:

    Alhamdulillah, didoain dari jauh, semoga saja sholatnya tulus, agar dapat jawaban yang sangat jelas, dan juga menerimanya dengan tulus.

  9. 9 nabi lama May 5, 2008 at 3:21 pm

    Quote:
    sebagian –besar– orang2 yang kemudian bergabung dengan Ahmadiyah mereka biasa “memfinalisasi” penyelidikannya terhdp benar tidaknya Ahmadiyah dengan salat istikharoh…baru setelah mendapat “jawaban” yang jelas merekapun bergabung..

    Jawab:
    …dan sebagian kecil dari Ahmadi ada yang bertobat masuk Islam kembali. Seperti dikutip di Antv tgl 5 Mei 2008 jam 5 sore, mereka mendapatkan ancaman, entah dari siapa. Mengapa demikian?

    deden
    membolak-balikan fakta adalah kebiasaan orang2 yang memusuhi Ahmadiyah. Ketika Mesjid di Parakansalak dibakar oleh orang yang mengaku pengikut Rasulullah saw tapi kelakuannya mengikuti cara abu lahab dituding Ahmad Sumargono seorang tokoh sebagai “dibakar sendiri oleh Ahmadiyah untuk mencari simpati” demikian juga ketika siapapun keluar dari Ahmadiyah tidak pernah ancam mengancam lalu dikatakan seperti demikian padahal faktanya adalah seperti ini: “Beberapa hari kemudian, 72 orang pengikut jemaat Ahmadiyah di desa Pamulihan, Kecamatan Cisurupan, Garut, Jawa Barat dipaksa keluar dari keyakinan mereka. Di bawah todongan senjata tajam jawara yang dikerahkan kepala desa, mereka dipaksa menandatangi pernyataan keluar dari Ahmadiyah.” (silahkan baca selengkapnya disini!
    weleh2…opo ora ono cari lain seh..?

  10. 10 untung May 6, 2008 at 1:58 am

    Quote J&W:
    “asal bayar candah wadiat dan kemudian dikuburkan ditempat tersebut (Bahisti Maqbarah) sudah bisa masuk surga”

    emannya pergi ke bioskop, bayar tiket, dapat tempat duduk enek deh

    jwb:
    Baguslah dalam masalah ini J&W nalarnya sedang baik sehingga keyakinan dengan membayar candah wasiat lalu dikuburkan disuatu tempat bisa masuk surga adalah keyakinan yang salah. Bukan begitu J&W?

  11. 11 J&W May 6, 2008 at 3:26 am

    Quote Untung:

    tidak perlu minta kepada Allah asal membayar candah wasiat dan kemudian dikuburkan ditempat tersebut (Bahisti Maqbarah) sudah bisa masuk surga

    Baguslah dalam masalah ini J&W nalarnya sedang baik sehingga keyakinan dengan membayar candah wasiat lalu dikuburkan disuatu tempat bisa masuk surga adalah keyakinan yang salah. Bukan begitu J&W?

    Jawab:
    itukan quote anda sendiri… emangnya utk masuk surga cuma cukup bayar candah, aduh sedih amat kalau umat Islam berpikir begitu.

  12. 12 untung May 8, 2008 at 9:15 pm

    Quote J&W:
    itukan quote anda sendiri…

    jawab:
    Memang sebagian tulisan saya dan sebagian lagi ada tulisan anda

    Quote:
    emangnya utk masuk surga cuma cukup bayar candah, aduh sedih amat kalau umat Islam berpikir begitu.

    jawab:
    Baguslah kalau begitu, berarti dalam hal ini akal anda masih sehat.
    Sayangnya Anda ini seorang ahmadi tapi pengetahuan keahmadiyahan anda sungguh mengenaskan.
    coba anda baca buku ahmadiyah dibawah ini:
    http://www.mujahidislam.com/file/alwasiyat.pdf

    apa tanggapan anda setelah membaca buku itu? apakah anda langsung meralat kata-kata anda atau bersikap plin-plan? apakah anda berani berkata “emangnya utk masuk surga cuma cukup bayar candah, aduh sedih amat kalau umat Islam berpikir begitu” kepada pengarangnya BASHIRUDDIN MAHMUD AHMAD Khalifatul Masih II? beranikah anda?

  13. 13 J&W May 9, 2008 at 5:20 am

    Quote Untung:
    Baguslah kalau begitu, berarti dalam hal ini akal anda masih sehat.
    Sayangnya Anda ini seorang ahmadi tapi pengetahuan keahmadiyahan anda sungguh mengenaskan.
    coba anda baca buku ahmadiyah dibawah ini:
    http://www.mujahidislam.com/file/alwasiyat.pdf

    apa tanggapan anda setelah membaca buku itu? apakah anda langsung meralat kata-kata anda atau bersikap plin-plan? apakah anda berani berkata “emangnya utk masuk surga cuma cukup bayar candah, aduh sedih amat kalau umat Islam berpikir begitu” kepada pengarangnya BASHIRUDDIN MAHMUD AHMAD Khalifatul Masih II? beranikah anda?

    Jawab:
    Anda sudah baca dan sekedar baca atau baca dan mengerti isinya? Koq mengerti isi cuplikan buku aja gak bisa? – apalagi kalau dikasih buku2 yg topiknya lebih berat. Jangan2 pengetahuan anda yg masih mengenaskan!! – jadi bacalah baik2 dengan kepala jernih.

    Zakat / candah wasiat itu kan hanya salah SATU pengorbanan Ahmadi yg selalu dilakukan bagi orang2 yg mampu, karena umumnya Ahmadi punya rasa tanggung jawab utk mengembangkan Islam, salah satunya pembangunan mesjid, karena Ahmadiyah tidak akan pernah minta dana kepada pemerintah utk keperluan semua aktivitasnya. Kalau seorang Ahmadi tidak mampu, cukup mendoakan saja. Dan apa salahnya kita berbagi rejeki utk kepentingan umum?

    Kita tidak perlu mengukur tingkat pengetahuan seseorang utk menjadi seorang Ahmadi. Kalau anda seorang muslim, kewajiban2 apa yg sudah anda lakukan utk orang lain?:p

  14. 14 untung May 9, 2008 at 10:48 am

    Anda yang mungkin tidak mengerti isinya dan belum membaca semuanya

    Coba baca dibawah ini, apa maksudnya?

    hal.8
    “Dalam zaman sekarang, Allah swt telah
    berfirman bagi orang-orang yang mau beroleh surga
    hakiki, yaitu hendaknya mereka mengurbankan mulai
    1/10 sampai 1/3 dari penghasilan dan harta benda
    mereka sebagai Wasiat

    hal.10
    Bahwa kamu menghendaki surga,
    kamu harus menjalankan pengurbanan tersebut, tetapi
    kalau kamu tidak menghargai surga itu, maka harta
    benda kamu tidak diperlukan oleh kami, boleh kamu
    simpan saja.

    Hanya membayar candah bisa masuk surga?

  15. 15 J&W May 9, 2008 at 11:43 am

    Anda ngajak debat kusir namanya, karena yang ada ngerti cuma itu. Anda ngerti cuma segitu, yah segitu aja, sampai kapan pun gak akan berkembang. Kalau anda muslim dan bisa berpikir lebih panjang, seharusnya anda tidak langsung berpikir “oooh ternyata ke surga cukup dgn bayar candah”. Itulah dangkalnya pemikiran anda.

    Btw, anda nyumbang gak ke mesjid anda gak?

  16. 16 J&W May 9, 2008 at 11:45 am

    ralat pak untung.. anda nyumbang ke mesjid anda gak?

  17. 17 nabi lama May 10, 2008 at 8:07 pm

    Quote Deden:
    membolak-balikan fakta adalah kebiasaan orang2 yang memusuhi Ahmadiyah.
    Jawab:
    Saya pikir, kenapa sih orang keluar dari Ahmadiyah trus ngarang2 dapat ancaman? Yang jelas, kalo orang keluar Ahmadiyah (masuk Islam) buat Ahmadiyah adalah statusnya murtad (bukan begitu Kang Deden?), padahal ngakunya sama2 Islam. Disini bisa jadi bukti siapa yang membolak-balikkan fakta.

    deden:
    siapa dan orang mana ya, Mas yang keluar dari Ahmadiyah dan diancam-ancam itu? apa maksudnya diancam akan diapa-apain bila tidak membuat pengakuan palsu didepan media kalee..?😀

  18. 18 untung May 10, 2008 at 10:40 pm

    Quote J&W:
    1. Anda ngajak debat kusir namanya,

    jawab:
    Siapa yang ngajak debat kusir. coba saja kamu berikan penjelasan thd dua bukti tsb dan apabila penjelasan kamu begitu bertentangan dengan perkataan kamu sebelumnya “emangnya utk masuk surga cuma cukup bayar candah, aduh sedih amat kalau umat Islam berpikir begitu”. Saya jamin akan membantah jawaban anda habis-habisan.

    Quote J&W:
    karena yang ada ngerti cuma itu. Anda ngerti cuma segitu, yah segitu aja, sampai kapan pun gak akan berkembang.

    jawab:
    Sebenarnya yang tidak mengerti itu anda atau saya, coba korekssi diri anda sendiri. Berhubung pengetahuan keahmadiyahan anda masih sedikit anda kecplosan omong “emangnya utk masuk surga cuma cukup bayar candah, aduh sedih amat kalau umat Islam berpikir begitu”. Kalau anda sudah pernah membaca buku tsb saya yakin anda tidak akan keceplosan omong. Nyatanya anda sendiri tidak bisa menjawab maksud dari bukti tsb. Anada berusaha mengalihkan pembaca ke arah lain agar keluar dari jalur yang dibahas.
    Kalau memang anda mengeti coba saya tanyakan kembali maksud dari bukti-bukti tsb:

    hal.8
    “Dalam zaman sekarang, Allah swt telah
    berfirman bagi orang-orang yang mau beroleh surga
    hakiki, yaitu hendaknya mereka mengurbankan mulai
    1/10 sampai 1/3 dari penghasilan dan harta benda
    mereka sebagai Wasiat
    hal.10
    Bahwa kamu menghendaki surga,
    kamu harus menjalankan pengurbanan tersebut, tetapi
    kalau kamu tidak menghargai surga itu, maka harta
    benda kamu tidak diperlukan oleh kami, boleh kamu
    simpan saja.

    Kalau anda memang orang lebih mengerti silahakan anda jawab maksud perkataan khalifah anda tsb? Jangan lupakan pula perkataan anda sebelumnya “”emangnya utk masuk surga cuma cukup bayar candah, aduh sedih amat kalau umat Islam berpikir begitu”.
    Baru satu buku saja ditunjukkan sudah keteteran apalagi ditunjukkan buku lainnya.

    Quote J&W:
    Kalau anda muslim dan bisa berpikir lebih panjang, seharusnya anda tidak langsung berpikir “oooh ternyata ke surga cukup dgn bayar candah”. Itulah dangkalnya pemikiran anda.

    Jawab:
    Apakah pernah saya mengatakan dengan membayar candah wasiat bisa masuk surga? Baca baik-baik jawaban saya sebelumnya, apakah itu keyakinan saya ataukah saya menjelaskan ttg keyakinan Ahmadiyah. Silahkan anda teliti kembali jawaban saya sebelumnya. Pernahkah saya berkata seperti itu? Saya bukan ahmadi mas? Dari alasan anda ini sama halnya anda menyalahkan alasan khalifah anda.dan menganggap dangkal pemikiran khalifah anda. Silahkan baca lagi hal.8 dan hal.19, khususnya perkataan khalifah anda yang demikian “Bahwa kamu menghendaki surga,
    kamu harus menjalankan pengurbanan tersebut, tetapi
    kalau kamu tidak menghargai surga itu, maka harta
    benda kamu tidak diperlukan oleh kami, boleh kamu
    simpan saja”.

    Quote j&w:
    ralat pak untung.. anda nyumbang ke mesjid anda gak?

    jawab:
    Alhamdulillah saya ada nyumbang ke mesjid. Rasanya pertanyaan anda tidak pantas ditanyakan, nanti kesannya saya dianggap riya’.
    Apakah anda menganggap nyumbang ke mesjid bisa nyambung dengan perkataan khalifah anda “”Bahwa kamu menghendaki surga,
    kamu harus menjalankan pengurbanan tersebut, tetapi
    kalau kamu tidak menghargai surga itu, maka harta
    benda kamu tidak diperlukan oleh kami, boleh kamu
    simpan saja”.

    silahkan aja kalau anda menganggap ada hubungannya, saya jamin saya akan membantahnya.

  19. 19 nabi lama May 11, 2008 at 10:05 pm

    Quote Deden:
    siapa dan orang mana ya, Mas yang keluar dari Ahmadiyah dan diancam-ancam itu?

    Jawab:
    Kalo Akang punya waktu dan kesempatan yah… telepon aja sendiri ke redaksi Antv, saya udah kasih detail beritanya kapan ditayangkan.

    Kembali ke pertanyaan saya, orang keluar Ahmadiyah (masuk Islam) buat Ahmadiyah adalah statusnya murtad (bukan begitu Kang Deden?)

    deden:
    orang keluar dari Ahmadiyah kami katakan sebagai keluar dari organisasi yang namanya Ahmadiyah, dia tetap sebagai orang Islam. Murtad kalaulah ia ganti agama. Ahmadiyah bukan Agama!😀

  20. 20 Nabi lama May 13, 2008 at 4:31 am

    Quote:
    keluar dari organisasi yang namanya Ahmadiyah

    Jawab:
    Kalo cuman keluar organisasi kenapa orang itu nggak boleh jadi imam sholat di depan orang Ahmadi? Nah, apa ini bukan syariat baru Kang?
    Kalo organisasi itu ya.. seperti NU atau Muhammadiyah, khan nggak masalah/ada aturan semacam itu.

    deden:
    soal tidak solat dibelakang imam yang Ahmadi saya ilustrasikan seperti ini:
    umpamanya akang bekerja disebuah perusahaan lalu suatu ketika pemilik perusahaan itu mengganti bos akang dengan yang baru. Dalam penggantian pimpinan tersebut sebagian karyawan menerima namun sebagian ada yang menolaknya dan tidak mengakui kepemimpinan baru. Nah, suatu ketika akang dan kawan2 memutuskan untuk menghadap kepada pemilik perusahaan untuk menyampaikan suatu usulan atau aspirasi. Ketika akang menghadap pemilik perusahaan itu kira2 mau nggak akang menunjuk orang yang jelas2 tidak menerima kepemimpinan baru yang dibentuk pemilik perusahaan tadi untuk memimpin akang cs didalam menyampaikan aspirasi itu, sekalipun memang dari segi dedikasi kerja, orang itu tidak diragukan?
    Saya pikir itu tidak mungkin akang lakukan, pastilah akang takut disangka atau didiskerditkan pemilik perusahaan bahwa akang juga termasuk dari kelompok yang membangkang pada keputusannya.
    Demikian pula dengan orang Ahmadiyah yang tidak mau bermakmum pada orang yang bukan Ahmadiyah; karena menurut keyakinan kami pendiri Ahmadiyah itu adalah orang yang ditunjuk oleh Allah SWT, bukan pendusta sebagaimana pemahaman umat Islam yang menolaknya.
    Demikian kira-kira.

  21. 21 nabi lama May 13, 2008 at 10:38 pm

    Pandangan Ahmadi (perintah dari Imam) terhadap larangan solat dibelakang non Ahmadi adalah bukan syariat baru, begitu Kang?
    Buat orang NU, Muhammadiyah dan muslim lainnya masalah sholat adalah masalah syariat yang disampaikan Nabi SAW, kami sama2 saudara muslim. Jika Akang memisahkan diri seperti itu apa berarti Akang keluar dari persaudaraan muslim?
    Jadi lucu kalo sholat disamakan dengan perilaku berorganisasi.

    deden: sebagaimana antara akang dengan pegawai yang yang tidak menerima kepemimpinan baru bisa bekerja sama secara sinergis dalam semua hal,kecuali akang tidak merasa nyaman bila harus memposisikan dia memimpin akang saat menyampaikan aspirasi dihadapan pemilik perusahaan maka demikian pula dengan kami dan seluruh umat Islam dari golongn lain dapat bergandengan tangan dalam semua hal…

    quote: Jadi lucu kalo sholat disamakan dengan perilaku berorganisasi.
    jawab: bukankah alam dan seisinya ini Allah jadikan sebagai bahan pelajaran dan bahan perenungan bagi kita didalam memahami eksistensiNya?
    bila saya mengambil pelajaran dari hal ini rasanya tidak berlebihan dan hanyalah upaya untuk membuat perumpamaan yang gampang dicerna oleh yang belum mengerti.
    wallahu’alam

  22. 22 ibrahimovic May 14, 2008 at 3:41 am

    Deden, Ilustrasi anda Antara bos dengan pegawainya sudah saya jawab di “Pemerintah larang Ahmadiyah”. Ilustrasi anda tersebut tidak nyambung dengan perkataan Ghulam Ahmad dan JAI

    deden:
    quote: Ilustrasi anda tersebut tidak nyambung dengan perkataan Ghulam Ahmad dan JAI
    jwb: masa iya?

  23. 23 Ibrahimovic May 15, 2008 at 6:40 am

    Quote deden:
    masa iya?

    jawab:
    Bos seorang nabi atau bukan den?
    Kalau bukan nabi apa haknya melarang shalat dibelakang orang yg membangkang (pegawai) sedangkan dia bukan seorang nabi. Lalu bagaimana statusnya orang yang bukan karyawan dari bos tsb? kafirkah mereka?
    Sebutan Kafir salah satunya diperuntukkan orang-orang yang mengingkari Allah, Rasul, Kitab, dll…penjelasan sebelumnya sudah dijelaskan di \”Pemerintah larang Ahmadiyah\”

    deden:
    anda gak nangkap maksud ilustrasi saya…tolong dibaca dengan pelan dan fikiran yang “netral”😀

  24. 24 ibrahimovic May 18, 2008 at 3:19 am

    Quote deden:
    anda gak nangkap maksud ilustrasi saya…tolong dibaca dengan pelan dan fikiran yang “netral”

    jawab:
    saya sudah membaca pelan, berpikiran yang netral den dan menangkap maksud anda den. Saya memberikan dua alternatif jawaban tetapi anda tdk menjawabnya dan berusaha menghindar. Saya tahu anda serba salah untuk menjawabnya karena dari ilustrasi anda tsb orang yang membangkang tersebut adalah orang yang kafir karena mengingkari kenabian seseorang. Anda takut dibilang plin-plan karena sebelumnya berkata Ahmadiyah tidak pernah mengafirkan non ahmadi

    deden:
    kok kang ibrahim ini berharap banget sih disebut kafir oleh orang Ahmadiyah? bukankah ngga perlu susah2 kalo emang pingin begitu mah, cukup mengikuti pesan Rasulullah saw saja bahwa “cukup dengan memanggil saudaramu yang mengucapkan dua kalimah syahadat sebagai kafir, karena kekafiran itu akan berbalik padamu” simple kan? dan bukannya itu sudah dilakukan? hehe:mrgreen:
    mengenai orang Ahmadiyah tidak mau solat diimami oleh sesama Muslim yang bukan Ahmadiyah, bila penjelasan saya yang tidak jelas, bila sabda pendiri Ahmadiyah juga masih kurang jelas mungkin saya akan menyampaikan ‘jurus pamungkas’ sabda dari Rasulullah saw yang menjadi acuan terhadap hal tersebut.
    Demikian bunyinya:
    Kaifa antum idzā nazala ’Isabnu Maryam fīkum wa imāmukum minkum”
    Bagaimana sikap kalian apabila Isa ibn Maryam turun pada kalian sedang ia menjadi imam kalian dan berasal dari kalian
    Isa ibn Maryam disitu dalam pemahaman kami adalah Isa ibn Maryam nya Muhammad saw bukan Isa ibn Maryam nya Musa as, dan itu adalah pendiri jemaah kami.
    Wallahu’alam.

  25. 25 nabi lama May 20, 2008 at 2:52 pm

    Quote Deden:
    Isa ibn Maryam disitu dalam pemahaman kami adalah Isa ibn Maryam nya Muhammad saw bukan Isa ibn Maryam nya Musa as, dan itu adalah pendiri jemaah kami.

    Jawab:
    Nabi Isa itu orangnya sama atau sekedar kiasan aja? Apa ada pengakuan MGA juga sbg Nabi SAW?
    Saya quote-kan dari situs kami:

    Kaum Ahmadiyah mengklaim bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah juga Muhammad dan Rasul Allah. Simaklah buku Memperbaiki Kesalahan ( Eik Ghalthi Ka Izalah), karya Mirza Ghulam Ahmad, yang dialih bahasakan oleh H.S. Yahya Ponto, (terbitan Jamaah Ahmadiyah cab. Bandung, tahun 1993).

    Dalam buku ini, Mirza Ghulam Ahmad menjelaskan, siapa yang dimaksud dengan “Muhammad” dalam ayat tersebut, yakni: “ Dalam wahyu ini Allah SWT menyebutku Muhammad dan Rasul…(hal. 5). Jadi, inilah perbedaan keimanan yang sangat mendasar antara Ahmadiyah dengan orang Muslim. Sebab, bagi umat Islam, kata Muhammad dalam syahadat, adalah Nabi Muhammad saw yang lahir di Mekkah, bukan yang lahir di India. Lebih jauh lagi, dikatakan dalam buku ini: “Dan 20 tahun yang lalu, sebagai tersebut dalam kitab Barahin Ahmadiyah Allah Taala sudah memberikan nama Muhammad dan Ahmad kepadaku, dan menyatakan aku wujud beliau juga.” (Hal. 16-17). “….. Dalam hal ini wujudku tidak ada, yang ada hanyalah Muhammad Musthafa SAW, dan itulah sebabnya aku dinamakan Muhammad dan Ahmad.” (Hal. 25).

    Anda menyangkal?

    deden:
    kalau akang berniat mendiskteditkan ataupun memprovikasi itu mbok yang ‘tartil’, mestinya akang buang kalimat;” ….. Dalam hal ini wujudku tidak ada, yang ada hanyalah Muhammad Musthafa SAW, ….” biar meyakinkan gitu lho:mrgreen:

  26. 26 ibrahimovic May 23, 2008 at 10:40 am

    Quote deden:
    kok kang ibrahim ini berharap banget sih disebut kafir oleh orang Ahmadiyah?

    jawab:
    Saya mau dituduh kafirpun tidak jadi masalah bagi saya den. Saya cuek saja karena yang menuduh juga manusia bukan Allah maupun Rasulullah SAW.
    Anda berusaha memalingkan masalah tidak tahu kemana arahnya. Berusaha memalingkan bukti berupa perkataan Ghulam Ahmad dan perkataan JAI. Anda tidak siap untuk menerima kenyataan pahit tsb, Anda mengatakan Ahmadiyah tidak pernah mencap kafir non ahmadi namun faktanya justru sebaliknya. Jadi itu bukan rekayasa non ahmadi. Buku Ahmadiyah sendirilah yg akhirnya mematahkan perkataan anda tsb.

    Quote deden:
    bukankah ngga perlu susah2 kalo emang pingin begitu mah, cukup mengikuti pesan Rasulullah saw saja bahwa “cukup dengan memanggil saudaramu yang mengucapkan dua kalimah syahadat sebagai kafir, karena kekafiran itu akan berbalik padamu” simple kan? dan bukannya itu sudah dilakukan? hehe

    jawab:
    Mengucapkan hal tsb pake diperintah segala. Lucu anda ini.
    Anda ternyata tidak memahami makna dari hadits tsb? anda mengutipnya sepotong-sepotong.
    Sekarang saya tanya kepada anda, apakah orang yang mengafirkan seseorang pasti kekafiran itu kembali kepadanya?
    Anda baca baik hadits-haditsnya sbb:

    \”Seseorang apabila mengkafirkan saudaranya, maka kembalilah kekufuran itu kepada SALAH SEORANG DARIPADA KEDUANYA\”.(HR.Muslim)

    \”Siapa yang berkata kepada saudaranya: \”Hai kafir\”, maka kembalilah kekufuran itu kepada SALAH SEORANG DARIPADA KEDUANYA. Kalau memang saudaranya itu sebagaimana ia kata (benarlah ia), tetapi kalau tidak, niscaya kembalilah itu kepadanya (sendiri)\” (HR.Muslim)

    Dari hadits tsb, adakah Rasulullah mengatakan yang bahwa kekafiran itu langsung kembali kepada yang mengafirkan? adakah rasulullah mengatakan tsb den?
    Justru Rasulullah mengatakan apabila tuduhan kafir itu benar maka benarlah dia. Itu artinya kekafiran tidak akan kembali padanya. Apabila tuduhan kafir itu tidak terbukti baru kalimat kafir itu berbalik kepada orang berkata kafir tsb den. Memahami hadits saja anda tidak mampu bagaimana anda menafsirkan Al-Qur\’an den.

    Quote deden:
    mengenai orang Ahmadiyah tidak mau solat diimami oleh sesama Muslim yang bukan Ahmadiyah, bila penjelasan saya yang tidak jelas, bila sabda pendiri Ahmadiyah juga masih kurang jelas mungkin saya akan menyampaikan ‘jurus pamungkas’ sabda dari Rasulullah saw yang menjadi acuan terhadap hal tersebut.
    Demikian bunyinya:
    Kaifa antum idzā nazala ’Isabnu Maryam fīkum wa imāmukum minkum”
    Bagaimana sikap kalian apabila Isa ibn Maryam turun pada kalian sedang ia menjadi imam kalian dan berasal dari kalian
    Isa ibn Maryam disitu dalam pemahaman kami adalah Isa ibn Maryam nya Muhammad saw bukan Isa ibn Maryam nya Musa as, dan itu adalah pendiri jemaah kami.
    Wallahu’alam.

    jawab:
    Berarti menurut pemahaman kamu pula Isa yg turun adalah Ghulam Ahmad, begitu khan maksudmu den. Maka dari itu pula Ahmadiyah melarang shalat dibelakang non ahmadi.
    Kalau begitu kalau ada orang yang tidak mengakui Ghulam Ahmad sebagai nabi, bagaimana hukumnya kafir ataukah tidak den?
    Simple khan jawaban saya menhadapi jawaban pamungkas anda. Saya yakin anda pasti akan berkelit lagi. Jadi silahkan anda jawab pertanyaan saya tersebut.

    deden:
    sok kumaha akang wae lah..😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 215,909 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: