Tanggapan:”SYAIR CINTA UNTUK AHMADIYAH”

Mirza Ghulam AHMADNabi Lama menghadiahi saya sebuah syair dikolom Buku Tamu, syair yang ditulis oleh saudara Aje Muhajir ini bertajuk SYAIR CINTA UNTUK AHMADIYAH. Untuk lengkapnya saya kutip kembali disini:

SYAIR CINTA UNTUK AHMADIYAH….

Wahai saudaraku Ahmadiyah…
Kami menangis ketika mendengar engkau dimusuhi
Kami bersedih ketika engkau diusir dengan caci
Pun kami merasa terluka saat engkau teraniaya

Tapi…
Pernahkah engkau pedulikan perasaan kami
Pernahkan engkau pahami bahwa kami pun teriris tersakiti
Pernahkan kau peduli bahwa kami tak rela Nabi kami Muhammad engkau khianati ?
Kami sungguh tak ikhlas Nabi Muhammad kami engkau selingkuhi…
Engkau memiliki Nabi idaman lain setelah Nabi Muhammad kami
Engkau malah menganggap orang hindi itu penutup para Nabi
Engkau malah agungkan orang hindi itu melebihi nabi – nabi
Engkau anggap buku catatan kakinya laksana Quran suci, bahkan lebih…

Wahai saudaraku Ahmadiyah…
Tidakkah engkau hargai perjuangan dan ucapan Muhammad
Bahwa tidak akan ada Nabi lain setelahnya ?
Tidakkah kau imani tuturnya
Bahwa hanya alquran dan sunnah nabi petunjuk suci ?
Tidakkah kau yakini petunjuknya
Bahwa bila kemudian nanti terdapat hadits yang membelakangi Alquran suci dan contoh dari nabi, maka hadits itu kita anggap tak bermakna lagi karena kemungkinan manipulasi…

Wahai saudaraku Ahmadiyah…

Tidak cukupkah peristiwa Ahmad musoddeq yang mengaku nabi itu?
Tidakkah kau gunakan mata hati bahwa siapapun ternyata bisa keliru
Tidakkah kau asah nuranimu bahwa orang lain tengah mengelabuimu…mengaku – ngaku…

Saudaraku Ahmadiyah…

Pernahkan kau membaca kisah sang sufi sejati
Syeikh Abdul Qodir Jaelani ?
Yang dapat membedakan sosok syetan pengaku Tuhan ketika beliau tirakat di malam hari ?
Sang syetan menjelma seolah suara Tuhan yang mengangkat Abdul Qodir orang mulya melebihi nabi..
Pernahkah kau pahami kisah sang sufi ini ?
Abdul Qadir mengusir sang penjelma karena beliau memiliki ketinggian ruhani
Bukan sekedar menyendiri menyepi
Apalagi mimpi..

Beliau tirakat bukan sekedar tirakat
Tapi setelah melalui pemahaman makrifat
Berangkat dari ilmu yakin kalimat syahadat
Bukan sekedar bisa Al-quran bisa fiqih lalu merasa hebat
Apalagi mengaku manjadi Nabi penuntun umat
Bahkan beliau tak pernah membaiat
Walau untuk sekedar mengaku Ustad….

Beliau Abdul Qadir menyepi bukan sekedar menyepi
Tapi setelah terasah pemahaman tauhid sesuai tuntunan Nabi
Bukan sekedar ingin mengajar tanpa pengetahuan tentang diri

Wahai saudaraku Ahmadiyah…
Bagaimana dengan Mirza Ghulammu ?
Bagaimana dengan sang hindi yang kau yakini pengakuannya sebagai Nabi ?
Layakkah kau anggap dia setingkat utusan Ilahi ?
Tidak cukupkah dia kita anggap sekedar saja
Atau kurangkah bila kita anggap dia orang mulya

Dan Engkau Wahai Pemimpin Ahmadiyah…

Tega nian kau perdaya kaum awam
Dengan faham yang jauh di persimpangan
Dengan dalil – dalil kesubhatan
Dengan alasan – alasan seolah mutlak kebenaran
Kau tuntun mereka ke jalan beda haluan
Tidak ingatkah akan firman Tuhan :
” Bahwa siapa yang menulis ajaran dan disandarkan kepada Tuhan
Bersiaplah menerima azab tak berkesudahan ”

Wahai Saudaraku Ahmadiyah…

Untuk memeluk dan merangkulmu
Rentangan tangan kami terbuka seluas hamparan salju
Mengajakmu menuju kata tanpa semu
Menyusuri jalan – jalan yang diridhoi
Menapaki sunah Muhammad nabi yang suci
Kembali mengagungkan Asma-Nya yang satu
Menggemakan kalimat Tauhid, kalimat pemersatu…

Amin…..

Dibawah ini adalah sedikit tanggapan saya atas syair tersebut:
Kang Aje Muhajir terima kasih atas segala simpatinya. Apapun yang terjadi memang itulah konsekwensi yg harus ditanggung oleh warga Ahmadiyah…jangan khawatir insya Allah warga Ahmadiyah tidak akan berkeluh kesah akan segala ketidak nyamanan ini dan bahkan tidak berlebihan bila mereka malah mensyukurinya karena apa yang telah terjadi, dialami dan dirasakan oleh para pengikut Rasulullah SAW dimasa awal juga dapat mereka “nikmati” saat ini.. 😀

Bila warga Ahmadiyah percaya bahwa Allah SWT telah mengangkat pendiri Ahmadiyah sebagai nabi maka itu adalah semata-mata karena Allah SWT telah memenuhi janjiNya pada Rasulullah SAW di surah annisa 70 (bismillah dihitung ayat 1), dan tentulah sabda Rasulullah SAW bahwa “laa nabiyya ba’di” itupun dalam koridor yang dibatasi dan tidak menentang Firman Allah SWT itu.

Sesuai kedua hal itu, kami meyakini bahwa betul tidak akan pernah ada lagi nabi diturunkan ALlah SWT kedunia ini yang akan membatalkan syariat dan ajaran2 Rasulullah SAW sebagai halnya Ahmad Musadeq yang mengajarkan ajaran2 yg tidak diajarkan Rasulullah SAW dan memiliki syahadatnya sendiri. Sedangkan pendiri Ahmadiyah hanyalah seorang nabi ummati –ummat dari Rasulullah SAW– yang tidak menambahkan atau mengurangkan satu huruf pun dari apa yang diajarkan Rasulullah SAW melainkan beliau dibimbing Allah SWT untuk mengikis habis ornamen2 yang ditambahkan kedalam kemolekan Islam itu sendiri oleh pengaruh jaman dan interpolasi musuh2 Islam yang telah menyusup kedalamnya sehingga meskipun Al-Qur’an dan Al-Hadits dari segi teks masih tetap terpelihara namun tanpa campur tangan Allah SWT menjadi mustahillah bagi pengikut Islam menyadari dan mengetahui bahwa sebagian dari yang diyakini bahkan diamalkan sebenarnya adalah hal yang tidak diajarkan Islam.

Bila yang mulia Syeikh Abdul Qodir Jaelani tidak mengakui sebagai nabi tentulah karena beliau tahu bahwa hal itu tidak diperintah ALlah SWT kepada beliau.

Kang Aje Muhajir,
sangat betul bahwa siapapun bisa keliru didalam memahami segala hal termasuk agama. Bila demikian bukankah kekeliruan itu bisa dialami/dilakukan oleh siapa saja? Jadi bisa saja pemahaman Ahmadiyah yang keliru dan tidak menutup kemungkinan pula pemahaman diluar Ahmadiyah-lah yang keliru..
Dalam kaitannya dengan ini, bukankah Rasulullah SAW telah mengingatkan kita bahwa Islam itu akan terpecah kedalam firqoh2 yang sangat banyak sementara yang benar dalam pandangan Allah SWT justru hanya satu saja?
Jadi bagi saya sangat masuk akan bila yang satu itu mempunyai pendapat yang dianggap ‘nyeleneh’ dan berlawanan dengan keyakinan sebagian besar orang gabungan dari banyak kelompok atau yang dalam istilah kekinian sering disebut sebagai mainstream.

wallahu’alam.

15 Responses to “Tanggapan:”SYAIR CINTA UNTUK AHMADIYAH””


  1. 1 daeng limpo May 3, 2008 at 9:00 am

    maaf, saya fikir, pemahaman tentang 73 golongan adalah yang satu itu adalah “satu golongan” bukan berdasarkan golongan yang sedikit atau kebanyakan. Jadi anda juga tidak bisa mengklaim bahwa yang satu itu golongan yang sedikit. Bisa saja yang satu golongan itu yang kebanyakan toh. Apakah sesuatu yang “dianggap” nyeleneh selalu salah..? tidak bukan..? dan juga berlaku sebaliknya tidak selalu benar.
    —salam—

    deden
    saya setuju sama Daeng bahwa yang satu itu adalah “satu golongan” bukan berdasarkan golongan yang sedikit atau kebanyakan. bisa saja yang satu golongan itu jumlahnya juga banyak –dan akan banyak– hanya saja dalam logika saya, kalo satu golongan itu ya pasti memiliki satu pemahaman yang sama, mempunyai satu misi yang sama dan mempunyai satu komando yang sama (diseluruh dunia sesuai sifat Islam yang universal) jadi bukan hanya sama dalam menyikapi satu perkara saja tapi berbeda dalam visi dan misi dan tidak mempunyai keterkaitan organisasi satu dengan yang lainnya..
    ketika Rasulullah saw ditanya para sahabat: “wahai Rasul Allah yang satu golongan itu yang mana?”
    maka dijawab beliau saw “ma ana alayhi wa ashabi”. bila demikian maka acuan dalam pencarian kita adalah merujuk pada apa yang Rasulullah saw jelaskan itu..

  2. 2 J&W May 3, 2008 at 9:34 am

    Mustinya syair ditanyakan kepada Allah SWT, karena kalau Allah sudah menjawab, siapa yg bisa menentang, sementara kalau Ahmadiyah yang jawab, kalian tetap ngamuk dan menganggap Ahmadiyah sesat.

  3. 3 nabi lama May 4, 2008 at 9:13 am

    Kami menganggap sesat, karena kalian menamakan ajaran MGA-nya sebagai Islam. Karena kalo ajarannya dinamakan Ahmadiyah, kami pun takkan mengutik2 ajaran MGA. Sama halnya kami menganggap kalian sebagai ajaran di luar Islam.

    Prinsip yang kami anut tetaplah “laa ikraha fiddiin”. Persoalan bahwa kalian bersyahadat, berkitabkan Al Quran dan Hadist, walau ada rujukan wahyu MGA sebagai tambahan, itu terserah kalian. Pada dasarnya Islam itu adalah ajaran yang dibawakan oleh Nabi SAW, dan kami adalah pengikut Beliau. Selain/sesudah itu jika ada ajaran baru, meski menyadur/mengutip Quran dan Hadist, jika kenyataannya ada ajaran tambahan, sesuai kesepakatan ulama adalah di luar Islam.
    Maka mesti ada saling hormat menghormati ajaran satu dengan yang lain. Jangan sampai ada satu ajaran yang menamakan ajaran yang lain, yang terjadi adalah tumpang tindih.

    Wassalam,

    deden
    ketika Rasulullah saw ditanya seorang sahabat mengenai apa sebenarnya yang menjadi kriteria dari seorang Muslim maka Rasulullah saw menjawab “man solla solla tana wastakbala kiblatana wa akala dabi atana padalikal muslim” lalu kini karena tidak sepaham dengan anda maka anda katakan bahwa “wahai kaum Ahmadiyah janganlah kalian mengaku sebagai Muslim karena dimata kami kalian bukanlah seorang Muslim” pertanyaannya adalah: apakah sebenarnya anda ini mengimani Rasulullah saw atau mengimani MUI? padahal gak ada lo dalam rukun Iman kalau kita harus mengimani “ulama”. Ingatlah pada sabda Rasulullah saw yang lain bahwa apabila seseorang menuduh saudaranya yang mengaku Muslim sebagai kafir maka jangan2 kekafirannya itu justru berbalik kepada yang menuduhnya…!!!
    salam

  4. 4 J&W May 5, 2008 at 4:07 am

    Saya hargai sekali pendapat nabi lama. (saya serius menghargai). Anda sudah yakin bahwa ajaran Ahmadiyah itu sesat dan diluar Islam, itu terserah anda, karena keyakinan itu tidak untuk dipaksakan. Dua Kepala tidak selalu sama pendapat. Anda sudah bulat bahwa keyakinan anda benar, silahkan saja, karena masalah keimanan seseorang kan urusan masing2 individu. Anda juga tidak setuju/sependapat kan dengan kekerasan yang menimpa JA. Nah bagaiman utk menyamakan pendapat anda dengan mereka2 yg mengorganisir kekerasan itu?

  5. 5 nabi lama May 7, 2008 at 9:05 am

    Quote Deden:
    apakah sebenarnya anda ini mengimani Rasulullah saw atau mengimani MUI?

    Jawab nabi lama:
    Lucu deh..
    Anda khan juga mengimani nabi-nabi khan?
    Nah, jika kami mengimani Nabi SAW sebagai nabi terakhir (dari semua kenabian) maka seperti yang diajarkan Beliau, maka kami pantasnya mengaku sebagai ummatnya Beliau (ummat Islam).

    komen deden:
    Berarti dalam pandangan anda pada Rasulullah saw kita hanya perlu sekedar mengimaninya saja tanpa perlu mengikuti ajarannya, ya? Karena bila beliau saw dengan sangat jelas dan clear mengatakan bahwa siapapun dia yang mengucapkan dua kalimah syahadat, yang melaksanakan salat dan menghadap kiblat adalah muslim tapi anda mengatakan sekalipun bersyahadat, sekalipun solat dan menghadap kiblat bila itu orang Ahmadiyah maka mereka bukanlah muslim..

    nabi lama:
    Kalau Anda juga mengimani Mirza sebagai nabi baru sesudah Nabi SAW maka seperti yang diajarkannya, Anda pantasnya menyebut diri sebagai pengikut nabi Mirza, ajarannya disebut ajaran Ahmadiyah. Kalo juga Anda menyebut ajaran Ahmadiyah itu Islam, maka orang yang tidak ngerti Islam yang sebenarnya, orang itu akan salah jalan, ya toh. Logika sederhana.
    Masalah Anda mau menghormati Nabi SAW, mengakui Al Quran dsb (menjiplak Islam) itu adalah urusan Anda sendiri, tapi jangan menyebut diri Islam.

    komen deden:
    Anda lupa bahwa tidak ada seorang manusiapun diberi kewenangan Allah SWT mendirikan agama. Bila ini selalu dikemukakan oleh anda maka saya fikir sebaiknya anda beristighfar…

    Quote J&W:
    Nah bagaiman utk menyamakan pendapat anda dengan mereka2 yg mengorganisir kekerasan itu?

    Jawab nabi lama:
    Saya pikir, ulama seluruh dunia sudah menfatwakan Ahmadiyah bukan Islam, Insya Allah demikianlah yang diajarkan oleh Nabi SAW yang sebenarnya. Masalah menyamakan pendapat, seperti dibilang dua kepala aja tidak sama pendapat apalagi banyak.

    komen deden:
    Lagi2 yang jadi panutan anda adalah ulama sedunia, bukan Rasulullah saw. Padahal Rasulullah saw telah mengingatkan jauh2 hari bahwa suatu saat akan ada dua kelompok ulama yaitu ulama warasatul anbiyya, yang dari mulutnya selalu keluar kata2 baik, bijak, benar dan meneduhkan. Sementara satu kelompok lagi adalah ulama uhum syarun….yang dari mulutnya keluar fitnah2. Apakah anda tidak mendengar fitnahnya?; Ahmadiyah hajinya bukan ke Baitullah tapi ke Qadian ( tapi lucunya merekapun mengelurakan larangan pengikut Ahmadiyah menjalankan ibadah haji.ke Baitullah, lah .kalo memang hajinya ke Qadian ngapain pula pake dilarang ke Saudi??), Ahmadiyah adalah halal darahnya ( padahal darah binatang aja haram.. :mrgreen: ) , sekalipun mengucapkan dua kalimah syahadat, Ahmadiyah bukan Islam (padahal sebagaimana saya sebut diatas menurut Rasulullah saw adalah “barang siapa mengucapkan dua kalimah syahadat, mereka adalah muslim”

    Saudaraku, anda mencintai Rasulullah saw jadi ikuti dan taatlah pada kata-kata beliau saw bukan yang lain-lain yang jelas-jelas bertentangan!

  6. 6 fff May 7, 2008 at 4:33 pm

    apa dalil dari Alquran dan hadist bahwa ada nabi sesudah Nabi Muhammad????????????????????????????????????
    padahal tidaklah datang utusan Allah kecuali utusan sebelumnya telah mengabarkan kedatangan mereka beserta ciri2nya dan perintah untuk mengikuti mereka.
    mereka mendapat dosa atas kesesatan mereka dan mereka memikul dosa orang yang mengikuti mereka.
    boleh jadi anda mati dan blog ini menjadi dosa jariyah yg berkelanjutan dalam kubur anda.
    neraka itu panas ya akhi..
    siapkah anda mati minggu depan????


    deden

    dalil dari Al-Qur’an dan hadits saaaangggat banyak (silahkan anda cari pada tulisan2 saya sebelumnya ataupun di website2nya Ahmadiyah) 😀
    Betul, semua telah dikabarkan oleh nabi-nabi sebelumnya lengkap dengan ciri2nya, hanya saja sebagaimana sejarah selalu berulang mau sebanyak apapun khabar dan ciri-ciri telah diberitakan namun bukankah selalu saja sebagian besar pengikut dari seorang nabi tidak mau mendengar itu dan selalu meyakini bahwa tidak ada lagi nabi sesudah nabinya..? coba anda sebutkan nabi mana yang tidak dikatakan sebagai nabi terakhir oleh pengikutnya?!

    mengenai jariah saya baru denger tuh ada dosa jariah, bukankah yang ada itu amal jariah…? :mrgreen:

    kenapa pula anda menanyakan apakah saya siap mati minggu depan? lah siap nggak siap kalo yang Punya telah memanggil punya kuasa apa kita untuk menolak, Mas?
    salam

  7. 7 alif May 8, 2008 at 2:40 am

    Masih berdebat dgn nabi lama?
    cape deeh…

    Nabi lama,
    anda tidak akan pernah mengerti apa itu ISLAM
    karena anda tidak pernah berusaha untuk belajar apa itu Islam..bagaimana isi ajaran islam sesungguhnya…

    anda boleh aja mengaku sebagai pengikut Rasulullah saw, tapi apakah nanti dimasa berbangkit Rasulullah saw akan memberikan kesaksian bahwa anda adalah pengikutnya…..
    sok pede amat?

    Rasulullah saw dulu berusaha mengajak orang agar mau masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimah syahadat bukannya seperti anda malah menyuruh orang yang sudah mengucapkan dua kalimah syahadat agar keluar dari Islam
    Apakah dengan berkelakuan seperti itu anda masih merasa sebagai Pengikutnya?

    Mengaku seribu kali bahwa anda adalah sebagai pengikutnya dan ahmadiyah diluar Islam sih boleh aja, tapi pembuktiannya kan nanti di hari berbangkit…
    Toh biar bagaimanapun yang meridhoi seseorang itu sudah ber-Islam atau belum, hanya Allah saja bukan anda…
    wassalam,
    Alif

    deden
    :mrgreen:

  8. 8 J&W May 8, 2008 at 12:35 pm

    quote nabi lama:
    Saya pikir, ulama seluruh dunia sudah menfatwakan Ahmadiyah bukan Islam, Insya Allah demikianlah yang diajarkan oleh Nabi SAW yang sebenarnya. Masalah menyamakan pendapat, seperti dibilang dua kepala aja tidak sama pendapat apalagi banyak.

    Jawab:
    Kenapa pusing ulama seluruh dunia menfatwakan Ahmadiyah bukan Islam? kalau ulama bilang belok kiri, anda belok kiri, belok kanan anda ikutin juga?

  9. 9 Alif May 9, 2008 at 5:59 am

    Bukankah nabi Muhammad s.a.w melarang melukis manusia? Kenapa, karena hal tersebut dapat mengkultuskan seseorang dengan berlebih. Seperti halnya orang kristen dg gambar2 maria atau jesus.
    Lha tapi ini katanya Islam malah foto “nabi” dipasang?

  10. 10 nabi lama May 9, 2008 at 6:10 am

    Quote Alif:
    anda tidak akan pernah mengerti apa itu ISLAM

    Jawab:
    Capee deh…
    Buat Ahmadi Islam itu sama dengan Hindu, Buddha dan yang lainnya. Buktinya, MGA mengaku sebagai Khrisna, Buddha dan sebagainya sebagai orang yang ditunggu. Silahkan bantah kalo ini salah.
    Buat kami, kalo ada sedikit kesamaan dari Hindu, Buddha dan yang lainnya dengan Islam, itu adalah bukti dari kebenaran Islam yang dibawa Rosulullah SAW, sebagai benang merah dari ajaran Tauhid.

    Quote Alif:
    malah menyuruh orang yang sudah mengucapkan dua kalimah syahadat agar keluar dari “Islam”

    Jawab:
    ?????
    Ahmadiyah maksudnya. Keluar dari Ahmadiyah artinya murtad bagi Anda khan???

    Quote Alif:
    tapi pembuktiannya kan nanti di hari berbangkit…

    Jawab:
    Kita buktikan sendiri2, siapa yang merugi….

    Quote Alif & ‘J&W’:
    Toh biar bagaimanapun yang meridhoi seseorang itu sudah ber-Islam atau belum, hanya Allah saja bukan anda…

    Jawab:
    Petunjuk sudah jelas, Al Quran dan Hadist yang kami yakini mulai dari zaman Nabi SAW hingga akhir masa. Menyimpang dari itu, Anda tau sendiri resikonya.

  11. 11 nabi lama May 9, 2008 at 6:17 am

    Quote Deden:
    Saudaraku, anda mencintai Rasulullah saw jadi ikuti dan taatlah pada kata-kata beliau saw bukan yang lain-lain yang jelas-jelas bertentangan!

    Jawab:
    Adakah ajaran Ahmadiyah yang jelas2 bertentangan?
    Banyak, menambah/modifikasi terjemahan Al Quran (silakan baca lagi sejak kapan ada nama nabi MGA dalam terjemahan Al Quran).
    Mengingkari hadist2 Nabi SAW, bahwa tidak ada nabi baru sesudah beliau.
    Dsb…..

    deden
    itu lagi itu lagi.. kok bulak balik muter disitu aja ya… ? 😀

  12. 12 untung May 9, 2008 at 10:55 am

    Quote J&W:
    kalau ulama bilang belok kiri, anda belok kiri, belok kanan anda ikutin juga?

    jawab:
    Apa yang anda tulis seperti diri anda sendiri

  13. 13 nabi lama May 10, 2008 at 8:14 pm

    Quote Deden:
    itu lagi itu lagi.. kok bulak balik muter disitu aja ya… ?

    Jawab:
    Lha disini kan jelas siapa yang mombolak-bailkkan fakta. Fakta yang nyata bahwa ada nama MGA pada Al Quran terjemahan Ahmadiyah. Masih mau coba membantah itu?

    deden:
    dihalaman yang sebelah mana ya, Mas? terjemahan ataukah catatan kaki…?

  14. 14 nabi lama May 10, 2008 at 8:19 pm

    Quote Alif:
    Bukankah nabi Muhammad s.a.w melarang melukis manusia? Kenapa, karena hal tersebut dapat mengkultuskan seseorang dengan berlebih. Seperti halnya orang kristen dg gambar2 maria atau jesus.
    Lha tapi ini katanya Islam malah foto “nabi” dipasang?

    Jawab:
    Aneehhh. Alif kok jadi komen begitu ya? Udah tobat?

  15. 15 nabi lama May 10, 2008 at 8:33 pm

    Quote Deden:
    Bila demikian bukankah kekeliruan itu bisa dialami/dilakukan oleh siapa saja? Jadi bisa saja pemahaman Ahmadiyah yang keliru dan tidak menutup kemungkinan pula pemahaman diluar Ahmadiyah-lah yang keliru..
    Dalam kaitannya dengan ini, bukankah Rasulullah SAW telah mengingatkan kita bahwa Islam itu akan terpecah kedalam firqoh2 yang sangat banyak sementara yang benar dalam pandangan Allah SWT justru hanya satu saja?
    Jadi bagi saya sangat masuk akan (akal?) bila yang satu itu mempunyai pendapat yang dianggap ‘nyeleneh’ dan berlawanan dengan keyakinan sebagian besar orang gabungan dari banyak kelompok atau yang dalam istilah kekinian sering disebut sebagai mainstream.

    Jawab:
    Pengakuan bahwa Ahmadiyah bisa saja keliru/nyeleneh. Tapi tahukah akibatnya kalo keliru/nyeleneh? Yang pangkal nyelenehnya adalah pengakuan atas nabi baru sesudah Nabi SAW (sekaligus mengkoreksi agama Islam sebelumnya, dgn kata lain menyatakan tidak sempurna). Buat kami, ajaran inti Islam adalah mengakui Nabi SAW sebagai pembawa ajaran yang sudah sempurna, Islam. (titik)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 258,667 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: