Ahmadiyah dan Inggris

by:Ahmad Badrudduja
FLAGSoal kedekatan hubungan antara Mirza Ghulam Ahmad dengan petinggi kolonial Inggris pada saat itu, sudah bukan rahasia lagi. Apa mau dikata, itulah sejarah. Tetapi kita menilai ajaran Ahmadiyah bukan berdasarkan kedekatan dia dengan pihak-pihak tertentu. Undzur ma qala wa lat tandzur man qala, begitulah pepatah Arab mengatakan.

Yang mempunyai hubungan dekat dengan pihak Inggris bukan hanya Mirza Ghulam Ahmad, tetapi juga gerakan Wahabi di Saudi Arabia. Sebagaimana kita tahu, keluarga Saud yang disokong oleh ulama Wahabi disokong oleh Inggris untuk memberontak kekhalifahan Usmaniah di Turki sebagai bagian dari cara Inggris untuk memecah-mecah kekuatan Turki Usmani.

Ulama Wahabi juga memberikan fatwa yang melegalkan keberadaan pasukan Amerika di bumi Saudi Arabia, dan gara-gara itulah Usamah bin Laden marah-marah sehinggga putus kongsi dengan keluarga kerajaan di Saudi.

Kenapa golongan-golongan Islam radikal di sini yang secara ideologis mempunyai kedekatan dengan doktrin Wahabi lupa atas fakta sejarah ini. Kenapa mereka mengudak-udak Ahmadiyah soal kedekatan dengan Inggris, sementara leluhur mereka di Saudi Arabia malah disokong langsung oleh Inggris untuk memerintah kekhalifahan Islam pada zaman itu.

Contoh lain adalah tokoh perjuangan kemerdekaan al-Jazair, seorang ulama yang sangat dihormati, yaitu Abdul Qadir al-Jazairi. Dia semula memimpin perjuangan anti penjajahan Perancis, tetapi kemudian dia dekat dengan pemerintah Perancis. Karena kedekatannya itu dia dianggap sebagai kolaborator penjajah. Apakah dengan demikian kita mengabaikan pemikiran-pemikiran yang sangat maju dan rasional dari al-Jazairi karena dia dekat dengan penjajah?

Saya geli sekali dengan kalangan Islam “bengis” (saya memakai istilah ini untuk menunjuk kelompok-kelompok seperti FPI dan FUI yang ngawur itu) yang selalu mengungkit-ungkit kedekatan Ghulam Ahmad dengan pihak Inggris, seraya melupakan fakta-fakta sejarah yang lain.

Sekarang, pusat dakwah Ahmadiyah yang besar antara lain di Inggris. Tetapi yang berpusat di sana bukan hanya Ahmadiyah. Kok kalian wahai kaum konservatif lupa bahwa bertahun-tahun gerakan Hizbut Tahrir itu juga berpusat dan ngendon di sana, di Inggris, sampai akhirnya diusir karena ditengarai terlibat dalam gerakan teoririsme.

11 Responses to “Ahmadiyah dan Inggris”


  1. 1 Marie May 24, 2008 at 5:42 am

    Dari yang saya baca di berita Wahabi & Hizbut Tahrir di Australia pun sedang diawasi karena link dengan kegiatan terorism. Ada 11 orang sedang dlm proses pengadilan yang tadinya mereka berencana akan melakukan kegiatan terorism, bahkan salah satunya membunuh ex PM John Howard. Untung saja belum sempat terjadi dan setelah di investigasi lebih dalam, ternyata mereka adalah anggota dari salah satu organisasi diatas.

  2. 2 Silvie May 26, 2008 at 4:44 am

    Bagi seorang muslim dia dekat dengan non muslim kalau untuk menjalankan urusan moril atau duniawi sepertinya tidak masalah asalkan jangan bekerjasama dalam urusan aqidah saja.Dan sekarang pada kenyataannya banyak sekali orang muslim yg bekerjasama dengan non muslim entah itu non muslim dari amerika,inggris,jepang.dll.Tapi bukan berarti orang muslim yg dekat dngn orang non muslim tsb saling mendukung dalam masalah aqidah/agama.melainkan bekerja sama dan saling mendukung dalam urusan moril atau duniawi.

  3. 3 jumali May 26, 2008 at 5:54 am

    TOLAK AHMADIYAH, HARGA MATI
    NYAWA TARUHANNYA….

    deden:
    hehehe opo iyo to mas? 😀

  4. 4 balagadona May 31, 2008 at 3:35 pm

    Ass. wr.wb

    Bung Ahmad Badrudduja, utk mendukung tulisan anda coba buka-buka naskah ‘Ahmadiyah dan Inggris’ karya pa Abdul Hayee, saya sediakan di blog saya: balagadona.wordpress.com, widget: PEPERENIAN

    Wass

    deden:
    Jazakumullah kepada Bapak Balagadona… 😀
    Kepada para pembaca yang ingin mendalami topik ini, silahkan berkunjung ke blog beliau, klik disini untuk membaca tulisan yang beliau maksud.
    Trims

  5. 5 sbastian June 3, 2008 at 6:37 am

    damai damai aja kenapa ya, biarlah yang mau berhubungan dengan Tuhan sesuai dengan keyakinannya sendiri, gak usah dipaksa atau di pasung… kayaknya Tuhan itu gak dibela juga tetep Tuhan kok.
    Peace aja lah.

  6. 6 Nabi lama June 5, 2008 at 2:23 am

    Dear Sebastian,
    Salam damai juga deh, kami pun nggak ngelarang masing2 berhubungan dengan Tuhannya masing2. Yah, sepanjang nggak saling ganggu. Masalah ganggu mengganggu ini memang sudah lama, cuma di Indonesia ini sudah kelewat lumrah. Di Kristen atau di Islam juga pernah kejadian masalah gangguan, bukan? Nah, tergantung bagaimana cara kita menyikapinya dengan cara yang paling baik buat semua.
    Salam,

  7. 7 adi June 5, 2008 at 9:58 am

    bersorak gembiralah dan berbahagialah karena islam akan bangkit. amien.

    deden:
    mari bersorak gembira (baca: bertasbih) 😀

  8. 8 Zito June 11, 2008 at 4:25 am

    Allahuakbar,wahai kaum kafirin, !!jgn lah sekali kali kalian meremehkan kekuatan kami kaum muslim.kami takan gentar sedikitpun menghadapi kalian,kami tahu kalau kalian tidak akan pernah rela melihat kejayaan kami.maka kalian pasti akan menggunakan berbagai tipu daya untuk memecah belah kami,dg izin Allah swt kalian takan pernah bisa lakukan itu.tunggulah kebangkitan kaum islam yg akan menjadi rohmatan lil’alalamin.ALLAHUAKBAR…….

  9. 9 Anwar June 12, 2008 at 2:09 am

    Bung Zito dan Bung Jito
    Kasiah deh anda, knapasih pakai teriakan Allahuakbar untuk mengesahkan jalan pikiran yang “kepanasan’? Apa gak kena kutuk pakai bilang Allahukabar tapi hati penuh kebencian…
    Tenagkan bathin saja.. dekatkan diri kepada Allah SWT… Apa Allah SWT gak mampu nanganin semua masalah sampai-sampai merasa diremehkan? Mari bangun tata dunia mulai dari bathin masing-masing… Biarkan Allah yang bekerja, biarkan rahmat Allah sendiri yang membara, bukan hati kita…
    Mari kita sujud tafakur senantiasa, doakan orang lain agar juga dapat memiliki bathin yang penuh syukur…
    Amin

  10. 10 nenyok June 12, 2008 at 1:39 pm

    Salam
    Maaf bersuudzon itu perlu kali ya kepada orang2 apalagi kaum imperialis pada jaman itu yang jelas2 memusuhi islam, boleh jadi mereka yang dekat dengan para imperialis itu adalah muslim yang tak menyadari/sadar telah menjadi boneka imperialis untuk menghancurkan kekuatan islam dari dalam, bukankah itu lebih efektif. Peace 🙂

  11. 11 Anwar June 13, 2008 at 1:07 am

    Imperialime bukan masalah keimanan, tetapi hubungan antar manusia. Eeeh kok mikirnya campur aduk sih saudara-saudara………

    Mungkin perlu menyadari,
    Islam diyakini dan dijalaini sebagai iman,
    bukan sebagai atribut, biar jalan pikiran dan jalannya kaki&tangan sesaui Al Quran……

    Jadi meski ada atribut yang berbeda iman tetap iman,
    memangnya Allah SWT senang…???!! Lihat ciptaannya seperti jangkrik yang lagi pada berantem… sampe lupa siapa Pencipta mereka…???!!!

    Kekuatan islam tentunya pada keimanan yang berbias kepada perilaku yang soleh, sopan, santun,…….

    Apa iya sih kebangkitan islam terletak pada jumlah dan kekuatan manusia….?

    Ya Allah ampunilah segala keterbatasan berfikir hambaMU ini….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 219,960 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: