LIMA BELAS BUKTI KEIMANAN

Muslim AhmadiyahDalam kehidupan beragama, baik itu dalam ajaran Islam maupun dalam ajaran agama lain, kata iman telah dikenal dari sejak Adam dan Hawa diciptakan, semua manusia ingin dikatakan beriman. Tapi apakah benar seseorang yang telah menganut ajaran agama atau kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa dapat dikatakan beriman? TENTU TIDAK. Karena berimannya seseorang bukan diukur dari memegangnya ajaran agama ataupun sudah menganutnya kepercayaan, melainkan dengan mengamalkannya dan membuktikan arti iman tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sebagai contoh kita ambil dari seseorang yang mengaku mukmin dan telah beriman kepada Allah dan RosulNya. Pada akhir zaman ini telah banyak orang yang menantikan kedatangan Imam Mahdi yang dijanjikan, tapi apakah benar mereka yang mengaku beriman kepada yang menurunkannya dapat menerima dan meyakininya sebagai seorang nabi yang turun di akhir zaman ini? Ternyata kebanyakan mukmin tidak semudah itu untuk menerimanya, padahal mereka telah mengakui datangnya pad a akhir zaman ini, tapi kenapa kebanyakan mereka seolah menolak kedatangannya, padahal semakin hari dunia makin dekat pada kiamat. Dengan tidak segan-segan melontarkan kata-kata sesat dan menyesatkan pada yang telah benar-benar menerima dan mengimaninya, walaupun dalil-dalil yang kuat telah membuktikannya dan ayat-ayat AI-Qur’an memaparkan dengan jelas serta hadits-hadits yang shahih membenarkan turunnya Imam Mahdi dengan tanda-tanda yang datang dari langit maupun bumi.
Jadi hal apa yang membuat mereka tidak dapat menerima kedatangannya? Jawabannya sangatlah mudah, yaitu mereka percaya bahwa Nabi Muhammad saw adalah nabi terakhir. Mungkin itu yang menjadi penghalang untuk mereka mengimani dan menerimanya. Padahal bila kita dapat sadar, ‘kan diutusnya ke bumi ini sebagai pembaharu. Mungkin juga mereka sangat mempercayai bahwa yang datang di akhir zaman ini adalah Nabi Isa as ternyata yang datang bukan Nabi IsaI as yang dulu. Tapi bila kita telaah, apakah seseorang yang telah meninggal dapat kembali lagi?? Jadi hal apa yang dapat membuktikan dan menyempurnakan keimanan seseorang, terutama bagi seorang Muslim??
AI-Qamah bin Haris ra berkata: Aku datang bersama tujuh orang dari kaumku menemui Rosulullah saw. Maka Rosululiah saw bertanya: Siapakah kalian ini? Kami jawab: Kami adalah orang-orang beriman!! Rosululiah saw bertanya: Apakah bukti keimanan kalian? Buktinya ada lima belas perkara: Lima perkara yang engkau perintahkan kepada kami, Ya Rosulullah, lima perkara yang diperintahkan oleh utusan utusan engkau dan lima perkara lagi adalah yang selalu kami lakukan sejak zaman jahiliyah.
Beliau bertanya: Apa yang aku perintahkan kepada kalian semua? Kami jawab: Engkau telah perintahkan kami untuk beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitab-Nya, rosul-rosul-Nya dan percaya kepada takdir Allah yang baik maupun yang buruk. Beliau bertanya lagi:
Terus apa lima perkara yang diperintahkan oleh utusan-utusanku? Kami menjawab:
Kami diperintahkan untuk bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan engkau adalah Rosul-Nya, serta hendaknya kami mendirikan shalat, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, membayar zakat dan ibadah haji ke Baitullah bila mampu.
Beliau bertanya: Dan hal apa lagi yang kalian biasa lakukan dari zaman jahiliyah? Jawab kami, “Bersyukur di waktu senang, bersabar di waktu susah, berani di waktu perang, ridho pada waktu kena ujian dan tidak merasa gembira dengan suatu musibah yang menimpa musuh.'”
Rosululiah saw bersabda, “Sungguh kalian ini termasuk dalam kaum yang amat pandai sekali dalam agama maupun dalam tata cara berbicara. Maukah aku tunjukkan kepada lima perkara amalan yang akan menyempurnakan keimanan kalian?”
“Janganlah kalian mengumpulkan sesuatu yang tidak akan kalian makan, janganlah kalian mendirikan rumah yang tidak akan kalian tempati, janganlah kalian berlomba dalam sesuatu yang bakal kalian tinggalkan, berusahalah untuk mencari bekal hidup di akhirat.” (Riwayat AI-Hakim di SUARA ANSHARULLAH No.4)

18 Responses to “LIMA BELAS BUKTI KEIMANAN”


  1. 1 Silvi uswatun H June 5, 2008 at 12:16 pm

    Allah SWT akan menunjukan The truly Islam,satu golongan Islam yg benar benar di terima Allah sesuai sabda Nabi Muhammad SAW. Dengan banyaknya muncul golongan/kelompok dalam Islam kita tidak perlu takut justru kita sebagai mahluk Allah harus berikhtiar mencari tau satu golongan Islam yg memang benar2x mengikuti ahlak dan perbuatan Nabi Muhammad SAW.tentunya BUKAN kelompok/golongan Islam yg melakukan kekerasan,karena itu bukan cara Islami.akan tetapi golongan Islam yg memiliki LOVE FOR ALL HATRED FOR NONE,cinta untuk semua kebencian tidak untuk seorang pun.Jika kita memang bersungguh sunguh ingin mencari kebenaran InsyaAllah,Allah akan memberi jalan dan petunjuk.Amin.

  2. 2 Nabi lama June 10, 2008 at 2:50 am

    Quote:
    Dengan banyaknya muncul golongan/kelompok dalam Islam kita tidak perlu takut justru kita sebagai mahluk Allah harus berikhtiar mencari tau satu golongan Islam yg memang benar2x mengikuti ahlak dan perbuatan Nabi Muhammad SAW
    Jawab:
    Golongan Ahmadiyah muncul kapan ya?

    Quote:
    tentunya BUKAN kelompok/golongan Islam yg melakukan kekerasan
    Jawab:
    Definisi kekerasan disini seperti apa ya? Jihad dengan senjata apa sudah dilarang, kalau musuh juga pakai senjata?

    Quote:
    Jika kita memang bersungguh sunguh ingin mencari kebenaran InsyaAllah,Allah akan memberi jalan dan petunjuk
    Jawab:
    Amiiin juga.

  3. 3 silvie June 10, 2008 at 1:17 pm

    Perlu diketahui oleh kita umat akhir zaman, semua tau bahwa kita tengah menunggu kedatangan Nabi Isa yg dijanjikan yg akan turun di akhir zaman yg tidak lain pangkatnya adalah seorang Nabi dan rasul yang mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW Nabi terakhir pembawa syariat yaitu Islam dan Alqur’an yg syariat berlaku hingga hari akhir.
    Dan Nabi Muhammad SAW telah menyabdakan bahwa umatnya akan terpecah kedalam 73 golongan dan dari ke 73 golongan hanya satu yg masuk surga.
    Dan apa yg disabdakan Nabi Muhammad SAW benar sekarang dngn nyata kita bisa lihat Islam berpecah belah berkelompok kelompok dan masing2x kelompok sibuk membanggakan kelompoknya masing2x bukan bersatu mensiarkan Islam kepada yg bukan Islam.
    Dan golongan satu yg diterima menurut sabda Rasulullah SAW ialah golongan Islam Ahlu sunnah waljama’ah yakni golongan Islam yg memiliki jama’ah dan di dalam jama’ah harus ada seorang Imam penerus Rasulullah SAW.
    Dengan adanya sabda Nabi Muhammad SAW tsb kita harus wajib mencari tau golongan satu mana yg di terima Allah.dan tentunya bertafakur bertanya,saya seorang muslim apa saya memiliki suatu jama’ah dan seorang Imam atau tidak sedangkan golongan satu yg diterima oleh Allah adalah ahlu sunah waljama’ah.
    sedangkan sabda Nabi Muhammad SAW barang siapa mati tanpa mempunyai Imam maka ia sungguh akan mati secara jahiliyah

  4. 4 silvie June 10, 2008 at 1:24 pm

    Umat muslim jangan salah mengartikan jihad.kita sekarang hidup bukan di zaman jahiliyah lagi.

    Jihad dengan senjata.
    indonesia di jajah oleh belanda,jepang.lalu rakyat Indonesia berjuang melawan penjajah dengan senjata mempertahankan negara entah itu dengan senjata apa saja.Nah itu bisa dikatakan jihad karena mereka berjuang di jalan yg benar,mereka melawan karena akan di serang.

    Lah ini sekarang di indonesia ada sebuah golongan/kelompok mengatasnamakan Islam lalu tiba2x mereka menyerang duluan sedangkan yg diserang tidak tau apa2x dan tidak membuat keributan.dan malah mereka yg menjadi korban kekerasan Apakah ini yg menurut anda namanya Jihad????

    deden:
    jihad besar adalah bukan berperang mengangkat senjata, bukan pula mengumbar nafsu kebencian, karena jihad akbar adalah justru memerangi nafsu sendiri ( untuk tidak berlaku aniyaya, untuk tidak berlaku anarkis, untuk mau menghargai pendapat orang sekalipun itu pendapat yang bertentangan dan bahkan menyakitkan kita).
    Itulah yang dipesankan oleh Yang Mulia Rasulullah SAW, untuk kita laksanakan, bukan sebatas wacana. 😀

  5. 5 Nabi lama June 12, 2008 at 5:05 am

    Quote Silvie:
    Dan golongan satu yg diterima menurut sabda Rasulullah SAW ialah golongan Islam Ahlu sunnah waljama’ah yakni golongan Islam yg memiliki jama’ah dan di dalam jama’ah harus ada seorang Imam penerus Rasulullah SAW.
    Jawab:
    Kita mesti teliti, Imam yang mana yang akan kita ikuti.

    Quote:
    Lah ini sekarang di indonesia ada sebuah golongan/kelompok mengatasnamakan Islam lalu tiba2x mereka menyerang duluan sedangkan yg diserang tidak tau apa2x dan tidak membuat keributan.dan malah mereka yg menjadi korban kekerasan Apakah ini yg menurut anda namanya Jihad????
    Jawab:
    Dalam kondisi di Indonesia yang tidak ada perang tentu logika jihad pake senjata udah nggak cocok. Kita mesti bubarin tuh laskar2 yang nggak jelas, kenapa sih kita nggak percaya ama polisi? Kalo mau jadi Hansip/Satpam lingkungan aja. Knapa ya pada nggak mau? Gengsi kali ya?
    Kalo ada kemungkaran di lingkungan khan tinggal lapor ke Polisi. Kalo ada kong-kalikong Polisi ama pelaku ya… tinggal laporin ke KPK. Simpel kan?

  6. 6 Silvie June 13, 2008 at 4:59 am

    To: Nabi lama

    yg jelas Imam yang kita ikuti adalah imam yg ada pada zaman kita sekarang.Kita kan umat akhir zaman,dan tentunya Imam yg kita tunggu adalah Imam Mahdi yg di janjikan Allah yg akan turun di akhir zaman. Dan Imam Mahdi ini sudah turun sekitar 1 abad yg lalu yakni Hz Mirza Ghulam Ahmad yg di yakini muslim ahmadiyya sbg Imam Mahdi yg di janjikan.

  7. 7 Nabi Lama September 16, 2008 at 10:26 pm

    Bt semua,
    Apakah layak beriman kepada “nabi” yang memiliki wahyu2 yang “suci” dalam Tazkirah?

    “Visi dan misiku tidak lain adalah seperti Al Quran dan kedua tanganku ini akan melahirkan karya seperti Al Quran” (hal. 668)

    “Engkau (Mirza) di sisiKu berkedudukan sebagai anakKU, lagi engkau di sisiKU mendapatkan kedudukan yang tidak dapat diketahui oleh mahluk lain” (hal.236)

    “Kalau bukan karena engkau (Mirza), niscaya Aku tidak akan ciptakan alam semesta” (hal.649)

    “Yasin, sesungguhnya engkau (Mirza) adalah tergolong rasul-rasul” (hal,659)

    “Engkau (Mirza) adalah imam yang diberkati, maka laknat Allah akan dijatuhkan kepada orang yang kufur (pada engkau/Mirza)” (hal. 749)

    Silakan komentar dan koreksi jika ada yang salah dalam mengutipnya.
    Wassalam,

    @d3n:
    sungguh sayang apa2 yg nabi lama tulis sebagai dikutip dari buku Tadhkirah tidak berhasil saya temukan pada buku tersebut yang ada pada saya (edisi bahasa Indonesia dan Inggris). Sebagai contoh bila menurut nabi lama dihalaman 668 ada kalimat:“Visi dan misiku tidak lain adalah seperti Al Quran dan kedua tanganku ini akan melahirkan karya seperti Al Quran”, maka pada kenyataannya kalimat2 yang saya baca dihalaman 668 edisi bahasa Indonesia adalah sbb: Tadhkirah_i_668

    sedangkan yang berbahasa Inggris, adalah sbb: Tadhkirah_e_668
    Demikian pula dengan halaman2 lain yang nabi lama tulis, sama sekali halaman2 tersebut tidak menulis kalimat nabi lama.

  8. 8 Nabi lama September 18, 2008 at 1:40 am

    Kang, yang saya kutipkan itu aslinya bahasa Urdu (kl nggak salah). Jadi wajar perbedaan halaman bisa terjadi. Coba Kang Deden buka2 yang asli berbahasa Urdu.
    Yah sayang memang kalo cuma bisa baca yang terjemahannya aja, ya Kang.
    Kalo ada naskah yang asli dan bisa ada yang terjemahin maka nggak sia-sia lah upaya Akang untuk mencari kebenaran yang Akang cari-cari.
    Salam,

    @d3n
    adalah benar perbedaan halaman dari sebuah buku terjemahan pasti berbeda dari edisi bahasa asli, tapi bila anda menganggap isi dari buku terjemahan berbeda total dari edisi asli, sehingga kalimat yang anda kutip itu tidak bisa ditemukan dihalaman manapun didalam versi terjemahannya, adalah hal yang sangat tidak bisa diterima, kecuali mungkin yg menterjemahkan itu adalah pihak yang memang ingin mendiskreditkan, sehingga kemudian telah mengurangi atau menambahkan atau menyalah artikan demi tercapai tujuannya.
    Meskipun demikian bila memang Nabi Lama merasa lebih familiar dengan bahasa urdu, silahkan temukan kalimat yang anda telah tuliskan itu pada edisi bahasa aslinya. satu saja dulu halaman 668 ini.

  9. 9 Nabi lama September 18, 2008 at 8:09 am

    Akang,
    Satu hal yang saya tangkap dari mantan Ahmadi bahwa mereka berpendapat bahwa sumber asli (tulisan MGA dan kumpulan wahyu2 MGA) sudah banyak berubah/ada pengeditan. Maka bagi penganut Ahmadiyah yang baru, akan lebih sulit untuk menemukan hal-hal yang yang janggal atau kontradiktif dari naskah2 yang baru.
    Wassalam,

    @d3n
    o0o begitu toh? rupanya mantan itu berbakat jadi editor, yaa… :mrgreen:

  10. 10 Nabi Lama September 18, 2008 at 9:43 pm

    Quote:
    kecuali mungkin yg menterjemahkan itu adalah pihak yang memang ingin mendiskreditkan, sehingga kemudian telah mengurangi atau menambahkan atau menyalah artikan demi tercapai tujuannya.
    Jawab:
    apakah ahmadiyah juga menterjemahkan Al Quran dengan cara mengurangi atau menambahkan atau menyalah artikand emi mencapai tujuannya Kang?

    terlepas dari itu semua Kang, kta harus hati2 dalam memilih, semoga Akang terus-menerus mempelajari ahmadiyah itu apa dan bagaimana. jangan sampai buta atau dibutakan. Amiiin.
    Wassalam,

  11. 11 Nabi Lama September 19, 2008 at 12:37 pm

    Kang Deden,
    Sebagai patokan halaman buku Tazkirah di atas, untuk wahyu terkenal (dan pasti “ada” karena sering dikutip oleh ahmadi) dari MGA yaitu:
    “Sesungguhnya Aku akan menghinakan pada orang yang menghinakan pada engkau (Mirza)” yaitu pada halaman 495.
    Mangga Kang dipilarian….
    Wassalam,

    @d3n
    ini halaman yang anda sebut
    ini halaman dimana kalimat yg anda sebut sesungguhnya berada
    ini halaman sebelumnya
    ini halaman berikutnya

  12. 12 Nabi lama September 24, 2008 at 3:20 am

    Yang ini kali Kang,
    Buku Tazkirahnya :
    Tadhkirah was first published in 1935 under supervision of
    Hadhrat Mirza Bashir Ahmed Sahib ra. In second and third editions
    dreams, visions and revelations which were collected from the sayings
    of the companions of the Promised Messiahas were also included as
    an attachment to the main book. In 1982 a note book of the Promised
    Messiahas was located at Qadian, which contained revelations from
    August 17 to December 21, 1894, in his own hand writing. These have
    been included now at appropriate places in the fourth edition (2004).
    Note: In case of any doubt the reader is requested to consult the
    originals.

    Kutipan yang pertama ada di sini:
    “I am like the Quran and soon there will appear through me that which had appeared through the Quran”. p813

    Kutipan yang kedua:
    “You are to Me like My son(1). You have a standing with Me of which the people have no knowledge. We are your guardian in this world and in the hereafter. When you are angry, I am angry; and when you love, I love. He who is at enmity with a friend of Mine is challenged by Me to battle. I shall stand with My Messenger, and shall rebuke the one who rebukes him and shall bestow upon thee that which shall last for ever”. p 796

    Kutipan yang kelima:
    “You are the blessed leader and the curse of Allah is upon him who disbelieves”. p888

    Yang selebihnya agak susah nyarinya. Akang mungkin lebih banyak lagi khan?
    Salam,

    @d3n
    maaf telat dimoderasi, karena 2 komen anda ini masuk ke file spam.
    Tadhkirah yg anda maksud adalah Tadhkirah yg kutipan beberapa halamannya pernah saya tunjukkan ke anda.
    Tidak ada yg ganjil dari kalimat2 itu apabila dibaca keseluruhan, tidak sepotong-sepotong

  13. 13 Nabi lama September 25, 2008 at 1:34 am

    Ini Kang:
    I am like the Quran and soon there will appear
    through me that which had appeared through the Quran. p813

    (Arabic): You are to Me like My Unity and My Uniqueness. The
    time is approaching when you will be helped and will be known among
    people. You are to Me like My Throne. You are to Me like My son1.
    You have a standing with Me of which the people have no knowledge.
    We are your guardian in this world and in the hereafter. When you are
    angry, I am angry; and when you love, I love. He who is at enmity with
    a friend of Mine is challenged by Me to battle. I shall stand with My
    Messenger, and shall rebuke the one who rebukes him and shall
    bestow upon thee that which shall last for ever. p 796

    Nu sanes na pilarian wae lah ku salira nya?

    Wassalam,

    @d3n
    kalimat berikutnya ini tidak anda kutip:
    The revelation: You have a standing with Me like My son, is
    metaphorical. As ignorant Christians have deified Jesus because of such
    expressions. Divine wisdom demanded the use of even stronger
    expressions with regard to me so that the Christians should realize that
    stronger expressions have been used with regard to a follower of the Holy
    Prophet than those on the basis of which they had deified Jesus (Hageeqatul Wahi p. 86, footnote).

  14. 14 Nabi lama September 26, 2008 at 4:03 am

    Quote:
    Tadhkirah yg anda maksud adalah Tadhkirah yg kutipan beberapa halamannya pernah saya tunjukkan ke anda.
    Jawab:
    Betul Kang

    Quote:
    Tidak ada yg ganjil dari kalimat2 itu apabila dibaca keseluruhan, tidak sepotong-sepotong
    Jawab:
    Yah kalo Akang mau generalisasi dari Tazkirah, Akang bisa anggap semuanya benar atau ada kebenarannya. Beberapa memang seperti mirip Quran, apa iya Kang?
    Tapi apa iya seperti itu Nabi SAW memberikan contoh kepada kita untuk mengikuti Beliau melalui MGA?
    Saya rasa secara detail, lebih banyak wahyu-wahyu Tazkira yang menyangkut hal-hal keduniawian. Akang khan punya versi pdf-nya, coba akang search untuk subyek tertentu. Misallkan uang, dsb.
    Salam,

  15. 15 Nabi lama October 6, 2008 at 8:21 am

    Please admit by your deepest heart that:

    – You have your own prophet/messiah.
    – You have your own holy books (Braheen-e-Ahmadiyya and Tadzkirah).
    – You hold Qadian as holy as Makkah and Madina.
    – Going to Qadian is a Shadow Hajj.
    – You have your very own heavenly graveyard.
    – The mosque at Mirza Ghulam’s place is Masjid-e-Aqsa for you.
    – You have your own set of
    # sahaba-e-karam,
    # umm-ul-mo ‘omineen,
    # ahle bait and
    # finally your very own khulafa-e-rashideen.
    – When you recite the Kalima-e-Tayeba, in your heart you believe that the person of Mirza is included in it, since for you, Mirza is none other than the second advent of Holy Prophet Mohammed SAAW!
    – When you recite Durood Shareef (Salaat ‘ala Rasoolullah), in your hearts you are including Mirza Ghulam in it.

    Salaam,

  16. 16 Nabi lama October 6, 2008 at 9:24 am

    99 Names of Mirza Ghulam

    Just as there are 99 names of Allah and Holy Prophet (pbuh), Hazrat Mir Muhammad Ismail Saheb Qadiani had prepared a list of 99 names of Mirza Ghulam. He says:

    “Yesterday while lying sick in my bed, a brain wave came that 99 names of Allah are mentioned in Hadith and 99 names of holy Prophet (pbuh) are also mentioned in books. Let us see Hazrat Maseeh Mow’ood has how many Divine Names, which God has given him? When I collected all of them they turn out to be 99 as well. There is a certain wisdom in these names therefore they are published for the benefit of friends:

    1. Ahmad
    2. Muhammad
    3. Mahdi
    4. Yaseen
    5. Rasool
    6. Mursil
    7. Nabi-Allah
    8. Nazeer
    9. Mujaddid-e-Waqt
    10. Muhaddith-Allah
    11. Governor General
    12. Hakum
    13. Adul
    14. Imam
    15. Imam Mubarak
    16. Ghulam Ahmad
    17. Mirza Ghulam Ahmad Qadiani
    18. Mirza
    19. Eisa
    20. Maseeh
    21. Maseeh Mow’ood
    22. Maseeh-Allah
    23. Maseeh-uz-Zaman
    24. alShaikh alMaseeh
    25. Maseeh Ibn Maryam
    26. Maseeh-e-Muhammadi
    27. Roohullah
    28. Maryam
    29. Ibne Maryam
    30. Adam
    31. Nooh
    32. Ibrahim
    33. Ismael
    34. Jacob
    35. Yusuf
    36. Moosa
    37. Haroon
    38. Dawood
    39. Sulaiman
    40. Yahya
    41. Jeriullah fi Hilal alAnbiya
    42. Abdullah
    43. Abdul Qader
    44. Sultan Abdul Qader
    45. Abdul Hakeem
    46. Abdul Rahman
    47. Abdul Raaf’a
    48. Muhammad Mufleh
    49. Zulqarnain
    50. Salman
    51. Ali
    52. Mansoor
    53. Hujjatullah AlQader
    54. Sultan Ahmad Mukhtar
    55. Hubbullah
    56. Khaleelullah
    57. Asadullah
    58. Shafiullah
    59. King of Aryans
    60. Krishna
    61. Rooder Gopal
    62. Ameen-ul-Mulk Jai Singh Bahadur
    63. Brahmen Autar
    64. Aawahan
    65. Mubarak
    66. Sultan-ul-Qalam
    67. Musroor
    68. AlNajm-us-Saqib
    69. Rahi-ul-Islam
    70. Humi-ul-Islam
    71. Ghalib
    72. Mubasshir
    73. Khair-ul-Anam
    74. Asad
    75. Sher-e-Khuda
    76. Shahid
    77. Khalifat-ullah asSultan
    78. Noor
    79. Amin
    80. Rajul min Fares (Man from Persia)
    81. Siraj-e-Muneer
    82. Mutawakkel
    83. Ashj’a-un-naas
    84. Wali
    85. Qamar
    86. Shams
    87. Awwal-ul-Mo’mineen
    88. Salaamti-ka-Shezada (Prince of Peace)
    89. Maqbool
    90. Mard-e-Salamat
    91. Al Haq
    92. Dho-alBarkaat
    93. Al Badr
    94. Hajr-e-Aswad
    95. Madinat-ul-‘Ilm
    96. Tayyeb
    97. Maqbool-ur-Rehman
    98. Kalimat-ul-Azal
    99. Ghazi
    (Qadiani Mazhab by Prof. Ilyas Burni, p.229)

    @d3n
    anda tak perlu khawatirlah dengan Ahmadiyah dan pendirinya, wahai saudaraku Nabi lama. Yakin ajalah tanpa bantuan andapun Ahmadiyah ini akan lenyap dengan sendirinya bila memang Allah SWT tidak berada dibelakangnya. 😀
    Salam

  17. 17 setan March 1, 2009 at 5:56 am

    yg bener aje bung.masa punya nabi baru.murtad lo tao rasa

  18. 18 dfssfsd October 31, 2010 at 3:19 pm

    salam buat org2 ahmadi.
    kasihanaaan deh loe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 219,960 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: