Anarkisme dan Sikap Nabi Muhammad SAW Terhadap Nabi Palsu

oleh: Ir. H. Pipip Sumantri
Bismillahirrahmanirrahiim
Sudah lebih dari 100 Tahun Anarkisme itu menjalar sampai di daerah Asia / Timur ini.
Sudah lebih dari 100 tahun orang-orang yang kasar – anarkis ini berbuat kebodohan dengan hasil yang sia-sia belaka. Yah bagaimana mungkin bisa ada hasil, orang-orang ini walaupun menamakan dirinya orang gerakan untuk Islam tetapi melawan kehendak dan ilmu Tuhan; walaupun didukung oleh orang-orang dan sumber daya imporan dari luar negeri sekali pun, seperti yang terlihat pada “nama”nya dan ciri pakaiannya yang berbeda dengan khas orang asal negeri ini, hasilnya hanyalah carut-marut dan pertikaian yang terjadi di dalam masyarakat Republik Indonesia ini, bangsa yang tadinya sangat dikenal sebagai Bangsa Indonesia yang amat ramah tamah dan cinta damai, yang selain dari sifat kepribadiannya, tetapi juga karena azas Islam hakiki, Islam sejati yang diajarkan Oleh Al Qur-aan dan Nabi Suci Muhammad saw., yang menjungjung tinggi kedamaian, dan kasih sayang, walaupun terhadap musuh sekali pun, kecuali jika musuh itu sudah berlaku melewati batas dan sudah berulang kali melakukan serangan dan penganiayaan secara fisik terhadap orang-orang Islam.

Hazrat Mirza Ghulam Ahmad – Al-Masih Mau’ud – a.s. dimusuhi oleh ummat Islam mainstream di dunia bahkan oleh Kristen dan Hindu juga. Jadi nyata benar bedanya Nabi yang benar dengan Nabi yang palsu. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. sejak masih sendirian sampai sekarang itu dilawan bahkan ada yang mau bunuh beliau, tapi tidak pernah sukses, sebab beliau adalah seorang Nabi yang benar, yang dijaga oleh Allah swt. Jika beliau bukan Nabi yang benar, pasti sudah binasa dan Allah swt sendirilah yang akan membinasakannya sesuai dengan janji-Nya di dalam Surah Al Haqqah ayat 44-47, jadi untuk itu tidak perlu Bapak-bapak semua ini ikut repot-repot. Untuk mengambil tindakan-Nya terhadap orang yang palsu dan mengaku-ngaku sebagai nabi tetapi dusta, Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa itu tidak memerlukan bantuan saudara-saudara orang Islam yang ada di kota Bapak ini, yang sudah terpolusi, diracuni dengan bujukan dan provokasi yang berasal dari imporan itu!

Akan terjadinya anarkisme dan fundamentalisme dalam Islam itu, terutama di Negara Arab dan Timur Tengah sudah ada dalam nubuatan Nabi Muhammad saw.; ada dua buah hadits yang berkenaan dengan ramalan Nabi ini:

Hadits pertama, Rasulullah SAW. Bersabda: Allahumma bârik lanâ fî shô’inâ wa mudinâ wa makkatinâ wa madînatinâ wa bârik lanâ fî syâminâ wa yamaninâ, faqôla rojulun: wa ‘irôqinâ, qôla: Inna fîhâ qorna asy-syaithôni wa tahayyuja al-fitani; wa inna al-jifâ’a bilmasyiq.. Artinya: “Ya Allah, berkatilah dalam timbangan dan takaran kami, juga tentang Makkah dan Madinah kami, dan berkati pula Syam dan Yaman kami. Berkata seorang laki-laki: dan juga Irak kami. Rasulullah SAW . menjawab: “(bagi Irak tidak) karena padanya akan muncul generasi syaitan (sekutu, mata pedang, pemimpin, pengikut syaitan) dan berkobarnya fitnah-fitnah (tuduhan, huru hara, bujukan, cobaan); sesungguhnya tabiat kasar (kekerasan) itu berada di timur.” (H.R. Thabrani dari Ibnu Abbas ra., Kanzul Ummal, 1989, jil. 12, hal. 300, hadits no. 35116)

Hadits kedua, Rasulullah SAW. Bersabda: Allahumma bârik lanâ fî syâminâ wa fî yamaninâ, qôlû: wa fî najdinâ, qôla: hunâka al-zilâzalu wa al-fitanu wa bihâ yathlu’u qornu asy-syaithâni. Artinya: “Ya Allah, berkatilah Syam dan Yaman kami. Para Shahabat berkata: dan demikian juga Nejd kami. Rasulullah SAW. bersabda: “(Nejd, tidak karena) di sana akan muncul kegoncangan-gegoncangan dan fitnah-fitnah (tuduhan-tuduhan, huru hara, bujukan, cobaan) dan di sana pula akan muncul generasi syaitan (sekutu, mata pedang, pemimpin, pengikut syaitan).” (H.R. Bukhari, Ahmad dan Nasai dari Ibnu Umar ra., Kanzul Ummal, 1989, jil. 12, hal. 300, hadits no. 35118).

Munculnya Khawarij dan Wahabiyah Menggenapi “Ramalan” Rasulullah SAW.

Subhanallah, “ramalan” (nubuwwatan) hadits pertama benar-benar telah genap, coba kita lihat awal mula munculnya gerakan fundamentalis dan anarkis dalam sejarah ummat Islam dengan munculnya sekte Khawarij. Khawarij adalah orang-orang yang keluar dari barisan Khalifah Ali bin Abi Talib, setelah khalifah ini menerima tawaran tahkim (arbitrase) uyang diajukan fihak lawannya, Mu’awayah bin Abi Sofyan, dan menghentikan perang Siffin (657/37 H). Menurut mereka, Khalifah Ali bin Abi Talib sebagai pihak yang benar seharusnya meneruskan perang Siffin itu sampai pasukan Mu’awiyah sebagai pihak pembangkang hancur atau tunduk kepada khalifah yang sah. Mereka berhimpun di Harura, dekat kota Kufah (di Irak) dan mengangkat Abdullah Ibnu Abdul-Wahhab ar-Rasibi sebagai imam (pemimpin). Dengan demikian mereka menjelma menjadi satu sekte atau golongan dalam Islam. Khawarij awal ini dikenal juga dengan golongan al-Muhakkimah, karena mereka sering meneriakkan slogan “tidak ada hakam (hakim) selain Allah” dan “tidak ada hukum selain hukum Allah”. (Ensiklopedi Islam Indonesia, 1992, hal. 553).

Syekh Muhyiddin Al-Khoyyat menulis: Golongan Khawarij terkenal kaku dan berlebihan dalam masalah agama. Mereka mengafirkan orang-orang yang tidak sependapat dengan mereka, menghalalkan darah orang yang berbeda pendapat dengan mereka dan tidak mau menerima ketentuan hukum yang dirumuskan manusia. Mereka mengafirkan orang-orang yang melakukan dosa besar, mereka tidak mau menerima hadis Nabi yang tidak sama pengertiannya secara persis dengan Alquran dan mereka dalam memahami nash agama hanya dari sisi lahirnya belaka. (Sejarah Kebangkitan Islam Dan Situasi Dunia Arab, 1994, hal.118).

“Ramalan” Rasulullah SAW. Pada hadis kedua telah sempurna pula ketika munculnya Wahabiyah (Wahabisme) yang dimulai dari Uyainah di wilayah Nejd. Wahabiyah, adalah gerakan sosial-politik berdasarkan hukum Islam menurut alam pikiran pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Nejdi (1703-1787/1115-1201 H.

Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Nejdi dalam dakwah-dakwahnya yang sangat radikal, keras, kaku dan tanpa kompromi khususnya terhadap apa yang mereka anggap sebagai bid’ah dan khurafat mendapat perlawanan sengit bukan hanya dari kelompok Ahlussunnah, Kaum Shufi, Thariqat dan Syi’ah akan tetapi dari saudara kandungnya sendiri, Sulaiman, dan sepupunya Abdullah bin Hussein yang mengakibatkan pertumpahan darah antara suku-suku di Yamamah (tanah kelahiran Musailamah bin Habib Al-kadz-dzab-Al-Nejdi).

Pada periode pertama gerakan Muhammad bin Abdul Wahhab mendapat dukungan penuh dari penguasa Dariyah, Muhammad bin Sa’ud dan para penerusnya yang terlibat peperangan dengan Syekh Riyad, Dahham bin Dawwas (1747 M) selama 28 tahun. Kemudian persekutuan Wahabiyah-Ibnu Sa’ud menyerang dan menaklukkan Riyadh, seluruh wilayah Nejd, Karbala (kota suci Syi’ah di Irak), Madinah, Makkah dan Jeddah. Pada tahun 1811 M. Imperium Wahabi telah terbentang dari Aleppo di utara ke Lautan Hindia, dari Teluk Persia di front Irak sampai ke Laut Merah di barat.

Imperium dan ekspansi Wahabiyah-Ibnu Sa’ud periode pertama telah menyebabkan kerugian tak terhingga atas jiwa, harta dan situs-situs budaya kaum muslimin dan baru berakhir setelah Dariyah, pusat gerakan Wahabi diduduki pasukan Ibrahim Pasya dari Kekhalifahan Turki Utsmani tahun 1818 M. Penguasa Nejd, Abdullah bin Sa’ud ketika itu ditangkap, dikirim ke Constantinopel dan dihukum penggal di sana.

Oleh karena itu, dari sejarah Arab di sana, janganlah meniru sifat-sifat yang imporan itu. Gunakanlah akal sehat Bapak-bapak semua, supaya selamat dunia akhirat. Ahmadiyah telah berdiri di 189 Negara dibawah pimpinan seorang Khalifah yang HAQ, Khalifah Al-Masih Muhammadi a.s., sesuai dengan Nubuatan dalam Al Qur-aan dan sabda Nabi Muhammad saw. tentang kedatangan Imam Mahdi, Al-Masih akhir zaman, Al-Masih Muhammadi. Bapak-bapak boleh saja bersatu di seluruh dunia untuk menghancurkan Ahmadiyah, tapi usaha Bapak tidak akan sukses dan akan sia-sia belaka, walaupun sudah menghabiskan banyak anggaran yang diterima dari sponsor. Sebaliknya Bapak-bapak yang jika berlaku zhalim dan aniaya serta tidak berlaku adil itu, akan dihancurkan oleh Tuhan seperti Ali Bhuto yang mati digantung dan Ziaul Haq yang diledakkan hancur diudara!!

Sedemikian kebaikannya Nabi Suci Muhammad saw., bahkan kepada orang-orang yang di zaman itu mengaku-ngaku nabi tetapi dusta atau palsu, oleh Nabi Muhammad saw. itu tidak diapa-apakan, kecuali ada yang kemudian dihancurkan oleh Khalifah pengganti Nabi s.a.w,, yaitu oleh Khalifah Abubakar Siddik ra. yang kemudian menghancurkan Musailamah bin Habib Al-Kazzab yang berasal dari negeri Arab Nezad, karena Musailamah bin Habib Al-Kazzab Al-Nejdi ini berkomplot dengan Banu Hanifa dari Yamama untuk menghancurkan sendi-sendi Islam, yang baru saja ditinggal oleh Nabi Muhammad saw. Jauh sebelum Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. lahir telah muncul 30 orang nabi palsu (sesuai dengan hadis Rasulullah saw). Seorangpun dari antara mereka tidak ada yang dimusuhi dengan kekerasan. Musailamah bin Habib Al-Kazzab Al-Nejdi yang pendusta itu tidak disuruh di bunuh oleh Rasulullah saw
Orang-orang seperti Bapak-bapak yang berlaku aniaya dan tidak fair ini terhadap Ahmadiyah, mereka sudah berusaha lebih dari 100 tahun dan tanpa hasil apa-apa. Untuk Nabi Allah yang benar itu akan mendapatkan perlindungan, penjagaan dan dukungan dari Allah SWT. sendiri, demi untuk sukses misinya.

Sebagaimana firman-Nya كَتَبَ اللهُ لاََغْلِبَنَّ اَنَا وَ رُسُلِيْط اِنََّ اللهَ قَوِيٌّ عَزِيْزٌ
Kataballaahu la aghlibanna ana wa rusulii innallaaha qawiiyyun ‘aziiz.
Artinya: Allah telah menetapkan, “Aku dan Rasul-rasul-Ku amat pasti akan menang” Sesungguhnya, Allah Maha Kuat, Maha Perkasa. (Surah Al Mujadalah – 58 – ayat 22).

Jalanilah hidup terakhir Bapak itu dengan tenang, tidak dengan hati yang panas dan penuh cemburu dengki dan hasud terhadap sesama saudara sebangsa sendiri, bangsa Indonesia yang dikenal dengan ramah-tamah; kasihanilah istri dan anak-anak serta keturunan Bapak-bapak semuanya, agar mereka semua dapat menjalani kehidupannya dengan tenteram, damai dan sejahtera. Bantulah juga pemerintah NKRI yang sedang berusaha untuk memperbaiki perekonomian rakyat, mensejahterakan rakyat; bantulah program-program pemerintah agar jangan sampai ada orang-orang dan anak-anak yang kelaparan tanpa mendapatkan makanan cukup, jangan ada anak-anak yang tidak mendapatkan pemeliharaan kesehatan dan kesempatan untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan untuk bekerja dengan baik untuk pembangunan Negara dan Bangsa Republik Indonesia. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menolong dan memberkati semua rakyat dan bangsa Indonesia. Aamiin.

Jadi Bapak-bapak itu sekarang mau berdiri di pihak yang mana, mau ikut siapa? Berpikirlah dengan secara baik-baik dan dengan hati yang bersih. Kasihanilah keluarga, anak-cucu Bapak, dan kasihanilah bangsa dan rakyat Republik Indonesia semuanya. Semoga berkah dan rahmat turun kepada Bangsa Indonesia. Aamiiin.

0 Responses to “Anarkisme dan Sikap Nabi Muhammad SAW Terhadap Nabi Palsu”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 216,092 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: