DIRGAHAYU RI dan KHATAM AL-QUR’AN

Sebagaimana biasa menjelang peringatan hari ulang tahun kemerdekaan RI, maka dimana-mana akan kita temui spanduk-spanduk ataupun gapura-gapura yang terpasang dengan kata dirgahayu didalamnya. Tulisanpun bervariasi antara DIRGAHAYU RI dengan DIRGAHAYU RI KE 63.
Mengingat makna dari kata dirgahayu adalah “panjanglah usianya” atau “semoga panjanglah usianya”, maka tentulah menulis DIRGAHAYU RI (panjanglah usianya RI) adalah pilihan kata yang paling tepat dibandingkan DIRGAHAYU RI KE 63 (panjanglah usianya RI ke 63). Karena satu sama lainnya mempunyai makna yang bertentangan 180 derajat. Dengan menambahkan tulisan: ke 63, maknanya menjadi ”semoga panjanglah usianya Republik Indonesia yang ke 63”! Jadi yang panjang itu hari ulang tahun ke 63, bukan Republik Indonesia. Bila ke 63 menjadi panjang, bukanlah artinya menjadi nggak ada yang ke 64, 65 dst?

Lalu apa hubungannya dengan khatam Al-Qur’an, seperti judul dari postingan ini?
Sebenarnya hubungan langsung mungkin nggak ada, hanya saja sebagaimana kita maklum bahwa sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci ramadhan (jadi anggaplah itu berhubungan) dimana wajarlah apabila kita berencara untuk mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak mungkin dibulan yang penuh berkat itu. Hal lain yang bisa dianggap berhubungan, adalah adanya bukti mengenai nasib yang sama dari kata dirgahayu dengan khatam dimana dua kata itu sering digunakan dan atau dimaknai tidak seperti yang semestinya. Bila dirgahayu mempunyai makna seperti saya tulis diatas, maka makna dari kata “khatam” katanya adalah “yang terakhir”.

Ada banyak istilah yang menggunakan kata khatam seperti misalnya dalam kepustakaan Islam Khalifah Ummar ra dikenal sebagai “khatamul muhajirin” atau Khalifah Ali ra dikenal pula sebagai “khatamul Aulia” atau seseorang yang ahli dibidang syair dikatakan sebagai “khatamus syuara” dan apabila anak-anak kita menamatkan al-Qur’an dikatakan sebagai telah “khatam al-Qur’an”. Bila setelah Ummar ra melakukan hijrah masih banyak pengikut Islam lainnya yang juga berhijrah, bila setelah Ali ra masih bermunculan para wali lain hingga ditanah airpun ada sembilan wali yang dikenal sebagai wali songo, demikian pula bila seseorang dikatakan sebagai khatamus syuara toh para penyair baru masih datang silih berganti, demikian pula bila anak-anak kita telah meng-khatamkan al-Qur’an mereka masih akan terus dan terus membaca dan melafalkan al-Qur’an, maka dari kenyataan itu, makna yang saya tangkap dari kata “khatam”  adalah terakhir dari segi kesempurnaan bukan terakhir dalam segalanya! Lha kalau terakhir dalam bentuk segalanya mestinya tidak ada lagi dong orang yang berhijrah setelah Ummar ra melakukan hijrah, tidak akan pernah ada lagi seorang wali-pun sepeninggal Khalifah Ali ra, atau tak akan akan pula kita membaca lagi al-Qur’an dibulan ramadhan mendatang, karena sebelumnyapun telah meng-khatam-kan Al-Qur’an!
Mungkin semua orang bisa saja setuju dengan argumen itu, tapi bila perkara yang sama menyangkut pada junjunan alam Muhammad saw yang adalah ”khataman nabiyyin” maka apabila anda mempunyai pemahaman seperti yang berlaku diatas, anda dan saya , akan dianggap nyeleneh dan dicap sebagai sesat!

5 Responses to “DIRGAHAYU RI dan KHATAM AL-QUR’AN”


  1. 1 dilon August 17, 2008 at 2:56 am

    dirgahayu RI
    dirgahayu kang @den
    dirgahayu Ahmadiyah! 😀

  2. 2 Nabi lama August 21, 2008 at 1:49 am

    Quote:
    Bila dirgahayu mempunyai makna seperti saya tulis diatas, maka makna dari kata “khatam” katanya adalah “yang terakhir”.
    Jawab:
    Kalo arti khatam yang di Al Quran bukan yang terakhir dong?

  3. 3 Nabi lama August 21, 2008 at 1:55 am

    Quote:
    Mungkin semua orang bisa saja setuju dengan argumen itu, tapi bila perkara yang sama menyangkut pada junjunan alam Muhammad saw yang adalah ”khataman nabiyyin” maka apabila anda mempunyai pemahaman seperti yang berlaku diatas, anda dan saya , akan dianggap nyeleneh dan dicap sebagai sesat
    Jawab:
    Yah, Sdr memang berlainan keyakinan akan penafsiran Al Quran dengan yang diajarkan Nabi SAW, para sahabat dan para ulama. Artinya, Sdr boleh pegang Al Quran sebagai kitab suci Sdr, tapi masalah keyakinan adanya nabi baru itu lah yang jadi pembeda Sdr dengan kami.
    Salam,

    @den:
    kata Nabi lama:
    Yah, Sdr memang berlainan keyakinan akan penafsiran Al Quran dengan yang diajarkan Nabi SAW, para sahabat dan para ulama.

    Jawab:
    Anda lupa bahwa yang memberi gelar Khalifah Ummar ra sebagai “khatamul muhajirin” dan Khalifah Ali ra sebagai “khatamul Aulia” itu nabi Muhammad saw sendiri! Artinya dengan sadar dan sepenuh hati Rasulullah saw memaknai kata “khatam” sebagaiyang terakhir dari segi kesempurnaan, bukan terakhir dari segalanya. Karena Rasulullah 100% tahu bahwa setelahnya Umar-pun masih banyak sahabat yang berhijrah demikian pula dengan para wali yang kemudian datang dibelakang Ali ra.
    Jadi, ternyata yang berbeda pemahaman dengan Rasulullah saw itu adalah anda bukan saya! 😀

  4. 4 Nabi Lama August 22, 2008 at 9:45 pm

    Quote:
    Jadi, ternyata yang berbeda pemahaman dengan Rasulullah saw itu adalah anda bukan saya!
    Jawab:
    Yang berbeda dengan Rosulullah (dan ummat Islam mainstream) itu cuman MGA dan pengikut2nya.

  5. 5 kevin September 1, 2008 at 11:40 am

    @ Nabi Lama

    Quote:
    Yang berbeda dengan Rosulullah (dan ummat Islam mainstream) itu cuman MGA dan pengikut2nya.

    Jawab :
    Dulu juga Nabi Muhammad pada masa awal kenabiannya berbeda dengan mainstream umat beragama pada masa itu. Agama islam masih minoritas. Anda mengukur kebenarana itu berdasarkan mayoritas-minoritas. Anda tahu hampir separoh penduduk bumi saat ini beragama kristen padahal waktu jaman Nabi Isa sendiri jumlahnya masih segelintir ibaratnya bisa dihitung dengan jari. Sekarang memang jumlah pemeluk ahmadiyah masih minoritas dibanding terhadap umat islam keseluruhan tapi faktanya jumlah pemeluk ahmadiyah setiap tahunya bertambah signifikan di seluruh dunia. Kalo anda bisa berumur sampai 200 tahun lagi dari sekarang anda akan menyaksikan kemenangan ahmadiyah ! Insya Alloh! Karena Alloh Swt sendiri yg bernaji melalui wahyunya kepada MGA bahwa pesan pesan beliau akan dikirim ke pelosok pelosok bumi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 216,092 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: