Khalifah suatu Keharusan

mtaDalam suatu acara Tanya jawab di Muslim Television Ahmadiyya yang bertajuk LIQA’A MAAL ARAB seorang berkebangsaan Arab bertanya kepada nara sumber dari acara tersebut, yakni Hadhrat Mirza Tahir Ahmad rho Khalifatul Masih IV.
Pertanyaannya adalah: Di dalam umur dunia ini, terutama dunia Muslim sangat membutuhkan Institusi Khilafat. Apa kepentingannya?

Berikut adalah jawaban beliau:

Umat Islam yang seharusnya dalam kondisi bersatu dan hidup dengan harmonis, justru telah terpecah belah menjadi kelompok-kelompok dan sekte-sekte yang tak terbilang jumlahnya. Hal ini tidaklah terjadi hanya dalam bidang agama saja tetapi dalam urusan politik juga. Ketika terdapat sekat penghalang diantara mereka, maka mereka tidak akan dapat mta-tvmencapai apapun di dunia ini, yang mana semua itu hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang bersatu dan dalam kondisi yang harmonis satu sama lain. Disebabkan oleh perselisihan dan ketidak harmonisan hubungan mereka ini, maka kekuatan dunia Islam bukan hanya akan mengalami kehancuran, tetapi juga mereka sedang menggunakan kekuatan yang sudah hancur ini untuk menyerang satu sama lain. Ketika terjadi kondisi-kondisi demikian, maka kesatuan ini akan menjadi berada di bawah titik nol.

Kelompok-kelompok tersebut bisa saja menjadi sangat kuat, tetapi jika mereka satu sama lain saling menentang dan menyerang berkaitan dengan masalah-masalah sepele maupun besar dan tetap disibukkan untuk saling menyerang satu sama lain, kekuatan mereka akan menjadi terserak dan rusak.

Hal ini terjadi di tiap-tiap negara Islam. Sungguh sangat disayangkan, perbuatan itu disebut dengan Jihad. Apa yang akan mereka peroleh dari semua ini? Sumber daya apakah yang akan tersisa untuk pembangunan bangsanya sendiri, untuk mempertahankan Islam atau memerangi musuh? Oleh karena itu, merupakan satu hal yang penting untuk mempersatukan umat Islam. Seharusnya hanya ada satu Imam (pemimpin) untuk orang-orang Islam di seluruh dunia. Akan tetapi semuanya tidak akan bisa terwujud tanpa Khilafat. Dan sebagaimana diketahui bersama Khilafat adalah pengganti nabi dalam wujud seseorang yang menjadi wakil nabi setelah wafatnya dan Khalifah adalah wakil dan bawahannya (subordinatnya). la adalah pusatnya otoritas itu. Ini adalah prinsip dasar Khilafat.

Orang Islam harus memahami kebutuhan akan Khilafat ini sebaik pemahamannya tentang arti pentingnya. Kebutuhan ini telah dirasakan setelah kewafatan yang sangat menyedihkan bagi umat Muslim yaitu wafatnya nabi Suci Rasulullah SAW. Di dalam Islam hal ini sangat jelas seperti terang benderangnya sinar matahari dan menjadi bagian dari ajaran Islam bahwa tanpa kesatuan dan keselarasan kalian tidak akan bisa beramal saleh 5 kali sehari, harus ada Imam yang memimpin shalat. Berdiri di belakang Imam sebagai makmum shalat adalah merupakan pengejawantahan satu bentuk kesatuan. Itulah sebabnya mengapa AI-Qur’an sangat menekankan keutamaan dari shalat berjama’ah. Imam melambangkan banyak arti penting bahwa jika Imam bimbang dan ragu karena telah melakukan satu kealpaan dalam shalat maka keseluruhan jama’ah harus mengikuti kekeliruannya sekalipun mereka mengetahui dan sudah memberitahukan kepada Imam bahwa sudah terjadi suatu kekeliruan. Contoh mana lagi yang lebih baik dapat ditunjukkan mengenai kebutuhan adanya Imam dan kesatuan di antara pengikutnya? Jika adanya Imam adalah wajib dalam suatu mesjid yang kecil, bagaimana mungkin bisa keseluruhan umat Islam di dunia bisa survive tanpa adanya seorang Imam?

Berkenan dengan perhatian terhadap umat, ada perintah dalam AI-Qur’an untuk mengarahkan wajah mereka ke kiblat. Karena untuk umat Islam di seluruh dunia, hanya ada satu kiblat. Kalian boleh pergi kemana saja diseluruh bagian dunia, tetapi kiblatnya tetap sama. Ini adalah suatu petunjuk bahwa umat Islam harus dipersatukan di bawah satu Imam (pemimpin). Ini bukan hanya sekedar tujuan saja, di mana di dalam umat Islam sekarang ini tidak ada Khilafat sebab kondisi umat Islam di masa Rasulullah SAW adalah seribu kali lebih baik daripada umat Islam saat ini. Jika
mereka harus mengikuti satu Imam, bagaimana mungkin kita bisa hidup tanpa adanya satu Imam saat ini ketika kondisi umat Islam sedang menangis karena ketiadaan pemimpin di dalamnya. Ini adalah jawabannya mengapa Khilafat sangat diperlukan.

Problemnya adalah bahwa sekali saja Khilafat diakhiri, selanjutnya bukanlah atas kuasa dari manusia untuk mendirikannya lagi. Ini adalah suatu dilema yang sedang dihadapi umat Islam di dunia saat ini. Khilafat dimulai setelah meninggalnya nabi dan sangat disayangkan ketika Institusi Khilafat itu dihancurkan, satu hal yang tidak mungkin bahwa khilafat bisa dimulai kembali tanpa adanya seorang nabi. Sejauh yang berhubungan dengan umat Islam, mereka telah menjadi korban dari dua masalah ini. Berkenan dengan pendapat umat Islam mainstream, rantai Khilafat telah berakhir dengan kekhilafatan di masa Hadhrat Ali r.a. Maka bagaimana mungkin kalian memulai kembali untuk mendirikan Institusi Khilafat ini sekali lagi?

Berkenaan dengan para Imam Syiah, sebenarnya tidak ada masalah bagi mereka sebab kepercayaan mayoritas mereka adalah Imamah akan terus berlanjut sampai Imam yang kedua belas. Beberapa pengikutnya percaya hanya sampai kepada Imam yang keenam. Yang lainnya lagi berpikir bahwa Imamah akan berkelanjutan sampai hari ini. Akan tetapi mayoritas umat Islam telah merampas berkat Khilafat. Meskipun kita menerima kelanjutan dari Imamah hingga hari ini tetapi mereka tetap tidak akan mampu untuk mempersatukan keseluruhan umat di atas satu tangan. Kita biasa mendiskusikan isu tentang bagaimana mempersatukan keseluruhan umat di atas satu tangan dan hal itu tidak bisa dicapai oleh Khilafat yang bersifat regional atau parsial semata. Semuanya itu hanya dapat dicapai hanya oleh Khilafat global atau universal, yang akan mempersatukan keseluruhan umat.
Umat Islam pada umumnya meyakini bahwa tidak ada lagi nabi dapat datang sekarang, dengan apapun kategorinya. Hal ini berarti satu-satunya cara untuk membuka jalan menuju Khilafat telah terpalang. Ini adalah isu besar, yang sedang dihadapi oleh umat Islam saat ini.

Ulama-ulama non-Ahmadi menyajikan satusatunya solusi terhadap masalah ini dengan mengatakan bahwa mereka juga percaya tentang kedatangan seorang nabi di akhir zaman. Tidak diragukan lagi, nabi itu adalah akan menjadi nabi yang usianya sangat tua, tetapi mereka mengatakan bahwa ketika ia datang, ia adalah seorang nabi. Dengan begitu kekhilafatan Islam yang hilang sekali lagi akan dihidupkan kembali oleh Yesus Kristus dari Nazareth ketika ia akan turun dengan jasad kasamya dan sudah berusia sangat tua. Akan tetapi masalahnya adalah bahwa sudah lewat seribu empat ratus tahun, akan tetapi tidak ditemukan tanda-tanda maupun jejak tentang kedatangan Yesus yang kedua itu. Tidak ada tanda-tanda kasat mata mengenai turunnya Yesus dari langit.

Kondisi dunia saat ini sudah berubah secara total. Orang Islam telah dan masih melintas pada tahap kemunduran mereka yang paling buruk. Tetapi tidak ada Yesus yang telah turun dari langit sejauh ini.
Sekarang, mayoritas umat Islam menjadi sangat frustasi bahwa apakah para ulama mengatakan Yesus telah meninggal atau masih hidup. mereka sangat sedikit ketertarikannya. Para ulama Universitas AIAzhar-Kairo telah berulang-ulang menyatakan pendapat mereka dan mendasarkan pendapatnya sesuai dengan AI-Qur’an, bahwa Yesus Kristus telah meninggal dan kedatangan untuk kedua kali adalah satu hal yang mustahil terjadi. Mungkin saja bisa terjadi di dalam khayalan mereka. tetapi pada kenyataannya, mereka sudah dengan sepenuhnya menutup pintu ini.

Tak seorangpun akan pemah turun dari langit, dan ini adalah masalah yang besar dan rumit yang dihadapi oleh dunia Islam pada saat ini. Dengan demikian mereka bukan hanya membinasakan institusi yang sangat penting seperti Khilafat tetapi mereka juga telah menghalangi pintu masuk menuju permulaan Khilafat.
(Dibahasa Indonesiakan oleh: Idris)

29 Responses to “Khalifah suatu Keharusan”


  1. 1 ny November 6, 2008 at 5:40 am

    ya oleh karena itu umat Islam bila ingin maju haruslah bernaung dalam satu jama’ah dan memiliki seorang Imam, dan tentunya seorang imam yg kita ikuti adalah seorang imam yg ditunjuk Allah melalui khilafat.

  2. 2 Nabi Lama November 7, 2008 at 9:51 am

    Quote NY:
    ya oleh karena itu umat Islam bila ingin maju haruslah bernaung dalam satu jama’ah dan memiliki seorang Imam, dan tentunya seorang imam yg kita ikuti adalah seorang imam yg ditunjuk Allah melalui khilafat.

    jawab:
    Apakah khilafat Ahmadiyah seperti yang dijanjikan Allah NY?
    apa pernah membaca hadits dibawah ini:
    “Hadhrat Hudzaifah r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Suci Muhammad s.a.w. bersabda: “Kenabian akan tinggal beserta kalian selama Allah menghendaki, kemudian khilafat yang mengikuti kenabian akan ada beserta kalian selama Allah menghendaki, sesudah itu kerajaan akan bermula dan akan berlanjut selama Allah menghendaki, lalu kerajaan yang zalim akan berlaku dan akan berlanjut selama Allah menghendaki. Sesudah itu akan ada khilafat yang mengikuti kenabian.” Sesudah itu Rasulullah s.a.w. berdiam diri.” (Musnad Ahmad, Jil. 4, hal. 273, Darul Fikr Beirut, Lebanon. Misykat Babul Inzaar wat Tanzir).

    Apa ada NY Rasulullah SAW berkata setelah kerajaan dan sebelum khilafat yang mengikuti kenabian, akan datang kenabian? tidak ada kan NY. Jadi kalau tidak sesuai sabda Rasulullah, kenapa anda mengimani Ghulam Ahmad beserta khalifahnya? :mrgreen:
    Kenapa anda tidak patuh terhadap perkataan Rasulullah?

  3. 3 ny November 9, 2008 at 6:51 am

    Kalau seumpanya tidak akan datang lagi kenabian mengapa pula Rasulullah saw bersabda seperti ini
    Didalam Hadits Ibnu Majah
    Rasulullah SAW bersabda: ” Sesungguhnya di surga ada yang menyusukannya, dan kalau usianya panjang ia akan menjadi Nabi.
    Rasulullah SAW bersabda :
    Apabila binasa Kisra ( Raja Persia ) maka tidak ada kisra sesudahnya.Dan apabila binasa kaisar ( Raja Roma ), maka tidak ada kaisar sesudahnya.
    H.R Bukhari Muslim, Ahmad dan Tirmidzi dalam kanzul ‘ Ummal,Alauddin Alhindi,Muassasatur Risalah,Beirut,1989,jilid XI,p.368 hadits no 31765

    Maksud hadits ini ialah,tidak akan ada lagi kisra dan kaisar seperti atau semacam kisra dan kaisar di zaman Rasulullah SAW,seperti itu pula dapat dikatakan bahwa nabi nabi akan datang lagi,tetapi tidak seperti Nabi Muhammad SAW, yg membawa agama maupun syariat baru.

    Yang tidak patuh pada Rasulullah saw itu siapa anda atau saya, saya mengimani Hz Mirza ghulam ahmad karena atas perintah Rasulullah saw:
    Apabila kamu melihatnya( sang Mahdi) ,maka berbai’atlah padanya,walaupun kamu harus merangkak diatas salju,karena beliau adalah khalifah Allah dan Al Mahdi. ( Sunan Ibnu Majah)

    memang dalam Alqur’an dan hadist tidak disebutkan itu nama Mirza ghulam ahmad, tapi kita bisa melihat semua kebenarannya melalui tanda2 yg di beritahukan oleh Allah swt dan Rasulullah saw dalam Alqur’an dan Hadits.

    So jadi siapa yg tidak patuh terhadap Rasulullah saw, saya atau anda!!!

  4. 4 Nabi Lama November 9, 2008 at 9:57 am

    Quote MY:
    memang dalam Alqur’an dan hadist tidak disebutkan itu nama Mirza ghulam ahmad, tapi kita bisa melihat semua kebenarannya melalui tanda2 yg di beritahukan oleh Allah swt dan Rasulullah saw dalam Alqur’an dan Hadits.

    So jadi siapa yg tidak patuh terhadap Rasulullah saw, saya atau anda!!!

    jawab:
    Masih saja ngeyel. Pada hadits la minhaj anunubuwah tidak ada menyebutkan datangnya kenabian. Coba dijawab deh hadits tsb.

  5. 5 Nabi Lama November 11, 2008 at 6:27 am

    Ralat:
    NY jawaban saya ttg kisra, Khalifatullah sudah saya jawab. Silahkan tanyakan ke moderator, kenapa bisa menghilang.

  6. 6 ny November 11, 2008 at 7:04 am

    ya yg tidak datang lagi itu nabi yg membawa syariat.jelas nabi yg membawa syariat(agama/kitab suci) tidak akan datang lagi.

  7. 7 Ibrahimovic November 12, 2008 at 2:53 pm

    Nabi yang tidak membawa syariat & maupun membawa syariat sudah tidak ada lagi. Jadi kalau ada yang mengaku nabi sudah pasti nabi palsu :mrgreen:

    saya tunggu anda semuanya diskusi di http://www.isnandi.net/2005/08/03/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/

  8. 8 ny November 14, 2008 at 3:42 am

    Quote ibrahimovic: Nabi yang tidak membawa syariat & maupun membawa syariat sudah tidak ada lagi. Jadi kalau ada yang mengaku nabi sudah pasti nabi palsu.

    Coba tunjukan mana dalilnya menurut alqur’an /hadist yg mengatakan bahwa nabi tanpa syariat tidak akan datang lagi.
    tidak boleh dong berbicara sekehendak hati apalagi mengenai masalah kenabian.yg harus di ceritakan berdasarkan Alquran dan hadist.

  9. 9 zaki November 16, 2008 at 3:09 am

    Quote:
    Coba tunjukan mana dalilnya menurut alqur’an /hadist yg mengatakan bahwa nabi tanpa syariat tidak akan datang lagi.
    tidak boleh dong berbicara sekehendak hati apalagi mengenai masalah kenabian.yg harus di ceritakan berdasarkan Alquran dan hadist

    jawab:
    Laa nabiyya ba’di/tidak ada lagi nabi sesudahku. Mana ada hadits tsb menyebut tidak lagi nabi sesudahku yang membawa syariat 😀
    BTW mahdi itu menurut anda bernama siapa?

  10. 10 ny November 18, 2008 at 5:37 am

    Nah sekarang yang menjadi permasalahan banyak orang percaya bahwa tidak akan ada lagi nabi sesudah Nabi Muhammad SAW karena berpegang pada hadits Lan nabiyya ba’dii
    Tidak akan ada lagi nabi sesudahku
    Jawaban; Mahyuddin Ibnu Arabi dalam kitabnya Futuuhatul Makiyyah menuliskan:
    Yang artinya : Inilah arti dari sabda Rasulullah SAW seseungguhnya risalah dan nubuat sudah terputus ,maka tidak ada rasul dan nabi yang datang sesudahku, yang bertentangan dng syariatku,apabila ia datang ia akan dibawah syariatku.
    Rasulullah SAW bersabda :
    Apabila binasa Kisra ( Raja Persia ) maka tidak ada kisra sesudahnya.Dan apabila binasa kaisar ( Raja Roma ), maka tidak ada kaisar sesudahnya.
    H.R Bukhari Muslim, Ahmad dan Tirmidzi dalam kanzul ‘ Ummal,Alauddin Alhindi,Muassasatur Risalah,Beirut,1989,jilid XI,p.368 hadits no 31765
    Maksud hadits ini ialah,tidak akan ada lagi kisra dan kaisar seperti atau semacam kisra dan kaisar di zaman Rasulullah SAW,seperti itu pula dapat dikatakan bahwa nabi nabi akan datang lagi,tetapi tidak seperti Nabi Muhammad SAW, yg membawa agama maupun syariat baru.

    Bukannkah umat muslim pun mengakui akan turunnya nabi Isa di akhir zaman.dan tentunya Nabi Isa yg kita tunggu bukanlah nabi Isa yg di utus Allah swt utk bani Israil melainkan seseorang yg datang dari umat muslim sendiri yg memiliki sifat2 yg sama seperti nabi Isa yg di utus Allah untuk bani israil maka beliau di juluki Isa almasih.
    Laa mahdi ilaa isa” Tidak ada mahdi melainkan isa.
    jadi imam mahdi dan nabi isa yg dijanjikan itu adalah satu orang yg sama dengan 2 gelar dijuluki sebagai imam mahdi dan isa almasih.

  11. 11 nabi_lama November 18, 2008 at 1:30 pm

    Quote ny:
    Mahyuddin Ibnu Arabi dalam kitabnya Futuuhatul Makiyyah menuliskan:
    Yang artinya : Inilah arti dari sabda Rasulullah SAW seseungguhnya risalah dan nubuat sudah terputus ,maka tidak ada rasul dan nabi yang datang sesudahku, yang bertentangan dng syariatku,apabila ia datang ia akan dibawah syariatku.

    jawab:
    Ibnu arabi yang berfaham wahdatul wujud anda jadikan pegangan…capee deh.
    dia bukan Allah & bukan Rsulullah. Jadi untuk apa dijadikan pegangan.

    quote NY:
    Rasulullah SAW bersabda :
    Apabila binasa Kisra ( Raja Persia ) maka tidak ada kisra sesudahnya.Dan apabila binasa kaisar ( Raja Roma ), maka tidak ada kaisar sesudahnya.
    H.R Bukhari Muslim, Ahmad dan Tirmidzi dalam kanzul ‘ Ummal,Alauddin Alhindi,Muassasatur Risalah,Beirut,1989,jilid XI,p.368 hadits no 31765
    Maksud hadits ini ialah,tidak akan ada lagi kisra dan kaisar seperti atau semacam kisra dan kaisar di zaman Rasulullah SAW,seperti itu pula dapat dikatakan bahwa nabi nabi akan datang lagi,tetapi tidak seperti Nabi Muhammad SAW, yg membawa agama maupun syariat baru.

    jawab:
    jawaban anda sdh terjawab di
    http://isnandi.net/2005/08/03/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/#comment-30446

    quote NY:
    Bukannkah umat muslim pun mengakui akan turunnya nabi Isa di akhir zaman.dan tentunya Nabi Isa yg kita tunggu bukanlah nabi Isa yg di utus Allah swt utk bani Israil melainkan seseorang yg datang dari umat muslim sendiri yg memiliki sifat2 yg sama seperti nabi Isa yg di utus Allah untuk bani israil maka beliau di juluki Isa almasih.

    jawab:
    jadi Isa yg turun dan bukan muhammad yg turun atau krishna atau masiodarbahmi. Lalu kenapa anda mengimani Ghulam ahmad? 😀

    quote ny:
    Laa mahdi ilaa isa” Tidak ada mahdi melainkan isa.
    jadi imam mahdi dan nabi isa yg dijanjikan itu adalah satu orang yg sama dengan 2 gelar dijuluki sebagai imam mahdi dan isa almasih.

    jawab:
    menerjemahkan sebuah kalimat saja tidak mampu. Hadits yang anda kutip “tidak ada mahdi” berarti mahdi tidak ada dong 😀
    Lagipula hadits yang anda kutip jug hadits dha’if. sering-sering baca buku deh.
    Lalu hadits ttg mahdi mengimami Isa, shahi atau tidak? apakah itu bukan antara mahdi & Isa pribadinya sdh berbeda 😀

    @d3n
    nabi lama untuk selanjutnya tolong anda ikuti aturan main yang telah saya tetapkan, saya tak ada waktu untuk memoderasi komen2 anda yang masuk ke bulk file.,,,

  12. 12 nnn November 19, 2008 at 2:37 am

    To NY :

    Mas jangan lari kemana2 dulu dong kalau memang mencari kebenaran. Argumen2 anda diatas sudah dibantah di topik sebelah mas… Dari semua hadis tentang turunnya Nabi Isa as, tidak ada satupun keterangan baik itu dari Rasulullah, Sahabatnya, Tabiin maupun imam mahdzab yang menyatakan bahwa yang turun itu adalah seseorang yg memiliki sifat2 yg sama seperti nabi Isa. Pertanyaan saya pun belum anda jawab mengenai hadis ciri2 imam mahdi

  13. 13 ny November 19, 2008 at 5:44 am

    Quote nabi lama:
    Ibnu arabi yang berfaham wahdatul wujud anda jadikan pegangan…capee deh.

    selama ini menurut anda kita itu berdialog berpegang pada apa sih???FATWA?? enggak kan.
    anda bertanya mengenai hadist,alqur’an lalu kami jelaskan hadist riwayat siapa, alqur’an surat apa ayat brp? tapi jawaban anda apa, anda2 selalu mengatakan inilah orang2 ahmadi selalu mengakait kaitkan dengan alqur’an, lalu mengatakan hadistnya dhaif atau apalah.
    Ibnu arabi adalah seorang sufi, ulama2 suci kenamaan arab.
    dan tidak hanya ibnu arabi saja,imam syafii imam ghazali,imam abdul qadir jailani.semua dianggap sesat oleh ulama2 sezamannya.
    saudara nabi lama anda tidak dapat memutar balikan fakta, semua mengenai tanda2 ciri2 turunnya nabi isa dan imam mahdi yang saya sebutkan di komentar2 sebelumnya. memang benar2 terjadi menjadi kenyataan kan.

    memangnya anda berpegang teguh pada ulama, ya syukur kalo ulamanya yang baik.tapi kalau ulama2nya yg jahat seperti apa yang disabdakan nabi Muhammad saw ( Baihaqi mysikat)sejahat2nya manusia di akhir zaman adalah ulama”””

    Ayo!!!!!

  14. 14 Nabi_lama November 19, 2008 at 9:53 am

    Quote aden:
    nabi lama untuk selanjutnya tolong anda ikuti aturan main yang telah saya tetapkan, saya tak ada waktu untuk memoderasi komen2 anda yang masuk ke bulk file.,,,

    jawab:
    Sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya buat aden bila komen saya masuk kebulk file. Harap dimaklumi karena saya didunia maya ini pengetahuan saya masih sangat awam.
    Tolong jelaskan aturarannya den biar jelas dan saya akan mematuhi aturan-aturan anda.
    Jadi mohon maaf ya den

    @d3n

    silahkan anda klik widget “KLIK DISINI SEBELUM MENYAMPAIKAN KOMENTAR” yang ada persis diatas widget: KOMENTAR ANDA

  15. 15 none November 20, 2008 at 3:00 am

    To NY :

    ciri2 dan tanda2nya yang mana bung NY yang sama ? Masalah mendhaifkan hadis itu bukan hanya ulama sekarang saja bung… tetapi juga ulama sebelum MGA lahir pun sudah ada…

    Mereka mendhaifkan hadis bukan berdasarkan hawa nafsu seperti aliran anda, yang memilih2 hadis yang hanya sesuai aqidah anda…

  16. 16 ny November 20, 2008 at 5:36 am

    Quote none:
    Mereka mendhaifkan hadis bukan berdasarkan hawa nafsu seperti aliran anda, yang memilih2 hadis yang hanya sesuai aqidah anda…

    jawab: Coba anda merenung, anda merasa seperti itu tidak, soalnya setiap hadist yg saya sebutkan juga, anda tidak menerimanya, selalu menolak dan mengatakan hadistnya dhaif.
    mengenai salah satu ciri imam mahdi
    saya baca dalam salah satu hadist ( mysikat) :
    bahwa imam mahdi akan berkuasa selama 7 th.
    pasti hadist ini menurut none 7 th disini itu lamanya imam mahdi hidup,padahal bukan demikian,maksud dari angka 7 tersebut adalah imam mahdi akan hidup dan mati didunia ini,dan akan mengemban dan menyempurnakan misinya.angka 7 itu tidak selalu menyatakan jumlah atau lamanya akan tetapi dalam bahasa arab angka 7 itu memiliki arti kesempurnaan sebagai contoh 7 lapis langit, 7 lapis bumi.

    So bagaimana menurut pemikiran none?? pasti anda itu berpikir selama 7 th itu ya tinggal selama 7 th. iya kan…
    berarti kalau begitu none hanya berdasar atas pemikiran none sendiri bukan atas dasar petunjuk dari Allah ta’ala.

  17. 17 nabi_lama November 20, 2008 at 11:59 am

    Quote NY:
    selama ini menurut anda kita itu berdialog berpegang pada apa sih???FATWA?? enggak kan.
    anda bertanya mengenai hadist,alqur’an lalu kami jelaskan hadist riwayat siapa, alqur’an surat apa ayat brp? tapi jawaban anda apa, anda2 selalu mengatakan inilah orang2 ahmadi selalu mengakait kaitkan dengan alqur’an, lalu mengatakan hadistnya dhaif atau apalah.
    Ibnu arabi adalah seorang sufi, ulama2 suci kenamaan arab.
    dan tidak hanya ibnu arabi saja,imam syafii imam ghazali,imam abdul qadir jailani.semua dianggap sesat oleh ulama2 sezamannya.
    saudara nabi lama anda tidak dapat memutar balikan fakta, semua mengenai tanda2 ciri2 turunnya nabi isa dan imam mahdi yang saya sebutkan di komentar2 sebelumnya. memang benar2 terjadi menjadi kenyataan kan.

    jawab:
    saya tidak berpegang pada fatwa tetapi bepegang Al-Qu’ran dan hadits karena itu metode berdalil yg benar

    Quote NY:
    Ibnu arabi adalah seorang sufi, ulama2 suci kenamaan arab.
    dan tidak hanya ibnu arabi saja,imam syafii imam ghazali,imam abdul qadir jailani.semua dianggap sesat oleh ulama2 sezamannya.
    saudara nabi lama anda tidak dapat memutar balikan fakta, semua mengenai tanda2 ciri2 turunnya nabi isa dan imam mahdi yang saya sebutkan di komentar2 sebelumnya. memang benar2 terjadi menjadi kenyataan kan.

    jawab:
    Memang Ibnu arabi itu seorang sufi tetapi seorang sufi yang sesat. Apa anda menerima faham wahdatul wujud? apa ada memang tidak mengerti ttg wahdatul wujud. Jadi menggunakan perkataan ulama sah-sah saja asal sumbernya dari Al-Qur’an dan hadits yg shahih.

    Quote NY:
    memangnya anda berpegang teguh pada ulama, ya syukur kalo ulamanya yang baik.tapi kalau ulama2nya yg jahat seperti apa yang disabdakan nabi Muhammad saw ( Baihaqi mysikat)sejahat2nya manusia di akhir zaman adalah ulama”””

    Ayo!!!!!

    jawab:
    hee…heee mubaligh anda juga termasuk ulama. Karena pengertian ulama adalah orang yang berilmu. Apa anda tidak mengakui mubaligh anda termasuk khalifah anda orang yg berilmu? Kalau tidak mengakui mubaligh & khalifah anda adalah orang yg berilmu kenapa anda mengikutinya pendapatnya :mrgreen:
    Hayooo!!!!!!

  18. 18 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal, Agama millennium ke-3 masehi. November 20, 2008 at 1:05 pm

    Menurut hujjah Allah, hujjah nabi Muhammad saw. hujjah kitab suci-Nya, batas khalifah adalah kiamat yaitu habis gelap terbitlah terang benderang ilmu pangetahuan agama sesuai Al Qiyamah (75) ayat 6-15, Al Baqarah (2) ayat 257, Ibrahim (14) ayat 1,4.
    Yaitu wajib menunggu dan tidak melupakan datangnya Allah menurunkan Hari Takwil Kebenaran KItab sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

  19. 19 ny November 21, 2008 at 5:27 am

    tuh kan enggak salah saya ngomong,saudara yg mengatas namakan nabi lama memang berpegang teguh pada fatwa.
    mengatakan orang lain sesat padahal dirinya yang tersesat.karena telah mendahulukan kehendak Tuhan.seolah olah dirinya paling benar.
    Coba di alqur’an surat apa ayat berapa muslim kami sesat.

    pasti anda tidak tau jawabannya. ya iyalah enggak tau karena berpegang teguh pada fatwa,yg artinya pendapat manusia yg belum tentu benar.

    ayoo!!!

  20. 20 ny November 21, 2008 at 8:29 am

    Quote nabi lama:
    saya tidak berpegang pada fatwa tetapi bepegang Al-Qu’ran dan hadits karena itu metode berdalil yg benar.dan anda juga mengatakan:
    Memang Ibnu arabi itu seorang sufi tetapi seorang sufi yang sesat.

    Jawab saya:Alquran hadist yang mana ya. Di alquran pun tidak ada itu yg menyatakan Ibnu arabi sesat.yg menyatakan ibnu arabi sesat yaitu tuch fatwa ulama2 di zamannya ketika beliau masih hidup.
    jadi bener dong saya bilang anda berpegang teguh pada fatwa.
    Quote nabi lama:
    hee…heee mubaligh anda juga termasuk ulama. Karena pengertian ulama adalah orang yang berilmu. Apa anda tidak mengakui mubaligh anda termasuk khalifah anda orang yg berilmu? Kalau tidak mengakui mubaligh & khalifah anda adalah orang yg berilmu kenapa anda mengikutinya pendapatnya
    Hayooo!!!!!!
    jawab saya: saya kan pernah bilang tidak semua ulama jahat,banyak juga ulama baik yg membimbing di jalan Allah.
    tapi kalau ulamanya yang menebar fitnah ya termasuk ulama jahat dan itu ada hadistnya dan memang hadist tersebut berbuah menjadi kenyataan. jadi anda tidak dapat memutar balikan facta.anda harus mengakui itu.
    Dan mengenai penolakan terhadap utusan2 Allah, itu sudah pasti terjadi karena itu memang sudah menjadi hukum Tuhan.
    Dalam Q.s Yasin: 30 pun kita bisa baca firman Allah:
    Alangkah besarnya penyeselan manusia2 itu,tidak ada seorang nabi pun yang di utus kepada mereka,melainkan mereka selalu memperolok olokannya.
    Jadi dalam sejarah kenabian tak ada seorang nabipun yg di utus Allah langsung begitu saja diterima dengan baik oleh kaumnya.pasti selalu ada penolakan, di olok olok, dihinakan, di dustakan ,bahkan sampai akan dibunuh.

  21. 21 Nabi_Lama November 21, 2008 at 9:47 am

    Quote:
    tuh kan enggak salah saya ngomong,saudara yg mengatas namakan nabi lama memang berpegang teguh pada fatwa.
    mengatakan orang lain sesat padahal dirinya yang tersesat.karena telah mendahulukan kehendak Tuhan.seolah olah dirinya paling benar.
    Coba di alqur’an surat apa ayat berapa muslim kami sesat.

    pasti anda tidak tau jawabannya. ya iyalah enggak tau karena berpegang teguh pada fatwa,yg artinya pendapat manusia yg belum tentu benar.

    ayoo!!!

    jawab:
    Apa iya saya berpegang teguh pada fatwa. Saya berdasarkan Al-qur’an dan hadits. Faham wahdatul wujud sangat bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits.
    Jadi jawab saja, apakah anda menerima faham wahdatul wujud ataukah memang anda tidak mengerti arti wahdatul wujud. 😀
    Gitu aja koq repot

  22. 22 ny November 22, 2008 at 6:17 am

    Kalau memang berdasarkan Alqur’an dan hadist,TUNJUKAN DONG,
    qur’an surat apa ayat berapa>>

    Kalau cuma ngomong doang berdasarkan Alquran dan hadits tanpa menunjukan sumbernya saya juga bisa.
    tapi saya tidak mau ah seperti anda oleh karena itu saya selalu menjelaskan dalil2nya dan sumbernya.
    Tapi yaitu satu sayang anda memang benar2 tak mau mengerti, alias swombong. kalau sudah begini ya sudah itu urusan anda dengan Allah swt. karena Allah ta’ala yang akan menghakimi anda di akhirat nanti.
    Di dunia anda bisa ngeles ini itu, di akhirat nokoment.
    Hiiiii………

  23. 23 Nabi_Lama November 22, 2008 at 11:43 am

    Ny…NY, menjawab wahdatul wujud saja tidak bisa, gitu mau menanyakan Al-Qur’an dan hadits. Bagaimana saya mau menjelaskan Al-Qur’an dan Hadits sedangkan anda sendiri tidak tahu arti wahdatul wujud. 😀
    Saya memberikan dalil laa nabiyya ba’di yang berasal dari perkataan Rasulullah justru anda bantah dengan perkataan manusia dari Ibnu Arabi. Kuat mana perkataan Rasulullah SAW dgn perkataan manusia?
    Apa anda sudah tidak patuh perkataan Easulullah? Apakah sudah benar metode berdalil anda mengutamakan perkataan manusia ketimbang perkataan Rasulullah SAW?

  24. 24 ny November 24, 2008 at 5:40 am

    He..e…e nabi lama nabi lama:
    Quote nabi lama:
    Kuat mana perkataan Rasulullah SAW dgn perkataan manusia?

    Berarti menurut anda Rasulullah saw bukan manusia getuch.
    Rasulullah saw juga seorang manusia kali hanya saja beliau di beri kelebihan oleh Allah swt berupa mukzijat.
    Quote nabi lama:
    Kuat mana perkataan Rasulullah SAW dgn perkataan manusia?
    Apa anda sudah tidak patuh perkataan Easulullah? Apakah sudah benar metode berdalil anda mengutamakan perkataan manusia ketimbang perkataan Rasulullah SAW?

    Anda sendiri berdalil lebih mengutamakan fatwa ketimbang perkataan Rasulullah saw( hadist ), anda juga mengatakan sesat atas dasar apa kalau bukan fatwa, fatwa kan pendapat manusia yang belum tentu benar. So jadi siapa ya yang lebih merujuk kepada wahdatul wujud anda atau saya?? hiiiiiii…….
    Ibnu arabi itu ahli sufi seorang ulama suci, bukan ulama2 jahat yang sebagaimana disabdakan Rasulullah saw.
    geto aja ko repot>.>>> heeeeeee..

  25. 25 Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal, Agama millennium ke-3 masehi. December 7, 2008 at 7:03 am

    1. Khilafah Katolik sejak Simon Petrus 2000 tahun yang lalu sampai sekarang Benediktus XVI terdapat 275 Khilafah.

    2. Khilafah Islam sejak Abubakar, Umar, Usman, Ali adalah 4 (empat) orang kemudian putus selama 1.400 tahun dan tak mungkin dibangun lagi, karena sudah menjadi 73 firqah (seharusnya sudah sampai 100 lebih Khilafah, disilah terbukti bodohnya orang Arab penganut Muhammad saw. sesuai At Taubah (9) ayat 97), masih kalah oleh penganut Isa sebanyak 275 dan Ahmadiyah sebanyak 5 Khilafah.

    3. Khilafah Ahmadiyah Sejak Hakim Nuruddin, Bashiruddin Ahmad, Nasir Ahmadm, Tahir Ahamad, Masoor Ahmad terdapat 5 Khilafah.

    Salamun ‘alaikum daiman fi yaumiddin, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millenium ke-3 masehi.

  26. 26 Nabi_Lama December 10, 2008 at 8:08 am

    Quote NY:
    Berarti menurut anda Rasulullah saw bukan manusia getuch.
    Rasulullah saw juga seorang manusia kali hanya saja beliau di beri kelebihan oleh Allah swt berupa mukzijat

    Jawab:
    Nah itu maksudnya. Ngerti gitu. Anda kan bukan anak kecil yg saya jelaskan secara terperinci.

    Quote NY:
    Anda sendiri berdalil lebih mengutamakan fatwa ketimbang perkataan Rasulullah saw( hadist ), anda juga mengatakan sesat atas dasar apa kalau bukan fatwa, fatwa kan pendapat manusia yang belum tentu benar.

    jawab:
    fatwa siapa yg saya pakai? tolong anda sebutkan?

    Quote NY:
    So jadi siapa ya yang lebih merujuk kepada wahdatul wujud anda atau saya?? hiiiiiii…….

    jawab:
    he…heee kapan saya merujuk wahdatul wujud? justru saya meminta ada sebutkan maksud dari wahdatul wujud. Dari situ kita bisa meihat faham wahdatul wujud sesat atau tidak berdasarkan Al-Qur’an.

    Quote NY:
    Ibnu arabi itu ahli sufi seorang ulama suci, bukan ulama2 jahat yang sebagaimana disabdakan Rasulullah saw.
    geto aja ko repot>.>>> heeeeeee..

    jawab:
    capeee dehhh sebutin deh arti dari “WAHDATUL WUJUD”. Lama sekali anda menjawab pertanyaan tsb. Baru kita mengujinya dengan Al-Qur’an.

    Quote Soegana:
    Khilafah Islam sejak Abubakar, Umar, Usman, Ali adalah 4 (empat) orang kemudian putus selama 1.400 tahun dan tak mungkin dibangun lagi, karena sudah menjadi 73 firqah (seharusnya sudah sampai 100 lebih Khilafah, disilah terbukti bodohnya orang Arab penganut Muhammad saw. sesuai At Taubah (9) ayat 97), masih kalah oleh penganut Isa sebanyak 275 dan Ahmadiyah sebanyak 5 Khilafah.

    jawab:
    pengetahuan anda cetek sekali yg menganggap kekhalifan hanya terbatas 4 saja.

  27. 27 fikri December 11, 2008 at 9:51 am

    Buat NY

    Nabi lama sudah memberikan penilaian sesat thd Ibnu Arabi sudah tepat. Faham wahdatul wujud itu merupakan faham sesat. Anda sendiri ditanyakan oleh nabi lama ttg wahdatul wujud selalu berkelit terus. Bagaimana bisa menyelesaikan suatu masalah sedangkan anda sendiri selalu mengelak dan berkelit ketika faham wahdatul wujud ditanyakan kepada anda. Apa dasarnya anda mengganggap Ibnu Arabi adalah seorang sufi yg suci? coba anda sebutkan faham-faham Ibnu Arabi sehingga anda mengganggap dirinya adalah orang yg suci? Suci mana antara Rasulullah SAW dengan Ibnu Arabi?
    Nabi lamapun memberikan dalil laa nabiyya ba’di lalu anda bantah pula dengan perkataan Ibnu Arabi yg begitu bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits. Ibnu Arabi seorang nabikah sehingga anda menafikan perkataan Rasulullah SAW? Anda lebih memilih patuh perkataan manusia biasa dibandingkan perkataan Rasulullah SAW. Sudah benarkah sikap anda yg menganggap apa yang disampaikan ibnu arabi mutlak pasti benar menurut Al-Qur’an dan hadits.
    Coba anda perlihatkan kepada saya hadits-hadits laa nabiyya ba’di yang menyebutkan tidak ada lagi nabi yang membawa syariat sedangkan nabi yang tidak membawa syariat masih terus berlangsung?

    “………Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS.An Nisa 59)

    “Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasulullah SAW (HR.Muslim)

    Masih kurang jelas NY apa yg tertulis dalam Al-Qur’an dan Hadits tsb? Adakah Allah dan Rasulullah memerintahkan kepada kita untuk mengambil perkataan Manusia biasa dan mengganggap mutlak benar & pasti benar apa yang diucapkan seorang manusia biasa.
    Janganlah anda meniru orang-orang yahudi dan nasrani zaman dahulu.

    “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah”(At Taubah 31)

    Menganggap mutlak benar dan pasti benar perkataan seorang manusia biasa tanpa berlandaskan Al-Qur’an sama halnya menuhankan orang tsb. Sangat jelas penjelasan ayat tsb.

    “Barang siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang siapa yang berpaling dari ketaatan itu, maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (an-Nisaa: 80)

    NY, Patuhlah kepada Rasulullah SAW seperti tertulis dalam ayat tsb.

    Buat Soegana

    Apakah karena Khulafaur Rasyidin hanya sampai 4 saja lantas anda menganggap bangsa arab itu bodoh. Sungguh picik pemikiran anda.
    Anda teliti kembali surat At Taubah 97 yang anda kutip:
    Orang-orang Arab Badwi itu, lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS.At Taubah 97)
    “Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah), sebagi suatu kerugian, dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS.At Taubah 98)
    baca ayat selanjutnya
    “Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS.At Taubah 99)
    Dari ayat tsb tidak semua orang arab seperti yang anda pikirkan. Baca lagi kelanjutan ayatnya.
    “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (At Taubah 100)
    Apakah menurut anda golongan muhajirin dan anshar yang masuk Islam bukan orang arab?
    Untuk mengetahui maksud sebuah ayat janganlah anda memutilasi ayat-ayat yg sebelum dan sesudahnya yang mungkin saja sangat berkaitan sangat erat sekali pengertiannya thd sebuah ayat.
    Bagaimanapula anda bisa membandingkannya Khulafaur Rasyidin dengan ke khalifahan Ahmadiyah.
    Khulafaur Rasyidin mengikuti kenabian Rasulullah SAW yang benar-benar seorang nabi sedangkan kekhalifahan Ahmadiyah mengikuti kenabian Ghulam Ahmad yang anda tahu sendiri Ghulam Ahmad bukanlah seorang nabi.
    “Sebaik-baik manusia adalah orang-orang yang hidup di masaku, kemudian yang mengikuti mereka (tabi’in) kemudian yang mengikuti mereka (tabi’ut tabi’in).” (Muttafaqun alaih)

    “Sebaik-baik umatku adalah pada abadku ini, kemudian yg sesudahnya dan yang sesudahnya. Kemudian sesudah mereka muncul suatu kaum yang memberi kesaksian tetapi bisa dipercaya kesaksiannya. Mereka berkhianat dan tidak dapat diamanati…..”(HR.At Tirmidzi)

    Apa anda masih ngeyel membandingkan khulafaur Rasyidin dengan Kekhalifahan Ahmadiyah. Baca 2 hadits tsb dengan baik. Apakah pantas Ahmadiyah disebut sebaik-baik umat berdasarkan 2 hadits tsb?

  28. 28 Ana December 12, 2008 at 7:54 am

    Quote NY:
    Ibnu arabi itu ahli sufi seorang ulama suci, bukan ulama2 jahat yang sebagaimana disabdakan Rasulullah saw.

    Jawab:
    Buat kamu ada yang lebih suci lagi dari Ibnu Arabi, “Nabi” MGA khan??
    He… he..

  29. 29 fikri December 15, 2008 at 10:16 am

    Quote NY:
    Ibnu arabi itu ahli sufi seorang ulama suci, bukan ulama2 jahat yang sebagaimana disabdakan Rasulullah saw.

    jawab:
    Manusia tidak ada yg suci


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 219,752 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: