Khutbah Khalifah Pada Peresmian Mesjid Khadijah, Berlin

images1

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللّهِ مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلاَّ اللّهَ فَعَسَى أُوْلَـئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ( 9:18) وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللّهَ وَرَسُولَهُ أُوْلَـئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّهُ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (9:71)

Artinya : Sesungguhnya yang meramaikan Masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian dan tetap mendirikan shalat dan membayar zakat serta ia tidak takut kecuali kepada Allah; maka mudah-mudahan mereka itu termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (9:18)

Dan orang-orang mukmin lelaki dan perempuan itu satu sama lain bersahabat. Mereka menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan dan mendirikan shalat dan membayar zakat serta menta’ati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah yang akan dikasihi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (At Taubah -9-: 71)

Segala puji bagi Allah, Yang telah menurunkan setetes dari hujan rahmat dan karunia-Nya kepada Jema’at dalam wujud sebuah Mesjid yang diberi nama Mesjid Khadijah, yaitu masjid pertama yang dibangun dibahagian Timur negeri German terletak dikota Berlin yang menjadi Ibu Kota negeri ini. Kota Berlin mempunyai kedudukan dan kepentingannya tersendiri. Sejarah Jema’at di negeri ini khasnya dikota Berlin dimulai sejak 86 tahun yang silam.

Muballigh-muballigh Ahmadiyah telah datang kenegeri ini semenjak zaman Hazrat Khalifatul Masih II r.a. Beliau-beliau itu telah melaporkan bahwa kehadiran Jema’at Ahmadiyah dinegeri ini merupakan satu keberuntungan bagi Bangsa ini. Mereka mempunyai perhatian dan keinginan cukup besar untuk mengetahui ajaran Islam yang sesungguhnya. Sehingga para muballigh kita mempunyai harapan-harapan besar terhadap penduduk kota ini dan juga terhadap penduduk lainnya dinegeri ini. Saya ceritakan sedikit hal ini supaya diketahui oleh anak-anak dan para pemuda kita serta oleh para Ahmadi yang akan datang yang tinggal dinegeri ini ataupun dinegeri-negeri lainnya. Supaya mereka mempunyai perhatian untuk mendo’akan para Muballighin kita yang sekarang tengah menjalankan tugas dan juga mendo’akan para Muballighin pada permulaan yang telah menjalankan pengkhidmatan dengan penuh semangat dan dengan berbagai macam pengurbanan dinegeri ini. Dan supaya generasi sekarang mengetahui bahwa kegiatan tabligh para Muballigh diwaktu itu sangat erat hubungannya dengan usaha untuk membina mesjid ini.

Pada tahun 1922 Hazrat Khalifatul Masih II r.a. telah memindahkan tugas Muballigh Mubarak Ali Benggali dari London ke Berlin ini. Pada tahun 1923 Hazrat Khalifatul Masih II r.a. telah mengutus Malik Ghulam Farid ke Berlin untuk membantu Maulvi Mubarak Ali Benggali ini. Usaha dan kerja keras Maulvi Mubarak Ali Sahib sangat berhasil, sehingga didalam Khutbah tanggal 2 Februari 1923 Hazrat Khalifatul Masih II r.a. bersabda, bahwa laporan dari Berlin sangat menggembirakan dan memberi harapan dengan berkali-kali mengusulkan agar usaha pembangunan sebuah mesjid beserta sebuah Rumah Missi harus segera dilaksanakan. Bahkan diusulkan agar Yang Mulia Hazrat Khalifatul Masih II r.a. sendiri bersedia datang mengunjungi Berlin. Pada hakikatnya Hazrat Khalifatul Masih II r.a. tidak bermaksud mengunjungi Berlin namun beliau menganggap bahwa untuk segera membangun Mesjid dan Rumah Missi disana merupakan langkah sangat penting agar pengembangan ajaran Islam hakiki dinegara-negara Barat bisa dilaksanakan dengan segera. Untuk itu Hazrat Khalifatul Masih II r.a. segera memerintahkan Muballigh disini untuk membeli sebidang tanah. Maka sebidang tanah seluas dua accre (kurang lebih satu hektar) telahpun dibeli. Dan pada Khutbah itu juga Hazrat Khalifatul Masih II r.a. menganjurkan para anggauta Lajnah Immaillah di Qadian untuk mengumpulkan dana sebanyak 50.000 dalam tempoh 3 bulan untuk membangun Mesjid di Berlin. Diwaktu itu India dan Pakistan masih merupakan sebuah negara, belum terpecah menjadi dua negara. Lajnah Immaillah Qadian telah menyambut seruan Hazrat Khalifatul Masih II r.a. ini secara istimewa dan penuh semangat pengurbanan yang sangat unik dan mengagumkan sekali. Pada era permulaan Jema’at semangat mereka itu merupakan sebuah revolusi yang membangunkan semangat didalam kegiatan Lajnah Immaillah khasnya dalam menyambut pengurbanan ini. Semangat pengurbanan seperti itu biasa timbul pada awal permulaan suatu Jema’at Ilahi. Dengan karunia Allah swt semangat berkorban yang muncul pada waktu itu sampai sekarang pun terus berjalan. Pada waktu itu banyak para anggauta Lajnah Immaillah yang menyerahkan wang kontan (cash) dan perhiasan mereka.kepada Hazrat Khalifatul Masih II r.a. Pada hari pertama saja telah terkumpul sejumlah wang dan perjanjian sebanyak 8000. Dan dalam tempoh dua bulan telah tercatat perjanjian 45.000 disamping telah diterima wang cash juga sebanyak 20.000 rupees.

Dan disebabkan timbulnya kemungkinan perbelanjaan akan meningkat maka Hazrat Khalifatul Masih II r.a. memperpanjang masa perjanjian pengumpulan dana itu dan meningkatkan targetnya menjadi 70.000. Pada akhirnya para anggauta Lajnah Immaillah telah mengumpulkan wang sebanyak 72.000. Pada tanggal 25 August 1923 peletakan batu pertama Mesjid di Berlin telah dilakukan yang dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri German disamping banyak sekali para petinggi negara yang hadir dan peristiwa yang bersejarah itupun diliput oleh para wartawan surat khabar dan media lainnya. Jumlah para tetamu yang hadir pada waktu itu sebanyak 400 orang sedangkan jumlah para anggauta Jema’at pada waktu itu baru empat orang saja. Demikianlah semangat perjuangan para Muballigh Jema’at dimasa itu untuk menjalin hubungan dengan para pejabat tinggi negara yang cukup luas, sehingga banyak dari antara mereka itu datang menghadiri peristiwa peletakan batu pertama Mesjid ini.

Peletakan batu pertama Mesjid ini sudah dilakukan, namun keadaan ekonomi pada waktu itu sangat suram sekali dan krisis ekonomi atau resessi juga tengah berlaku dan gejala perang dunia ke-2 sudah mulai nampak memanas. Biaya pembangunan mesjidpun semakin meningkat sehingga yang mula-mula biaya pembangunan diperkirakan hanya 50.000, tiba-tiba meningkat menjadi 150.000 sehingga berada diluar kemampuan Jema’at. Dan Hazrat Khalifatul Masih II r.a. fikir untuk menghadapi pembangunan dua buah Mesjid, satu di London dan satu lagi di Berlin akan menghadapi kesulitan. Disebabkan situasi di German semakin kritis dan sangat sulit sekali maka terpaksa Jema’at di German ditutup untuk sementara waktu dan dana pembangunan Mesjid di Berlin akhirnya dikirimkan ke London. Dengan karunia Allah swt pada tahun 1924 Masjid Fazal di London telah dibangun dengan menggunakan dana tersebut.

Pada tahun 1948 Sheikh Nasir Ahmad Sahib datang ke Hamburg dan Jema’at disana mulai dibina kembali. Pada waktu itu dengan karunia Allah swt situasi dunia sudah berubah dan keadaan keuangan Jema’atpun sudah sangat membaik sekali. Pada zaman itu perjalanan dari India ke German dilakukan dengan menaiki kapal laut. Hazrat Maulvi Ghulam Farid menempuh perjalanan dengan kapal laut sampai di Berlin, German selama 22 hari. Beliau inilah yang telah menterjemahkan Al Qur’an kedalam Bahasa Inggeris dengan Tafsir singkat. Tafsir Al Qur’an lima jilid didalam Bahasa Inggeris-pun beliau yang telah menyusunnya, sekalipun pada waktu itu sebuah committee (panitya) sudahpun dibentuk, namun yang paling banyak melaksanakan penyusunannya adalah beliau sendiri. Beliau juga telah menyusun sebuah kamus untuk mencari kata-kata sukar didalam Al Qur’an dan pada tahun yang lepas telah dicetak untuk pertama kali. Beliau adalah sahabat Hazrat Masih Mau’ud a.s. Maulvi Mubarak Ali Sahib telah bai’at masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah melalui tabligh beliau. Pada tahun 1917 ketika Hazrat Khalifatul Masih II r.a. mencanangkan Gerakan Waqaf Zindegi (waqaf diri) Maulvi Sahib adalah salah seorang dari antara 63 orang para Waqifin Zindegi yang telah menyerahkan nama beliau kepada Hazrat Khalifatul Masih II r.a. Dan pada tahun 1969 beliau wafat di Bangladesh.

Disebabkan situasi yang tidak memungkinkan pada waktu itu Mesjid di Berlin tidak bisa dibangun. Namun pengurbanan Lajnah Immaillah India tidak dibiarkan sia-sia dan dengan pengurbanan mereka itu sebuah mesjid di London bernama Fadzl Mosque telahpun dibangun dengan dana yang telah dikumpulkan oleh Lajnah Immaillah India itu. Meskipun pembangunan Mesjid di Berlin tidak dapat dilaksanakan pada waktu itu namun semangat pengurbanan para anggauta Lajnah Immaillah India pada waktu itu sungguh murni dan do’a-do’a mereka-pun sungguh ikhlas sehingga bagi pembangunan Mesjid Berlin sekarang ini-pun tentu tidak sedikit dari antara anak keturunan mereka itu yang mengambil bagian. Semangat dedikasi dan keikhlasan mereka dapat kita saksikan pada sa’at ini di kalangan Lajnah Immaillah. Untuk pembangunan Mesjid Berlin sekarang ini Lajnah Immaillah telah-pun mengumpulkan dana sebanyak 1.7 juta Euro, diantaranya 400.000 Euro sumbangan dari Lajnah Immaillah U.K. Jika dana ini dikira atau dihitung dengan wang Rupees Pakistan akan menjadi 190 juta Rupees. Mesjid telah dibangun diatas tanah satu Accre (1 acre = hampir setengah hektar atau 4047 M2). Sekalipun terdapat bermacam kesulitan dan hambatan namun Menara Mesjid ini telah diizinkan untuk dibangun setinggi 13 Meter. Mesjid memiliki dua buah hall (dewan). Sebuah flat yang mempunyai 4 bilik (kamar), guest house terdiri dari sebuah bilik (kamar), perpustakaan dan conference hall. Telah dibuat rencana untuk membangun sebuah taman bagi tempat main kanak-kanak dan tempat untuk letak keretapun (parkir mobil) telah dibangun.

Sebagaimana kita ketahui bahwa disini terdapat banyak perlawanan. Akan tetapi para penentang pembangunan Mesjid ini semakin lama semakin berkurang dan insya Allah perlawanan akan behenti apabila pesan-pesan perdamaian akan mulai tersebar kepada masyarakat dari tempat ini.

Huzur bersabda: Sangat mengherankan bahwa krisis ekonomi dan masa resessi sekarang telah berulang kembali seperti telah terjadi pada tahun 1923 sehingga pembangunan Mesjid Berlin pada waktu itu dibatalkan. Bagaimanapun Allah swt telah menghendaki untuk menurunkan karunia-Nya kepada Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. ini agar pembangunan Mesjid bisa dilaksanakan sebelum berlakunya krisis ekonomi yang tengah melanda dunia sekarang. Dan dengan karunia Allah swt sekarang pembangunan mesjid ini telah mengalami kesempurnaan. Sekalipun keadaan ekonomi sangat suram dan harga bahan-bahan bangunan semuanya sudah meningkat menjadi sangat mahal namun para Ahmadi telah mengurbankan harta mereka dengan penuh semangat. Dan diharapkan semoga Allah swt akan memberkati pengurbanan harta mereka itu dengan berkali lipat ganda.

Seorang telah memberitahu Huzur bahwa seorang petugas tax (pajak) tidak percaya kepada kenyataan bahwa perbelanjaan rumah-tangga orang-orang Ahmadi jauh lebih kecil dari pada pembayaran chandah yang mereka berikan kepada Jema’at. Begitulah semangat dan keikhlasan para Ahmadi didalam membelanjakan harta mereka. Mereka telah mengurangi perbelanjaan rumah-tangga sendiri dan meningkatkan pengurbanan mereka demi kepentingan agama sehingga keikhlasan mereka itu menjadi sarana untuk menarik karunia Allah swt. Hal itu menjadi kewajiban setiap orang Ahmadi untuk mempertahankan semangat seperti itu dan untuk menimbulkan banyak rasa syukur kepada Allah swt. Memang orang-orang mukmin sejati tidak akan membiarkan semangat seperti itu lenyap dari fikiran mereka dan tidak pula mereka mempunyai rasa bangga atas semangat dan keikhlasan yang telah mereka tunjukkan itu. Jadi hal itu semua semata-mata karunia Allah swt yang telah turun kepada anda semua. Anda semua yang hadir disini atau saudara-saudara dimanapun berada harus meningkatkan rasa syukur dan lebih merundukkan kepala dihadapan Allah swt. Kita semua harus menghargai semangat pengurbanan mereka demi terwujudnya Mesjid ini dan kita harus berusaha menanamkan semangat ini kepada generasi atau kepada anak-anak keturunan kita.

Para wanita Ahmadi harus mengambil perhatian secara khas bahwa pengurbanan yang telah mereka lakukan ini akan mendatangkan faedah yang sebesar-besarnya apabila mereka itu berusaha untuk mengambil barkat dari hasil pengurbanan mereka ini. Dan usaha mereka itu akan berhasil apabila mereka berusaha mendidik anak-nak mereka sesuai dengan perintah Allah swt sehingga mereka mempunyai hubungan yang erat dengan mesjid. Huzurpun telah mengingatkan kaum lelaki bahwa kaum perempuan yang telah berbuat baik atas anda semua dengan pembangunan mesjid ini anda semua berkewajiban untuk memenuhi tuntutan mesjid ini dengan meramaikannya setiap waktu untuk beribadah kepada Allah swt. Dengan telah dibangunnya mesjid ini oleh pihak kaum wanita membawa pesan kepada kaum lelaki bahwa mereka harus rajin beribadah kepada Allah swt didalamnya. Jika kaum lelaki berhasil memenuhi tuntutan mesjid ini maka kaum wanita akan segera membangun mesjid-mesjid lagi ditempat lain.

Huzur bersabda bahwa tuntutan seperti ini serupa dengan tuntutan dari kaum perempuan di Canada. Disana juga telah dibangun sebuah mesjid dengan biaya lebih dari satu juta dollar. Dimana-mana sudah nampak dengan jelas semangat pengurbanan harta untuk membangun mesjid. Memang kaum lelakilah yang berkewajiban datang di mesjid untuk meramaikan orang-orang beribadah kepada Tuhan. Adapun kaum wanita jika hati mereka ingin datang kemesjid pasti mereka datang pada hari Jum’at. Jika ada halangan tentu mereka tidak akan datang.

Pengurbanan yang telah dilakukan oleh kaum perempuan untuk membangun mesjid merupakan bukti nyata bahwa mereka telah membangun dengan hati yang penuh ikhlas dan semata-mata untuk meraih keridhaan Allah swt. Semoga pengurbanan yang telah dilakukan oleh kaum perempuan ini betul-betul satu kenyataan yang kongkrit untuk meraih keridhaan Allah swt bukan hanya sekedar harapan, sehingga akan memberi kesan nyata kepada anak keturunan mereka dan membawa semangat terhadap kaum lelaki mereka untuk memenuhi tuntutan mesjid yang telah mereka bina.

Ayat Al Qur’an yang telah ditilawatkan sebelumnya artinya sebagai berikut :

Sesungguhnya yang meramaikan Masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian dan tetap mendirikan shalat dan membayar zakat serta ia tidak takut kecuali kepada Allah; maka mudah-mudahan mereka itu termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk-Dan orang-orang mukmin lelaki dan perempuan itu satu sama lain bersahabat. Mereka menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan dan mendirikan shalat dan membayar zakat serta menta’ati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah yang akan dikasihi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (At Taubah-9- :18, 71)

Huzur bersabda bahwa setelah membangun mesjid ini kewajiban fihak kaum lelaki dan fihak kaum perempuan harus memperhatikan kepada perkara yang sangat penting sekali yaitu menanamkan kecintaan didalam hati anak-anak untuk mengikat hubungan erat dengan mesjid. Selain diri sendiri, anak-anak juga harus mengadakan hubungan erat dengan mesjid. Sebab perkara itulah yang menjadi tanda bagi orang-orang yang sungguh-sungguh beriman kepada Allah swt dan kepada Hari Akhirat. Apabila kita memeriksa keadaan iman kita, sampai dimana kedudukan iman kita kepada Allah swt, pasti kita akan merasa gentar, apakah iman kita ini patut diterima oleh Allah swt atau tidak ? Apakah kita sudah termasuk golongan orang-orang yang beriman yang sejati atau belum?

Sungguh !! Kita ini termasuk orang-orang yang bernasib baik dan sangat beruntung karena kita telah mendapat taufiq untuk beriman dan bai’at kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Beliau telah memberi bimbingan dan petunjuk jalan bagi setiap langkah kita. Beliau telah memberi banyak sekali bimbingan dengan berbagai macam dalil-dalil agar kita tetap berada diatas jalan yang lurus dan agar kita menjadi orang-orang mukmin yang sesungguhnya. Disatu tempat beliau bersabda: “ Orang-orang mukmin adalah mereka yang membuktikan iman dengan amal perbuatan baik mereka. Dan iman itu tertulis didalam hati mereka. Mereka yang mendahulukan perkara-perkara yang bisa meraih kecintaan dan keridhaan Allah swt diatas benda-benda lainnya. Mereka berusaha menjalani taqwa yang sehalus-halusnya dan melampaui jalan yang sempit sekalipun demi kecintaan Allah swt. Dan mereka asyik didalam mencintai Allah swt. Dan setiap benda seperti patung yang menghalangi jalan kepada Allah swt, apakah ianya berupa keadaan akhlaq ataukah berupa amal kefasiqan atau berupa kelalaian dan kemalasan semua dijauhkan dari ingatannya.” Itulah iman yang akan membuat kita orang beriman yang sempurna. Jika terdapat sedikit saja kekurangan didalam akhlaq kita, Hazrat Masih Mau’ud a.s menginginkan supaya kita berusaha menjauhkannya, sebab hal itu akan membawa kelemahan iman kita. Jika setiap perkataan dan setiap amal perbuatan kita dilakukan demi meraih keridhaan Allah swt, maka kita bisa berharap bahwa Allah swt dengan karunia-Nya akan menjauhkan kelemahan-kelemahan kita. Dan perkara itulah yang bisa menimbulkan kekuatan didalam iman kita.

Pada suatu waktu bisa saja terjadi seseorang tanpa disengaja berbuat lalai dan berbuat kemalasan didalam beribadah dan berbuat sesuatu yang tidak disenangi oleh Allah swt. Jika perbuatan seperti itu berlangsung secara berterusan bahkan semakin lalai dan tidak berusaha memenuhi tuntutan keimanan maka keimanannya akan semakin lamah dan hancur sehingga akhirnya ia akan menjadi orang musyrik. Tentang mana Allah swt memperingatkan dengan keras bahwa semua kewajiban itu harus kamu penuhi sebab hal itu merupakan kewajiban kamu yang tidak boleh ditinggalkan. Jika manusia tidak memenuhi kewajiban-kewajibannya itu disebabkan kemalasan dan kelalaiannya maka lambat-laun akan melemahkan imannya bahkan akhirnya akan membawanya kearah kemusyrikan. Maka setiap orang Ahmadi harus memeriksa dirinya setiap waktu sampai dimana ianya telah memenuhi hak-hak kewajibannya.

Didalam ayat yang telah saya tilawatkan itu terdapat firman-Nya: orang yang beriman kepada Allah secara kamil dan beriman kepada Hari Akhir juga. Berkenaan dengan iman kepada Hari Akhir ini Hazrat Masih Mau’ud bersabda: Pada hari ini timbul fikiran didalam benak saya, beriman kepada wahyu Al Qur’an dan kepada wahyu sebelumnya tercantum didalam Al Qur’an. Mengapa beriman kepada wahyu yang turun kepada kami tidak disebutkan? Maka tiba-tiba turun isyarah berupa ilham didalam hati saya ayat berikut ini:

” والَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Didalam ayat ini disebutkan tiga macam wahyu, yaitu :

إِلَيْكَ بِمَا أُنزِلَ adalah wahyu Al Qur’an, وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ adalah

wahyu yang turun kepada para Nabi terdahulu dan وَبِالآخِرَةِ adalah wahyu yang turun kepada Al Masih Al Mau’ud Akhir Zaman. Akhirah artinya yang akan datang atau akan turun kemudian.” Apa yang dimaksud dengan akan datang kemudian ? Yaituwahyu-wahyu Ilahi yang akan turun setelah wahyu-wahyu Al Qur’an, sebab sebelumnya, didalam ayat ini telah disebut tentang wahyu-wahyu.” Memang akhirat juga artinya Hari Akhirat, akan tetapi apa yang telah dijelaskan oleh Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah terbukti kebenaran dan kenyataannya dengan sangat jelas.

Pada zaman ini banyak sekali mesjid-mesjid telah dan sedang dibangun. Akan tetapi Masjid-masjid yang hakiki yang akan ramai dikunjungi oleh orang-orang beribadah kepada Tuhan adalah Masjid yang diramaikan dan dibangun oleh orang-orang yang beriman kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Sebab yang sungguh-sungguh memberi bimbingan kepada manusia terhadap iman yang hakiki adalah Hazrat Masih Mau’ud a.s. Dan Hazrat Masih Mau’ud a.s pulalah yang sungguh-sungguh telah mengikat hubungan sejati antara manusia dengan Allah swt dan dengan Hazrat Rasulullah saw.

Apabila Jema’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah menjadi pelaksana untuk membangun dan meramaikan Masjid-masjid pada zaman ini, maka timbul pula rasa takut didalam hati apakah setelah beriman kepada beliau kita benar-benar telah menuanikan kewajiban itu semua sebagaimana mestinya?

Didalam ayat itu Allah swt memerintahkan untuk mendirikan shalat. Keindahan mesjid adalah apabila mesjid itu selalu ramai dengan orang-orang yang beribadah kepada Allah swt lima kali setiap hari. Masyarakat disini membangkitkan pertanyaan sebagai rasa keberatan, mengapa Masjid begitu besar telah dibangun sedangkan orang-orang Ahmadiyah disekitar mesjid ini hanya sedikit saja jumlahnya? Huzur bersabda : “ Keberatan ini bisa terjawab apabila orang-orang Ahmadi giat menunaikan shalat lima waktu dimesjid ini dan berusaha untuk meramaikannya.

Huzur bersabda, didalam ayat tersebut diatas disebutkan juga tentang kewajiban membayar zakat atau pengurbanan. Orang-orang disini merasa hairan bahwa kita membangun mesjid ini dengan memungut derma atau pengurbanan harta. Bahkan didalam Surat Khabar juga telah dimuat berita bahwa mesjid ini dibangun dengan dana sumbangan kaum perempuan Ahmadiyah. Didalam memberi pengurbanan orang-orang mukmin berpegang kepada keyakinan yang sangat kuat kepada Allah swt, berbeda dengan orang-orang yang membelanjakan wang mereka dengan sistim interest atau bunga wang. Orang-orang mukmin mengerjakan segala sesuatu atas dasar semangat cinta dan disertai rasa takut kepada Allah swt dan mereka yakin kepada janji-janji Allah swt, barangsiapa yang membelanjakan hartanya dijalan Allah swt maka Dia akan membalasnya sampai ratusan kali lipat ganda sesuai dengan janji-Nya. Diberbagai negara didunia terdapat banyak contoh, apabila orang-orang Ahmadi menyerahkan pengurbanan karena Allah swt mereka betul-betul memenuhi janji mereka dengan semangat untuk mengurbankan jiwa, harta dan kehormatan mereka. Mereka mampu berbuat demikian sebab mereka telah mendapat banyak bimbingan dari Hazrat Masih Mau’ud a.s. setelah mereka beriman dan bai’at kepada beliau a.s.

Didalam Surah At Taubah ayat 71 tersebut diatas Allah swt telah menjelaskan tentang orang-orang mukmin lelaki dan perempuan itu satu sama lain bersahabat. Persahabatan ini bukan yang pada umumnya orang lelaki bersahabat dengan perempuan yang bebas tanpa pardah dan menjalin hubungan dengan bebas, akan tetapi ianya persahabatan yang terikat oleh kesucian masing-masing dan mempertingkatkan pengurbanan satu sama lain. Hubungan persahabatan ini akan tumbuh apabila rasa dendam timbul diantara mereka segera dilenyapkan, dan setiap orang bertekad untuk berusaha melakukan setiap kebaikan walaupun sekecil apapun dan menunjukkan teladan yang tinggi dalam membina persahabatan antara sesama orang Ahmadi.

Setiap orang Ahmadi harus melakukan Jihad untuk menghapus prasangka buruk terhadap orang lain. Banyak kerusuhan dan pertengkaran terjadi disebabkan perbuatan sangka buruk terhadap orang lain. Kita harus meningkatkan usaha untuk selalu berkata baik dan jujur, dan berusaha menjadikan diri kita berbeda dengan yang lain dalam berkata baik dan jujur itu. Rasa syukur kita harus demikian tinggi sehingga setiap waktu membawa khabar suka akan turunnya barkat dan rahmat dari Allah swt. Saling mema’afkan dan kesabaran harus menjadi ciri khas hidup kita sehari-hari. Mutu keadilan dan tenggang rasa kita didalam segala urusan harus betul-betul tinggi melampaui garis amal kebaikan dan ihsan sehingga menjangkau martabat amal seperti yang dilakukan terhadap kaum kerabat sendiri. Dan akhirnya menjadi pengkhidmat yang sangat ikhlas terhadap sesama manusia tanpa pamrih. Menta’ati janji harus menjadi ciri khas dan menjadi identitas kita sebagai orang Ahmadi, sebab dengan cara demikian akan memperluas persahabatan dengan masyarakat luas, sehingga duniapun sambil menutup mata percaya sepenuhnya terhadap kita. Menjaga kehormatan dan kemulian orang lain harus menjadi perhatian kita setiap sa’at. Perkuatlah kebiasaan menundukkan pandangan mata antara lelaki dan perempuan. Semua perlakuan tersebut harus menjadi bagian hidup sehari-hari setiap orang Ahmadi. Para wanita Ahmadi harus mematuhi sepenuhnya penggunaan pardah dan harus sadar betul untuk memakai pakaian yang sopan. Setiap waktu harus memperhatikan hak-hak jiran (tetangga). Dan jiran bukan hanya sekedar orang yang tinggal berdekatan rumah satu dengan yang lain. Teman seperjalanan, teman sepekerjaan dan juga teman didalam Jema’at adalah merupakan jiran kita juga semuanya.

Jika semua kelemahan akhlaq dapat dijauhkan dan dihindari sebaik-baiknya maka kita akan menjadi orang-orang yang telah memenuhi hak-hak kewajiban kita dan kita patut disebut orang-orang mukmin yang sejati dan yang beramal saleh. Di dalam ayat itu disebutkan juga perintah menunaikan salat bahkan perintah membayar zakat juga, yang telah dijelaskan sebelumnya. Didalam ayat ini dijelaskan tentang keistimewaan orang-orang mukmin, sebagai sahabat antara sesama manusia, menunaikan hak-hak antara sesama mereka sebagai sahabat. Jema’at merupakan sebuah badan yang kokoh-kuat, ianya menyuruh manusia untuk berbuat baik dan melarang melakukan perbuatan yang buruk. Didalam Al Qur’an Surah Ali Imran ayat 111 Allah swt berfirman:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ

Artinya: Kamu adalah ummat terbaik, dibangkitkan demi kebaikan ummat manusia; kamu menyuruh berbuat kebaikan dan melarang berbuat keburukan dan beriman kepada Allah swt.

Allah swt telah menjadikan kamu ummat yang terbaik, oleh sebab itu kewajiban kamu adalah, untuk melakukan hanya amal perbuatan yang baik yang membawa manusia kepada kebaikan. Sekali-kali jangan mendekati perbuatan yang dilarang dan tidak disukai oleh Allah swt. Barulah bai’at kepada Hazrat Imam Zaman akan membawa faedah bagi kamu, dan juga pembangunan rumah-rumah ibadah yang kamu lakukan akan membawa faedah bagi kamu.

Bagi orang-orang Ahmadi keturunan, mereka telah memperoleh banyak karunia dan rahmat dari Allah swt berkat keta’atan dan kepatuhan orang-orang tua mereka yang telah bai’at sebelumnya. Setiap karunia dan rahmat Allah swt yang kita terima harus menggugah ingatan kepada kebaikan dan keikhlasan orang tua kita yang telah menerima dan masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah dan mereka telah memberi tarbiyyat sangat baik kepada kita sehingga kita sekarang tinggal memetik dan meni’mati buahnya. Kita harus memanjatkan do’a sebanyak-banyaknya bagi beliau-beliau itu semoga Allah swt terus meningkatkan martabat yang luhur didalam Surga-Nya.

Didalam ayat itu akhirnya Allah swt berfirman, barang siapa yang patuh ta’at kepada perintah-Nya itu semua, mereka akan berhasil meraih kasih sayang Allah swt. Dan Allah swt akan mengasihani mereka secara berterusan. Semoga kita juga semua mendapat rahmat dan kasih sayang Allah swt secara berterusan. Semoga Dia memberi taufiq kepada kita semua untuk memenuhi hak-hak kewajiban mesjid ini. Kita semua harus mengambil faedah sebesar-besarnya dari perhatian masyarakat dan dari Media yang telah meliput semua peristiwa peresmian mesjid ini yang sangat mengharapkan kebaikan dari kehadiran mesjid di daerah ini. Kita semua harus mampu memenuhi harapan-harapan baik mereka dari kita semua.

Berusahalah selalu untuk meraih barkat dari pada nikmat Allah swt yang berupa sebuah Mesjid ini. Kita akan dapat memperoleh berkat-berkat itu apabila kita menjadi contoh bagi yang lain didalam ibadah-ibadah kita dan didalam amal saleh kita. Dan berusahalah untuk menerapkan hukum-hukum Allah swt disepanjang kehidupan kita. Dan berusahalah menanamkan kecintaan terhadap Islam didalam hati anak-anak keturunan kita, sehingga mereka menjadi orang-orang yang benar-benar patuh-ta’at kepada Allah swt dan Rasul-Nya saw.

Untuk itu semua semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita sekalian, Aamiiin !!!

Alih bahasa Hasan Basri

0 Responses to “Khutbah Khalifah Pada Peresmian Mesjid Khadijah, Berlin”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 258,667 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: