Penampakan sifat Halim pada pribadi Rasulullah saw

KhalifahTelah difirmankan bahwa ciri khas orang-orang beriman adalah mereka yang banyak menyerap sifat-sifat Allah SWT pada diri mereka. Dan Allah SWT menganugerahkan banyak sekali sifat-sifat-Nya kepada para nabi-Nya. Hal itu supaya beliau-beliau itu berhasil dalam memperbaiki umat manusia dan menjadi contoh tauladan bagi mereka. Dan Nabi yang paling banyak menerima anugerah sifat-sifat Ilahi dari Allah SWT adalah Nabi Muhammad saw sehingga beliau saw menjadi contoh paling mulia bagi ummat manusia di seluruh dunia untuk sepanjang zaman.

Akan tetapi, sekalipun betapa cemerlangnya sifat-sifat Allah SWT telah mewarnai wujud beliau saw namun orang-orang yang tidak simpati bahkan memusuhi beliau saw dan memusuhi Agama Islam tidak dapat melihat keadaan beliau saw yang cemerlang dengan sifat-sifat Ilahi itu.

Diterangkan beberapa riwayat tentang sifat-sifat Allah SWT yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw di hadapan para sahabat bahkan di hadapan kaum musyrik Mekkah ketika itu. Pada suatu hari seorang utusan dari suatu daerah telah datang kepada Rasulullah saw dan dia berulang kali menarik-narik jubah beliau sampai janggut beliau yang beberkat itupun dipegang-pegangnya, sehingga menimbulkan kemarahan para sahabat yang menyaksikan pada waktu itu khususnya Hadhrat Umar ra. Karena sangat marahnya, Hadhrat Umar ra berkali-kali telah menghunus pedang hendak memukul utusan itu. Namun Hadhrat Rasulullah saw menahan Hadhrat Umar ra supaya jangan membalas perbuatan kasar orang itu. Sehingga Hadhrat Umar ra berkata : “Ya Rasulullah! Orang ini sangat tidak sopan terhadap engkau, saya hendak memukul kepalanya dengan pedang ini!” Namun sesungguhnya Hadhrat Rasulullah saw sangat sabar dan sangat berbaik hati dalam menyikapi orang yang telah berbuat tidak sopan dan kasar itu kepada beliau. Sambil senyum, Rasulullah saw melarang Hadhrat Umar ra untuk tidak membalas perbuatan kasar orang itu.

baitul-futuhDidalam sebuah riwayat lain lagi, dikatakan bahwa Zaid Bin Sun’ah seorang Alim Yahudi yang berpengetahuan tinggi datang dari Madinah kepada Rasulullah saw. Kisah ini Zaid Bin Sun’ah sendiri menceritakannya, katanya : “Ketika saya berjumpa dengan Hadhrat Muhammad Rasulullah saw, saya melihat semua keindahan akhlaq dan sifat-sifat luhur beliau kecuali dua hal (dua sifat) beliau yang belum terlihat oleh saya. Pertama sifat hilm yang mengalahkan dan menguasai kemarahan. Kedua, betapa kerasnya seorang diperlakukan tidak sopan dan kasar oleh orang lain namun sifat sabar dan kasih sayang-nya semakin nampak cemerlang. Saya ingin sekali menyaksikan kedua sifat ini pada diri beliau. Sambil duduk dekat beliau saw, saya ingin mempergunakan kesempatan untuk menyaksikan kedua sifat itu pada diri beliau saw. Saya betuL-betul ingin mengetahui apakah ada atau tidak ada sifat ini pada diri beliau saw seperti telah disebutkan didalam nubuatan yang peRNah saya ketahui.”

Pada suatu hari ketika sedang duduk-duduk dengan beliau saw datanglah seorang dusun (kampung) mengendarai seekor unta menghadap Rasulullah saw lalu ia berkata: “Ya Rasulullah! Kampung kami sudah masuk Islam semuanya. Sebelum masuk Islam, saya katakan kepada mereka “jika kalian masuk Islam, kalian akan mendapat rizki banyak sekali dari AllahSWT. Kebetulan kampung itu sekarang sedang dilanda kelaparan karena kekeringan sudah lama tidak turun hujan. Saya takut sekali jangan-jangan mereka ini masuk Islam betul-betul mengharapkan turunnya rezki yang banyak dari Allah SWT Saya takut mereka akan mendapat pertolongan dari orang lain, lalu mereka meninggalkan Islam. Sebab mereka masuk Islam mungkin untuk mendapatkan rizki yang banyak itu dari AllahSWT. Ya Rasulullah! Kami mohon agar mereka itu dibantu supaya mereka tetap berpegang pada keimanan mereka dan jangan lari dari Islam.”

Waktu itu Hadhrat Ali ra pun sedang duduk bersama Hadhrat Rasulullah saw Lalu beliau saw bertanya kepada Hadhrat Ali r.a. “Hai Ali! Apa permohonan orang ini bisa dipenuhi?” Hadhrat Ali menjawab : “Wahai Rasulullah! Kami sedang tidak mempunyai apa apa, kita tidak bisa memberi bantuan apa-apa kepada mereka”. Zaid Bin Sun’a berkata kepada Rasulullah saw, “Hai Muhammad! Jika kebun kurma milik si Fulan itu diberikan kepada saya sebagai jaminan sewa dan ditetapkan waktunya untuk dibayar, saya bisa memberi bantuan kepada kampung orang ini”. Maka Hadhrat Rasulullah saw bersabda kepada saya (Zaid Bin Sun’a) : “Hai Yahudi! Kurma yang telah ditetapkan sebelumnya itu boleh saja diberikan, namun syarat yang engkau sebutkan itu tidak bisa dikabulkan bahwa kurma itu harus diambil dari kebun si Fulan!”. Mendengar jawaban dari Hadhrat Rasulullah saw ini, Zaidpun setuju. Lalu ia membuka pundi-pundi berisi uang dan memberikan sejumlah uang nya kepada Rasulullah saw sambil berkata: “Uang ini harus dikembalikan pada waktu yang telah ditetapkan menurut perjanjian sebelumnya.” Maka uang itu diambil oleh Hadhrat Rasulullah saw dan diberikan kepada orang kampung itu untuk dibagikan kepada orang-orang kampung yang sedang ditimpa kelaparan.

Zaid bin Sun’a selanjutnya mengatakan : Beberapa hari sebelum kurma itu diambil dari kebun, saya sudah datang untuk menagih hutang itu kepada Rasulullah saw. Saya tarik kain serta jubah beliau saw sambil berkata : “Hai Muhammad! Apakah hak saya mau dibayar atau tidak? Demi Allah saya tahu betul keadaan kakek engkau Abdul Muthalib yang sangat kikir; Ia selalu mengundur-undur perjanjian dalam urusan hutang. Dan saya juga tahu tentang engkau hai Muhammad! engkau sentiasa melambat-Iambatkan janji!” Hadhrat Umar ra yang sedang duduk di dekat Rasulullah saw sangat marah dan tidak tahan mendengar penghinaan ini, dan berkata sambil marah kepada saya (Zaid Bin Sun’a), katanya: “Hai musuh Allah! Mengapa engkau berani berkata sangat kasar dan tidak sopan kepada seorang Rasul Allah? Demi Allah jika aku tidak takut kepada beliau saw sudah aku pukul kepala engkau dengan pedangku ini.”

Walaupun suasana sangat tegang akan tetapi Hadhrat Rasulullah saw menghadapi suasana itu dengan sabar dan tenang, kemudian berkata sambil senyum kepada Hadhrat Umar ra: “Hai Umar! Janganlah engkau marah kepadanya! Lebih baik kita bayar hutang itu kepadanya! Pergilah engkau Umar bersama Zaid Bin Sun’a ini dan bayarlah utang kepadanya. Dan ingat! Tambahlah 20 Sa’ (44 kg) lagi sebab engkau telah memarahi sambil mengancam dan menakut-nakuti dia ”

Zaid Bin Sun’a meneruskan kisahnya, katanya saya pergi dengan Hadhrat Umar ra untuk menerima pembayaran kurma itu sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. Namun Umar memberi 44 Kg lebih kepada saya. Lalu saya tanya : “Umar! Mengapa kau beri lebih 44 Kg kepada saya, untuk apa?”, Umar menjawab : “Ini perintah Hadhrat Rasulullah saw untuk diberikan kepada engkau karena saya telah memarahi, mengancam dan menakut-nakuti engkau!” Saya berkata kepada Umar,•a: “Hai Umar! Tahukah engkau siapa aku ini?” Umar menjawab : “Saya tidak tahu siapa engkau!”, lalu saya jawab “Saya ini Zaid Bin Sun’ah!”, Umar berkata lagi : “Zaid Bin Sun’ah orang Yahudi yang Alim itu?” Saya jawab : “Ya itulah saya!” Umar berkata lagi: “Mengapa engkau seorang alim dan berilmu tinggi, engkau telah berkata sangat kasar dan tidak hormat kepada seorang Rasul Allah?” Saya (Zaid Bin Sun’ah) jawab, “Umar, setelah saya melihat wajah Hadhrat Muhammad saw, saya lihat semua ciri-ciri dan tanda-tanda kenabian beliau, tetapi dua buah ciri lagi pada waktu itu belum nampak kepada saya. Yaitu pertama sifat hilm yang mengalahkan dan menguasai kemarahan. Kedua, berapa kerasnya Seorang diperlakukan tidak sopan dan kasar oleh orang lain namun sifat sabar dan kasih sayangnya semakin nampak cemerlang. Oleh karena itu saya mau tahu betul kedua sifat beliau itu dan pada saat ini saya sedang mendapat kesempatan yang baik untuk membuktikannya. Hai Umar! Sekarang saya jadikan engkau sebagai saksi! Aku beriman kepada Allah adalah Tuhanku, Islam adalah agamaku dan Muhammad saw adalah Rasul Allah! Dan saya sangat gembira karena semua keinginan saya itu telah terpenuhi, dan karena itu separuh dari harta saya yang saya miliki saya serahkan kepada ummat Muhammad saw”

Jadi setelah menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa sempurnanya sifat hilm lemah-Iembut, pengasih dan pemaaf Hadhrat Rasulullah saw maka Zaid Bin Sun’ah orang alim Yahudi itu telah masuk Islam.

Peristiwa semacam itu bukan hanya satu atau dua kali terjadi, akan tetapi sering sekali terjadi bahkan tidak terhitung banyaknya. Dan kisah-kisah beliau seperti itu tidak atau belum sampai kepada kita. Sebuah kisah lagi yang ingin saya sampaikan kepada hadirin semua adalah masih sebuah peristiwa yang menggambarkan sifat hilm beliau itu.

800px-baitul_futuhPada suatu ketika Rasulullah saw harus membayar hutang kepada seorang orang kampung. Orang itu telah datang kepada Hadhrat Rasulullah untuk menagih hutang dengan suara keras dan sangat tidak sopan. Para sahabat yang sedang duduk bersama Hadhrat Rasulullah saw marah; semua bangkit untuk memukul orang itu. Melihat perilaku para sahabah demikian, beliau saw bersabda:
“Biarkanlah dia! Orang orang yang menagih hutang itu mempunyai hak untuk berbicara. Sekarang belilah seekor ternak yang sama umurnya dengan ternak yang dia pinjamkan itu kepada kita.” Para sahabah berkata : “Ya Rasulullah! Kita mempunyai seekor hewan lebih baik dan lebih gemuk dari pada hewan yang telah dia pinjamkan kepada kita”. Hadhrat Rasulullah saw barsabda : “Berikanlah hewan itu untuk membayar hutang kepadanya. Orang yang paling baik dari antara kalian adalah orang yang membayar hutangnya dengan cara yang sangat baik.”

Hilm artinya sabar dan pengasih juga. Dari peristiwa itu semua nampak betapa sabar dan pengasihnya Hadhrat Rasulullah saw. Didalam kehidupan rumah tangga, beliau juga sentiasa menunjukkan sifat sabar dan lembut serta pengasih terhadap isteri-isteri beliau.

Hadhrat Aisyah ra menceritakan sebuah kisah, katanya pada suatu hari beberapa orang tamu datang ke rumah Rasulullah saw. Saya mempersiapkan makanan untuk mereka itu. Hadhrat Safiyah juga menyediakan makanan dan mengirimkannya lebih awal dari pada saya. Saya merasa kurang senang melihat demikian dan saya telah menyuruh pembantu untuk menumpahkan makanan yang telah dibawa oleh Hadhrat Safiyah itu. Diapun mengambilnya lalu pinggan berisi makanan itu jatuh tertumpah dan pecah berkepingkeping. Kemudian Rasulullah saw dengan tenang memunguti makanan yang terjatuh itu dan diletakan diatas pinggan lain lalu beliaupun memakannya dari pinggan itu dengan tenang. Kepingan kepingan pinggan yang pecahpun dikumpulkan dan lantai dibersihkan kembali oleh beliau. Sesudah itu pinggan saya beserta makanannya dikirimkan kepada Hadhrat Safiyah sebagai gantinya. Pada waktu itupun wajah Hadhrat Rasulullah saw sedikitpun tidak berobah dan tidak pula menunjukkan rasa kesal atau marah kepada siapapun.

Contoh dan tauladan Hadhrat Rasulullah saw tentang sifat hilm itu bukan hanya berlaku untuk orang-orang di zaman itu saja, melainkan berlaku untuk kita semua dan untuk orang-orang yang akan datang juga. Bukan hanya didengar, dibaca atau dilihat namun untuk ditunjukkan secara amaliah apabila waktunya tepat untuk diamalkan.

Rasulullah saw bersabda: “Apabila seseorang sedang marah sambil berdiri, hendaklah ia duduk. Jika ia duduk hendaklah berbaring sambil membaca istighfar banyak-banyak dan membaca La haula wala quwwata illa billahil-aliyyil adzim, kemudian basuh muka sambil berwudhu supaya perasaan marah menjadi hilang.”

CANADA-MOSQUE/Mengenai peristiwa Fatah Mekkah, untuk menjelaskan lebih jauh lagi bagaimana Hadhrat Rasulullah saw menunjukkan sifat hilm, pemaaf dan kasih-sayang beliau. Sambil berdiri dimuka pintu Ka’bah beliau saw berseru kepada para penduduk Mekkah yang pada waktu itu sedang merasa ketakutan bersembunyi di dalam rumah rumah mereka. Dengan suara keras beliau menyeru, “Wahai orang-orang Quraisy! Perlakuan apa yang kalian harapkan dariku?” mereka berkata “anta karim ibnu karim Wahai Muhammad! engkau orang terhormat; anak dari seorang yang terhormat! Kami mengharapkan perlakuan baik dari pada engkau!”
Rasulullah saw bersabda atas jawaban mereka itu, idzhabu antumut-tulqo-u,la tatsriba ‘alayhim- “Pergilah kalian dengan bebas! Kalian semua Telah aku ma’afkan. Tidak ada sedikitpun tuntutan lagi diatas kalian!”

Seorang musuh Islam yang sangat keras bemama Safwan bin Umayyah telah melarikan diri ketakutan karena takut dituntut hukuman. Umair bin Wahab datang menghadap Hadhrat Rasulullah saw dan berkata: “Ya Rasulullah saw! Safwan bin Umayyah seorang pemimpin kaum, ia telah lari karena takut dan ia sedang menuju ke arah laut untuk menyeberang ke negeri Yaman. Ya Rasulullah saw! Sudilah tuan memaafkan dia! Maka Rasulullah saw -pun memaa£kannya.

Ketika Safwan bin Umayyah dihubungi Umair bin Wahab dan diberi tahu kepadanya bahwa ia telah dimaafkan, Ia meminta tanda bukti bahwa Rasulullah saw telah memaafkannya. Maka melalui Umair bin Wahhab Rasulullah saw mengirimkan kepadanya sorban yang beliau pakai ketika kembali memasuki Mekkah diwaktu fatah Mekkah, untuk meyakinkan bahwa Safwan telah dimaafkan oleh beliau saw. Ketika Umair bin Wahhab memberikan sorban itu kepada Safwan bin Umayyah, dia sedang bersiap-siap naik perahu mau pergi ke Yaman, mula-mula ia menolaknya karena masih merasa ragu dan takut apakah benar-benar Rasulullah saw telah memaafkannya, mengingat dia telah banyak melawan dan menganiaya para pengikut Rasulullah saw dimasa lampau secara ganas dan kejam. Akhirnya ia pergi dan menghadap kepada Rasulullah saw dan berkata kepada beliau: “Hai Muhammad! Betulkah yang dikatakan Umair bin Wahhab, bahwa engkau telah memaafkan saya?” Rasulullah saw menjawab: “Apa yang telah dikatakan Umair itu betul!” Sofwan berkata lagi: “Kalau begitu berilah saya waktu selama dua bulan sebelum saya menyatakan masuk Islam. Rasulullah saw bersabda :“Saya beri waktu empat bulan, kalau memang engkau berminat untuk masuk Islam”.

Demikianlah contoh dan tauladan Hadhrat Rasulullah saw yang telah diperlihatkan kepada kita semua supaya kita sentiasa berusaha menerapkan sifat hilm itu dan juga akhlaq fadillah beliau pada diri kita masing-masing.

Terdapat suatu riwayat dari Abu Hurairah ra. katanya Rasulullah saw bersabda: “Seorang yang gagah berani bukanlah seorang yang telah dapat menaklukkan lawannya sampai jatuh, akan tetapi seorang yang gagah berani adalah dia yang dapat menaklukkan hawa nafsunya diwaktu ia sedang marah.” Rasulullah saw tidak pernah marah jika beliau dihina atau dimaki maki oleh siapapun. Akan tetapi beliau sangat marah apabila ada orang yang memaki Islam dan Penciptanya yaitu Allah SWT.

Pada suatu ketika seorang datang kepada Rasulullah saw dan berkata: “Ya Rasulullah! Saya selalu berbuat baik dan menaruh kasihan kepada saudara-saudara saya dan kerabat saya, akan tetapi mereka sebaliknya selalu berbuat buruk dan berbuat kejahilan kepada saya, mereka membenci saya. Maka Rasulullah saw bersabda :
“Jika engkau benar berbuat seperti yang telah engkau katakan maka Allah SWT senantiasa akan menolong engkau untuk menghadapi keburukan mereka selama engkau tetap berbuat baik seperti engkau katakan kepada-ku! Jadi sebetulnya untuk membalas perbuatan apapun kepada orang lain, manusia harus meminta pertolongan kepada Allah SWT, jika tidak syaitan akan menambah buruk keadaan.”

Sebuah riwayat lagi yang diceritakan oleh Hadhrat Suhail ra dari kakek beliau katanya Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menahan amarahnya sewaktu ia sedang dalam keadaan sangat marah, pacia waktu itu dia memang bisa melakukan kemarahan namun dia tahan sekuat tenaga sehingga tidak jadi marah, maka pada hari qiamat dia akan dipanggil dihadapan orang banyak untuk diperlihatkan bahwa orang ini sangat dekat dengan Tuhan.”

Hadhrat Ali ra meriwayatkan katanya Rasulullah saw bersabda kepada saya “Hai Ali! maukah engkau aku ajari kalimat-kalimat, jika kalimat-kalimat ini engkau ucapkan, maka Allah SWTakan mengampuni engkau? Kalimat-kalimat itu adalah:

La ilaha illal-lahul-hakimul-karim. La ilaha illal-lahul-‘aliyul-‘adzim. Subhanallahi robbis-samawatis-sab’I wa robil-‘arsyl-‘adzimil-hamdu lillahi robbil-‘alamin-
Artinya: Tidak ada tuhan yang patut disembah selain Allah Yang Halim (Maha Pengasih) dan Karim (Maha Mulia) Tidak ada tuhan yang patut disembah selain Allah Yang Maha Tinggi Maha Agung. Maha Suci Allah Rab sekalian langit dan bumi dan Rab Arasy Yang Agung, semua puji bagi Allah Rab sekalian Alam.
Inilah do’a-doa yang menjadi sarana pengampunan dari Allah SWT.
Sebagaimana telah saya jelaskan bahwa menurut lughat ([Kamus] Bahasa Arab) hilm artinya kesabaran, kasih sayang, bersikap pema’af, toleransi, kebaikan dan menekan perasaan marah.
Semua nilai akhlak ini sangat penting sekali untuk terciptanya suasana masyarakat yang baik; terlebih lagi bagi kehidupan ruhani manusia yang harus diupayakan oleh setiap orang Ahmadi.

Tulisan diatas dinukil dan merupakan bagian dari Khutbah Jum’at Khalifat atba pada tanggal 21 Maret 2008/Aman 1387 HS di Mesjid Baitul Futuh, London.

3 Responses to “Penampakan sifat Halim pada pribadi Rasulullah saw”


  1. 1 R.Anand November 21, 2008 at 1:32 am

    This is my blog .. how to get high page ranks.. pls tel some tips..
    (or)
    Wat are the corrections should i do in my blogs pls do reply

    http://foreign-exchange-ideas.blogspot.com
    Thank u in advance🙂

  2. 2 Agama Islam November 30, 2008 at 10:31 pm

    Assalamu’alaikum.Seharusnya umat Islam menerapkan juga sifat Al-Haliim Allah Taala,bukan menyelesaiakan segala persoalan dengan kekerasan. Islam tidak mengenal kekerasan dalam dakwahnya. Asmaul Husna harusnya bukan hanya jadi bahan wiridan saja tetapi harus ada upaya untuk mengimplementasikannya juga..salam

  3. 3 zaida May 19, 2009 at 2:18 am

    La ilaha illal-lahul-hakimul-karim. La ilaha illal-lahul-‘aliyul-‘adzim. Subhanallahi robbis-samawatis-sab’I wa robil-‘arsyl-‘adzimil-hamdu lillahi robbil-‘alamin-

    tolong tulis kan ayat di atas dalam tulisan jawi/quran.
    lebih mudah dibaca agar ayat dibaca tidak lari dari sebutan al quran. kerana salah pembacaan akan menyebabkan salah pengertian

    tk


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 215,909 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: