Ditanah Sebrang, Hidayah itu Datang

Kampus Mubarak, bagi Mulyadi, dekat namun asing. Tak lebih dari 600 meter letak tempat itu dari rumahnya. Namun dirinya tidak tahu sama sekali kegiatan apa saja yang dilakukan oleh orang-orang di dalam kampus seluas 9 hektar itu. Yang dia tahu dari omongan orang, dalam kampus itu ada bangunan seperti Ka’bah yang biasa digunakan untuk berhaji oleh orang Ahmadiyah. Maka tak heran, ketika terjadi penyerangan terhadap Kampus Mubarak yang dilakukan oleh Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII), pimpinan Habib Abdur Rahman Assegaf, pada tahun 2005 yang lalu, dirinya ikut. Namun tanpa disangka justru ketika dirinya berada ratusan kilo meter jauhnya dari Kampus Mubarak itu, dia malah mengenal Ahmadiyah.

***

Himpitan ekonomi yang semakin menjepit mengantarkan Mulyadi hijrah ke Riau, di bulan Juni 2008. Di Riau, Mulyadi dan keluarganya tinggal di sebuah kampung bernama Tuah Karya. Namun tanpa diduga, di tempat baru itu Mulyadi malah bertetangga dengan mesjid yang biasa digunakan oleh orang-orang Ahmadiyah. Bagi Mulyadi, nama Ahmadiyah sudah tidak asing lagi. Pasalnya, dirinya berasal dari Jampang, Parung-Bogor yang letaknya tidak jauh dari Kampus Mubarak, yang merupakan Pusat Jemaat Ahmadiyah Indonesia.

Mulyadi hafal betul di mana letak Kampus Mubarak itu. Namun tentang apa itu Kampus Mubarak, dirinya hanya tahu dari omongan orang-orang dikampung nya. Konon katanya, dalam Kampus Mubarak itu ada bangunan Ka’bah yang biasa dikunjungi oleh orang Ahmadiyah setiap tahunnya untuk berhaji.

Ketika terjadi aksi penyerangan yang dilakukan oleh massa yang mengaku dari Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII), pimpinan Habib Abdurrahman Assegaf, dirinya ikut serta. Waktu itu Mulyadi hanya ikut-ikutan saja, karena dia tidak tahu sama sekali apa tujuan aksi itu. Dia sendiri mengikuti aksi itu karena dipaksa oleh teman-temannya. Saat itu dia sedang terlelap tidur karena malamnya berjaga di sebuah bar atau diskotek tempat dia bekerja.
Temannya yang berjumlah 5 orang membangunkan dirinya dan memaksanya untuk ikut iring-iringan massa yang sangat banyak. Ketika dia keluar rumah, nampak ribuan orang dan puluhan, bahkan ratusan motor, yang berkonvoi menuju Kampus Mubarak. “Ayo, berangkat, kita gabung nyerang Kampus Mubarak, tempat orang sesat, yang naik hajinya bukan ke Makkah, yang punya nabi baru”. Dia dengar omongan temannya. Karena gengsi dan rasa solidaritas terhadap teman main, Mulyadi berangkat pula dan bergabung dengan massa.

satpol ppMulaydi menjadi saksi mata, ketika Satpol PP menurunkan dan menginjak-injak plang milik Jemaah  Ahmadiyah yang juga bertuliskan Dua Kalimah Syahadat. Dia pun mendengar dan melihat Habib Abdur Rahman Assegaf, berteriak penuh semangat ketika plang diturunkan. Bukan hanya itu dia pun menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri ketika orang-orang bersujud syukur mencium tanah waktu orang-orang Ahmadiyah yang berada dalam Kampus Mubarak dievakuasi menggunakan beberapa kendaraan besar. Dalam peristiwa itu Mulyadi sama sekali tidak mengerti dan terus memendam tanya.

Perjalanan nasib memang tidak ada yang tahu, di Tuah Karya Mulyadi malah lebih sering bergaul denga orang-orang Ahmadiyah. Dalam pengamatannya, orang Ahmadiyah jauh dari kesan jahat. Mereka ramah, santun, mengalah dan tidak pernah melakukan kekerasan. Jadi ketika dirinya ingat peristiwa penyerangan Kampus Mubarak, dia semakin penasaran, bertanya dalam hati kenapa orang Ahmadiyah harus diserang?

Rasa penasaran terhadap Ahmadiyah membuat Mulyadi semakin sering beribadah di mesjid milik Jamaah Ahmadiyah. Bahkan dirinya sering berdialog, bertukar pikiran sampai menelaah buku-buku dari Ahmadiyah.

Singkat cerita, Mulyadi mendapat informasi bahwa di Duri akan digelar Jalsah Salanah untuk Wilayah Riau Daratan pada pertengahan November (15-16/11-2008). Mulyadi meminta izin pada Mubaligh Riau Daratan, Ma’mun Ahmad, untuk hadir dalam acara tersebut, karena dia masih belum Ahmadi.
“Boleh saja, bahkan bagus untuk menambah ilmu agama, setidaknya untuk perbandingan” jawab Ma’mun Ahmad.

Pada saat Jalsah Salanah di Duri digelar, Mulyadi begitu khusu mengikuti setiap mata acara. Bahkan dia pun tidak ketinggalan ikut berjamaah shalat tahajud selama dua hari berturut-turut. Dia begitu menikmati duduk bersama orang-orang Ahmadi dalam menyimak ceramah-ceramah keagaman yang disampaikan oleh para mubaligh Ahmadiyah.

Di mata Mulyadi, Jalsah Salanah di Duri itu memiliki kesan haru. ” Terus terang, di acara itu saya merasakan ketentraman dan ketenangan yang luar biasa. Saya terharu, dalam hingar bingar Kota Duri (orang setempat mengistilahkan Duri dengan menyebut sebagai Daerah Uang Republik Indonesia), masih ada satu jamaah orang-orang Islam yang datang dari mana-mana yang tujuannya hanya untuk meningkatkan kerohanian saja. Di sini saya lihat uang dibelanjakan hanya untuk tujuan rohani dan untuk membangun persaudaraan Islami serta kecintaan pada Allah Ta’ ala. Saya menikmati suasana jalsah ini”, ungkap Mulayadi.

Kesan pribadi yang begitu membekas terhadap Jalsah itu mengantarkan Mulyadi untuk baiat. Ba’da shalat Shubuh, 16 November 2008, dengan niat yang teguh menyatakan diri baiat, bergabung ke dalam Jemaah Ahmadiyah. “Ustadz, saya sudah merasa mantap dalam Jamaah ini, saya mau ambil berkah diacara ini. Saya mau baiat”. Kata Mulyadi kepada Ma’mun Ahmad. Mendengar perkataan ini Ma’mun Ahmad berucap “subhanAllah“, memang jalsah ini salah satu sarana ampuh untuk mendekatkan diri pada Allah Ta’ala.

Selang tiga hari setelah Mulyadi baiat, dia  membawa istrinya datang ke mesjid untuk baiat. ” Alhamdulilah, semoga saya menjadi imam di keluarga saya dan mudah-mudahan keluarga saya menjadi keluarga yang bertakwa”, ujar Mulyadi mengharap.(Ma,mun Ahmad/SFA)

3 Responses to “Ditanah Sebrang, Hidayah itu Datang”


  1. 1 toekang tik February 17, 2009 at 7:57 pm

    Alhamdulillah, sy terharu membacanya. Jazakumullah kang Deden.

    @d3n
    Jazakumullah juga atas kunjungannya. 😀
    salam

  2. 2 ny February 27, 2009 at 4:54 am

    alhamdulillah, terharu sekali membacanya.
    Insaallah kalau orang yg sungguh2 ingin mencari kebenaran. Allah pasti akan menunjukan jalan dari arah mana saja. amin!!

  3. 3 KHFIP July 1, 2013 at 3:41 am

    Subhanallah bener2 terharu ..
    semoga para pencari kebenaran selalu mendapat bimbingan dariNya

    dan di lindungi dari fitnah2 yg tak bertanggung jawab .. Aamiin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 219,913 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: