Yang ditunjuki pada Jalan yang Lurus

Intisari Khutbah Juma’at Khalifah tanggal: 27 Pebruari 2009

ayat al_Qur'an
Dengan itu Allah menuntun orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya pada jalan-jalan keselamatan, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya dengan izin-Nya, dan menuntun mereka pada jalan yang lurus.

Khalifah mengatakan; jadi Tuhan dari Islam Yang telah mengirim Yang Mulia Rasulullah (s.a.w.) di saat kegelapan yang hebat dan melalui beliau juga dinyatakan bahwa jika kegelapan itu muncul lagi, seorang hamba beliau (s.a.w.) yang setia akan dibangkitkan di zaman yang akhir untuk sekali lagi menyajikan ajarannya kepada dunia.

Untuk kedamaian dan petunjuk kepada dunia itu, Tuhan Islam yang Hidup mengirimkan seorang hamba-Nya yang khusus pada setiap masa dan memberikan petunjuk kepada jiwa-jiwa yang suci agar mengikuti orang-orang ini. Huzur menyajikan sebuah wawasan mengenai beberapa kejadian mengenai diterimanya keimanan sebagai contoh betapa Tuhan itu memberi petunjuk.

Tufail bin Amr adalah seorang penyair dan cendekiawan di zamannya Yang Mulia Rasulullah (s.a.w.). Ia termauk suku Daus [dari Yaman] yang kebetulan sedang berkunjung ke Mekkah dan yang telah diperingatkan oleh orang-orang Quraisy Mekkah untuk menjaga jarak dari Yang Mulia Rasulullah (s.a.w.). Mereka menghasut kepada Tufail bahwa Nabi ini (na’udzubillah min dzalik) telah membuat perpecahan di dalam keluarga orang-orang, ia itu adalah seorang tukang sulap yang telah menyihir orang-orang Mekkah dengan kata-katanya yang memikat. Huzur mengatakan ini adalah persis sama dengan keadaan perilaku mauvi—mullah ulama sekarang, yang menghasut kepada orang-orang agar mereka melindungi dirinya terhadap orang-orang Ahmadi, agar jangan sampai orang-orang Ahmadi itu menyihir mereka dengan sulapnya. Huzur mengatakan dokumen pertemuan [dengan National Assembly Pakistan] tahun 1974 itu tidak mereka terbitkan karena mereka tahu bahwa jika notulen ini diumumkan akan membukti-kan kebenaran keimanan dari Ahmadiyyah ini.

Tufail bin Amr memutuskan untuk menjauhi Nabi itu dan memutuskan bahkan tidak akan membiarkan suara Nabi itu sampai kepadanya, yang untuk keperluan ini ia mencocoki telinganya dengan kapas. Pada satu hari Tufail bin Amr pergi ke Ka’bah di mana Nabi sedang menunaikan Shalat. Suara ayat-ayat Qur’an yang ditilawatkan oleh Nabi (s.a.w.) sampai juga ditelinganya yang ditutupi kapas itu dan ia pun rasanya menyukai apa yang ia dengar itu. Ia berpikir bahwa ia itu adalah seorang penyair yang berakal maka ia merasa perlu untuk mendengar pada apa yang diucapkan oleh Nabi, dan itulah yang ia putuskan untuk dirinya sendiri. Ketika Nabi selesai menunaikan Shalat-nya dan mulai berjalan pulang ke rumahnya, dengan diam-diam Tufail mengikuti di belakangnya. Ketika Nabi akan memasuki rumahnya, Tufail menyapanya dan mengatakan bahwa orang-orang Mekkah ini sudah menyesatkan dia, sedemikian rupa sehingga ia perlu menutupi telinganya dengan kapas untuk mencegah terdengar-nya suara dari Nabi, tetapi ia baru saja mendengar bacaan Qur’an yang terdengar sangat bagus dan ingin mendengar-nya lebih banyak lagi.

Nabi (s.a.w.) menyampaikan kepadanya tentang Islam dan membacakan beberapa ayat Qur’an lainnya. Tufail amat sangat tergerak hatinya dan ia pun menerima dan masuk Islam.

Tufail bin Amr mengatakan kepada Nabi (s.a.w.) bahwa ia itu adalah seorang Kepala Suku dan berharap semoga orang-orang dari sukunya mau mendengar kepadanya jika ia membawakan amanat Islam itu kepada mereka. Ia meminta kepada Nabi (s.a.w.) untuk berdoa bagi kesuksesannya dan memberi sebuah tanda kepadanya. Ketika ia naik kuda pulang ke sukunya ia merasakan adanya sebuah cahaya pada keningnya dan berdoa agar tanda ini dapat terlihat di tempat lainnya juga. Cahaya sama nampak pada cambuk kudanya dan orang-orang suku dia melihatnya juga.

Ketika ia menemui ayahnya pada keesokan harinya, Tufail mengatakan kepadanya bahwa ia sudah memutuskan hubungan dengan bapaknya karena ia telah menerima Islam. Ayahnya bertanya tentang Islam. Tufail mengatakan kepada ayahnya untuk mandi terlebih dahulu dan membersihkan dirinya. Sesudah melakukan itu barulah Tufail menceriterakan kepadanya tentang Islam. Ayahnya tergerak hatinya dan menerima Islam. Dengan skenario sama dilakukan kepada istrinya yang akhirnya juga ikut menerima Islam.

Orang-orang sukunya betapa pun menentang pada Islam. Pada perjalanan berikutnya ke Mekkah Tufail meminta kepada Nabi (s.a.w.) untuk mengutuk orang-orangnya itu. Nabi (s.a.w.) mengatakan bahwa tugas seorang Nabi bukanlah untuk mengutuk orang-orang, beliau mengangkat tangannya dan berdoa, ‘Ya Allah, anugerahkanlah petunjuk kepada orang-orang Suku Daus ini.’

Tufail kembalike rumahnya dan meneruskan menyebarkan amanat tabligh Islam. Sementara itu terjadilah peristiwa Hijrah ke Medinah. Tufail juga ikut berangkat ke Medinah bersama 70 orang keluarga dari sukunya. Hadhrat Abu Hurairah adalah juga berasal dari sukunya ini. Huzur mengatakan Allah telah menetapkan satu saat untuk pengabulan dari doanya Yang Mulia Rasulullah (s.a.w.) dimana Dia membuat petunjuk bagi orang-orangnya Tufail itu.

Huzur menceriterakan satu kejadian saat malaikat Taif menawarkan untuk menghukum orang-orang Taif itu atas perlakuan buruknya kepada Yang Mulia Rasulullah (s.a.w.) tetapi beliau hanya berdoa agar kepada mereka itu diberikan petunjuk (Allaahummahdi qaumii fa-innahum laa ya’ lamuun).

Di zaman ini ketika perlawanan terhadap Hadhrat Masih Mau’ud (a.s.) sedang sedemikian meningkatnya Tuhan memperlihatkan dengan berjangkitnya wabah penyakit pest sebagai satu Tanda bagi mereka orang-orang yang menentang beliau (a.s.). Walaupun sudah ada jaminan dari Tuhan akan perlindungan bagi beliau dan Jamaat-nya, namun Hadhrat Masih Mau’ud (a.s.) merasa sangat khawatir terhadap penderitaan yang dirasakan oleh manusia pada umumnya. Dengan rasa sedihnya yang mendalam beliau sujud dan berdoa di tengah malam hari agar manusia selamat dari siksaan berat penyakit pest ini.

Maulwi Raheem Ullah sahib, seorang sahabah Hadhrat Masih Mau’ud (a.s.), adalah seorang yang sangat berkeimanan dalam Tauhid Ilahi dan menemukan orang-orang yang mencari petunjuk spiritual it terlibat dalam kemusyrikan (memperse-kutukan sesuatu dengan Allah). Dikarenakan keshalehannya yang tinggi, ia mampu mendapatkan kasyaf sementara ia ada dalam keadaan terbangun dan pernah mengalami pemandangan bertemu secara pribadi dengan Yang Mulia Rasulullah (s.a.w.) dan Naabi-nabi Tuhan lainnya. Ia pernah mendapat kasyaf tentang Nabi Isa Al-Masih dan Mahdi. Ia melakukan Istakharah dan kepadanya diperlihatkan sebuah tandu yang turun dari Langit dan ketika ia menengok ke dalamnya ia melihat Hadhrat Masih Mau’ud (a.s.). Ini terjadi ketika ia melakukan bai’at.

Pada masanya Khilafat Ahmadiyyah Tsani, Kristiani itu sudah sangat popular di Fiji di mana orang-orang itu menunggu kedatangan Jesus yang kedua kalinya. Ini adalah sebelumnya Ahmadiyyah berdiri di sana. Adalah Bashir Ahmad Khan sahib yang sudah punya pikiran untuk masuk Kristiani, ketika ia bermimpi bertemu seorang suci yang mengatakan kepadanya untuk menggunakan akal sehatnya bahwa orang yang ia cari itu bukanlah dari Kristiani dan yang pada kenyataannya ia itu sudah datang. Huzur mengatakan bahwa pada saat itu Muballigh Ahmadiyyah sudah tiba di Fiji. Setelah mimpi tersebut ia cenderung kepada Ahmadiyyah dan akhirnya mengambil bai’at.

Juga di masa Khilafat Ahmadiyyah Tsani, Fatullah sahib dari Sierra Leone memperoleh mimpi yang sangat istimewa. Ia bermimpi sedang bekerja di jalanan rumput di luar Mesjid Maliki di sebuah desa. Ketika merasa lelah ia beristirahat di bawah sebuah pohon. Ketika ia berdiri di sana, ia melihat seseorang datang menunju kepadanya membawa Bible dan Qur’an serta bertanya untuk menemui Imam Mesjid. Kemudian ia melihat seorang yang asing sedang berdiri di mihrab di dalam mesjid dan mengatakan kepada Imam bahwa ia datang untuk mengajarkan kepadanya cara Shalat yang benar. Esok harinya ia menyampaikan mimpinya itu kepada teman-temannya.

Seminggu kemudian, ketika ia sedang bekerja di luar rumah, ia berteduh di bawah sebuah pohon untuk beristirahat. Setelah beberapa menit berlalu ia melihat seorang datang kepadanya. Itulah Muballigh kita Al Haaj Maulana Nazir Ahmad yang menyapa Fataullah sahib untuk mencari pemondokan. Inilah penggenapan dari mimpi sebelumnya itu. Pakaian Maulana sahib adalah sama dengan yang dilihat dalam mimpi tersebut. Fataullah sahib membawa tamunya masuk dan mengatakan kepada teman-temannya yang orang Muslim bahwa mimpinya itu memang benar-benar sudah terpenuhi. Seorang yang suci sudah datang. Ia pun menerima Ahmadiyyah beberapa hari setelah itu.

Huzur mengatakan bahwa insiden-insiden ini terjadi beberapa puluh tahun yang lalu. Tuhan terus senantiasa memberi petunjuk pada orang-orang sampai pada hari ini juga. Seorang di Algeria melihat satu wujud di dalam mimpinya pada tahun 2004 yang membawanya untuk melihat orang yang diberkati Yang Mulia Rasulullah (s.a.w.). Ia melihat Nabi s.a.w. yang tersenyum. Ada seseorang yang berkulit warna zaitun hadir di dalam mimpinya. Nabi (s.a.w.) berkata, ia adalah seorang Nabi Tuhan. Empat tahun kemudian, dalam tahun 2008, orang tersebut melihat sebuah potret dari orang yang ia telah lihat di dalam mimpinya itu; inilah potretnya Hadhrat Masih Mau’ud (a.s.).

Seorang wanita Mesir, Hallah bermimpi bahwa Imam Mahdi dan orang-orang Jama’atnya berjalan di atas air. Ketika ia ingin ikut dengan mereka kepadanya dikatakan bahwa ia akan membawanya nanti pada perjalanan pulang. Mengikuti mimpinya tersebut maka ia melihat pada Sufisisme tapi ia tidak merasa puas. Satu hari di rumahnya ia kebetulan melihat programa MTA Al-Arabiyya di mana ia melihat potret dari orang yang berjalan di atas air dalam mimpinya itu. Sungguh itulah beliau, Hadhrat Masih Mau’ud (a.s.).

Abdul Raheem Sahib dari Iraq pernah bermimpi bahwa Imam Mahdi mengatakan kepadanya untuk mengambil bai’at.

Huzur mengatakan di lepas pantai Mauritius ada sebuah pulau kecil bernama Rodrigues yang umumnya beragama Katolik. Muballigh Ahmadi berkunjung kepada satu keluarga orang Kristian yang masih muda di pulau tersebut. Nenek dari ibunya mengatakan ia tahu bahwa pesan amanat Ahmadiyyah itu adalah benar. Sebelumnya ia pernah melihat dalam satu mimpinya, yang ia ceriterakan juga kepada seluruh anggota keluarga-nya. Ketika Bp. Muballigh berkunjung kedua kali-nya sambil membawa beberapa buah buku dan Kitab Suci Alqur-aan untuk keluarga tersebut. Pada perjalanannya yang ketiga mereka membawa formulir bai’at. Melihat formulir bai’at tersebut air mata pun mengalir dari wanita tersebut. Ia berkata, ia melihat sebuah mimpi pada malam sebelumnya, di mana yang ia lihat itu adalah persis kertas surat bai’at ini. Ia mengatakan seluruh keluarganya menjadi saksi atas mimpinya tersebut sebagaimana yang ia sudah sampaikan kepada mereka. Huzur mengatakan Rodrigues adalah sebuah pulau kecil dan Huzur pun sudah pernah berkunjung ke sana. Beliau mengatakan dengan secara sedikit demi sedikit Ahmadiyyah sedang berkembang di sana.

Di Amereka Serikat lima orang dari suku etnis Mexico baru-baru ini masuk dalam Ahmadiyyah. Seorang wanita yang berasal dari keluarga Katolik tetapi tidak melaksanakan keimanannya ia jatuh sakit; ia berdoa kepada Tuhan untuk kesehatannya. Ia berkata bahwa ia selalu berdoa kepada Tuhan Yang Esa. Dalam sebuah kasyaf ia melihat gambar dari Hadhrat Masih Mau’ud (a.s.), ia pun menyentuh gambar tersebut berdoa untuk kesembuhannya. Mulai sejak hari itu dan seterusnya ia menjadi sehat. Kemudia, ia berjumpa dengan seorang ibu lainnya asal dari Mexico yang sudah menjadi Ahmadi di sana ia melihat sebuah foto dari Hadhrat Masih Mau’ud (a.s.) yang persis sama dengan gambar yang ia telah lihat di dalam mimpinya.

Di Bulgaria seorang istri menerima dan masuk Ahmadiyyah, tetapi suaminya belum. Walaupun ia itu ikut datang bersama istrinya ke Jalsah Salanah di Inggris tetapi ia tidak juga mau bai’at. Dengan tiba-tiba ia menyatakan keinginannya untuk cepat-cepat masuk Ahmadiyyah. Ketika ditanyai mengapa ia terburu-buru begitu, ia mengatakan bahwa ia melihat Hadhrat Khalifatul Masih V dalam mimpinya yang berkata kepadanya “Anda itu tidak mau datang kepada kami, jadi sayalah yang datang kepada Anda”.

Huzur juga menceriterakan kejadian serupa dari Kuwait, Moscow, Burkina Faso, Norwegia dan Bosnia. Huzur mengatakan tidak terhitung banyak-nya kejadian-kejadian seperti itu – beberapa di antaranya beliau sampaikan di dalam pidato Jalsah. Beliau bermaksud untuk menyampaikannya beberapa di antaranya pada Jalsah di Qadian tetapi kesempatan itu tidak datang. Allah jadi terus-menerus memberi petunjuk kepada orang-orang sebagai Tanda akan kebenaran dari Hadhrat Masih Mau’ud (a.s.). Semoga Dia senantiasa dan selalu memperlihatkan kepada dunia jalan petunjuk dan juga agar kita senantiasa tetap teguh berada dalam petunjuk.

Huzur membacakan beberapa buah doa untuk meminta petunjuk dan satu doa minta petunjuk itu sudah termasuk dalam doa Peringatan Seabad Khilafat yang adalah ayat 9 dari Surah Aali ‘Imran (Rabbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hab lanaa mil ladunka rahmatan innaka antal wahhaab). Huzur mengatakan kadang-kadang beliau ditanya apakah doa-doa Peringatan Seabad ini harus diteruskan. Beliau mengatakan bahwa mereka itu harus meneruskannya bahkan harus lebih-lebih lagi dari yang sebelumnya, perintah khusus sebelumnya itu hanyalah agar dijadikan kebiasaan untuk membaca doa-doa ini secara reguler. Satu doa lain yang Huzur ingin tekankan adalah doa Yang Mulia Rasulullah (s.a.w.) pada peperangan Uhud ketika para sahabat beliau meminta kepada beliau untuk mengkutuk musuh. Tetapi Yang Mulia Rasulullah (s.a.w.) berdoa: “ Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kaumku ini, karena sesungguhnya mereka itu belum tahu kepada kami”. Huzur mengatakan doa ini juga diajarkan kepada Hadhrat Masih Mau’ud (a.s.) dan orang-orang Jama’at juga harus membaca doa ini.

Terutamanya orang-orang di Pakistan harus banyak-banyak membaca doa ini karena di sana perlawanan itu terus meningkat. Huzur mengatakan bahwa para pelaku kejahatan itu nampaknya tidak menyadari apa yang sedang terjadi pada mereka dan apa yang akan terjadi esok hari. Semoga Allah mengasihani mereka ini. Doa-doa yang penuh kasih sayang haruslah dipanjatkan bagi mereka. Walaupun jiwa manusia di negara ini tidak ada harganya lagi, namun orang-orang Ahmadi di-syahidkan hanyalah karena mereka itu telah menerima Imam Zaman. Dua hari yang lalu seorang Murrabi di Pakistan telah ditembak kakinya oleh orang-orang yang tidak dikenal yang menaiki sepeda motor, ketika ia sedang berdiri menunggu di satu perhentian bus. Semoga Allah Taala memberikan kesembuhan kepadanya dan semoga Dia memberikan akal sehat kepada bangsa ini. Pemimpin negara ini tidak fair dan mereka ini bertambah dalam keburukannya bila mereka itu ada di bawah tekanan para mullah. Semoga Allah mengasihanimereka ini.

Kemudian Huzur mengumumkan akan mengimami Shalat jenazah ghaib bagi yang berikut ini.

Mubasher Ahmad sahib yang di-syahidkan di Karachi pada tanggal 22 February 2009. Almarhum meninggalkan dua putra dan seorang putri. Janda beliau telah bai’at, semoga beliau ada dalam pemeliharaan Allah.

Tokoh tua Munir Hamid sahib, seorang Afro-Amerika meninggal dunia pada tanggal 21February. Beliau adalah seorang Ahmadi yang sangat muhlis dan telah bai’at pada umur15 tahun. Beliau adalah Qaid Khuddamul Ahmadiyya yang pertama di USA dan menjadi Ketua Jama’at Philadelphia untuk selama lebih dari 30 tahun. Sekarang beliau menjabat posisi Naib Amir Amerika Serikat. Huzur mengatakan bahwa orang tua almarhum bukanlah orang Muslims, ibunya adalah seorang praktisi Kristiani. Dari kesepuluh saudara kandungnya hanyalah dia seorang yang agamawan. Pada waktu bai’at, peraturannya adalah supaya surat bai’at itu disetujui dan di tanda-tangani oleh seorang yang lebih tua di dalam keluarganya. Ibunya menolak untuk menyaksikan dan menanda-tangani formulir tersebut, tetapi mengakui bahwa ia adalah anak yang paling memiliki kerohanian spiritual di antara semua anak-anaknya itu.

Pada saati itu ia pun menulis surat kepada Hadhrat Khalifatul Masih II (r.a.) dan mengatakan bahwa jawaban yang ia terima itu telah merubah jalan kehidupannya. Huzur mengatakan bahwa beliau telah berjumpa dengannya di mana almarhum adalah seorang yang sangat sopan santun. Kecinta-annya yang sangat besar kepada Yang Mulia Rasulullah (s.a.w.) adalah sedemikian rupa sehingga setiap kali ia menyebut nama beliau s.a.w. itu, air matanya selalu keluar. Almarhum memiliki kecintaan yang amat besar terhadap Hadhrat Masih Mau’ud (a.s.) dengan pengabdiannya yang besr kepada Khulafa. Huzur mengatakan beliau pertama kali berjumpa dengannya adalah ketika dalam perjalanan untuk menghadiri Jalsah Bangladesh.

Pada perjalanannya kembali ke Amerika, ia menemui Huzur kembali dan mengatakan bahwa setelahnya mengikuti Jalsah di Bangladesh dan bertemu dengan Huzur itu merasa semangatnya hidup kembali. Huzur mengatakan beliau tidak dapat hadir dalam Jalsah USA tahun lalu dikarenakan sakit. Huzur mengatakan bahwa jika beliau itu mengetahui keadaan penyakitnya beliau maka beliau akan mencari waktu untuk berkunjung ke rumahnya. Ia meninggalkan seorang janda, dua orang putri dan seoang putra. Huzur mengatakan bahwa almarhum adalah seorang di antara orang-orang yang mendapat petunjuk istimewa dari Allah.

Seorang Darwijs Qadian yang wafat pada tanggal 25 February. Dalam ketabahan dan sifat rasa kepuasannya, ia adalah seorang contoh dari Darwijs. Ia berangkat dari Sheikupura menuju Qadian pada umurnya yang masih muda di mana ia telah mendedikasikan seluruh hidupnya.

Saeeda Yusuf sahiba, istri Kamal Yusaf sahib wafat pada 25 Februari setelah lama menderita penyakit kanker. Beliau berasal dari Jama’at Skandinavia dan memiliki kecintaan dan rasa hormat yang luar biasa pada Khilafat. Beliau meninggalkan suami serta dua orang anak perempuan dan seorang anak laki-laki.

Amatul Hai sahibah dan Bashir Ahmad Sialkoti sahib, suami istri yang meninggal dunia dalam bulan February yang hanya berbeda beberapa hari saja. Beliau adalah orang tua dari Zahoor sahib dari Kantor Private Secretary. Kedua beliau adalah orang-orang yang berbakti dan sangat muhlis serta di antara orang-orang yang pertama kali tinggal di Rabwah. Mereka meninggalkan seorang putri dan lima orang putra.

Huzur berdoa agar semua almarhum dan almarhumah ditinggikan statusnya.

Terjemahan oleh: PPSi

0 Responses to “Yang ditunjuki pada Jalan yang Lurus”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 226,585 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: