Khutbah Jum’at Khalifah: Sifat Ilahi “Ashaafi” “Penyembuh”

Setelah menilawatkan Surah Al Fatihah, Khalifah (aba) memulai khutbahnya dengan menerangkan keadaan kesehatan dari orang-orang di seluruh dunia yang menderita penyakit dan kualitas pengobatan dari Rumah-rumah sakit yang mereka dapatkan, tergantung apakah mereka berada di Negara-negara maju atau pun di negara dunia ketiga.

Khalifah (aba) mengatakan bahwa pada keadaan-keadaan tertentu, orang yang menderita sakit itu mencari dan mendapatkan Rumah Perawatan Medis yang cukup dengan sarana yang lengkap, tetapi mereka itu bisa saja sembuh dan bisa juga tidak sembuh. Demikian juga, di Negara-negara yang belum berkembang, dapat dilihat bahwa banyak orang-orang yang sakit, yang tidak memperoleh sarana atau tidak punya dana untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi dengan keajaibannya mereka dapat sembuh juga melalui kekuatan doa dari orang-orang tua mereka dan dari orang-orang yang mencintainya. Ini membuktikan bahwa memang Tuhan-lah Yang Maha Penyembuh, yang menganugerahkan kesehatan dan penyembuhan, dimana seorang Mukmin itu memiliki keimanan yang teguh terhadap sifat Allah ini. Memang, penyembuhan dari seseorang yang menderita sakit sehingga dapat sembuh itu adalah merupakan sebuah peristiwa yang membangkitkan semangat keimanan bagi seorang Mukmin. Allah itu tidak hanya memberikan kesembuhan kepada manusia saja, tetapi juga kepada semua ciptaan-Nya, termasuk binatang dan tumbuh-tumbuhan.

Khalifah (aba) mengatakan bahwa di dalam jalan ini, Tuhan tidak hanya memberikan penyembuhan atas pisik saja, tetapi juga penyembuhan untuk spiritual-nya juga, dan yang ujung-ujungnya Dia itu mengirim Rasul-rasul Utusan-Nya, Nabi-nabi-Nya dan orang-orang suci dan shaleh kepada manusia untuk membimbing mereka; namun demikian di dalam Khutbah ini Khalifah (aba) mem-focuskan pada penyem-buhan pisik manusia yang disediakan oleh Tuhan.

Di zaman modern ini, orang telah memperoleh kemajuan pesat di bidang obat-obatan dan teknologi pengobatannya, tetapi itu adalah dengan kepandaian yang telah dianugerahkan oleh Tuhan kepada orang-orang sebagai berkah baginya bahwa ia itu telah mampu untuk meraih kemajuan yang sedemikian. Seorang Mukmin hakiki selalu meminta pertolongan kepada Allah untuk penyembuhan ini. Y.M. Rasulullah (saw) mengatakan kepada seorang Tabib: Engkau hanyalah seorang penolong meringankan pasen-mu. Yang sebenarnya mengobatinya adalah Dia yang menciptakan orang itu, yaitu Allah.” Kehidupan Hadhrat Masih Mau’ud (as) juga dipenuhi dengan pencerahan pada topic ini di mana beliau tidak mau memperoleh pengobatan dari seorang dokter yang tidak mempercayai keberadaannya Tuhan dan yang berkeyakinan bahwa kekuatan penyembuhannya itu berada di tangannya sendiri, sebab seorang dokter yang punya keyakinan demikian itu sama dengan mendakwakan dirinya sebagai Tuhan.

Khalifah (aba) mengingatkan kepada kita bahwa kemajuan modern dalam teknologi pengobatan dan bedah surgery telah membuat orang itu masa hidupnya yang lebih panjang dengan kualitas hidupnya yang lebih baik; tetapi hal ini janganlah sampai menimbulkan pikiran bahwa manusia itu sudah mendapatkan sifat-sifat Ilahi yang dapat memberikan penyembuhan oleh dirinya sendiri. Orang itu haruslah ingat bahwa kemajuan yang diraih ini adalah dikarenakan oleh Tuhan Sendiri, yang telah memberikan kemampuan kepada manusia untuk mengembangkan teknologi-teknologi ini.

Khalifah (aba) meminta perhatian dari para doctor dan tabib Ahmadi di seluruh dunia untuk pertama-tama dan yang paling penting untuk diingat akan prinsip ini bahwa hanya Tuhan-lah sendiri yang Maha Penyembuh di mana bersamaan dan pengobatan itu, mereka harus berdoa bagi pasennya agar memastikan adanya ridha Tuhan. Keteguhan iman kepada Tuhan ini telah diperlihatkan oleh dokter-dokter Ahmadi yang mendapat taufik dengan kemampuan mengobati penyakit yang lebih baik lagi, di mana keimanan mereka kepada Tuhan itu akan semakin meningkat, yang selanjutnya akan membuat mereka itu bertambah tinggi kerohanian spiritualitasnya.

Sebaliknya, orang-orang yang menerita penyakit itu pun jangan sampai punya pikiran bahwa dengan mengunjungi seorang dokter tertentu atau Rumah Sakit tertentu itu akan menjadi penyebab dari kesembuhannya itu, sebab hanya dengan Berkah dan Rahmat dari Tuhan-lah yang akan membuat mereka itu sembuh dan memperoleh kesehatan yang sempurna. Khalifah (aba) bersabda bahwa dari surat-surat yang beliau terima dari seluruh pelosok dunia yang minta doa untuk kecintaannya yang sedang mendapatkan masalah dengan penyakitnya merupakan sebuah testimony pada kenyataannya bahwa orang-orang Ahmadi itu memiliki kepercayaan yang teguh pada kekuatan penyembuhan dari doa dan menggantungkan dirinya hanyalah kepada Tuhan untuk penyembuhannya yang sempurna. Mereka yang mempercayai bahwa penyembuhan itu datangnya dari dokter-dokter tertentu adalah mengarah pada lingkaran Syirik yang tersembunyi.

Khalifah (aba) menceriterakan satu kejadian di semasa hidupnya Dr. Mir Mohammad Ismail Sahib, yang keponakannya sendiri meninggal di tangannya sendiri, yang menyebabkan saudari iparnya itu menyadarinya bahwa penyembuhan hakiki itu datangnya adalah dari Tuhan, dan dokternya itu hanyalah memainkan peranan sebagai perantara medium yang memberikan pengobatan, dan yang hanya akan berhasil jika Tuhan menghendakinya, maka itulah sebabnya, bagaimana pun juga doa-doa itu diperlukan pada setiap langkah.

Tuhan telah menyediakan obat penyembuh bagi tiap penyakit, ada banyak tumbuh-tumbuhan bumbu dan serangga yang mengandung obat demikian (seperti contohnya, gigitan ular). Satu contohnya adalah lebah madu, dan untuk menerangkan sifat obat dari madu itu, Kitab Suci Alqur-aan menggunakan istilah “syiifa-ul lin naasi” yakni di dalamnya ada obat penyembuh bagi manusia” (16:70).

ثُمَّ كُلِىْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِىْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلاً‌ ؕ يَخْرُجُ مِنْۢ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوٰنُهٗ فِيْهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ‌ؕ اِنَّ فِىْ ذٰلِكَ لَاَيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

“Kemudian makanlah dari segala buah-buahan, dan tempuhlah jalan Tuhan engkau yang dimudahkan bagimu.” Keluar dari perutnya minuman beraneka warnanya, di dalamnya ada obat penyembuh bagi manusia. Sesungguhnya dalam yang demikian itu ada Tanda bagi orang-orang yang berfikir.

Riset mengenai madu sudah memberikan banyak manfaat kepada dunia. Dewasa ini, bagaimana pun juga, madu lebah itu sudah terkena kuman penyakit tertentu yang dapat menyebarkan maut di mana para ahli peneliti sudah merasa khawatir bahwa jika mereka tidak dapat menemukan penangkalnya dengan segera, maka madu lebah itu bakal hilang di dunia ini atau di beberapa bagian di dunia ini dalam jangka beberapa tahun ini; betapa pun juga Khalifah (aba) telah memberikan pengertian atas perkara ini dengan mengatakan bahwa, karena madu itu sudah difirmankan di dalam Kitab Suci Alqur-aan, yang merupakan Kitab untuk sepanjang masa, maka madu itu tidak akan pernah punah sama sekali; tetapi mungkin saja madu ini akan hilang di beberapa daerah tertentu sebagai satu bentuk hukuman azab, karena system wahyu itupun berkaitan dengan lebah madu. Tuhan pasti akan membuat hal tersebut sebagai sebuah Tanda bagi mereka yang beriman pada Tauhid Ilahi.

Khalifah (aba) meminta kepada orang-orang Ahmadi untuk melakukan riset pada bidang ini dan juga pada bidang-bidang lainnya, karena hal ini akan memberikan kepada mereka kesempatan yang mantap bagi mereka sendiri di negara-negara yang sudah maju ini. Bilamana ada orang-orang Ahmadi yang sudah mengerjakan riset di bidang ini (madu lebah) agar secepatnya melaporkannya kepada Khalifah (aba).

Khalifah (aba) kemudian menyebutkan beberapa kejadian semasa hidupnya Y.M. Rasulullah (saw) yang sudah menemukan beberapa macam makanan yang memiliki kekuatan penyembuhan. Beberapa di antaranya adalah buah korma, madu, kalonji (black onion seed), beberapa macam jamur yang bisa dimakan (untuk obat mata), air (untuk menyembuhkan demam), dsb. Y.M. Rasulullah (saw) juga diriwayatkan mengatakan bahwa orang harus mencelupkan seluruh tubuh dari lalat yang jatuh pada minuman, karena satu sayapnya memiliki kekuatan penyembuhan sedangkan sayap yang satunya lagi dapat menyebabkan infeksi.

Atas informasi yang sudah diwahyukan oleh Allah kepada Nabi (saw) 1400 tahun yang lalu itu baru-baru ini ahli riset telah menemukan adanya bahan sifat antibacterial dan antibiotic pada lalat. Seorang peneliti di Tokyo bahkan menyatakan bahwa lalat itu dapat meningkatkan immune system dan mengandung enzyme yang yang dapat membunuh beberapa macam bakteri.tertentu.

Kembali pada masalah yang pokok, Khalifah (aba) menekankan bahwa Y.M. Rasulullah (saw) senantiasa menekankan pada doa (shalat) dan memberikan sedekah juga yang dapat membantu proses penyembuhan atas penyakit itu, dan bahwa orang itu harus sepenuhnya menggantung diri hanya kepada Tuhan untuk penyembuhan dari berbagai macam penyakit itu.

Khalifah (aba) menceriterakan beberapa kejadian dari kehidupan Y.M. Rasulullah (saw) di mana beliau telah mengobati sahabat-sahabat beliau dengan berdoa kepada Allah untuk mendapatkan Berkah dan Rahmat-Nya. Khalifah (aba) selanjutnya merincikannya dengan menceriterakan beberapa kejadian dalam masa kehidupan Hadhrat Masih Mau’ud a.s., yang juga telah menyembuhkan penyakit dari orang-orang itu dengan jalan berdoa, dengan keyakinannya yang teguh akan kekuatan penyembuhan dariTuhan.

Yang terpenting untuk diingat adalah bahwa sakit dan penyakit itu adalah datangnya dari Tuhan, maka demikian jugalah kesehatan dan penyembuhan itu datangnya dari Tuhan, jadi, orang itu haruslah bersujud di hadapan-Nya dan meminta rahmat daripada-Nya serta memohon pertolongan-Nya dengan keyakinan penuh atas sifat-Nya Yang Ashaafi dan kemudian tetap ridha dan bersabar atas kehendak-Nya itu. Semoga Allah Taala menerima dan mengabulkan doa-doa kami bagi kekasih dan kecintaan kami serta menganugerahkan kesehatan yang baik kepada semuanya. Aamiiin.

Pengalih bahasa:PPSi

0 Responses to “Khutbah Jum’at Khalifah: Sifat Ilahi “Ashaafi” “Penyembuh””



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 219,960 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: