Khilafah Wajib Adanya Bagi Muslimin

Kehadiran Khilafah adalah wajib adanya bagi Muslimin. Hal ini disebabkan, al :

  1. Allah SWT, telah berjanji kepada orang-orang beriman dan beramal saleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan Khalifah bagi mereka (layastakhlifannahum), sebagaimana Allah telah menjadikan Khalifah-Khalifah kepada orang-orang yang datang sebelum mereka (An-Nur, 24:55).
  2. Allah SWT, menyuruh orang-orang beriman agar berpegang teguh kepada tali Allah (Nabi dan para Khalifah) seutuhnya, dan melarang bercerai berai (Ali-Imran, 3:103): hidup sendiri-sendiri, membuat golongan-golongan, dimana masing-masing bangga dengan kelompok atau golongannya, dan mengaku benarnya sendiri (AI-Mu’minun, 23:51-54)
  3. Nabi Muhammad SAW., bersabda: •……. Talzamu jamaatal-Muslimiina wa imaamahum ” — Tetaplah kamu pada Jama’ah Muslimin dan Imam mereka (Bukhari. Kitabul Fitan, Juz 4:225; Muslim, Kitabul Imamah, Juz 2:134-135)
  4. Nabi Muhammad SAW., bersabda: “Man maata bilghoiri  imaamiin maata miitatan jaahiliyyah – Barangsiapa mati tidak mempunyai imam, maka matinya laksana mati jahiliyyah (HR. Ahmad dari Mu‘awiyyah, Musnad Ahmad, Juz 4:96)
  5. Khalifah ‘Umar bin AI-Khatab ra., bersabda: Innahu laa Islaama illa bijamaatin, wa laa jamaata illa biimaarotin,wa laa imaarota illa bithoo’atin” Sesungguhnya tidak ada Islam tanpa Jamaah, dan tidak ada Jamaah tanpa Imamah (Amir/Pimpinan), dan tidak ada Imamah tanpa taat (Ad-Darimy)
  6. Pembai’atan Khalifah pertama Abu Bakar As-Shiddiq dilakukan lebih dahulu sebelum jenazah Rasulullah SAW., dikebumikan. begitu pula pada masa-masa penggantian kekhalifahan berikutnya, mengisyaratkan: Imamah itu harus ada dan berkesinambungan, tidak boleh terputus, sehingga   Muslimin terpelihara dalam Jamaah Muslimin  dan Imam mereka.
  7. Bagaimana mungkin Muslimin dapat disebut sebagai Ummat kalau ditengah-tengah mereka tidak ada seorang Imamah atauAmir atau Khalifah. Sebab, tentu saja, tidak ada ummat tanpa pimpinan dan tidak ada pimpinan kalau dibelakangnya tidak ada ummat.

FirmanNya:
وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَـيَسْتَخْلِفَـنَّهُمْ فِىْ الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِىْ ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَـيُبَدِّلَــنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًا‌ؕ يَعْبُدُوْنَنِىْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِىْ شَيْـًٔـا‌ؕ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu dan berbuat amal shaleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu khalifah di bumi, sebagaimana  Dia telah menjadikan khalifah kepada orang-orang yang sebelum mereka: dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka. yang telah Dia ridhai bagi mereka; dan niscaya Dia akan menggantikan mereka sesudah ketakutan mereka dengan kemanan. Mereka akan menyembah Aku, dan mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu dengan Aku. Dan barangsiapa ingkar sesudah itu, mereka itulah orang-orang yang durhaka “(An-Nur, 24:55)

Rasulullah SAW-pun telah mengkhabarghaibkan bahwa  akan ada empat periode yang mewarnai kepemimpinan Muslimin sepanjang perjalanan sejarahnya, yaitu masing-masing adalah : Masa Kenabian, Masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian lalu Masa kerajaan dan manakala masa ­kerajaan berakhir, kepemimpinan Muslimin akan kembali memasuki Masa Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwah, Khilafah yang berpola/mengikuti jejak kenabian, sebagaimana yang dapat kita baca dari hadits berikut:

khalifah

“Dari Nu’man bin Basyir dari Hudzaifah bin al-Yaman r.a., berkata: Rasulullah SAW bersabda: Adalah masa Kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkalnya apabila Ia telah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak Kenabian (Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabia Ia telah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menggigit (Mulkan ‘Adhan), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia telah menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian adalah masa Kerajaan yang menyombong ((Mulkan Jabariyyah), adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah mengangkatnya, apabila Ia telah menghendaki untuk mengangkainya. Kemudian adalah masa Khilafah yang mengikuti jejak Kenabian (Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah). Kemudian (Nabi), diam “.(Musnad Ahmad bin Hanbal, jilid 4:273).

Lalu seperti apakah sebenarnya bentuk dari kekhalifahan Islamiyah yang dimaksud Allah dan Rasulullah tersebut? Apakah  itu  suatu lembaga yang bercorak politis ataukah lembaga yang hanya bercorak agamis?

Pada kenyataannya memang  terjadi pemahaman dan penafsiran yang berbeda atas kedudukan Khilafah Islamiyah tersebut, dimana sebagian  memahami bahwa Khilafah itu adalah suatu lembaga yang bercorak politis, namun  sebagian lagi memahami bahwa itu hanya bercorak agamis semata. Namun apabila kita mengingat bahwa Khilafah yang harus berdiri itu adalah Khilafah Ala Minhajin Nuhuwwah, maka itu artinya ke khalifahan ini coraknya adalah agamis, bukan politis.

Bila kita perhatikan  maka semenjak ke-khilafahan Turki Usmani runtuh (1924), upaya untuk mendirikan kembali Khilafah banyak  dilakukan oleh para pemimpin dunia Islam, seperti misalnya:

Tahun 1926, di Kairo, Mesir, dan di Mekah, Saudi Arabia, berlangsung Kongres Islam Sedunia, atas prakarsa Ulama Al-Azhar dan Raja Ibnu Sa’ud. Mewakili Muslim Indonesia, hadir H.O.S. Tjokro Aminoto dari Syarikat Islam, K.H. Mas Mansur dari Muhamadiyah, dan H.A. Karim Amarullah. Tetapi, kongres ini tidak berhasil mewujudkan apa yang menjadi cita-cita.

Tahun 1974, di Lahore, Pakistan, berlangsung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Islam, dihadiri 38 negara. Pesertanya terdiri atas Kepala Negara, Perdana Menteri, dan Menteri-Menteri Luar Negeri. Masalah Khilafah juga menjadi salah satu agenda pembahasan KTT. Tetapi, KTT tidak berhasil mewujudkan apa yang menjadi harapan dan cita-cita ummat Islam. KTT gagal mewujudkan Khilafah Islamiyah.

Hizbut Tahrir adalah satu diantara kelompok Islam yang tak pernah surut berjuang untuk menegakan kembali lembaga Khilafah. Hizbut Tahrir mengklaim sebagai partai politik idiologis dengan tujuan menjadikan idiologi Islam sebagai lampu penerang dalam kegelapan sekularistik yang membelenggu dunia saat ini. Tidak heran, jika ditengah krisis multi dimensi yang melanda dunia, termasuk melanda bangsa Indonesia saat ini, Hizbut Tahrir menawarkan sistim Khilafah Islamiyah, mengantikan sistim Demokrasi yang diusung Sekularisme dan Kapitalisme.

Lalu kenapa usaha-usaha untuk mendirikan kembali Khilafah Islamiyah selalu gagal? Bukankah Allah berjanji akan menjadikan Khilafah? Dan, bukankah dibawah panji Khilafah itu terletak kejayaan Islam dan umat Islam?

Adalah kelompok Muslim Ahmadiyah yang  meng-klaim bahwa sebenarnya Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah Itu telah berdiri, yang terwujud dalam  Khilafah Ahmadiyah Dimana silsilah Khilafah ini berdiri semata-mata hanya untuk melaksanakan tugas Risalah An-Nubuwwah Muhammad Rasulullah SAw., yakni: Liyud hirahu ‘alad-diini kullihi – memenangkan agama (Islam) diatas semua agama (Ash-Shqf; 6 1:9).

Selama 101 tahun masa ke-Khilafahan, telah 5 kali berganti Khilafah. dengan susunan nama dan masa ke-Khilafahan sbb: 1) AI-Haj Maulana Hakim Nuruddin. Khalifatul Masih  I (1908-1914).2) Al-Haj Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad, Khalifatul Masih  II (1914­-1965). 3) Al-Hafiz Mirza Nasir Ahmad, Khalifalul Masih III (1965-1982). 4) Hadhrat Mirza Tahir Ahmad, Khalifalul Masih IV (1982-2003). 5) Hadhrat Mirza Masroor Ahmad. Khalifatul Masih  V (2003-Sekarang).

Proses berdirinya Khilafah ini, sama dengan proses berdirinya Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah Al-Rasyidah yang diawali dengan kebangkitan seorang Reformer. Hadhrat  Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908), yang atas perintah Ilahi, mengumumkan diri sebagai  Mujadid A’dham Abad XIV, Imam Mahdi-Masih Mau’ud.

4 Responses to “Khilafah Wajib Adanya Bagi Muslimin”


  1. 1 Ahmad Munawar April 6, 2010 at 1:18 am

    Uraian awalnya kelihatan menarik tetapi ujungnya menggiring pembaca untuk terlena dan menerima aliran ahmadfiyyah-aliran yang dilihat dari sisi manapun sudah jelas batilnya- هداكم إلى طريق الحق أيها الأحمديون

  2. 2 sumantri April 7, 2010 at 1:06 am

    dunia memang selalu menyimpan keanehan. bila kaum islam hanya baru sebatas wacana tentang kekhilafahan ini namun ahmadiyah yang dianggap sebagai kelompok batil justru telah memilikinya.

  3. 3 muro January 17, 2012 at 1:25 am

    Oke-oke saja bila mana khilafahnya khilafah sohihah, bukan khilafah ala ahmadiyah yang sudah jelas sesatnya. Copba baca ulang khilafah pada zaman khulafaur rasyidin, bukan yang lain.tiru persis sistem dan mekanismenya. yang bergabung diwajibkan baiat.
    “Al Haq bila nidzom yaghlikul bathil bin nidzom”

    @d3n
    trims atas komentarnya.. anda ingin berbaiat kepada khalifah zaman ini? silahkan anda baca syarat2nya berikut ini

  4. 4 Monggo Kerso January 17, 2012 at 7:48 am

    Menarik juga Sdr. muro ini. Saya sependapat memang harus seperti khulafaur rasyidin di zaman sesudah kewafatan Nabi Muhammad s.a.w. Sesudah kewafatan Ali r.a. tidak ada lagi khilafah rasyidah, hanya ada bentuk kerajaan-kerajaan hingga sampai kerajaan usmaniah Turki. Jadi kalau mau khilafah rasyidah memang harus seperti para khulafaur rasyidin itu. tiru persis sistem dan mekanismenya. cuma siapa yang bisa ya? orang-orang Islam juga masih suka gontok2 an sendiri, apalagi di timur tengah sana. apa bisa khilafah seperti khulafaur rasyidin ditegakkan lagi dengan upaya2 umat saja? kalau ikut pola2 kerajaan sesudah khulafaur rasyidin ya sama saja, itu bukan merupakan khilafah ‘ala minhajin nubuwah lagi. tetapi dinasti2 kerajaan biasa saja.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 251,781 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: