Fatwa Ulama Pakistan: Bom Bunuh diri Bukan Islam

RAWALPINDI: Dalam sebuah pertemuan yg diadakan di Kompleks Hassan Raza, dihadiri oleh sekitar 150 Ulama dari Deuband dan para rektor dari berbagai institusi berbasis Deuband yg tersebar di propinsi Rawalpindi, termasuk di dalamnya kota-kota seperti Rawalpindi, Jhelum, Attock dan Chakwal.

Pejabat Polisi Regional, RPO Nasir Khan Durrani, meminpin pertemuan tersebut. Para Ulama sepakat dengan suara bulat menyatakan bahwa Islam menolak segala bentuk aksi terorisme dan tidak memperbolehkan pengikutnya untuk menyakiti “siapapun”, serta menyatakan bahwa tidak ada “tempat” bagi para “pelaku aksi teror bunuh diri” dalam Islam.

“Para pejuang Bunuh Diri” dan “pembunuh orang orang yg tidak berdosa” tidak mempunyai hubungan dengan Islam, tegas para Ulama; bahwa para “pelaku aksi teror bunuh diri ” tsb bukan Islam.

Pertemuan ini di hadiri oleh Ulama ulama besar seperti : Qazi Abdul Rashid Sek-Jen Wafaq ul Madaras Arabia Punjab, Maulana Gohar Islam, Qari Abdul Ghafar Touhidi, Qari Mohmmad Yaqoob, Mouvi Baz Khan,Moulana Abdul Rehman Usmani, Moualan Iqkhlaq Ahemd, Qari Saeed Ahmed Muft Sher Khan, Qari Noor Alam, Qari Fafeez ur Rehman, Moualan Noor Mohammad, Moulana Ubaid ur Rehman, Mohammad Ameer Akram dan Moualan Umer Jawad Qasmi. CPO Rawalpindi Rao Mohammad Iqbal Khan, DPO dari Jhelum, Attock dan Chakwal.

Para Ulama berpendapat bahwa aksi terror bunuh diri, adalah sebuah perbuatan dosa besar, karena Islam tidak pernah mendukung terorisme, dan melarang umatnya untuk mendukung aksi aksi tsb yg di luar peri kemanusiaan. Mereka menyatakan bahwa Islam adalah agama pembawa kedamaian dan mendukung bagi keamanan dan kedamaian untuk semua umat manusia. Mereka manyatakan sekali lagi bahwa orang yg terlibat dengan kejahatan tsb tidak ada hubungan nya dengan Islam.

Juga di putuskan dalam pertemuan tsb, bahwa sebuah komite terdiri dari para Ulama dan anggota Polisi harus didirikan untuk mengatur segala urusan yg berhubungan dengan sekolah-sekolah berbasis agama (madrasah dll) dan untuk memecahkan segala permasalahan mereka dengan cara memberikan konsultasi dan saran saran tertentu.

Di putuskan juga dalam pertemuan tsb, bahwa para siswa Madrasah atau perguruan tinggi Islam lainnya, tidak diperbolehkan menggunakan telepon genggam di dalam lingkungan sekolah. Para rektor dan para pejabat berwenang lain nya di lingkungan Madrasah/Sekolah Tinggi juga di himbau untuk tidak memperbolehkan “orang asing” untuk tinggal di asrama Madrasah/Perguruan Tinggi demi alasan keamanan dan untuk menghindari situasi yg tidak menguntungkan.

By Aziz Malik ‘Pakistan Times’ Federal Bureau Chief

0 Responses to “Fatwa Ulama Pakistan: Bom Bunuh diri Bukan Islam”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 248,737 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: