Palestina: Tanah Yang Dijanjikan

KESALAH PAHAMAN TENTANG ISLAM:
Al-Qur’an Dan Al-Kitab (Bible) Mengenai Tanah Yang Dijanjikan
(Bagian I)

palestineDr. Michael Sloane, seorang pendeta kebangsaan Kanada yang mengajukan empat keberatan sehubungan dengan ajaran-ajaran dan konsep-konsep Islam telah berupaya juga untuk menyelewengkan Al-Qur’an dan membenarkan pendudukan Zionis atas Palestina dengan pernyataan bahwa manakala Alkitab (Bible) mengatakan bahwa Israel adalah milik bangsa Yahudi, Al-Qur’an mengatakan bahwa negeri itu adalah milik bangsa Arab. Orang boleh mengemukakan kepada Dr. Sloane bahwa Al-Qur’an tidak berisi kalimat-kalimat semacam itu bahkan secara isyarat bahwa negeri Israel adalah milik bangsa Arab dan tentu saja tak ada alasan mengapa Allah harus membuat pernyataan-pernyataan semacam itu sebab tak seperti Tuhan yang digambarkan Bible, Dia bukanlah Tuhan rasial (kebangsaan). Tampaknya Dr. Sloane mengacu pada ayat Al-Qur’an yang menyatakan:

Kami sungguh telah tulis dalam Kitab Daud (Zabur) sesudah peringatan itu, bahwa bumi ini diwarisi hamba-hamba-Ku yang soleh. (QS 21:106)

Hendaknya menjadi bukti dari kandungan ayat Al-Qur’an ini sendiri bahwa Tuhan telah menetapkan, Dia telah menjadikan itu ‘tertulis dalam Kitab Zabur’ yang mengatakan bahwa ‘hamba-hamba-Nya yang soleh akan mewarisi bumi itu’ dan bukan suatu golongan ras (bangsa) yang akan mewarisi bumi itu.

Bagaimanapun, jika pendeta itu menekankan bahwa karena nama seorang nabi Ibrani disebutkan dalam ayat Al-Qur’an ini, itu hanya akan dapat berarti bahwa anak-anak keturunan beliau saja yang akan mewarisi tanah itu, maka orang dapat menunjukkan bahwa dia merujuk pada pasal 37 dari Mazmur Daud yang darinya Al-Qur’an telah mengacu pada ayat ini. Dia akan menemukan bahwa berbagai makna dari hamba-hamba ini telah diberikan sebagai orang yang sabar (Mazmur 37:9) dan rendah hati (Mazmur 37:11); suci, sempurna (Mazmur 37:18) dan diberkati (37:22) juga orang-orang yang soleh, jujur (Mazmur 37:29) dan tetap di jalan-Nya (mazmur 37:34).

Kini, karena Nabi Daud(a.s.) memiliki semua syarat ini dan selalu kembali kepada Tuhan (Al-Qur’an 38:18-27), Tuhan memberikan kedaulatan kepada beliau (2:252) dan menguatkan kerajaan beliau (38:21). Bahkan menurut sejarah Alkitab (Bible), beliau mewarisi tanah itu untuk diperintah selama lebih dari empat puluh tahun (1 Raja-Raja 2:11).
Nabi Sulaiman(a.s.) (Solomon) putra beliau juga dinyatakan oleh Al-Qur’an sebagai orang yang telah mendapatkan petunjuk yang benar dari Tuhan (Al-Qur’an 6:85) dan dilebihkan di atas hamba-hamba-Nya (QS 27:16). Oleh sebab itu, beliau dijadikan pewaris dari bapak beliau yang soleh (QS 27:17) dan nyatalah, menurut sejarah Alkitab, beliau memerintah Israel selama empat puluh tahun (1 Raja-Raja 11:42).

Tapi, seperti yang ayat Al-Qur’an telah nyatakan bahwa hamba-hamba Tuhan yang soleh akan mewarisi tanah itu dan Mazmur Daud telah memberikan batasan seorang hamba yang soleh, tak ada yang lebih cepat terjadi [ketika] dua tokoh ini meninggalkan percaturan, kesolehan menjadi asing bagi fitrat dan amalan kaum Yahudi. Maka, kecuali beberapa masa terbatas dalam sejarah mereka ketika kaum Yahudi kembali pada kesolehan dan menjadi layak disebut sebagai hamba-hamba Tuhan yang soleh, Dia (Tuhan) membatalkan janji-Nya yang diberikan dalam ayat Al-Qur’an surah 21:106 dan pasal 37 dari Mazmur Daud. Alih-alih, Dia mulai memenuhi bagian lain dari janji-Nya dengan akibat bahwa orang-orang yang berbuat jahat segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuhan hijau (37:1-2); orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan (Mazmur 37:9); lengan orang-orang fasik dipatahkan (Mazmur 37:17); mereka akan binasa dan lenyap seperti asap (Mazmur 37:20); dan keturunan mereka akan dilenyapkan (Mazmur 37:28); juga masa depan mereka (Mazmur 37:38).

Akibatnya sejarah masa depan bangsa Israel sesudah pemerintahan Nabi Daud(a.s.) dan Sulaiman(a.s.) menunjukkan bagaimana Tuhan memenuhi bagian dari janji-Nya ini, sebagaimana Dia memenuhi janji-Nya bagi orang-orang yang soleh.

Rehabeam (Rehoboam) putra Sulaiman(a.s.) menyaksikan kejatuhan keagungan kerajaan Daud(a.s.) yang suatu ketika pecah menjadi dua kerajaan Israel (II Tawarikh 10:16). Tidak lama kemudian, sisa kerajaan Yudea yang lemah itu diserang oleh Raja Libia dari Mesir, Sisak, sebab Rehabeam dan rakyatnya telah menjadi tak beriman terhadap hukum Tuhan. Raja Mesir itu dapat menguasai benteng-benteng di Yehuda dan menjangkau Yerusalem (II Tawarikh 12:2-5) sebab, seperti firman Tuhan kepada Yudea melalui Nabi Semaya: Kamu telah meninggalkan Aku, oleh sebab itu Akupun meninggalkan kamu juga dalam kuasa Sisak. (II Tawarikh 12:5).

Sejarah Alkitab juga memberi-tahukan kita bahwa ada peperangan yang berkelanjutan antara dua kerajaan Israel itu (II Tawarikh 12:15) dan kerugian jiwa dalam peperangan ini adalah besar – sedemikian banyaknya sehingga paling sedikit 500.000 orang Israel terbunuh dalam satu pertempuran (II Tawarikh 13:17). Sesudah masa yang singkat kembalinya kesolehan selama pemerintahan Abia, Asa dan Yosafat, kaum Yahudi kembali lagi kepada kejahatan selama pemerintahan Yoram (Jehoram).
Tuhan kemudian menggerakkan bangsa Filistin dan Arab untuk menghantam negeri Yudea (II Tawarikh 21:16). Ahazia putra Yoram dihantam dengan cara yang sama sehingga tak seorang pun dari anak-anaknya yang tinggal hidup, kecuali Yoas yang soleh (II Tawarikh 22:9-11). Tapi Amazia putra Yoas berubah menjadi orang jahat dan dengan demikian menerima kemurkaan Tuhan (II Tawarikh 25:27).

Selama masa ini seluruhnya ketika keturunan Daud sedang menderita kemunduran sedemikian rupa, kerajaan Israel lainnya secara terus-menerus sedang dihantam karena ketidak-solehan mereka hingga Shalmaneser raja Assyria membawa dua suku di sebelah utara kerajaan itu sebagai tawanan. Ini bahkan diikuti oleh Nebukadnezar raja Babilonia mengambil orang-orang Yudea juga menjadi tawanan. Dan bahkan sesudah kembalinya kaum Yahudi dari penawanan, mereka tetap tidak mengendalikan Palestina terlalu lama. Mereka segera diperintah oleh Roma dan Arab.

Kalau Dr. Sloane tidak dibutakan oleh prasangka buruknya, beliau mungkin telah mengetahui bahwa menurut pandangan dari pernyataan Al-Qur’an ini dan batasan orang soleh dalam Mazmur Daud, Yakub akan merupakan orang terakhir yang dimaksud dari janji Tuhan di pihak beliau. Ini merupakan bukti dari kenyataan bahwa beliau tidak memiliki keindahan kepribadian yang dituntut oleh gambaran orang soleh Mazmur Daud. Misalnya, renungkanlah masalah yang di dalamnya Yakub memiliki hak keturunan untuk mewarisi Ishaq(a.s.) bapak beliau dan Ibrahim(a.s.) kakek beliau untuk mendakwakan hak atas pemilikan tanah Palestina yang asalnya dibuat untuk Ibrahim (Abraham) dalam Kejadian 17:8.

Menurut sejarah Alkitab, Ishak hampir saja membuat wasiat dan menguatkan putra sulung beliau Esau sebagai penerus beliau tapi Yakub, dengan bantuan Ribka ibu beliau, menipu Ishak bapak beliau yang tua dan buta dengan mempercayai bahwa beliau adalah Esau abang Ishak dan melalui penipuan ini beliau membajak hak kelahiran abang beliau (Kejadian 27 : 1-33). Seorang komentator Alkitab dari Kristen menyimpulkan pembajakan Yakub dengan kata-kata yang indah dan menyatakan bahwa Ribka sungguh berbuat salah kepada Esau sehubungan dengan hak kesulungannya. Dia tak menghargai kekuasaan dan keimanan kepada Tuhan dan menjadikan Yakub berbuat sedemikian khianat secara sepihak. (Scott’s Commentary, illustrated National Family Bible).

Dia kemudian mengulas mengenai niat yang dengan itu hak kesulungan Esau diambil haknya oleh Yakub dan menyatakan: Niat itu buruk, dan tak ada jalan yang dapat dibenarkan. Itu merupakan kesalahan Yakub untuk mengambil keuntungan dari keraguan bapaknya dan mengambil hak kesulungan saudaranya secara tipuan. Dia telah menjadikan diri sendiri terbuka bagi kutukan Tuhan yang ditetapkan untuknya bahwa dia menyesatkan orang yang buta. (Ibid)

Maka, Yakub tak menghormati, bahkan, mencuri hak istimewa kesulungan saudaranya melalui tipuan yang buruk, kelicikan yang paling dibenci dan dosa yang paling dibenci. Kemudian bagaimana beliau dapat dianggap dalam batasan hamba-hamba Tuhan yang soleh yang kepadanya janji kepemilikan tanah itu telah diberikan?

Pada tahap ini, orang juga akan merujuk pada ulasan Dr. Sloane bahwa orang-orang akan mengambil pelajaran dari Alkitab (Bible) dan bertanya kepadanya mengenai pelajaran apa yang akan beliau ambil dari riwayat Alkitab itu dalam penerangan hukum Alkitab: Terkutuklah orang yang membawa seorang buta ke jalan yang sesat. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! (Ulangan 27 : 18).

Bagaimana bisa seorang yang demikian terkutuk oleh hukum Alkitab berharap untuk menjadi penerima berkat-berkat Ilahi yang dijanjikan hanya bagi orang-orang yang soleh?

Kenyataannya, ini bukan satu-satunya contoh yang di dalamnya Yakub memberikan bukti fitrat ketidak-solehannya. Beliau menipu bapak mertuanya dalam masalah kambing domba yang lahir (Kejadian 30:41-42) dan menurut penafsir Alkitab (Bible): Menyusun rencana untuk dapat kambing domba yang paling berharga bagi diri sendiri sedang untuk majikannya adalah yang lebih kurus (kurang berharga). (Henri’s Commentary, Illustrated National Family Bible). Bahkan ketika penipuannya ditemukan oleh majikan dan bapak mertuanya dan beliau terpaksa mengakali dengan tidak memberi-tahukan kepadanya dan melarikan diri (Kejadian 31:20) dari orang yang benar-benar telah memberikan perlindungan kepadanya sesudah beliau sebelumnya melarikan diri dari kemarahan Esau saudara beliau, sesudah merampas hak kesulungan (kelahiran). Maka dengan kriteria apa Dr. Sloane memasukkan Yakub dalam kategori orang soleh yang kepadanya janji pewarisan negeri ini telah diberikan oleh Tuhan.

Kini, jika atas dasar pemilikan Palestina secara paksa akhir-akhir ini, Dr. Sloane ingin beralasan bahwa kaum Yahudi adalah hamba-hamba Tuhan yang soleh dan dengan demikian memiliki tanah itu, maka orang akan bertanya kepadanya mengenai mengapa, dalam seluruh sejarah mereka sesudah Daud dan Sulaiman, mereka telah dihantam bertubi-tubi oleh beberapa bangsa di dunia. Sisak, raja Mesir merampas perbendaharaan rumah Tuhan dan rumah raja, semuanya (I Raja-Raja 14:25-28); Pul, raja Asyur (Assyria) menjadikan mereka membayar seribu talenta perak kepadanya (II Raja-Raja 15:19-20); Tiglat-Pileser penerusnya menaklukkan kota-kota mereka dan menjadikan para penduduknya dalam pembuangan ke Asyur (II Raja-Raja 15:29); dia kembali untuk menghantam mereka lagi dan membawa bangsa Israel dalam pembuangan dan pada waktu yang sama membawa rakyat dari bagian lain kerajaannya untuk menetap di Israel (II Raja-Raja 17:23-24); Salmaneser dari Assyria mengepung dan merebut ibu kota kerajaan Israel bagian utara sesudah tiga tahun serta membawa bangsa Israel dalam pembuangan (II Raja-Raja 18:10-12); Sanherib penerusnya menyerang segala kota berkubu bagian selatan kerajaan Yudea, menguasainya dan menjadikan mereka membayar upeti kepadanya (II Raja-Raja 18:13-16); dan akhirnya Nebukadnezar raja Babilon datang menghadapi mereka, menghancurkan mereka dan menangkap serta membawa keturunan Yakub itu ke pengasingan (II Raja-Raja 25:20).
Bahkan sesudah kembalinya mereka dari pembuangan, Pompey komandan Roma mengadakan pembunuhan besar-besaran yang mengerikan terhadap bangsa Yahudi dan mencemarkan Kuil (Biara) Suci; (Antiquities, XIV, 4, 1/4); Gabinius gubernur Roma di Syiria membagi-bagi kerajaan Israel menjadi distrik-distrik (kabupaten) Kerajaan Romawi (Ibid, XIV, 8,5) dan akhirnya, Titus komandan Roma melakukan pembunuhan besar-besaran yang mengerikan dan menghapuskan kerajaan Israel. Maka, semua bangsa besar ini menjadi sarana bagi kemurkaan Allah Ta’ala terhadap bangsa Israel. Ini kemudian disusul dengan penguasaan kaum Muslimin atas tanah ini.

Jika Dr. Sloane menghitung jumlah keseluruhan dari tahun-tahun pemilikan Palestina dalam sejarah mereka selama 3733 tahun sejak Yakub ditahbiskan sebagai Israel, beliau mungkin mendapatkan sedikit petunjuk untuk masa yang pendek yang dengan itu mereka telah mewarisi tanah itu, yang menurut beliau, Alkitab nyatakan sebagai milik mereka.
Itu juga akan terbukti bahwa anggapan Alkitab bahwa negeri Israel adalah milik kaum Yahudi benar-benar mengada-ada – sebab seluruh pertentangan lain dalam teks kitab suci itu yang telah ditulis untuk mengagungkan satu bangsa yang sejarah keseluruhannya – kecuali sedikit contoh di sana-sini, ada dalam penguasaan bangsa-bangsa asing.
Nyatanya, Dr. Sloane tidak akan pernah dapat memikirkan tentang bangsa lain yang dalam masa yang demikian lama dalam sejarahnya telah menjadi jajahan bangsa-bangsa lain seperti dialami bangsa Yahudi.

Dr. Sloane juga mengutip Kejadian 28:13 untuk menguatkan pandangannya bahwa Tuhan menjanjikan tanah Palestina kepada Yakub putra Ishak.
Tampaknya, janji ini telah diberikan kepada Yakub sekitar tahun 1760 SM dan tahun 1994 ini, janji itu akan berumur 3754 tahun. Kini! Jika beliau menghitung jumlah tahun keseluruhan keturunan Yakub menguasai Palestina sejak janji ini secara nyata diberikan kepada beliau dan keturunannya, hal itu akan memberikan satu gagasan yang adil bagi beliau betapa sedikitnya janji hak khusus atas Palestina yang diberikan kepada keturunan Yakub ini terpenuhi.

Palestina berada di tangan bangsa Yahudi, menurut Al-Qur’an Suci,untuk masa yang sementara. Allah Ta’ala telah menetapkan bahwa hamba-hamba-Nya yang soleh akan mewarisi tanah itu (Al-Qur’an 21:106) dan itu akan terjadi. Tapi yang pasti bahwa bangsa Yahudi adalah bukan orang-orang yang soleh yang dirujuk oleh ayat Kitab Suci Al-Qur’an ini. Bagaimana satu bangsa yang mengutuk Nabi Isa(a.s.) (Yesus) putra Maryam(r.a.), sebagai penjahat dan menyebabkan beliau digantung di kayu salib bersama dengan pencuri-pencuri, dapat dianggap sebagai satu bangsa yang soleh? Dan apa yang membuat Dr. Sloane berpikir bahwa ketika Nabi Isa(a.s.) (Yesus) datang kembali dengan pribadi yang sama, yang beliau anggap Yesus akan kembali, orang-orang yang menolak beliau pada kedatangan yang pertama dan membuat beliau disalibkan akan menerima beliau pada kedatangan kedua beliau?

Kaum Yahudi mempunyai sejarah penolakan dan penganiayaan terhadap nabi-nabi yang diutus Allah Ta’ala sejak permulaan sejarahnya. Jika mereka menerima Musa(a.s.), itu hanya karena beliau tampak sebagai seorang juru selamat dan membebaskan mereka dari belenggu mereka di Mesir. Tapi tak lama sesudah Musa(a.s.) membawa mereka melintasi Laut Merah dan membebaskan dari tawanan di Mesir, mereka mulai bersungut-sungut terhadap beliau. Mereka bersungut-sungut tentang air di Mara (Keluaran 15:23-24) dan tentang daging di gurun Sin (Keluaran 16:1-3). Mereka berbantah lagi dengan beliau tentang air di Rafidim dan bahkan Musa(a.s.) takut kalau mereka mungkin merajam beliau (Keluaran 17:1-4). Terakhir, mereka membuat sembahan dari emas (Keluaran 32:4).

Jika mereka menerima Daud(a.s.), maka mereka melakukannya hanya karena beliau menyelamatkan mereka dari musuh-musuh mereka tapi taklama sesudah Daud(a.s.) menjadikan mereka sebagai bangsa yang kuat,mereka menyebabkan beliau berduka cita sehingga beliau berseru:Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku … Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya; Ia menyerah kepada Tuhan; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya? …
Janganlah jauh dari padaku, sebab kesusahan telah dekat, dan tidak ada yang menolong … Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku … Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku (Mazmur 22).

Bukankah kaum Yahudi yang merajam dan membunuh Zakaria(a.s.) di antara altar dan rumahnya (II Tawarikh 24:21)? Bukahkah raja Yahudi yang memenggal kepala Yohanes Pembaptis (Matius 14:6-10)? Apakah Dr. Sloane menginginkan bahwa orang harus membawa lebih banyak bukti tentang bagaimana bangsa ini menganiaya hamba-hamba Tuhan yang soleh yang menjadikan diri mereka tak layak atas janji yang dibuat Allah Ta’ala dalam ayat Al-Qur’an (21:106)?

Orang setuju dengan Dr. Sloane bahwa beberapa ayat dalam Alkitab merujuk pada penempatan bangsa Yahudi di tanah itu dan pengumpulan mereka kembali tapi yang tampaknya beliau lupakan adalah bahwa kitab Amos ditulis sekitar tahun 787 SM, Yesaya antara 760-698 SM, Yeremia antara 629-587 SM, Yehezkiel antara 595-574 SM dan Zakharia antara 520-487 SM. Berapa banyak kali kaum Yahudi telah dijanjikan,
ditempatkan dan dikumpulkan kembali sejak janji-janji ini dikeluarkan dan berapa banyak kali mereka dikeluarkan lagi merupakan masalah sejarah. Maka apa yang kemudian membuat beliau berpikir bahwa penempatan kaum Yahudi di Palestina sekarang ini adalah selamanya?
Apakah Tuhan yang sama itu tidak menjanjikan, menempatkan dan mengeluarkan kaum Yahudi dari Palestina di masa lalu?

Orang juga heran dengan cara Dr. Sloane memanipulasi beberapa ramalan Alkitab dalam kitab-kitab Perjanjian Lama untuk menegaskan behwa penempatan bangsa Yahudi secara paksa di Palestina tahun 1948 menggenapi apa yang digambarkan oleh Alkitab 2500 tahun yang lalu, sedangkan kenyataan sejarah Alkitab yang diakui bahwa Yehezkiel 34:11-13 dan 34:24 digenapi sekitar 2400 tahun yang lalu ketika beribu-ribu orang Yahudi dibawa keluar dari Babilonia di bawah Zerubbabel dan Ezra sekitar 456 SM. Juga merupakan satu kenyataan yang kuat bahwa ramalan Yesaya 43:5-6 berhubungan dengan kembalinya bangsa Yahudi dari pembuangan di Babilonia (Yesaya 43:14) yang sekali lagi digenapi dengan kembalinya kaum Yahudi dari Babilonia pada 456 SM.
Ramalan dalam Yeremia 31:8 juga merujuk pada kembalinya orang-orang Israel di Samaria yang diambil sebagai tawanan oleh raja-raja Assyria (Asyur) dan orang-orang ini sekali lagi kembali dengan Zerubbabel dan Ezra pada 456 SM.

Tak ada keraguan bahwa sejarah bertebaran dengan kelakuan buruk daripara pemimpin dan bangsa-bangsa yang telah memperlakukan bangsa Israel dengan tidak adil tapi sejarah juga bertebaran dengan kelakuan buruk bangsa Israel yang telah memperlakukan bangsa-bangsa lain dengan tidak adil. Dan jika Dr. Sloane tidak mempercayai hal ini, maka orang menganjurkan agar beliau membaca sejarah Alkitabnya sendiri. Israel merupakan satu bangsa di dunia yang atas mereka murka Tuhan telah jatuh sedemikian seringnya dan begitu banyaknya yang dengan memikirkannya akan membuat orang ngeri. Namun, bangsa ini tidak mengambil pelajaran tidak pula akan mengambil pelajaran jika ia terus melakukan sikap-sikap semacam itu telah terbukti sejak zaman dahulu.
Itu merupakan satu bangsa yang telah memaksa atas kesabaran bangsa-bangsa lain begitu seringnya sehingga setiap bangsa lainnya telah kehilangan kesabarannya untuk itu, apakah di Palestina atau di luar sana. Dengan bersimpati dan menghargai jutaan orang Yahudi tak bersalah yang jadi korban yang menderita karena kebiasaan bangsa Israel yang melampaui batas, orang akan berhenti dari mengutip contoh-contoh tapi satu hal yang pasti bahwa pesan telah disampaikan.

Berkenaan dengan pendirian Dr. Sloane bahwa Tuhan berperang di pihak Yahudi tahun 1948, 1956, 1967 dan 1973, orang akan menerima bahwa seandainya bangsa-bangsa asing dari barat itu adalah Tuhan maka beliau tampak paling benar. Beliau boleh terus salah pengertian bahwa bangsa Israel ditempatkan di Palestina sesuai dengan yang dianggap sebagai hak Ketuhanan mereka tapi yang lain meyakini, seluruh dunia mengetahui bahwa satu-satunya alasan untuk mendirikan negeri Israel ini merupakan rencana besar dari bangsa-bangsa asing itu yang ingin melepaskan diri mereka dari permasalahan rasial dari tapal batas negeri-negeri mereka sendiri yang dalam sejarahnya tak pernah dapat diatasi dalam suatu negeri. Itu juga merupakan perkara yang diketahui umum bahwa keberhasilan Yahudi dalam setiap bentrokan dengan bangsa Arab antara tahun 1948 dan 1973 berada di pundak bangsa-bangsa asing, khususnya Inggris, Prancis dan Amerika Serikat yang memberikan bantuan-bantuan kepada Israel bila saja mereka bersin. Tapi berapa lama ini akan berlanjut merupakan perkara yang hanya diketahui Allah Ta’ala.
Bagaimanapun itu merupakan hukum Ilahi bahwa para tirani mengalami kejatuhan mereka hanya sesudah kekejaman mereka melampaui segala batas dan Al-Qur’an Suci menyatakan dengan sangat jelas bahwa Allah Ta’ala ‘memberikan tangguh kepada orang-orang yang bersalah dan membiarkan mereka menggelepar dalam kelakuan mereka yang melampaui batas agar mereka menambah dosa-dosa mereka’.

Ulasan Mr. Sloane bahwa ramalan Alkitab kalau bangsa-bangsa Islam bersekutu dengan Rusia akan datang melawan Israel dan Yerusalem adalah didasarkan atas kesalah-pahaman sepenuhnya dari kitab sucinya sendiri.
Dalam contoh pertama, tak ada tempat dalam kitab Yehezkiel yang disebut bangsa-bangsa Islam. Mengenai penghakiman Tuhan terhadap musuh-musuh Israel yang dinubuwatkan oleh Yehezkiel 38-39, ramalan ini, seperti yang diakui oleh para ahli sejarah Yahudi dan Kristen, digenapi dengan kaum Makabe (Maccabean) yang mengalahkan kekuasaan Antiochus.

Meskipun demikian, jika Dr. Sloane masih menekankan bahwa hal yang dianggap ramalan Alkitab tentang Rusia dan bangsa-bangsa Islam yang datang menghadapi Israel dan Yerusalem ini sedang tampak terjadi di depan mata beliau sendiri, maka orang menyarankan bahwa beliau hendaknya memperhatikan peristiwa-peristiwa yang telah berubah di dunia akhir-akhir ini (tahun 1994-Red). Rusia, hari ini, menjadi bangsa yang terpecah belah, yang pecahan-pecahannya secara bertahap menjadi sasaran perbudakan bangsa-bangsa yang menjamin Negara Zionis Israel, bangsa-bangsa asing dari barat. Negeri-negeri itu bahkan tidak sanggup untuk memberi makan rakyatnya sendiri dengan meninggalkan kesempatan untuk dapat bersekutu dengan bangsa lain untuk saling memerangi.

Lebih lanjut, peristiwa-peristiwa sekarang di Timur Tengah akan menguatkan kenyataan bahwa Gog and Magog (Ya’juj dan Ma’juj) yang Dr. Sloane anggap sebagai Rusia dan bangsa-bangsa Islam yang akan menghadapi kaum Yahudi sebenarnya adalah bahwa Rusia dan bangsa-bangsa Kristen, dalam persekutuan dengan kaum Yahudi, telah datang menghadapi bangsa-bangsa Muslim. Ini dibuktikan dengan perkara yang di dalamnya seluruh bangsa ini ‘berkomplot’ menghadapi bangsa-bangsa Muslim akhir-akhir ini.

Halaman ini tidak mengizinkan kita untuk membahas dalil-dalil Dr. Sloane lainnya sehubungan dengan pendakwaan beliau bahwa Israel adalah milik kaum Yahudi. Insya Allah, kita akan bahas dalam terbitan Ahmadiyya Gazette mendatang.

Sumber: Ahmadiyya Gazette, July 1994, hal. 8-13.
Penulis :Naeem Usman Memon
Alih bahasa: MA

29 Responses to “Palestina: Tanah Yang Dijanjikan”


  1. 1 Prihatin September 2, 2009 at 1:25 pm

    Benar menurut Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 105, tanah (negeri) itu akan diwarisi oleh hamba-hamba Allah yang soleh. Ini peringatan juga untuk kaum muslimin apakah mereka itu soleh atau tidak dalam pandangan Allah SWT? Khalifah Umar menguasai Pelestina dengan kekuatan minim, begitu juga Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi. Kayaknya yang terjadi di Palestina sekarang adalah bukan soal kesolehan, melainkan siapa yang kuat itu yang berkuasa. Ini renungan bagi kaum muslimin, khususnya yang ada di Timur Tengah. Saya koreksi sedikit, ayat itu seharusnya 105 bukan 106.

    @d3n
    Mengenai nomor ayat, anda dan saya sama2 benar. Saya menyebut ayat 106 karena mengutif dari Al-Qur’an yang penomoran ayat 1 nya dimulai dari ayat “Bismillahhirrahmanirrohim” sementara anda mengutif ayat dari Al-Qur’an dengan sistim penomoran ayat dimulai dari ayat setelah ” Bismillahhirrahmanirrohim”
    Salam.

  2. 2 Prihatin September 2, 2009 at 1:27 pm

    Artikel yang penuh dengan pencerahan-pencerahan baru.

  3. 3 gold invester January 26, 2011 at 8:28 pm

    We discovered a unique problem a while ago on the way to make a profit found in trying out platinum gold market. I guess it’s time appealing simply because the rare metal segment seems exploding currently and intensely people are now utilizing it.

  4. 5 Pembaca November 26, 2011 at 6:27 am

    Bagus sekali artiukel nya. Semoga bermanfaat.

  5. 6 ADM BURHAN December 5, 2011 at 6:46 am

    Dalam Surat Bani Israil dikatakan bahwa Bani Israel akan berbuat kerusakan di bumi ini 2 kali. Dan yg kedua kalinya sudah terjadi sekarang ini di Timur Tengah. Kalau orang-orang Israel itu tidak sadar dan menerima Islam maka hukuman Allah akan menimpa mereka.

  6. 9 samingin August 2, 2012 at 10:18 am

    sudah bagus ……………… tetapi bukan sejarah masa lalu saja yang dibutuhkan untuk mengusai negara atau tanah leluhur tetapai kekuasan dan kekuatan sangat dibutuhkan agar dapat langgeng …………….. dalam pengusaanya dan tidak takut diintervensi dari manapun

  7. 10 ameliaputri September 19, 2012 at 12:26 pm

    pengetahuan utk kita umat muslim..

  8. 11 Amaaron Poetra Thg September 28, 2012 at 2:00 am

    bagus………..artinx bahwa kita sebgy ummat it islmsadari,,,perstuan kita tidak seutuh…pada jaman nabi…smpey kepada kholifa ali..sehinga kta jatuh dalam kekuasaan…..itu prlu kita sadari…………..

  9. 12 Nur Malia March 19, 2013 at 11:31 pm

    people have the opinion according to their own desires, so it’s not based on the right (as it is in the Qur’an) personally I can only pray and hope that Allah SWT
    gives shows the truth.

  10. 13 vie June 26, 2013 at 12:16 am

    menambah pengetahuan buat saya, terima kasih atas ilmu dan informasinya

  11. 14 Bandah December 6, 2013 at 8:17 am

    Bagus, menambah pengetahuan buat saya. Terima kasih atas ilmu dan informasinya. Jadi mengerti persoalan sebenarnya.

  12. 15 Pembaca December 8, 2013 at 6:54 am

    Wah bagus sekali. Perbandingan ajaran Al-Qur’an dan Al-kitab. Tidak berat sebelah menilainya.

  13. 16 Bang Asir December 9, 2013 at 4:50 am

    Konflik Palestina tidak ada penyelesaian sebab semua pihak tidak mau menyadari kedudukan yang sebenarnya. Artikel ini cukup bagus mengupas duduk persoalannya berdasarkan ajaran Al-Qur’an maupun Al-Kitab, sehingga semua phak dapat memperoleh gambaran dan kalau memungkinkan dapat menyelesaikan konflik tersebut.

  14. 17 Peninjau Aja December 12, 2013 at 4:22 pm

    Uraian sangat ilmiah dan berbobot. Sangat bermanfaat.

  15. 18 Zanty April 2, 2014 at 5:37 am

    Assalamu alaikum,
    Ngomong-ngomong soal Palestina saya udah sering dengar. Tapi kalau dengan perbandingan dalil dari kitab-kitab suci, ya baru tahu yang ini aja. Makasih postingannya. Wassalam,

  16. 19 Ahmad Bukhori May 22, 2014 at 2:02 am

    Subhanalloh sangat menakjubkan.

  17. 20 Suyadi Ngusut October 14, 2014 at 12:28 am

    Baik sekali. Hal-hal baru yang perlu juga untuk diketahui bersama. Makasih atas informasi yang sangat berharga bagi saya pribadi.

  18. 21 Pangeran Biasa October 15, 2014 at 7:14 am

    Mau komentar apa? Gak ada kata yang mau dikomentari kecuali bahwa artikel ini bagus banget dan menjadi salah satu jalan penyelesaian di dalam kemelut Timur Tengah. Sangat berharga banget buat saya pribadi. Makasih bung admin. Salam.

    @d3n
    terima kasih telah membaca.
    salam kenal dari saya

  19. 22 Shery October 15, 2014 at 8:03 am

    Bacaan yang cukup baik dan lumayan. Buat sekedar pengetahuan dalam menyikapi kemelut di Timur Tengah. Bagaimana pun campur tangan negara-negara besar adalah salah satu penyebab kemelut yang berlarut-larut…

    @d3n
    trims telah membaca

  20. 23 Mujiyono October 22, 2014 at 5:56 am

    Salam dari Surabaya….

  21. 24 Supri October 23, 2014 at 12:28 am

    Perdamaian di Timur Tengah akan eksis jika ada keadilan mutlak dan negera-negara besar tidak memihak pihak manapun. Semoga perdamaian dapat tegak di dunia ini. Amin.

  22. 25 Sugeng Amzori December 7, 2014 at 9:35 am

    Mantap bro,….. boleh saya print gak buat dibaca-baca di rumah??

    @den

    tentu saja boleh

  23. 26 Sahid December 9, 2014 at 8:18 am

    Sudah selesai dibaca. Sungguh lain dari pada yang lain. Sangat bermanfaat…..

  24. 27 Sang Perantau March 29, 2015 at 9:48 am

    Dibaca di Kuala Lumpur, Malaysia.

  25. 28 Sudarto October 21, 2015 at 5:07 am

    Sangat prihatin dengan keadaan di Palestina. Tetap saja yang tak berdaya menjadi korban.


  1. 1 Palestina: Tanah Yang Dijanjikan (bagian 2) | Which, then, of the favours of your Lord will ye twain, deny? Trackback on October 15, 2014 at 8:38 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 216,092 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: