KEMULIAAN BULAN SUCI RAMADHAN

khalifah

————-Namun menyatakan beriman hanya dengan mulut saja tidaklah cukup. Melainkan Allah berfirman, iman kalian kepada Allah dan Rasul-Nya harus meningkat terus secara amaliah tidak cukup hanya di lidah. Setiap hari langkah kalian harus maju dan meningkat terus. Jika keadaan sudah demikan maka ianya dapat dikatakan seorang mu’min kamil yang imannya semakin terus maju. Dan untuk itu sangat diperlukan mujahadah yakni bekerja keras secara berterus-terusan. Itulah sebabnya Allah swt menurunkan perintah kepada manusia untuk beribadah. Supaya mujahadah tetap terus berjalan. Sehingga keadaan taqwa terus meningkat. Dan setiap tahun ibadah puasa bulan Ramadhan itu merupakan mata rantai dari pada mujahadah untuk meningkatkan martabat iman. ——————

Berikut artikel selengkapnya, yang merupakan Khutbah Jum’ah Khalifah pada 5 September 2008:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 0 أَيَّاماً مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ 0 شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلاَ يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُون 0 وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ0

Artinya: Hai orang-orang yang beriman! Puasa diwajibkan atas kamu sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa. Hari-hari yang telah ditentukan bilangannya, maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, maka hendaknya ia berpuasa sebanyak itu pada hari-hari lain; dan bagi mereka yang tidak sanggup berpuasa, membayar fidyah, memberi makan kepada seorang miskin. Dan, barang siapa berbuat kebaikan dengan rela hati maka hal itu lebih baik baginya,. Dan, berpuasa itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui. Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya Al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterang an yang nyata mengenai petunjuk dan Furqan. Maka, barangsiapa di antara kamu hadir di dalam bulan ini hendaklah ia berpuasa di dalamnya. Tapi, barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, maka hendaklah berpuasa sebanyak bilangan itu pada hari-hari lain. Allah menghendaki keringanan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu, dan Dia menghendaki supaya kamu menyempurnakan bilangan itu dan supaya kamu mengagungkan Allah, karena Dia memberi petunjuk kepada kamu dan supaya kamu bersyukur. Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepada engkau tentang Aku, katakanlah sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan do’a orang yang memohon apabila ia berdo’a kepada-Ku. Maka hendaklah mereka menyambut seruan-Ku dan beriman kepada-Ku supaya mereka mendapat petunjuk. (Al Baqarah : 184-187)

Dari ayat yang telah saya tilawatkan ini jelaslah bahwa puasa bukanlah amalan yang tanpa maksud. Melainkan Allah swt telah mewajibkan puasa atas orang-orang mu’min sebagai latihan untuk meningkatkan kemajuan hamba-hamba- Nya dibidang ruhani, meningkatkan kecintaan kepada-Nya, dan untuk memberitahu cara-cara berdo’a yang makbul disisi-Nya.

Di dalam ayat pertama tersebut Allah swt berfirman bahwa puasa diwajibkan atas orang-orang mu’min supaya mereka berusaha menjadi orang-orang bertaqwa. Yakni untuk menyelamatkan diri dari setiap jenis keburukan orang mu’min harus meminta perlindungan kepada Allah swt. Terdapat riwayat di dalam sebuah hadis Hazrat Rasulullah saw bersabda; “ Puasa adalah perisai, maka apabila untuk meraih keridhaan Allah swt kamu jadikan puasa sebagai perisai untuk menjaga diri kamu dari keburukan-keburukan itu maka Allah swt sendiri akan menjadi perisai bagi kamu. Dan Dia bukan hanya akan menjaga kamu dari dosa-dosa besar melainkan Dia akan menjaga kamu dari setiap jenis dosa yang kecil-kecil juga dan Dia akan menjaga kamu juga dari kekhawatiran- kekhawatiran yang kecil. Bahkan Dia akan menjaga kamu dari setiap keburukan dan Dia akan memberi taufiq untuk melakukan amal-amal saleh. Namun syaratnya adalah kamu harus berpegang kepada peraturan-peraturan yang berkaitan erat dengan ibadah puasa. Tentang mana kamu diperintah bahwa jika kamu berpuasa maka telinga, mata, mulut, tangan dan setiap anggauta badan juga semuanya harus ikut berpuasa. Yakni perisai itu baru akan berguna jika kita faham bagaimana cara menggunakannya. Hanya dengan mengandalkan ibadah puasa saja ianya tidak akan cukup mendatangkan hasil untuk mencapai taqwa. Melainkan untuk itu harus melakukan tarbiyyat kepada diri sendiri dan harus menempa diri sendiri menjadi orang yang patuh dan disiplin. Dan harus patuh ta’at kepada hukum-hukum yang Allah swt telah tentukan. Di dalam kedua ayat diatas telah diterangkan dengan jelas, yakni dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan berpuasa tidak diperbolehkan. Bahkan dalam keadaan demikian diperintahkan untuk berpuasa di waktu yang lain. Sebab taqwa akan diperoleh jika insan mematuhi perintah Allah swt, bukan karena menahan lapar. Selain itu membaca Al Qur’an dengan teratur dan mengamalkan hukum-hukum- Nya juga sangat penting sekali. Dan banyak sekali hukum-hukum yang telah dituliskan di dalam Kitab Al Qur’an yang jumlahnya mencapai ratusan.

Disatu tempat Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Dari awal sampai akhir di dalam Al Qur’anul Karim tardapat penjelasan tentang awamir o nawahi (perintah dan larangan) dan tentang ahkam Ilahi (hukum-hukum Allah). Dan beratus-ratus jenis cabang-cabangnya telah dijelaskan. Jadi, untuk mencapai taqwa itu kita harus berlindung dibalik perisai puasa kita. Yang sebenarnya perisai itu adalah Allah swt. Oleh sebab itulah Tuhan berfirman di dalam satu hadits qudsi, “ Aku sendiri menjadi ganjaran puasa.” Hadits qudsi adalah hadis yang disampaikan Hazrat Rasulullah saw dari firman Allah swt. Jadi perisai itu baru akan berfaedah bagi kita apabila kita berpuasa sambil menghitung-hitung gerak-gerik pribadi dengan cermat, menjaga telinga dari perkataan lagaw (sia-sia) dan perkataan-perkataan buruk. Menjaga diri dari setiap Majlis yang sedang membicarakan penghinaan atau perolokan terhadap agama atau sedang meledek dan mentertawakan sesuatu tentang ajaran agama atau Majlis yang sedang membicarakan ghibat tentang keburukan orang lain,. Dan harus menjaga diri dari segala jenis penglihatan yang dilarang oleh Allah swt. Misalnya lelaki harus menundukkan pandangannya, yakni dilarang memandangi perempuan-perempuan bukan muhrim, dan sebaliknya perempuan-perempuan dilarang memandangi lelaki yang bukan muhrim. Dilarang menonton film yang sia-sia dan rucah yang pada zaman sekarang ini sudah sangat tersebar luas. Jika di dalam bulan Ramadhan ini manusia telah terbiasa menjaga diri dari keburukan dan melakukan amalan yang baik-baik maka ia dapat diharapkan di masa yang akan datang-pun ianya akan terpelihara dari perbuatan-perbuatan buruk. Selain itu mulut dan lidah juga harus puasa. Mulut/ lidah berpuasa artinya jangan berkata-kata buruk kepada orang lain, jangan menyakiti orang lain dengan mulut/ lidah itu.  Oleh sebab itu telah diperintahkan di dalam sebuah hadis bahwa, jika seseorang sedang berpuasa mendengar orang lain berkata-kata buruk kepadanya atau memakinya, atau mengajaknya bertengkar  atau mengajak berkelahi dengannya, maka cukuplah ia menjawab kepadanya : Aku sedang berpuasa !! Lalu diamlah,  jangan dilayani. Maksud aku sedang berpuasa, ialah aku tidak mau merusak puasaku. Apa yang kamu katakan itu aku tidak peduli aku tidak mau menjawab kata-kata buruk kamu itu.

Kemudian tangan juga puasa, artinya janganlah melakukan sebarang pekerjaan yang salah dengan tangan. Taqwa menuntut agar manusia tidak menggunakan tangannya untuk berbuat sesuatu yang dilarang oleh Allah swt, atau ianya berkata salah kepada orang lain. Atau ianya berkata salah yang berlawanan dengan peraturan Allah swt. Sekarang jika pada pagi hari seseorang tidak memakan makanan artinya ianya sedang berpuasa, akan tetapi jika ianya memberi makan kepada orang lain, maka ianya telah berbuat salah dan melanggar peraturan Tuhan. Seorang yang tidak minum arak akan tetapi ianya memberi minum arak kepada orang lain, maka dia telah berbuat dosa. Bahkan Hazrat Rasulullah saw  mela’nat orang yang meminum arak dan orang yang memberi minum arak kepada orang lain.

Jadi, puasa akan menjadi perisai, usaha seseorang untuk bertaqwa kepada Allah swt akan berhasil apabila ianya menerapkan larangan-larangan Allah swt itu pada dirinya, yaitu peraturan yang dikenakan kepada orang mu’min di waktu berpuasa. Jika ianya melakukan training (latihan menjaga diri) dengan sebaik-baiknya tentu ianya akan dapat menggunakan perisai itu dengan sebaik-baiknya pula, kalau tidak, puasanya hanya dengan menahan lapar saja tidak ada faedahnya sama-sekali. Hal demikian akan menjadi penipuan terhadap diri sendiri dan terhadap Allah swt juga. Hazrat Rasulullah saw bersabda, jika ibadah puasa dilakukan tanpa berpegang kepada semua peraturannya, tidak memperhatikan kepada batasan-batasannya yang untuk melakukannya telah diperintahkan oleh Allah swt dan tidak melakukan semua perkara-perkara yang untuk mengamalkannya telah diperintahkan oleh Allah swt, berarti puasanya itu dilakukan hanya untuk menahan lapar saja maka puasanya itu tidak diperlukan oleh Allah swt.

Jadi, pada hari-hari puasa ini kita harus melakukan latihan atau exercise dengan sekuat-kuatnya sambil berpegang teguh kepada batasan-batasan itu, supaya sangat berhati-hati dengan perintah dan larangan itu Allah swt memberi taufiq kepada kita untuk menjalani kehidupan yang diridhai-Nya. Supaya Allah swt meridhai amal-amal perbuatan kita yang kita lakukan sesuai dengan perintah-Nya. Dan senantiasa Dia akan menjadi perisai bagi kita. Seperti halnya Dia menjaga hamba-hamba- Nya yang khas dari setiap serangan musuh, semoga Dia menjaga kita juga seperti itu. Maka, dalam hari hari puasa ini dan dalam bulan Ramadhan ini Allah swt telah mengingatkan kita bahwa : “Di dalam hari-hari puasa ini bukan hanya menjauhkan diri dari perkara yang dilarang, menjaga telinga, mata, tangan dengan usaha yang khas dari perkara sekecil-kecilnya yang dilarang, untuk menjaganya memang harus berusaha keras, akan tetapi menjaga diri dari perkara yang dihalalkan atau dibolehkanpun merupakan sebuah jihad yang memerlukan sabar dan tabah di dalam diri kalian, dan supaya timbul disiplin di dalam diri kalian, semuanya harus dilakukan demi Aku dan demi keridhaan-Ku. Perjuangan atau usaha keras itu dilakukan agar menjadi sarana peningkatan kebaikan bagi kalian. Sehingga akan menjadi sarana untuk bersyukur kepada Allah swt, dan menjadi sarana bagi kemaqbulan do’a-do’a kalian.

Di dalam ayat yang terakhir yang telah saya bacakan tadi mengisayarahkan kepada pokok masalah itulah Allah swt menjelaskannya desertai dengan hukum-hukum puasa.  Setelah perkara-perkara itu disebutkan, ayat ini ada hubungannya juga dengan hukum-hukum puasa itu disertai dengan tafsirannya.

Maka,di dalam ayat terakhir yang telah saya tilawatkan itu terdapat pengumuman :   قَرِيب فَإِنِّي Aku dekat !! Pengumuman ini merupakan isyarah yang sangat jelas sekali bahwa untuk bertemu dengan-Ku, kalian harus berusaha keras melalui ibadah puasa ini, kemudian ingatlah !! Ibadah puasa itu demikian tinggi martabatnya sehingga ganjarannya adalah Aku sendiri. Dan untuk memberi ganjaran itu Aku sudah datang dekat sekali dengan kalian. Maka jika hamba-hamba- Ku mengamalkan ini :

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

Yakni orang-orang ingin berjumpa dengan Kami mereka berjuang keras. Kami pasti beri taufiq kepada mereka untuk datang kepada Kami. (Ankabut : 70) dan Allah swt tidak hanya memberi taufiq untuk datang kepada-Nya bahkan Dia sendiri menyambut dengan kedua belah tangan-Nya orang-orang yang datang kepada-Nya, dan yang berjihad di jalan-Nya. Dan puasa yang ganjarannya adalah Allah swt sendiri, maka bagi orang-orang yang berjihad untuk itu dengan mengatakan فَإِنِّي قَرِيبٌ Aku dekat !! Tuhan sendiri mengumumkan bahwa Dia sangat dekat sekali kepadanya.

Pada suatu ketika seorang perempuan telah lupa menjaga anaknya, ia berlari-lari disekitar medan perang mencari-cari anaknya itu. Anak siapa saja yang ia jumpai ia segera memeluk dan menciumnya lalu ia lepaskan kembali. Hazrat Rasulullah saw beserta para sahabah sedang memperhatikannya. Perempuan itu sedang mencari-cari anaknya yang sudah hilang itu. Setiap anak yang ia jumpai ia peluknya dengan kasih sayang lalu diciumnya anak itu. Setelah itu ia lepaskan lagi anak itu. Setelah Hazrat Rasulullah saw melihatnya bersabda kepada seorang sahabah:“ Tengoklah perempuan ini dengan perasaan rindu sedang mencari anaknya dan tanpa menghiraukan setiap kemungkinan bahaya akan menimpanya ia terus mencarinya dengan penuh kerinduan, sebab tempat itu sedang dalam kedaan perang. Dan ketika ia sudah menemukan anaknya dia merasa tenang dan sangat gembira sekali dan duduklah ia di situ dengan perasaan sangat gembira yang tidak terkira. Hazrat Rasulullah saw bersabda : “ Allah swt jauh lebih senang dan lebih gembira terhadap orang yang datang ingin berjumpa dengan-Nya dan terhadap orang yang berusaha mencari jalan kebaikan dibanding dengan perempuan itu yang sudah menemukan kembali anaknya yang hilang itu.”

Jadi apabila Tuhan kita sangat mencintai orang-orang yang datang kepada-Nya, mengapa kita tidak mau mengamalkan hukum-hukum- Nya untuk menjumpai-Nya? ? Seorang Ibu mencintai anaknya untuk keperluan sementara dan dari segi sarana hal itu juga sangat terbatas, sedangkan Tuhan kita Yang Rabbul Alamin Pemilik semua langit dan bumi, Pemilik semua Alam, Pemilik kekuatan dan keperkasaan yang tidak terbatas, apabila Dia telah senang dan gembira terhadap hamba-Nya, Dia melekat kepadanya dengan akrab.  Jadi apa yang tidak bisa dilakukan? Atau tidak dilakukannya? Jadi puasa itu adalah sarana paling baik untuk mencapai kedudukan yang sangat dekat dengan Tuhan. Dan juga sebuah sarana bagi terkabulnya do’a-do’a. Jadi selama bulan Ramadhan ini kita harus banyak-banyak berdo’a sambil menangis dan merengek kepada Allah swt lebih giat dari pada waktu-waktu lain. Akan tetapi harus selalu diingat bahwa do’a-do’a itu jangan dipanjatkan dan jangan dimohon kepada Tuhan hanya demi kepentingan pribadi saja yang sifatnya sementara, akan tetapi do’a itu harus dipanjatkan untuk meraih keridhaan-Nya juga. Dan apa yang dimaksud dengan keridhaan-Nya itu?? Yaitu sebagaimana firman-Nya :

فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي

Yakni: Hendaklah mereka menyambut seruan-Ku dan beriman kepada-Ku!! Maksud dari pada menyambut seruan-Nya adalah mengamalkan perintah-perintah- Nya. Seperti telah dijelaskan sebelumnya. Dan maksud dari pada beriman kepada-Ku adalah meningkatkan martabah keimanan. Setiap langkah kehidupan orang mu’min harus maju terus. Ditempat lain Allah swt berfirman di dalam Al Qur’an :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman ! Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya. (An Nisa : 137)

Namun menyatakan beriman hanya dengan mulut saja tidaklah cukup. Melainkan Allah berfirman, iman kalian kepada Allah dan Rasul-Nya harus meningkat terus secara amaliah tidak cukup hanya di lidah. Setiap hari langkah kalian harus maju dan meningkat terus. Jika keadaan sudah demikan maka ianya dapat dikatakan seorang mu’min kamil yang imannya semakin terus maju. Dan untuk itu sangat diperlukan mujahadah yakni bekerja keras secara berterus-terusan. Itulah sebabnya Allah swt menurunkan perintah kepada manusia untuk beribadah. Supaya mujahadah tetap terus berjalan. Sehingga keadaan taqwa terus meningkat. Dan setiap tahun ibadah puasa bulan Ramadhan itu merupakan mata rantai dari pada mujahadah untuk meningkatkan martabat iman.

Jadi, selama bulan Ramadhan ini setiap orang mu’min harus mengambil faedah sebanyak-banyaknya daripada ibadah puasa bulan Ramadhan ini. Dan bulan ini merupakan waktu untuk memeriksa diri dan melihat keadaan iman dan kemajuan diri sendiri. Allah swt memberitahu caranya: Jika kamu datang kepada-Ku dengan tujuan murni dan puasa juga dilakukan semata-mata karena Aku tidak bercampur dengan sebarang tujuan dunia, murni untuk meraih keridhaan-Ku. Maka Tuhan berfirman:

أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ yakni, Aku mengabulkan do’a orang yang memohon apabila ia berdo’a kepada-Ku. Dan do’a itu akan didengar oleh Allah swt apabila kita sudah berusaha meningkatkan iman kita atau kita melangkah untuk meningkatkan iman kita. Jadi do’a-do’a itu baru akan dikabulkan apabila keimanan kita sedang melangkah ke arah kemajuan. Dan keimanan kita baru akan maju apabila kita dengan hati yang tulus menta’ati perintah-perintah Allah swt dan dengan patuh sedang berusaha menunaikan ibadah kepada-Nya. Hazrat Masih Mau’ud a.s. di satu tempat telah bersabda : “ Apabila hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka katakanlah Aku ini sangat dekat. Aku mengabulkan do’a orang yang memohon kepada-Ku apabila ianya memohon. Banyak orang yang merasa ragu kepada wujud Tuhan. Jadi ciri khas Aku adalah, jika kamu berseru kepada-Ku dan meminta kepada-Ku maka Aku akan seru kamu dan Aku jawab permintaan kamu itu, dan Aku akan selalu mengingat kamu. Jika kamu katakan, kami telah berseru kepada-Ku namun tidak dijawab, maka cobalah kamu berdiri di satu tempat kemudian kamu berseru kepada seseorang yang sangat jauh dari kamu maka tentu kamu tidak bisa mendengarnya, di dalam telinga kamu ada cacat. Orang itu tentu menjawab seruan kamu, akan tetapi jika ianya menjawab dari tempat yang sangat jauh, sedangkan telinga kamu peka (tuli) tentu kamu tidak akan mendengar jawabannya itu. Dan apabila tabir penghalang itu semakin dijauhkan dari kamu tentu kamu akan mendengar suara itu. Semenjak dunia diciptakan hal ini telah menunjukkan bukti bahwa Tuhan sentiasa bercakap dengan hamba-Nya yang khas. Jika manusia akan bertanya, benarkah wujud Tuhan itu ada? Tentu wujud-Nya itu ada. Maka sebagai bukti yang kuat tentang keberadaan wujud-Nya itu bahwa suara-Nya bisa didengar oleh kita. Ya didaar ya guftaar kita melihat-Nya atau bercakap dengan-Nya. Maka sekarang guftaar sebagai ganti dari pada didaar.  Selama di antara kita dengan Tuhan masih terdapat tabir penghalang, tentu kita tidak akan bisa  mendengar suara-Nya. Dan apabila tabir penghalang itu sudah lenyap tentu suara-Nya akan bisa didengar. Jadi, Allah swt telah memberi kesempatan kepada kita di dalam bulan Ramadhan ini untuk melenyapkan tabir penghalang itu. Dan kita harus berusaha untuk datang mendekat kepada-Nya.

Jangan sampai terjadi, bulan Ramadhan sudah dekat bahkan sudah tiba namun setelah itu jarak kita dengan Tuhan semakin jauh sehingga tabir itu akan semakin menghalangi kita. Sehingga apabila tahun berikutnya Ramadhan tiba dan kita ingin mendekatkan diri kepada-Nya tentu kita harus melangkah dari permulaan lagi.”

Jadi, sesuai dengan sabda Hazrat Masih Mau’ud a.s itu kita harus berusaha untuk menyingkirkan tabir penghalang itu, supaya kita selalu melihat pemandangan kemakbulan do’a-do’a kita. Do’a yang paling penting yang harus dipanjatkan adalah do’a untuk meraih keridhaan Allah swt dan do’a yang paling pertama yang harus dipanjatkan adalah do’a untuk kemenangan agama-Nya. Dia adalah do’a untuk menundukkan hati manusia kepada Tuhan-nya. Dia adalah do’a untuk membawa dunia ke bawah naungan bendera Hazrat Muhammad Rasulullah saw. Do’a itu pasti akan menarik kecintaan Allah swt. Apabila hati seorang mu’min bergetar karena cinta kepada agama-Nya dan ianya berdo’a untuk agama itu tentu Allah swt sesuai dengan janji-Nya akan memperhatikan keperluan hamba-Nya kemudian Dia memenuhinya. Jadi, do’a ini harus dipanjatkan sebanyak-banyaknya oleh setiap orang Ahmadi yaitu do’a untuk kemenangan agama Allah swt, do’a untuk membuat iman tetap teguh.

Hari ini Jumat pertama bulan Ramadhan hari yang sangat berberkat. Dan bulan ini juga bulan yang sangat beberkat. Yaitu pada hari ini kesempatan untuk terkabulnya do’a telah terkumpul. Banyak sekali kesempatan pada hari Jum’ah ini untuk memanjatkan do’a kepada Allah swt. Di dalam satu hadis Rasulullah saw telah memberitahukan bahwa pada hari Jum’at terdapat sa’at atau waktu yang sangat singkat dan penting sekali, yaitu waktu yang khas untuk  kemaqbulan do’a. Dan dikatakan juga pada hari Jum’at ini dari asar sampai maghrib terdapat sa’at yang khas bilamana do’a dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah swt. Maka setiap orang Ahmadi harus mengambil fedah dari keistimewaan hari Jum’ah ini. Dari asar sampai maghrib memang bukan waktu untuk mengerjakan solat nawafil. Akan tetapi pada waktu itu kita boleh berzikir Ilahi dan memanjatkan do’a-do’a sebanyak-banyaknya kehadirat Allah swt. Yakni do’a-do’a masnunah atau do’a-do’a di dalam bahasa sendiripun bisa dipanjatkan kepada Allah swt, bahkan akan lebih meresap karena faham betul akan isi do’a itu.  Supaya kecintaan dan qurub Allah swt bisa diperoleh. Sehingga kita bisa menyaksikan sendiri pemandangan terkabulnya do’a-do’a itu di dalam kehidupan kita.

Pada masa sekarang peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi di beberapa tempat di dunia harus kita do’akan, sebab hanya karunia Allah swt-lah yang dapat melepaskan mereka dari kesulitan-kesulitan itu. Semoga Allah swt menurunkan karunia-Nya berupa kecintaan dan kedekatan-Nya kepada kita. Semoga kita bisa menyaksikan pemandangan terkabulnya do’a-do’a kita. Insya Allah !!.

Maka berdo’alah kehadirat Allah swt secara khas dan dengan penuh kesungguhan semoga Dia menyediakan sarana-sarana kepada Jema’at kita untuk memenangkan Islam di seluruh dunia di zaman kita ini. Kita sangat lemah, semoga Dia menjauhkan semua kelemahan kita. Semoga Dia mengampuni semua kelalaian kita. Semoga Dia menunjukkan jalan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga Dia menjadikan maksud utama bagi kita untuk meraih keridhaan-Nya. Dan semoga kita menjadi orang-orang yang berhasil meraih keridhaan-Nya. Kita sangat lemah sekali. Akan tetapi kita berharap semoga kita mendapat bahagian dari janji Allah swt yang diberikan kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. yaitu nushirtu biru’ubi yakni Kami akan menolong engkau dengan ru’ub, supaya setiap sa’at kita bisa menyaksikan pemandangan ru’ub (rasa takut musuh-musuh) kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Allah swt telah berjanji kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. bahwa orang-orang yang menghina dan mencemo-ohkan beliau pada suatu hari akan merasa segan dan takut kepada beliau. Dan Allah swt berfirman kepada beliau a.s:  Inna kafainakal mustahziin :  artinya Cukuplah Kami bagi engkau untuk menghadapi orang-orang yang mencemoohkan dikau. Kita sering menyaksikan musuh-musuh menghina dan mengejek Hazrat Masih Mau’ud a.s. disebabkan mereka melihat kita lemah dan serba kekurangan, kemudian kita menyaksikan dan mendengar juga bagaimana akibat buruk yang mengerikan telah menimpa musuh-musuh Hazrat Masih Mau’ud a.s. itu. Akan tetapi bagi kita harus menjadi pikiran bahwa jangan sampai hari sempurnanya janji-janji Allah swt kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. akan semakin mundur waktunya disebabkan kelemahan dan kekurangan kita. Jangan sampai musuh-musuh Jema’at mencemoohkan kita disebabkan mereka melihat kelemahan-kelemahan kita. Semoga Allah swt sambil menutupi kelemahan-kelemahan kita memperlihatkan kegagahan-Nya dan keagungan-Nya kepada kita untuk membela Hazrat Masih Mau’ud a.s.

Kita sebagai ghulam dari pada Hazrat Masih Mau’ud a.s. semoga Allah swt menjadikan kita hamba-hamba Hazrat Masih Mau’ud, Masih Muhammadi a.s. yang sejati dan semoga Dia memperlihatkan kepada kita berdirinya keagungan dan kemuliaan Hazrat Rasulullah saw di setiap kota dan di setiap lorong-lorong di seluruh dunia. Semoga kelemahan kita, kekurangan kita dan kemalasan serta kelalaian kita sekali-kali tidak menguasai kita sehingga menjauhkan kita dari Allah swt. Semoga Allah swt semata-mata dengan karunia-Nya memberi kekuatan kepada jasmani kita yang sangat lemah ini agar kita setiap waktu siap menyerahkan setiap jenis pengurbanan demi keagungan agama-Nya. Semoga Allah swt menanamkan kecintaan-Nya sedemikian teguh di dalam hati kita seperti yang diinginkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Untuk itulah Hazrat Rasulullah saw telah mengajarkan do’a ini kepada kita: “Allahumma inni asaluka hubbaka wa hubba may yuhibbuka wal ‘amalal ladzii yuballighunii hubbaka. Allhummaj ‘al hubbaka ahabba ilayya min nafsii wa maalii wa ahlii wa minal maail barid !! Artinya : Ya Allah Tuhan-ku !! Aku memohon kepada Engkau kecintaan Engkau dan kecintaan orang-orang yang mencintai Engkau dan berilah taufik kepada-ku untuk ber’amal yang bisa meraih kecintaan Engkau!! Ya Allah Tuhan-ku!! Tanamkanlah di dalam kalbuku kecintaan terhadap Engkau yang mengungguli kecintaan terhadap jiwaku, mengungguli kecintaan terhadap hartaku, mengungguli kecintaan terhadap keluargaku dan mengungguli kecintaan terhadap air sejuk!!”

Inilah kecintaan yang akan menjadikan amal perbuatan kita mampu meraih keridhaan Allah swt. Semoga kita menjadi para pengamal yang setia terhadap semua hukum-hukum Allah swt demi kecintaan dan keridhaan-Nya. Semoga kita menjadi para penekan hawa nafsu demi kecintaan Allah swt. Semoga kecintaan terhadap harta tidak  menjadikan kita lengah untuk menunaikan ibadah-ibadah dan memupuk kecintaan terhadap Allah swt. Semoga kecintaan terhadap anak-isteri dan sanak saudara tidak membuat kita lengah untuk mencintai Allah swt. Allah swt berfirman di dalam Kitab Sici Al Qur’an :

لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ

Artinya : Janganlah harta-benda kamu anak-anak kamu melalaikan kamu dari berzikir kepada Allah. Pada zaman akhirin (pada zaman sekarang) akan banyak muncul kelalaian. Dimana banyak sekali penemuan-penemuan berbagai macam barang untuk membuat manusia lalai dari berzikir kepada Allah swt. Maka pada zaman ini untuk menyelamatkan diri dari semua sarana buruk itu dan mengunggulkan kecintaan terhadap Allah swt di atas semua jenis kecintaan menjadi sarana untuk mempererat kecintaan kita terhadap Allah swt. Di dalam do’a ini dikemukakan permisalan dengan air sejuk. Jika seorang sedang dahaga mencari air sejuk tidak mendapatkannya dari manapun, sehingga membuat dia pingsan. Pada waktu itu ianya pasti rela mengurbankan jiwanya demi seteguk air. Akan tetapi bagi mu’min sejati Hazrat Rasulullah saw telah mengajarkan do’a ini bahwa di waktu kamu mendapatkan seteguk air yang kamu rasakan sebagai ni’mat yang sangat besar, maka sesungguhnya kecintaan kamu terhadap Allah swt harus lebih besar dari itu. Dengan memanjatkan do’a ini Hazrat Rasulullah saw telah menegakkan teladan yang luhur di hadapan kita. Bukan hanya berdo’a seperti itu namun beliau telah menunjukkannya dengan amal perbuatan nyata kepada kita semua.

Jadi, selama bulan Ramadhan ini kita harus banyak memanjatkan do’a-do’a dengan hati yang tulus demi keagungan dan ketinggian agama, demi kemenangan Ahmadiyyah atau Islam Hakiki, demi mengibarkan bendera Hazrat Rasulullah saw di seluruh permukaan bumi. Dan untuk diri sendiri-pun harus memanjatkan do’a dengan hati yang tulus. Apabila kita memanjatkan do’a seperti itu maka hal itu akan membawa kita lebih dekat lagi kepada Allah swt. Dan hal itu akan meningkatkan ketaqwaan kita juga. Jika setiap orang dari kita di dalam bulan Ramadhan ini bisa meraih maksud itu dan meraih kecintaan serta qurub Allah swt kemudian menjadi orang-orang yang meningkat ketaqwaannya, maka kita akan mampu mendengar suara firman Allah swt :  فَإِنِّي قَرِيبٌ Aku ini sangat  dekat!! Dan akan menjadi orang-orang yang menyaksikan firman-Nya : أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ yakni, Aku mengabulkan do’a orang yang memohon apabila ia berdo’a kepada-Ku. Sebab di dalam ayat ini dengan firman-Nya : لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ supaya mereka mendapat petunjuk, Tuhan mengumumkan bahwa apabila segala amal perbuatannya baik dan maju di dalam imannya, menaruh perhatian terhadap do’a-do’a, maka mu’min itu akan mendapat hidayah. Dan bagi orang yang telah mendapat hidayah itu ada pengumuman baginya dari Allah swt bahwa Dia menjawab seruan atau permohonan mu’min sejati itu. Maka, wahai hamba-hamba Masih Mau’ud, Masih Muhammadi a.s.!! Wahai semua cabang pokok beliau yang menghijau!! Wahai orang-orang yang telah mendapat petunjuk dan hidayah ke jalan yang lurus dari Allah swt.!! Wahai orang-orang yang tinggal di berbagai negara yang sekarang sedang menjalani kehidupan teraniaya disebabkan perlakuan kaum yang zalim!! Dan do’a-do’a orang yang mazlum (dizalimi) sangat didengar oleh Allah swt. Kepada kalian telah diberi kesempatan oleh Allah swt di dalam bulan suci Ramadhan ini untuk berdo’a semata-mata karena Allah swt sambil menghadapkan semua keadaan dan semua kezaliman itu.

Bulan ini adalah bulan Ramadhan pertama di dalam seabad Khilafat Ahmadiyah. Sambil banyak memanjatkan do’a-do’a kehadirat Allah swt jadikanlah bulan ini untuk menentukan jalan-jalan yang baru. Jadikanlah Ramadhan ini untuk menciptakan perobahan baru yang lebih baik pada diri kalian. Di waktu kalian memanjatkan do’a-do’a kepada Allah swt cucurkanlah air mata kalian laksana banjir yang bisa menghanyutkan semua musuh beserta semua kejahatan dan kezaliman mereka. Timbulkanlah rintihan keras di dalam kalbu di waktu  kalian memanjatkan do’a-do’a agar dapat menarik kecintaan Allah swt. Sebab rahasia kejayaan Hazrat Masih Muhammadi a.s. semata-mata dengan memanjatkan do’a sebanyak-banyaknya kepada Allah swt. Pada hari-hari Ramadhan ini Allah swt turun dari langit ketujuh sampai ke langit dunya (langit kesatu). Sambutlah Dia dan bawalah Dia ke dalam pangkuan kalbu setiap orang dari kita. Dan semoga kita bisa melihat sendiri kesempurnaan semua janji-janji Allah swt yang telah diberikan kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. itu.  Wahai Allah sempurnakanlah keinginan kami ini, Amin !!

Khutbah Jum’ah Khalifah pada  5 September 2008 dari  Baitul Futuh London UK

Alihbahasa dari Audio-Urdu oleh Hasan Basri – Singapore

3 Responses to “KEMULIAAN BULAN SUCI RAMADHAN”


  1. 1 cinta-islam August 31, 2009 at 6:53 am

    Khotbah yang sangat menggugah keimanan….
    JazakumuLlah

  2. 2 Nurul Nasuha Rahim July 30, 2011 at 3:00 pm

    seronoknya nak smbut Ramahan.. jadi, kepada smua umat Islam, perbanyakkanlah amalanmu di bulan yg mulia ini. smoga, puasamu tidak sia2. amin…


  1. 1 Malam Lailatul Qodar « Which, then, of the favours of your Lord will ye twain, deny? Trackback on August 9, 2011 at 3:24 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 233,886 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: