BULAN RAMADHAN YANG BERBERKAT

…..Jadi ibadah puasa ini harus kita lakukan sedemikian rupa sehingga Allah swt merasa senang  dan ridha kepada kita sampai waktu kita menghembuskan nafas yang terakhir dan meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. Seorang yang berpuasa tanpa mengerjakan amalan-amalan yang mengiringi ibadah puasa atau tanpa menghiraukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Agama, maka diwaktu ia berjumpa dengan Tuhan-nya diakhirat nanti tidak akan membuktikan sempurnanya hadis itu yang mengatakan : “Tuhan akan bergembira kepadanya kerana puasanya.” Tuhan tidak menghendaki puasa orang yang hanya meninggalkan makan dan minum saja tanpa meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk atau keji selama bulan suci Ramadhan…..

(((((0000))))))

KHUTBAH JUM’A HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba

Tanggal  28 Agustus  2009

Didalam khutbah itu Huzur menjelaskan ayat 187 dari surah Albaqarah sebagai berikut :

وَاِذَا سَاَلَـكَ عِبَادِىْ عَنِّىْ فَاِنِّىْ قَرِيْبٌؕ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِىْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِىْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْن

Artinya :  Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang Aku, katakanlah ; Sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan do’a orang yang memohon apabila ia berdo’a kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka menyambut seruan-Ku dan sungguh-sungguh beriman kepada-Ku supaya mereka mendapat petunjuk. (Al Baqarah : 187)

Semata-mata karunia Allah yang sangat besar kepada kita bahwa dengan kemurahan-Nya, pada hari-hari ini kita tengah menunaikan ibadah puasa lagi didalam bulan suci Ramadhan. Dan dengan segala karunia-Nya sampai hari ke-enam (hari ini hari ke tiga belas) ini kita telah menunaikan ibadah puasa itu.

Apabila Allah swt berfirman didalam surah Al Ankabut ayat 70 bahwa :

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ‌ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْن

Dan tentang orang-orang yang berjuang untuk bertemu dengan Kami, sesungguhnya Kami akan memberi petunjuk kepada mereka menuju jalan ke pada Kami. Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat kebajikan.

Berdasarkan ayat ini Allah swt menyambut dan mengabulkan amalan orang-orang beriman yang berjuang keras untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Sesungguhnya sudah menjadi sunnah Allah swt sejak dahulu kala bahwa dari zaman kezaman Dia sentiasa mengutus seorang Rasul-Nya kedunia untuk memberi petunjuk jalan dan memberi bimbingan kepada ummat manusia guna mendekatkan diri kepada Allah swt Pencipta mereka. Melalui pendidikan dan tarbiyyat para utusan Tuhan dari zaman kezaman secara lambat laun keimanan dan kedudukan ruhani manusia mencapai kesempurnaan setingkat demi setingkat. Apabila alam pikiran dan keruhanian manusia sudah mencapai taraf kesempurnaan, maka Allah swt mengutus Hazrat Rasulullah saw kedunia untuk memberi petunjuk dan bimbingan ruhani mereka dengan mengajarkan hukum-hukum atau ajaran-ajaran Agama yang paling sempurna agar dengan ajaran-ajaran itu manusia semakin berkembang dan maju dalam mendekatkan diri kepada Tuhan mereka.

Salah satu cara yang diajarkan Tuhan kepada Hazrat Rasulullah saw untuk mencapai peringkat iman dan ketaqwaan yang luhur adalah dengan diwajibkannya ibadah puasa didalam bulan suci Ramadhan ini. Didalam ayat 184 surah Albaqarah Allah swt menjelaskan bahwa ibadah puasa seperti yang tengah dilaksanakan ini telah diwajibkan pula kepada ummat beragama sebelum kedatangan Islam kedunia. Sebagai Agama yang paling sempurna Islam telah menjelaskan secara rinci dan sangat istimewa sekali cara-cara menunaikan ibadah puasa ini kepada orang-orang mukmin. Alqur’an telah menjelaskan secara rinci pula syarat-syarat bagi orang-orang yang tidak diperkenankan menunaikan ibadah puasa ini, misalnya bagi orang-orang sakit, orang-orang tengah didalam perjalanan (musafir) atau bagi orang-orang lemah karena sudah lanjut usia atau bagi perempuan-perempuan yang tengah menyusui anak-anak mereka. Orang-orang yang meninggalkan puasa Ramadhan karena sakit atau karena perjalanan atau musafir harus menggantinya dihari hari lain setelah bulan suci Ramadhan berakhir. Jika keadaan mampu ia dianjurkan untuk memberi fidiyah pula, agar puasanya lebih diberkati oleh Allah swt. Namun bagi orang-orang mukmin yang mengidap penyakit chronic atau penyakit yang menahun diwajibkan membayar fidiyah yakni memberi makan kepada orang miskin sebanyak makanan yang ia makan setiap hari, jika ianya benar-benar mampu.

Bulan suci Ramadhan ini sungguh bulan yang sangat berberkat. Orang-orang mukmin sepatutnya tidak mencari-cari alasan untuk meninggalkan puasa ini, umpamanya  karena alasan sakit padahal sakitnya itu hanya ringan saja, ia rela meninggalkan puasa ini. Orang-orang mukmin harus sungguh-sungguh menunaikan ibadah puasa didalam bulan suci Ramadhan ini sebab Allah swt telah menyediakan sarana pengampunan yang khas didalam-nya bagi manusia yang telah melakukan banyak dosa.

Perkataan سُبُلَنَا (jalan Kami) didalam ayat 70 surah Al Ankabut tersebut diatas menjelaskan bahwa karunia-Nya akan dianugerahkan kepada siapa saja dari orang-orang mukmin yang sungguh-sungguh berjuang keras mensucikan dirinya untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Betapa hebatnya, bahwa kasih sayang Tuhan telah disediakan secara istimewa bagi mereka yang benar-benar melakukan pengurbanan didalam bulan suci Ramadhan ini demi meraih kecintaan dan kedekatan terhadap Allah swt. Tuhan telah meyediakan suasana istimewa demi terciptanya berbagai fasilitas untuk meraih kebaikan dan kesucian ruhani orang-orang mukmin. Didalam bulan suci Ramadhan ini Tuhan telah menyingkirkan hambatan-hambatan demi terkabulnya do’a- do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang mukmin.  Didalam Hadis terdapat riwayat bahwa Hazrat Rasulullah saw telah bersabda : “ Didalam bulan Ramadhan ini Pintu surga telah dibuka lebar-lebar sedangkan pintu neraka telah-pun ditutup rapat-rapat dan syetan-syetan telah dibelenggu dengan rantai.” Alangkah indahnya gambaran kemuliaan dan kesucian bulan Ramadhan ini !! Bukankah hal ini merupakan nasib yang sangat baik bagi kita mendapat kesempatan beribadah yang sangat istimewa didalam bulan suci Ramdhan yang dianugerhkan lagi kepada kita ini ??

Setiap hari syetan telah diberi kebebasan oleh Tuhan untuk menggoda dan menguasai sebagian dari pada hamba-hamba-Nya sehingga telah banyak orang-orang yang bertabiat baik telah terjebak oleh licinnya cara penipuan yang dilakukan syetan itu. Syetan kadang-kadang mengelabui manusia kepada kejahatan dengan menjanjikan berbagai macam keindahan yang semarak didalamnya. Namun didalam hadis tersebut diatas Hazrat Rasulullah saw telah diberi khabar oleh Allah swt bahwa didalam bulan suci Ramdhan ini secara khas syetan-syetan itu telah dibelenggu dengan rantai. Dengan demikian kita orang-orang mukmin mendapat kesempatan emas dari melimpahnya berkat-berkat ruhani bulan suci Ramadhan ini untuk memasuki pintu-pintu Paradise (surga) yang sangat banyak itu. Kita harus mencoba dan berusaha untuk mencapai kedudukan yang setinggi-tingginya agar tangan-tangan syaitan tidak dapat menjamah diri kita. Dan kita harus berusaha keras untuk mendapatkan bahagian dari peringkat demikian dan menerapkannya didalam kehidupan kita sehari-hari. Kita harus mencoba dan berusaha untuk meningkatkan semangat dan kekhusyuan ibadah kita dan meningkatkan keikhlasan memberi sedekah sesuai teladan yang sangat berberkat yang telah ditunjukkan kepada kita oleh Hazrat Nabi Besar Muhammad saw. Semua hal itu merupakan sumber dan sarana yang sangat heibat dan luarbiasa untuk meraih kecintaan dan kedekatan terhadap Allah swt. Menta’ati perintah-perintah Allah swt didalam Alqur’an juga merupakan sumber dan sarana yang sangat penting dan ampuh untuk meraih kecintaan dan keridhaan Allah sawt. Kita akan menjadi orang-orang yang sangat beruntung dan bernasib baik sekali apabila berjuang keras dan memperoleh faedah semaksimal mungkin dari berkat-berkat istimewa yang terkandung didalam bulan suci Ramadhan ini.

Dalam sebuah Hadis diriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda : “ Setiap amal saleh dilakukan oleh manusia untuk dirinya sendiri, kecuali puasa. Tuhan berfirman : Puasa dikerjakan semata-mata untuk-Ku. Dan ganjarannya wujud Aku sendiri. Selanjutnya hadis itu menjelaskan bahwa, puasa adalah laksana sebuah perisai yang melindungi manusia dari mara bahaya. Apabila ada orang mengajk bertengkar atau berkelahi dengan orang sedang berpuasa, maka jawabannya cukup singkat dan sederhana dengan mengatakan : “Aku sedang berpuasa.” Selanjutnya hadis itu menjelaskan bahwa bagi manusia ada dua macam kegembiraan. Kegembiraan pertama apabila ia berbuka puasa, ia merasa senang dan gembira sekali. Yang kedua apabila dia berjumpa dengan Tuhannya dihari Akhirat akan bergembira sekali, karena pada waktu itu Tuhan akan merasa senang sekali kepadanya kerana ibadah puasanya itu.”

Jadi ibadah puasa ini harus kita lakukan sedemikian rupa sehingga Allah swt merasa senang  dan ridha kepada kita sampai waktu kita menghembuskan nafas yang terakhir dan meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. Seorang yang berpuasa tanpa mengerjakan amalan-amalan yang mengiringi ibadah puasa atau tanpa menghiraukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Agama, maka diwaktu ia berjumpa dengan Tuhan-nya diakhirat nanti tidak akan membuktikan sempurnanya hadis itu yang mengatakan : “Tuhan akan bergembira kepadanya kerana puasanya.” Tuhan tidak menghendaki puasa orang yang hanya meninggalkan makan dan minum saja tanpa meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk atau keji selama bulan suci Ramadhan.

Berbagai jenis manusia tinggal diatas dunia ini. Banyak juga orang yang berpuasa sambil melakukan kejahatan dengan membunuh orang lain. Banyak yang berpuasa namun mereka menganggap berbuat zalim atau aniaya terhadap orang-orang Ahmadi merupakan perbuatan baik dan terpuji. Apakah pintu Surga itu terbuka bagi orang-orang yang berbuat jahat seperti itu ataukah bagi orang-orang yang berbuat kebaikan ? Apakah orang-orang jahat seperti itu akan dilindungi Tuhan dari Neraka Jahannam seperti layaknya orang-orang yang berbuat baik akan dilindungi dari Neraka Jahannam dan yang syetan-syetan mereka telah dijaga? Apakah syetan orang-orang yang berbuat jahat itu telah dibelenggu, atau sebaliknya mereka itu sendiri bebas berbuat seperti syetan-syetan itu? Sesungguhnya untuk mencegah perbuatan jahat seperti itu terdapat syarat-syaratnya. Selama bulan suci Ramadhan Allah swt menyediakan sarana-sarana yang sangat berbeza dengan hari-hari biasa bagi orang-orang yang sungguh-sungguh berusaha untuk berbuat baik dijalan Allah swt. Oleh sebab itu kita harus mengambil faedah sebesar-besarnya dari fasilitas yang sangat baik yang telah Tuhan sediakan itu bagi kita, dan harus berusaha runduk sepenuhnya terhadap Tuhan demi meraih karunia dan keridhaan-Nya.

Allah swt telah mengkekalkan khabar gembira didalam Kitab Suci Alqur’an dengan menyisipkan firman-Nya dalam ayat 187 Surah Albaqarah ditengah-tengah perintah-Nya itu untuk menunaikan ibadah puasa didalam bulan suci Ramadhan ini dan dengan itu Allah swt telah memberi khabar gembira tentang terkabulnya do’a-do’a yang dipanjatkan kepada-Nya. Namun Tuhan telah menjelaskan beberapa sayaratnya untuk itu didalam ayat tersebut disamping menjelaskan kecintaan dan qurub-Nya serta tentang pengabulan do’a-do’a.

Dengan menyebut “ Hamba-Ku” Tuhan telah membuatnya sangat jelas bahwa kebaikan itu bukan sekedar untuk seseorang namun hanya untuk mereka yang betul-betul ingin menjadi hamba-Nya yang sejati dan hanyalah mereka yang akan menjadi hamba-hamba-Nya yang setiap amalannya menyatakan : اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُؕ Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Apabila mereka  berdo’a bukan berdo’a yang bersifat keduniawian, melainkan semata-mata demi mencari Tuhan yang melukiskan intisari dari firman-Nya : وَاِذَا سَاَلَـكَ عِبَادِىْ عَنِّىْ فَاِنِّىْ قَرِيْبٌ

اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِىْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِىْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْن

Artinya :  Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang Aku, katakanlah ; Sesungguhnya Aku ini dekat. Aku mengabulkan do’a orang yang memohon apabila ia berdo’a kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka menyambut seruan-Ku dan sungguh-sungguh beriman kepada-Ku supaya mereka mendapat petunjuk. (Al Baqarah : 187)

Tujuan mereka adalah untuk mencari Tuhan, mereka sangat gelisah bagaimana cara untuk mendapatkan Tuhan itu. Dikala dunia ini sudah berpaling dari pada Tuhan dan menjurus kepada atheisme ; namun mereka mempunyai satu  keinginan yaitu ingin memperoleh ilmu pengetahuan tentang keruhanian yang cukup dan mantap untuk melawan pengaruh dan daya tarik dunia yang bisa menggoyahkan iman mereka. Maka untuk itu mereka menunaikan ibadah puasa dengan sungguh-sungguh selama bulan suci Ramadhan ini.

Orang-orang Muslim yang berusaha keras untuk menjadi orang-orang Muslim sejati adalah mereka yang dijamin oleh ayat 187 surat Albaqarah bahwa Tuhan sangat dekat dengan-nya dan Tuhan mendengar do’a yang ia panjatkan kepada-Nya dan Dia mengabulkannya. Jika natijah dari suatu tanya jawab dengan Tuhan harus dimulai maka seseorang harus mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh sampai ia mendapatkan-Nya dengan pasti. Ia harus menta’ati semua perintah dan harus mempunyai kecintaan yang sangat dalam terhadap Hazrat Rasulullah saw. Ia juga harus patuh ta’at dan beriman kepada Imam Zaman. Untuk itu sesorang tidak bisa mempunyai persepsi sendiri tentang keimanan yang sempurna ; ia harus mengikuti jalan yang telah diajarkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya. Allah swt telah menjelaskan dengan firman-Nya didalam surah Albaqarah ayat 187 sebagai berikut :

فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِىْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِىْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ‏

Bahwa beriman kepada Tuhan akan terbuka peluang apabila manusia menyambut seruan-seruan-Nya dan hal itu akan memberi dampak sangat baik baginya sehingga perintah-perintah-Nya didalam Alqur’an akan dia ta’ati sepenuhnya. Hal itu akan tercapai apabila hak-hak kewajiban terhadap Allah swt dan hak-hak kewajiban terhadap sesama manusia kedua-duanya dilaksanakan sepenuhnya. Jika perkara itu semua diperhatikan dan dilaksanakan dengan seksama hal itu akan membawanya masuk kedalam golongan orang-orang bertaqwa.

Didalm bulan suci Ramadhan ini kita harus berusaha keras untuk beribadah kepada Allah swt dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan yang sempurna. Kita harus meningkatkan pengertian tentang makna Tauhid atau Keesaan Tuhan dan menghargainya sepenuh hati dan kita harus menghargai kewajiban ibadah salat juga. Huzur bersabda : saya merasa hairan dan sangat terkejut mendengar tentang orang-orang yang telah berusaha keras untuk menunaikan salat namun tidak bisa mengendalikan salat lima waktu setiap hari. Beliau mengatakan, jika kita meninggalkan salat satu kali saja, yang merupakan perintah Tuhan yang sangat asas dan penting sekali, bagaimana kita bisa memohon kepada Tuhan supaya do’a-do’a kita dikabulkan oleh-Nya. Manusia harus menunaikan salat dengan patuh dan tekun dan banyak memanjatkan do’a dengan hati dan ruh yang luluh untuk memperoleh kedudukan akhlaq yang luhur dan iman yang kuat dan sempurna.

Bulan Ramadhan adalah kesempatan baik untuk mencapai martabat keruhanian yang tinggi dan kesempatan ini harus betul-betul dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Kita harus berusaha keras beribadah didalam bulan suci Ramadhan ini dan berusaha mempersiapkan diri untuk memasuki Jannat melalui berbagai macam pintu yang telah dibukakan lebar-lebar oleh Allah swt bagi kita. Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa telah diciptakan oleh Allah swt untuk meraih kemaqbulan do’a-do’a yang kita panjatkan kepada-Nya. Dan do’a yang paling besar nilainya adalah apabila do’a itu dipanjatkan untuk memohon kecintaan dan kedekatan dengan Allah swt apabila do’a itu dipanjatkan untuk mendapatkan-Nya. Dan apabila manusia telah mendapatkan Tuhan maka semua kehendak baiknya yang belum terpenuhi akan diperhatikan oleh Allah swt.

Akhirnya Huzur berdo’a semoga Allah swt menganugerahkan ma’rifat atau pemahaman keruhanian setinggi-tingginya sehingga terbuka pengertian tentang hakikat do’a dengan sangat jelas kepada kita semua, demikian juga akan terbuka pengertian yang luas bagaimana cara untuk memperoleh pertemuan dengan Tuhan. Semoga setiap amalan kita diridhai oleh Allah swt. Mudah-mudahan kita dapat meraih perobahan dalam keimanan dan keruhanian kita berkat do’a-do’a yang kita panjatkan selama bulan suci Ramadhan ini, yaitu perobahan iman dan ketaqwaan pada diri kita yang bisa membezakan antara kita dengan orang-orang bukan Jemaah sehingga nikmat-nikmat dan rahmat Tuhan yang tiada batasnya itu semakin banyak melimpah kepada kita. Semoga Allah swt melindungi Jemaah ini dari setiap kejahatan musuh, dan semoga Dia memberi taufiq kepada kita semua untuk memanjatkan do’a sebanyak-banyaknya yang dapat menimbulkan banyak perobahan pada diri kita masing-masing sehingga kita semua mendapat karunia untuk lebih mendekat lagi dengan Than. Amin !!

Setelah itu Huzur menjelaskan tentang riwayat singkat Maulana Dost Muhammad Shahid Sahib yang telah wafat pada tanggal 26 August 2009 yang baru lalu. Beliau termasuk salah seorang dari para Ulama Jemaah klas tertinggi didalam ilmu pengetahuan dan keikhlasan serta ketaqwaan beliau. Beliau dianugerahi Tuhan martabat dan kedudukan secara continue. Beliau seorang Muarrikh (pakar dibidang sejarah) sehingga kehidupan beliau sendiri merupakan chapter atau bahagian dari sejarah Ahmadiyah. Pada tahun 1992 The International Biographical Centre Cambridge, UK memberi anugerah kepada beliau sebagai “ Man of the Year” Anugerah ini hanya diberikan kepada scholar secara personal. Adik beliau bernama Muhammad Aslam Sahib telah wafat pula satu jam setelah Maulana Dost Muhammad Shahid Sahib wafat. Maulana Dost Muhammad Sahib meninggalkan seorang putera lelaki Dr Sultan Mubashir Sahib yang berkhidmat di Fazle Umar Hospital Rabwah, dan lima orang puteri. Semoga Allah swt meninggikan derajat beliau disisi-Nya dan memberi taufiq serta kemampuan kepada semua putera-puteri beliau untuk mengikuti jejak langkah orang tua mereka dalam berkhidmat kepada Jemaah. Amin !!

Alih bahasa oleh Hasan Basri, Singapore 1-9-2009

0 Responses to “BULAN RAMADHAN YANG BERBERKAT”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 234,245 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: