HAMBA-HAMBA ALLAH YANG MAHA PEMURAH

Khalifatul Masih VHamba-hamba yang sejati dari Tuhan Yang Maha Pemurah ialah mereka yang berjalan diatas muka bumi dengan merendahkan diri dan apabila orang-orang jahil menegur mereka, mereka menghindari mereka itu dengan anggun seraya mengucapkan :” Selamat Sejahtera !!” Dan mereka yang melewatkan  malam untuk bersujud dan berdiri sembahyang dihadapan Tuhan mereka. Dan mereka berkata : “ Ya Tuhan kami, hindarkanlah dari kami azab neraka jahannam, karena azabnya itu penderitaan yang sangat hebat sekali. Sesungguhnya neraka itu seburuk-buruk tempat istirahat dan seburuk-buruk tempat menetap. Dan mereka, yang apabila membelanjakan harta tidaklah boros dan tidak pula kikir, melainkan mengambil jalan tengah diantara kedua keadaan itu.

(((((00000)))))

Selengkapnya:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

KHUTBAH JUM’AH

HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.

Tanggal  25 September 2009  dari Baitul Futuh London UK

TENTANG : KEISTIMEWAAN IBADUR RAHMAN

(HAMBA-HAMBA ALLAH YANG MAHA PEMURAH)

وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى اْلاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا‏ – وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا‏– وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَـنَّمَ‌ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا‌ۖ‏- اِنَّهَا سَآءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا‏- وَالَّذِيْنَ اِذَاۤ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا‏– وَالَّذِيْنَ لاَ يَدْعُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ وَلاَ يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِىْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلاَّ بِالْحَقِّ وَلاَ يَزْنُوْنَ‌ۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ يَلْقَ اَثَامًاۙ– يُضٰعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَيَخْلُدْ فِيْهٖ مُهَانًا يُضٰعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَيَخْلُدْ فِيْهٖ مُهَانًا– اِلاَّ مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحًا فَاُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللّٰهُ سَيِّاٰتِهِمْ حَسَنٰتٍ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا‏– وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ صَالِحًـا فَاِنَّهٗ يَتُوْبُ اِلَى اللّٰهِ مَتَابًا‏– وَالَّذِيْنَ لاَ يَشْهَدُوْنَ الزُّوْرَۙ وَ اِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ مَرُّوْا كِرَامًا‏– وَالَّذِيْنَ اِذَا ذُكِّرُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوْا عَلَيْهَا صُمًّا وَّعُمْيَانًا‏– وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا‏– اُولَئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوْا وَيُلَقَّوْنَ فِيْهَا تَحِيَّةً وَّسَلٰمًاۙ– خٰلِدِيْنَ فِيْهَا‌ؕ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا‏

Artinya : Hamba-hamba yang sejati dari Tuhan Yang Maha Pemurah ialah mereka yang berjalan diatas muka bumi dengan merendahkan diri dan apabila orang-orang jahil menegur mereka, mereka menghindari mereka itu dengan anggun seraya mengucapkan :” Selamat Sejahtera !!” Dan mereka yang melewatkan  malam untuk bersujud dan berdiri sembahyang dihadapan Tuhan mereka. Dan mereka berkata : “ Ya Tuhan kami, hindarkanlah dari kami azab neraka jahannam, karena azabnya itu penderitaan yang sangat hebat sekali. Sesungguhnya neraka itu seburuk-buruk tempat istirahat dan seburuk-buruk tempat menetap. Dan mereka, yang apabila membelanjakan harta tidaklah boros dan tidak pula kikir, melainkan mengambil jalan tengah diantara kedua keadaan itu. Dan mereka yang tidak berseru kepada suatu tuhan lain selain Allah, dan tidak membunuh jiwa, yang telah dilarang oleh Allah, kecuali dengan alasan tepat, dan tidak pula berzina, dan barangsiapa berbuat demikian ia akan menerima hukuman atas dosanya itu. Akan digandakan azab pada hari qiamat dan dia akan tinggal didalamnya terhina. Kecuali mereka yang bertobah dan beriman dan beramal saleh, karena mengenai orang-orang itulah Allah akan mengubah kejahatan-kejahatan mereka dengan kebaikan-kebaikan, dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang. Dan barangsiapa yang bertaubah dan beramal saleh sesungguhnya ia kembali kepada Allah dengan taubah yang sebenarnya. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka melalui sesuatu hal yang sia-sia mereka beralalu dengan sikap yang agung. Dan orang-orang yang, apabila ayat-ayat Tuhan mereka dibacakan dihadapan mereka, tidak memperlihatkan perangai sebagai orang-orang tuli dan buta, melainkan mereka mendengarkannya dengan penuh perhatian. Dan orang-orang yang berkata : Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami agar isteri-isteri kami dan keturunan kami menjadi penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang bertaqwa.” Orang-orang demikianlah yang akan dianugerahi kamar-kamar kebebasan di Surga, karena mereka bersabar, dan mereka akan disambut didalamnya dengan penghormatan dan do’a selamat, Mereka akan tinggal kekal didalamnya. Itulah sebaik-baik tempat istirahat dan tempat menetap.(Al Furqan : 64-77)

Bulan Ramadan tiba dan sudah pergi lagi. Surat-surat Id Mubarak masih terus berdatangan, sejak akhir bulan Ramdhan sampai sekarang. Semoga demi meraih keridhaan Allah swt kita betul-betul sudah berusaha mengadakan perobahan kesucian pada diri kita selama bulan Ramdhan itu, dan jika betul-betul sudah memperoleh perubahan suci pada diri kita, smoga Allah swt memelihara dan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Perasaan dan pikiran kearah itu yang timbul didalam hati kita adalah tujuan utama dari ibadah bulan Ramadhan itu.

Allah swt telah memberitahukan didalam Alqur’an beberapa tanda-tanda dan keistimewaan amal saleh jika hal itu semua diterapkan didalam kehidupan sehari-hari manusia bisa menjadi Ibadur Rahman (Hamba Tuhan Yang Maha Pemurah). Didalam ayat yang saya tilawatkan itu terdapat semua tanda-tanda dan keistimewaan yang patut diamalkan oleh manusia. Diantaranya untuk mengingatkan manusia terhadap kewajiban-kewajiban diri sendiri, kewajiban terhadap masyarakat, dan kewajiban terhadap hak-hak Allah swt. Jika manusia berusaha untuk mengamalkan itu semua dan menghasilkan peringkat amal yang tinggi, maka Allah swt akan memanggil mereka Ibadur Rahman dan memberi khabar suka tentang keridhaan yang akan dianugerahkan kepada mereka, yakni akan dianugerahkan surga sebagai tempat tinggal yang tetap bagi mereka.

Jadi, setelah Bulan Ramadhan berlalu, jika kita tetap berjalan diatas petunjuk-petunjuk yang telah diberitahukan Tuhan, maka kita akan menjadi orang-orang berjaya meraih keridhaan-Nya, kita akan mendapat izin memasuki surga-surga-Nya dan akan mendapat bagian dari kenikmatan surga-surga-Nya itu. Itulah sebabnya Allah swt sangat senang dan ridha kepada kita, jika kita telah berhasil mengadakan perobahan suci pada diri kita, dan keadaan kita tetap demikian selamanya.

Keistimewaan pertama Ibadur Rahman, adalah   يَمْشُوْنَ عَلَى اْلاَرْضِ هَوْنًا yakni ialah mereka yang berjalan diatas muka bumi dengan merendahkan diri. Didalam setiap keputusan tentang sesuatu mereka selalu mengambil jalan tengah. Tabi’at mereka tidak menunjukkan kekerasan atau kemarahan tanpa alasan yang kadang-kadang membawa manusia terpelset kepada perbuatan takabbur. Dan tidak pula menunjukkan kelemah lembutan tabi’at tanpa alasan atau dibuat-buat sehingga membawa kesan orang lain tidak menaruh hormat kepada mereka. Keistimewaan yang telah disebutkan itu tujuannya bukan hanya diingatkan kepada perseorangan saja, namun ditujukan kepada orang ramai secara Jema’at juga. Jadi, telah diperintahkan kepada orang-orang Jema’at juga untuk menimbulkan keistimewaan seperti itu pada diri masing-masing. Selain itu didalamnya terkandung nubuwatan juga bahwa orang-orang yang termasuk Ibadur Rahman itu akan dianugerahi kemenangan oleh Allah swt. Dan apabila kemenangan telah diraih pada waktu itu mereka jangan menunjukkan perasaan takabbur dan sombong. Pada waktu itu jangan timbul keinginan untuk melakukan tindak pembalasan terhadap lawan-lawan yang pernah berlaku aniaya sebelumnya. Pada waktu jangan menjadi orang-orang yang melupakan Tuhan, melainkan harus berbuat lemah-lembut sambil terus-menerus memantau diri masing-masing apakah  hak-hak kewajiban terhadap Allah dan terhadap hamba-hamba-Nya dilaksanakan atau tidak.

Keistimewaan kedua adalah وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا yakni : dan apabila orang-orang jahil menegur mereka selalu menghinndar dari mereka itu dengan anggun seraya mengucapkan :” Selamat Sejagtera !!” Perlu diulangi, bahwa setiap orang Ahmady harus mempunyai keistimewaan masing-masing. Menjauhkan diri dari perkelahian dan pertengkaran, memberi pengertian dan nasehat kepada orang-orang yang berbuat jahil, yang berbuat berlebihan dan berbuat kekerasan. Keduanya perlakuan merendahkan diri yang telah dimiliki setiap orang Ahmadi sesuai dengan perintah Allah swt, suasana damai yang telah ditegakkan ditengah masyarakat secara Jema’at, hal itu semua harus selalu diingat. Syaitan akan siap menghadang kalian dengan berbagai macam cara, ia akan menciptakan medan perlawanan yang akan membakar perasaan marah kalian. Dan syaitan akan menuduh kalian : “Tengoklah betapa zalimnya orang-orang ini.” Mendengar perkataan demikian kalian harus bisa mengawal perasaan yang bergolak didalam dada kalian, sambil menampilkan uswah hasanah Rasulullah saw yang telah beliau tampilkan dihadapan para sahabah beliau. Didalam hal itu juga terdapat suatu nubuwatan tentang keadaan Jema’at dimasa depan. Akan tetapi pada zaman ini juga dibeberapa negara Islam terutama di Pakistan orang-orang Ahmadiyah menjadi sasaran penganiayaan yang kejam dan perasaan

mereka tengah di-iris-iris kesakitan. Pemerintahan disana telah mengeluarkan undang-undang anti Ahmadiyah dan berdasarkan undang-undang itu orang-orang Ahmadiyah dijadikan sasaran penganiayaan dan pembunuhan. Menghadapi perlakuan-perlakuan syaitani semacam itu hamba-hamba Allah Yang Pemurah akan berkata : “Apabila memang kami dianggap berlawanan dengan undang-undang yang kalian buat dengan tangan kalian sendiri lakukanlah sesuai dengan itu, akan tetapi kami tidak akan menjawab perbuatan jahat kalian dengan perbuatan jahat lagi, sebab kami tahu dengan cara demikian akan mengundang keburukan yang lebih parah lagi.” Melihat keadaan demikian saya akan menasihatkan kepada orang-orang Ahmady: Jadilah Ibaadur Rahman yang berjaya meraih bahagian dari pada keridhaan Allah swt. Sebagaimana telah saya katakan bahwa didalam hal itu mengandungi nubuwatan dari Allah swt bahwa pada suatu waktu situasi akan berobah sehingga pada waktu itu kalian akan mengungguli mereka dalam segala segi. Pada waktu itu kalian akan memberi tahu kepada dunia, apa sebenarnya yang dimaksud dengan keadilan, dan apa sebenarnya yang dimaksud dengan menjaga perasaan orang lain dan mengendalikan perasaan pribadi sendiri, sekalipun kekuatan sepenuhnya sudah ada ditangan kalian. Apa yang tengah terjadi di Pakistan, para penentang disana berusaha dengan berbagai macam cara untuk mengobarkan anti Ahmadiyya dimana-mana, dan sedapat mungkin mereka berusaha melakukan kejahatan yang merugikan orang-orang Ahmady. Diberbagai tempat mereka tengah menyusun rencana untuk melakukan kekejaman terhadap orang-orang Ahmady. Oleh sebab itu perkara ini harus dipecahkan oleh Jema’at disana dengan sangat berhati-hati, dan mohonlah bantuan serta pertolongan Allah swt dalam menghadapi suasana demikian dengan sabar dan tabah.

Dalam menjelaskan arti Ibadur Rahman Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Orang-orang yang disebut Ibadur Rahman hakiki adalah mereka yang berjalan diatas bumi dengan lemah-lembut dan apabila orang-orang jahhil bertemu mereka dengan muka kasar dan sombong, mereka tampil dengan kata-kata lembut sambil mengucapkan selamat sejahtera kepada mereka. Perkataan kasar dan sombong mereka tidak dijawab dengan perkataan kasar lagi namun dengan lemah-lembut, dan penghinaan mereka dijawab dengan do’a bagi mereka, menyerupai sifat Allah sawt Yang Rahman, sebab perlakuan Allah Yang Rehman tidak pilih kasih terhadap siapapun, seperti Dia memberikan faedah dari Matahari, Langit dan Bumi ciptaan-Nya kepada semua makhluk-Nya. Jadi, didalam ayat tersebut Allah swt telah mendedahkan dengan terang sekali bahwa perkataan Rahman dipergunakan bagi Tuhan Yang kemurahan-Nya meliputi semua makhluk yang baik maupun yang buruk.

Jadi, sekarang maupun pada masa yang akan datang kita akan selalu berlaku baik sesuai dengan sifat Tuhan Yang Rahman terhadap manusia yang baik atau manusia yang tidak baik atau buruk, terhadap kawan maupun lawan sekalipun, dan akan berlaku pema’af terhadap orang-orang yang telah berlaku sangat kejam sekalipun terhadap kita, dan akan memohon pertolongan dengan do’a kepada Allah swt untuk diri sendiri juga dan bagi mereka juga agar mereka memperoleh petunjuk dan hidayah dari Allah swt, supaya kita semua selalu termasuk golongan Ibadur Rahman.

Keistimewaan ketiga Ibadur Rahman, adalah يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا mereka yang melewatkan malam untuk bersujud dan berdiri sembahyang dihadapan Tuhan mereka. Beberapa hari yang lalu dalam bulan Ramadhan hal itu telah diamalkan oleh banyak sekali anggauta Jema’at. Akan tetapi Allah swt tidak berfirman Ibadur Rahman melewatkan beberapa hari saja melainkan secara dawam, selamanya secara berterusan melewatkan malam untuk bersujud dan berdiri sembahyang dihadapan Tuhan mereka. Maka hal itu merupakan kewajiban yang sangat besar bagi setiap anggauta Jema’at khasnya didalam situasi sekarang ini, dimana dibeberapa negara orang Muslim para anggauta Jema’at tengah dijadikan sasaran berbagai macam kezaliman dan penganiayaan. Para anggauta Jema’at bukan hanya harus meningkatkan kepatuhan salat-salat lima waktu namun juga harus meningkatkan salat-salat nafal dimalam hari yaitu salat tahajjud dan banyak-banyak memanjatkan do’a kehadirat Allah swt. Sebab bangun tengah malam menimbulkan potensi kekuatan untuk menaklukkan diri pribadi. Demikianlah firman Allah swt. Jika kita dengan ikhlas bangun setiap malam menjadi hamba Allah swt yang sentiasa beribadah kepada-Nya, hal itulah yang akan menjadi sarana untuk menjauhkan berbagai macam kesulitan yang dihadapi oleh Jema’at, insya Allah. Maka, perhatikanlah dengan sungguh-sungguh bahwa bangun tengah malam sembahyang tahajjud jangan hanya untuk kepentingan pribadi saja, melainkan panjatkanlah do’a

untuk meraih keridhaan Allah swt dan untuk kemajuan Jema’at juga. Jika setiap Ahmadi diseluruh dunia sambil mengharapkan keridhaan-Nya setiap malam sekurang-kurangnya salat tahajjud dua raka’at saja untuk kemajuan Jema’at, maka bisa kita saksikan bagaimana pertolongan Allah swt akan turun kepada kita. Dan bagaimana perlawanan musuh-musuh terhadap Jema’at bisa diatasi karena do’a-do’a itu. Hazrat Rasulullah saw bersabda bahwa Tuhan telah berfirman kepada beliau, “ Aku menjadi begitu dekat kepada hamba-Ku kerana ibadah salat nawafil hamba-Ku sehingga Aku manjadi kupingnya dengan itu ia mendengar, Aku menjadi matanya dengan itu ia melihat, Aku menjadi tangannya dengan itu ia memegang, Aku menjadi kakinya dengan itu ia berjalan.” Demikianlah Allah swt menjadi sangat dekat dengan orang yang patuh menunaikan salat tahajjud tengah malam. Dan hal itu menjadi tanggung jawab kita semua untuk meraih qurub Allah swt itu. Berlalunya bulan Ramadzan bukan berarti sudah bebas, boleh bercengkerama atau bergadang sesuka hati sampai tengah malam, atau berbual-bual sampai larut malam, sehingga bangun untuk salat subuh-pun terasa berat sekali. Bukan demikian, bahkan kita harus lebih giat mencari malam-malam itu yang bisa membawa posisi kita lebih dekat lagi kepada Allah swt

Cara-cara untuk menjadi Ibaadur Rahman yang telah Tuhan ajarkan kepada kita didalam bulan Ramadhan, harus selalu kita amalkan yaitu bangun tengah malam dan tunaikan salat tahajjud dan panjatkan banyak do’a kepada Tuhan. Amalan-amalan itulah yang akan membawa banyak perobahan besar didalam diri kita dan didalam Jema’at, insya Allah. Para sahabah Hazrat Rasulullah sawt telah menyempurnakan hak-kewajiban mereka seperti itu, sehingga dunia menyaksikan betapa hebatnya perobahan yang ditimbulkan berkat pengamalan nawafil beliau-beliau itu. Jika waktu siang para sahabah harus menghadapi peperangan melawan musuh, maka beliau-beliau r.a. tidak tidur sepanjang malam tenggelam didalam lautan ibadah dan do’a sambil menangis dengan rintihan yang memilukan dihadapan Allah swt. Selama ibadah malam seperti itu tetap dilaksanakan oleh orang-orang Islam, mereka akan memperoleh kemajuan secara berterusan. Sekarang hal itu menjadi kewajiban orang-orang Ahmady untuk mengamalkan-nya secara konsisten dan harus banyak-banyak memanjatkan do’a bagi keselamatan dan kemajuan Jema’at.

Hazrat Masih Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Keadaan dunia bangsa Arab ketika Hazrat Rasulullah saw datang kedunia, bukan rahasia umum lagi, mereka betul-betul jalang dan buas. Mereka tidak tahu berbuat apa-apa selain makan-minum, mereka tidak tahu sama sekali tentang hak-hak Allah swt dan tidak juga tahu apa yang dimaksud dengan hak-hak kewajiban sesama-manusia. Sehingga disalah satu segi Allah sawt menggambarkan mereka seperti firmsan-Nya :

يَاْكُلُوْنَ كَمَا تَاْكُلُوْنَ  اْلاَنْعَامُ artinya mereka makan seperti binatang makan. Maksudnya mereka makan seperti binatang memakan makanan. Setelah itu berkat tarbiyyat Hazrat Rasulullah saw yang sangat membawa kesan terhadap akhlaq mereka sehingga Allah swt berfirman tentang mereka : يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا‏ mereka yang melewatkan malam untuk bersujud dan berdiri sembahyang dihadapan Tuhan mereka, yakni pada malam hari mereka tidak tidur  tekun bersujud dan berdiri beribadah dihadapan Tuhan mereka. Betapa hebatnya perobahan yang timbul pada mereka berkat tarbiyyat Hazrat Rasulullah saw sehingga telah terjadi perobahan yang agung dan luar biasa sehingga sejarah tidak bisa membuktikan tandingannya. Beliau-beliau itu telah menegakkan cara bagaimana untuk memenuhi hak kewajiban terhadap Allah sawt dan terhadap sesama manusia. Dan beliau saw telah menjadikan kaum biadab yang sudah mati hidup kembali dengan cemerlang. Didalam diri mereka terdapat dua macam kelebihan yang menonjol yaitu, ilmu pengetahuan dan prilaku amal perbuatan. Amal perilaku mereka itu digambarkan dengan firman-Nya :

يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا‏ mereka yang melewatkan malam untuk bersujud dan berdiri sembahyang dihadapan Tuhan mereka. Keadaan pengetahuan mereka adalah demikian banyaknya sehingga telah dilakukan penerbitan bku-buku yang mengandungi ilmu pengetahuan, dan perluasan bahasapun terus berkembang sehingga tidak ada tara bandingannya. Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda lagi : “ Tanpa ruhaniyyat dan tanpa kesucian tidak ada suatu agamapun yang bisa bergerak maju. Didalam Kitab Suci Alqur’an digambarkan bagaimana keadaan dunia sebelum

kebangkitan Hazrat Rasulullah saw kedunia. Pada waktu itu orang-orang yang menerima dan masuk Islam adalah orang-orang yang disebut : يَاْكُلُوْنَ كَمَا تَاْكُلُوْنَ  اْلاَنْعَامُ artinya mereka makan seperti binatang memakan makanan,  namun sekarang telah digambarkan dengan firman-Nya : يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا‏  mereka yang melewatkan malam untuk bersujud dan berdiri sembahyang dihadapan Tuhan mereka. Selama belum diperoleh obat penawar dari langit maka kalbu manusia tidak bisa mulus. Langkah manusia selalu bergerak maju, namun ia kadangkala mundur juga. Jika manusia yang bersifat qudsi dan berfitrat suci masih ada, agama bisa maju sebab tanpa itu suatu agama tidak akan bisa maju. Jika ia memperoleh kemajuan juga maka kemajuan itu sifatnya hanya untuk sementara tidak akan bisa tegak untuk selamanya.”

Jadi, kita yang menginginkan Jema’at ini segera mendapatkan kemajuan, kesulitan dan kesengsaraan yang tengah dihadapi oleh sebagian para anggauta Jema’at dibeberapa negara, semoga Allah bswt segera menjauhkan-nya. Untuk itu diperlukan obat penawar dari langit. Obat penawar dari langit itu bisa diterima dengan jalan hadir setiap malam dihadapaan Allah swt dan memohon kepada-Nya sesuai dengan hidayat yang telah Dia berikan kepada kita. Untuk itu semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita semua.

Keistimewaan Ibadur Rahman yang keempat yang telah dijelaskan oleh Allah swt adalah bahwa Ibadurr Rahman selalu memohon do’a kepada Allah swt رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَـنَّمَ‌ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا‌ۖ‏- اِنَّهَا سَآءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا “ Ya Tuhan kami, hindarkanlah dari kami azab neraka jahannam, karena azabnya itu penderitaan yang sangat hebat sekali. Sesungguhnya neraka itu seburuk-buruk tempat istirahat dan seburuk-buruk tempat menetap. Dia setiap waktu memohomn ampun kepada Allah swt, berusaha agar sentiasa berada dibawah naungan-Nya. Setiap orang Ahmadi harus berdo’a kepada Allah swt agar kita diselamatkan dari kehinaan didunia maupun diakhirat nanti, semoga Dia menyelamatkan kita dari setiap kesulitan duniawi jahannam, semoga Dia tidak menjadikan kita hamba-hamba keindahan dan kesemarakan dunia, dan semoga Dia menyelamatkan kita dari terbenamnya pikiran kearah dunia semata. Semua perkara dunia yang menjauhkan kita dari kehidupan ukhrawi akan menjadi penyebab terperosoknya kita kedalam lembah neraka jahannam.

Keistimewaan Ibadur Rahman yang kelima, adalah اِذَاۤ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا apabila mereka membelanjakan harta tidaklah boros. Mereka tidak berlebihan dalam perbelanjaan, dan tidak pula mereka membelanjakan harta mereka untuk pamer atau ria dan tidak pula membelanjakan harta Jema’at tanpa pikir dahulu. Disini (di Eropah) kebiasaan dalam membelanjakan harta pribadi sudah banyak diketahui dan masih terus berjalan, misalnya membelanjakan harta berlebihan didalam pesta perkawinan. Disini dan di Pakistan juga karena melihat kanan kiri teman-teman telah merayakan perkahwinan cukup meriah, hati mereka terpicu ingin mengadakan lebih baik dan lebih banyak lagi jenis makanan yang disajikan didalam perayaan perkahwinan. Diwaktu pernikahan juga diadakan jamuan dan diwaktu walimah juga diadakan jamuan yang berlebihan, padahal jamuan bisa saja disediakan secara sederhana. Sebelum berlangsung pernikahan telah berjalan satu macam adat kebiasaan yaitu mengirim surat undangan kepada teman-teman untuk mendi legwana (mewarnai telapak tangan dan jari jemari dengan warna daun (didaerah Sunda disebut daun pacar). Dari pihak perempuan mengundang banyak teman-teman untuk berkumpul mewarnai jari-jemari atau telapak tangan dengan warna mendi. Dibuat berbagai macam cara dan alasan untuk menjadikan perkawinan itu lebih meriah dan lebih dikenal orang. Dari pihak lelaki juga mengadakan keramaian yang berlebihan, mengundang teman-teman dalam jumlah banyak supaya majlis perkahwinan nampak sangat ramai dan meriah. Orang-orang yang datang dari luar juga disebabkan mempunyai banyak wang, mereka membelanjakan harta mereka untuk membuat perhiasan dan membuat jamuan yang sangat berlebihan semata-mata untuk memeriahkan pesta perkawinan. Perbuatan demikian benar-benar israf atau berlebihan yang tidak ada gunanya, padahal biaya sebanyak itu bisa dipergunakan untuk membantu orang-orang miskin, atau bisa untuk membantu  orang miskin yang mau kawin namun tidak mampu menyediakan belanja perkawinan

yang diperlukan walaupun sederhana. Atau biaya sebanyak itu bisa dipergunakan untuk membantu memelihara anak-anak yatim. Atau dengan biaya sebanyak itu bisa dipergunakan untuk pekerjaan penting lainnya lagi. Perkara-perkara seperti itulah juga jika diperhatikan dengan sungguh-sungguh dan dihindari sebaik-baiknya bisa membuat manusia menjadi Ibadur Rahman.

Keistimewaan Ibadur Rahman yang keenam, ialah : وَلَمْ يَقْتُرُوْا dan tidak pula kikir atau tidak kedekut. Kebanyakan orang-orang kikir tidak mau membelanjakan harta mereka sekalipun untuk keperluan Jema’at yang penting sekali. Mereka menunjukkan sifat kikir yang amat berlebihan. Apa yang dilakukan orang kikir, biasanya menghitung-hitung wang dan mengkhayal untuk memperbanyak wang dengan berbagai macam cara. Orang kikir jangankan untuk kepentingan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiripun ia tidak mau membelanjakan hartanya. Dia tidak mau menolong sekalipun terhadap saudara-maranya sendiri dan tidak pula ia bersedia menolong orang-orang miskin bahkan ia tidak bersedia untuk membantu keperluan Jema’at. Maka, jika orang yang berharta tidak bersedia membelanjakan hartanya itu dijalan kebaikan, ia tidak akan bisa menjadi Ibadur Rahman. Disatu pihak Allah swt menunjukkan tidak suka terhadap orang yang membelanjakan hartanya secara berlebihan dan dia terkeluar dari kelompok hamba-hamba-Nya yang Ibadur Rahman, dipihak lain Allah swt tidak menyukai orang yang kedekut atau kikir yang tidak mau membelanjakan hartanya demi kebaikan. Ia kumpul-kumpulkan hartanya untuk kepentingan pribadi, sehingga menjadi penghalang bagi kemajuan dan perkembangan masyarakat sekitar. Jadi, Allah swt menjelaskan bahwa Ibadur Rahman adalah dia yang tidak membelanjakan hartanya secara berlebihan dan tidak pula berbuat kedekut atau kikir yang melampaui batas, melainkan harus mengambil jalan tengah, tidak boros dan tidak pula kikir. Ibadur Rahman dalam membelanjakan harta dan menahan harta mereka juga dilakukan semata-mata kerana Allah swt.

Keistimewaan Ibadur Rahman yang ketujuh adalah : لاَ يَدْعُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ : mereka yang tidak berseru kepada suatu tuhan lain  selain Allah. Yakni mereka tidak mendekat kepada sesuatu yang berbau syirik, sebab syirik adalah perbuatan zalim yang paling besar. Allah swt berfirman : “Semua dosa bisa diampuni tetapi syirik tidak bisa diampuni.” Menghindarkan diri dari syirik bagi Ibadur Rahman bukan hanya syirik secara zahiriyah yang nampak wujudnya, seperti memuja patung-patung atau benda-benda lainnya, namun mereka juga menjauhkan diri dari syirik khafi (yang tidak nampak). Ibadah mereka dan kewajiban memenuhi hak-hak Allah swt dan hak-hak hamba-hamba-Nya dilakukan sesuai dengan perintah Allah swt. Dan mereka sangat berhati-hati sekali didalam gerak-gerik mereka atau didalam amal perbuatan mereka sampai kepada perkara yang sangat halus sekali, mereka takut kalau-kalau apa yang mereka lakukan itu menjadi penyebab kepada perbuatan syirik khafi. Pekerjaan mereka atau kegiatan bisnis mereka tidak menjadi penghalang terhadap kewajiban ibadah mereka kepada Tuhan.

Keistimewaan Ibadur Rahman yang kedelapan adalah : وَلاَ يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِىْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلاَ   بِالْحَـقِّ artinya : dan tidak membunuh jiwa, yang telah dilarang oleh Allah, kecuali dengan alasan tepat. Apabila Hazrat Rasulullah saw atau para sahabah beliau berperang dimedan perang, selalu berpegang kepada asas taqwa. Beliau dan para sahabah beliau berperang untuk menghentikan perbuatan zalim musuh-musuh beliau, bukan bertujuan untuk menumpas atau membunuh mereka. Didalam peperangan beliau beserta para sahabah beliau melarang membunuh anak-anak, orang-orang perempuan, pemimpin agama atau padri dan sebaginya yang tidak ikut berperang. Akan tetapi keadaan sangat terbalik diwaktu terjadi perang dunia kedua, beratus ribu nyawa orang tak berdosa telah dibunuh oleh tentera Jepang. Pada zaman sekarang juga dengan alasan demi menegakkan keamanan, telah terjadi penyerangan-penyerangan membabi buta menggunakan pesawat-pesawat tempur atau pesawat-pesawat pengintai tak berawak sehingga beribiu-ribu nyawa penduduk yang tidak berdosa telah terbunuh. Demikianlah buktinya perbuatan orang-orang atau bangsa-bangsa yang selalu melemparkan kritikan atau objection terhadap Islam. Akan tetapi orang-orang atau bangsa yang menganggap diri mereka sebagai Ibadur Rahman juga, tengah melakukan penyerangan-penyerangan secara zalim dan biadab sehingga orang-orang yang bersih tidak berdosa-pun telah mereka bunuh. Ini-pun merupakan sebuah kisah lagi yang sangat mengerikan

pembunuhan yang dilakukan mengatas namakan Agama Islam. Maka keputusan terakhir dari Allah swt terhadap orang-orang semacam itu adalah mereka itu tidak akan bisa menjadi Ibadur Rahman

Keistimewaan Ibadur Rahman yang kesembilan adalah وَلاَ يَزْنُوْنَ‌ artinya : mereka tidak melakukan zina. Zina termasuk perbuatan secara fisik dan juga melihat pemandangan lucah yang tidak patut dilihat juga termasuk zina. Pada zaman sekarang gambar-gambar lucah yang diperlihatkan melalui TV atau melalui Internet, semuanya termasuk zina melalui pikiran atau khayalan dan juga melalui pemandangan mata. Maka setiap orang Ahmadi harus menjauhkan diri secara khas dari perbuatan dan pemandangan serupa itu.

Keistimewaan Ibadur Rahman yang kesepuluh adalah : لاَ يَشْهَدُوْنَ الزُّوْرَ tidak berkata dusta dan tidak pula memberi kesaksian yang palsu atau kesaksian dusta. Berkata dusta adalah keburukan yang sangat besar yang mempunyai peranan untuk menjatuhkan suatu bangsa kepada kehancuran. Sedangkan hamba-hamba Allah swt dan Jema’at Ilahi selalu membawa kearah kemajuan dan kemuliaan. Bagi mereka sudah ada janji dari Allah swt bahwa mereka akan diberi kemajuan sampai keperingkat yang paling tinggi. Jika mereka terlibat dalam kedustaan, tentu dengan sendirinya mereka akan terkeluar dari kedudukan sebagai hamba-hamba Allah swt yang khas, yang kepada mereka telah dijanjikan untuk diberi kedudukan sampai keperingkat yang paling tinggi. Maka, setiap orang Ahmadi apabila mengemukakan suatu permasalahan atau suatu kesaksian dengan orang lain harus 100 % bersih dari kedustaan. Misalnya didalam urusan keluarga diwaktu berlangsung pernikahan diikat oleh suatu perjanjian sesuai firman Tuhan  قُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا ucapkanlah perkataan yang jujur, artinya kedua belah pehak akan berkata jujur dan akan berkata benar, tidak ada keraguan didalamnya, perkataan mereka bersih dan jelas. Akan tetapi setelah berlangsung perkawinan terjadi-lah penilaian-penilaian yang salah dari pehak perempuan kepada pehak lelaki atau sebaliknya pehak lelaki mengeluarkan pernyataan yang salah terhadap pihak perempuan. Atau dari mertua kedua belah pihak keluar pernyaan yang salah, sehingga hubungan keluarga menjadi kacau dan lambat laun keluarga menjadi berantakan. Disebabkan pengaruh ego pribadi atau disebabkan pengaruh kepentingan sendiri ikatan pernikahan menjadi putus. Jika sudah mempunyai anak, anakpun terkena dampak akhirnya ia menjadi anak jalanan yang rusak. Saya sudah berulang kali berkata mengenai keadaan rumah tangga seperti ini. Jadi, untuk melaksanakan hak-hak Allah swt dan hak sesama manusia harus menjauhkan diri dari perkataan dusta.

Keistimewaan Ibadur Rahman yang kesebelas adalah : وَ اِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ مَرُّوْا كِرَامًا apabila mereka berjalan melewati sesuatu hal yang sia-sia mereka beralalu disana dengan sikap yang agung. Tidak melibatkan diri didalam suatu urusan yang semata-mata dipengaruhi oleh kelezatan dunia. Melalui Internet banyak sekali tayangan program-program dunia yang menyilaukan mata. Demikian juga melalui TV banyak program-program yang menggiurkan dunia. Para mahasiswa perguruan tinggi-pun secara berkelompok laki-perempuan pergi bersama-sama kedalam Club-club dimana diselenggarakan dansa-dansi atau program pertunjukan consert dan sebagainya. Semua perkara itu adalah barang-barang permainan atau hiburan yang sia-sia bagi orang-orang mukmin. Dari satu segi kita telah mengucapkan janji diwaktu menyatakan bai’at kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. bahkan kita telah berjanji untuk menjadi Ibadur Rhman juga. Maka setiap orang Ahmadi harus menjauhkan diri dari kegiatan-kegiatan buruk seperti itu yang semata-mata perbuatan yang menghancurkan moral atau akhlaq. Perbuatan sia-sia termasuk juga perkelahian dan pertengkaran, dan perkara-perkara yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, semuanya termasuk perbuatan laghuw atau sia-sia.

Hazrat Masih Mau’ud a.s. dalam membahas ayat ini :   وَ اِذَا مَرُّوْا بِاللَّغْوِ مَرُّوْا كِرَامًا bersabda : “ Siapapun jika mendengar perkataan-perkataan yang membuka kesempatan untuk bertengkar atau perkelahian, jangan dilayan dan hendaklah pergi dari padanya dengan sikap yang anggun. Janganlah terpicu untuk berkelahi disebabkan perkara kecil saja. Orang yang tahu dan faham betul kepada nilai-nilai perdamaian tidak akan cepat terpengaruh atau terpicu oleh perkara-perkara kecil. Jadi, tanda orang yang suka perdamaian adalah sentiasa menutup mata terhadap suatu perkara kecil

yang dianggap tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat dan selalu menjauhi ketegangan mental dan phisik antar sesama manusia, dan mengamalkan perilaku orang-orang tua.

Keistimewaan Ibadur Rahman yang kedua belas adalah : وَالَّذِيْنَ اِذَا ذُكِّرُوْا بِاٰيٰتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوْا عَلَيْهَا صُمًّا وَّعُمْيَانًا Dan orang-orang yang, apabila ayat-ayat Tuhan mereka dibacakan dihadapan mereka, tidak memperlihatkan perangai sebagai orang-orang tuli dan buta, melainkan mereka mendengarkannya dengan penuh perhatian. Nasihat Alqur’an yang dijelaskan kepada mereka, mereka berusaha untuk memahaminya dan mengamalkannya dan berusaha untuk meningkatkan keruhanian mereka. Maka untuk menjadi Ibadur Rahman manusia harus berusaha untuk mengamalkan setiap nasihat Alqur’an yang dijelaskan kepadanya. Jangan memandang siapa orangnya yang bercakap atau memberi nasihat itu. Melainkan dia harus memandang kepada perkara yang disampaikan itu berasal dari firman Allah swt dan dari sabda-sabda Rasul-Nya, supaya diamalkan. Jika tidak diamalkan hal itu akan menjadi penyebab kesesatan bagi manusia. Dan dia bukan hanya akan terkeluar dari kedudukan Ibadur Rahman bahkan ia akan semakin menjauh dari Jema’at Allah swt ini.

Keistimewaan Ibadur Rahman yang ketiga belas adalah :  mereka berdo’a untuk isteri-isteri dan anak keturunan mereka seperti ini : رَبَّنَا هَبْ لَـنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami agar isteri-isteri kami dan anak keturunan kami menjadi penyejuk mata kami. Masalah ini sangat penting sekali bagi kelestarian anak-anak keturunan, yakni sejauh mana usaha dan upaya tengah dilakukan untuk kemajuan zahiriyah dan ruhaniyah anak-anak, disana do’a juga harus dipanjatkan kepada Allah swt, sebab segala natijah dan hasil usaha manusia berada ditangan Allah swt. Jika ada orang berpikir bahwa dengan segala kekuatannya sendiri ia telah berhasil memberi bimbingan dan pelajaran terhadap anak-anak-nya, maka pikiran demikian tidak bisa dibenarkan. Orang-orang kaya yang berkecimpung hanya didalam urusan duniawi saja jika mereka melihat usaha pendidikan anak-anak mereka sudah memperoleh kemajuan, maka kemajuan itu sebetulnya sebagai anugerah dari Tuhan Yang Rahman juga kepadanya. Namun kemajuan yang diperolehnya itu berkaitan dengan keduniawian semata bukan berkaitan dengan keruhanian. Oleh karena kemajuannya itu sifatnya berupa duniawi semata, maka sekalipun telah berjaya ia tidak bisa dikatakan sebagai Ibadur Rahman. Sebab Allah swt tidak memberikan kedudukan kepadanya sebagai imam orang-orang bertaqwa. Dan perhatiannya tidak dicurahkan untuk meraih kedudukan sebagai imam orang-orang bertaqwa. Akan tetap orang yang berdo’a bagi anak-anaknya untuk menjadi orang-orang bertaqwa, dia tidak memohon hanya untuk kemajuan duniawinya saja, melainkan dia memohon kepada Allah swt demi kemajuan kedua-duanya, yaitu kemajuan duniawi dan ruhani juga. Dan dia sendiri berusaha meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah swt. Sehingga ia menjadi peraih nikmat-nikmat Allah swt. Pada zaman sekarang ini para orang tua sangat giat dalam usaha memajukan anak-anak mereka disekolah. Namun perhatian mereka terhadap pendidikan keruhanian sangat kurang sekali. Dinegara-negara Barat ini masyarakat yang menganut hidup bebas membuat anak-anak menjadi berani dan lancang kepada orang tua mereka, sehingga anak-anak tidak mau mendengar nasihat-nasihat orang tua mereka. Dan sekarang orang tua mereka mulai merasa prihatin dengan munculnya program-program didalam TV yang menayangkan aksi-aksi bebas dan melampaui batas diberikan kepada anaka-anak sekolah. Bagaimana orang tua menjadi imam bagi mereka, sedangkan anak-anak sendiri berani berdiri dengan arrogan dihadapan orang tua tidak menaruh hormat sama sekali terhadap mereka. Sekarang banyak peristiwa terjadi anak-anakpun berani mengayunkan tangan memukul orang tua mereka. Sekarang mulai timbul beberapa usulan, jika ingin mengurus anak-anak ini demi kemaslahatan masa depan bangsa, maka harus ditentukan batasan-batasan hukum keatas mereka. Sampai dimana orang tua harus bersabar menghadapi anak-anak ini dan hukuman apa yang harus dikenakan kepada mereka. Sebab apabila orang tua melakukan hukuman terhadap anaknya, sekalipun disebabkan kesalahan anak itu, ia akan mengadu kepada sebuah komisi yang memberi perlindungan terhadap anak-anak. Komisi itu membawa anak-anak itu untuk dilindungi, dan anak-anakpun bertambah berani dan lancang memberi peringatan terhadap orang tua mereka sambil mengancam. Hal seperti itu meningkatkan anak-anak menjadi semakin berani dan

bertambah arrogan terhadap orang tua. Mereka tidak bisa tinggal tenteram bersama orang tua mereka. Kelakuan dan perangai mereka sangat buruk sekali. Salah satu sebab mengapa anak-anak menjadi demikian? Karena ruang pikiran orang tua sudah kosong tidak diisi dengan do’a. Orang tua mereka sendiri sudah melupakan do’a. Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Berilah tarbiyat yang pantas dan baik kepada anak-anak sambil memperbanyak do’a kepada Allah swt. Tapi jangan lupa bahwa orang tua juga harus menegakkan contoh prilaku yang baik dihadapan anak-anak.” Selanjutnya beliau bersabda : “ Ada satu lagi hal yang patut direnungkan, yakni banyak orang-orang tua mendambakan anak keturunan, namun setelah mendapat anak keturunan tidak dipikirkan sebaik-baiknya bagaimana mendidik mereka agar menjadi orang-orang patuh ta’at kepada agama, menjadi orang-orang yang beradab dan berkelakuan baik, dan tidak pernah pula memanjatkan do’a bagi mereka dan tidak pula memikirkan untuk memberi tarbiyyat kepada mereka. Tarbiyyat juga mempunyai tingkatan, sejak umur berapa tarbiyyat dimulai, masalah apa yang harus diajarkan lebih dahulu, mereka tidak tahu karena tidak ada perhatian sama sekali kearah itu. Saya tidak pernah lupa untuk mendo’akan kawan-kawan Jema’at, anak-anak, isteri dan kerabat juga. Banyak orang tua yang secara tidak sadar mengajarkan adat kebiasaan yang buruk. Mula-mula anak-anak berbuat suatu keburukan yang dianggap kecil, lalu dibiarkan tidak ditegur, lama-kelamaan akhirnya anak-anak semakin nakal dan berani berbuat tidak sopan terhadap orang tua sendiri. Orang-orang menghendaki anak keturunan, namun tidak menginginkan anak-anaknya menjadi khadim-khadim bagi agama dan Jema’at, melainkan menghendaki agar anak-anak mereka menjadi pewaris-pewaris kekayaan dunia. Apabila mereka sudah punya anak-anak tidak dipikirkan bagaimana cara untuk memberi tarbiyyat kepada mereka, dan tidak pula berusaha untuk mengajarkan akidah-akidah Jema’at kepada mereka. Orang tua tidak berusaha mengajarkan masalah-masalah asas didalam agama maupun Jema’at kepada anak-anak. Dan tidak pula berusaha memperbaiki akhlak mereka. Jika sejak kecil diajarkan akhlak yang baik kepada anak-anak, tentu mereka tidak akan berani berdiri melawan atau menentang nasihat orang tua. Jika sejak kecil anak-anak belajar memakai pakian yang baik dan anggun atau sopan tentu semakin besar mereka akan terus mempertahankan diri mereka dengan pakaian yang anggun dan sopan itu. Jika anak-anak tidak mengenal akhlak yang baik sejak kecil, apa yang bisa diharapkan dari mereka apabila mereka sudah dewasa dan bagaimana mereka bisa diharapkan untuk menjadi orang-orang baik. Allah swt telah menjelaskan bahwa mereka yang mengharap-harapkan anak-keturunan selalu memanjatkan do’a seperti berikut ini :  رَبَّنَا هَبْ لَـنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا‏ artinya : “ Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami agar isteri-isteri kami dan keturunan kami menjadi penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang bertaqwa.” Hal ini baru akan diperoleh apabila mereka sendiri menjalani kehidupan diatas jalan orang-orang bertaqwa, bahkan mereka sendiri menjadi Ibadur Rahman dan menjadi orang-orang yang selalu melangkahkan kaki mereka diatas jalan yang diridhoi oleh Allah swt. Bagi mereka selanjutnya dijelaskan bahwa وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا apabila mendapat anak keturunan tentu mereka akan menjadi imam orang-orang yang bertaqwa kepada Allah swt. Didalam do’a ini juga tercantum do’a untuk diri sendiri agar menjadi orang yang bertaqwa.” Jadi untuk mendapatkan anak keturunan yang bertaqwa orang tua juga harus berusaha agar menjadi orang-orang yang bertaqwa. Untuk diri sendiri juga harus berdo’a agar menjadi muttaqi. Apabila kita sendiri berusaha menjadi orang yang bertaqwa maka kita akan menjadi penyandang sifat-sifat istimewa yang telah dijelaskan tentang sifat-sifat atau keistimewaan Ibadur Rahman. Diantara manusia yang paling patut dihormati disisi Tuhan dan yang dijamin mendapat perlindungan Allah swt adalah mereka yang menjalin hubungan erat dan hakiki dengan Allah swt dan mereka menjaga kebersihan dan kesucian ruhani mereka. Dan dalam pergaulan dengan masyarakat mereka selalu menunjukkan perangai yang ramah dan sopan-santun. Dan mereka menjadi orang-orang yang benar-benar patuh-ta’at kepada hukum-hukum Allah swt. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita semua agar kita mampu menjalin hubungan erat dan hakiki dengan-Nya dan semoga keadaan ruhani kita selalu suci dan bersih. Dan semoga kita bisa memperoleh keistimewaan-keistimewaan hakiki yang diperlukan untuk menjadi Ibadur Rahman, dan semoga Dia menjadikan kita semua pewaris-pewaris nikmat Surga-Nya. Amin !!

Alihbahasa dari Audio Urdu oleh Hasan Basri

0 Responses to “HAMBA-HAMBA ALLAH YANG MAHA PEMURAH”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 219,960 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: