Jamaah Muslim Ahmadiyah Mengutuk Usulan Pelarangan Menara di Swiss

Pada tanggal 29 November 2009 Swiss akan mengadakan referendum mengenai amandemen konstitusi yang diusulkan yang melarang pembangunan menara di negara ini. Jamaah Muslim Ahmadiyah percaya bahwa larangan tersebut akan menjadi contoh nyata atas diskriminasi agama dan akan menjadi pelanggaran langsung dari negara Swiss atas kewajibannya mengikuti hukum hak asasi manusia internasional.

Referendum didasarkan atas proposal awal dari Swiss People’s Party (SPP) untuk mengubah Pasal 72 dari Konstitusi dengan memasukkan kalimat “Pembangunan menara dilarang”.

foto by googlingSPP dan pendukungnya menyatakan bahwa alih-alih menjadi simbol agama yang penting, justru menara adalah simbol dari suatu tuntutan politik agama (Islam) untuk meraih kekuasaan dan dominasi yang mengancam hak-hak konstitusional orang lain.” Pernyataan ini benar-benar tanpa dasar.

Secara tradisional, tujuan utama dari sebuah menara adalah untuk mengumandangkan azan sebagai panggilan untuk sholat. Panggilan untuk shalat dapat dibandingkan dengan bunyi lonceng dari menara gereja karena keduanya menandai waktu untuk ibadah. Namun untuk menghormati warga setempat, di masjid-masjid Ahmadiyah ini tidak dilakukan dan panggilan untuk shalat hanya dilakukan didalam masjid semata-mata untuk meminimalkan gangguan terhadap warga non-Muslim. Meskipun demikian, menara terus memainkan peran sebagai ciri dari arsitektur Islam.

Menara bukan simbol politik atau sarana untuk mencoba mendominasi masyarakat. Di semua masjid Ahmadiyah prinsip-prinsip Islam sejati mengenai cinta, perdamaian dan toleransi adalah terus-menerus diajarkan dan dipraktekkan. Serangan teroris terus dikaitkan dengan Islam, namun serangan itu adalah tindakan yang sesat dan jahat; mereka tidak ada hubungannya dengan Islam. Al-Qur’an secara eksplisit menyatakan bahwa ‘Tidak ada paksaan dalam agama’.

Berbicara soal referendum ini, Abid Khan, Sekretaris Pers Muslim Jamaah Ahmadiyah mengatakan:

” Kampanye provikatif anti Islam yang dilancarkan oleh orang-orang yang ada di belakang larangan tersebut telah menjadi suatu hasutan yang tidak bertanggungjawab. Sebagai contoh, poster yang menggambarkan seorang wanita berpakaian burqa di depan sebuah rudal berbentuk menara yang bangkit dari bendera Swiss hanya akan menjauhkan ketimbang meningkatkan saling pengertian.

Jika menara itu harus dilarang di Swiss, tidak ada keraguan lagi bahwa ini akan menjadi pelanggaran hak asasi manusia sebagai hak dasar dari umat Islam di seluruh negara dan merupakan pelanggaran langsung terhadap masing-masing Pasal 18 dan 9 dari ICCPR dan ECHR, yang kedua-duanya telah disahkan oleh Pemerintah Swiss. Kedua pasal ini menjamin hak nyata suatu agama.”

Ini adalah kejutan dan keprihatinan bahwa masalah pelarangan menara telah mengangkat dirinya begitu kuat di negara seperti Swiss, yang telah memiliki reputasi untuk perdamaian, toleransi dan sedikitnya prasangka. Ini adalah cita-cita yang terganggu dan terancam oleh undang-undang yang diusulkan dan dengan demikian diharapkan bahwa rakyat Swiss menolak pelarangan menara-menara secara terang-terangan dalam referendum yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 29 November.

Sumber: yahoo.com, PRNewswire, Yacht Vacations & Charters

2 Responses to “Jamaah Muslim Ahmadiyah Mengutuk Usulan Pelarangan Menara di Swiss”


  1. 1 alatif November 30, 2009 at 12:50 am

    Tidakan diskriminasi yang terjadi di negara demokrasi swiis terhadapt umat Islam tidak dapat di benarkan…

    Sayangnya negara2 Islam terutama Saudi tidak dapat mengajukan protes kepada negara swiss, karena negara2 islam padaumumnya melakukan perbuatan2 diskriminasi terhadap Firqoh2 islamdan non Islam.

    Di Saudi..2 juta umat Islam Syiah diperlakukan diskriminasi,apalagi umat nasrani haram mendirikan gereja…

    Perbuatan2 diskriminasi bermula di lakukan oleh negara2 islam, sekarang kita dapat merasakan betapa pahitnya kalau umat Islam minoritas diperlakukan diskriminasi.
    Suatu renungan bagi ulama2 di negari Islam
    wassalam

  2. 2 Doll.Anan May 8, 2010 at 4:23 pm

    Ngaca aja deh ,apakah di Indonesia yg mayorias islam nggak diskriminasi? Malahan bakar2 Gereja bunuh pendeta yg lagi khotbah menganiaya membacok anak2 sekolah Kristen tdk boleh bangun Gereja ,ibadah di rumah2 di lemparin batu tdk boleh jadi pejabat,anak2 sekolah yg Kristen di tekan di intimidasi oleh guru2 yg islam,pokoknya biadab lah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 233,886 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: