Kebebasan Beribadah bagi Kaum Ahmadi

Kaum Muslim Walsall telah memprotes dan berusaha mecegah pembangunan sebuah mesjid Ahmadi. Semestinya mereka tidak melakukan hal semacam itu.

Here we go again. The Wolverhampton Express and Star melaporkan bahwa “pengajuan untuk membangun sebuah masjid” telah ditolak oleh dewan kota, kali ini dewan kota Walsall. Usulan untuk alih fungsi sebuah gudang kosong menjadi tempat ibadah itu ditolak oleh petugas perencanaan dengan alasan “lokasi itu tidak cocok” dan akan menyebabkan “kemacetan lalu lintas”. Selain itu, lebih dari 800 pengaduan juga diterima dari penduduk setempat.

Tapi tunggu dulu– ada apakah ini? Mereka yang melakukan keberatan itu justru muncul dari kalangan Muslim. Sebuah foto di koran lokal menunjukkan sekelompok Muslim tengah berdemonstrasi menentang rencana dan mengangkat plakat bertuliskan “Dengarkan nasihat polisi” dan “Tidak ada lagi kemacetan”. Apa yang terjadi? Laporan berita mengutip seorang Muslim lokal yang mengatakan “Ada cukup tempat ibadah di daerah ini” Yang lain menambahkan: “Kami senang keputusan yang tepat telah dibuat. Sangat melegakan kami karena ini akan menjadi gangguan umum” Apa yang terjadi?

O, ternyata rencana pembangunan mesjid tersebut diajukan oleh Asosiasi Muslim Ahmadiyah Inggris. Kaum Ahmadi memperoleh nama mereka dari tokoh abad ke-19 India Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku sebagai perwujudan dari Masih yang dijanjikan. Yesus – menurut faham Ahmadiyah – selamat dari penyaliban lalu pergi kearah timur untuk mencari suku-suku Israel yang hilang hingga kemudian menetap di India. Mayoritas umat Islam India menolak klaim Ghulam Ahmad dan sampai hari ini para pengikutnya, para Ahmadi, dianggap sebagai non-Muslim oleh konsensus ulama Islam di seluruh dunia karena keyakinan mereka bertentangan dengan ajaran Islam tentang finalitas kenabian Muhammad yang mereka yakini. Para Ahmadi sendiri, tentu saja, melihatnya secara berbeda.

Para Ahmadi telah menghadapi penganiayaan di Pakistan dan bagian-bagian lain dari dunia atas keyakinan mereka itu. Dan pada saat kelompok-kelompok kanan di Inggris menjadi semakin berani dan secara terbuka berdemonstrasi- seperti demo anti Islam yang kita lihat di Nottingham pada akhir pekan, belum lagi keputusan Swiss akhir pekan lalu, adalah sangat penting bagi kaum Muslim Inggris untuk bekerja sama dengan kelompok-kelompok agama lain dalam masyarakat yang lebih luas untuk menegakkan kebebasan beragama dan tidak justru dengan tanpa sengaja telah membantu orang-orang yang berusaha untuk merusak itu.

Daripada berdemonstrasi menentang rencana kaum Ahmadi membangun tempat ibadah, Muslim Inggris mestinya dapat berbuat lebih baik dengan belajar dari kemampuan berorganisasi kaum Ahmadiyah, belajar atas komitmen dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para pengikut Ahmadiyah terhadap dukungan finansial untuk pertumbuhan komunitas mereka.

sumber:http://www.guardian.co.uk/

1 Response to “Kebebasan Beribadah bagi Kaum Ahmadi”



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 219,960 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: