Khutbah Jum’ah Khalifah

“ Katakanlah ! Tuhan-ku memerintahkan untuk berbuat adil. Dan pusatkanlah perhatian kamu kepada Allah disetiap tempat ibadah, dan serulah Dia dengan mengikhlaskan keita’atan kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan kali, demikian pulalah  kamu akan kembali kepada-Nya setelah meninggal dunia. (Al ‘Araf : 30)

Selengkapnya: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

قُلْ اَمَرَ رَبِّىْ بِالْقِسْطِ‌ وَاَقِيْمُوْا وُجُوْهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّادْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ‌ؕ كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَؕ

التَّإِۤبُوْنَ الْعٰبِدُوْنَ الْحَامِدُوْنَ السّإِۤحُوْنَ الرّٰكِعُوْنَ السّٰجِدُوْنَ اْلاَمِرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّاهُوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحٰفِظُوْنَ لِحُدُوْدِ اللّٰه ِ‌ؕ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Khalifah menyampaikan khutbah ini dari mesjid Nur di Frankfurt, Germany. Sampai hari itu mesjid Nur ini telah berumur genap 50 tahun. Masjid ini telah dibangun lima puluh tahun lalu sesuai dengan keperluan dan keadaan para anggauta Jamaah disini pada waktu itu. Meskipun demikian sampai sekarang Masjid ini tidak memenuhi keperluan Jamaah, mesjid ini terlalu kecil. Oleh sebab itu telah diberitahukan kepada warga Jamaah jangan datang pada hari Juma’t ini untuk menunaikan salat Jum’at di Masjid ini selain para anggauta Jamaah yang tinggal disekitar daerah ini. Masjid ini yang kedua dibangun di Germany, masjid pertama telah dibangun dikota Hamburg. Jamaah Germany ingin memperingati 50 tahun berdirinya mesjid ini dan mengundang beberapa orang petinggi negara pada hari ini. Amir Jamaah memohon  kepada Khalifah untuk menghadiri peringatan 50 tahun usia mesjid ini dan Khalifah-pun dengan senang hati menyetujui permohonan itu. Khalifah setuju dengan acara ini mengingat pada acara ini terbuka kesempatan bagi Khalifah untuk menyampaikan sesuatu kepada para tetamu petinggi negara yang hadir tentang ajaran Islam yang sejati, yang mungkin sebelumnya juga mereka telah mendengar atau telah mengenal ajaran Islam itu melalui para anggauta Jamaah yang telah mengenal mereka, namun pada kesempatan yang baik ini Khalifah akan menyampaikan amanat Islam secara langsung kepada mereka.

Khalifah bersabda bahwa, banyak sekali masjid kita diseluruh dunia yang telah mencapai umur 75 atau 100 tahun atau lebih sampai pada tahun ini. Akan tetapi kedudukan pentingnya masjid bukan terletak pada sempurnanya umur mesjid itu 50 tahun atau seratus tahun, akan tetapi pentingnya mesjid atau indahnya mesjid itu terletak pada penghuninya yang datang lima waktu setiap hari untuk beribadah didalamnya agar mereka bisa meningkatkan mutu ketaqwaan mereka. Alqur’an maupun Hadis-hadis Rasulullah saw telah menjelaskan banyak petunjuk tentang bagaimana memelihara keindahan dan menjaga pentingnya kedudukan mesjid, dan setiap orang Ahmadi harus memahami tentang itu semua.

Khutbah Jum’at yang tengah disampaikan oleh Khalifah pada waktu itu adalah dari Mesjid An Nur yang tentunya telah banyak orang-orang Jamaah mengenal mesjid ini. Sesuai dengan nama ini Khalifah sejak dua kali Khutbah yang lalu tengah menjelaskan tentang Sifat Allah swt An Nur. Masjid Nur ini dan masjid-masjid kita lainnya telah dibangun untuk menanamkan Nur Allah swt didalam kalbu manusia dan menyebar luaskannya dilingkungan kita semua, tidak peduli masjid manapun yang namanya telah diberikan tujuannya sama untuk menanamkan Nur Allah swt didalam kalbu manusia. Itulah Nur yang telah dianugerahkan Allah swt kepada Yang Mulia Rasulullah saw melalui Alqur’an dan pada zaman sekarang ini Nur itu telah dipancarkan kembali oleh Allah swt kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. untuk disebar luaskan kepada ummat manusia diseluruh pelosok dunia.

Khalifah bersabda, pada waktu ini saya terpaksa mengatakan bahwa pemerintah negara Swis telah bernasib malang kerana telah mendukung pandangan sebuah party yang anti agama

Islam dan memberi kesempatan untuk mengadakan referendum untuk menentang dibangunnya menara mesjid orang Islam. Menurut laporan yang diterima hanya 32 % saja yang mendukung mereka untuk melarang pembangunan menara mesjid orang-orang Islam. Sedangkan sebagian besar dari mereka atau majority abstain atau membantah pendapat mereka itu. Pada kesempatan kritis itu orang-orang Muslim dimanapun tidak mengambil berat atau tidak acuh terhadap perkara yang tengah berlaku itu, namun Jem’at Hazrat Masih Mau’ud a.s. telah bangkit menentang gerakan anti pembangunan menara itu, yaitu dengan mengadakan pertemuan umum dan menjumpai para ahli party berkuasa untuk mengangkat masalah itu di Parlemen, dan memang mereka-pun tengah berupaya melakukan hal itu dengan sungguh-sungguh. Bahkan beberapa ahli politik telah-pun memohon ma’af kepada Jamaah atas timbulnya masalah ini kepermukaan umum. Di kota Zurich sendiri, masyarakat setempat telah mengadakan protes terhadap agitasi penolakan pembangunan menara itu, dan mereka menganggap penolakan pembangunan menara itu sebagai gerakan anti yang tidak berakal. Sehubungan dengan itu seorang politisi lainnya terus mendesak agar dilancrakan larangan penggunaan hijab atau pardah juga terhadap kaum wanita Muslim sesuai dengan pernyataan kepala negara mereka. Bagaimanapun para anggauta party politik yang berkuasa itu tidak bersetuju dan menyatakan keberatan terhadap pernyataan kepala negara mereka tentang larangan menggunakan pardah itu dan dinyatakan ia harus meminta ma’af didepan masyarakat melalui saluran TV Nasional. Pimpinan Party berkuasa telah menulis sepucuk surat dukungan kepada Amir Jamaah Swizerland sehubungan dengan peristiwa itu. Khalifah bersabda bahwa orang-orang berhati bersih dan lurus seperti itu memang dapat dijumpai dimana-mana.

Khalifah bersabda bahwa Jamaah Ahmadiya dimana-mana diseluruh dunia tengah giat bekerja mempertahankan Agama Islam, dan terhadap para ahli politik juga yang membuat kehebohan tentang Islam, Jamaah Ahmadiyah cepat tanggap dan segera mengambil langkah-langkah yang tepat mengingatkan mereka yang dianggap melanggar undang-undang. Dan kelompok orang-orang yang menamakan diri mereka pelindung Islam, tidak lain yang mereka lakukan adalah saling memaki satu sama yang lain, atau mereka mempermainkan (membunuh) nyawa orang-orang yang tidak berdosa. Disamping itu mereka mengatakan tidak perlu datang Al Masih al Mau’ud atau siapapun sebagai Utusan dari Allah swt, mereka tidak menganggap perlu kedatangan seorang Pemimipin Ruhani dari Allah swt, sebab mereka mempunyai seorang Rasul Yang paling mulia dan mereka mempunyai Kitab Suci Alqur’an yang sempurna sebagai Nur dan Kitab yang terang. Baiklah, apa yang mereka katakan memang betul, bahkan kita mempunyai keyakinan yang lebih besar dari mereka. Akan tetapi mereka tidak tahu, untuk memperoleh bagian dari Nur itu mereka harus beriman kepada seorang yang telah dianugerahi barkat Nur itu dizaman ini sesuai dengan janji Allah dan Rasul-Nya, Muhammad saw, kemudian beliau-pun tengah menyebar luaskannya keseluruh dunia. Jadi, tanggung jawab untuk menyebarkan Nur ini hanyalah tanggung jawab Jamaah Ahmadiyya dan pertanggungan jawab ini telah dibebankan oleh Allah swt diatas pundak para anggauta Jamaah ini.

Khalifah bersabda, bukan hanya di Switzerland bahkan dinegara Spanyol telah disiarkan berita melalui stasiun TV  terbesar menentang larangan pembuatan menara mesjid. TV itu telah menayangkan gambar Masjid Basharat kita di Pedro Abad Spanyol dan meng-interview masyarakat setempat yang bukan Islam dan semua menentang undang-undang larangan pembangunan menara di Switzerland itu. Mereka mengatakan bahwa undang-undang itu tidak betul. Mereka mengatakan, ada sebuah mesjid di daerah kami (maksudnya mesjid Jamaah di Pedro Abad) yang selalu mengumandangkan amanat perdamaian dan persaudaraan. Bahkan ada salah seorang dari mereka berkata : “ Mereka inilah orang-orang yang mencintai persaudaraan dan perdamaian, kita harus berusaha menjadi orang-orang seperti mereka ini.”

Khalifah bersabda: Ini merupakan sebuah perubahan besar dimuka dunia yang telah dibangkitkan oleh orang-orang Jamaah Hazrat Masih Mau’ud a.s. setelah mereka memperoleh tarbiyat dari beliau a.s. Negara itu sebelumnya sama-sekali tidak tahu-menahu tentang ajaran Islam, bahkan menerima ucapan salam-pun dari orang-orang Islam mereka mula-mula merasa takut. Sekarang secara terbuka telah diumumkan melalui saluran TV bahwa, jika orang-orang Spanyol menginginkan keamanan maka jadilah mereka seperti orang-orang ini yang sedang menyebarluaskan ajaran-ajaran Islam yang indah kepada masyarakat diseluruh dunia. Mereka inilah merupakan simbol atau contoh bagi keamanan dan kedamaian dunia.

Khalifah bersabda, sungguh peraturan atau undang-undang yang sangat bodoh melarang membuat menara mesjid. Jika seandainya semua orang Islam adalah terrorist, apakah dengan dilarangnya pembangunan menara mesjid ini perbuatan terrorisme akan berhenti ? Minar atau menara berasal dari perkataan Nur. Maksud pembuatan menara itu adalah untuk mengundang orang-orang Islam dari tempat yang tinggi untuk menunaikan shalat atau beribadah kepada Allah swt. Sebelum ada loud speaker azan selalu dikumandangkan dari atas menara supaya orang-orang bisa mendengar. Tetapi sekarang menara ini dibangun sebagai simbol sebuah mesjid. Atau kadangkala diatas menara itu dijadikan tempat untuk memasang loud speaker agar suara azan bisa didengar dari jauh. Dengan mengeluarkan larangan itu mereka tentu mempunyai maksud tertentu. Akan tetapi sebaliknya jika dari pihak orang Islam ada yang bermaksud untuk mengajukan keberatan tentu dapat diajukan mengapa mereka juga membangun menara diatas gereja-gereja mereka ?  Namun kita tidak mempunyai tujuan melakukan demikian. Tujuan membangun menara adalah untuk merelai suara azan. Apakah azan itu ?? Azan itu dikumandangkan untuk menyatakan keagungan Tuhan, azan memberitahukan ke Esaan Tauhid-Nya, dan azan adalah pengumuman bahwa Muhammad saw adalah Rasul Allah, dan azan memanggil orang-orang untuk beribadah kepada Allah swt. Mengapa?  Sebab untuk itulah tujuan kelahiran manusia kedunia. Dan didalam hal itulah terletak kejayaan manusia. Oleh sebab itu marilah berkumpul demi menyambut kejayaan itu. Raihlah kemenangan atau kejayaan itu agar kalian paham tentang agama kalian, agar kalian paham tentang kehidupan dunia dan akhirat kalian. Tengoklah, betapa indahnya pesan-pesan yang dirilay melalui azan itu yang dikumandangkan dari atas menara-menara. Sekalipun demikian kami tidak melakukan protes atau keberatan apapun atas dibangunnya menara-menara diatas gereja mereka dan kami tidak punya pikiran sedikitpun untuk melakukan demikian. Sebab kami tidak mempunyai maksud sedikitpun untuk mengajukan keberatan atau memainkan politik menentang kepercayaan orang lain. Kami menghormati setiap mandir, setiap gereja atau vihara. Sebab Alqur’an tidak hanya menyebutkan untuk menghormati tempat-tempat ibadah itu saja, bahkan untuk menjaganya juga telah diberikan tanggung jawab diatas pundak orang-orang Muslim, supaya piyar-o-mahabbat atau cinta-kasih antar sesama manusia bisa ditegakkan diatas dunia.

Lima puluh tahun yang lalu diwaktu peresmian Mesjid Frankfurt ini surat-surat khabar telah menurunkan berita tentang menara mesjid ini yang menunjukkan kebaikan karakter para wartawan (journalist) pada waktu itu. Pada waktu itu lebih dari 70 buah surat kabar di Germany telah menurunkan berita tentang peresmian Masjid ini. Misalnya sebuah surat khabar bernama Frankfurt Runshaw pada tanggal 14 September 1959 menerbitkan berita sebagai berikut : “ sebuah mesjid berwarna putih di Frankfurt telah dibangun dengan menara yang tinggi.” Demikian juga didalam sebuah surat kabar lagi telah ditulis berita : “ Di Frankfurt sudah ada Rumah Allah.” Didalam surat khabar Manhaim Morgen telah ditulis dengan judul: “ Islam sedang berderap maju ke Eropah.” Dan disebutkan bahwa : “ Para pengikut Muhammad (saw) sebelumnya datang kedaerah selatan France sambil membawa pedang. Pada zaman sekarang pekerjaan ini sedang dilakukan dengan senjata ruhani. Banyak sekali orang-orang dari negara-negara Islam datang ke Eropah sambil menyebarkan agama Islam. Demikianlah juga berbagai golongan Islam, diantaranya sebuah golongan yang telah didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad Qadiani a.s. pada tahun 1890 di Pujab, India yang secara khas telah membangun mesjid-mesjid.

Khalifah bersabda bahwa dalam menulis tahun diatas terdapat sedikit kesalahan, bukan tahun 1890 tapi tahun 1889. Sekarang tengoklah dahulu di Germany hanya ada beberapa orang Ahmadi saja. Pada waktu itu disebabkan mesjid ini dan berkat penyampaian amanat Islam yang sejati, nama Rasulullah saw dan nama Hazrat Masih Mau’ud a.s. dengan sangat hormat telah diberitakan didalam surat-surat khabar, hal itu menunjukkan kebaikan mereka. Namun apabila jumlah anggauta Jamaah sudah sangat banyak sekali maka menjadi kewajiban kita semua untuk mempertahankan nama baik dan mengembangkan Jamaah ini lebih giat dan lebih semangat lagi dari waktu yang sudah lampau.

Pada masa lalu menara mesjid-mesjid sangat memikat hati manusia yang melihatnya, sampai sekarang juga tetap memikat hati manusia. Akan tetapi sekarang pandangan adil orang-orang Barat dan para politisi sudah lenyap. Disebabkan perbuatan buruk satu dua orang saja dibalasnya dengan mengerahkan seluruh anggauta golongan mereka. Mereka berusaha merusak nama baik Islam. Press dan media lainnya juga sekarang telah menunjukkan prilaku yang keliru. Misalnya semalam telah diberitakan di TV katanya ada seorang Muslim telah membunuh seorang anak perempuannya sendiri yang berumur 15 tahun. Beritanya disampaikan dengan cara begini bahwa: Seorang Muslim telah membunuh anak perempuannya sendiri.” Padahal penduduk Negara-negara Barat juga sering melakukan perbuatan demikian, yang beritanya sering dimuat didalam surat-surat khabar. Bahkan kejahatan yang lebih menakutkan lagi dari itu sering dimuat didalam surat-surat kabar mereka. Akan tetapi tidak pernah dikatakan bahwa perbuatan itu dilakukan oleh seorang Kristen yang telah membunuhnya. Atau seorang Yahudi telah membunuhnya. Atau seorang anggauta suatu mazhab telah membunuhnya. Akan tetapi sebaliknya jika seorang Muslim yang telah melakukan perbuatan dosa itu, maka pasti menyebutkan nama Islam dengan tujuan untuk memburukkan atau menjatuhkan nama baik Islam. Dari hal itu semua jelaslah bahwa dikalangan mereka terdapat suatu gerakan persekongkolan anti Islam. Jadi, telah menjadi kewajiban orang-orang Islam semuanya yang tinggal dinegara-negara Barat. Pertama, terlebih dahulu mereka harus memperbaiki keadaan diri mereka sendiri kemudian majulah untuk menentang gerakan itu. Dan usahakan-lah untuk menunjukkan pamor Islam yang sejati dihadapan mereka. Tapi tidaklah demikian! Pekerjaan ini tidak ditetapkan kepada setiap orang untuk melakukannya. Sebagaimana telah saya katakan bahwa pekerjaan ini telah ditetapkan hanyalah diatas pundak Jamaah Ahmadiyya. Hal itu menjadi tugas setiap orang yang telah bai’at kepada Hazrat Imam Mahdi, Masih Mau’ud a.s. dan telah yang bergabung kedalam Jamaah Ahmadiyah. Jadi setiap orang Ahmady harus paham betul kewajiban mereka masing-masing. Dan dari atas menara masjid-masjid Nur Allah swt harus disampaikan kepada setiap penduduk negara-negara Eropah. Dan siap-sedia-lah selalu untuk menyebar-luaskan Nur ini. Didalam kesempatan Jalsa-jalsa juga telah saya berikan penegasan tentang ini kepada anda semuanya. Hal ini baru bisa berhasil dan berjaya apabila anda semua melaksanakannya sambil berusaha meningkatkan taqwa kepada Allah swt dan sambil meminta pertolongan dari pada-Nya. Dan harus selalu memperhatikan kedudukan dan pentingnya sebuah mesjid.

Didalam ayat yang saya bacakan pada permulaan khutbah ini terjemahnya adalah sebagai berikut :  “ Katakanlah ! Tuhan-ku memerintahkan untuk berbuat adil. Dan pusatkanlah perhatian kamu kepada Allah disetiap tempat ibadah, dan serulah Dia dengan mengikhlaskan keita’atan kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan kali, demikian pulalah  kamu akan kembali kepada-Nya setelah meninggal dunia. (Al ‘Araf : 30)

Betapa indahnya ajaran yang terkandung didalam ayat tersebut. Namun pihak lawan mengatakan bahwa mesjid-mesjid telah menjadi tempat kerusuhan atau terorisme. Sesungguhnya perintah pertama Allah swt didalam ayat tersebut adalah, tegakkanlah keadilan. Kemudian untuk memenuhi hak-hak mesjid pusatkanlah perhatian kepada Allah swt untuk beribadah kepada-Nya. Atau untuk melaksanakan hak-hak Allah swt itu kalian harus membersihkan hati kalian dari sifat tidak adil atau kezaliman. Ditempat lain Allah swt berfirman :   وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ‌ artinya apabila kamu menghakimi diantara manusia hendaklah kamu memberi keputuskan dengan adil (An Nisa 59)

Itulah ajaran yang sangat indah bagi semua, tidak dikatakan apabila kamu memutuskan sesuatu diantara sesama orang Islam kamu harus berbuat adil. Bahkan ajaran yang disampaikan oleh Hazrat Rasulullah saw adalah bagi kebaikan ummat manusia seluruhnya. Bahkan disatu peristiwa telah dinyatakan bahwa sekalipun terhadap orang-orang yang memusuhi Islam-pun keadilan tidak bisa diabaikan, harus tetap ditegakkan. Masjid yang telah dibina untuk menimbulkan fitnah dan perbuatan buruk, didalam Alqur’an Allah swt sendiri telah memerintahkan untuk menghancurkannya.

Perkataan masjid berasal dari kata sajada artinya merendahkan diri dan sopan-santun, atau patuh ta’at. Maka masjid adalah tempat untuk menciptakan akhlaq yang tinggi dan terpuji. Dan didalam ayat tersebut telah diperintahkan, apabila waktu salat sudah tiba maka berkumpullah atau bersatu-padulah kalian dimesjid untuk beribadah kepada Allah swt sambil merundukkan kepala dihadapan-Nya dan sambil menyatakan kelemahan-kelemahan pribadi dihadapan-Nya, sebab Dialah Yang memberi petunjuk kepada kita kearah jalan yang lurus. Dialah Yang menanamkan pengertian yang hakiki tentang sujud didalam hati kita. Dialah Yang memberi taufiq kepada kita untuk mengamalkan hukum-hukum-Nya dengan pengertian yang murni tentang agama. Dialah Yang memberi kekuatan kepada kita untuk mengamalkan keadilan secara sempurna. Dan Dialah Allah Yang memberi kekuatan kepada kita untuk mengamalkan hak-hak kewajiban kita kepada-Nya dan hak-hak kewajiban terhadap sesama manusia. Maka kami bersujud kepada Engkau ya Allah ! Berilah taufiq kepada kami untuk melaksanakan semua amal-amal kebaikan itu. Maka jika manusia tidak menaruh perhatian untuk beramal kebaikan, tentu kemajuan ruhani mereka tidak akan dapat dihasilkan.

Seorang mukmin sejati mempunyai keyakinan kuat tentang adanya Hari Kebangkitan, ia yakin setelah meninggal dunia akan hadir dihadapan Allah swt. Ia tidak bisa berbuat sesuatu yang akan memahrumkannya dari berkat-berkat Hari Kebangkitan itu. Sebab setiap amal saleh menjadi sarana untuk meningkatkan derajat ruhaninya disana. Maka, tidak mungkin akan terjadi bagi seorang mukmin sekali waktu ia datang kemesjid untuk beribadah kepada Allah swt demi meraih keridhaan-Nya dan diwaktu lain ia datang kemesjid untuk membangkitkan kebencian terhadap yang lain sehingga menimbulkan kekacauan dimuka bumi.

Masjid adalah simbol bagi kemajuan iman dan spirit demi menunaikan hak-hak Allah swt dan hak-hak sesama manusia dan menara adalah simbol untuk meraih kejayaan itu semua dan digunakan untuk memanggil orang-orang mukmin kepada Nur Allah swt. Dan orang yang memahami maksud kelahirannya kedunia, nur itu menjadi sarana baginya untuk membuat kehidupan dunia dan akhiratnya bersinar terang. Jadi, sekarang menjadi tugas setiap orang Ahmady untuk menjelaskan tentang ajaran Agama Islam yang sejati dan menjelaskan hakikat masjid kepada dunia. Kelestarian dunia juga sangat erat kaitannya dengan beriman kepada Tuhan Yang Tunggal, dan dengan mencari Nur yaitu  Nur Allah swt. Jika Nur ini dapat diperoleh didunia ini maka ia bisa diperoleh dari Rasulullah saw dan dari Kitab Syariat yang turun kepada Rasulullah saw yaitu Al Qur’anul Karim yang ajarannya sangat indah itu adalah sumber bagi kekalnya dunia ini dan ajarannya merupakan sarana utama penunjuk jalan bagi menyempurnakan hak-hak Allah swt dan hak-hak sesama manusia. Dan lagi ajarannya adalah menjamin keamanan dan kedamaian dunia. Sebagaimana Allah swt berfirman didalam surah At Taubah yang telah saya tilawatkan pada permulaan khutbah ini. Terjemahannya sebagai berikut :

“ Yaitu, orang-orang yang bertaubat, yang beribadah, yang memuji Allah, yang bepergian pada jalan Allah, yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh kepada kebaikan dan melarang keburukan dan yang menjaga batas-batas hukum Allah. Dan sampaikanlah kabar suka kepada orang-orang yang beriman. (At Taubah : 112) Demikianlah keistimewaan seorang mukmin, yang sambil meningkatkan ketaqwaan-nya kepada Allah swt berusaha meraih keridhaan-Nya. Untuk itu sangat diperlukan perkara yang tersebut didalam ayat itu. Pertama ia seorang yang bertaubah. Apa artinya taubah, yaitu memutuskan hubungan dengan perbuatan-perbuatan buruk atau dosa. Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Jika manusia bertaubah dari dosa-dosanya, maka haruslah ia bertaubah yang sebenarnya. Taubah artinya rujuk. Allah swt tidak berfirman agar kalian dengan mulut berkata, taubah! taubah ! Melainkan Dia berfirman, bertaubahlah sambil rujuk kepada-Ku ! Sebab jika seseorang berjalan salah arah, lalu ia kembali menapak jalan yang betul maka, jarak yang keliru tadi akan semakin jauh dan arah tujuan yang benar akan menjadi semakin dekat kepadanya. Itulah maksudnya taubah, apabila manusia rujuk kepada Tuhan dan setiap hari ia berjalan menuju kepada-Nya, akhirnya dia akan menjadi jauh dari syaitan dan dia akan menjadi sangat dekat kepada Tuhan.”

Selanjutnya Allah swt memberitahu keistimewaan kedua yang dimiliki orang mukmin, yaitu ia patuh menjalankan ibadah. Jelaslah bahwa orang yang melangkah maju kearah Allah swt tentu dengan hati bersih akan meningkat perhatiannya untuk beribadah kepada Allah swt. Dan itulah  yang Allah swt telah beritahukan didalam Alqur’an tentang maksud dan tujuan kelahiran manusia kealam dunia ini. Seorang mukmin yang mempunyai keyakinan yang kamil terhadap Allah swt ia berusaha penuh untuk memenuhi hak kewajiban ibadah. Ia betul-betul paham bahwa tanpa ibadah salat kehidupannya akan menjadi gersang dan malang sekali. Allah swt telah menegaskan bahwa ibadah salat harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Hak iabadah salat akan bisa dipenuhi apabila ia didirikan setiap waktu. Sebagaimana firman-Nya : اَقِمِ الصَّلاَةَ dirikanlah salat. Mendirikan salat artinya datang kemesjid dan melaksakan salat itu secara berjama’ah. Dan itulah hak kewajiban hakiki untuk menunaikan salat.

Sambil lalu saya ingin mengatakan bahwa orang-orang tidak banyak yang datang  untuk sembahyang dimesjid ini. Bahkan telah dimuat didalam sebuah surat kabar lokal katanya, dahulu mesjid ini dipergunakan untuk salat lima waktu setiap hari, tetapi sekarang mesjid ini hanya dipergunakan seminggu sekali untuk salat Jum’at saja. Maka kewajiban orang-orang Ahmadi yang tinggal disekitar mesjid ini untuk datang meramaikannya setiap waktu dan tunaikanlah sembahyang berjema’ah didalamnya. Hanya datang untuk menunaikan salat maghrib dan Isya, atau satu dua orang datang untuk menunaikan salat fajar tidak-lah cukup. Jika anda patuh menunaikan hak-hak mesjid ini dengan sebaik-baiknya baru anda bisa disebut mukmin hakiki.

Ketika upacara peletakan foundasi masjid ini orang-orang ghair Ahmady-pun bertanya, untuk apa mesjid ini dibangun ? Semalam juga ketika saya meletakkan batu foundasi mesjid dikota ini juga, orang-orang Press telah bertanya juga kepada saya katanya : Untuk apa masjid ini dibangun ? Jawaban yang sederhana telah disampaikan kepadanya bahwa mesjid ini dibangun untuk mengadakan sembahyang berjema’ah setiap hari lima waktu, sebab kewajiban  itu sangat penting sekali didalam Agama Islam.

Perintah sembahyang maksudnya adalah mendirikan sembahyang. Maksudnya tiada lain sembahyang harus dilaksanakan secara berjema’ah. Untuk itulah mesjid dibangun oleh kita. Sebab salat-salat hakiki menimbulkan kesan-kesan yang sangat dalam terhadap kesadaran untuk melaksanakan hak-hak Allah swt dan hak-hak sesama manusia. Orang yang menunaikan salat tanpa menghasilkan kesan untuk melaksanakan hak-hak Allah swt dan hak-hak sesama manusia adalah salat orang lalai yang tidak menghiraukan tujuan salat itu dan untuk itu Allah swt berfirman : فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّيْنَ maka celakalah mereka yang bersembahyang itu. Mereka melakukan gerakan-gerakan sembahyang, ruku, sujud dan sebagainya, namun mereka lupa kepada maksud dan tujuan-nya guna menciptakan patuh-ta’at yang kamil terhadap hukum-hukum Allah swt. Jadi Alqur’an sendiri mengingatkan kita pada setiap langkah kita. Dan setelah mengingatkan-nya iapun menunjukkan jalan kepada seorang mukmin hakiki untuk meraih martabat yang tinggi. Dan muslim hakiki itu selalu melakukan puji-sanjung (tahmid) kepada Allah swt. Dan orang yang bisa melakukan puji-sanjung (tahmid) kepada Allah swt hanyalah muslim hakiki yang betul-betul paham terhadap semua sifat-sifat Allah swt dan mengamalkan hukum-hukum-Nya. Tentang puji-sanjung (tahmid) ini Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Semua jenis hamd (حَمْد)secara zahir atau secara bathin atau secara kamil (sempurna) adalah ditujukan khas kepada Allah swt.” Maka, orang yang selalu berpikir tentang Zat Allah swt apabila ia sujud dihadapan-Nya, ruhnya-nya pun rebah turut bersujud dihadapan-Nya, sehingga ia keluar dari rumahnyapun selalu bertujuan untuk mencari keridhaan-Nya. Orang semacam itulah yang menjadi penyebar kebaikan–kebaikan kepada manusia dan yang mencegah keburukan-keburukan serta yang menjadi penjaga hudood Allah swt. Apa yang dimaksud dengan hudood Allah swt itu ? Yaitu semua hukum-hukum yang telah Allah swt firmankan didalam Alqur’an dan diberikan kepada orang-orang mukmin untuk dilaksanakan. Kewajiban orang-orang bertaqwa adalah menjaga kehidupannya didalam batas-batas hukum (hudood) Allah swt itu. Maka barulah Allah swt memberi khabar-khabar suka kepada orang-orang itu. Tindakan perlawanan atau kerusuhan apapun yang ditimbulkan oleh pihak-pihak lawan tidak bisa menggoyahkan keimanannya.

Allah swt berfirman, yang merupakan khabar suka bagi orang-orang yang melakukan perjalanan karena Allah swt, diantaranya yang pertama adalah mereka yang keluar untuk jihad karena Allah swt, yang sibuk tabligh menyampaikan amanat. Sebab tabligh juga termasuk jihad.

Keduanya, yang keadaan dinegerinya mendapat penekanan dan penganiayaan dari pihak lawan,

sehingga ia terpaksa hijrah keluar meninggalkan negerinya. Perbuatan seperti itu juga merupakan perintah Allah swt. Yakni jika kalian mendapat penekanan dan penganiayaan dari musuh-musuh disebabkan agama maka hijrahlah kalian ketempat atau kenegeri lain. Sebagian besar dari anda, berkat kemurahan Pemerintah Germany anda sudah diizinkan tinggal dinegara ini, karena Pemerintah disini faham bahwa anda tidak bisa tinggal dengan aman dinegeri kelahiran sendiri. Oleh sebab itu harus selalu diingat, jika anda ingin meraih keridhaan Allah swt, jika anda ingin menjadi Ahmady sejati, jika anda ingin menyaksikan anak keturunan anda mempunyai ikatan erat lahir bathin untuk menjaga nama baik Jamaah Ilahi ini, anda harus menjadi orang-orang mukmin yang memenuhi hak kewajiban ibadah, menunjukkan kepatuhan dan keta’atan melalui ruku dan sujud dihadapan Allah swt. Harus banyak melakukan kebaikan bahkan menjadi penyebar kebaikan itu ditengah-tengah masyarakat. Anda harus menjauhkan diri dari keburukan-keburukan dan menjadi penganjur masyarakat untuk menjauhkan diri dari keburukan-keburukan itu. Dan sedapat mungkin harus menjadi pengamal semua hukum-hukum Allah swt. Dan menjadi penasihat yang berjaya bagi anak-anak keturunan anda agar mereka mengamalkan ajaran Islam hakiki. Jika semua perkara itu tidak ada pada diri anda, maka musuh-musuh Islam akan berani mengatakan; Kami tidak tahu-menahu apa ajaran agama kalian, kami hanya melihat apa yang kalian lakukan. Dengan menyaksikan perbuatan kalian itu kami menjadikan kalian dan agama kalian sasaran perolokan.

Jangan menjadi para Ahmady yang berghairat namun merusak nama baik Ahmadiyyat Islam hakiki, melalui amal perbuatan maupun gerak-gerak kalian. Ingatlah selalu kepada keprihatinan Hazrat Masih Mau’ud a.s., beliau bersabda : “ Janganlah menodai nama kami dengan mengatas namakan Jamaah kami” Maka setiap orang Ahmady yang ada disini harus selalu berpikir begini ; Berkat Jamaah Ahmadiya saya telah datang dinegeri ini dan Allah swt telah memberi kehidupan yang lebih baik kepada saya dan saya bisa menjalani kehidupan dengan aman dan tenteram disini. Oleh sebab itu saya sangat bersyukur kepada Allah swt atas karunia-Nya itu, semoga Dia memberi kekuatan untuk menjalani kehidupan dijalan-Nya dan menjadikan saya mampu meraih keridhaan-Nya, sehingga saya layak untuk memproleh ganjaran dari pada-Nya.

Allah swt telah memberi kedudukan yang sangat besar terhadap orang-orang Muslim, sedangkan orang-orang Muslim Ahmady yang telah mendapat karunia bai’at ditangan Hazrat Imam Zaman, kedudukan mereka lebih tinggi lagi, mereka akan berjuang keras untuk menjaga dan mempertahankannya. Kedudukan yang telah Tuhan berikan kepada mereka adalah :

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ Artinya : Kamu adalah ummat terbaik, dibangkitkan demi kebaikan umat manusia (Ali Imran: 111). Allah swt telah menciptakan kamu bukan hanya untuk kebaikan sendiri  namun demi kebaikan orang lain juga. Tanpa menghiraukan siapa dan dari penganut agama atau kepercayaan apa, sekarang kebaikan dan kemaslahatan insaniyyat sangat erat kaitannya dengan kalian. Kehormatan yang sangat tinggi ini bukan diperoleh begitu saja tanpa usaha. Akan tetapi sebab-sebabnya telah diberitahu bahwa : Kamu berkewajipan mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan dan mencegah orang lain dari keburukan. Jadi, jika kebaikan-kebaikan yang telah Allah swt beritahukan didalam Alqur’an ini terdapat pada diri kalian dan nampak dikalangan masyarakat Ahmady, barulah kalian mampu menyalurkan faedahnya kepada orang lain. Dan barulah kehormatan yang telah Tuhan firmankan itu dapat diperoleh dengan sesungguhnya.

Jadi setiap orang Ahmady harus selalu ingat bahwa hal itu menjadi tanggung jawab yang sangat besar setelah kita bai’at kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. Adalah tugas kewajiban orang-orang Ahmady untuk melawan dan menjatuhkan musuh-musuh yang melawan Islam diatas dunia yang mereka lakukan dengan cara menyebar luaskan benih-benih fitnah dan kebencian terhadap Islam. Menjatuhkan mereka itu dengan jalan mempromosikan kebaikan dan dengan mengikis habis keburukan, menjatuhkan mereka dengan meningkatkan mutu ibadah, menjatuhkan mereka dengan jalan meramaikan masjid dengan orang-orang yang sujud dan beribadah kepada Allah swt. Jatuhkanlah mereka dengan meningkatkan diri masing-masing menjadi hamba-hamba Allah swt yang bersyukur, kerana Dia telah memberi taufiq untuk beriman kepada Imam Zaman. Bersyukurlah kepada Tuhan Yang telah memberi taufiq untuk pergi menyebar keberbagai negara didunia setelah menghadapi berbagai macam ancaman dan kesulitan dinegeri kelahiran sendiri. Dengan mengingat hal itu semua anda semua harus berusaha lebih giat beribadah kepada Allah swt.

Sekarang undanglah dunia datang kemesjid dan perlihatkanlah kepada mereka apa hakikat mesjid dan apa hakikat dari pada menara itu. Undanglah mereka dan beritahu apa hakikat akhlaq yang luhur itu. Beritahu kepada mereka bagaimana kami menyebar luaskan kebaikan itu dan bagaimana kami mencegah keburukan itu.  Beritahu kepada mereka bagaimana keamanan dunia dapat ditegakkan. Jadi hal itu semua merupakan tanggung jawab yang sangat besar sekali, yang sekarang telah dibebankan keatas pundak orang-orang Ahmady. Kepada dunia harus diberitahukan bahwa inilah Islam hakiki yang tengah diperkembangkan oleh Jamaah Ahmadiyah keseluruh pelosok dunia. Dan demi menyebar luaskannya setiap Ahmady, lelaki, perempuan, kanak-kanak, pemuda-pemudi telah berjanji untuk mengurbankan harta dan jiwa-raga mereka. Jika tidak ada perbedaan diantara kita dengan orang-orang Islam umum tentu kita tidak akan bisa mempertahankan Agama Islam ini.

Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Saya telah berkata berulang kali, secara zahirnya Jamaah kita dengan Muslim lainnya memang sama saja. Kita juga orang-orang Muslim dan mereka juga menyebut diri mereka orang-orang Muslim, kita membaca kalimah syahadat, mereka juga membaca kalimah syahadat yang sama, kita pengikut Kitab Suci Alqur’an mereka juga menda’wakan diri pengikut Alqur’an. Pendeknya penda’waan kita dengan penda’waan mereka keduanya sama. Akan tetapi Allah swt tidak senang dengan hanya penda’waan atau pernyataan mulut semata, jika tidak disertai dengan hakikat (kebenaran), jika tidak ada dalil yang membuktikan pernyataan melalui amal perbuatan dan perbuahan akhlaq. Jadi, untuk menjadi khairu ummatin (ummat yang paling baik) dan untuk mempersembahkan ajaran yang hakiki kepada dunia diperlukan bukti nyata secara amaliah dari kita dan harus mengadakan perobahan pada diri kita. Kita harus meningkatkan mutu ibadah-ibadah kita, harus meningkatkan akhlaq yang tinggi dan meningkatkan kecintaan dan persaudaraan satu sama lain, kemudian kita harus menyebar luaskannya ditengah-tengah masyarakat. Untuk itu semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita semua. Amin !

Mesjid kita banyak yang kecil-kecil dan sudah menjadi kebiasaan mengadakan resepsi didalam mesjid. Dengan menggelar tikar atau carpet makanan-pun dihidangkan diatasnya. Ingatlah, dihari-hari kemudian cara begini tidak diizinkan. Jika akan mengadakan sesuatu resepsi atau jamuan hendaklah membuat marqi (tenda) dihalaman, tidak dibenarkan mengadakan jamuan makanan apapun didalam mesjid. Anda diharap mencatatnya dan dimanapun Jamaah kita berada diseluruh dunia diminta untuk mencatatnya juga.

Sumber: KHUTBAH JUM’AH HZ. AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba
Tanggal 18 Desember 2009 dari Masjid NUR, FRANKFURT- GERMANY
dialihbahasakan oleh Hasan Basri dari Audio Urdu
30-12-2009

0 Responses to “Khutbah Jum’ah Khalifah”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 215,909 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: