Hentikan Kekerasan Agama di Pakistan

Seorang mubaligh, seorang dokter, seorang aktifis, seorang pebisnis dan seorang pekerja sosial telah menggelar konfrensi pers di National Press Club Washington D.C. pada tanggal 14 Juni 2010 dengan agenda membicarakan tentang penganiayaan atas nama agama di Pakistan dan bagaimana mengakhiri siklus kekerasan yang telah menyita perhatian seluruh negeri. Sebuah negeri yang diciptakan untuk memberikan kebebasan kepada warganya mempraktekkan kepercayaan mereka dengan cara yang mereka percayai.

Konferensi ini diselenggarakan oleh Komunitas Muslim Ahmadiyah, yang berkantor pusat di Silver Spring, Maryland. Ini merupakan tanggapan terhadap peristiwa tragis baru-baru ini di Lahore, Pakistan ketika dua masjid milik Komunitas Muslim Ahmadiyah diserang pada tanggal 28 Mei 2010, oleh teroris dan sebagai akibatnya lebih dari 80 jamaah tewas. Ini adalah ajakan kepada kaum moderat untuk bersatu pada platform yang sama untuk mengutuk tindakan-tindakan kekerasan terhadap minoritas dan mencari solusi untuk masalah yang mengganggu Pakistan.

“Tidak ada dari kami sedang berbicara tentang balas dendam, tapi kami semua ingin mengubah hukum di Pakistan yang mendukung kekerasan,” kata Chaudhry Naseer Ahmad, sang moderator.

Undang-undang, yang merujuk kepada Ahmad, datang dengan judul umum “hukum penghujatan”. Menurut hukum ini, hukuman bagi seseorang yang mencemarkan Nabi Muhammad adalah hukuman mati. Meskipun undang-undang penghujatan telah digunakan untuk menargetkan orang-orang Kristen di Pakistan, adalah Komunitas Muslim Ahmadiyah yang telah merasakan beban mereka. Undang-undang ini melarang anggota Komunitas Muslim Ahmadiyah dari menyebut diri mereka Muslim atau menyebut tempat ibadah mereka ‘mesjid’.

Para panelis di konferensi pada hari Senin ini datang bersama untuk mendorong masyarakat umum agar mengecam pelanggaran hak asasi manusia di Pakistan. Pembicara pertama, Naseem Mahdi, wakil presiden Komunitas Muslim Ahmadiyah Amerika Serikat, menekankan bahwa, “Kekuatan kaum moderat dari Pakistan dan kekuatan kaum Islam moderat harus datang bersama-sama dan bersatu dalam masalah ini bahwa kami tidak akan membiarkan para mullah fanatik untuk membajak agenda Islam dan Muslim.” Beliau lebih jauh menambahkan bahwa, Islam yang diajarkan di Pakistan bukan Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad.

Dr Riaz Haider, professor pengobatan klinis pada Universitas George Washington mengatakan bahwa, teror telah digunakan untuk meraih popularitas diantara partai politik yang saling bertentangan. Beliau mengatakan bahwa semua kelompok teroris yang berbeda-beda datang secara bersama sebagai satu kesatuan.

“Sudah saatnya kemudian bahwa rakyat Pakistan, di Pakistan, dan warga Amerika asal Pakistan, dan semua orang berbicara dengan satu suara. Waktunya telah tiba bagi penegakan hukum dan demokrasi di Pakistan dengan hak asasi manusia, dan hak kaum minoritas, untuk melindungi kaum minoritas dari tirani mayoritas, “kata Haider.

Nasim Khan, seorang anggota aktif ADAMS (All Dulles Area Muslim Society) dari Virginia hadir disana berbicara dari lubuk hatinya. Beliau hadir disana untuk menyampaikan belasungkawa. “Itu benar-benar menyedihkan terhadap apa yang terjadi di Pakistan dan menyedihkan bahwa para khatib kami, dan ulama-ulama kami menghasut masyarakat agar melakukan kekerasan terhadap kaum minoritas. Sudah waktunya kita marah tentang hal itu dan menerjemahkan kemarahan kita ke dalam tindakan,” katanya. Dia mulai menyuarakan perasaannya tentang serangan ini dan mulai berbicara kepada siapapun yang ada kontak dengannya. Dia mendapati suara bulat bahwa setiap orang sangat ingin mengambil tindakan dan melakukan sesuatu untuk menghentikan kekerasan di Pakistan.

Hanif Akhtar, seorang konsultan keuangan, menyatakan kekecewaannya dengan sistem pendidikan Pakistan yang menyimpang dari sistem sekuler dan menjadi sejarah palsu diganti dengan tradisi Islam. “Para fanatik menghancurkan Pakistan,” katanya. Dia lebih lanjut mengatakan bahwa pemerintah tidak patuh dengan ajaran Islam yang menuntut perlindungan minoritas.

“Penganiayaan Agama adalah kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Joyce A. Higashi, seorang pekerja sosial. Solusinya, menurut dia, adalah untuk berbicara dan mengatakan bahwa itu merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. “Itu harus tidak diperbolehkan dan kita harus melakukan sesuatu. Saya pikir panel ini adalah untuk menyatakan ini secara berulang-ulang …,” demikian Higashi.

Uskup Jonathan Rehmat sangat memahami penderitaan dari Komunitas Muslim Ahmadiyah. Dia adalah seorang Kristen berkebangsan Pakistan. Pada 31 Juli 2009 pengikut Kristen didaerah Gojra, Pakistan telah diserang.

“Saya benar-benar meneteskan air mata, anda tahu, karena kami belum lupa serangan baru-baru ini terhadap kami di daerah Gojra, di mana sekitar 100 rumah dan warga Kristen, dibakar hidup-hidup. Ini adalah satu lagi serangan pada saudara-saudara kami, Ahmadiyah, “kata uskup. “Kami, sebagai orang Kristen di Pakistan, kita berdiri dengan Anda, dengan Jamaah Ahmadiyah, dan kami mengutuk ini, dan ini harus berhenti. Kami beserta Anda,” ia menambahkan.

Solusi yang diajukan oleh para panelis terhadap masalah kekerasan di Pakistan, adalah untuk melibatkan masyarakat dalam mengambil tindakan dengan berbicara menentang ketidakadilan hukum yang ada. Naseem Mahdi menyimpulkan dalam pidatonya dengan mengajak semua pihak untuk bersatu-padu dan bekerja menuju tujuan bersama.

“Jadi, pesan hari ini saya kepada Anda sekalian, dan melalui Anda, untuk komunitas Anda, adalah bahwa mari kita datang bersama-sama dan bekerja bersama-sama dan memulai jihad damai ini bahwa kita akan membawa kembali Islam Nabi Muhammad,” kata Mahdi.

sumber: www.examiner.com

0 Responses to “Hentikan Kekerasan Agama di Pakistan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 216,092 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: