Semarak Ramadan (?)

Paska fatwa sesat MUI terhadap Ahmadiyah ditahun 2005, sepertinya sudah menjadi ritual tahunan kelompok mischief makers yang mengatasnamakan agama, untuk selalu membuat kegaduhan dan berusaha menghalangi warga Muslim Ahmadiyah dari melaksanakan ibadah dengan cara berusaha menyegel bahkan merusak mesjid yang dibangun dan dikelola secara mandiri oleh warga Muslim Ahmadiyah. Bagi mereka, Firman Allah swt berikut inipun rupanya dianggap angin lalu saja.

“Dan siapakah yang lebih aniaya dari orang yang menghalangi menyebut nama-Nya di dalam mesjid-mesjid Allah dan berupaya merusaknya? Mereka itu tidak layak masuk ke dalamnya kecuali dengan rasa takut. Bagi mereka di dunia akan ada kehinaan dan bagi mereka di akhirat tersedia azab yang besar.”( Al-Baqarah: 115)

Tak jarang oknum penyelenggara negara yang seharusnya menjadi pengayom seluruh warganya tanpa membedakan agama dan kepercayaannya itu malah terlibat secara aktif dan menjadi kaki tangan dari para mischief makers, semata-mata demi harapan untuk dapat melanggengkan kekuasaannya, seperti yang telah dilakukan bupati Kuningan Aang Hamid Suganda itu.

Tidak hanya terhadap Aang Hamid Suganda saja tapi terhadap yang lainnyapun para mischief makers ini berusaha “mendekati”, misal terhadap calon walikota Depok yang ditantang bikin sk larang Ahmadiyah. Padahal Jika ada penyelenggara negara yang merestui keinginan mereka itu, maka sang penyelenggara negara tadi dapat dijerat dengan Undang-undang pasal 421 Bab XXIII Tentang Kejahatan Jabatan. Dalam undang-undang itu disebut bahwa seorang pejabat yang menyalahgunakan wewenangnya akan dihukum dengan masa hukuman 2 tahun 8 bulan.

Rasanya bagus juga bila ada jurnalis mengadakan investigasi khusus mengenai mereka-mereka yang selama ini telah menjadi tokoh intelektual maupun pelaku lapangan terhadap penyerbuan/pengrusakan ke fasilitas ibadah milik warga Muslim Ahmadiyah di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini, apakah kini mereka hidup lebih mulia atau bagaimana?

Bukan karena apa, hanya saja apabila kita mempelajari sejarah, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa siapapun penguasa yang demi kelanggengan kekuasaan manut-manut saja pada keinginan para mischief makers yang mengatasnamakan agama untuk berlaku lalim terhadap Muslim Ahmadiyah, maka output yang didapat kemudian justru selalu kebalikan dari apa yang diharapkan sang penguasa itu sendiri. Tengoklah Afghanistan sebuah negara yang tadinya aman dan damai namun tatkala penguasa saat itu manut pada para mischief makers untuk mesyahidkan dua ulama Islam Ahmadiyah maka semenjak saat itu hingga kini hampir tak pernah ada lagi rasa aman bagi warganya dapat dirasakan dinegara tersebut. Jangan dikata bagaimana akhir yang tragis dari kehidupan Sang raja Afghan Habibullah Khan kala itu.

Demikian pula bagaiman akhir hidup yang tragis dari Bhuto dan Zia, dua penguasa Pakistan yang pernah bangga sebagai orang yang akan berhasil menghapus Ahmadiyah untuk selamanya dari dunia itu malah diri mereka sendiri yang “dihapus” oleh Allah SWT, sementara Ahmadiyah justru semakin jauh melesat kedepan.

Betapa gagahnya dan betapa hebatnya Presiden Zulfikar Ali Bhutto dan Jendral / Presiden Zia ul Haq di Pakistan beberapa puluh tahun yang lalu (masih tidak terlalu lama juga), yang merencanakan kekasaran terhadap UtusanNya di Zaman ini!

Bhutto mati ditendang dan diinjak Jendral dalam penjara dan kemudian mati digantung (yang diumumkan) keesokan pagi harinya; Zia hancur menjadi abu bersama meledaknya Pesawat Hercules Pak-One yang menghunjam ke bumi dengan tanpa sebab mekanis/ electric dan tanpa di rudal dari bumi!

Ingat pulalah ditahun 2008 ketika warga Muslim Ahmadiyah yang tengah melaksanakan sholat subuh diserang dan dibunuh maka keesokan harinya gempapun telah memporak-porandakan Pakistan.

Atau mungkin perlu dikasih tahu juga tuh Pak Bupati Aang, bahwa lihatlah akibat dari msichief makers (karena dihasut Mullah/Ulama) yang menyerang 2 Mesjid Ahmadiyah di Lahore ketika Shalat Jum’at tgl. 28-5-2010:

Banjir besar menimpa seluruh Pakistan; 13.800.000 orang menderita kena dampak. Untuk menolong orang-orang ini (untuk bantuan makan air minum dan tenda dan obat) Pakistan harus mengemis kepada PBB US$ 490.000.000. – Lalu biaya untuk membangun kembali negara Pakistan berapa pula? Mungkin saja perlu US$ 480.000.000. 000 dst! Harus ngemis lagi atau pinjam dari mana? Bayar dari mana pula? (Sudah dua minggu; sampai hari ini, air banjir di Pakistan ini tidak menampak akan surut ; TV 12-8-2010)

Untuk yang meninggal sih yang tercatat baru 1.600 jiwa, yang bisa saja menjadi 10 kali lipat; tapi itu sudah lah; asal mayat2nya bisa ditangani dengan baik, jangan menjadi penyebar penyakit, yang bisa menambah-nambah penderitaan orang dan menambah jumlah orang yang meninggal.

Oleh karena itu, kasih tahulah Bapak2 Pejabat ini (Bupati, dan calon Walikota lainnya juga), jangan hanya karena nafsu ingin kepilih lagi dalam Pilkada, lalu manut2 saja pada keinginan Mullah untuk berbuat anarkis dengan mengeluarakan SP kek, SPrint-lah (yang diluar kawenangannya itu), niru2 orang Pakistan untuk berbuat mischiefs, apalagi untuk menodai Mesjid, Rumah Allah! Sangat beratlah akibat dan risikonya bagi rakyat banyak.

Memang, orang2 yang tidak punya kerjaan itu mau2 saja dibawa-bawa naik truk dan dikasih uang cepe plus nasi bungkus dan snacks + aqua (daripada duduk tak punya uang, tak punya kerjaan haalal); tetapi kalau di dunia saja, kepala bisa benjut diketepel oleh anak2, yah tidak memadai lah uang yang cepe itu. Belum lagi hukuman di Hari Pembalasan nanti yang pasti ada nanti!

Walau pun sekarang ini orang2 yang mengaku Islam itu mungkin tidak percaya akan adanya Tuhan, mungkin juga tidak percaya akan adanya Hukuman di Hari Pembalasan, tapi yakinilah bahwa Tuhannya umat itu ada dan Hari Pembalasan, pasti ada!

Kasihanilah kepada rakyat banyak, dan kasihanilah pada anak dan keturunan-mu, yang bisa saja kena dampak nafsu ego duniawi kamu, yang karena kepingin terpilih lagi lalu ikut dengan hasutan Mullah yang mengaku beragama Islam dan ngaku2 sebagai pembela Islam tetapi kerjanya tidak Islami – karena tidak sesuai ajaran Islam/Alqur-aan & tidak sesuai dengan Sunnah/Hadits YM Nabi Muhammad Rasulullah saw. – dan yang tidak manusiawi itu, serta melawan hukum dan UU R.I. Ingatlah Islam itu mengajarkan DAMAI! Kalau pekerjaan di luar yang DAMAI itu, ini jelas bukan Islami!

Perhatikanlah dengan baik2 dan periksalah dengan mata sendiri dan dengan hati yang bersih tanpa prasangka buruk, bahwa orang-orang Ahmadiyah yang pengikut Imam Zaman ini, di mana2 pun berada, semuanya berusaha dengan sebaik-baiknya untuk melaksanakan semua perintah yang ada dalam K.S. Alqur-aan, berusaha benar2 untuk menjauhi larangan-Nya, dan berusaha untuk mengikuti ajaran & Sunnah Nabi Muhammad saw, yang diajarkan kembali oleh Hadhrat Imam Mahdi a.s., yang kedatangannya di zaman ini adalah sesuai hadits Nabi saw.

Periksalah dan saksikanlah bahwa ajaran Ahmadiyah itu selalu mengikuti ketentuan dan hukum RI., dan selalu mengemukakan ajaran Islami yang damai dan menentramkan hati, “Love for All dan Hatred for None”, tapi jamak saja lah, kalau ada anak2 yang membawa ketepel untuk menembak bajing di kebunnya sendiri (kemudian membentur kepala orang mischief makers yang menyerobot ke kampung orang lain) dan ibu2 yang membongkar palang kayu yang menghalangi pintu mesjid tempat ibadahnya, daripada harus moncor2 di bawahnya, khan ini tidak merugikan orang lain. Kalau papan nama di mesjid dicopot juga tidak perlu ribut2, pasang saja lagi yang lebih bagus tentunya; insya Allah! Gitu aja kok repot, ini di rumah sendiri kok. Orang mischief makers itu kalau mau datang lagi khan harus menyediakan truk, uang cepe / orang (lumayaaan) dan nasi bungkus lagi; sampai kapan bisa kuat begitu, tentu saja ada penyandang dananya, seperti yang untuk teroris itu? Sampai ia pun harus ditangkap oleh Densus 88, akhirnya; kasihaaan.

Salaam, selamat sejahtera dan damai untuk semuanya, terutama bagi mereka yang sudah yakin adanya Tuhan dan yakin adanya Hari Pembalasan itu; dan yang mencintai Ketenteraman dan Kedamaian di dalam masyarakat Republik ini.

Betapa pun sudah menjadi taqdir Ilahi, Allah Maha Kuasa, bahwa ISLAM ZINDABAD! Islam Sejati (Pengikut hakiki Alqur-aan Suci dan Sunnah/Hadits Nabi saw.) Zindabad! AHMADIYYAH ZINDABAD! Jadi bagaimana pun juga: Zindabad! (dea,PPSi)

4 Responses to “Semarak Ramadan (?)”


  1. 1 marsel August 13, 2010 at 3:34 pm

    Betapapun kita bersyukur dengan adanya MUI-MUI, EPFe-I dan GUI etc Nama Ahmadiyah menjadi cepat dikenal di NKRI ini; kalau tidak begitu kita barangkali terus saja mendengkur dan berzikiiir saja; anyhow TQ Bapak Bupati yg telah memperkenalkan dan memasyhurkan Nama Ahmadiyah, TQ TQ TQ! Mudah2an keturunan beliau2 ini besok lusa akan menjadi pembela Islam Sejati juga. 🙂


    @d3n

    satuju.

  2. 2 asdam August 17, 2010 at 2:17 pm

    Sebenarnya Al Quran telah memberi panduan bagi kita didalam menentukan mana yang batil dan mana yang tidak, sebagaimana dapat kita baca dalam ayat berikut:

    “Dia menurunkan air dari langit, maka lembah2 mengalir menurut ukurannya, dan air bah itu membawa diatas permukaannya buih yang menggelembung. Dan dari apa yang mereka bakar dalam api untuk berusaha membuat perhiasan atau perkakas2, timbul buih semacam itu. Demikianlah ALlah melukiskan yang benar dan yang batil. Adapun buih itu akan berlalu bagaikan sampah dan binasa; tetapi apa yang bermanfaat bagi manusia akan tinggal tetap dibumi. Demikianlah Allah membuat tamsil2″ (QS Ar Rad 123:18)

    mana yang batil ( sampah dan buih)? itulah yang binasa

    mana yang benar? itulah yang tetap tinggal dibumi…..

    Bila kita membaca dan mempelajari serta mau mengikuti panduan Al Qur’an semuanya jadi mudah kan?

  3. 3 aang__bukan_hamid August 21, 2010 at 9:12 am

    mengundang orang dari luar daerah untuk datang membuat onar didaerah yg dipimpinnya?? benar2 tdk waras

  4. 4 taheer August 24, 2010 at 3:06 am

    Dalam KTT negara2 Islam tahun 1974 telah ditandatangani surat keputusan pe-non-Muslim-an Ahmadiyah. Hanya Adam Malik, Menlu RI ketika itu yg tidak mau ikut2an tanda tangan.

    “… Mudah-mudahan ummat Islam memperhatikan firman TUhan ini (an-Nahl 12) serta berikhtiar supaya konperensi2 Islam yang kelak akan dilangsungkan benar-benar mengambil keputusan2 yg memperkokoh solidaritas Islam dan bukan sebagai tempat untuk melampiaskan fanatisme’ demikian kata Menlu Adam Malik dalam suatu wawancara ketika menghadiri Konperensi Negara2 islam di Kuala Lumpur baru2 ini. (harian Berita Buana 26-6-1974)

    Kemudian apa “reward” Allah atas para penandatangan itu?

    1. Anwar Sadat – president Mesir, mati ditembak oleh elit militer kepercayaannya sendiri
    2. King Faisal – raja Arab, mati ditembak keponakan
    3. Shah Iran – tumbang kerajaannya
    4. Ali Bhutto – digantung
    5. Idi Amin dari Uganda- jadi orang gila
    6. Raja Afghanistan – hancur kerajaannya.

    Sedangkan Adam Malik yang tidak ikut2an tanda tangan tetap survive dan berikutnya ia menjadi seorang Wapres


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 241,992 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: