Khutbah Khalifah:KEUTAMAAN ALQUR’AN & IMAN BIL GHAIB

شَہۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدً۬ى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِ‌ۚ فَمَن شَہِدَ مِنكُمُ ٱلشَّہۡرَ فَلۡيَصُمۡهُ‌ۖ وَمَن ڪَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ۬ فَعِدَّةٌ۬ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَ‌ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِڪُمُ ٱلۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيدُ بِڪُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُڪۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُڪَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَٮٰكُمۡ وَلَعَلَّڪُمۡ تَشۡكُرُونَ
Artinya : Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya Alqur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan yang nyata mengenai petunjuk dan Furqan. Maka barangsiapa diantaramu hadir pada bulan ini hendaklah ia berpuasa didalamnya. Tetapi barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, maka hendaklah berpuasa sebanyak bilangan itu pada hari-hari lain. Allah menghendaki keringanan bagimu Dan tidak menghendaki kesukaran bagi-mu, dan Dia menghendaki supaya kamu menyempurnakan bilangan itu dan supaya kamu mengagungkan Allah, karena Dia memberi petunjuk kepadamu Dan supaya kamu bersyukur. (Al Baqarah ayat : 186)

Didalam ayat ini secara khas Allah swt menjelaskan tentang diturunkannya Alqur’anul Karim didalam bulan Ramadhan. Dan Ramadhan adalah bulan yang berberkat sebab telah diturunkan Alquranul Karim didalamnya. Dan setiap tahun didalam bulan Ramdhan Malaikat Jibril mengulangi ayat-ayat Alquran yang telah diturunkan bersama-sama Rasulullah saw. Jadi, bulan Ramadhan adalah bulan khas untuk membaca Kitab Allah swt yakni Alqur’an dan bulan untuk melatih kesabaran. Dari segi itu bulan ini adalah bulan yang sangat penting sekali. Bukan hanya sebatas untuk menjalankan ibadah puasa dan untuk menyempurnakan maksud dan tujuan puasa saja, melainkan rinciannya telah diterangkan didalam ayat sebelumnya dan sebagian dijelaskan didalam yang baru saya tilawatkan ini dan sebagian lagi dijelaskan rinciannya didalam ayat berikutnya. Bahkan pentingnya bulan ini akan diketahui lebih jauh lagi sebab Alqur’an yang merupakan Kitab yang sangat agung ini telah diturunkan oleh Allah swt didalam bulan Ramadhan ini. Kitab yang mengandung syari’at kamil itu telah turun kepada Insan Kamil, yaitu Nabi yang telah diutus bagi semua bangsa diseluruh dunia. Sesuai firman Allah swt didalam Kitab Suci Alqur’an: قُلۡ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيۡڪُمۡ جَمِيعًا Artinya : Hai Nabi Katakanlah : Hai manusia, sesungguhny aku Rasul Allah diutus kepada kamu sekalian. (Al Araf ayat : 159) Didalam ayat lain Allah swt berfirman : وَمَآ أَرۡسَلۡنَـٰكَ إِلَّا ڪَآفَّةً۬ لِّلنَّاسِ بَشِيرً۬ا وَنَذِيرً۬ا وَلَـٰكِنَّ أَڪۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ Artinya : Dan Kami tidak mengutus engkau melainkan untuk segenap manusian sebagai pembawa khabar suka dan sebagai pemberi peringatan. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (As Saba: 29) Bahkan Allah swt telah menjelaskan lagi diberbagai tempat didalam Alqur’anul Karim mengenai kedudukan Rasulullah saw bahwa beliau seorang Rasul-Nya yang sangat dicintai-Nya diutus bagi manusia diseluruh dunia. Sekarang sampai Qiamat tidak akan datang lagi Nabi pembawa syarai’at baru.. Jadi amanat Alqur’an adalah amanat bagi umat manusia diseluruh dunia. Dan Alqur’an telah menda’wakan beliau saw sebagai Nabi bagi seluruh bangsa didunia dan sebagai Nabi terakhir pembawa Syari’at. Oleh sebab itu dengan penda’waan Alqur’an itu keagungan martabah beliau Nampak sangat jelas sekali. Hazrat Masih Mau’ud a.s. pernah bersabda : “ Kita adalah waris seorang Nabi yang Rahmatul lil ‘Alamin dan kaafatul linnaasi (Rasul untuk sekalian Manusia) kitabnya dijaga dan dilindungi oleh Allah swt dan hikmah serta ilmu pengetahuannya lebih unggul dari semua kitab-kitab lain. Didalam Kitab Suci Alqur’an Rasulullah saw disebut Rahmatul lil ‘Alamin. Itulah Nabi Agung, sumber mata air rahmat yang memancar bagi seluruh ummat manusia. Dan para pengikut beliau yang mengamalkan ajaran hakiki kitab beliau dan beramal sesuai sunnah beliau akan menjadi rahmat bagi dunia. Alangkah baiknya jika orang-orang extremis yang menamakan diri para ulama zaman ini juga mampu memahami ajaran Alqurán dan mampu memehami maksud kedatangan Hazrat Rasulullah saw kedunia, yaitu untuk mengembangkan kasih-sayang terhadap sesama ummat manusia bukan untuk merampas hak sesama manusia yang cinta damai dan bukan pula untuk memainkan nyawa manusia yang tidak berdosa secara kejam diluar prikemanusiaan. Jadi didalam ayat tengah dibahas ini Allah swt berfirman bahwa Kitab Suci Al Qur’an ini sarat dengan hidayah bagi ummat manusia di seluruh dunia. Didalamnya dijelaskan tanda-tanda kebenaran secara terbuka dan didalamnya dijelaskan perbedaan antara perkara-perkara yang hak dan bathil. Maka sudah menjadi kewajiban orang-orang mukmin agar Kitab yang ajarannya sangat cemerlang dan sarat dengan hidayah ini dan yang membedakan antara yang hak dengan yang batil, didalam bulan Ramadhan ini yang disebut bulan untuk meningkatkan martabat keruhanian manusia, orang-orang mukmin yang berpuasa berusaha meningkatkan mutu ibadah mereka, didalam bulan Ramadhan ini hendaknya Alquran ini selalu diperhatikan dan dibacanya dengan baik. Kemudian direnungkan ajarannya dengan sungguh-sungguh dan berusaha menjadikannya sarana hidayah bagi dirinya.
Allah swt berfirman : هُدً۬ى لِّلۡمُتَّقِينَ ia adalah hidayah bagi orang-orang bertaqwa. Mula-mula difirmankan : hidayah bagi semua insan. Sebab, manusia mempunyai standar hidayah yang berbeda-beda. Kitab ini bagi orang-orang bertaqwa juga hidayah, dan bagi orang-orang yang sekali beriman kemudian tegak dalam ketaqwaan dan meningkat dalam keimanan juga hidayah, dan bagi orang-orang yang menda’wakan diri sebagai orang-orang bertaqwa dan merasa takut kepada Allah swt juga hidayah, bahkan bagi orang yang mempunyai berbagai macam perasaan takut dan kecintaan yang telah menguasai diri mereka juga hidayah. Jika pendawaan mereka itu benar maka mereka harus menjaga dan mengamalkan ajaran-ajaran yang dianggap kecil sekalipun dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Hazrat Rasulullah saw telah bersabda bahwa : “ Orang-orang yang lalai, tidak berusaha melangkah diatas jalan taqwa, berpuasa hanya secara zahir saja, bangun pada malam hari hanya bangun saja, tidak mengerjakan salat tahajjud dan puasa mereka-pun hanya mendapat lapar dan dahaga (haus) saja. Maka, pentingnya puasa itu dapat dirasakan apabila manusia faham pentingnya Alqurán dan faham betapa penting ajaran-nya yang telah diturunkan oleh Allah swt, dan berusaha untuk mengamalkan ajarannya itu. Jadi, dari Alquránul Karim kita ketahui bahwa Allah swt sangat menekankan agar bulan Ramadhan ini dijadikan sarana yang sangat penting bagi mensucikan ruhani manusia. Apabila keadaan seorang mukmin sudah demikian baik, barulah dia dapat mempersembahkan ajaran Islam yang sangat indah itu kepada dunia. Ia juga akan dapat memberitahu kepada dunia bahwa jalan yang kalian tempuh itu adalah jalan yang sangat berbahaya sekali, yaitu jalan menuju kehancuran. Jalan itu menuju kebinasaan duniawi dan ukhrawi kalian. Jika kalian menghendaki kehidupan duniawi dan ukhrawi yang kekal, marilah datang kapada kami, akan kami tunjukkan jalan hidayah kepada kalian. Alqurán tidak hanya menda’wakan sebagai Huddal lin naasi, petunjuk bagi semua manusia , melainkan jika kalian mengamalkan ajarannya itu maka didunia ini juga akan nampak jalan hidayah kepada kalian. Sebagaimana telah saya katakan bahwa keutamaan seorang Muslim harus menunjukkan bukti amal salehnya dihadapan dunia agar dunia dapat menyaksikannya. Sangat malang sekali bahwa pada zaman sekarang ini perbuatan buruk orang-orang muslim-lah yang telah membuka kesempatan kepada orang-orang anti Islam untuk melakukan kritikan atau objection terhadap Kitab Suci Alqurán. Mereka mengkritik ajaran-nya.
Pada waktu ini sedang diusahakan oleh sebuah Greja di America untuk menyusun sebuah tajuk karangan untuk memburuk-burukkan ajaran Alquránul Karim dan ajaran Islam, yang didalamnya diuraikan sebuah program juga untuk melancarkan perbuatan sangat zalim (aniaya) yaitu membakar Kitab Suci Alqurán pada tanggal 11 September 2010. Banyak sekali media telah menjelaskan hal itu disetiap tempat diseluruh dunia. Kritikan yang dilancarkan oleh Greja itu ada sepuluh macam. Kritikan-kritikan itu sangat keji dan biadab. Jika seseorang telah melancarkan kritikan terhadap Alqurán, maka kita juga dapat melancarkan banyak sekali kritikan terhadap Byble. Akan tetapi perbuatan demikian bukanlah pekerjaan kita orang Islam yang dapat memicu kerusuhan, kecuali dengan jalan dialogue atau debate secara intelctual, setiap orang berhak mengajukan kritikan dalam dialogue atau perdebatan itu. Kami siap untuk mengadakan dialogue atau perdebatan secara intellectual. Namun bukan hak seseorang muslim untuk membakar kitab Byble karena didalamnya terdapat banyak penolakan terhadap konsep ketuhanan yang tunggal. Sedangkan Kitab Suci Alqurán dari permulaan sampai akhir tetap mengajarkan ketuhanan yang tunggal. Itulah maksud diturunkannya Kitab Suci Alqurán itu. Dan tujuan kedatangan para Nabi kedunia-pun untuk menegakkan kertuhanan yang tunggal. Dan hanyalah Kitab Suci Alqura’n yang paling terkemuka dalam mengajarkan ketuhanan yang tunggal. Hanya tauhidlah yang dapat menjadi asas utama ajaran suatu Agama. Tanpa hal itu suatu agama tidak dapat ditegakkan. Pada Zaman ini Seorang Jariullah (pahlawan Tuhan) telah diutus oleh Allah swt, telah menzahirkan ajaran agung itu, sehingga mereka yang telah menjadikan hamba Allah swt sebagai tuhan sembahan (yakni orang-orang Kristen), telah mengumumkan dikalangan mereka bahwa kalian jangan mengadakan perbahasan tentang Agama dengan Mirza Ghulam Ahmad a.s. atau dengan para pengikutnya. Asas kepercayaan Orang-orang Kristen pada zaman sekarang sudah tertumpu kepada Taslis (trinitas). Asas kepercayaan mereka terhadap tauhid sudah goncang bahkan sudah musnah. Dari Byble jugalah Hazrat Masih Mauúd a.s. telah membuktikan kepercayaan orang-orang Kristen bahwa mereka mempercayai Nabi Isa a.s. sebagai anak Tuhan. Padahal siapapun tidak dapat menjadi anak Tuhan.
Kritikan pertama yang dianggap paling besar yang dilemparkan Gereja yang sedang memainkan peran aktif dalam menentang Alqurán, katanya Alqurán tidak memprcayai Hazrat Isa a.s. sebagai anak Tuhan. Kritikan kedua yang mereka lancarkan sisebabkan adanya pendapat bahwa : Najat, atau keselamatan diperoleh karena amal saleh manusia bukan karena percaya matinya Hazrat Isa a.s. diatas palang salib. Orang-orang yang buta akal ini tidak mengerti bahwa Nabi Isa a.s. sendiri meyakini bahwa najat, atau keselamatan (dari api neraka jahannaam) diperoleh karena amal saleh manusia. Namun orang-orang Kristen zaman sekarang telah merubah ajaran beliau itu. Dan untuk menandingi Tuhan sekarang mereka menyembah seorang manusia lemah. Mereka tidak mampu menjawab apabila disoál perkara ini. Apabila manusia sudah merasa kalah, tidak mempunyai suatu dalil apapun untuk menjawabnya, maka tidak ada pilihan lain bagi mereka kecuali mengambil jalan kekerasan. Dan demikianlah apa yang sedang dilakukan oleh Greja yang bernama : Dove Outreach Center. Didalam Byble kita dapatkan banyak sekali pernyataan Hazrat Isa a.s. seperti didalam Markus Bab 12 ayat 29-30 sebagai berikut : “ Hukum yang terutama ialah : Dengarlah hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa. Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan segenap kekuatanmu.”
Selain dari ini banyak lagi dibeberapa tempat didalam Byble yang menolak ketuhanan Isa a.s. Jadi, Byble sendiri yang menolak ketuhanan Isa a.s. Dengan bukti-bukti dari Byble ini semua Hazrat Masih Mauúd a.s. telah membuktikan kebenaran pernyataan Kitab Suci Alquranul Karim dan beliau telah membantah setiap dalil yang dikemukakan oleh orang-orang Kristen. Dan sampai hari ini Jemaát Ahmadiyyah terus melakukan hal itu. Betapa indahnya ajaran Alqur’anul Karim ini yang memerintahkan untuk menablighkan kebenaran. Tuhan berfirman : Beritahulah kepada dunia bahwa : قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشۡدُ مِنَ ٱلۡغَىِّ‌ۚ Sesungguhnya jalan benar itu nyata bedanya dari kesesatan. (Al Baqarah : 257) Namun tidak diperlukan paksaan kepada siapapun untuk mempercayainya. Terserah kepada mereka mau percaya ataupun menolaknya. Tuhan berfirman : “Hai Nabi, kalam atau amanah yang telah diturunkan kepada engkau dalam bentuk Alqurán ini sampaikanlah kepada manusia.” Memberi hidayah adalah tugas atau kewajiban Allah swt.
Jadi, usahakanlah untuk menyusun sebuah karangan tentang ajaran yang indah ini kemudian sebarkanlah kepada ummat manusia. Sekarang dapat diambil kesimpulan siapakah yang membangkitkan kerusuhan dan menyebarkan ajaran kebencian itu apakah pihak Greja atau orang-orang Muslim ? Pihak Greja sendiri tidak mengamalkan ajaran agama mereka. Padahal semua yang tercantum didalam Byble itu adalah ajaran bagi mereka semua. Ajaran Byble mengatakan apabila sebelah pipi kamu ditampar orang maka berikanlah pipi sebelah lagi untuk ditampar. Byble tidak mengatakan agar kamu mengajarkan kebencian atau permusuhan dengan yang lain. Sebetulnya banyak sekali kelompok orang-orang Kristen sendiri telah membantah perbuatan yang akan dilakukan oleh Greja Dove Outreach Center itu. Mereka telah menolak dengan keras tidak akan mengambil bagian dalam kegiatan zalim itu. Dan memang reaksi demikianlah yang harus timbul dari setiap orang berakal. Jemaát Ahmadiyya dengan berbagai macam cara sedang giat berusaha melalui berbagai jenis media untuk menghalangi dan menghentikan kegiatan Greja Dove Outreach Center yang zalim itu. Dove (merpati) adalah lambang ruhul qudus orang-orang Kristen. Dan tentang Nabi Isa a.s. dikatakan bahwa dalam bentuk seekor merpati ruhul qudus telah turun kepada Hazrat Isa a.s.
Saya telah memberi arahan kepada Jemaát America untuk segera membentuk satu gerakan untuk menghadapi perkara itu dan semua Jemaát diseluruh dunia juga harus berusaha seperti itu. Katakanlah kepada mereka bahwa kegiatan yang sedang kalian lakukan itu akan mengobarkan huru-hara dimuka bumi ini. Akibat dari perbuatan zalim itu akan menimbulkan kebencian diatas dunia ini bukan menimbulkan cinta-kasih satu sama lain. Martabat Nabi Isa a.s. yang dizahirkan oleh Kitab Suci Alqur’an tidak mereka ketahui. Padahal Alquránul Karim sangat menghormati semua para Nabi. Bagaimanapun kegiatan mereka serupa itu akan menzahirkan kebencian ditengah masyarakat. Orang-orang Muslim bernasib buruk yang tidak beriman kepada Imam Zaman tidak akan dapat dikendalikan atau tali kendali mereka ada ditangan orang-orang yang ingin memancing diair keruh demi kepentingan pribadi mereka sendiri. Boleh jadi akan timbul reaksi dari mereka yang tidak tepat dan salah. Dunia sekarang sangat memerlukan suasana aman dan damai. Sangat memerlukan cinta-kasih, sangat memerlukan persaudaraan, demi menarik kecintaan Allah swt agar dunia selamat dari kehancuran. Untuk meraih itu semua perlu sekali orang-orang Kristen meluruskan akidah mereka, demikian juga orang-orang Muslim perlu menunjukkan reaksi yang baik dan tepat. Langsungkanlah diskusi sambil mengemukakan dalil-dalil secara ilmiah dan adakanlah dialogue dengan mengemukakan ilmu pengetahuan masing-masing tanpa melakukan suatu aksi yang menyinggung perasaan agama orang lain. Pada waktu ini orang-orang Muslim juga jika sesungguhnya menda’wakan diri sebagai pencinta Rasul dan pencinta Alqurán, maka dengan memahami hukum-hukum Allah swt demi bimbingan pribadi masing-masing, harus berusaha mencari siapa pembimbing yang telah diutus dizaman ini sesuai dengan perintah Allah swt dan nubuatan-nubuatan Rasul-Nya saw.

Sesuai firman Tuhan Bulan Ramadhan adalah bulan telah diturunkannya Kitab Suci Alqurán yang mengandungi hidayah bagi seluruh ummat manusia. Maka peganglah jalan hidayah yang telah ditetapkan oleh Alqurán dan tegakkanlah pula hidayah yang telah ditetapkan oleh Alqurán. Untuk mendapatkan hidayah-pun juga diperlukan doá yang disertai dengan hati yang bersih. Untuk itu Allah swt telah mengajar kita sebuah doá yaitu : ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٲطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ wahai Tuhan tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Jika kita membaca doá ini dengan hati yang lurus dan bersih, pasti Allah swt memberi bimbingan hidayah kepada kita. Dengan doá ini Allah swt memberi bimbingan kepada orang non muslim juga, jika mereka berusaha mendengar dan menaruh perhatian terhadap amanat yang disampaikan kepada mereka. Sehingga mereka akan mampu memperbaiki kehidupan duniawi dan ukhrawi mereka.

Hazrat Masih Mauúd a.s. bersabda : Al Qur’an adalah sumber berkat yang nyata dari Allah swt, ia adalah sumber keselamatan, adalah kebodohan bagi orang-orang yang tidak mengamalkan ajaran Alqur’an, mereka tidak mau mengamalkannya bahkan banyak orang yang tidak mempercayainya juga, tidak mempercayainya sebagai firman Tuhan, mereka itu sangat jauh dari hidayah. Akan tetapi mereka yang percaya bahwa Alqurán adalah firman Tuhan Yang Maha Kuasa dan sumber sarana keselamatan bagi umat manusia, namun mereka ini tidak berusaha mengamalkan ajaran-ajarannya, sangat disesalkan sekali. Banyak sekali manusia yang sepanjang hidup mereka tidak pernah membacanya. Orang-orang yang lalai dan mengabaikan Kalam Allah swt (Alqur’an) ini adalah semisal orang yang tahu ada sebuah sumber mata air yang sangat jernih sangat menyegarkan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit, dan mereka mengetahui dan meyakini hal itu semua, namun sekalipun ia merasa sangat dahaga, dan sedang ditimpa banyak penyakit, mereka tidak mau berusaha pergi kepada sumber mata air itu.

Alangkah bodoh dan sangat buruk nasib mereka itu. Seharusnya mereka itu mengambil faedah sebanyak-banyaknya dari sumber mata air itu, kemudian menikmati sejuk dan nyamannya air itu. Namun dia tetap jauh dari padanya seperti orang yang sama-sekali tidak tahu tentang itu. Dan mereka tetap jauh dari padanya sampai maut datang menjemput mereka. Nasib malang mereka itu menjadi peringatan dan nasihat bagi orang-orang yang datang kemudian. Orang-orang Muslim zaman sekarang tahu bahwa kunci semua kemajuan dan kemenangan adalah Kitab Suci Alqur’an yang ajaran-ajarannya harus diamalkan. Namun mereka mengabaikan dan tidak mengamalkannya.

Seorang manusia dengan sangat baik dan sympathy sekali (Hazrat Masih a.s. bersabda tentang diri beliau sendiri) bahkan atas perintah dan isyarah dari Tuhan mengajak manusia untuk mengamalkan ajaran Alqur’an itu, namun mereka memakinya dengan menyebut dajjal dan pendusta kepadanya. Jadi alangkah malangnya nasib orang-orang ini. Pada zaman sekarang ini disatu pihak Alqur’anul Karim sangat diperlukan sekali untuk ditelaah dan ajaran-ajarannya diamalkan, namun dipihak lain sebagian besar manusia sangat lalai dan tidak memberi perhatian sama-sekali terhadap pentingnya membaca dan menela’ah Kitab Ilahi ini.

Masyarakat awam tunduk kepada hasutan dari orang-orang yang menamakan diri ulama mereka yang mengatakan bahwa Hazrat Rasulullah saw adalah Khatamun Nabiyyin (Nabi penutup) sedangkan Mirza Ghulam Ahmad a.s. menda’wakan diri sebagai Nabi, hendaknya mereka merenungkan hal itu atau mereka bertanya kepada kita, apa saja yang beliau da’wakan itu. Hendaknya mereka menyelidiki perkara yang hak dan benar. Oleh karena mereka tidak memiliki dalil apapun yang menunjang pendirian mereka itu, maka para ulama itu khasnya di Pakistan demikian juga dinegara-negara yang kebanyakan berpenduduk Muslim mengeluarkan larangan atau sekatan-sekatan diatas orang-orang Ahmady. Banyak diantara orang-orang Muslim mengatakan bahwa mendengar perkataan orang-orang Ahmady dianggap kufur, mengucapkan salam kepada orang Ahmady juga kufur. Sekarang orang-orang Kristen juga melakukan tindak kekerasan seperti kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang Muslim para penentang Jema’at Ahmadiyya. Sekarang jumlah para penentang Jema’at semakin banyak dan tersebar dimana-mana sehingga orang-orang Kristen semakin berani untuk berbuat seperti itu. Jadi, demikianlah karakter dan kondisi orang-orang ini.

Mereka yakni para mullah di Pakistan tidak yakin bunyi kalimah syahadat yang diucapkan orang-orang Ahmady, mereka menganggap tidak benar Syahadah orang-orang Ahmady dan harus ditolak. Apakah mereka mengira iman orang-orang Ahmady begitu sangat lemah sehingga mereka merobah kalimah syahadat dan mau melepaskan iman mereka dan keluar dari Islam karena desakan para mullah itu? Jadi hal itu hanya perbualan orang-orang yang menamakan diri ulama lalu diiukti oleh umatul Muslimin yang tengah diperalat oleh mereka. Kita juga mempunyai kewajiban untuk menjalankan kebenaran, kita harus menjadi contoh dalam menunjukkan jalan kearah hidayah kepada mereka yang telah dijelaskan didalam Kitab Suci Alqur’an.

Dengan karunia Allah swt sekarang kita bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yaitu bulan untuk meningkatkan mutu keruhanian kita dan kita harus berusaha keras mengambil faedah sepenuhnya dari bulan Ramadhan ini untuk mengamalkan ajaran Alqur’an dan sebanyak mungkin untuk merenungkannya. Setiap hari kita harus menilawatkannya secara dawam sambil betul-betul merenungkan ajaran-ajarannya, dan harus berusaha mempersiapkan diri untuk mengamalkannya. Allah swt telah menetapkan hukum-hukum-Nya untuk diamalkan, banyak kebaikan-kebaikan yang harus diamalkan dan banyak pula keburukan-keburukan yang harus dicegah dan dijauhi. Dan Dia telah menunjukkan banyak jalan menuju hidayah. Apabila kalian mampu melangkah diatas jalan itu maka kalian akan dapat mencapai maksud dan tujuan akhir kalian. Maksud dan tujuan akhir kalian itu tiada lain adalah karunia berupa ganjaran dari Allah swt.

Langkah pertama yang telah Allah swt tetapkan untuk meraih hidayah adalah iman bilghaib (percaya kepada yang ghaib) Hal ini bukan perkara kecil. Iman bilghaiblah yang menjadi pembawa kemajuan iman manusia. Dan kemajuan iman itu membimbing kearah jalan untuk mendapatkan Tuhan, yaitu jalan untuk dapat memahami ajaran-ajaran Tuhan dan jalan untuk meningkatkan hubungan erat dengan Allah swt. Sehubungan dengan perkara ini Hazrat Masih Mau’ud a.s. menjelaskan sebagai berikut : “ Oleh karena hanya dalam keadaan Mutataqi saja, pertemuan dengan Allah swt dan kedudukan mukalamah (berwawancakap) dengan-Nya dan anugerah wahyu tidak dapat diraih oleh manusia, oleh sebab itu pertama sekali ia harus memiliki iman bilghaib yang sangat kuat dan mantap. Iman mempunyai bermacam-macam tingkatan dan manusia memproleh iman yang kuat dan mantap terhadap zat Allah swt setelah menyaksikan bukti-bukti yang kuat, yang dapat menjauhkan keraguan dan meningkatkan keyakinan. Iman tidak ada artinya apabila ia mengambang diantara keraguan dan keyakinan. Orang Muttaqi beriman kepada Allah swt, sebagaimana Allah swt berfirman : يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ beriman kepada yang ghaib. Hal ini (iman bilghaib) jangan dianggap perkara kecil atau dianggap rendah martabatnya. Iman bilghaib ini derajat iman permulaan orang muttaqi, disisi Allah swt mempunyai nilai kehormatan yang sangat tinggi. Terdapat didalam Hadis Sahih bahwa Hazrat Rasulullah saw telah bertanya kepada para Sahabah : “ Tahukah kalian, iman siapakah yang paling tinggi derajatnya? Para Sahabah menjawab : Huzur ! Tentu iman Huzur-lah yang paling tinggi derajatnya. Beliau saw bersabda : Bagaimana mungkin iman saya ? Saya setiap hari bertemu dengan Malaikat Jibrail, setiap waktu saya melihat tanda-tanda keagungan Allah swt. Lalu para Sahabah berkata : Apakah iman kami yang paling tinggi ? Rasullah saw bersabda : Lalu bagaimana mungkin iman kamu ? Kamu juga menyaksikan tanda-tanda keagungan Tuhan itu. Akhirnya Rasulullah saw sendiri menjelaskan dan bersabda : “ Orang-orang yang akan datang beratus-ratus tahun sesudah-ku iman mereka sangat ajaib ! Mereka tidak melihat tanda-tanda keagungan Tuhan sebagaimana kalian melihatnya. Walaupun begitu, mereka tetap beriman kepada Allah swt. Jika seorang diantara mereka meninggal yang derajat taqwanya baru tingkat permulaan, maka ia akan dimasukkan kedalam golongan orang-orang tadi itu. Dia mereka tidak mendapatkan sesuatu kenikmatan dan kelezatan dalam menyaksikan tanda-tanda keagungan Tuhan, namun tetap mereka menunjukkan iman yang kokoh kuat, bukan hanya beriman kepada Tuhan bahkan mereka membuktikan iman mereka itu dengan amal perbuatan mereka, yaitu يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ mereka selalu mendirikan salat. Dalam keadaan taqwa seperti itu juga banyak timbul bermacam-macam pikiran dan khayalan diwaktu menunaikan salat yang merusak kekhusyuan (konsentrasi), walupun demikian mereka tidak pernah meninggalkan salat dan mereka tetap semangat tidak menunjukkan kemalasan. Diantara manusia banyak juga yang setelah beberapa hari menunaikan salat, mulailah timbul didalam hati mereka bermacam-macam pikiran dan ingatan-ingatan yang buruk yang merusak salat, sehingga timbul banyak pra sangka buruk didalam hati mereka, akhirnya timbul kemalasan dan salatpun ditinggalkan. Namun orang-orang bertaqwa bukan seperti itu, mereka tidak pernah patah semangat, tetap rajin menunaikan salat dan menjaganya agar tidak pernah tertinggal, dan mereka berusaha terus-menerus untuk mendirikan-nya berulang-ulang.

Ditengah-tengah suasana demikian timbul juga masa percobaan atau ujian terhadap orang-orang beriman dan bertaqwa itu agar posisi atau kedudukan serta derajat yang telah diperoleh dapat diketahui siapa diantara mereka yang tetap jujur dan tetap tegak didalam keimanan mereka terhadap Allah swt. Oleh sebab itu keraguan dan syak wasangka yang biasa timbul dialam hati manusia adakalanya timbul syak wasangka dan pikiran buruk seperti itu terhadap Allah swt juga.

Bagi orang-orang mukmin sejati tidak perlu timbul gelisah atau kekhawatiran menghadapi keadaan demikian. Melainkan langkah mereka harus terus maju kedepan. Pekerjaan Syaitan sangat kotor. Ia tidak merasa senang sebelum berhasil menggoda orang-orang beriman menjadi ingkar kembali terhadap Zat Allah swt dan mengingkari kedudukan Rasulullah saw sebagai Utusan Tuhan. Syaitan setiap waktu selalu menggoda meniupkan keraguan kedalam hati orang-orang beriman. Ratusan ribu bahkan jutaan manusia menjadi binasa karena korban tipu daya syaitan itu. Mereka berkata, lakukanlah apa yang dikehendaki oleh hati kalian, lupakanlah akibatnya, itu semua urusan kemudian. Sekalipun manusia tidak mengetahui apa yang akan terjadi dan sampai kapan ia masih bisa menghembuskan nafas, nafas masih ada atau sudah habis. Maksudnya, Syaitan terus-menerus menggoda dan membujuk manusia untuk berbuat dosa, atau Syaitan selalu memberi dorongan untuk melakukan pelanggaran sambil meniupkan janji-janji palsu berupa keindahan dan kesenangan hawa nafsu. Seperti itulah pelajaran pertama yang dilakukan syaitan, namun orang Muttaqi sangat berani dan berperang melawan godaan dan tipu muslihat syaitan itu, itulah sebabnya Allah swt berfirman : يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ dalam posisi demikian mereka (orang-orang bertaqwa) tidak pernah kalah dan tidak merasa lelah untuk mendirikan salat. Pada tingkat awal biasanya tidak ada rasa lazat dan kecintaan dalam menunaikan salat, mereka tidak patah semangat dan tidak menunjukkan kemalasan. Dalam keadaan hati tidak ingin dan tidak ada rasa lazzat-pun mereka tetap rajin dan patuh menunaikan salat, sehingga akhirnya hati mereka menjadi tenang dan tenteram karena salat itu. Sayaitan-pun terpaksa menerima kekalahan dan mukmin sejati meraih kemenangan dan kejayaan. Pendeknya zaman orang-orang Muttaqi ini bukanlah zaman kemalasan, melainkan zaman untuk berdiri tegak diatas medan perjuangan melawan semua godaan dan tipu daya syaitan dengan penuh keberanian dan kekuatan.

Jadi, pada hari-hari dibulan Ramadhan ini setiap orang sedang meningkatkan semangat menunaikan ibadah salat, sehingga dengan karunia Allah swt Masjid kita selalu penuh dengan orang yang menunaikan salat. Kita harus mengerahkan semua kekuatan untuk berperang melawan Syaitan. Apabila keadaan sudah demikian maka tentu orang-orang mukmin selalu memohon pertolongan dari Allah swt untuk melawan Syaitan itu dan tentu mereka meningkatkan usaha untuk mempererat hubungan dengan Allah swt. Apabia hubungan dengan Allah swt sudah bertambah kuat, tentu akan mendapat bimbingan dari Tuhan untuk menuju jalan-jalan hidayah yang telah Tuhan tunjukkan didalam Alquránul Karim. Jalan-jalan Hidayah itu akan nampak terhadap orang-orang mukmin yang telah mendapat Nur dari Allah swt.

Disini perlu diingat bahwa iman bilghaib menuntut agar kita yakin terhadap semua nubuatan-nubuatan yang telah Tuhan uraikan didalam Alquránul Karim. Dan orang-orang yang khusyuk dalam menunaikan ibadah salat disertai iman bilghaib dalam bentuk amal nyata seperti yang telah Hazrat Masih Mauúd a.s. jelaskan, yakni mendirikan salat, berusaha banyak memanjatkan doá demi menyelamatkan diri dari godaan-godaan Syaitan, tentu doá ini juga selalu dipanjatkan, wahai Allah tingkatkanlah kekuatan iman bilghaib kami disertai dengan penampakan tanda-tanda keagungan Engkau.

Iman kepada Allah swt menghendaki, dan seorang mukmin selalu berdoá untuk itu, yaitu sebagaimana dizaman permulaan seorang Utusan Tuhan selalu dibangkitkan untuk perbaikan dan hidayah manusia, sekarang juga harus ada, sebab keadaan zaman sangat memerlukan seorang Utusan Tuhan. Didalam Alqurán juga terdapat nubuatan وَءَاخَرِينَ مِنۡہُمۡ لَمَّا يَلۡحَقُواْ بِہِمۡ‌ۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيم yakni kepada kaum akhirin juga yang belum kalian jumpai akan diutus seorang Rasul. Maka disini jangan timbul suatu salah faham bahwa Hazrat Rasulullah saw bersabda : Orang-orang yang beriman tanpa melihat tanda-tanda dari Allah swt, iman mereka patut dipuji. Sabda beliau itu mengisyarahkan kepada zaman kegelapan ruhani sesuai dengan nubuatan beliau, diwaktu itu tidak ada suatu gerakan atau nizam yang besar untuk mengembangkan ruhani dan tarbiyyat orang-orang Muslim, hanya ada kelompok-kelompok kecil dari pada para Mujaddid yang bekerja pada waktu itu. Atau orang-orang yang kemudian tidak sempat menerima suatu amanat atau pesan dari Utusan Tuhan, jika keadaan iman mereka tetap teguh, maka mereka itulah orang-orang yang memelihara iman bilghaib dengan sungguh-sungguh. Dan orang-orang yang betu-betul menjaga iman bilghaib itu apabila melihat tanda-tanda yang datang dari Allah swt, mereka langsung dapat mengenal-nya kemudian menerima dan beriman kepadanya. Hazrat Masih Mauúd a.s. bersabda : “ Orang-orang yang beriman kepada Hazrat Rasulullah saw, mereka tidak meminta tanda-tanda.

Banyak sekali orang-orang yang beriman bilghaib yang mempunyai keyakinan seperti itu. Setelah menyaksikan keadaan yang zahir pada waktu itu mereka yakin bahwa apapun yang beliau saw katakan adalah benar. Dan bersamaan dengan kedatangan Masih Muhammadi zahirnya tanda-tanda sudah mulai nampak. Dan dengan karunia Allah swt Jemaát Ahmadiyyah sedang menyaksikan tanda-tanda itu dan berkat adanya iman bilghaib mempunyai keyakinan bahwa janiji-janji dan nubuatan-nubuatan, insya Allah swt pasti semuanya akan sempurna, walaupun sampai sekarang diantaranya belum nampak. Melalui salat-salat yang dawam dan doá-doá yang terus menerus dipanjatkan semua serangan-serangan syaitan dan godaaan-godaannya akan selalu kita jauhkan. Godaan-godaan syaitan sama sekali tidak akan menggoncangkan iman kita. Semua siasat syaitan yang dilancarkan dizaman ini tengah dilancarkan untuk melemahkan iman orang-orang Ahmady. Akan tetapi keadaan kita sudah mencapai taraf demikian bahwa tanda-tanda sudah nampak dihadapan kita, dan apabila datangnya percobaan sudah tiba saátnya, memang harus demikian sebab telah dinubuatkan sebelumnya oleh Kitab Suci Alqurán. Allah swt telah menjelaskannya didalam Alquránul Karim bahwa ujian atau percobaan pasti akan dihadapi oleh Jemaát Ilahi. Dan Imam Zaman juga telah mempersiapkan kami untuk menghadapinya.

Sebagaimana telah saya katakan bahwa kita harus berusaha untuk mengambil banyak barkat dari bulan Ramadhan, baik dengan perantaraan salat, atau dengan perantaraan doá-doá untuk mendapatkan qurub Allah swt dan untuk meningkatkan mutu iman kita. Dan kita harus memanjatkan banyak doá kepada Allah swt agar Dia segera menyempurnakan janji-janji-Nya kepada kita. Bulan Ramadhan ini yaitu bulan dikabulkannya doá-doá, jika didalam bulan ini kita memohon doá secara khas kepada Allah swt untuk menegakkan Pemerintahan Alquránul Karim dan untuk menyebarkan keagungannya keseluruh permukaan bumi, maka pasti Allah swt akan membuka silsilah dan era baru untuk menunjukkan tanda-tanda-Nya melalui perlawanan dan penyerangan-Nya yang sangat dahsyat. Dan Dia akan memperlihatkan pemandangan kepada kita segala keagungan ajaran Alquránul Karim, tegaknya kebenaran dan hancur luluhnya kepalsuan diatas dunia ini. Dan Hazrat Imam Zaman, Pencinta sejati Rasulullah saw akan mengarahkan kita untuk mendengar suara Utusan Allah swt, yang sedang mengajak dunia kearah hidayah dan kearah kebenaran yang betul-betul sesuai dengan ajaran Alquránul Karim. Pada zaman ini jika ada orang yang berdiri atas perintah Allah swt untuk menjaga dan memelihara Alquránul Karim maka tiada lain dia adalah Hazrat Masih Mauúd a.s. Dan sekarang jika ada sebuah Jemaát yang sedang sibuk menjalankan pekerjaan itu maka tiada lain hanyalah Jemaát Ahmadiyah. Untuk menunaikan kewajiban itu kita harus berusaha lebih giat dari sebelumnya. Untuk itu kita harus meningkatkan semangat memanjatkan doá lebih hebat lagi dari sebelumnya. Jika tidak demikian tentu kita termasuk orang-orang yang lalai atau betul-betul menjadi orang-orang yang lali. Jadi, tugas kewajiban setiap orang Ahmady untuk berusaha sekuat tenaga agar menjadi gambaran nyata sebagai pengamal ajaran Alquránul Karim. Hazrat Masih Mauúd a.s. bersabda : “ Adalah janji Allah swt didalam Alqurán bahwa Dia akan menjaga dan memelihara Alquránul Karim diwaktu keadaan bahaya sebagaimana firman-. إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُ ۥ لَحَـٰفِظُونَ “Sesungguhnya Aku yang menurunkan Kitab ini dan Akulah pula Yang akan menjaganya.”Sesuai dengan janji-Nya, Allah swt telah melakukan empat macam penjagaan terhadap Alquránul Karim. Pertama, melalui para Hafiz (orang-orang hafal Qurán) semua alfaz dan susunannya terpelihara. Dan setiap abad Allah swt menciptakan beratus ribu manusia yang menjaga Kitab Suci Alquran didalam dada mereka. Orang-orang itu begitu hafal Alqurán apabila ditanya bahagian manapun dari Alqurán mereka dapat menjawabnya dengan tepat. Dengan cara demikian tulisan dan lafaz-lafaz Alqurán dijaga setiap zaman. Yang kedua, melalui para Imam dan para pembesar Agama yang dianugerahi pemahaman ilmu Alqurán oleh Allah swt pada setiap abad. Mereka menjaga keindahan kedudukan Alqurán dengan pemahaman tafsir-tafsirnya dari Hadis-hadis Nabi, menjaga keutuhan kalam suci Alllah swt dan kesucian ajarannya pada setiap zaman. Ketiga, melalui mutakallimin yang dengan akal sehat menjaga ajaran-ajaran kalam suci Allah swt dari pengaruh falsafah ilmu pengetahuan yang keliru. Keempat, melalui orang-orang yang menerima anugerah nikmat ruhani dari Allah swt yang menjaga dan menyelamatkan Kalam suci Allah swt pada setiap zaman dari serangan-serangan orang-orang yang ingkar melalui mu’jizat dan ma’rifat yang dianugerahkan Tuhan kepadanya. Maka nubuatan Alqurán ini dalam masing-masing hubungannya yang tertenbtu pada setiap zaman selalu mendapat kesempurnaan. Jadi sebagaimana Firman-Nya : إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُ ۥ لَحَـٰفِظُونَ “Sesungguhnya Aku yang menurunkan Kitab ini dan Akulah pula Yang akan menjaganya.” Disetiap zaman jika timbul perlawanan yang keras dari pihak penentang, maka Allah swt dengan penuh ghairat menciptakan seorang penolong yang akan menjaga kalam-Nya itu. Akan tetapi zaman kita sekarang ini adalah zaman dimana para penentang melakukan serangan-serangan dari setiap penjuru dunia berupa taufan yang sangat keras sekali, dan tidak pernah timbul kejadian yang sangat berbahaya seperti itu bagi Islam semenjak penyebaran Alqurán telah dimulai diatas dunia. Orang-orang bernasib malang melakukan serangan terhadap susunan dan tertib ayat-ayat Alqurán dan telah menyebarkan terjemah dan tafsirnya yang sangat keliru dan salah. Dan orang-orang Kristen, para Naturalist dan orang-orang Muslim yang kurang faham dengan alasan untuk menterjemahkan dan menafsirkan Alqurán telah bermaksud untuk menyusun arti-arti-nya secara tertulis menurut kehendak hati mereka. Dan banyak orang-orang yang mendesak dan berusaha untuk membuktikan bahwa banyak ayat-ayat Alqurán yang bertentangan dengan akal dan dengan pikiran yang sehat bahkan bertentangan dengan masalah kehidupan manusia. Dan menurut mereka, banyak sekali penda’waan Alqurán yang bertentangan dengan hakikat dan kenyataan yang sebenarnya. Dan dikatakan ajarannya menyuruh manusia untuk melakukan paksaan dan kezaliman dan mengajarkan ketidak adilan dan ketidak jujuran. Dan lagi banyak sekali ajarannya bertentangan dengan sifat-sifat Allah swt dan undang-undang kekuasaan-Nya. Dan banyak sekali para padri dan para tokoh Arya dengan sangat degil menolak Mukjizat-mukjizat Nabi Muhammad saw dan tanda-tanda Alquránul Karim serta nubuatan-nubuatan Samawi. Dan mereka telah menunjukkan sebuah gambaran tentang Kalam Suci Allah swt dan Agama Islam serta Rasul kita Muhammad saw demikian rupa buruknya dan mereka telah berbuat demikian dengan sangat degil sekali sehingga dengan sendirinya menimbulkan kebencian dalam menjalin hubungan dengan setiap orang. Oleh sebab itu zaman ini adalah zaman yang menginginkan timbulnya gelombang fitnah bangkit menyerang dari setiap penjuru, maka untuk menanggulangi dan menjaganya juga telah siap siaga berdiri di setiap penjuru. Dan masa inilah sudah mulai terbitnya abad keempat belas. Oleh sebab itu Allah swt sesuai dengan janji-Nya pada permulaan Abad keempat telah berfirman: إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُ ۥ لَحَـٰفِظُونَ untuk menghadapi fitnah atau kekacauan itu dan untuk perbaikan keadaan umat ini Allah swt telah mengutus seorang Mujaddid. Bahkan disisi Allah swt setiap Mujaddid mempunyai nama khas masing-masing. Dan sebagaimana seorang penulis sebuah kitab memberi nama kitabnya itu sesuai dengan situasinya, demikian juga seorang Mujaddid sesuai dengan suasana pengkhidmatan yang dhadapinya telah diberi nama Masih, dan hal itu sudah ditetapkan sebelumnya bahwa untuk menghadapi fitnah Kristen diakhir zaman adalah Masih orangnya. Maka sesuai dengan keadaannya pasti orang yang dijanjikan itu namanya disebut Masih Mauúd. Sekarang pikirlah baik-baik, tugas yaksirus salib (memecahkan salib) itu diserahkan kepada siapa? Apakah ini zamannya untuk kesempurnaan nubuatan itu atau ada zaman lain lagi? Pikirlah dan renungkanlah baik-baik !!

Pada hari ini, sebagaimana telah saya katakan bahwa sebuah Greja bernama Dove Outreach Church telah melakukan kritikan yang sudah sangat tua dan usang, yang pernah dihadapi dan dijawab oleh Hazrat Masih Mauúd a.s. seratus tahun yang sudah lalu. Sebagaimana telah dikatakan sebelumnya bahwa tidak ada orang yang mampu menandingi Hazrat Masih Mauúd a.s. dalam menghadapi perkara ini. Sangat disesalkan, sekalipun telah menyaksikan hasil-hasil karya agung Hazrat Masih Mauúd a.s. dan banyak para pemimpin Muslim juga telah mengagumi dan memujinya, orang-orang Muslim bukan berkumpul untuk mendukung beliau a.s. padahal Hazrat Rasulullah saw juga telah berpesan, apabila Masih telah datang kepada kalian sampaikanlah salam-ku kepada-nya!! Namun sebagian besar orang-orang Muslim itu telah menolak dan melawan Hazrat Masih Mauúd a.s. Mereka itu telah melakukan penolakan terhadap iman bilghaib. Dan disebabkan perlawanan, tindak kekerasan, dan hilangnya keadilan beberapa pemerintahan Negara Islam perlawanan semakin bertambah marak terhadap Jemaát Ahmadiyya.

Kita panjatkan doá semoga Allah swt memberi akal kepada para pemimpin orang-orang Muslim dimanapun berada dan semoga mereka sadar setelah mendengar amanat dari seorang pencinta Alqurán, Pencinta Rasulullah saw dan orang yang telah diutus dizaman ini oleh Allah swt. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita juga, agar menjadi Sulthan Naseer bagi Jariullah ini (Pahlawan Tuhan) ini dengan semua kemampuan dan kekuatan yang ada pada kita dan menjadi penyampai amanat Alqur’anul Karim kepada dunia.

Saya telah memberitahukan kezaliman musuh-musuh Jemaát, dan sekarang juga kita telah menerima dua buah berita duka-cita tentang dua orang syuhada yang telah terjadi didalam minggu ini di Karachi dan di Sindh. Para penjahat ini tidak dapat melihat takdir Tuhan yang telah turun akibat dari kezaliman mereka itu, musibah dan azab sedang menimpa Negara mereka disana. Mereka sendiri telah mengakui dan disurat-surat kabar telah banyak sekali disiarkan pengakuan mereka itu bahwa disebabkan banyak perbuatan kezaliman dan dosa-dosa kita banyak azab sedang turun menimpa kita. Namun para mullah yang bertabiat zalim itu sengaja memberi tanggapan yang salah. Mata para mullah-pun betul-betul sudah buta, tidak dapat melihat keadaan sebenarnya situasi disana. Para mullah yang berfitrat kotor itu mengatakan “ Disebabkan kami tidak berhasil menumpas Jema’at Ahmadiyah dari muka bumi maka Allah swt telah marah dan menurunkan azab kepada kami.” Inna lillah wa inna ilaihi raji’un. Jadi betul-betul pengertian azab itu telah mereka pesongkan (putar balikkan) sekehendak hati mereka itu.

Dengan karunia Allah swt para Ahmadiy pasti akan melewati semua ujian itu. Akan tetapi kalian: “Hai para mullah bertabiat jahat !! Kalian mengajarkan kezaliman atas nama Tuhan dan Rasul-Nya saw. Kalian bukan mengajarkan Alqur’an kepada masyarakat, melainkan sedang mengejek dan mempermainkan ajaran Alqurán. Kalian pasti akan masuk kedalam perangkap hukuman Tuhan.” Banyak orang berkata apabila saya menyebut-nyebut para mullah, mereka menjadi tersinggung dan marah. Disarankan agar saya jangan berkata demikian. Sebetulnya orang-orang kita yang maksum ini sudah salah faham. Saya berkata demikian agar mereka paham. Mengingat rencana-rencana jahat mereka, diberi peringatan atau tidak diberi peringatan, sama saja mereka tidak akan merobah sikap. Mereka telah membuat banyak rencana jahat untuk menindas orang-orang Ahmady di Pakistan. Diluar Negara Pakistan juga sedang banyak dibuat rencana-rencana jahat anti Jemaát. Saya pikir barangkali peringatan-peringatan dari saya akan memberi faedah untuk menyadarkan anak bangsa melalui orang-orang bertabiát baik dari antara orang-orang yang bertabiát jahat itu. Bagaimanapun tugas kewajiban kita adalah melangkah maju terus kepuncak tujuan kita dengan sabar, istiqamah dan dengan memanjatkan doá sebanyak-banyaknya. Dan insya Allah kita akan terus berbuat demikian. Dan pada hari-hari penuh berkat ini secara khas orang-orang Ahmady harus merebahkan diri dihadapan Allah swt sedemikian rupa sehingga kita menjadi milik-Nya. Semoga Allah swt menggagalkan setiap rencana jahat musuh-musuh Jemaát, dan semoga Dia menaungi setiap orang Ahmady dibawah perlindungan-Nya. Dan semoga kita selalu menjadi pewaris-pewaris ni’mat dan karunia-karunia-NYa. Amin !!

Dua orang syuhada yang telah saya sebutkan diantaranya adalah Dr Najmul Hassan Sahib dari Karachi. Beliau pada tanggal 16 August 2010 kira-kira pukul 11.30 malam hari ketika dalam perjalanan kembali dari Klinic beliau sambil mengendarakan mobil beliau telah ditembak oleh orang-orang yang tak dikenal. Didada beliau terdapat bekas tembakan peluru sebanyak tiga belas butir. Beliau baru berumur 39 tahun. Inna lillaahi wa inna ilaihi rajiún. . Dr. Najmul Hassan lahir pada tahun 1971 di Dhaka dan beliau seorang Moosi. Diwaktu disyahidkan umur beliau 39 tahun, mempunyai tujuh saudara lelaki dan seorang saudari perempuan. Beliau sangat rajin dan patuh menunaikan salat lima waktu dan patuh memenuhi pembayaran chandah dan pengurbanan-pengurbanan lainnya. Beliau meninggalkan seorang isteri dua anak lelaki dan seorang anak perempuan yang masih kecil-kecil.

Syahid yang kedua adalah Habib Alrahman Sahib berasal dari Gujrat. Ketika beliau keluar rumah sambil mengendarakan mobil telah diikuti dari belakang oleh seorang pengendara motor cycle memakai topeng (mask) kemudian ditembak hingga syahid. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiún.
Semoga Allah swt meninggikan derajat beliau-beliau itu didalam Syurga Firdaus-Nya. Dan semoga Allah swt memberi kesabaran dan ketabahan kepada semua anggauta keluarga yang ditinggalkan. Amin !!!

Alihbahasa dari Video Urdu oleh Hasan Basri

Sumber:
KHUTBAH JUM’AH
HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.
Tanggal 20 August 2010 dari Baitul Futuh London U.K.

0 Responses to “Khutbah Khalifah:KEUTAMAAN ALQUR’AN & IMAN BIL GHAIB”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 216,092 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: