Kisah Dua Anak Manusia

“Saya lebih tahu tentang Ahmadiyah daripada anda. Saya tahu Ahmadiyah sejak tahun 1980 dari Mubaligh Ahmadiyah, pak Ahmad Hariadi”, jelas H. Raja Wawengkang, Imam Mesjid Kota Sumbawa yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sumbawa. 

Penjelasan itu dikemukan H. Raja Wawengkang kepada Ketua Jemaat Ahmadiyah Sumbawa dan Mubaligh Ahmadiyah yang bertugas di Nusa Tenggara Barat Min. Usman Anas ketika mereka melakukan Rabtah ke kediamannya.

Kemudian H. Raja Wawengkang menjelaskan bahwa dirinya pertama kali tahu Ahmadiyah di saat masih aktif mengajar di SMAN 1 Sumbawa Besar pada tahun 1980. Waktu itu II. Raja yang mengajarkan mala pelajaran agama Islam, menyampaikan pelajaran tentang Kenabian.

Namun tanpa diduga, salah seorang dari muridnya yang bukan seorang Ahmadi mem­bantah segala materi yang disampaikan oleh H. Raja dengan menyebut bahwa dia mendapat informasi itu dari (mantan) Mubaligh Ahmadi­yah Ahmad Hariadi. Murid­nya pun berjanji akan men­gundang Ahmad Hariadi un­tuk berdialog dengan H. Raja.

Benar saja, keesokan hari nya, Ahmad Hariadi datang ke rumah H. Raja dan berdialog berbagai masalah dengannya. Saat itu Ahmad Hariadi kepada H. Raja menjelaskan secara panjang lebar tentang Khaataman Nabiyyin, Ma­salah Kenabian, Kematian Nabi Isa, Isra Mi’raj dan lain-lain. Menurut H. Raja, penje­lasan Ahmad Hariadi itu san­gat jelas dan benar, karena didukung dalil-dalil dari Al qur’an dan Hadits-hadits.

Menurut H. Raja, sejak saat itu dirinya sering menda­pat kiriman Sinar Islam dari Jakarta dan diberi aneka buku terbitan Ahmadiyah termasuk Kitab Suci Al qur’an terbitan Jemaat Ahmadiyah sebanyak 3 jilid.

Hingga saat ini Al qur’an terbitan Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang diterima H. Raja Wawengkang pada tahun 1980-an itu tersimpan rapi. Bahkan H. Raja mengagumi keluasan isi tafsir dari Al qur’an tersebut.

“Saya tidak pernah mene­mukan tafsir Al-qur’an yang isinya seluas tafsir Al-qur’an terbitan Jemaat Ahmadiyah”, jelas H. Raja Wawengkang.

Kekaguman terhadap Ahmadiyah dibuktikan oleh H. Raja Wawengkang. Pada tahun 2008 yang lalu Bupati Sumbawa dan para Ulama di Sumbawa sepakat untuk menandatangai pernyataan atas fatwa MUI tentang Ahmadiyah yang dinyatakan sesat menyesatkan’dan keluar dari Islam. Akan tetapi ajakan itu ditolak oleh H. Raja Wawengkang dengan alasan bahwa dirinya tahu persis ten­tang ajaran Ahmadiyah, dan Ahmadiyah adalah benar-benar Islam.

Ganjil memang, H. Raja Wawengkang yang bukan sebagai Ahmadi, dengan ber­ani membela Ahmadiyah di tengah-tengah para ulama yang anti Ahmadiyah. Semen­tara itu,,Ahmad Hariadi, yang pernah tercatat sebagai ang­gota Ahmadiyah bahkan per­nah bertugas sebagai Mubaligh Ahmadiyah yang membela Ahmadiyah hingga tahun 1980-an, saat ini memilih hidup sebagai pihak yang anti Ahmadiyah dan kerap menebar fitnah terhadap Ahmadiyah. [](Mln.. Usman Anas)

&n

1 Response to “Kisah Dua Anak Manusia”


  1. 1 ahmad hariadi September 21, 2013 at 2:11 pm

    As. Sdrku Anas untuk mengetahui Ahmad Hariadi yg sekarang baca di Google: ahmadhariadi1951@blogspot.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 226,789 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: