Kasus Musailimah Sebagai Alat Legitimasi Kekerasan Terhadap Pendakwaan Kenabian

Banyak orang Islam mengatakan bahwa legalitas dan legitimasi untuk melakukan tindakan kekerasan fisik terhadap para pengikut nabi palsu atau orang yang dianggap sebagai nabi palsu, adalah sesuai dan dibenarkan oleh ajaran Islam. Mereka sering mengambil pendapat serta alasan bahwa Musailimah yang mengaku sebagai nabi beserta para pengikutnya di masa awal Islam 1500 tahun yang lalu, juga pernah ditindak secara fisik dan diperangi oleh Jemaat Islam. Argumentasi demikian tidak ada dasarnya sama sekali dan tidak didukung oleh keterangan dan bukti dari sejarah Islam. Sikap Rasulullah Muhammad s.a.w.

Ketika Hz. Sayyidina Muhammad s.a.w. masih hidup dan telah mendakwakan diri sebagai nabi, Musailimah pada masa yang sama juga kemudian mendakwakan diri sebagai nabi di Jazirah Arabia. Atas pendakwaan Musailimah itu, Hz. Rasulullah s.a.w. tidak pernah memerintahkan Jemaat Islam untuk mengambil tindakan dan kekerasan fisik untuk memerangi pendakwaan kenabian Musailimah.

Mengutip dari buku Sejarah Hidup Muhammad, Haekal menerangkan mengenai sikap Rasulullah s.a.w. kepada para pendakwa kenabian sebagai berikut:

“Itu sebabnya, tatkala ada tiga orang1 yang mendakwakan diri sebagai nabi, oleh Muhammad tidak banyak dihiraukan.

Memang ada kabilah yang berjauhan dari Mekkah – begitu mengetahui Muhammad mendapat sukses dengan ajarannya itu – cepat-cepat pula mereka menyambut orang yang datang mendakwakan diri nabi dari kabilah mereka itu, dengan harapan mereka akan nasib seperti yang ada pada Quraisy,

…Setiap ada orang yang mendakwakan kenabian (Nabi Palsu) tidak pernah ia dalam nasibnya akan mendapat sukses secara berarti.”

“Musailimah ini pernah mengirim surat kepada Nabi dengan mengatakan bahwa dia nabi, dan “Separuh bumi ini buat kami dan yang separuh lagi buat Quraisy; tapi Quraisy adalah golongan yang tidak suka berlaku adil.” Setelah surat itu dibaca, ke dua orang utusan Musailima itu oleh Nabi ditatapnya, dan hendak memberikan kesan kepada mereka, bahwa Nabi akan menyuruh supaya mereka dibunuh, kalau tidak karena memang adanya ketentuan bahwa para utusan harus dijamin keselamatannya. Kemudian Nabi membalas surat Musailima dengan mengatakan ia sudah mendengarkan isi suratnya dengan segala kebohongannya itu, dan bahwa bumi ini kepunyaan Allah yang akan diwarisi oleh hamba-hamba yang berbuat kebaikan. Dan salam bagi orang yang mengikuti bimbingan yang benar.”

Artinya, tidak pernah ada contoh ( Sunnah) dari Hz. Sayyidina Muhammad s.a.w. untuk mengambil tindakan dan kekerasan fisik terhadap seorang pendakwa kenabian beserta para pengikutnya, meskipun beliau s.a.w. mengetahui bahwa Musailimah adalah seorang pendusta belaka.

Pada kenyataannya, kehidupan serta pendakwaan Musailimah sebagai nabi tidak terancam dengan adanya Nabi Muhammad  s.a.w. beserta Jemaat Islam, dan bahkan sampai kewafatan Rasulullah s.a.w., Musailimah masih tetap hidup dan mengaku sebagai nabi.

1 Tulaiha, Musailima, dan Aswad al-‘Ansi.  2 Muhammad Husain Haekal, Sejarah Hidup Muhammad, terj. Ali Audah, (Jakarta, Bogor: PT. Pustaka Litera Antar Nusa, 1990), hlm. 559. 3 Ibid. , hlm. 559-560

Alasan Peperangan Dengan Musailimah

Lalu mengapa Hz. Khalifah Abu Bakr r.a. kemudian memerintahkan umat Islam untuk menghadapi makar Musailimah dan para pengikutnya di Yamama?

Tindakan pencegahan yang diambil oleh Hz. Abu Bakr r.a. dan Jemaat Islam terhadap Musailimah beserta pengikutnya bukan karena pendakwaan kenabiannya. Tindakan militer dilakukan karena Musailimah dan para pengikutnya bersekutu dengan Banu Hanifah untuk menghancurkan sendi-sendi kehidupan dan persatuan Islami Jemaat Muslim yang baru lahir tumbuh berkembang setelah wafatnya Nabi Muhammad s.a.w.

Lebih lanjut Haekal menerangkan:

“Apa pun motif yang mendorong Aswad mengadakan pengacauan, kemudian disusul oleh Tulaihah dan Musailimah serta pemberontakan warga pedalaman terhadap kewibawaan muslimin sampai ke dekat kota Medinah, yang jelas ialah bahwa wafatnya Nabi menjadi sebab timbulnya fitnah itu. Bagaimana siasat Abu Bakr menghadapi pengacauan dan kemudian membasminya itu? Bagaimana ia mampu mengalahkan segala anasir fitnah dan pengacauan itu dan mempersatukan kembali segenap warga Arab muslimin? Dan bagaimana ia merintis kedaulatan Islam agar para Khalifah nya dapat tegak di atas dasar yang kukuh dan kuat? Inilah yang ingin kita lihat dan kita kaji dalam buku ini.”

Musailimah dan Banu Hanifah dengan kekuatan militer yang besar telah siap di medan pertempuran dengan dalih hendak ‘memerdekakan’ mayoritas penduduk Arabia (umat Islam) agar meninggalkan ajaran Islam yang sarat dengan syari’at yang teratur dan ketat, supaya penduduk Arabia dapat kembali kepada ajaran nenek moyang mereka yang sarat dengan kebebasan, ketidak-teraturan dan kejahilan.

Selanjutnya kita dapatkan keterangan Haekal:

“Sebaliknya Musailimah, dia dan pengikut-pengikutnya di Yamamah, tidak mau mengakui Muhammad sebagai Rasulullah atas mereka. Sebagaimana Quraisy, mereka berhak juga punya nabi dan rasul sendiri. Jumlah prajurit-prajurit pemberani di kalangan mereka lebih banyak daripada di kalangan Quraisy. Di samping itu kelompok mereka merupakan satu kesatuan, tidak ada perselisihan dan persaingan yang akan membuat mereka jadi lemah. Juga dalam kepercayaan dan macamnya kelompok, di kalangan mereka tak terdapat perbedaan seperti pada orang-orang Yaman. Dalam keadaan serupa itu, sudah tentu mereka dapat menggalang kekuatan besar, yang harus benar-benar diperhitungkan oleh Abu Bakr.“ (PPSi)

0 Responses to “Kasus Musailimah Sebagai Alat Legitimasi Kekerasan Terhadap Pendakwaan Kenabian”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 234,699 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: