Kalender Hijriyah Syamsiah

Selain tudingan bahwa Jamaah Muslim Ahmadiyah memiliki kitab suci yang bernama Tazkirah (tuduhan yang asbun tentunya, karena fakta menunjukkan justru didunia ini hanya Jamaah Muslim Ahmadiyah sahaja satu2nya organisasi Muslim yang memiliki kesungguhan didalam mempromosikan Al-Qur’an dan ajarannya diseluruh dunia.  Jamaah ini  menterjemahkan Al-Qur’an dalam bahasa2 dunia.  Melakukan pameran2 mengenai Al-Qur’an di-negara2 barat, dll), hal lain yang sering dijadikan senjata oleh orang yang menentang Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah bahwasanya Jamaah Muslim Ahmadiyah itu memiliki sistem penanggalan sendiri.  Tuduhan itu dari satu segi memang ada benarnya namun sebelum anda ikut2an memvonis negatif tentang sistem kalender ini, ada baiknya anda baca dulu tulisan berikut.

Sebagaimana anda tahu, dunia Islam memiliki sistem kalender yang dikenal sebagai sistem kalender Hijriyah. Meskipun memiliki sistem penanggalan Islami tersebut namun dalam kenyataannya ummat Muslim tetap lebih familiar dengan sistem kalender Masehi.

Kalender Hijriyah sendiri  ditetapkan di masa Kekhalifahan Umar bin Khattab ra  dengan titik awalnya adalah peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad saw dari Mekkah ke Madinah, yang terjadi sekitar bulan Mei 622M.  Sistem kalender Hijriyah  adalah penanggalan yang berdasarkan pada siklus bulan dikenal sebagai  Qomariyah, memiliki 12 bulan dalam setahun.

Siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari). Makanya, satu tahun kalender Hijriyah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun kalender Masehi.

Sekalipun  kalender Hijriyah diambil dari peristiwa penting yang dialami oleh Nabi Muhammad Rosulullah saw namun ternyata nama-nama bulan yang digunakan masih menggunakan nama bulan yang biasa dipakai oleh suku-suku Arab pra-Islam. Hanya satu nama bulan yang diganti, yaitu Natiq yang berubah menjadi Ramadhan.

Nah, mengenai sistem kalender Jamaah Muslim  Ahmadiyah yang sering dipersoalkan itu merupakan  pola penanggalan yang seperti halnya sistem penanggalan Masehi, adalah sistem penanggalan berdasarkan siklus matahari. Hanya saja apabila kalender Masehi titik awalnya merupakan tahun kelahiran Yesus Kristus, dan nama2 bulannya merupakan istilah2 dari jaman Romawi, maka kalender yang diciptakan oleh Khalifatul Masih ke-2, Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad ra –sebagaimana sistem kalender Hijriyah oleh Hadhrat Khalifah Umar bin Khattab–menjadikan peristiwa Hijrah Rosulullah saw sebagai titik awal, dan nama2 bulannya, karena memang dimaksudkan untuk mengenang peristiwa2 yang terjadi pada masa kehidupan Rosulullah saw, dinamai sesuai  dengan peristiwa2 penting yang terjadi di masa kehidupan Rosulullah saw pada bulan yang bersangkutan.

Jika nama-nama bulan dalam  kalender Masehi adalah: Januari, Pebruari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, Nopember, Desember, maka urutan nama2 bulan dalam sistem kalender Hijri-Syamsi (HS) adalah: Sulh, Tabligh, Aman, Syahadat, Hijrah, Ihsan, Wafa, Zuhur, Tabuk, Ikha, Nubuwwah, Fattah.

Kenapa  dinamai demikian?

Inilah alasannya:

  1. Sulh untuk Januari ini mengacu pada peristiwa perjanjian damai Hudabiyah yang terjadi dibulan Januari.
  2. Tabligh untuk Pebruari karena pada bulan Pebruari Rosulullah memulai misi Tabligh dengan mengirim surat kepada raja-raja.
  3. Amman untuk Maret karena dibulan ini Rosulullah saw memberikan jaminan keamanan secara umum saat Hujjatul Wada.
  4. Syahadat  untuk April ini mengenang 69 Hafiz Quran yang Syahid dibulan itu.
  5. Hijrah untuk Mei, mengenang peristiwa Hijrah Nabi Muhammad saw dari Mekkah ke Madinah.
  6. Ihsan untuk Juni, dibulan ini Rosulullah saw memberikan ampunan tanpa syarat Kepada Banu Tol.
  7. Wafa untuk Juli ini untuk mengenang peristiwa perang Zatirriqa.
  8. Zuhur untuk Agustus, dibulan ini Ummat Islam mendapat kemenangan dalam peperangan di luar Jazirah Arab.
  9. Tabuk untuk September, untuk mengenang perang Tabuk.
  10. Ikha untuk Oktober, mengenang persaudaraan yang terbentuk antara Anshar dan Muhajirin.
  11. Nubuwwah untuk Nopember, untuk mengenang peristiwa pengangkatan Nabi Muhamad s.a.w. sebagai Nabi Allah dibulan ini.
  12. Fatah untuk Desember, untuk mengenang peristiwa Fatah Mekkah.

Rosulullah Muhammad s.a.w. hijrah  pada tahun 622M, itulah sebabnya perhitungan kalender Hijriyah Syamsiah berselisih 622, jadi bila tahun ini menurut system kalender Masehi adalah tahun 2013M, maka menurut system kalender Hijriah Syamsiah (HS) adalah tahun  1392HS.

Itulah penjelasannya. Apabila setelah membaca penjelasan ini,  masih juga ada nada sumbang atau keberatan dari orang yang mengaku pecinta sejati Rosulullah saw, terhadap sistem kalender yang digagas Khalifah Jamaah Muslim Ahmadiyah ke-2 ra ini, maka tentu menjadi suatu hal yang sangat aneh, bukan?

2 Responses to “Kalender Hijriyah Syamsiah”


  1. 1 Ali Reza April 29, 2013 at 2:20 pm

    Penanggalan hijriah syamsiah dengan nama-nama bulan “Sulh”, “Tabligh”, dst apakah juga digunakan di negara tertentu atau hanya oleh (organisasi) Ahmadiyah?

  2. 2 Syamsir Syam September 29, 2015 at 12:29 am

    Klender islam harus di utamakan ……


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 216,092 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: