Tabligh Islam

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya.

Perlawanan kian meningkat. Sementara itu Rasulullah s.a.w. dan para pengikut beliau terus berusaha sedapat mungkin menjelaskan ajaran Islam kepada kaum Mekkah. Ajaran itu banyak seginya dan luhur makna pokoknya – bukan saja untuk bangsa Arab, melainkan untuk seluruh dunia. Amanat itu dari Tuhan: “Yang menjadikan alam ini adalah Zat Yang Tunggal. Tak ada lain yang layak disembah. Nabi-nabi senantiasa beriman bahwa Dia Tunggal dan hal itu diajarkan kepada para pengikut mereka. Kaum Mekkah harus meninggalkan semua patung dan berhala. Apakah mereka tidak melihat bahwa patung-patung itu bergerak pun tidak dapat untuk mengusir lalat yang mengerumuni sesajen yang diletakkan pada kakinya? Jika diserang, mereka tak dapat melawan. Jika orang mengajukan pertanyaan, mereka tak dapat menjawab. Jika mereka dimintai pertolongan, mereka tak dapat berbuat apa-apa. Tetapi, Tuhan Yang Maha Esa menolong mereka yang memohon pertolongan-Nya, menjawab mereka, yang bertanya dan meminta dalam sembahyang mereka, mengalahkan musuh-musuh dan mengangkat mereka yang merendahkan diri di hadapan-Nya. Jika Nur datang dari Dia, mereka yang berbakti disinari-Nya. Mengapa kaum Mekkah melalaikan Dia dan berbakti kepada patung dan berhala mati dan menyia-nyiakan hidup mereka? Apakah mereka tidak melihat bahwa tidak adanya iman kepada Tuhan Yang Tunggal dan Benar itu telah menjadikan mereka sama sekali dikuasai oleh takhayul dan tak berdaya? Mereka tak mengetahui apa yang suci dan apa yang najis, apa yang benar dan apa yang salah. Mereka tidak menghormati ibu mereka. Mereka bertindak buas dan kejam terhadap saudara-saudara perempuan dan anakanak perempuan mereka dan mengingkari hak-hak mereka. Mereka tidak memperlakukan istri-istri mereka dengan baik. Mereka menganiaya janda-janda, memperkuda anak yatim, si miskin dan si lemah dan berusaha mendirikan kesejahteraan di atas puing orang lain. Mereka berdusta dan menipu tanpa malu, pula merampok dan menyamun. Berjudi dan minum mabuk-mabuk adalah kegemaran mereka. Kebudayaan dan kemajuan nasional tidak mereka indahkan. Masih berapa lama mereka akan melalaikan Tuhan Tunggal Yang Sejati dan terus-menerus merugi dan menderita? Bukankah lebih baik mengadakan perubahan? Tidakkah lebih baik meninggalkan segala bentuk pemerasan terhadap satu sama lain dan menegakkan hak, membelanjakan kekayaan mereka untuk kebutuhan nasional dan memperbaiki nasib si miskin dan si lemah, memperlakukan anak yatim sebagai amanat, dan menganggap perlindungan terhadap mereka sebagai kewajiban, membantu janda-janda dan menegakkan dan menganjurkan amal saleh dalam seluruh masyarakat, memupuk bukan saja keadilan dan persamaan, tetapi juga kasih-sayang dan kemurahan? Hidup di bumi ini hendaknya menimbulkan kebaikan, “Tinggalkanlah di belakangmu amal saleh”, kata Amanat itu selanjutnya, “sehingga tumbuh dan berubah sepeninggalmu. Dalam sikap memberi itu ada nilai kebaikan, bukan dalam menerima. Belajarlah menyerahkan diri supaya kamu menambah kedekatanmu kepada Tuhanmu. Kerjakanlah pengorbanan diri untuk kepentingan sesama manusia sehingga kamu melipatgandakan kehormatanmu pada Tuhan. Betul, kaum Muslimin sekarang lemah, tetapi janganlah mengikuti kelemahannya. Kebenaran akan menang. Ia adalah takdirIlahi. Dengan perantaraan Rasulullah s.a.w. ditegakkan nilai dan tolak ukur baru tentang baik dan buruk, benar dan salah di bumi ini. Keadilan dan kemurahan akan berlaku. Tidak ada paksaan dalam urusan agama dan tidak pula campur  tangan. Kekejaman terhadap wanita dan budak akan dihapuskan. Kerajaan Tuhan akan ditegakkan menggantikan kerajaan syaitan”.   Ketika Amanat itu dikumandangkan kepada kaum Mekkah dan orang-orang yang berwatak baik dan memperhatikan mulai terkesan olehnya. Pemuka-pemuka Mekkah mulai mengerti apa yang sedang terjadi. Mereka menjumpai paman Rasulullah s.a.w., Abu Thalib, dan mengatakan kepadanya: Anda adalah salah seorang dan pemimpin-pemimpin kami dan demi anda kami telah membiarkan kemenakan anda, Muhammad, hingga kini. Tetapi, saat telah tiba untuk menghentikan krisis nasional ini, pertentangan di tengah kita. Kami menuntut agar ia berhenti dari mencela berhala-berhala kami. Biarlah ia mengumandangkan bahwa Tuhan itu satu, tetapi janganlah ia mencela berhala-berhala kami. Jika ia setuju, pertentangan dan perlawanan kita akan berhenti. Kami menuntut supaya Anda menjelaskan itu kepadanya. Tetapi, jika anda tidak sanggup berbuat demikian, maka salah satu akan terjadi: Anda harusmeninggalkan kemenakan anda atau kami, kaum anda, akan meninggalkan anda (Hisyam).   Abu Thalib dihadapkan kepada pilihan yang berat. Meninggalkan kemenakannya adalah teramat berat, tetapi tak kurang beratnya ditinggalkan oleh kaumnya sendiri. Orang Arab tak begitu mengindahkan harta. Kehormatannya terletak pada kepemimpinan. Mereka hidup untuk kaumnya dan kaumnya untuk mereka. Abu Thalib sangat gelisah. Dipanggilnya Rasulullah s.a.w. dan menerangkan tuntutan pemuka-pemuka Mekkah. “Jika engkau tidak setuju,” katanya dengan mata basah, “maka aku harus meninggalkan engkau atau kaumku akan meninggalkan aku”. Rasulullah s.a.w. sangat iba melihat paman beliau. Dengan mata basah beliau bersabda:   Aku tidak meminta paman meninggalkan kaum paman. Aku tidak minta supaya paman melindungiku. Bahkan sebaiknya tinggalkanlah aku dan berpihaklah kepada kaum paman. Tetapi, Tuhan Maha Esa menjadi saksi dan aku mengatakan bahwa andaikata mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan berhenti menyebarkan kebenaran Tauhid Ilahi. Aku harus berjuang sampai mati. Paman dapat menetapkan pilihan paman (Hisyam & Zurqani).   Jawaban ini tegar, tegas, dan sungguh-sungguh membuka mata Abu Thalib. Dia tercenung beberapa saat. Walaupun tak berani beriman, ia merasa beruntung dapat menyaksikan peragaan agung dan luhur dan rasa tanggung jawab terhadap kewajiban. Sambil memandang Rasulullah s.a.w. ia berkata: “Kemenakanku, lanjutkanlah tugasmu. Laksanakan kewajibanmu. Biarlah kaumku meninggalkanku. Aku           besertamu” (Hisyam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 258,843 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: