Ketika Tsumamah bin Utsal Tidak Diakui Menyebut Diri Muslim

DI zaman Makkah, kehidupan segelintir pengikut Nabi Muhammad tidaklah mudah. Mereka adalah minoritas Muslim di tengah-tengah mayoritas penyembah berhala. Jumlah mereka pada tahun-tahun pertama ialah di bawah sepuluh, lalu meningkat menjadi puluhan orang.

Namun, hingga 13 tahun kemudian, jumlah mereka hanya ratusan dari 10 ribu lebih penduduk Makkah. Sebagai minoritas di tengah mayoritas orang yang membencinya, banyak sekali hak-hak orang Muslim yang tidak diakui, bahkan ditentang. Hak-hak ekonomi, hak-hak politis, hak-hak sosial, bahkan hak-hak pribadi. Contoh hak pribadi bersifat sosial yang ditolak ialah hak menyebut atau menamai diri dan kelompok.

Saat itu, orang-orang Muslim ditolak menyebut diri atau menamai diri ‘Muslim’ atau ‘orang Islam’. Orang-orang non Muslim atau kuffah Makkah juga enggan bahkan tegas-tegas menolak menyebut para pengikut Nabi Muhammad itu sebagai Muslim. Memang, ini hal yang aneh. Nama diri atau nama kelompok adalah hak prerogatif kelompok tersebut. Kita tak tahu pasti alasan orang-orang Quraisy yang menolak Nabi Muhammad, apa tepatnya alasan mereka enggan bahkan menolak menyebut nama ‘Muslim’ bagi para pengikut Nabi Muhammad yang jelas-jelas menamakan diri mereka Muslim sesuai perintah Allah dan rasul-Nya tersebut.

Apakah arti dari kata ‘Muslim’ itu berserah diri sepenuhnya kepada Allah, menyinggung perasaan mereka karena banyak dari segi kehidupan mereka diserahkan kepada kepercayaan kepada ramalan, berhala dan sebagainya? Bisa jadi.

Shahih al-Bukhari, Kitab al-Maghazi, bab Wafdi Bani Hanifah dan kisah Tsumamah ibn Utsal, hadits nomor 4372 menyebutkan jelas kisah di atas.

Peristiwa ini terjadi 6 tahun setelah Hijrah, perpindahan Nabi Muhammad dan para pengikut beliau ke Madinah, 5 hari perjalanan dari Makkah dengan ukuran perjalanan di zaman itu. Nun jauh di sana, Tsumamah ialah pemuka kaumnya yang punya rencana untuk membunuh Nabi. Ia sendiri telah melakukan penganiayaan terhadap orang-orang Muslim di wilayahnya. Saat hendak ke Makkah untuk umrah, di suatu tempat dekat Madinah, ia ditangkap oleh pasukan patroli Muslim.

Perihal tangkap-menangkap dan pembentukan pasukan, wajar saja kaum Muslim di masa Madinah perlu melakukannya dengan alasan; 1. Mereka telah mendirikan sebuah negara atas dasar kesepakatan dengan para pemuka suku-suku dan agama atau kepercayaan yang berbeda; kaum Yahudi mengakui kepemimpinan beliau; bahkan Abdullah bin Ubay, yang masih setengah simpati dengan kepercayaan sebelum Islam, dengan berat hati juga mengakui kepemimpinan beliau.

Sebagai sebuah negara, walau masih dalam bentuk yang sederhana dan berwilayah terbatas, adalah wajar membentuk pasukan; 2. Di masa permusuhan fisik dari pihak Quraisy Makkah dan suku-suku sekitar Madinah, adalah wajar membentuk pasukan patroli untuk menjaga keamanan. Dua faktor situasi diatas tentu harus secara bijak dicermati bila hendak mempersamakannya dengan jaman sekarang.

Hadits tentang Tsumamah ialah sebagai berikut:

4372 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ بَعَثَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْلًا قِبَلَ نَجْدٍ فَجَاءَتْ بِرَجُلٍ مِنْ بَنِي حَنِيفَةَ يُقَالُ لَهُ ثُمَامَةُ بْنُ أُثَالٍ فَرَبَطُوهُ بِسَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِي الْمَسْجِدِ فَخَرَجَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا عِنْدَكَ يَا ثُمَامَةُ فَقَالَ عِنْدِي خَيْرٌ يَا مُحَمَّدُ إِنْ تَقْتُلْنِي تَقْتُلْ ذَا دَمٍ وَإِنْ تُنْعِمْ تُنْعِمْ عَلَى شَاكِرٍ وَإِنْ كُنْتَ تُرِيدُ الْمَالَ فَسَلْ مِنْهُ مَا شِئْتَ فَتُرِكَ حَتَّى كَانَ الْغَدُ ثُمَّ قَالَ لَهُ مَا عِنْدَكَ يَا ثُمَامَةُ قَالَ مَا قُلْتُ لَكَ إِنْ تُنْعِمْ تُنْعِمْ عَلَى شَاكِرٍ فَتَرَكَهُ حَتَّى كَانَ بَعْدَ الْغَدِ فَقَالَ مَا عِنْدَكَ يَا ثُمَامَةُ فَقَالَ عِنْدِي مَا قُلْتُ لَكَ فَقَالَ أَطْلِقُوا ثُمَامَةَ فَانْطَلَقَ إِلَى نَجْلٍ قَرِيبٍ مِنْ الْمَسْجِدِ فَاغْتَسَلَ ثُمَّ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ يَا مُحَمَّدُ وَاللَّهِ مَا كَانَ عَلَى الْأَرْضِ وَجْهٌ أَبْغَضَ إِلَيَّ مِنْ وَجْهِكَ فَقَدْ أَصْبَحَ وَجْهُكَ أَحَبَّ الْوُجُوهِ إِلَيَّ وَاللَّهِ مَا كَانَ مِنْ دِينٍ أَبْغَضَ إِلَيَّ مِنْ دِينِكَ فَأَصْبَحَ دِينُكَ أَحَبَّ الدِّينِ إِلَيَّ وَاللَّهِ مَا كَانَ مِنْ بَلَدٍ أَبْغَضُ إِلَيَّ مِنْ بَلَدِكَ فَأَصْبَحَ بَلَدُكَ أَحَبَّ الْبِلَادِ إِلَيَّ وَإِنَّ خَيْلَكَ أَخَذَتْنِي وَأَنَا أُرِيدُ الْعُمْرَةَ فَمَاذَا تَرَى فَبَشَّرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَهُ أَنْ يَعْتَمِرَ فَلَمَّا قَدِمَ مَكَّةَ قَالَ لَهُ قَائِلٌ صَبَوْتَ قَالَ لَا وَلَكِنْ أَسْلَمْتُ مَعَ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا وَاللَّهِ لَا يَأْتِيكُمْ مِنْ الْيَمَامَةِ حَبَّةُ حِنْطَةٍ حَتَّى يَأْذَنَ فِيهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami, Laits bercerita kepada kami, Sa’id bin Abi Sa’id bercerita kepada kami, bahwa ia mendengar Abu Hurairah menuturkan, “Rasulullah mengirim pasukan kuda ke Najd. Selanjutnya, pasukan ini pulang dengan membawa seorang laki-laki dari Bani Hanifah, bernama Tsumamah bin Utsal. Ia seorang pemuka penduduk Yamamah. Mereka mengikatnya pada sebuah tiang masjid, Rasulullah pun menemuinya. Keesokan harinya beliau bersabda, “Apa keinginanmu wahai Tsumamah?”

Ia menjawab, “Aku menginginkan seperti apa yang telah aku sampaikan kepadamu, bila engaku membebaskanku, maka engkau tela membebaskan orang yang tahu berterima kasih. Namun, bila engkau membunuhku, maka engkau membunuh orang yang punya darah. Dan, jika engkau menginginkan harta, maka aku akan memberimu berapa pun yang engkau mau.”

Beliau (Nabi) bersabda, “Lepaskanlah Tsumamah!”

Setelah itu, Tsumamah menuju ke kebun kurma dekat masjid. Ia mandi dan kemudian masuk masjid. Lalu ia mengucapkan, أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ Aku bersaksi tiada ilah yang hak selain Allah dan Muhammad Rasulullah.

Wahai Muhammad, demi Allah, dulu tak ada dimuka bumi ini wajah yang aku beci dari wajahmu, dan sekarang wajahmu lebih aku cintai dari semua wajah. Demi Allah, dulu tak ada agama yang aku benci dari agamamu. Namun sekarang, agamamu lebih aku cintai dari semua agama. Demi Allah, dulu tak ada daerah yang lebih aku benci dari daerahmu, dan sekarang daerahmu menjadi daerah yang paling aku cintai. Sungguh, pasukan kudamu telah menangkapku saat aku dalam perjalanan umrah. Bagaimana pendapatmu?”

Maka Rasulullah memberinya izin untuk menunaikan umrah (dengan mengikuti ajaran Islam tentunya, bukan tradisi Arab yang saat itu masih politeis).

Ketika ia tiba di Makkah, seorang [Makkah] berkata kepadanya, صَبَوْتَ “Engkau telah menjadi Shabi, wahai Tsumamah?”

Ia menjawab, “Tidak, tapi aku telah masuk Islam bersama Rasulullah. Demi Allah, tak satu butir biji gandum pun akan datang pada kalian dari Yamamah hingga Rasulullah mengizinkannya.”

Dalam Sirah an-Nabawiyah karya Ibn Hisyam, saat umrah di Makkah, orang-orang Quraisy berupaya memukulnya atau sudah memukulnya karena Tsumamah menyaringkan takbir. Itulah sebabnya, Tsumamah setelah pulang ke Yamamah, memerintahkan kaumnya untuk tidak mengirim pasokan bahan makanan gandum ke Makkah. Blokade ekonomi ini akhirnya diakhiri setelah Nabi Muhammad mengirim pesan ke Yamamah. Nabi sendiri melakukannya setelah tahu dari Abu Sufyan, pemimpin Makkah saat itu yang datang ke hadapan Nabi dan memohon pertolongannya. Ajaibnya, Nabi sama sekali mengajukan persyaratan apa pun tapi murni karena belas kasihan atas kemanusiaan.

Dalam dialog di atas, orang Quraisy menyebut Shabi kepada Tsumamah. Shabi ialah istilah orang Arab zaman itu untuk orang-orang yang meninggalkan agama nenek-moyangnya dan memeluk keyakinan baru. Mereka tidak mengakui dan tidak membiasakan diri menyebut Nabi dan para pengikutnya sebagai orang Muslim. []

Penulis: Abu Rayhan al-Marsi, Bogor, dildaar.ahmad80@gmail.com

sumber: http://www.islampos.com/

0 Responses to “Ketika Tsumamah bin Utsal Tidak Diakui Menyebut Diri Muslim”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 216,092 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: