Serangan-Serangan Sporadis Dari Kaum Kufar

note: tulisan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya.

Persekutuan Arab kembali dari pertempuran Khandak – kalah dan putus asa, tetapi jauh dari menyadari bahwa kekuatan mereka untuk mengganggu kaum Muslimin telah berakhir. Walaupun kalah, mereka mengetahui bahwa mereka masih merupakan mayoritas yang berkuasa.Mereka dengan mudah dapat berlaku semena-mena terhadap orangorang Muslim secara perseorangan, memukul dan bahkan membunuh mereka.

Dengan serangan-serangan terhadap perorangan-perorangan itu, mereka mengharapkan dapat melenyapkan rasa kalah itu. Maka tidak lama sesudah perang itu mereka mulai menyerang orang-orang Muslim di daerah sekitar Medinah. Beberapa orang dari suku Fazarah berkendaraan unta menyerang kaum Muslimin dekat Medinah. Mereka membawa lari unta-unta yang terdapat di daerah itu, menawan seorang wanita dan meloloskan diri dengan membawa rampasan mereka. Wanita itu dapat melarikan diri dengan selamat, tetapi rombongan Fazarah itu berhasil mencuri sejumlah hewan. Sebulan kemudian, serombongan dari suku Ghatafa dari Utara menyerang kaum Muslimin dalam usaha merampas unta-unta mereka. Rasulullah s.a.w. mengutus Muhammad bin Masiama dengan sepuluh Sahabat berkuda untuk upaya penyelidikan, dan untuk menjaga ternak-ternak kaum Muslimin. Tetapi, musuh telah menghadang rombongan kaum Muslimin itu, menyerang mereka secara kejam dan meninggalkan mereka tergeletak dalam keadaan tak bernyawa. Tetapi Muhammad bin Masiama hanya jatuh pingsan. Setelah siuman kembali, dikerahkan segala kekuatannya dan pulang ke Medinah untuk memberi laporan. Beberapa hari kemudian, suatu perutusan Rasulullah s.a.w. dalam perjalanan ke ibu kota Romawi telah diserang dan dirampok oleh orang-orang dari suku Judham.
Sebulan kemudian Banu Fazarah menyerang kafilah Muslim yang melarikan diri dengan mangsanya. Mungkin serangan-serangan itu dilancarkan bukan oleh rasa permusuhan agamawi. Banu Fazarah itu suku penyamun yang hidup dari rampokan dan pembantaian. Kaum Yahudi Khaibar, faktor utama dalam Perang Khandak, juga bertekad penuh untuk mengadakan pembalasan atas kekalahan berat yang diderita mereka dalam perang itu. Mereka pergi dari pemukiman ke pemukiman suku-suku dan menjumpai para pembesar negeri di perbatasan Romawi untuk menghasut mereka. Maka pemimpin-pemimpin Arab, yang tidak mampu mengadakan serangan secara terang-terangan terhadap Medinah, main kongkalikong dengan kaum Yahudi untuk menjadikan kehidupan kaum Muslimin tidak mungkin dapat dipertahankan. Walaupun demikian keadaannya, Rasulullah s.a.w. masih belum mengambil keputusan untuk mengadakan peperangan yang memastikan. Beliau masih menyangka bahwa para pemimpin Arab mungkin akan menawarkan perdamaian dan perang saudara dapat berakhir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




AYO BERBELANJA DI TOKO ONLINE KAMI:

Statistik Blog

  • 215,909 hit

aku suka jalan-jalan

hidup adalah jalan-jalan. jalan-jalan adalah hidup

%d bloggers like this: